FORGOTTEN LOVE On The Train

FORGOTTEN LOVE On The Train
PRETORIA : Bukan Hanya Cinta Sesaat


__ADS_3

"Apa kau yakin sudah pulih?" tanya Valentino menggandeng tangan Leyka menuju parkir klinik yang merawat Leyka semalaman.


"Dokter sudah mengizinkanku pulang. Aku hanya demam biasa, Mi Carino (sayangku; spanyol)" Valentino tersenyum mendengar jawaban Leyka. Tapi, senyumnya semakin menjadi dengan menampakkan deretan giginya hingga pipinya berkerut.


Penampilan Leyka membuatnya tersenyum cerah. Leyka menggunakan kaos oblongnya berwarna putih dengan sablon timbul yang bertuliskan warna gold, I LOVE PRETORIA, desain dari Guess yang dibelinya di Capetown sebelum bertemu Leyka di kereta api dan celana trainingnya berwarna biru tua. Dan yang lebih menggelikan Leyka tidak menggunakan b*ra, di tambah Leyka mengenakan underwear dengan model boxer brief milik Valentino.


Boxer brief pertama kali dikenalkan oleh Calvin Klein pada 1992 silam ketika dikenakan oleh rapper Marky Mark. Boxer merupakan ****** ***** yang juga menutup setengah area paha, mirip seperti celana pendek ketat.


****** ***** ini bisa digunakan sehari-hari karena terbuat dari katun atau spandex sehingga nyaman dikenakan untuk seorang atlet sekalipun. Bahkan, teknologi yang diciptakan untuk boxer termasuk inovatif, di antaranya mampu mengatasi bau tak sedap, membuat kulit tetap kering dan terbuat dari material yang menyerap keringat.


Penampilan Leyka tampak kedodoran yang terbungkus jaket kulit miliknya, entah mengapa Valentino menyukainya, ia terlihat gemas dan tak henti hentinya melirik kearah Leyka dengan tersenyum. Sementara si Nona Asing hanya memperlihatkan wajah cemberutnya disela wajah pias itu. Valentinopun membukakan pintu mobil untuk Leyka lalu ia melajukan mobil itu keluar area klinik di Waterkloof, sore itu.


"Val, ke Apartemen Waterkloof, aku ganti baju dulu, cckk!" Valentino hanya tersenyum dan mere*mas paha Leyka yang terbungkus celana training miliknya, dengan gemas. Lalu ia menarik lengan Leyka agar bersandar di lengannya.


"Mau mencari apa disana, aku sudah memindahkan semua barang barangmu ke Castello Di Monte"


"What?! Lalu kenapa kau mengambilkan bajumu dan bukan bajuku?" Leyka kembali menegakkan tubuhnya dan mengerucutkan bibirnya dengan mendengus kesal. Pasalnya memakai boxer brief milik Valentino membuatnya risih.


"Leyka, apa aku harus membobol gembok di kopermu? Kau pikir aku ada waktu? Aku pagi pagi sekali dan aku belum tidur saat memindahkan semua barangmu"


"Lalu?"


"Ya aku mengambil bajuku saja, tubuhmu kotor, bajumu kotor dan basah. Setelah pulang dari rumah sakit, kau tidak mungkin memakai baju semalam. Setelah kamu pakai baju pasien aku membawanya ke hotel sekalian mengambil barang barangmu-- Kau tau? Aku bahkan sempat menyiram bunga mu"


"Benarkah kah?" Leyka kemudian melingkarkan tangannya ke lengan Valentino lalu menyandarkan kepalanya lagi.


"Hmm-ehmm"


"Terima kasih Val" dan Valentino mencium kening Leyka sesaat lalu kembali fokus mengemudikan mobilnya.


...*...


...Magnolia Dell Park...


Bila Perancis memiliki Paris, maka Afrika Selatan memiliki Pretoria. Dianggap sebagai tempat paling romantis di Pretoria, berjalan - jalan menyusuri Magnolia Dell Park adalah waktu terbaik yang bisa di habiskan, saat menjelang sore.


Dengan menikmati rasa romantis yang tidak terlalu istimewa, taman ini terpelihara dengan sangat baik dan Pretoria Love Bridge, yang dibuka baru-baru ini, telah menjadi tempat bagi pasangan dalam hubungan yang serius untuk memperkuatnya.


Kita dapat memasang kunci cinta di jembatan dan melemparkan kunci ke sungai. Seperti kebanyakan jembatan cinta di berbagai belahan dunia, namun di Pretoria mempunyai keunikannya sendiri. Di naungi rimbunnya pohon Magnolia, simbol keabadian Cinta.



Magnolia adalah bunga prasejarah. Fosil yang pernah ditemukan mengungkap bahwa tanaman Magnolia setidaknya telah ada sejak 20 juta tahun yang lalu. Kulit pohon Magnolia officinalis sering digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok untuk meningkatkan kesehatan paru-paru dan terapi rasa cemas.


