FORGOTTEN LOVE On The Train

FORGOTTEN LOVE On The Train
Mengenalimu Di Dalam Kegelapan


__ADS_3


"Apa kabar Barcelona, lama tidak bertemu!" Pekik Valentino saat di pintu kedatangan Bandara El-Prat Barcelona, Valentino disambut oleh seorang laki laki seumuran Ayahnya dan disambut cuaca cerah, walaupun tiba di malam hari semua tampak terang dan hangat. Laki laki itu tersenyum kepadanya dan memanggil sopir untuk membantu memasukkan koper koper Valentino di mobil.


"Valentino Gallardiev!" Laki laki itu merentangkan tangannya dan Valentino memeluknya.


"Paman Sergio! Bagaimana kabarmu!" setelah saling menepuk punggung, mereka berjalan kearah mobil. Valentino tampak bahagia, rasanya ia ingin melompat lompat melakukan selebrasi seperti pemain sepakbola yang mencetak gol saat tiba di bandara.


"Baik-- Kau tampak kurus! Ayo masuk mobil dan kita makan malam!" seru Sergio bersemangat.


"Hahaha.. Wanita Spanyol yang membuatku kurus!" ujar Valentino tergelak dan tak kalah bersemangat.


Mereka berbincang mengenai Locomative Machine, Perusahaan yang akan Valentino kuasai sesuai wasiat terakhir dari sang Kakek. Karena sejatinya Sergio adalah saudara dari Alfonso, Ayah dari Valentino. Sergiolah yang sebelumnya memegang kendali atas perusahaan Locomotive Machine di Barcelona.


Mobil itu keluar dari tol bandara dan perlahan melalui distrik demi distrik dan itu mendebarkan hati Valentino. Dari jauh Valentino melihat sebuah bangunan yang iconic di kota itu. Jantungnya berdegup kencang. Karena setelah memasuki bangunan itu akan ada hamparan Distrik yang mengepung bangunan itu.



LA SAGRADA FAMILIA


La Sagrada Familia adalah gereja Katolik Roma besar yang belum selesai dibangun di Barcelona, dirancang oleh arsitek Catalan Antoni Gaudi (1852-1926). Karya Gaudi tentang bangunan ini adalah bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO yang ditetapkan pada 1984. Paus Benediktus XVI menguduskan dan menyatakannya sebagai basilika kecil. Berbeda dari katedral, yang harus menjadi tempat kedudukan uskup. La Sagrada Familia juga merupakan basilika tertinggi di Eropa dengan tinggi Menara utama 172,5 meter.


Valentino menatap penuh kekaguman, saat ia melewati seluruh bangunan itu ke arah belakang basilika kecil itu, dada Valentino kembali sesak. Ia membuka kaca jendela mobil dan membiarkan udara malam memenuhi paru parunya. Nafasnya tidak terkendali saat ia memasuki Distrik demi Distrik kota itu. Hanya 10 menit dari La Sagrada Familia, mobil itu melaju dan melewati sebuah Distrik yang ia kenal 8 tahun yang lalu. Sebuah tulisan nama Distrik dengan huruf disusun melengkung, membuat hatinya seakan melompat dari ketinggian DISTRIK MIEL.


Shit! Aku seperti dicekik.. Dadaku sesak sekali, apa disini tidak ada oksigen? Hahhh...


"Paman Sergio, apa tidak ada restauran di dekat sini saja?" tanya Valentino menghembuskan nafas beratnya.


"Ada restauran Perancis di seberang kedai kopi itu, lumayan enak" jawab Sergio dengan menunjuk kearah depan, sebuah kedai di sudut jalan.


Arah depan kedai itu adalah jalan beraspal dengan dua jalur yang ia lewati sekarang ini dan seberangnya adalah Distrik Miel. Dan arah samping kiri kedai itu adalah jalan dengan satu jalur namun berpavling block dan seberangnya adalah restauran Perancis. Dan kedai di sudut jalan itu adalah DOUBLE P.


"Baiklah disana saja" ujar Valentino masih dengan detak jantung yang tidak beraturan.


