FORGOTTEN LOVE On The Train

FORGOTTEN LOVE On The Train
Sarapan II : Anak Nakal


__ADS_3

Bagaimana membujuk anak ini.. Huhh.. Valentino.


"Kau tadi bilang lapar, apa kau tidak mau mencoba masakanku, Red Velvet?" Train menggosok hidungnya dan masih diam.


"Baiklah, sebenarnya kau benar dan aku yang salah. Seharusnya kita mengetuk pintu saja, tidak mengguna jepit rambut seperti pencuri dan mendobrak pintu seperti perampok. Karena kau yang mengatakan kepadaku kalau kau tidak menyukai Damian dan Damian akan menikahi Mommymu dan akan membawa Mommymu pergi" kata Valentino membuat Leyka mengerutkan alisnya hingga ia terlihat sinis, sementara Manuella menahan tawanya dengan menggelengkan kepala. Ia hafal bagaimana Train bisa dengan mudah memprovokasi seseorang.


"Si (iya), sebenarnya tidak seperti itu, aku mengarang. Aku mengatakannya agar Uncle meninggalkan pesta dan mau ikut denganku menjaga Mommyku" Train masih bersedekap dan Valentino mencoba mendekatkan piring yang berisi masakannya kearah Train.


"Menjaganya?" tanya Valentino dan Train tidak bereaksi dengan sarapannya.


"Si (iya), karena saat pesta aku lupa menjaganya" kata Train dan Valentino mencoba menanggapinya. Di saat yang bersamaan, Diego hadir dengan 4 cangkir kopi dan segelas susu.


"Gracias (terima kasih)" ujar Valentino menyesap kopinya masih dengan duduk berjongkok dengan menumpukan satu lututnya di lantai.


"De nada (sama sama)" Diego menjawab sambil menarik kursinya kemudian duduk.


"Jadi kau selalu menjaganya?" Valentino meletakkan cangkir kopinya dan diam diam Valentino menyuapkan omlete dan memberi sepotong roti ke tangan Train lalu Train melahapnya perlahan. Valentino terus mengajaknya bicara.


Leyka, Diego serta Manuella saling berpandangan. Mereka berpikir, bagaimana Valentino dengan mudahnya meluluhkan Train karena biasanya Train sulit di kendalikan. Pertengkaran kecil, perdebatan kecil selalu terjadi setiap paginya dan menjadi warna tersendiri dalam kehidupan persahabatan mereka.


"Si (iya), Damian tidak boleh menyentuh Mommyku. Aku tidak suka Damian memeluk Mommyku. Kata Pedro, orang berpelukan bisa memiliki anak. Uncle, bisa mendengar Pedro semalam berkata seperti itu kan?" ujar Train, mulutnya penuh dengan makanan dan ia terus menggigit roti rasa butter dengan nikmat. Manuella tergelak dan Leyka kembali mendengus kesal.


Saat semalam di pesta, ternyata Pedro memprovokasi duo setan ini.. Pantas saja mereka marah hingga mendobrak pintu.. Val, apa kau marah? Apa yang ada dipikiranmu.. Apa kau pikir aku sedang bercinta? Hahaha-- Shiitt!! Kau pasti mendengar jeritanku dan kau pikir itu desahanku.. Val, mengapa kau marah? Apa yang kau inginkan dariku.. Apa kau cemburu? Di saat aku bersandar pada Damian.. Mengapa sekarang Val.. Tidak, aku tidak mau berpikir terlalu berlebihan.. Dia sudah beristri dan punya seorang putri.. Aku juga memiliki Train.. Mengapa kau datang sekarang? Kau pasti memiliki tujuan, aku mengenalmu, Val.. Jika kau ingin menyakitiku lagi maka, kau akan menyesal


"Hahaha-- Jadi selama ini kau selalu menjaganya? Karena itu kau sangat marah semalam, saat di pesta?" tanya Valentino menyodorkan susu hangat dan Train meneguknya perlahan.


"Si (iya)" jawab Train kembali menggigit rotinya dan Valentino menyuapkan omlete. Ia terus menggoyangkan kedua kakinya yang tidak menyentuh lantai. Suasana hati Train berubah menjadi ceria, adrenalinnya bergejolak.


"Mereka bisa saja berkencan di luar" pancing Valentino dan tersenyum kearah Leyka yang tidak berubah raut wajahnya. Valentino justru merasa gemas dengan wajah Leyka. Ia justru tidak melihat wajah sengit itu saat di Pretoria, tentu saja tidak pernah karena mereka tidak pernah saling menyindir dihadapan siapapun. Mereka menciptakan kisah di Pretoria yang seakan kembali di Barcelona.


"Aku selalu bersama mereka saat kencan, kami hanya makan malam dan ke taman hiburan" Train membuka mulut dengan sendirinya, meminta Valentino mengisinya.