Memiliki cinta yang amat kuat? Jika iya, maka tidak ada bunga lain selain Magnolia untuk dijadikan sebagai hadiah. Bunga Magnolia dikenal sebagai bunga yang melambangkan cinta yang teramat kuat.


Tidak perduli terpisah jarak ribuan kilometer atau bahkan sudah berbeda alam, bunga magnolia adalah bunga yang digunakan untuk melambangkan cinta yang sangat kuat tersebut.


Termasuk di dalam jenis magnolia adalah bunga cempaka dan kantil. Magnolia sendiri memiliki lebih dari 300 spesies yang berbeda ukuran, bentuk, warna, dan habitat.



Di Amerika Utara, makna bunga magnolia dikaitkan dengan arah selatan. Magnolia adalah pertanda datangnya musim semi dan merupakan bunga resmi negara bagian Mississippi dan Louisiana. Mississippi mempunyai julukan sebagai negeri magnolia, karena daerah tersebut berlimpah bunga magnolia.


Di negeri Cina, bunga magnolia telah dibudidayakan selama ribuan tahun. Bunga Magnolia dipakai bersama dengan simbol - simbol yang lainnya. Arti bunga magnolia menurut budaya Cina adalah simbol dari kemurnian dan bangsawan. Seperti seorang Leyka, sosok dengan kemurnian dan bangsawan dalam darahnya mengalir bak bunga Magnolia.


Di Jepang, Magnolia digunakan sebagai tanaman obat dan hias, yang mempunyai arti alami dan menunjukkan cinta kepada alam. Magnolia berhubungan dengan kekuatan hidup, oleh karena itu sering dipakai dalam menyambut suatu kelahiran.


__ADS_1


Nama bunga magnolia sendiri mempunyai arti dari setiap warna bunga yang ada . Bunga magnolia putih melambangkan kemurnian dan kesempurnaan, warna bunga magnolia merah muda melambangkan suka cita, warna bunga magnolia hijau melambangkan kesehatan dan keberuntungan sedangkan warna ungu melambangkan tercapainya keinginan.


**Makna Bunga magnolia dalam ritual di tanah Jawa yaitu kemantil-kantil yang artinya selalu ingat dimanapun berada atau tetap mempunyai hubungan yang erat walaupun alamnya sudah berbeda.


Di dalam Magnolia Dell Park terdapat cafe dan Valentino membawa Leyka kesana untuk menghabiskan waktunya di Huckleberry's Cafe. Hanya butuh waktu 10 menit dari klinik Waterkloof menuju Cafe itu.






Cafe ini sangat terkenal Afrika Selatan, bahkan pernah di nobatkan menjadi salah satu Cafe dengan makanan terbaiknya. Selain menjadi Cafe romantis termasyur di Pretoria cafe ini dinobatkan menjadi Cafe terindah karena di naungi bunga magnolia, dengan padang rumput hijau yang tertata rapi. Banyak keluarga piknik di tempat ini.


Saat memasuki cafe ini, pengunjung akan disuguhkan dengan jembatan cinta yang iconic di Pretoria. Store dengan menjual gembok dan kuncinya dijual disana, deretan tulisan kata dan nama pasangan tertambat dijembatan itu. Kunci akan dibuang dibawah sungai yang mengalir. Dibelakang jembatan itu, disanalah Cafe Huckleberrry's berada.







"Ya Tuhan, kau mengajakku ketempat ini dengan pakaianku seperti ini? Apa tidak ada celana pendek? Val aku seperti scarecrow (orang orangan sawah)" dengus Leyka saat sampai di cafe itu.


"Cck, ada celana pendekmu" Leykapun langsung menoleh kebelakang dan melihat satu paperbag yang berisi baju kotor. Leyka buru buru mengambilnya dan mengibas ngibaskan celananya yang sedikit berdebu.


Valentino menelan salivanya saat melihat paha mulus itu terbalut underwear model boxer brief miliknya, Leyka mendelik kesal kearah Valentino.


"Bisa bisanya aku memakai celana dalammu, Huuhft" setelah lolos semua, Leyka meletakkan celana itu ke dalam paperbag yang sebelumnya telah ia lipat terlebih dahulu. Saat ingin mengenakan celana pendeknya, tangan Valentino menahannya.


"Ley, apa kau tau? Underwearku itu memiliki lubang ditengah jadi senjata milikku ini bisa keluar begitu saja tanpa membukanya" melihat wajah Valentino mendadak memerah hingga ketelinganya, Leyka mengerutkan alisnya. Leyka bukan gadis polos yang tidak tahu menahu wajah mesum pria Italy itu. Leykapun mencubit hidung Valentino dengan alis yang nyaris bertaut.


