
Di bagian utara benua timur, nampak sebuah kota telah hancur. Banyak penduduk biasa yang tak memiliki kemampuan bertarung lari tunggang langgang menjauh, menyelamatkan diri untuk keluar dari kota. Semua orang yang berada di kota ini memang hanya orang orang biasa.
Teriakan ketakutan menggema dimana mana. Beberapa bangunan roboh dan menimpa beberapa orang. Ada juga bola bola api yang terlempar dari pusat kota ke rumah rumah penduduk dan membakarnya. Debu beterbangan dan membuat pandangan semua orang terhalang karna debu yang cukup tebal.
Di tengah pusat kota, terlihat seorang pria dengan bola bola api yang mengelilingi tubuhnya. Ia tersenyum sinis, seakan mengejek semua penduduk yang lari tunggang langgang. Ia tidak mempedulikan teriakan semua orang dan melemparkan bola bola api kembali ke segala arah.
***
"Dia bilang bahwa aku harus membantu paman. Tapi dia ternyata memisahkanku di kota yang berbeda dengan paman. Hanya letaknya saja yang sama, di arah utara." Gumam Zhou Yan yang saat ini berada cukup jauh dari kota yang terbakar. Ia mengendalikan bonekanya dari tempat ini. Tentunya sebagian jiwanya berada di boneka yang sedang ia kendalikan. Pada saat ini, ia harus berhati hati. Mungkin saja akan ada orang yang menyerangnya tiba tiba. Karna sekarang sebagian jiwanya ada pada bonekanya, maka kekuatan yang ada di tubuhnya pun hanya ada sebagian.
***
Di tempat lain, arah selatan dari benua timur. Nampak seorang pria sedang bertarung dengan belasan kultivator menggunakan sebuah pedang besar. Ukuran tubuhnya memang tidak terlihat kekar, ia terlihat biasa saja. Tapi kekuatan fisiknya sangat luar biasa.
Berkali kali ia dapat menghempaskan banyak kultivator hanya dengan pedang besar yang ia gunakan. Bahkan sudah ada sebagian kultivator yang mati karna pedang besarnya.
"Aku sudah lama tidak bertarung dengan manusia. Ternyata sangat menyenangkan. Aku tidak akan menyia nyiakan saat saat seperti ini. Tuan sangat mengerti diriku." Ia tersenyum tipis.
"Sebenarnya siapa kau?! Kenapa kau tiba tiba menyerang kami, hah?!" Ucap salah satu kultivator dengan geram. Ia dan kultivator lain yang ada di sini hanya sedang beristirahat di kota ini. Tapi tiba tiba datang seorang pria yang langsung menghancurkan ketenangan semua orang di kota. Banyak penduduk yang lari dan masuk ke dalam rumah, karna takut.
"Siapa aku? Kalian tak perlu tahu." Ucap pria itu sambil menatap orang orang di hadapannya dengan datar.
Tak lama kemudian, datang segerombolan kultivator lain dan mengepung dirinya. Bukannya takut, pria ini malah terlihat semakin bersemangat dan senang.
***
Di arah utara, benua timur. Terjadi pertarungan yang begitu sengit di sebuah desa. Seorang pria yang bisa mengendalikan benang benang roh nampak melawan beberapa kultivator yang berada di tingkat kaisar. Bahkan ada satu orang yang berada di tingkat bumi.
Benang roh adalah nama dari benang yang sangat kuat dan tajam, tidak mudah putus dan dapat dijadikan senjata. Bila benang roh berada di tangan yang tepat, maka benang roh bisa menjadi senjata yang mematikan, karna benang roh dapat mengoyak daging musuh dengan begitu mudahnya. Terlebih, benang roh sangat tipis dan cukup sulit dilihat dengan mata biasa. Tidak banyak orang yang memiliki kemampuan untuk menggunakan benng roh. Bahkan bisa dikatakan sangat jarang dan langka.
Benang roh sendiri cukup sulit didapatkan, karna pembuatannya yang memang terbilang rumit. Bila ada pun, maka harganya akan cukup mahal.
"Bersiaplah untuk mati." Ucap pria itu yang tak lain adalah Zhou Yuan. Ia tidak menggunakan bonekanya seperti saat melawan Feng Ying pada saat seminggu yang lalu, tapi ia langsung turun tangan sendiri dan mempertunjukkan keahlian terhebatnya dalam penggunaan benang roh. Ia sendiri sudah berada di tingkat langit bintang 5.
