
Penelope dan Pedro, membulatkan matanya! Penelope melempar serbet ditangannya. Sementara Pedro menuju pintu keluar dan memasang tanda CLOSED yang tergantung pada pintu kedai Double P, yang artinya kedai ditutup. Mereka menghampiri meja Valentino yang telah memucat.
Sementara Jared merasa ia telah kelepasan berbicara. Torres menegang saat Pedro menghampiri meja dimana mereka berada, sementara Penelope telah menarik kerah Jared.
"Bicaralah yang benar! Katakan apa yang barusan kau ucapkan!" Torres bukannya menolong namun justru memperhatikan bentuk tubuh Penelope yang terbalut rok jeans pendek, dengan kaos ketat namun tidak menutup sebagian tubuhnya.
Torres memperhatikan, tindik di pusar Penelope dan tatto dibelakang pinggangnya dengan gambar crown serta tulisan Queen 08.08.08 tersembunyi di leher belakangnya. Torres menahan rasa penasarannya, karena terperanjat gebrakan tangan Valentino dimeja.
"Diamm!! Kalian diamlahh!!" mereka semua terpana melihat Valentino menggebrak meja, wajahnya memerah dan matanyapun telah berair. Penelope melepaskan Jared perlahan. Ia memandangi Pedro yang telah pias.
"Diev, tenanglah" Ujar Torres dengan perasaan ngeri, melihatnya.
Pikiran Valentino terbang ke masa itu, masa ia ke sebuah tenda di acara Festival Valentine, yang memperingati Hari Raya Dewa Kesuburan. Seorang Nenek Tua asli Suku Xhosa bersama anak muda sebagai penerjemah antara bahasa Suku Xhosa dan bahasa Afrika. Dan sangat disayangkan anak muda itu tidak bisa berbahasa Inggris.
Kebanyakan di Festival itu menyediakan penerjemah bahasa yang memandu mereka. Hanya karena mereka ingin selalu berdua, dan berbekal bahasa Afrika Valentino yang seadanya, mereka ke tenda suku Xhosa tanpa penerjemah pribadi, untuk memberi Ramuan Pencegah kehamilan.
Suku Xhosa juga menyediakan Ramuan Pencegah Kehamilan tapi tidak di jual di acara Festival Dewa Kesuburan. Karena perayaan Dewa Kesuburan, mereka dilarang keras menjual bahkan memproduksi Ramuan Pencegah kehamilan. Valentino masih ingat Leyka meminumnya.
Karena kesalahan Penerjemah, Valentino menyebut kata 'kontrasepsi' dan disaat yang bersamaan Leyka memanggil nama Valentino "Val" si Penerjemah mengartikan Leyka akan menggugurkan kandungan. Si penerjemah menyampaikan salah kepada Nenek Tua dari Suku Xhosa, karena 'Val' sendiri memang artinya Gugur. Yang sudah pasti Suku Xhosa tidak menjual Ramuan Pengugur.
Bila saat itu Penerjemah benar mengartikan Ramuan Pencegah Kehamilan, maka sudah pasti Leyka akan diminta datang dilain hari, bukan di acara perayaan Dewa Kesuburan.
Kesalah pahaman terus berlanjut, ketika Nenek tua yang merupakan Tabib juga Cenayang, melihat telapak tangan Leyka. Ia bisa melihat, sel telor yang matang telah dibuahi karena itulah Leyka justru diberikan Ramuan Penguat Kandungan dan itu adalah RAMUAN KESUBURAN.
Ley, anak pertama, kamu mau laki - laki? Kalau aku ingin laki laki kemudian perempuan"
Hahaha memang dia bisa menentukan jenis kelamin? Kalau aku ingin semua anakku laki laki, biar aku paling cantik
Ley, minum sekali dan tidak usah minum lagi katanya, tadi dia bilang subur subur, mungkin untuk menjaga kesuburanmu
Valentino sangat mengingatnya kemudian ia menyanggah Jared dengan sesuatu yang diyakini benar adanya, "Dia meminum ramuan pencegah kehamilan! Dia meminumnya didepan mataku! Kecuali dia tidak meminumnya!"
"Apa kau yakin itu Ramuan Pencegah Kehamilan?" Tanya Jared membuat keyakinannya memudar.
"Shitt!! Tentu saja aku sangat yakin! Tidak tidak tidak!! Ini tidak mungkin!" sahut Valentino bangkit berdiri, ia kemudian berjalan kearah pintu namun baru beberapa langkah ia kembali lagi.
