
Mansion Kerajaan
Siang itu, kamar Leyka di Mansion Kerajaan seperti kapal pecah. Semua berantakan. Leyka mencari cincinnya bermotif bunga jacaranda, yang menghilang bagai ditelan bumi. Teledor, kurang teliti adalah sifat Leyka yang terkadang membuat dirinya selalu terjebak dalam kesulitan.
Seperti sebuah tiket yang menghilang dari dalam tasnya padahal ia menyimpan di jaketnya. Hingga ia menuduh Valentino yang tidak sengaja menabraknya, menjadi penyebab hilangnya sebuah tiket kereta api The Blue Train menuju Pretoria delapan tahun yang lalu.
Namun justru itu membawanya kepada seorang laki laki yang dianggap sebuah Luka yang tidak ingin di sentuhnya. Saat itu semuanya-- Leyka dan juga Valentino-- menganggap pertemuan itu adalah sebuah jackpot atau keberuntungan. Dan benar saja, Leyka mendapatkan Jackpotnya, Blue Train Valentino, Putra semata wayangnya. Sementara Valentino mendapatkan Jackpotnya, mahkota Leyka dan cinta yang akhirnya karam di tengah lautan lepas.
"Shittt!! Dimana aku meletakkannya? Atau aku meninggalkannya di Apartemen? Shitt! Tidak ada satupun yang bisa dihubungi karena signal di lumpuhkan! Bagaimana ini? Aku menghilangkan cincin itu! Matilah aku! Valentino pasti akan sangat kecewa padaku! Huftt!" Leyka menghempaskan tubuhnya diranjang. Ia memijat batang hidungnya dengan mata terpejam. Ia mengingat dan terus mengingat dimana ia meletakkan cincinnya. Cincin yang selalu melingkar di kalungnya dan ia gunakan justru sebagai liontin.
"Bagaimana jika cincin itu hilang? Bagaimana bila tidak ditemukan? Ohh, tidak.. Valentino akan marah besar! Shitt! Memang apa perduliku? Memang dia siapaku? Dia hanya Daddy Train. Dan suami dari wanita lain! Dan nanti malam, aku akan menjadi tunangan Damian! Huhh! Untuk apa aku memikirkannya? Mengapa aku sangat sedih cincin itu hilang! Shitt! Ini gila!" Leyka menggerutu, ia memukul ranjang lalu ia bangun dan bangkit berdiri. Ia menyambar tasnya dan keluar dari kamarnya.
Leyka menyusuri koridor dimana banyak para penjaga yang berdiri dengan berjarak disepanjang lorong Mansion Kerajaan dimana kamar keluarga Kerajaan berderet layaknya sebuah hotel. Ada acara makan siang bersama seluruh keluarga Kerajaan. Karena acara itu diadakan di taman belakang mansion dengan pemandangan kolam renang, Leyka memilih baju yang sangat elegan dan berwarna lembut yang tidak menyakiti mata siapapun yang melihatnya.
Dusty pink untuk bawahannya dan pink muda berkilau untuk atasannya. Sederhana, tidak mencolok, dan tidak terlalu berlebihan, namun Leyka menunjukkan dimana kelas dan kedudukannya. Penampilan Leyka dari brand kenamaan dunia, pernah di gunakan oleh Megan Markle yang bergelar Duchess di Kerajaan Inggris. Dalam sebuah undangan acara makan siang di sebuah perhelatan badan amal dunia, Megan Markle tampil sederhana namun memukau.
Sebelum mencapai meja perjamuan Leyka bertegur sapa dengan para putra dan putri mahkota yang diangkat oleh Kerajaan Spanyol. Dengan banyaknya drama basa basi, saling mengucapkan salam, saling memuji, saling menceritakan aktifitasnya, saling menceritakan apa yang mereka miliki dan saling memberi komentar tentang apa yang sedang menjadi pusat perhatian dunia dari fashion hingga tokoh politik, dimana bagi Leyka itu adalah sesuatu yang membosankan. Semua penuh kemunafikan dan kepalsuan. Semua memiliki dan membawa topengnya masing masing.