"Ini di parkiran''


"Apa.. Ka..u tau.. Ehm, underwear itu bisa dibuka.. Tan..pa mele..pasnya Ley..ka" Valentino mengulangnya dengan lidahnya yang bergetar, nafasnya mulai memburu.


"Val-- dan pria Italy itu melu*mat bibir Leyka begitu saja. Dengan cepat ia menekan tengkuk Leyka. Tangannya mulai menyusup ke dalam kaos Leyka, membelai lembut buah dada Leyka yang tidak menggunakan penutup dada. Leyka meremang dibuatnya.


"Uhmm...Aahhh.. Val, kita diparkiran"


Valentinopun melepas tautannya dan memandangi wajah Leyka yang masih memucat "Bisakah kau menahan laparmu 10 menit saja? Aku merindukanmu, il mio amore (cintaku; Italy)" Leyka mengangguk dan Valentino mengedarkan pandangannya setelah itu ia melajukan mobilnya perlahan menjauh dari area parkir.


Ditepi danau di bawah teduhnya pohon bunga Magnolia yang bermekaran, Valentino memarkirkan mobil sewaan yang ia kendarai disana. Masih di area Magnolia Dell Park yang memiliki lahan yang cukup besar, berbagai jenis bunga Magnolia tumbuh disini, tempat ini juga merupakan habitat berbagai macam burung yang sengaja dikelola disini sebagai daya tarik pengunjung wisatawan.



Dan bunga bunga Magnolia berjatuhan diatas mobil itu, diayun perlahan oleh desauan angin yang meniup ke selatan. Valentino dengan cepat menuntun pinggang Leyka agar duduk di pangkuannya. Ia menarik tuas jok agar sandaran jok itu merebah ke belakang.


Valentino membuka ikat pinggangnya dan menurunkan resletingnya, lalu kembali meraih pinggang Leyka, ia menyusupkan kepalanya kedalam kaos oblong miliknya yang dikenakan Leyka, lalu mengu*lum perlahan puncak dada yang ranum itu, dimana tanda kepemilikannya masih bertebaran di tubuh Leyka.


Kedua jemarinya mengusap kasar dengan menggoreskan kukunya di punggung Leyka, naik turun dan sesekali Valentino mere*masnya, memberi pijatan sensual yang menggairahkan.


"Vaa..aa..aalll" Leyka pun melenguh panjang, Valentino meraup kedua buah dada itu menjadi satu, yang menggantung tepat di wajahnya. Disapunya perlahan dengan lidahnya disertai bulu bulu kumis dan jenggotnya yang membuat Leyka menggelinjang juga meliuk liuk tubuhnya.

__ADS_1


"Menjeritlah Ley, uhhmm.. Aku tidak bisa melihat wajahmu.. Tapi.. Uhhhmm.. Aku bisa membayangkannya dari dalam kaos ini.. Uhhmm Leyka.. Il Mio Amore" bisikan Valentino mendesahan lembut memanaskan mobil itu.


Valentinopun menghi*sap semua bagian dada Leyka hingga ketiak. Leyka hanya pasrah dengan mencondongkan tubuhnya ke wajah Valentino, tangannya mencengkeram rambut Valentino sesekali mere*masmya. Sementara tangan yang lain bertumpu pada jok mobil.


Tangan Valentinopun meraih miliknya yang di duduki Leyka lalu menyibakkan perlahan lipatan tengah boxer brief miliknya, yang dikenakan Leyka. Valentino menegakkan senjata miliknya dan Leyka mengangkat pinggulnya perlahan.


"Aaahh.. Aahh aku siap Ley"


"Vaa..aall.. Aahh.. Vaa..aa..aall" rintihnya saat milik Valentino perlahan lahan melesak ke dalam miliknya.


"Aaargh.. Panas sekali Leyka? Apa kau baik baik saja? Aarrghh Shit!" Valentino pun menggigit kecil buah dada Leyka, menahan rongga irisan buah peach yang menyempit dan kian memanas.


"Oohh Leykaaa.." Valentino melenguh sambil mencengkeram bokong Leyka yang membuat miliknya terbenam seluruhnya.


"Vaaa..aalll" desahan Leyka membuat Valentino meremang ia pun semakin liar melu*mat apa saja yang dihadapannya hingga Leyka menunduk dan Valentino yang tersembunyi di dalam kaosnya, menyergap ceruk leher dan menji*latnya hingga leher wanita spanyol yang menggairahkannya.


Adrenalin yang mencuat tinggi, Leyka memacu milik Valentino dengan cepat, gelenyar yang Valentino ciptakan, rasa geli saat brewok Valentino turut serta menari di tubuhnya, rasa aneh saat lidah Valentino berputar diarea sensitifnya serta rasa nikmat yang tak terlukiskan saat Valentino memainkan buah mungil miliknya dengan jemarinya, membuat Leyka terus mendesah di iringi gugurnya bunga magnolia lambang cinta yang kuat itu.