"Diev, coba kau ingat ingat. Mungkin Leyka memang meminum ramuan tapi bagaimana bila itu bukan Ramuan Pencegah Kehamilan?" Valentino mengepalkan tangannya, ia ingin lari dari area itu, karena tempatnya berada saat ini rasanya semakin mengecil dan menghimpitnya.
Akhirnya ia berjalan mondar mandir dengan mencerna. Dada Valentino kian sesak, jantungnya terpompa dengan cepat, wajah Train melintas indah di kepalanya. Suara mungil Train memenuhi kepalanya.
[ Dadddddyyy! Tangkap akuu! Tangkap aku! Tangkapp aku
Wooowww Mommy! Dia sangat tampan
Tapi-- aku bukan Little Toro, aku Nemo yang ketakutan ]
Cuplikan demi cuplikan bersama Train berputar dikepalanya. Hatinya mulai tergerus perlahan, yang melunturkan perlahan keyakinananya.
"Apa ada tulisannya, apa kau baca bungkusnya?" Pertanyaan Torres diabaikan, ia berjalan mondar mandir dengan dadanya yang seakan ingin meledak. Ia mengingat kembali bagaimana Leyka berusaha mengatakannya dan ia selalu saja merendahkannya.
Bagaimana bila Train anak kandungku? Apa kau mau menerimanya?
Jangan memancing kemarahanku, Leyka! Aku tidak rela kau memiliki anak di masa lalu! Berhentilah bercanda untuk yang satu itu!
Bagaimana bila Train anak kita di masa lalu?
Jangan melimpahkan anak orang lain kepadaku Leyka! Karena aku tidak akan mempercayainya, karena itu tidak mungkin terjadi. Kita menggunakan ramuan terkuat dari Suku Xhosa! Jangan berharap aku mengakuinya dan berhenti membuat lelucon ini-- Dengar, kau akan segera memiliki anak dariku. Aku akan konsultasi dengan Dokterku terlebih dahulu
Kini perlahan Valentino, merasa dihantam oleh mulut besarnya, perlahan keegoisannya sendiri menjerat lehernya, ambisi dan arogannya membelenggunya, kebimbangan juga keyakinannya bertautan, pemikirannya mulai kacau, gelombang keingintahuannya begitu besar. Kini pikirannya hanya Train dan Train. Hanya Train. Jati diri Train.
"Diev! Jangan diam saja!" Torres mengulang pertanyaannya, karena melihat Valentino mondar mandir membuatnya semakin resah.
"Tidak ada tulisan tidak bungkus! Nenek tua itu meramunya langsung! Di depan mataku dan Leyka!" sangat lantang Valentino menjawab pertanyaan Torres.
Jared yang mengenal Valentino mencoba melunak. Ia menyusupi pertanyaan dipikiran Valentino dengan sesuatu yang logis. Jared mencoba kembali bertanya, "Diev tenanglah! Apa kau mengerti bahasa Suku Xhosa?"
Dan dengan emosi yang tidak terkendali, Valentino menyanggah secepat kilat, "Tentu saja!! Tentu menggunakan-- Shitttt!! Shitt!!Ada Penerjemah dan itu-- Shitt!! Dia tidak bisa bahasa Inggris! Dia menggunakan bahasa Afrika untuk menterjemahkan kepada Nenek Tua itu dari Suku Xhosa!"
Jared menghela nafas panjang, Valentino semakin menegang, Ia semakin cepat berjalan mondar mandir, sesekali ia menendang kursi. Emosinya semakin tak terkendali, Train benar benar memenuhi pikirannya.
Karena Mommy masih menunggu Kekasihnya 8 tahun yang lalu, di Pretoria. Aku menjaga tempat itu untuknya
Si (iya) dia memang nakal. No me gusta (aku tidak suka). Tapi untuk terakhir kalinya aku akan mengatakan, hanya dia yang aku inginkan menjadi Daddyku. Lo siento, (maafkan aku) Mommy
"Tidakk Tidakk Tidak! Ini tidak mungkin! Shiitt!! Ini tidak mungkinn!! Train menunggu kekasih Leyka dan itu aku. Untuk apa dia menjaga tempat itu untukku! Tidak.. Tidak.. Itu bukan berarti aku adalah Daddynya!" suara mungil itu kembali muncul di kepalanya, bayangannya mengingat perkataan Train satu demi satu. Dadanya yang panas rasanya meletup letup.