Dan rombongan dari keluarga Felipe datang, berserta para pengawal yang memberi hormat kearahnya, dan di antara rombongan itu ada Ella Gusmo dan Locki Gusmo. Namun sangat mengejutkan ketika, Ella menggunakan pakaian yang sama persis dengannya. Sehingga menjadi bahan pergunjingan, Leyka kesal di buatnya. Ella Gusmo sudah pasti sengaja berbuat ulah.
"Ley, saudari tirimu menyamaimu! Ohh Tuhan! Beraninya dia! Tunggu-- Jangan jangan kau yang menyamainya. Aku percaya, penghasilanmu sebagai guru dan kedai kopimu sangat minim. Ohh Tuhan, ini tidak bisa dipercaya. Kalian seperti anak kembar-- Hahaha.. Ini tidak bisa dipercaya!" salah seorang Putri Mahkota tertawa dan membuat telinga Leyka memanas.
Namun Leyka menahan dirinya, ia mengambil cocktail saat seorang pelayan berkeliaran membawa nampan yang berisikan beberapa gelas cocktail dan menawarkan kearah sekumpulan Putra dan Putri Mahkota.
"Lyonna, jaga bicaramu! Aku rasa dia sengaja melakukannya!" kata salah satu seorang Putra Mahkota, Leyka tetap saja terdiam dan menahan dirinya.
"Aku berkata yang sebenarnya, Julian-- Kau lihat saja Leyka hanya memakai perhiasan berlian yang serba kecil-- Dan kau Julian? Apakah Rolex-mu itu asli?" Julian hanya menggelengkan kepala mendengar Lyonna yang selalu saja mengomentari barang barang pribadi seseorang. Dan itu menjadi ciri khas dan tabiat salah satu Putri Mahkota itu.
Kau tidak tau, walaupun kecil.. Tapi ini berlian terbaik dari Italy, Bodoh. Berlian yang ku pakai ini bisa membeli satu mansionmu. Batin Leyka dalam hati, ia memendam perlawanannya.
Leyka meneguk cocktail perlahan. Ia sangat tenang walaupun dadanya begitu bergemuruh mendengar celotehan Lyona dan Ella Gusmo yang tersenyum mengejek kearahnya dengan menegakkan kepala layaknya seorang bangsawan.
"Kau tau berlian yang kau pakai pernah ada disebuah rumah lelang. Dan aku dengar kau menjadi simpanan seorang Duke di wilayah barat Barcelona. Tapi aku tidak percaya perkataan Ella Gusmo-- aku yakin kau tidak seperti itu!" dengan tenang Leyka cukup bisa mengendalikan situasinya, ia justru berusaha memancing suasana hati Lyonna.
Leyka hanya mengamati gerak gerik orang disekitarnya bila berada di sebuah acara Kerajaan yang rutin digelar setiap bulannya, tatapan Lyonna dan seorang Duke dari wilayah barat Barcelona membuat menggelitik pikirannya selama ini. Dan Leyka adalah orang yang cukup diam dan menyimpannya sendiri, dia akan bertindak disaat yang tepat. Seperti saat ini.
"Kurang ajar!" Lyonna mencengkeram gelas cocktailnya dengan geram, wajahnya merah padam dan itu mengarah kepada kebenaran atas dugaan Leyka selama ini.
"Kalau aku jadi kau, aku akan menyingkirkan Ella dari acara makan siang ini agar gosip itu tidak menyebar luas. Aku percaya Ella mampu meyakinkan semua orang! Aku saja hampir percaya" dan Julian tersenyum beserta para Putra dan Putri lainnya. Leyka kembali memancing dan mengusik harga diri Lyonna dengan sangat tenang. Sistem adu domba Leyka mainkan tanpa harus bersusah payah memberi pelajaran kepada Ella Gusmo.