"Ley.. Oohh.. Aku tidak bisa Ley.. Oohh.. Kenapa panas sekali... Aaahh Il Mio Amore... Menjeritlah Ley" Valentino begitu mendambanya dan terus mendesah memohon. Leyka melihat dari celah kaosnya, seraut wajah yang tengah menghi*sap puncak buah dadanya, Leyka menggigit bibirnya dengan menahan gemuruh di dadanya. Hatinya tak kuasa menolak hasratnya yang kian memuncak.


"Va..aall.. Vaa...aaall" Desah nya.


"Iya, My Love.. Oohh.. Il Mio Amore.. Faster, Baby.. Leykaa... Aarrgghhh! Shit! Ley----


"Valll! Aaaaarrghh! Vaall.... Oooo...ooo..hhh" Leykapun melepas kaosnya dan menangkupkan tangannya di wajah Valentino. "Aku harus melihatmu, Cariño (sayang; Spanyol)!" Leykapun terus memandang wajah Valentino yang ganas, dengan penuh penekanan.


Valentino menahan bokong Leyka mere*masnya sekuat tenaga dan ia memacu cepat milik Leyka, dari bawah lalu ia meledakkan hasratnya. Valentino menarik punggung Leyka dan dipeluknya sangat erat. Sementara denyutan milik Valentino di dalam area intimnya membuat Leyka menegang. Denyutan itu bertaut, menjadi satu.


"Aaaa...aaaa..hhh" desahan panjang Leyka, terdengar pasrah dan menyerah. Jemari tangan Valentino terurai lemah dengan nafas yang tersengal.


Leykapun menjatuhkan tubuhnya tengkurap diatas tubuh Valentino dengan kepala merebah di dada kekar itu dengan memiringkan wajahnya menatap Valentino dengan mata sayu, ia membiarkan nafas Valentino menerpa keningnya serta keringat yang bercampur menjadi satu.


Tangannya menyusup di tulang belikat Valentino dan mencengkeram pundak itu dari belakang, Leyka mengatur nafasnya. Mereka terdiam sesaat mencoba nafas dengan normal, sesekali Valentino menciumi kening Leyka dengan teramat dalam. Dan Leykapun semakin memeluk erat tubuh Valentino.


Leyka membuka sedikit kaca jendela mobil itu. Menatap bunga bunga Magnolia yang berguguran di tepi sungai itu.


"Val, apa kau tau arti bunga itu?"


"Entahlah" jawab Valentino menoleh kearah Leyka lalu mencium keningnya.


Leykapun menyentuh batang hidung Valentino dengan jari telunjuknya lalu jari telunjuk itu dengan manis menuruni puncak hidung Valentino kemudian menuruni kumis tipis dan mengusapnya perlahan bibir pria Valentino itu. Leyka terus mengulangnya naik turun, seakan menyerapnya kedalam ingatannya, mata Leyka pun terpejamkan.


"Pinokio, lambang Magnolia adalah-- sekalipun terpisah jutaan kilometer, cinta itu akan semakin kuat, bahkan bila terpisah di beda alam sekalipun, cinta itu akan tetap kuat tidak ada siapapun yang bisa memutuskannya. Bila suatu hari kau melamar seorang gadis, pakailah bunga Magnolia" Leykapun membuka matanya dan mengangkat kepalanya lalu mencium bibir Valentino. Ada rasa nyeri dalam ulu hati Valentino, saat mendengarnya.


"Ley-- Leykapun kembali mencium bibir Valentino dengan mata terpejam. Leyka tidak memberikan kesempatan pada Valentino untuk menanggapi perkataan Leyka. Namun ia sangat menyerapnya dan menaruh perkataan Leyka dalam hatinya.


Sampai mereka merapikan tubuh mereka dan Valentino kembali melajukan mobilnya kembali ke Cafe itu dan menuju store gembok cinta. Membeli gembok dan menuliskan nama mereka serta membuang kuncinya di sungai.


Tidak pernah melepaskan sedikitpun pandangannya, Valentino terus menatap Leyka dan merengkuhnya setiap saat.


Ley.. Aku akan ke Barcelona.. Lihat saja.. Aku akan buktikan.. Bahwa ini bukan hanya cinta sesaat..


...-...


...-...


...-...


Bersabarlah sedikit lagi.. Liburan mereka akan berakhir Gengs..

__ADS_1


Ehm, pernah ga sih pake underwear suami? 🤣 Pernah ya? ett kirainn aku doang 🤭🤣 pertanyaan ga guna bgt sih, cuma biar klean ga buru2in cerita ini sampe masa kinihh 🤣


__ADS_2