"Isshh" dengus Leyka melahap sarapannya dengan kesal.


Masakanmu, enak Val.. Lumayan.. Hanya saja aku tidak percaya kalau kau menyukai roti dioles butter saja.. batin Leyka.


"Laki laki itu sangat pintar, Boy. Dia akan mencuri curi kesempatan hanya untuk sekedar berciuman" pancing Valentino lagi, dengan wajah datarnya, ada rasa sakit disela pertanyaannya, Leyka hanya melirik dan menyantap makanannya dengan sedikit berbincang dengan Manuella dan Diego, mereka lebih fokus kepada perbincangan Train.


"Noo-- Train membuka mulutnya tanpa disadari, ia meminta kembali di isi lagi mulutnya, ia sangat lahap dengan masakan Valentino --Mommyku, selalu menghindari berciuman bibir dengan Damian. Kata Ibuku, mungkin saja bibir Damian mengandung racun-- Ya, kan Ibu? Dan kata Ibu juga, orang berciuman bisa memiliki anak. Karena itu aku tidak mau sembarangan mencium Kimberly, teman satu kelasku" Diego terbahak dengan membelai rambut Manuella, Leyka mendelik kearah sahabatnya.


"Manuella" desis Leyka kesal.


"Karena dia bertanya mengapa kau menjalani hubungan dengan Damian dan mengapa kau tidak mau dicium, mengapa kau selalu menghindar-- Yaa aku jawab seperti itu. Memang ada cara lain untuk menghentikan kicauan Putraku?" Manuella dan Diego terbahak, Leyka kesal dibuatnya. Valentino menahan tawanya mendengar obrolan mereka.


"Jadi Mommymu tidak pernah tidur bersama?" pancing Valentino lagi.


"Pertanyaan macam apa itu" sanggah Leyka dan Valentino tidak menanggapi, ia lebih tertarik dengan obrolannya dengan Train. Untuk pertama kalinya, ia merasa sangat penting dan menjadi nomor satu serta menjadi pusat perhatian. Ia mulai berhenti menggoyangkan kakinya, setelah beberapa teguk susu masuk ke dalam tubuhnya.


Menurut riset, Anak hiper-aktif bisa diredam dengan susu berkalsium tinggi, kalsium bisa membantu meredam adrenalin seorang anak yang bergejolak dan tidak bisa di kendalikan pada masanya.

__ADS_1


"Tentu tidak. Karena aku selalu tidur dengan Mommy" ujar Train mulai membuat Leyka, Manuella dan Diego diam.


Kau benar benar bersembunyi dari anak ini? Seperti aku bersembunyi pada Miu? Leyka, ada apa diantara kita. Ley, kita bisa mengulangnya Ley.. Kita sangat bisa mengulangnya, aku bisa mengambil apa yang menjadi milikku. Batin Valentino bersorak.


"Mengapa kau tidak menyukai Damian?" tanya Valentino lagi.


"Karena Mommyku, sebenarnya tidak mencintainya. Mommy itu seperti tidak tahan dengan Damian. Saat Damian memegang tangan Mommyku, itu hanya bertahan 50 detik. Mommy akan menyingkirkannya" ujar Train seperti membawa angin surga bagi Valentino dan angin neraka bagi Leyka, seperti memakan buah simalakama. Memakannya bisa mati dan tidak memakannya ia pun bisa mati. Bagaimana ia akan menunjukkan bahwa ia bahagia dan baik baik saja dihadapan Valentino.


"Train" Leyka mulai tidak bisa mengendalikan dirinya, ia menyesap kopinya dan meletakkan garpu ditangannya. Ia memijit batang hidungnya kemudian.


"Leyka biarkan" kata Diego mengangguk kepalanya, memberi kode untuk tenang, Leyka menautkan jemarinya untuk menyangga dahinya, ia melirik kearah Train yang masih melahap makanan kemudian meneguk susunya.


"Tapi itu tidak benar!" sanggah Leyka dengan menatap mata Valentino, seakan memberi penjelasan kepadanya. Valentino biasanya akan menunjukkan sikap mengejeknya, namun kali ini ia tersenyum penuh harapan, senyuman terhangatnya seperti mentari pagi saat itu, dan Leyka pernah melihat senyuman hangat itu di Pretoria, yang dulu bahkan saat ini membuatnya selalu berdebar. Leyka menghindari tatapan itu.


"Apa cintaku saja tidak cukup Mommy? Kau tidak membutuhkan Damian!" tanya Train mengiris hati Valentino bahkan semuanya.


"Train-- Mulut anak ini, seperti mulut raja setan itu, pedas dan menyakitkan. Batin Leyka tidak sanggup lagi berkata kata.