"Shitt! Wanita ****** itu! Bagaimana aku menyingkirkannya?" Lyonna meletakkan gelas cocktail yang di teguknya sampai habis, ia mendidih mendengar perkataan Leyka.
"Jaga ucapanmu, kau seorang Putri Mahkota. Kau bisa melakukan dengan cara yang elegan. Bukankah sebentar lagi dia akan sampai kolam renang?-- Leyka menunjuk dengan gelas cocktail, lalu meneguknya --Butuh waktu empat jam untuk Ella mandi, mengeringkan rambutnya, dan berdandan. Saat dia selesai, acara makan siang pun telah selesai" Leyka meneruskan perkataannya sambil menggoyangkan gelas cocktail ditangan kanannya, bertumpu pada tangan kirinya yang menekuk ke dalam dan berada dibawah dadanya.
Tanpa menunggu lama, Lyonna menyambar gelas champange saat berpapasan dengan pelayan yang membawa nampan champange. Kemudian Lyonna berjalan kearah kolam renang, Leyka tersenyum dengan penuh makna, sikapnya yang elegan membuat beberapa Putra Putri Mahkota mengaguminya.
Layaknya memainkan sebuah pion di bidak catur, Leyka sangat menikmati pertunjukkan yang ia sutradarai. Saat-- Lyonna terkesan menabrak Ella dan jeritan Ella yang memekik keras seiring terjeburnya Ella kedalam kolam renang-- Leyka meneguk habis cocktail di tangannya.
"Setelah pion menjatuhkan kuda lalu bagaimana nasib pion itu?" Seorang Putri Mahkota yang lain, melingkarkan tangannya ke pundak Leyka dan mengundang Putra dan Putri Mahkota lain untuk menyimaknya.
"Putri Weils-- Lyonna akan tersingkir mungkin hanya dengan pion juga, dan pion itu bisa saja terletak di kakinya karena Lyonna memakai sepatu highheels terlalu tinggi, air kolam renang bekas Ella Gusmo tercebur itu membasahi lantai dan---
"Aaaaaaa!" suara Lyonna memekik panjang seiring suara air kolam yang tadinya tenang kini bergejolak.
BYUURRR
__ADS_1
"Lyonna bisa saja tercebur-- Leyka meneruskan perkataannya --Aku permisi ke rest room (toilet)" Leyka tersenyum kearah Putri Weils, bahkan ia tidak menoleh kearah Lyonna yang telah tercebur akibat ulahnya sendiri.
Leyka berjalan dengan menegakkan kepalanya. Ia mengulas senyum tipis ke arah Ibunya dan Ella yang marah marah memaki Lyonna. Locki Gusmo, mengepalkan tangannya melihat Rosemary yang membalas senyuman Leyka.
Aku tau ini ulahmu.. Kau sama seperti diriku.. Kau adalah Putriku, aku cukup mengenalimu di dalam diriku.. Karena Rosemary adalah Pachito.. Kau tidak perlu memakai tanganmu untuk mengotorinya.. Kau brilian, Pachito. Rosemary menghela nafas panjang dan menyuruh pengawal membawa Ella pergi ke kamarnya agar meninggalkan acara itu.
-
-
-
Dan kejelian itu menurun pada Putranya, Train. Dimana dia tengah duduk dengan memegang buku menu, dengan tubuh dan kepalanya tegak lurus ala bangsawan. Ia memberikan buku tamu itu pada pelayan. Rupanya Train selesai memesan makanan.
"Nikmatilah makanan kalian Senor, jangan menungguku" ujar Train dengan mata tertuju pada pin Kerajaan Inggris pada laki laki yang duduk di seberang sang Penasehat Kerajaan.
"Katakan kau ingin berbicara apa ? Sepertinya kau di didik oleh Ibu Baptismu ala bangsawan" ujar Penasehat Kerajaan dan yang di maksud adalah Leyka. Karena setahu pihak Kerajaan, Leyka memiliki Putra Baptis dan semua itu karena Leyka takut Train akan menjadi incaran Locki.