***
Di arah barat, benua timur di dalam sebuah sekte phoenix api, terjadi kehebohan dimana mana. Banyak bangunan yang rubuh dan rusak akibat pertarungan yang kini tengah berlangsung.
Murid murid yang terluka diperintahkan para tetua untuk pergi ke tempat aman. Para tetua juga memerintahkan agar murid yang masih dalam keadaan baik untuk membantu murid lainnya. Karna saat ini, pasti ada banyak murid yang tertimpa reruntuhan dari bangunan maupun terluka karna bertarung dengan pria yang tiba tiba datang di sekte mereka.
__ADS_1
Padahal sudah ada pelindung transparan yang menutupi dan melindungi sekte phoenix api. Seharusnya bila orang itu memiliki kertas teleportasi dan berteleportasi ke sekte ini, maka ia takkan bisa melakukannya dan hanya akan muncul di luar pelindung transparan. Tapi pria ini? Ia bahkan langsung masuk dan berada di dalam sekte secara tiba tiba. Lalu tak lama dari itu, ia langsung membunuh banyak murid murid dan membuat kehebohan.
"Sebenarnya siapa kau?! Kenapa kau bisa ada di sini?! Dan apa tujuanmu membuat masalah di sekte kami?!" Ucap seorang tetua dengan marah.
"Yah.. aku hanya melakukan perintah dari Tuanku. Aku harus menghabisi banyak kultivator yang ada di arah barat dari benua timur." Ucap pria dengan kemampuan teleportasi. Ia nampak santai, walaupun di sekelilingnya sudah berdiri banyak tetua dan pengajar di sekte phoenix api. "Tapi tujuanku yang lain adalah ingin mencoba melawan orang orang yang berasal dari sekte ini, sekte yang dikenal yang terkuat pertama di benua timur. Aku ingin tahu, apakah rumor itu memang benar atau tidak.
Buktikan padaku, apakah kalian memang kuat atau kalian.. hanyalah sampah tak berguna yang sangat banyak berada di masyarakat." Ejeknya. Ia tertawa merendahkan.
Para tetua menggertakkan gigi dengan marah. "Kurang ajar! Beraninya kau menghina kami!"
***
Di arah timur, benua timur, terlihat seorang pria bertarung dengan menggunakan pedangnya yang nampak mengkilap, namun kini sudah dipenuhi dengan darah manusia. Iris mata hijaunya berkilat dan ekspresinya terlihat bersemangat. Wajahnya terkena cipratan darah, begitupun pakaiannya yang sudah kotor karna darah.
Di hadapannya sudah ada puluhan kultivator yang lumayan kuat. Sementara, di sekitar mereka sudah terdapat banyak tumpukan mayat mayat yang berceceran dimana mana dengan darah segar membasahi setiap tubuh mayat.
"Apa kau sudah bosan hidup, hah?!" Ucap seorang pria dengan perawakan kekar. Ia mencengkram pedang besarnya dengan kuat.
"Bila kalian masih ingin hidup, maka bunuh aku!" Ucap pria ber-iris mata hijau itu. Ia tersenyum menyeringai dengan tatapan merendahkan yang ia tunjukkan pada lawan lawannya.
"Akan kubunuh kau sekarang juga!"
***
Berita ini menyebar semakin luas dengan cepat karna salah satu tempat yang mendapatkan serangan adalah sekte phoenix api, sekte terkuat yang ada di benua timur.
Namun ada juga berita yang tidak kalah hebohnya. Berita ini mengenai kemunculan Feng Ying pada saat yang sama ketika penyerangan juga terjadi di segala tempat berbeda dalam satu waktu. Feng Ying muncul di pusat benua timur. Tepatnya di kota menara.
Banyak orang tak bersalah yang mati di tangan pemuda itu. Bahkan para kultivator yang saat itu sedang berada di sana telah mati akibat ulah Feng Ying. Pemuda itu menyerang semua penduduk dengan bruntal, pasalnya, kondisi di setiap mayat yang dibunuh Feng Ying memiliki keadaan yang sama, yaitu organ dalam mereka berceceran dimana mana.
Karna berita ini, banyak orang yang menyebut bila Feng Ying monster. Semakin banyak orang yang menginginkan kematiannya. Hal ini membuat semua Kaisar yang ada di benua timur saling bertemu dan mengadakan rapat di salah satu kekaisaran mereka untuk membahas mengenai masalah Feng Ying dan kejadian yang baru baru ini terjadi.