Bila begini caranya aku bisa benar benar sakit jantung.. Ohh Shit.. Aku butuh Inhaler.. Dadaku sesak sekali.. Kenapa belakangan asmaku kambuh.. Aku pasti diguna guna wanita siluman itu..


Mereka menuruni mobil, namun saat ingin masuk restauran Perancis itu, Valentino melihat apotik tidak jauh dari restauran itu. Ia harus membeli inhaler karena paru parunya tidak bisa diajak bekerja sama.


"Paman masuklah dahulu, aku akan ke apotik"


"Baiklah aku tunggu di dalam" Sergiopun masuk ke dalam dan Valentino berjalan menyusuri trotoar kearah Apotik. Ia mengedarkan pandangannya ke segala penjuru sesekali ia menundukkan wajahnya, perasaannya berkecamuk tidak karuan.


Ia merasa, Leyka seperti berada di sekitarnya. Perasaan ini seperti perasaan di Castelo de Monte, saat Leyka meninggalkan Valentino sendirian. Merindukan, cemas dan rasa ingin mencari.


Sesampainya di Apotik Valentino mengedarkan pandangannya, berderet rak berbaris dengan produk kesehatan juga obat obatan tersusun rapi. Valentino kearah samping dimana ada pelayan tengah menyusun produk kesehatan. Baru ingin membuka mulutnya, pintu dibuka dan sang kasir menyapa seseorang yang masuk dengan menyebutkan sebuah nama. Nama yang sangat ia kenal dan seketika membuat suhu tubuhnya memanas, serta detak jantungnya berpacu tak berirama. Ia seketika bersembunyi dibalik rak rak obat lalu ia duduk.


Duduk menahan lututnya yang gemetar, Valentino mengatur nafasnya dengan berpura pura memilih suplemen tubuh, wajahnya pucat pasi, tangannya gemetar untuk itu ia mencengkeram botol suplemen, Valentino mengambil nafasnya dalam dalam lalu di hembuskan perlahan secara berulang ulang. Paru parunya seakan ingin berlari berkejaran keluar dari dadanya. Untuk itulah ia harus menahannya dengan satu tangannya.


"Leyka, haii-- Kau pasti butuh inhaler" sapa kasir itu.


Ooohh Shit!! LEYKA PAQUITO??!! SHIITTT.. ITU.. ITUU.. DIAAA.. DIAA.. Mengapa dia ada disini!! Ooh Shit, dia tidak boleh melihatku!!.. Fu*ck.. umpat Valentino dalam hatinya, ia seperti tersambar petir!


"Hai, Fabiana-- Iya aku butuh refill inhaler dan satu kotak pengaman" (kon*dom)" ujar Leyka kepada kasir itu membuat Valentino membulatkan matanya, ia mengepalkan tangannya, ada yang menyengat hati dan telinganya. Datang ke Barcelona, Valentino justru mendapatkan sambutan yang sangat mengejutkan.


Shit!! mengapa aku justru tidak berani menemuinya?! Ohh Shit! Kenapa malah seperti ini.. Itu Leyka! Itu Istriku.. Shit, aku akan menyiksanya! Aku akan mencekiknya! Tapi aku tidak bisa bergerak! Ohh Shit! Siluman ini benar benar menggunakan sihir..


Tidak disangka Valentino melihat wujud Leyka, walaupun belum bisa melihat wajahnya, karena ia buru buru bersembunyi tapi ia mendengar suara Leyka yang sangat lembut, suara itu berubah dewasa, tidak ada nada bar bar sama sekali. Iya! Dia adalah Leyka Paquito Fernandez, gadis asing 8 tahun yang lalu, yang tidak sengaja ia nikahi, yang mengambil 8 tahun kehidupannya dalam kehancuran.


Shit! Dia menggunakan pengaman? Shit.. Fu*ck.. Bisa bisanya dia bercinta dengan laki laki lain! Shit.. Lihat saja, aku akan membuatmu terkejut.. Kau berselingkuh! Selama ini kau berselingkuh, tanpa kau sadari, Siluman Betina...


