Feng Ying

Feng Ying
68 -Jian III


__ADS_3

Han Liangyi memegang pergelangan tangan Jian yang mencengkram lehernya, menggunakan tangan kanannya yang bebas dari bekuan es. Ia terbatuk dan terlihat kesulitan bernafas.


"Sepertinya kau sudah melupakanku. Sudah ratusan tahun aku menghilang, sekarang kau tak mengingat diriku?" ucap Jian. Ia mengeluarkan hawa membunuh dan mengarahkannya kepada Han Liangyi.


Iblis itu nampak semakin kesulitan bernafas ketika Jian mengarahkan aura membunuh padanya. Terlebih, aura membunuh itu terasa sangat kuat.


"Aku berniat menemuimu karna mengetahui kau berada di sini. Tapi ternyata kau menyerangku? Bahkan kau tidak sopan padaku!" ucap Jian. Ia memperkuat cengkraman tangannya ada leher Han Liangyi.


Han Liangyi mencoba menendang perut Jian dengan kaki kanannya. Namun, bocah itu menggunakan satu tangannya yang lain langsung mencengkram kakinya dengan sangat kuat.


Kraaakk


Ingin rasanya Han Liangyi berteriak karna tulang kakinya patah. Namun ia tak bisa melakukan itu, karna lehernya dicekram kuat oleh Jian.


Jian langsung melepaskan tangannya dari kaki Han Liangyi. Ia juga langsung melepaskan cengkraman tangannya dari leher Han Liangyi. Setelah lepas, Han Liangyi jatuh tergeletak di lantai dengan tubuh lemas.


Nafasnya tak beraturan. Untungnya Jian mulai menarik kembali aura membunuhnya, membuat Han Liangyi agak bernafas lega. Namun tetap saja, ia merasa sudah berada di ujung tanduk pada saat tadi. Tak pernah terpikirkan olehnya, bahwa dia akan kalah dari seorang bocah.


Namun ketika melihat kemampuan bocah itu dalam menggunakan bayangan tadi, membuat Han Liangyi mengingat seseorang. Ada satu pertanyaan di benaknya, 'apa itu dia?'


Han Liangyi tak bisa mengatakannya secara langsung. Karna ia berada dalam keadaan tak 'mampu' untuk berdiri, bahkan berbicara. Sehingga ia hanya bisa membatin dan bertanya dengan hatinya.


Jian berjongkok di depan Han Liangyi yang tergeletak di lantai dengan tubuh menyamping. "Apa kau sekarang menyadari sesuatu, Lili?"


Han Liangyi tersetak kala Jian mengatakan 'Lili'. Hanya ada satu orang saja yang sering menyebutnya dengan nama 'Lili'. Orang itu adalah Kaisar Xiao, Kaisar yang memimpin kekaisaran Xiao di dunia iblis.


Ayahnya adalah seorang Jenderal yang cukup dekat dengan Kaisar, jadi ia juga sering bertemu dengan Kaisar Xiao dan bahkan pernah berlatih beberapa kali dengannya.


Tapi kini ayahnya mati setelah beberapa tahun hilangnya Kaisar Xiao. Itu terjadi karna sebuah perang yang terjadi antara kekaisaran Xiao dan kekaisaran lain.


"Y- Yang.. Mulia.." ucap Han Liangyi dengan kesulitan dan agak ragu. Pasalnya, Kaisar Xiao tidak memiliki tubuh seorang bocah seperti ini.


Jian tau apa yang dipikirkan Han Liangyi. Namun ia tak peduli, Han Liangyi percaya atau tidak. Tapi yang pasti, dirinya tidak akan memaafkan Han Liangyi. Iblis itu sudah bertindak keterlaluan di hadapannya.


"Aku sudah berkata, bahwa aku takkan memaafkanmu. Aku sudah mengatakannya. Jadi jangan salahkan aku atas semua yang terjadi" ucap Jian dengan dingin.