Walaupun seiring berjalannya waktu, Locki mengetahui kebenarannya tapi tetap saja, Locki merahasiakan dari temannya, agar tujuannya tercapai. Yaitu, menjadikan Leyka kandidat Viscountess agar semua hutang hutangnya dapat dilunasi. Locki sudah tidak sanggup membayar 'hutang seumur hidup' karena nominalnya yang fantastis.
"Orang beradab akan saling menunggu" ujar sang Penasehat Kerajaan dengan menautkan jemarinya dengan siku menumpu pada meja dan Train mengikutinya.
"Baiklah, aku akan memperkenalkan diriku Senor-- Namaku Blue Train Valentino, aku di buat di kereta api! Kereta api dengan route terpanjang-- 27 jam" dua orang laki laki yang duduk saling berhadapan itu tertawa.
"Benarkah?" tawa Penasehat Kerajaan itu masih terdengar kencang.
"Si! Route dari Capetown menuju Pretoria! Mommyku bernama Leyka Paquito Fernandez sebelumnya dan diberi Gelar Putri Mahkota oleh Raja Felipe dan Daddyku bernama Valentino Gallardiev!" Tawa itu menghilang seketika dan suasana menjadi senyap.
Mereka tertegun dengan semua perkataan Train. Mereka berpikir Train bercanda dan akhirnya mereka menyimak cerita Train dengan antusias.
"Itu tidak mungkin. Leyka memiliki Putra Baptis! Bukan Putra kandung!" kata Penasehat Kerajaan Spanyol.
"Si, Itu aku! Mommy menyembunyikan identitasku di bantu Rosemary, Ibunya. Karena banyak orang jahat yang bisa saja menggunakan aku sebagai senjata. Seperti seorang laki laki yang sudah tua tapi masih saja mengincar wanita muda, contohnya Mommyku! Uhss!" dan laki laki yang memakai pin bendera Negara Inggris serasa ditampar. Wajahnya memerah karena sindiran Train membuatnya tidak berkutik. Penasehat Kerajaan mengamatinya dengan kejeliannya.
"Mari kita makan santai, karena ini bukan acara makan siang yang formil-- Jadi Tuan Red Velvet, lanjutkan ceritamu" Trainpun mulai mengambil garpu dan pisau, setelah mendapat aba aba dari Penasehat Kerajaan yaitu di persilahkan, ia menyantap steak tuna yang ia pesan.
Train pun bercerita betapa indahnya kisah Leyka dan Valentino di Pretoria secara detail. Dari pertemuan dan perpisahan yang memilukan. Dua laki laki yang saling duduk berhadapan ini, rasanya sulit menelan makanan mereka. Ada rasa terharu juga sedih mendengarnya, karena Train terpisah dengan Daddy-nya sementara Daddy-nya tidak mengetahui jati diri Train selama delapan tahun lamanya.
"Mommy dan Daddyku, menjalin kisah cinta disana, selama 27 jam di kereta dan 10 hari di Pretoria-- Uhm, dan akhirnya Mommy berpisah dengan Daddy. Daddy tidak mau turun dari kereta itu. Aku hampir saja menyusulnya. Aku menabung sen demi sen dari uang jajanku. Untuk menjemput Daddyku saat aku dewasa. Aku ingin bertanya mengapa Daddy tidak mau turun" ujar Train dengan lahap menyantap makanannya.
"Jadi mereka di Deportasi?" tanya laki laki dengan pin bendera Kebangsaan Inggris di kerah jas nya.
"Si! Dan kau Tuan Inggris. Kau pasti Viscount itu. Benar kan?" tanya Train membuat Viscount itu terkejut.
"Bagaimana kau tahu?" tanya Penasehat Kerajaan.
"Dari pin di jasnya dan pin Viscount di dasinya" dalam hati mereka tercengang betapa Train bisa sepandai itu, dalam hati mereka memuji cara Leyka mendidik putranya. Mereka terdiam dan saling pandang.
