
Wang Chen membuka mata perlahan. Hal yang pertama dilihatnya adalah wajah seseorang. Iapun langsung terkejut. Hampir saja dirinya akan duduk dan membuat wajahnya bertabrakan dengan wajah itu. Tapi untungnya ia bisa sedikit menahan rasa terkejutnya.
"Kau sudah sadar!" Ucap pemilik wajah itu dengan terkejut. Ia duduk di samping Wang Chen yang terbaring dan wajahnya sedang menatap wajah Wang Chen dari atas wajah pemuda itu. Sehingga, hal yang pertama dilihat Wang Chen adalah wajahnya.
"Y-Ying.." Gumam Wang Chen.
Feng Ying menjauhkan wajahnya dan melihat ke arah lain, "Kita saat ini berada di tempat asing. Jadi kau tidak boleh terus tertidur seperti itu. Tempat ini berbahaya."
Wang Chen mengubah posisinya menjadi duduk. Ia memperhatikan keadaan sekitar. Ternyata dirinya berada di dalam sebuah hutan dengan di dekatnya terdapat sungai kecil. Pantas saja tadi dirinya mendengar suara air. "Kita ada dimana?"
Feng Ying menatap Wang Chen, "Apa kau lupa? Kita masuk ke gerbang dunia. Tapi, huft... Kukira akan menyenangkan dan penuh tantangan. Tapi ternyata kesanku pertamakali untuk tempat ini sangat membosankan. Karna setelah aku masuk, aku tidak melihat apapun. Hanya termpat gelap dan kosong. Sangat membosankan!" keluhnya.
"Gelap dan kosong?" gumam Wang Chen.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Dia begitu kosong, bahkan aku tak bisa menguji hatinya. Dia memang benar benar pantas bila disebut menjadi Sang kehancuran bagi dunia."
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Tapi apa maksud kosong?" batin Wang Chen.
Feng Ying menjentikkan jarinya tepat di depan wajah Wang Chen, "Apa yang kau pikirkan? Jangan diam saja." Ia mulai berdiri, "Hah.. Tapi untungnya aku di tempat itu tidak terlalu lama dan aku tiba tiba berada di tempat ini. Lalu aku melihat tubuhmu tergeletak tak jauh dari tempatku berada. Yasudah, aku pergi untuk memeriksamu. Tapi tak lama, kau pun sadar."
Wang Chen mengangguk. Ia berdiri di samping Feng Ying. "Sekarang.. Apa yang harus kita lakukan? Apa yang harus kita cari, Ying?"
Feng Ying memegang dagunya dan langsung tertawa tanpa bersalah, "Haha.. Aku tidak tau! Aku hanya penasaran dengan gerbang dunia yang mereka katakan. Jadi aku ingin ke tempat ini. Aku tidak tau ada benda istimewa apa yang berada di tempat ini ataupun letak benda itu. Jadi tujuanku kemari hanya karna penasaran."
"Ternyata kau rela mempertaruhkan nyawamu ke tempat ini hanya agar rasa penasaranmu terjawab! Bahkan sekarang aku harus berada di tempat berbahaya yang tidak kuketahui ini." Kesal Wang Chen sambil menatap Feng Ying.
__ADS_1
"Yah.. Itu salahmu. Aku sudah mengatakan agar kau tidak ikut. Tapi kau memaksa." Ucap Feng Ying dengan santai.
Wang Chen menghela nafas, "Hah.. Tidak ada gunanya berdebat. Baiklah! Karna kita sudah ada di tempat ini, maka ayo kita cari harta!"
Feng Ying menaikkan sebelah alisnya melihat Wang Chen yang tampak semangat. "Ada apa? Padahal tadi kau marah, sekarang tiba tiba senang. Aku tak paham dengan dirimu. Dalam sekejap kau berubah ubah!"
Wang Chen tersenyum, "Memangnya kenapa? Kau iri denganku ya?"
Feng Ying menatap Wang Chen malas. Iapun tiba tiba teringat sesuatu, "Apa kau tidak memikirkan tentang harimau itu? Apa kau tidak mengkhawatirkannya?"
"Wang Feng? Dia akan baik baik saja. Aku yakin pada dirinya. Lagi pula, aku dibantu beberapa orang sudah melatihnya dengan keras. Dia tidak mungkin kesulitan saat bertarung." Ucap bangga Wang Chen.
Feng Ying memutar bola mata malas, "Terserah kau saja. Sekarang ikut aku!" ia berjalan meninggalkan Wang Chen.
"Tunggu! Jangan tinggalkan aku!" Wang Chen berlari kecil mengejar Feng Ying yang berjalan di depannya.
Krruyuukk
Belum selesai Feng Ying berbicara, ia mendengar suara perut keroncongan. Iapun berhenti berjalan dan berbalik menatap Wang Chen, "Kau lapar?"
Wang Chen berhenti berjalan dan menggaruk tengkuknya. "Ekhem.. Begitulah.."
"Tapi kita baru saja makan sebelum masuk ke gerbang dunia ini. Kau sudah lapar lagi? Sebenarnya berapa porsi makan yang kau butuhkan agar kenyang?" Feng Ying menaikkan sebelah alisnya dengan heran.
Wang Chen, "Porsi makanku tidak banyak dan tadi aku sudah makan. Tapi entah kenapa, aku merasa mulai lapar ketika berada di tempat ini."