"Aku menghitungnya Mommy! Lalu mengapa Mommy tidak mengatakan kalau Mommy mencintai Damian-- Leyka diam --Mommy tidak bisa bicara, lihat saja" dan Train mencebikkan bibirnya dan meraih segelas susu lalu diteguknya lagi, kemudian ia menyeka mulut mungilnya itu dengan punggung tangannya.


"Jadi karena itu kau tidak menyukai Damian" Valentino menatap mata Leyka yang terus mendelik kesal kearahnya, Valentino tidak berkedip melihatnya. Ia seolah bertanya kepada Leyka lewat Train.


"Aku menyukai Damian, aku menyayanginya. Dan dia adalah temanku. Aku punya alasan mengapa aku ingin Damian putus dengan Mommy" kata Train menyandarkan tubuhnya dengan lesu. Valentino tidak tega melihatnya, ia membelai rambut Train dengan lembut.


"Mengapa?" tanya Valentino dengan memandang wajah Train, belaiannya itu akhirnya mendarat di pipi Train.


"Train cukup!" sentak Leyka dengan wajahnya yang mulai memerah.


"Uncle, mengapa kau memelukku" suara mungil itu menghancurkan hati Valentino seketika, belati yang menancap dihatinya berlahan bergerak, ia memeluk Train dan itu lebih menenangkannya, ia tidak menyangka perkataan Train. Ia tahu bahwa kekasih yang Train maksud adalah dirinya. Kenyataan itu membuatnya sangat menyesal.


"Karena.. Karena aku jatuh cinta padamu, Boy" suara Valentino terdengar parau, matanya menatap Leyka dengan mata berkaca kaca. Leyka bangkit berdiri.


"Train, dia bukan kekasih Mommy, dia orang asing, dia orang egois, sombong dan juga arogan. Dia mengejar kesuksesannya bukan kebahagiaan bersama Mommy, dia tidak mau berkorban untuk Mommy. Dia memilih Red Velvet daripada roti tanpa butter, padahal ia sanggup membeli satu kilo butter setiap bulannya seperti Abuela (nenek) Dolores. Kau lihat kan, Abuela Dolores bisa bahagia bahkan menghasilkan uang hanya dengan satu kilo butter, tapi untuknya mungkin kurang. Hanya uang dan kesuksesan yang ia pikirkan, karena ia sangat butuh uang untuk membangun rumah ditepian pantai! Dia sangat bahagia dengan ambisinya! Baginya, wanita yang harus mengejarnya sampai ke ujung dunia, wanita harus berkorban untuknya, hingga dia bisa menginjaknya, dia bukan laki laki sejati. Karena laki laki sejati, akan menyerahkan hidupnya untuk wanita yang ia cintai. Dan laki laki itu, tidak pernah mencintai Mommy. Karena KITA HANYA ORANG ASING! Train-- minum susumu dan ayo mandi, karena setelah ini kita akan menemui Damian" Valentino menahan gemuruh di dadanya, ia merasa sangat tertampar pagi itu. Ia mengeratkan pelukannya dan tanpa sadar ia mencium puncak kepala Train, ia menghirup aroma Train dan justru ia mengingat aroma itu adalah aroma milik Leyka.


Leyka, maafkan aku. Aku memang bersalah, di sini, akulah yang bersalah. Aku sangat bodoh Leyka, aku sangat bodoh.. Kau benar, aku bahkan tidak menemukan apapun diantara ambisiku. Semua kosong dan sia sia, semua tidak ada artinya. Ley, aku akan memperbaikinya, karena kau adalah Istriku..


"Si (iya) dia memang nakal. No me gusta (aku tidak suka). Tapi untuk terakhir kalinya aku akan mengatakan, hanya dia yang aku inginkan menjadi Daddyku. Lo siento (maafkan aku) Mommy" ujar Train membuat airmata Valentino turun dari sudut matanya, ia segera menyekanya agar Train tidak mengetahuinya.


Namun Leyka, Diego dan Manuella melihatnya dengan jelas. Mereka tersiksa dengan pemandangan itu. Diego mere*mas pundak Manuella karena sudah pasti ia menurunkan airmatanya, ia pun buru buru menyekanya dan menyesap kopi yang berada di hadapannya.


Menjadi Daddymu? Mengapa aku merasa ikatan Leyka lebih dari itu, mengapa aku sangat sedih.. Train aku bersedia menjadi Daddymu, menjadi Ayah Baptismu.. Kenapa dadaku rasanya ingin meledak. Batin Valentino tersiksa.


"Train apa kau lupa peraturan nomor 7?" Leykapun memalingkan wajahnya dan berjalan perlahan kearah kamar mandi dengan pincang, ia melakukan gerakan yang sama, yaitu menyeka airmatanya.


"Si (iya) Mommy" Train mengurai pelukan itu.


"Peraturan nomor 7?" suara Valentino sangat parau, hatinya benar benar kacau balau.