Penelope dan Pedro bisa merasakan, bahwa Valentino memang tidak pernah tahu apapun tentang Train, mencoba memahami sosok Valentino dan kisahnya bersama Leyka membuat mereka memahami posisi Valentino. Mereka ikut menegang, Pedro pun duduk dengan kepala menunduk, ia menyangga dengan kedua tangannya yang menumpu pada lututnya, ia meremmass rambutnya, ia mengingat obrolannya dengan Train.
__ADS_1
Kau beruntung Pedro. Kau masih mengenal Ayahmu
Kau yang beruntung, Train. Daddymu masih hidup
Bukankah, sama saja tiada? Aku tidak mengenalnya dan aku tidak bisa melihatnya. Kau pernah melihat Ayahmu. Kau pasti pernah di gendong seperti aku sekarang ini! Sedangkan aku tidak pernah! Bukankah lebih baik aku menganggapnya tiada saja, dia tidak akan pernah turun dari kereta itu dan mencariku
"Penelope kita tidak bisa menutupinya, aku tidak tahan lagi" ujar Pedro pada Penelope yang akhirnya duduk disebelah Pedro. Ia merangkul Pedro dan menumpukan dagunya dibahu belakang Pedro.
"Kita tidak bersalah, semua karena temannya yang bisa membuka otak buntunya!" Valentino menendang kursi saat Penelope berkicau dan ia semakin kuat menduga bahwa keluarga Fernandez mengetahui segalanya.
Dan pertanyaan Torres kembali mengusiknya, "Apa kau menguasai bahasa Afrika sepenuhnya?"
"Shiittt!!" Valentino langsung menjawab dengan dengan mengumpat, karena ia menyadari ia tidak menguasainya, ia hanya belajar sebentar karena ia sebagai turis. Turis Asing yang belajar bahasa dasar, yang akan di tuju ke sebuah Negara.
"Diev! Kau tidak tahu pernikahan Massal! Begitupun kau tidak tahu dengan jelas ramuan apa yang Leyka minum! Shitt Diev! Train adalah putramu!" Jared kembali menegaskan.
Langkah Valentino terhenti pada Pedro dan Penelope yang masih menegang dengan mata mereka berkaca kaca, "Apa kalian tau ini?" tanya Valentino penuh penekanan.
Valentino terpana ketika melihat Pedro mengangkat wajahnya, mata Pedro berkaca kaca, hidungnya telah memerah, sesekali ia menarik dan menyekanya.
Penelope yang tomboy dan tegar hatinya, terlihat menatap tajam kearah Valentino. Eyeliner (celak) hitam yang bergaris tebal mengikuti pola matanya, masih terjaga rapi, Penelope dikenal gadis yang tidak punya airmata di Keluarga Fernandez.
Mascaranya masih sangat rapi. Batin Torres yang justru memperhatikan Penelope diam diam. Ia memperhatikan disegala situasi dan hal hal yang tidak seharusnya.
"Shitt!! Katakaaann!!!" Pekik Valentino mengulang pertanyaannya dengan dadanya yang naik turun menahan sesaknya. Bronkus, bagian batang tenggorokan, yang merupakan saluran keluar dan masuknya udara, seakan menyempit. Alveoli yang bertugas menyerap oksigen, rasanya tidak melakukan tugasnya dengan benar. Valentino bernafas dengan sekuat tenaga.
Penelope pun bangkit berdiri dan menghadang mata Valentino yang mengincar Pedro. Karena bila menyangkut Train, Pedro sangat lemah bahkan seluruh keluarga Fernandez. Penelope mencoba mengingatkan, "Bukankah Leyka mencoba mengatakannya padamu?"
"Apa?! Dia mengatakan-- Ohh Shitt!" Valentino memegangi dadanya, ia kembali mengingat berapa kali Leyka berusaha mengatakannya dan beberapa kali pun ia selalu mencoba menyangkal dan justru merendahkannya, hati Valentino remuk seketika. Airmata mulai menutupi pandangannya, lalu perlahan mengalir dari celah matanya.
Hatinya kian hancur, Valentino memukul mukul dadanya, saat Penelope justru menudingnya, "Bahkan berapa kali dia mencobanya dan kau justru menghinanya!"
"Tidak... Ini.. Tidak.. Mungkin!" suaranya kian tercekat, ia meremaass dada kirinya yang menusuk kuat dari dalam. Jared dan Torres bangkit berdiri dan menghampiri Valentino dengan panik.