"Wah sepertinya kau akan berkencan-- Kekasihmu yang tampan itu, adalah idaman semua gadis gadis di semua Distrik! Kapan kau akan meninggalkannya" kelakar kasir itu sambil memberikan pesanan Leyka dan kelakarnya itu membuat Leyka tertawa.


Tertawalah, siluman! Shitt! Karena nanti aku akan membungkam mulutmu dengan "jagung bakar Afrika Selatan' yang pernah kau gilai.. Aargghh! Kenapa aku justru tidak berani menemuinya?! Aargh, kakiku tidak bisa bergerak...


Sementara Valentino bangkit berdiri namun sedikit membungkukkan badannya, ia mere*mas sebuah botol vitamin yang ada di depannya. Ia mencari celah untuk melihat Leyka disela sela botol botol produk yang berjajar rapi, hanya rambut dan bulu mata lentiknya yang terjangkau oleh penglihatannya.


Bau parfum ini.. Baunya menyengat sekali.. Armany Aqua di Gio.. Aku mengenalnya.. Tapi tidak ada siapapun disini.. Ahh tidak.. Semua bisa saja memiliki, parfum Armany.. batin Leyka sambil tertawa pada Fabiana dan mengedarkan pandangannya.


"Hahaha-- Kau senang sekali bergosip Fabiana. Manuella yang memerlukan pengaman bukan aku-- dan katakan pada semua gadis gadis di semua Distrik, aku tidak akan meninggalkan kekasih tampanku" ujar Leyka masih tertawa sambil mengulurkan uang ke arah kasir itu.


Hahaha.. Dan aku akan membuatmu meninggalkannya, wanita siluman.. Kau akan bertekuk lutut padaku, setelah itu aku akan membuangmu seperti sampah, seperti yang kau lakukan padaku 8 tahun yang lalu.. Tidak ada yang lebih tampan dariku.. Shit.. Seperti apa kehidupanmu..


"Sayang sekali, yaa-- bila kau meninggalkannya maka kau harus memberitahuku terlebih dulu" kata si kasir Fabiana dengan gurauannya seraya tertawa.


"Hahaha baiklah" ujar Leyka dengan tertawa renyah. Itu membuat hati Valentino berdebar hangat, ia ingat tawa itu pernah berada di Pretoria.


Tawa itu pernah bersamanya. Antara rindu, benci, dan bernostalgia berkolaborasi yang menyesakkan dadanya. Antara sedih, bahagia dan dendam seperti berada di ujung jurang yang siap menerkam menghempaskannya ke dalam kapan saja.


"Piala champion memasuki semi final. Kau pasti mendukung negara kekasihmu Jerman. Saat Buyer Munchen bertemu club Italy, Juventus. Pemenangnya akan berhadapan dengan Barca, Messi kita" kata Fabiana si kasir, yang suka bergosip. Namun di Spanyol, obrolan sepakbola seperti obrolan sehari hari yang tidak mengenal usia ataupun jenis kelamin. Mereka sangat bangga dengan club sepakbolanya yang begitu mendunia.


Kekasihnya? Orang Jerman? Bukankah Diego orang Spanyol? Atau Diego orang Jerman? Shit! Atau laki laki lain selain Diego? Shit! Kau membuatku penasaran Leyka.. Aku harus menyelidikimu..

__ADS_1


"Dibanding club Buyer Munchen, aku mendukung Juventus. Tapi Barca bila melawan Juventus, sudah pasti aku mendukung Barca. Saat berhadapan dengan Barca, Juventus akan babak belur! Barca akan menggulung Juventus seperti yang sudah sudah" ujar Leyka si penggemar fanatik Club sepakbola Barcelona.


Dan aku akan menggulungmu hingga babak belur saat Juventus kalah! Kau akan memohon kepadaku untuk membuatku berhenti!! Arrgh, kenapa aku kesal sekali!! Shit.. Penyiksaanmu akan di mulai, dasar istri nakal.. Tunggu, dia belum tahu kalau sudah menikah kan..


"Bila di final nanti Buyer Munchen bertemu Juventus, aku akan mendukung Buyer Munchen" ujar Fabiana.