Jian langsung berdiri dan masih menatap Han Liangyi yang tergeletak di lantai. Nampak bahwa mata iblis itu berkaca kaca dan seakan ingin menangis.

__ADS_1


Han Liangyi senang bisa bertemu kembali dengan Jian. Baginya, Jian seperti seorang guru untuknya dan seperti ayah kedua setelah ayahnya. Jian sangat perhatian padanya dan beberapa kali melatihnya.


Setiap pelatihan yang diberikan Jian, akan memberikan dampak besar bagi dirinya. Hingga ia menjadi seorang Jenderal saat ini. Setelah kepergian Jian dan ayahnya, ia tak memiliki siapapun yang dapat ia percaya dengan baik.


Kini ia bertemu kembali dengan salah satu orang yang ia sayangi. Namun pertemuan ini harus berakhir, karna kebodohannya dalam bersikap.


Jian mengepalkan tangannya dan Qi langsung terkumpul di kepalan tangan. Nampak seperti asap kehitaman menyelimuti kepalan tangan bocah itu. Melihat bahwa Jian sudah mengambil keputusan, Han Liangyi memejamkan mata dan siap untuk dihukum mati.


"Berhenti!"


Jian dan Han Liangyi menoleh secara bersaman ke asal suara. Nampak seorang pria sepuh yang baru saja menapakkan kakinya di permukaan lantai, setelah terbang beberapa centi dari permukaan lantai.


Pria sepuh itu adalah Zhang Jiazhen. Iris matanya yang berwarna merah nampak menatap ke arah Jian dengan tajam, "Apa yang akan kau lakukan pada Tuan-ku?!"


Asap kehitaman yang muncul di kepalan tangan Jian langsung menghilang. Ia menaikan sebelah alisnya ketika mendengar ucapan pria sepuh itu, "Heh, kau bilang Tuan?", Jian mendengus.


Han Liangyi memang kuat. Bila saja iblis itu mengeluarkan kekuatan aslinya, maka istana ini sudah hancur berantakan, begitupun daerah sekitarnya. Namun, karna tadi Han Liangyi belum mengeluarkan semua kemampuannya, sehingga istana masih cukup baik. Istana hanya mendapat beberapa kerusakan saja.


Walaupun begitu, Jian tentu jauh lebih kuat. Hanya saja kekuatannya tidak berada dalam keadaan penuh. Bisa dikatakan, sebagian kekuatannya tersegel. Sehingga tingkat kultivasinya menurun dari yang asli.


"Memangnya kenapa, hah?!" ucap Zhang Jiazhen sambil menatap Jian dengan tajam. "Bagaimana bisa dia lepas dari ruang bawah tanah yang kubuat?" batinnya


"Dia.. Bagaimana mungkin?" batin Zhang Jiazhen sambil menatap Jian dengan tak percaya.


Jian tersenyum sinis, "Iblis yang kau sebut Tuan itu, akan mati di tanganku."


Zhang Jiazhen terkejut mendengar ucapan Jian. Iapun mengetahui bila keadaan Han Liangyi tidak baik saat ini, "Bagaimana mungkin bocah ini mengalahkan dia? Jelas jelas aku merasakan aura kuat darinya ketika dia muncul."


"Apa yang akan kau lakukan pada Tuan?!" ucap Zhang Jiazhen.


"Bukankah aku sudah bilang.. Bahwa Tuanmu itu akan mati di tanganku" ucap Jian.


"Jangan menyerangnya" ucap Han Liangyi yang kini sudah bisa bernafas dengan normal. Iapun mengumpulkan Qi di tubuh bagian kirinya dan membuat es yang membekukan tubuhnya pecah.


"Tuan.. Tapi dia.."


"Cukup!" tegas Han Liangyi. Ia berdiri perlahan dengan satu tangan yang memegangi tembok. Satu tulang kakinya patah, sehingga Han Liangyi tak bisa berdiri dengan benar.