"Apa yang kau lakukan Diev? Ohh Shitt!! Kau gila Diev!" ujar Torres membuat Valentino semakin ditikam ribuan tombak rasa bersalahnya. Wajah Leyka dan Train memenuhi benaknya. Kenangan di Pretoria seakan lenyap dan tergantikan selama ia di Barcelona. Wanita siluman dan setan cilik, bahkan ia menjulukinya, jantungnya kian melaju.
Valentino menumpu satu tangannya di besi yang menyangga sederet rak demi rak kue, dimana ia berdiri dengan memukul dadanya. Nafasnya mulai tersengal, oksigen seakan menolak masuk ke Bronkus paru parunya. Jared waspada, ia juga tidak ingin rekannya itu terkena gagal pernafasan yang memicu gagal jantung karena kekurangan suplai oksigen.
Valentino berteriak sekuat tenaga, "Aaarghh!! Dia suka kebebasan! Dia mengatakan bercinta dengan setiap laki laki asing yang ditemuinya!"
"Setelah kau menuduhnya!!-- sanggah Penelope secepat kilat ---SETELAH KAU MENUDUHNYA! Apa kau lupa sifatnya? Dia akan mengiyakan atau melakukan apa yang dituduhkan! Tuduhan seseorang kepadanya akan menjadi kenyataan! Dia seperti itu dari kecil!"
Valentino terdiam mengatur nafasnya dan Jared mengambil inhaler dari saju jas Valentino tanpa banyak bicara, ia menyemprotkan inhaler ke mulut Valentino. Penelope melanjutkan perkataannya, "Kalau kau bertanya kepada semua orang disini, 'Siapa gadis murahan yang selalu bergonta ganti laki laki' maka semua orang akan mengatakan PENELOPE FERNANDEZ! Dan itu adalah Aku! Kalau kau bertanya 'siapa wanita baik baik di keluarga Fernandez' maka semua orang akan menjawab 'Tentu saja guru cantik MISS LEYKA PAQUITO yang susah di takhlukkan, yang susah didekati yang memiliki Setan Cilik! Pequeño Diablo!" Penelope kembali mendengus, setelah menyebut setan cilik dalam bahasa Spanyol. Ia tidak perduli, Torres membelalakkan mata kearahnya. 'Gadis Murahan yang selalu bergonta ganti laki laki', begitu menggelitik pikiran Torres.
"Sekarang katakan pernikahan massal apa yang kalian maksud!" Pedro pun mulai geram dan bangkit berdiri.
"Dia adalah Istriku! Karena itulah kalian tidak bisa mengusirku dari Distrik Miel! Karena kalau kalian mengusirku maka aku berhak membawa Istriku pergi dari Barcelona!" Valentino tak kalah geram.
"Apaaa?!" Pedro membulatkan matanya.
"Ohhh Fu*cckk!" Penelope pun membulatkan matanya sambil reflek menepuk pundak Torres sekuat tenaga kemudian meremasnya. Ia justru menoleh kearah Pedro yang sama terkejutnya dengan dirinya. Torres meringis dan membiarkan kuku bercat warna hitam itu menusuk pundaknya.
"Karena itulah aku datang, selain bekerja dan mengurus Locomotive Machine, aku ingin aku ingin membuatnya-- Shitt! Aku akan membuatnya menderita awalnya-- Tapi aku justru sangat menderita! Aku berniat buruk! Tapi itu awalnya. Setelah aku dekat dengan Train! Aku ingin berada sisi mereka! Ini tidak mungkin! Ini pasti ada yang salah!" Valentino pun menangis, ia seakan meremukkan inhaler dalam genggamannya.
"Lalu mengapa kau baru datang!" Suara Pedro begitu lantang.
"Karena aku juga baru mengetahuinya!" pekik Valentino dengan lantang, kini ia menyeka airmatanya.
"Shittt! Kalian sangat Bodohh!" pekik Penelope dengan kesal dan ia kembali menepuk pundak Torres dengan keras tapi ia tetap saja tidak menyadari Torres meringis menahan sakitnya.
"Lalu mengapa kau tidak mengatakan padanya!" pekik Pedro sambil menendang kursi, lalu mengacak rambutnya dengan kesal. Ia berkacak pinggang dan merremass leher belakangnya yang terasa kaku.
