Feng Ying

Feng Ying
70 - Chapter 70


__ADS_3

Feng Ying mengerutkan kening, "Kalau begitu.. Kenapa aku baik baik saja setelah kau mengambil alih tubuhku? Dan aku hanya pusing saja."


"Kau baik baik saja dan tidak terluka setelah aku mengambil alih dirimu, karna kau memiliki fisik dan mental yang kuat. Ditambah, kau memiliki darah spesial" ucap Jian.


"Lalu kenapa terkadang kau suka mengambil alih tubuhku secara tiba tiba dan membantai banyak orang ketika hasrat membunuhku muncul? Tidak, tepatnya ketika hasrat membunuhmu muncul."


"Aku tidak memiliki hasrat untuk membunuh. Aku memilikinya karna kau memilikinya. Sifat ataupun perasaan yang kau miliki juga, bisa saja tertular padaku. Karna aku bisa dikatakan menjadi satu dengan dirimu, aku adalah dirimu yang lain."


"Tapi kau tak memiliki sifat sepertiku. Buktinya kau sangat membosankan. Kau selalu saja bersikap serius dan tak pernah bisa santai sepertiku" ucap Feng Ying dengan tak acuh.


"Ini memang sudah menjadi sifatku sejak lahir! Dan sifat orang yang menjadi wadah untuk menyegel diriku tidak sepenuhnya tertular juga padaku. Apa kau paham?!" ucap Jian dengan agak kesal. Emosinya agak kurang baik saat ini. Jadi dirinya ingin Feng Ying segera keluar dari ruang jiwa ini dan membiarkannya sendiri.


"Ya.. Ya.. Baik, aku paham. Tidak perlu berteriak seperti itu. Kupingku masih berfungsi dengan sangat baik" ucap Feng Ying.


Diam beberapa saat, Feng Ying kembali angkat suara, "Jika kau adalah iblis, maka teknik kultivasi yang kau beritaukan padaku saat itu adalah-"


"Teknik kultivasi itu bukanlah milik seluruh iblis. Karna aku sendiri yang menciptakannya. Kultivasi ini tak bisa dilakukan sembarangan orang. Hanya aku dan kau yang memiliki diriku, bisa melakukannya di dunia ini. Orang lain takkan bisa melakukan kultivasi yang sama. Tetapi ras iblis bisa melakukan itu, bila aku memberitau mereka.


Lalu.. Saat itu aku tak tau bila teknik kultivasi ini akan berdampak pada dirimu. Kukira takkan berdampak apapun, sama seperti diriku dan seseorang yang kulatih saat itu.


Tapi ternyata teknik kultivasi yang kuciptakan berdampak pada sifatmu. Aku tak pernah melihat hati giok sehitam milikmu. Padahal, sebelum kau melakukan kultivasi seperti yang kuajarkan, hatimu tidak sehitam itu.


Bahkan diriku sendiri yang merupakan pemilik hati giok hitam, tidak memiliki hati sekelam dan segelap dirimu."


Feng Ying menaikan kedua alisnya dan nampak tak peduli. Iapun mengangkat kedua bahu, "Entahlah.. Itu tidak penting. Yang penting, aku bisa tetap bersenang senang dan menjelajahi dunia ini!" ucapnya semangat.


Jian berekspresi datar, "Sebaiknya kau pergi sekarang dan jangan menggangguku."


"Eh, tunggu! Sebelum itu, aku ingin bertanya. Iblis tadi mengatakan 'Yang Mulia' padamu. Apa mungkin.. Kau adalah seorang Kaisar?"


"Tidak pelu kujawab, kau sudah memahaminya. Sekarang pergilah dan jangan menggangguku!"


Feng Ying memanyunkan bibirnya dan nampak kesal, "Iya.. Iya.. Tak perlu marah marah seperti itu padaku!"


Feng Ying berdiri. Iapun berjalan menjauh dari Jian. Perlahan, dirinya mulai berubah menjadi butiran cahaya, kemudian lenyap begitu saja.


"Lili.. Maafkan aku" lirih Jian. Ia sudah menganggap Han Liangyi seperti muridnya sendiri. Namun ia juga lah yang membunuhnya. Walaupun ia pemilik hati giok hitam, namun dia masih memiliki perasaan belas kasih dan bisa merasakan rasanya kehilangan.

__ADS_1


***


Mata Feng Ying yang terpejam mulai membuka. Ia langsung mengubah posisinya menjadi duduk sambil memegang kepalanya yang terasa sangat pusing. "Sekarang semuanya sudah berakhir" ucap Feng Ying. Ia melirik mayat Zhang Jiazhen.


"Sayang sekali.. Kepalanya pecah. Kalau saja masih utuh, akan kubawa kepalanya dan kugantung di atas tembok kamarku" gumam Feng Ying dengan lesu.


Feng Ying mulai berdiri perlahan. "Takkan lama setelah ini, orang orang sekte aliran putih dan netral yang berada paling dekat dengan kekaisaran mungkin akan ke tempat ini. Kalau seperti itu, mereka bisa membantu untuk merapikan tempat ini."