"Hahaha... Aku akan mendukung Juventus. Walaupun Jerman terlihat tangguh, tapi skill Juventus tidak jauh beda dengan Barca. Tapi percayalah, Barca tidak ada tandinganya" komentar Leyka membuat Valentino mendengus saat menyebut Club sepakbola dari negaranya.


Terserah! Tapi aku tidak ada tandingannya! Selingkuhanmu akan aku tendang dari hidupmu..


"Ya, Barca tidak ada tandingannya. Bersiaplah minum suplemen, karena kau akan lelah saat perayaan kemenangan Barca nanti, semua orang akan turun ke jalan dan memenuhi bar termasuk Double P. Kau bisa tidur disana lagi" saat kasir itu menyebut Double P, Valentino menoleh ke arah kedai itu.


Kau bekerja disana juga? Wahh, apakah hidupmu sangat keras Leyka? Wanita bodoh! Kau meninggalkan Red Velvet dan memilih Roti tanpa butter? Hidupmu menyedihkan, tidak lebih baik dariku.. Tidak lebih bahagia dariku.. Lihatlah kau bekerja keras karena pilihanmu.. Batinnya dengan mendengus, ia terus mendengarkan percakapan itu.


"Kau benar-- Ah, sudah ya aku pamit Fabiana. Gracias (terima kasih)" kata Leyka setelah kasir itu mengulurkan struk belanja beserta kembaliannya.


"De nnada (sama sama)" jawab kasir itu. Leykapun berlalu pergi, saat mencapai pintu ia mengedarkan pandangannya dan mencium dalam aroma parfum laki laki yang menyengat.


Sepertinya ada pelanggan yang meninggalkan apotik, dengan parfum ini.. Ini seperti.. Aahh.. Parfum pe*cundang itu.. batin Leyka dan bergegas pergi.


Dan Valentino kembali luruh ke lantai memegangi dadanya. Perasaannya lega namun dadanya sangat sesak. Karena kuatnya ia mencengkeram botol suplemen, ia membuat penyok botol plastik itu.


"Tuan! Apa kau baik baik saja?!" kata pegawai yang menata produk.


"Inhaler, aku butuh inhaler!" dan pegawai itu berlarian ke arah kasir mengambil inhaler yang masih tersegel dan memberikan inhaler pada Valentino. Setelah menghirupnya dan bernafas dengan baik, Valentino bangkit berdiri.


"Haahh terima kasih-- Haahh, Shit!-- Berikan aku obat asma yang di jual bebas tanpa resep dokter, dan aku minta refill (isi ulang) inhaler. Sepertinya aku butuh banyak inhaler" ujar Valentino membuat kasir itu tersenyum tipis. Ia kemudian memberikan apa yang Valentino butuhkan dan menyerahkannya.


"Ada lagi yang kau butuhkan Tuan?" tanya kasir


"Tuan, kau merusak botol ini. Kau harus membayarnya" ujar pegawai yang menolongnya.


"Tidak masalah kalau perlu aku membeli apotik kecil ini-- kedua pegawai itu mendengus mendengar kesombongan pelanggan baru itu --Ehm, Apa kau mengenal Leyka? Bukankah dia Guru? Apakah dia bekerja di Double P? Kekasihnya orang Jerman itu siapa? Bukankah Diego orang Spanyol?" pertanyaan Valentino membuat pegawai apotik itu saling pandang dan mengerutkan alisnya. Dan wajah mereka berubah sinis.


"Apa kau paparazi? Percayalah Tuan, kalau kau bertanya tentang Leyka bahkan keluarga Fernandez, seluruh lingkungan Distrik ini tidak ada yang mau menjawabnya. Kau sepertinya orang asing. Cepatlah pergi atau aku panggil polisi" kata kasir itu membuat Valentino terhenyak, ia tidak menyangka Leyka begitu berpengaruh di lingkungan ini. Semua mulut mereka terkunci bila bertanya tentang Leyka.


"Aku kawannya" kata Valentino, sambil menyerahkan uang dan kasir itu menerimanya.