"Apakah Senor tahu? Daddyku ternyata turun dan aku mendapatkan jawabannya setelah Daddyku datang! Selama ini aku tidak pernah bertemu Daddyku. Baru saja bertemu tapi acara Kerajaan nanti malam akan menghancurkan segalanya!" kata Train sambil menyeka mulutnya dengan serbet yang ada di pahanya.
"Mengapa begitu?" tanya Penasehat Kerajaan Spanyol.
"Karena acara itu sebenarnya untuk memilih Viscountess kan?" Train menimpalinya dengan pertanyaan.
"Iya benar. Itu tidak masalah karena banyak Putri Kerajaan disana nanti" jawab sang Penasehat sambil meneguk minumannya.
"Tapi Senor (tuan) Inggris ini, akan memilih Mommyku, karena acara ini sudah dirancangkan oleh Senor Inggris dan Locki Gusmo. Jadi, Senor Inggris ini pasti bernama Alfredo Berenguer yang bergelar Viscount!" Semua menyudahi makannya, ***** makan mereka mendadak menghilang sementara Train terus melahap makanannya.
"Ba-- Bagaimana kau tahu?" Alfredo memucat, di hadapan Penasehat Kerajaan, ia seakan ditelanjangi oleh Train.
__ADS_1
"Apa maksudnya?" sang Penasehat pun merasa di tipu oleh Alfredo yang mengadakan makan malam untuk menjalin kerjasama di bidang politik dan akan mencari Viscountess, sang Penasehat tidak mengetahui sejatinya Leyka telah dipilih dari awal.
Karena itulah Leyka memberontak saat itu. Batin sang Penasehat.
"Oo.. Oo.. Jadi Senor Penasehat, tidak tahu kalau Mommy akan di jual oleh Locki Gusmo? Mommy akan dijual ke Senor Inggris ini. Karena itulah Mommy melarikan diri dan terbang ke Afrika Selatan delapan tahun yang lalu dan tanpa sengaja tanpa rencana Mommy bertemu Daddyku. Aku percaya itu takdir. Dan Mommy tidak mempercayainya" Alfredo kembali merasa dikuliti oleh Train, mata sang Penasehat kini mengincar Alfredo dengan tajam. Alfredo gugup seketika.
"Dia Kakekmu. Bicaralah yang sopan!" kata Alfredo untuk menutupi kegugupannya.
"No Senor Inggris Noo! Dia bukan Grandpa-ku (kakekku)! Aku tidak punya Grandpa!" sanggah Train dengan lantang.
"Dia Ayah Mommymu, Anak Kecil!" kata Alfredo tak kalah lantang.
"No! No! No! Uhss! Noo!" ujar Train mencengkeram pisau semakin kuat, matanya mendelik kearah Alfredo.
Dengan penuh kelembutan, sang Penasehat mengambil pisau dari tangan Train. Dan ia meraih garpu dari tangan Train lalu memotong motong tuna itu menjadi irisan kecil kecil, lalu ia memberikan garpu Train dan menjauhkan pisau itu dari Train sambil berkata, "Ayah Leyka meninggal sejak kecil, Locki Gusmo bukan suami Rosemary. Mereka hanya tinggal bersama"
"Ohh Shiit! Locki menipuku! Selama ini dia menipuku! Beraninya dia!" ujar Alfredo dengan geram.
"No tidak boleh memaki di depan anak kecil! No!" Train kembali memekik dan menusuk kasar tuna itu dengan garpu. Matanya mendelik, Train berulang kali mendengus kesal.
"Ekh.. Ehm.. Maafkan aku" Alfredo gugup saat mata sang Penasehat juga mendelik kearahnya dan menunjukkan sikap marahnya. Train tetap menghabiskan makanan yang ia pesan dengan cepat, karena tuna itu telah dipotong potong dan ia dengan mudah dapat menyantapnya.