Feng Ying mengangkat kedua bahu dan berekspresi tak peduli, "Bila mereka tak mau membantu, terserah. Itu hak mereka sendiri. Sekarang lebih baik aku pergi mencari mereka semua."


Feng Ying berjalan pergi meninggalkan mayat Zhang Jiazhen begitu saja.


***


Feng Ying telah sampai di depan pintu besar. Ia langsung menendang pintu hingga membuat pintu terbuka keras.


Braakk


Feng Ying segera masuk dan tak menghiraukan keadaan pintu. Qi nya saat ini tersisa sedikit. Karna pertarungannya dengan orang orang aliran hitam, baik saat melawan empat patriarch maupun beberapa orang aliran hitam lain.


Sementara, saat Jian mengambil alih tubuhnya, Jian memakai kekuatan sendiri. Sehingga Feng Ying masih memiliki sedikit Qi tersisa miliknya.


Feng Ying langsung berjalan ke salah satu pintu yang ada di tempat itu. Pintu itu juga termasuk pintu yang paling dekat dengan pintu keluar.


Feng Ying mulai membuka pintu dan terkejut melihat Tang Shen ada di ruangan itu. "Kau ada di sini?"


Tang Shen mengangkat wajahnya dan terkejut melihat Feng Ying. Namun ekspresi wajahnya masih saja datar. "Bagaimana kau bisa ada di sini?"


"Tentu saja bisa" jawab Feng Ying singkat.


"Bukankah kau ke halaman istana? Junior Chen mengatakan itu padaku."


"Aku memang ke sana tadi. Tapi sekarang semua sudah selesai. Tidak ada musuh lain yang tersisa di istana. Kecuali sekte sekte aliran hitam yang ada di sini. Mereka masih hidup."


"Junior Chen pergi ke halaman istana dan ingin mencarimu."


Feng Ying mengerutkan kening, "Tidak mungkin dia melihat pertarungan di halaman istana bukan?" batinnya. Iapun menggelengkan kepala, "Tentu saja tidak."

__ADS_1


"Keadaanmu sangat buruk. Kau lihat, penampilanmu saat ini sangat kotor dan berantakan" ucap Feng Ying dengan nada memperingatkan.


"Kau pun sama. Bahkan lebih baik diriku dari pada dirimu" ucap Tang Shen. Ia memang berkata secara langsung tanpa memikirkannya ucapannya lagi.


Feng Ying mendengus dan tersenyum, "Tapi aku terbebas dari rantai. Sementara kau, terjebak di sana senior."


Tang Shen tak mengatakan apapun dan tak membalas ucapan Feng Ying. Namun tatapannya seakan mengatakan 'kalau begitu, cepat bantu aku melepaskan rantai ini.'


Feng Ying mengerti apa yang dimaksud Tang Shen. Iapun tersenyum lebar, "Baiklah! Kita lepaskan semua tahanan!"


Feng Ying mencengkram salah satu rantai yang mengikat tangan Tang Shen.


Kraakk


Rantai langsung terputus. Feng Ying pun memutuskan satu rantai lainnya dengan cukup mudah. Bahkan hal ini mengejutkan Tang Shen. Ia sendiri tak bisa menghancurkan rantai yang mengikatnya. Namun Feng Ying, dapat dengan mudah melakukan itu?


"Senior, kau pergi bebaskan keluarga Luo yang ditahan. Sementara, aku akan pergi berjalan jalan" ucap Feng Ying yang berniat pergi.


Namun, tangannya segera ditahan oleh Tang Shen, "Kau yang harus melepaskan rantai rantai yang mungkin juga mengikat mereka. Karna aku tak bisa melakukannya."


"Kau serius? Kau sama sekali tak bisa memutuskan rantai seperti itu?" ucap Feng Ying dengan nada terkejut.


Tang Shen mengangguk. Ia berkata bahwa saat dirinya mengeluarkan Qi untuk melepaskan rantai, maka Qi itu hanya akan terserap. Jadi ia harus menggunakan kekuatan fisiknya untuk bebas dari rantai.


"Tck, lemah. Kau hanya mengandalkan Qi saja. Maka dari itu, lain kali kau harus berlatih fisik" ucap Feng Ying.


"Rantai tadi terlalu kuat. Jadi aku tak bisa memutusnya" ucap Tang Shen.


"Kau bilang itu kuat, heh.. Kurasa rantai itu tak sekuat yang kau bayangkan" ucap Feng Ying. Iapun mulai berjalan pergi, "Kalau begitu, sekarang kita pergi ke tempat tahanan lain."


Tang Shen mulai mengikuti Feng Ying dari belakang, "Bagaimana dengan junior Chen?"


"Dia tidak ada di halaman istana. Mungkin sekarang ini dirinya berada di sini."


***


"Wang Feng" ucap Feng Ying ketika melihat harimau bulan berada di salah satu jeruji besi. Tanda yang ada di tubuh harimau bulan itu nampak bercahaya.

__ADS_1


"Dia sepertinya terluka parah. Sehingga dia menggunakan energi kehidupannya untuk menyembuhkan diri" ucap Tang Shen.


__ADS_2