"Kalau kawannya kau harusnya tahu. Banyak paparazi yang mengaku kawannya" kata kasir itu kembali sinis sambil menyerahkan struk dan kembaliannya, namun Valentino tidak menerimanya.


"Baiklah aku mengaku-- Aku paparazi dan ambil kembaliannya" kata Valentino sambil berlalu pergi.


Namun saat hampir mencapai pintu, matanya tertuju pada sebuah selembar iklan yang di tempelkan di papan pengumuman di dinding. Sebuah papan dengan penuh iklan produk dan ada selembar iklan mengenai jual beli di Apartemen Casa de Miel, terselip diantaranya. Valentino menyambar selembar iklan itu dan berlalu pergi.


Cara berjalanmu, dan bahkan bayanganmu dari kegelapan.. Aku masih mengenalimu, Leyka.. Aku mengenalimu bahkan di dalam kegelapan sekalipun.. Tunggu... Siapa yang asma.. Apa kau juga asma? Apa kita sangat sehati Ley? Kau asma dan akupun juga.. Lihat.. Jiwa kita terikat atau memang kita dikutuk..


-


-


-


Leyka berjalan menyusuri trotoar dan memasuki taman dengan cahaya keremangan. Jalanan berpavling block itu di bingkai pepohonan dan juga tanaman hias. Air mancur tak terlihat di tengah, taman. Pengelola Gedung Apartemen mematikannya bila malam hari. Sesekali Leyka menghentikan langkahnya dan mengedarkan pandangannya.


"Seperti ada yang mengikutiku, dan parfum ini sangat kuat aromanya, tapi tidak ada siapapun-- apa ada arwah yang mengikutiku? Val, apa kau meninggal? Kenapa bau parfummu ini sangat menusuk?" Leyka mengedarkan pandangannya dan suasana di Distriknya telah gelap dan sepi.


Shit! Aku dikira sudah mati? Kau mengira aku arwah? Ohh Shit! Mengapa Istriku ini sangat menyebalkan! Shit! Istriku? Ah manis sekali aku menyebutnya Istri.. Ohh Fu*ck! Apa yang aku pikirkan! Tidak tidak.. Aku tidak akan membiarkan diriku jatuh lagi seperti dulu.. Sekalipun kau sangat mempesona.. Ohh tidak! Bodoh! Aku baru saja memujinya! Dia jelek! Dia tidak menarik! Dia tidak sexy! Dia itu pokoknya wanita siluman yang menyedihkan.. Eh, kau mengingat namaku? Yesss.. Kau masih mengingatku.. Baiklah, aku yang akan membuat dirimu percaya bahwa aku yang melupakanmu, Leyka..


Valentino terus merutuki dirinya, ia terus mengikuti Leyka dari kejauhan. Valentino meninggalkan Sergio, sebelumnya ia berpamitan dan meminta sang sopir mengantar semua kopernya ke Hotel Marriot dimana Valentino menginap.


Keluarga Locomotive Machine mendiami sebuah Mansion di Barcelona, seharusnya Valentino disana seperti keluarga Sergio tapi Valentino memilih di Hotel karena Valentino masih bekerja di perusahaan konstruksi. Perusahaan itu menyewa apartemen untuk perwakilannya, tapi Valentino mempunyai rencana tersembunyi. Ia ingin mengawasi Leyka dari dekat.


"Atau Valak itu benar benar ada?" Leyka mengusap leher belakangnya dan mempercepat langkahnya.


Apa!! Val.. Val yang kau maksud adalah Valak?! Fu*ck! Aku kira kau mengingatku, wanita siluman!! Shit!! Mengapa kau masih saja menyebalkanm!! Arrgh! Menyebalkan..


Leykapun menghilang dari pandangannya, lenyap di telan pintu lobi Apartemen Casa de Miel. Valentino menengadahkan kepalanya menatap apartemen itu dan menghitung dari lantai 1 hingga lantai 7.