Valentino menghembuskan nafasnya dengan kasar lalu berkata secepat kilat, "Tidak ada gunanya aku mengatakan pada kalian semua! Aku akan mengatakannya di hadapan Raja dan Ratu Spanyol! Aku sudah menyusun rencana! Karena bila ini gagal, Locki Gusmo dan Viscount yang akan menikahi Leyka dulu, akan menang! Leyka akan menjadi Viscountess dan aku bahkan kalian akan kehilangan Leyka! Mereka akan membawanya ke Inggris! Leyka tidak boleh tau ini! Pilihan ada ditangan kalian! Bila kalian ingin bekerjasama denganku maka diamlah! Rahasiakan ini sampai acara makan malam kerajaan!"
Penelope dan Pedro diam saling berpandangan. Mata dan tubuh mereka berbicara. Pedro menggedikkan bahunya, seakan bertanya kepada Penelope, memilih diam atau tidak. Dan Penelope menggelengkan kepalanya dengan sedih, yang menyirat lebih baik diam daripada kehilangan Leyka ataupun Train.
"Ini akan semakin kacau Pedro, keluarga Fernandez tidak mungkin melawan keluarga Kerajaan. Karena kita bukan siapa siapa" ujar Penelope lirih dan Pedro mengangguk angguk dengan pandangan nanar. Train begitu memenuhi kepalanya, ia tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan keponakan kesayangannya itu.
"Dan sekarang-- Katakan padaku dimana Leyka!" Pedro dan Penelope saling berpandangan dengan menegang mendengar pertanyaan Valentino yang terdengar lantang.
"Dia-- Pedro tidak sanggup mengatakannya, bola matanya masih menatap Penelope yang seakan berargumen, antara memberitahu atau tidak keberadaan Leyka dan Damian.
"Katakaann!! Aku harus bicara padanya! Ini tidak mungkin! Ini pasti ada kesalahan!" dada mereka terhentak karena bentakan Valentino begitu keras.
"Kau akan menyakitinya?" tanya Pedro ketakutan.
"Fu*ckk you, Pedrooo!! Aku bahkan tidak sanggup menyentuhnyaa! Aku ingin kebenarannya dari mulut Leyka! Bukan kaliann! Ini Bodoh! Ini bisa membuatku Gila!" Valentino menendang apa saja yang ada di dekatnya hingga meja dan kursi terjungkal dan benda benda diatas meja berserakan. Botol merica, kotak tisu dan lainnya berjatuhan. Pedro mengingat Train dalam hal ini.
"Kataaakaann!" Valentino semakin memekik hingga Pedro dan Penelope bahkan Jared juga Torres melonjak karena terkejut.
Penelope menjawab dengan cepat, "Golden Park! Mereka sedang berbicara di Golden Park, dibelakang Distrik Golden!" Penelope harus menjawab daripada Valentino meruntuhkan Double P dengan tangannya.
Penelope juga mengingat, bila Train mengamuk tidak perduli dimanapun dan dengan siapapun Train akan membuang apa saja, memukul dan menendang apa saja, karena itulah Train dijuluki Pequeño Diablo atau setan cilik.
__ADS_1
Penelope ingat saat Leyka digoda seorang pelanggan, dan Train menumpahkan kopi dengan berteriak dan memukuli pelanggan dengan beringas. Dan setengah mati Leyka harus menenangkannya. Kini Penelope tahu, sifat itu menurun dari Valentino.
"Leykaaa-- Apa yang terjadi?" Valentino telah menyambar pintu dan menyisakan pertanyaan yang tak terjawab.
Jared dan Torres, mengikutinya dan Jared memanggil sambil berlari, "Diev!"
"Jangan ikuti aku!" pekik Valentino telah menghilang ditikungan gerbang Distrik Golden yang dekat dengan Double P. Jared menghentikan langkahnya dan kembali ke kedai bersama Torres.
-
-
-
...Golden's Park...
Disebut Golden Park karena taman itu memiliki pohon yang berdaun berwarna kuning disaat musim gugur, bila dilihat dari jauh seperti warna keemasan. Karena itulah Distrik yang berdekatan dengan Golden Park, dinamai Distrik Golden. Distrik dimana Damian tinggal disana dan Double P bertengger disudut jalannya.
Pohon Ginkgophyta, Tumbuhan ini merupakan tumbuhan asli dari daratan Cina. Tinggi pohon dapat mencapai 30 meter, daun berbentuk kipas mudah gugur dan berumah dua. Berdasarkan bukti fosil Ginkgo diperkirakan telah hidup sejak jaman jura (181 juta tahun yang lalu).