Wang Chen melompat dan langsung memetik sesuatu berbentuk apel berwarna hitam dengan bintik merah yang berada di setiap sisinya. "Ini sepertinya enak," Wang Chen langsung menggigitnya tanpa berpikir panjang.
Feng Ying hanya memperhatikan Wang Chen yang mulai makan. Ia tidak tau apa nama buah itu ataupun dampak dari memakannya. Walaupun begitu, Feng Ying tak menghentikan Wang Chen memakannya. Karna ia akan menjadikan Wang Chen sebagai kelinci percobaan dalam pengetahuan setiap tumbuhan yang tidak ia ketahui di tempat ini.
__ADS_1
Feng Ying terus memperhatikan untuk mengetahui apa dampaknya. Namun, tidak terjadi apapun. Bahkan Wang Chen terus mengambilnya lagi dan lagi untuk dimakan. "Hei, apa kau sudah selesai? Lama sekali.." keluh Feng Ying.
"Aku belum kenyang. Apel ini enak sekali, Ying! Cobalah satu! Kau pasti akan suka!" Ucap Wang Chen dengan senyum lebar. Ia menyodorkan satu buah apel hitam dengan bintik merah pada Feng Ying. Namun, pemuda itu langsung menolaknya.
"Aku tidak mau memakan buah aneh di tempat ini. Kau saja yang makan. Aku akan memberimu sedikit waktu lagi untuk makan. Setelahnya, kita akan pergi." Ucap Feng Ying tak acuh. Ia merasa agak kecewa karna ternyata buah itu tidak memiliki kemampuan apapun. Iapun memilih untuk duduk di dekat sungai dan membelakangi Wang Chen.
"Haish.. Membosankan!" Feng Ying memutar mutar jarinya di dalam air sungai. Hingga tiba tiba Feng Ying ingat sesuatu. Iapun mengambil buku dari dalam cincin ruang miliknya dan mulai mencari halaman yang sudah ia tandai saat itu. "Kalau tidak salah.. Pedang itu juga dikatakan berada di dalam gerbang dunia."
Setelah mencari beberapa detik, Feng Ying akhirnya tersenyum karna berhasil menemukan halaman yang ia cari. "Akhirnya kutemukan! Ternyata pedang itu berada di tempat ini."
Feng Ying mulai membaca dengan teliti tentang pasangan pedang yang dicarinya. Saat beberapa tahun lalu, ia pernah menemukan sebuah pedang dengan gagang berwarna merah dengan ukiran bunga dan burung phoenix. Seingatnya, ia tidak pernah mengambil atau memasukkan pedang seperti itu ke dalam cincin ruangnya. Jadi ia merasa aneh dengan keberadaan pedang itu yang tiba tiba ada di dalam cincinnya.
Saat Feng Ying tidak memiliki kerjaan dan bosan, ia mulai mencari informasi tentang pedang itu. Hingga akhirnya, ia menemukan buku ini.
"Pedang itu berada di tempat yang terdapat banyak air di dalam gerbang dunia. Untuk bisa mencapai tempat itu, maka aku harus pergi ke dalam sebuah gua yang memiliki bentuk depan seperti kepala ular dan ketika sudah masuk jauh ke dalam, maka aku harus masuk ke dalam air danau di sana." Gumam Feng Ying setelah mengambil kesimpulan.
"Baiklah! Sudah diputuskan! Tujuan perjalanan ini adalah untuk mencari pedang itu! Tapi bila sebelum sampai di tempat itu aku menemukan harta lain, maka aku akan menundanya dan berburu harta di tempat yang kutemukan!" Feng Ying bersuara dengan semangat.
Feng Ying berdiri dan mulai berbalik menghadap Wang Chen, "Nah.. Menurutmu bagaimana? Kita akan mencari pedang seperti di gambar.. I.. Ni.."
Feng Ying memiringkan kepala sambil menatap Wang Chen tercengang. Ia bahkan menjatuhkan bukunya. Entah bagaimana ia harus berekspresi saat ini. Namun terlihat bila matanya mulai berkaca kaca. "Bhufftt.. HAHAHAHA!!" akhirnya Feng Ying tak bisa menahan tawanya lagi.
Feng Ying tertawa dengan begitu keras, bahkan burung burung yang ada di sekitar beterbangan menjauh. "A-ada apa.. HAHAHA, dengan dadamu itu.. HAHAHAHA.."
Wang Chen baru menyadari perubahan pada tubuhnya ketika Feng Ying baru saja berbalik kembali menghadapnya. "A-apa ini..? K-kenapa.. Aku menjadi.. Seperti ini?"
"HAHAHA, KAU.. HAHAHA... KAU MENJADI GADIS JADI JADIAN.. HAHAHA..!!" Feng Ying seakan tak bisa berhenti tertawa. Ia bahkan memegangi perutnya karna terus tertawa.
Wang Chen menyilangkan tangan ke depan, seakan munutupi tubuhnya. Dadanya yang awalnya datar kini berisi seperti wanita setelah memakan beberapa apel tadi. Wajahnya merah padam. Bagaimana bisa ini terjadi padanya?! Harga dirinya sebagai seorang pria seakan sudah runtuh saat ini. Apel apa yang ia makan sebenarnya?!
__ADS_1