Itu dia.. Itu Apartemennya.. Ooh Shit! Balkon itu penuh bunga mawar? Dulu tidak seperti ini.. Leyka, kau menanamnya? Sshhh.. Ohh Shit Leyka.. Mawar itu.. Ludwig's Roses.. Kau bahkan menciptakan tamanmu sendiri..


Dibawah kegelapan di rimbunnya pepohonan, Valentino merasakan keharuan hingga matanya terasa pedih. Tidak lama ia mendengar tawa riuh di balkon Leyka, beberapa orang berada disana.


Sepertinya kau sudah tiba.. Apakah itu Manuella yang menitip pengaman? Siapa dua laki laki itu.. Apakah Diego? Ohh Shit, aku lupa wajah Diego, semua gelap tak terlihat..


"Hei!! Apa yang kau lihat!! Apa kau pencuri?! Apa kau paparazi!" Valentino terkejut bukan kepalang saat melihat seorang petugas keamanan Distrik itu membentaknya. Valentino memegangi dadanya ia menyandarkan tubuhnya di pohon yang menaunginya lalu menghirup inhalernya.


"Apa kau baik baik saja Tuan?! Apa kau perlu Dokter? Apa perlu aku panggilkan ambulance?" baru mau menjawab Valentino di berondong pertanyaan ia kembali menghirup inhaler dalam dalam.


"Aku tersesat, aku mencari ini" kata Valentino dengan merogoh saku mantelnya dan memberikan selembar kertas selebaran iklan kepada petugas itu. Dengan senternya petugas itu membacanya.


"Ohh ini di belakang posisinya, bukan di depan. Ini Casa de Miel 1, yang kau cari Casa de Miel 8. Dibelakang banyak disewakan dan dijual" kata petugas itu mematikan senternya dan memberikan selebaran itu kembali.

__ADS_1


"Apa disini tidak ada yang kosong?" tanya Valentino dengan menghirup inhaler.


"Ada di bawah lantai 1 tapi itu incaran Dolores. Tidak ada yang boleh membeli atau menyewanya. Hati hati dengan keluarga Fernandez, mereka Mafia!" ujar petugas itu sengaja menakuti Valentino seperti yang biasa ia lakukan pada penyewa yang akan menyewa ruangan di lantai 1. Valentino, menahan senyumnya, ia bahkan mengenal salah satu keluarga Fernandez dan itu adalah Leyka.


"Selain di lantai 1?" tanya Valentino.


"Oh iya, Dolores menjual apartemennya yang sedang ia tempati di lantai 7, nah itu-- petugas itu menunjukkan tangannya kearah balkon Leyka --Itu disebelah balkon bunga milik keponakannya, Leyka Paquito, sebelahnya itu milik Dolores. Tapi dia menjual dengan harga mahal, seharga lantai 1. Ia sudah tua dan ingin pindah ke lantai 1, ia menunggu siapapun yang bisa membeli Apartemennya di lantai 7" kata petugas itu membuat mata Valentino berbinar di keremangan cahaya. Ia mengulas senyuman penuh kelicikan.


"Ini bagus! Ini kebetulan!"


"Maksudnya?" Petugas itu memandangi Valentino yang masih menatap balkon itu tanpa berkedip, ia bingung melihat Valentino terlihat tertarik dengan apartemen Dolores.


"Sepertinya Dewi Fortuna dan Dewa Kesuburan sedang berpihak padaku" desis Valentino membuat petugas itu semakin bingung.


"Maksudnya?"


"Aku akan membelinya!" Valentino menepuk nepuk pundak petugas itu dan beranjak pergi dengan tawa terbahak.


Leyka, ini sangat seru.. Kau akan mati berdiri bila kau tau, aku adalah tetanggamu..


"Hei tapi itu sangat mahal! Hei! Apa pekerjaanmu! Heii! Hanya orang kaya yang mampu membeli Apartemen Dolores! Hei bodoh! Itu seharga lantai 1! Aku sudah memperingatkanmu!!" Petugas itu mengikuti langkah panjang Valentino yang menuju Gerbang utama Distrik Miel, ia terus berkicau.