Manfaat Pohon - Serbuk sari dan bakal biji dihasilkan oleh individu yang berlainan. Anggota kelompok ini hanya ada satu species yaitu Ginkgo Biloba. Spesies ini tercatat sebagai spesies pohon tertua didunia. Selama 80 tahun spesies ini belum pernah berubah.
Walaupun pohon ini tidak sebanyak di China, tapi pohon ini tumbuh di Golden Park. Tempat ini menjadi ruang terbuka yang bebas polusi dan biasanya digunakan untuk bersantai oleh warga dari Distrik manapun. Karena taman itu digunakan untuk umum.
Pohon Ginkgo biloba ini banyak manfaat dan kegunaannya, berfungsi sebagai antioksidan untuk menekan radikal bebas, untuk meremajakan sel-sel otak yaitu dengan cara memulihkan reseptor-reseptor di dalam otak serta meningkatkan serotonin. Dan mempunyai kemampuan untuk memperbaiki peredaran darah.
...*...
...-...
...-...
...-...
Valentino berlarian menuju Distrik Golden yang menembus hingga belakang Golden Park. Ia mengedarkan pandangannya dan mencari sesosok Leyka dengan detak jantung yang kian berdentuman. Nyeri di dadanya kian menguat, menusuk nusuk dari dalam, berulang kali ia memukuli dadanya dan sesekali ia menghirup inhalernya.
"Itu.. Itu.. Diaa.. Istriku.. Shittt! Kenapa dadaku sakit sekali! Tidak! Aku tidak boleh mati hari ini!" Gumam Valentino dengan airmata yang bercucuran.
Matanya membulat melihat ke sebuah kolam buatan dan kursi taman di hadapan kolam itu, Pohon Ginkgo besar menaunginya. Leyka berdiri dibibir kolam yang dipagari kayu, membelakangi Damian yang duduk dikursi taman.
Leyka melempar biji biji pohon Ginkgo ke arah kolam. Valentino remuk melihatnya, ia ingin meraihnya tapi Leyka seakan menjauh dari pandangannya. Ia berlari dan mengendap endap setelah sampai dibelakang pohon, ia menyandarkan tubuhnya dan mendengarkan perbincangan Leyka dan Damian.
"Tapi kau terlihat menikmati sandiwaramu Leyka! Kau berpura pura menyambutnya, kau sangat terbuka menerimanya! Tapi aku tidak melihat itu sandiwara!" Valentino membulatkan matanya. Ia meremmass dadanya yang terasa nyeri. Ia belum mengerti apa yang mereka bicarakan.
"Lalu mengapa kau pergi dariku? Mengapa kau menghindariku? Mengapa kau tidak membantuku dan membiarkan aku sendiri, Damian" ujar Leyka menoleh sesaat kearah Damian lalu kembali melempar biji Ginkgo yang terkumpul ditelapak tangannya.
"Apa kau menikmatinya saat dia menciummu, memelukmu?" tanya Damian penuh kecemburuan. Valentino menduga bahwa Leyka mungkin telah mengatakan dengan jujur kepada Damian, tentang apa yang terjadi diantara dirinya dan Leyka. Karena Leyka pernah mengutarakan niatnya kepada Valentino.
"Tidak! Aku hanya bersandiwara!" Dan seketika Valentino tersengat, mendengar jawaban Leyka.
"Leyka-- kau akan terjebak dengan sandiwaramu!"
"Si! Dan dia juga terjebak dengan niatnya sendiri! Kau bahkan tidak ada disisiku!"
"Karena aku-- aku kalah Leyka. Aku akan kalah. Train tidak bisa menerimaku" Damian meluruh lesu, ia menyandarkan tubuhnya dikursi dan menatap punggung Leyka lekat lekat.
"Apa kau masih menginginkan aku, menikahimu?" tanya Damian, membuat lutut Valentino lemas mendengarnya.
-
-
-
kalian bacanya sebentar ya, tapi pengalamanku didunia pembuatan film, 1 bab begini bisa jadi 2 sampai 3 episode film seri ber-season tanpa iklan, dengan puluhan scene dan percakapannya di jabarkan lagi. kalau siniiitroonn khususnya di indonesia, beuhhh bisa selusin episode yg tayang 1 jam dengan total durasi iklan 15- 20 menit 🤣
Jadi vote dan kopinya boleh di kirim ke mejaku wkwkwkww ga ada hubungannya thoorr.. malak mah malak ajaah wkwkwkwkkw 🤣🤣🤭
-
-
-
__ADS_1