__ADS_1


Zhang Jiazhen tidak tau harus berbuat apa. Ia sebenarnya memiliki banyak pertanyaan di benaknya tentang bagaimana Jian bisa lepas dari ruang bawah tanah, dan hal lainnya. Namun ia tak bisa menanyakan hal itu di depan Han Liangyi. Ketika melihat bahwa Han Liangyi sangat hormat pada Jian.


Jian mengepalkan tangan dan membuat asap tipis kehitaman membalut kepalan tangannya. Iapun langsung memukul perut Han Liangyi dengan sangat keras, bahkan tembok di belakang iblis itu langsung mencekung.


Han Liangyi langsung memuntahkan seteguk darah dari mulutnya. Pandangannya agak buram saat ini.


"Hentikan! Apa yang ingin kau lakukan?!", Zhang Jiazhen berdiri di depan Han Liangyi. Bila iblis itu mati, maka siapa yang akan membantunya membalas dendam? Tidak ada.


"Cih, minggir dari sana! Aku akan mengurusimu nanti setelah aku selesai dengannya!" tegas Jian.


"Kau pikir, aku akan menuruti ucapanmu begitu saja dan mempersilahkanmu membunuh Tuan? Hmph! Tidak akan kubiarkan!" ucap Zhang Jiazhen.


"Bila kau tak mau membantuku membalas dendam semua keluarga Zhang, maka jangan menghalangiku untuk melakukan niat baik ini" lanjut Zhang Jiazhen dengan tegas.


"Heh, niat baik dari mananya? Kau balas dendam untuk memuaskan dirimu sendiri" ucap Jian dengan ketus.


"Apa kau bilang?!"


"Hentikan! Menyingkirlah dariku!" ucap Han Liangyi dengan suara agak serak. Namun tegas.


Zhang Jiazhen melirik ke belakang, "Tapi Tuan.."


"Jangan membantah! Menyingkir!"


Zhang Jiazhen dengan ragu ragu menyingkir dari hadapan Han Liangyi dan Jian. Bersamaan dengan itu, Jian langsung mencengkram leher Han Liangyi dan membuat punggung Han Liangyi menyentuh tembok.


Han Liangyi nampak kesulitan bernafas. Ia juga memejamkan mata karna sakit. "Terima.. Kasih.. Untuk.. Semua yang.. Kau.. Lakukan.. Padaku,.. Yang Mulia."


Han Liangyi berusaha untuk tersenyum. Jian adalah ayah kedua baginya. Dia juga adalah sosok yang ia hormati dan sayangi. Bila dia menginginkan kematiannya, maka ia akan memberikannya.


Jian menggigit bibirnya. Iapun mempererat cengkraman pada leher Han Liangyi. Hingga akhirnya, iblis itu sudah tak bisa bergerak lagi. Nafasnya sudah menghilang dan matanya sudah menutup dengan ekspresi wajah senang, juga menyesal.


Jian melepaskan cengkraman tangannya pada Han Liangyi. Bersamaan dengan jatuhnya tubuh Han Liangyi ke lantai, tubuh iblis itu berubah menjadi asap hitam dan menghilang begitu saja seperti asap yang terbawa angin.


"T- Tuan..," Zhang Jiazhen tak bisa berkata apa apa. Han Liangyi menyerahkan nyawanya begutu saja? Lalu bagaimana dengannya? Bagaimana kerja keras yang selama ini ia lakukan? Bukankah ini artinya, semua yang ia lakukan sia sia?


Jian masih memandang ke arah tempat jatuhnya tubuh Han Liangyi tadi.

__ADS_1


"Kau..!! Gara gara kau.. Semua yang kulakukan menjadi sia sia!! Kau akan menerima akibatnya..!!", Zhang Jiazhen langsung menerjang dan menyerang Jian secara tiba tiba.


__ADS_2