Mereka bisa sampai dengan cepat di tempat yang dijadikan rapat karna mereka menggunakan kertas teleportasi yang membuat mereka langsung berpindah tempat ke tempat yang menjadi tujuan mereka.
Karna perbuatan Feng Ying, maka ia dianggap telah mendeklarasikan perang terhadap semua orang di benua timur.
***
"Kau pasti sudah dengar berita tentang orang yang berasal dari keluarga Zhang itu."
__ADS_1
"Yang mana?"
"Kau belum tahu? Tck tck tck.."
"Tidak. Memangnya apa?"
"Aku mendengar kabar katanya orang dari keluarga Zhang yang bernama Feng Ying itu muncul di pusat benua timur, tepatnya di kota menara. Dia membuat kekacauan di kota itu dan sekitarnya. Banyak orang yang mati dibunuhnya. Bahkan kondisi mayat mayat sangat mengerikan, karna organ dalam mereka dikeluar–"
"Uhuk.. Uhuk.. sialan! Jangan membicarakan hal menjijikan seperti itu saat aku sedang makan! Kau membuatku tak berselera untuk makan lagi!"
"Tapi kau sendiri yang mengatakan bila kau ingin mengetahui beritanya bukan? Jadi jangan salahkan aku. Bila kau sudah tidak selera makan, yasudah. Kau dengarkan saja ceeitaku."
"Hah.. Baiklah, tak ada pilihan lain. Lagi pula, ini sudah terlambat. Lebih baik kau lanjutkan."
"Seluruh pemimpin kekaisaran di benua timur akan mengadakan rapat untuk membahas tentang masalah Feng Ying. Mereka pasti akan mengumpulkan banyak kultivator kuat yang ada di benua timur dan mencari Feng Ying, kemudian mereka lenyapkan."
"Kurasa aku setuju bila seperti itu. Aku merasa tak tenang bila Feng Ying masih ada di dunia ini. Aku ingin dia segera lenyap dari dunia. Bila para pemimpin mengambil keputusan itu, maka aku akan mendukungnya sepenuhnya."
"Kau benar, aku juga akan mendukung mereka untuk melenyapkan Feng Ying."
Wang Chen yang berada di dalam restoran dan mendengarkan semua perkataan orang yang berada di dekat mejanya, nampak mengepalkan tangan. Ia menahan marah ketika mendengar bila mereka ingin Feng Ying 'lenyap'. Ia memakai topi jerami sampai menutupi sebagian wakahnya, jadi tidak ada orang yang mengetahui wajahnya.
"Bolehkah aku duduk di tempat ini?" Ucap seseorang yang berada di dekat Wang Chen.
Wang Chen sedikit menengadah ke atas ketika mendengar suara seorang pria. Ia pun mengangguk dan kembali menundukkan wajahnya. Ia menyembunyikan tangannya yang terkepal di bawah meja.
"Terimakasih." Ucap pemuda itu dengan datar. Ia langsung duduk di hadapan Wang Chen. Dirinya melirik ke arah sudut meja, "Kau.. marah?"
Wang Chen tertegun mendengar kata yang diucapkan pemuda di hadapannya. Apa maksud pemuda itu? Bagaimana dia tahu bila dirinya sedang marah? Padahal ia tak menunjukkan wajah pada pemuda itu. Bagaimana caranya pemuda itu melihat ekspresinya?
Pemuda yang duduk di hadapan Wang Chen menunjuk sudut meja di bagian Wang Chen, "Darah. Kau mengepalkan tangan sampai membuat tanganmu terluka."
Mendengar itu, membuat Wang Chen menatap ke arah yang ditunjuk. Ternyata apa yang dikatakan pemuda itu benar. Memang ada sedikit darah di atas meja. Pemuda ini sangat terliti.
"Bisa kita bicara?"
Wang Chen mengerutkan kening ketika mendengar ucapan pemuda itu. Namun lagi lagi, ia hanya mengangguk.
"Tapi tidak di sini. Ikut aku." Pemuda di hadapan Wang Chen berdiri dan berjalan menuju keluar restoran.
__ADS_1
"Kenapa harus di luar? Kenapa tidak di sini saja?" Batin Wang Chen. Ia merasa ragu untuk mengikuti pemuda itu. Namun karna penasaran, dirinya akhirnya berdiri dan mulai berjalan keluar restoran setelah membayar makanan yang sudah dipesannya tadi dan belum selesai dibuat.