Sementara Valentino terus berlalu dengan tawanya, lalu menghilang di persimpangan jalan. Tawanya masih terdengar sayup sayup. Valentino merasa dadanya kian lega, asmanya perlahan menyingkir perlahan. Hanya untuk saat itu!


-


-


-


(BEHIND THE SCENE - Sebelum Leyka Datang)


Di Balkon


"Damian apa aku boleh bertanya padamu? Tapi jangan marah" tanya Train membuat Damian, Manuella dan juga Diego saling berpandangan.


"Apa" ujar Damian mengacak rambut Train lalu Train naik kepangkuan dan duduk menghadap kearah Damian. Dan Damian yang menggenggam sebotol bir, akhirnya ia letakkan di meja. Manuella dan Diego meneguk birnya hampir bersamaan lalu meletakkan di meja.


"Ini hanya pertanyaan iseng" imbuh Train.


"Baiklah" Damian menyimak serius dengan tersenyum.


"Kalau Daddyku datang, apa yang akan kau lakukan? Tapi kau tau ini tidak mungkin" Train memainkan ujung kerah Damian sambil menguap.


"Mungkin kita bisa main sepakbola bersama" ujar Diego dengan menggedikkan bahunya.


"Iya benar, kita bisa melihat pertandingan bola dan minum bir bersama di bar sampai mabuk dan menggoda Mariquita (sebutan banci di Spanyol)" semua terbahak kecuali Train.


"Damian, aku serius" kata Train justru merebahkan kepalanya di dada Damian, masih memainkan ujung kerah Damian dengan menguap.


"Entahlah, kita tidak tahu seperti apa Daddymu, bila niatnya baik kita sambut dengan baik. Bila tidak, maka aku akan melindungimu dan Mommymu" ujar Damian mengusap kepala Train sambil melihat kearah Manuella yang memberi kode bahwa Train tertidur.


"Pikiran anak ini membuatku sedih kadang kadang. Aku tidak bisa melupakan bagaimana Leyka melahirkan dan itu membuatku merasa bersalah" kata Manuella mendekati Damian dan mengusap punggung Train. Anak itu diambang tidurnya saat tangannya terkulai jatuh dari kerah Damian ia membuka matanya lalu kembali memainkan ujung kerah baju Damian.


"Itu sudah lama berlalu" kata Diego.


"Uhhmm-- Damian, mau kah kau berjanji padaku?" tanya Train dengan memejamkan matanya dan memilin milin ujung kerah Damian.


"Apa Carino (sayang)?" Manuella yang bertanya.


"Uhm, mau kah kau berjanji padaku.. Hoaamms.. Tinggalkan Mommy saat Daddyku.. Hoaamms.. Datang.. Uhm aku ngantuk.. Mommy lama sekali.. Berjanjilah Damian" dan tangan Train terkulai, ia terlelap. Damian terdiam, Manuella memijat pelipisnya dan Diego menepuk nepuk pundak Damian lalu meneguk birnya.


Aku berjanji Train.. Tapi jika Mommymu tidak melepaskanku, maka aku tidak akan pernah beranjak pergi dari kehidupanmu.. Damianpun memeluk kemudian mencium puncak kepala Train yang terlelap di dekapannya.


-


-


-


Kalian tuh jangan berekspektasi terlalu tinggi, Valentino yg cemen ktm Leyka 🤣


Boleh dong di ceritain kebiasaan anak kalian yg udah punya anaknya. Kalau anakku mainin tali di guling kl mau bobo, sampe ya kl pagi itu sarung guling kemana.. gulingnya kamana.. yang satunya megangin sikut keriput. Kalau aku megangin buluh baru bs pules 🤣🤭 mksdnya bulu jenggot ihh 🤣


Vote, kopi, bunga atau lope sekebon, boleh dong buat Train *Malak imut seimut Train 🤣🤭


yang bilang 1 babnya dikit Denda kopi 10 cangkir 🤣 ini tuh 3200 kata ga termasuk ngocehku lohh 😭😭


Mulai sekarang, komentar yang lucu dan menarik akan aku screenshoot dan akan masuk ke IG @authorgendeng yaa 🤣


-

__ADS_1


-


-


__ADS_2