"Si (iya). Aku tidak boleh berbicara pada orang asing. Karena orang asing itu bisa jadi Paparazi. Paparazi bisa menyamar apa saja dan memisahkan Mommy dari Keluarga Fernandez dengan menggunakan aku. Apa Uncle tau, Mommyku adalah salah satu Putri Mahkota yang diangkat oleh Kerajaan Spanyol?" Trainpun bangkit berdiri dan Valentino memberi ruang padanya, ia kemudian duduk di kursi. Ia tidak menyadari sedari tadi ia duduk menumpukan lututnya hingga kakinya kini terasa kebas.

__ADS_1


"Uncle tahu" ujar Valentino masih terdengar parau.


"Entahlah mengapa saat bersamamu, aku selalu lupa peraturan nomor 7-- Dan Mommy benar, ternyata roti dengan butter ternyata enak dengan omlete keju. Gracias, Uncle. Aku menyukai masakanmu. Dan baru kali ini ada yang mengatakan jatuh cinta padaku. Aku menyukaimu, Uncle" Dan Trainpun berlarian menyusul Leyka setelah kenyang.


Namun pesawat telepon berdering, Train kembali berlarian ke meja yang berada di dekat jendela.


"Aku saja aku saja aku saja!" pekik Train menyambar pesawat telepon itu, ia mendahului Manuella yang bangkit berdiri, lalu Manuella kembali duduk. Telepon itu dari Damian.


Hola (halo)..


"Si --hola (iya, halo)" jawab Train mengenal suara itu.


Train, mana Mommymu..


"Mommy sedang sarapan bersama Uncle Gallardiev" ujar Train membuat semua saling pandang, Leyka mendengarnya. Setelah mencapai ambang pintu ia kembali berjalan dengan pincang kearah Train.


Ehm, begitu ya..


"Aku makan roti dengan butter dan omlete keju, masakan Uncle Gallardiev sangat enak, Damian. Kau harus mencobanya. Tadi Uncle Gallardiev mengatakan kalau dia itu jatuh cinta pada Mommy! Kau memiliki saingan, Damian" kata Train dengan tertawa. Ia berdiri dengan menyandarkan tubuhnya dimeja menghadap balkon dengan berkacak pinggang seperti orang dewasa, semua menahan tawa kecuali Leyka.


Train apa kau bahagia.. nada Damian terdengar sangat sedih.


"Si (iya) Damian Si-- Aku sangat senang" ujarnya bersemangat.


Baiklah, katakan pada Mommymu bahwa aku tidak bisa menemuinya, karena aku akan langsung terbang ke Madrid. Aku akan mengirim pesan kepadanya nanti, aku tidak jadi mengambil penerbangan di malam hari


"Si (iya), Aku akan mengatakan pada Mommyku. Dia sedang asik berbicara dengan serius. Itu seperti saat kau mabuk bersama Mommy-- sepertinya mereka akan berkenc---


Telepon terputus dan Train tidak menyadari Leyka berdiri dibelakang Train dengan sebuah kabel telepon di tangannya, Leyka mencabut kabel itu agar salurannya terputus.


"Berusahalah Train, Mommy tidak akan putus dengan Damian! Kau sangat nakal! Ikutlah Ayah dan Ibumu. Mommy tidak tahan denganmu" Dan Train hanya tertawa cekikikan dengan menutup mulutnya saat Leyka menyeretnya ke kamar mandi. Sesekali ia melihat kearah meja makan itu, dimana mereka bertiga tertawa melihat ulah Train.


"Aku benar benar jatuh cinta pada anak kalian" kata Valentino membuat Diego dan Manuela saling berpandangan.


"Apa kau ingin tau apa yang terjadi, 2 tahun lalu?" tanya Diego membuat Valentino sangat antusias.


"Apa? Mengapa Train selalu mengatakan 'saat Mommynya mabuk'? Mengapa Train menyalahkan mabuk sehingga Damian menjadi kekasih Leyka?" tanya Valentino penuh selidik.


"Lalu siapkan hatimu bila kau ingin mendengarnya" kata Manuella memandang Diego dan Diego menganggukkan kepalanya. Pertanda bahwa, tidak masalah Valentino mengetahuinya apa yang terjadi.


Ohh Shittt... umpat Valentino.


-


-


-


Gini lho, bab sarapan ini ada 5000 kata jd ga muat dan di jadiin 2 bab krn peraturan baru, perbab itu 3000 kata.. Besok adalah flasback 2 thn lalu semoga bisa 1 bab kl ga yaaa 2 bab.

__ADS_1


Ahh ga sampe 3 jam kan.. Berterima kasihlah ama NT MT krn cepet tumben revisinya.


thank u guyuran kopinya krn kopi bagus buat luluran 🤣🤣


__ADS_2