Train meneguk minum dan menyeka mulutnya, ia meraih tas yang ia letakkan di sandaran kursinya. "Mengapa Mommy meninggalkan Palma dan memilih tinggal di Barcelona? Karena keluarga Fernandez yang melindungi dan mencintai Mommy. Bila tidak, mungkin aku tidak akan ada dan duduk bersama kalian, Senor. Delapan tahun yang lalu, Locki Gusmo akan menggugurkan kandungan Mommy, setelah pemilihan Putri Mahkota"
Mata mereka membulat mendengarnya, hingga mereka tidak bisa berkata apa apa, Train pun membuka resleting tasnya sambil terus berkicau, "Aku akan membayar makananku, aku laki laki sejati! Aku Red Velvet dari Italy! Tadinya aku punya uang banyak, tapi aku berjanji pada Tuhan untuk memberikan celenganku bila Tuhan membuat Daddyku kembali. Jadi semua celenganku, aku berikan pada Tuhan! Untung saja kalian laki laki, bila perempuan maka aku yang akan membayarnya!" ujarnya bersikap sok menjadi laki laki dewasa.
Train mengeluarkan uang yang diberikan Valentino kepadanya tadi pagi lalu diletakkan dimeja, ia bangkit berdiri, "Makananku seharga 35 euro ditambah pajak 35% jadi 47,25 euro, uangku 50 euro, kembaliannya 2,75 euro, berikan saja kepada pelayan sebagai tip karena mereka telah mengambilkan kursi untukku! Gracias Senors (terima kasih tuan tuan)!" Train membungkukkan badannya dengan memegang dadanya.
Ia berjalan dua langkah menjauh dan berhenti, Train menoleh kearah kedua laki laki yang masih terkesima oleh penuturan Train dengan kisahnya yang mengejutkan.
"Hari ini Senor Penasehat memotongkan ikan tunaku, Gracias. Tapi jika Senor Inggris masih menginginkan Mommyku dan memisahkan aku, maka Daddy yang akan memotong motong dirimu-- Lo siento Senor, aku tidak bisa membantumu nantinya. Karena Daddyku sangat mengerikan"
"Kau harus percaya padanya Viscount Alfredo, karena Daddynya telah terlebih dahulu datang membuat kekacauan di Mansion Kerajaan, setelah aku mendatangi Leyka di Kedainya" Train membulatkan matanya seakan tak percaya, mendengar perkataan sang Penasehat. Ia ingin bersorak dan melompat lompat rasanya, tapi ia menahan sikapnya.
"Itu artinya saat itu, Daddy belum tau aku Putranya. Dia hanya mengetahui bahwa Mommyku adalah Istrinya. Istri yang sah!" Train pun berlalu pergi dengan sejumput pertanyaan yang mengejutkan Alfredo. Ia menghela nafas panjang dan melihat Train kian menjauh menuju pintu keluar.
Kau sangat keren Daddy.. Kau telah bertindak sebelum aku.. Uhss.. Kau mengalahkanku, Raja Setan.. Dalam satu minggu ini aku tidak bisa jajan.. Aku kehilangan 50 euroku.. Uhss..
-
-
-
Uhss! Aku udah bilang di novel ini yaa Bosqyu 👇
Kalau Up ku tiap hari, tapi jangan di tungguin. Karena aku nulis 2 novel sekaligus 🤣🤣
Belajarlah menjadi orang yang sabar agar tetep keset dan wangi.. #apaan sih wkwkkwwkk 🤣🤣
kalau ga tau infonya berarti ga nyimak Luigi dan Steiner ☹☹☹
Mereka ikut lomba di Noveltoon yang temanya "Pacarku Bukan Manusia" Itu tema dari Noveltoon dan aku buat judul "MENCINTAIMU YANG TAK TERLIHAT" ( MYTT) tapi ini Bukan horor ya catet. Ini Fiksi Modern yg penuh Romansa Misteri yg digidaw 21++. Kalo ada hantunya ya itu hantu yg gagah perkakas eh perkasa 🤣🤣
Ck, Vote ama kopi mana yah 😌 (malak ngantuk)
-
__ADS_1
-
-