FORGOTTEN LOVE On The Train

FORGOTTEN LOVE On The Train
Ini Akan Menyakiti


__ADS_3

"No Baby Baby! Leyka! Namanya Leyka Paquito!" pekik Train semakin menambah ketegangan siang itu. Leyka menatap sengit kearah Train, Valentino menatap senang kearah Train. Sementara Damian menatap kearah Valentino dengan penuh selidik.


"Mira mira mira (lihat lihat lihat)-- Dia yang menolong Mommy. Uncle ini yang tinggal di Apartemen bekasnya Abuela, Damian!-- Ahh sekarang, kau bukan yang paling tampan lagi! Mira (lihat), Mommyku menggigit lehernya!" Train semakin bersorak dan tertawa kegelian sendirian.


Dan semua diam terpaku saling memandang saling mengatur debaran. Semua salah tingkah, semua memerah wajahnya. Namun siapa yang memanas hatinya. Tentu saja Damian dan juga Valentino.


"Train itu tidak benar!" tukas Leyka sambil meneguk wine untuk menutup kegugupannya dihadapan Damian.


"Mommy membohongiku, mengatakan padaku yang menolongmu saat mabuk adalah pria tua, jelek, bau dan lembek. Ternyata, Uncle Gallardiev sangat tampan dan keras-- dia juga wangi" ujar Train membuat Manuella terbahak.


"Keras?" tanya Manuella.


"Mira Mira Mira (lihat lihat lihat)-- Train menarik lengan Valentino dan menusuk nusuknya --Ini sangat keras Ibu! Mommy berbohong!" Manuella terbahak bersama Diego dan Valentino menahan tawanya, sementara Leyka mendelik kearah Train dengan wajah memerah. Damian teriris melihatnya.


"Apa kau ingin frente a la pared (hukuman menghadap ke dinding), Train? Itu tidak sopan! No me gusta (aku tidak suka) !" sentak Leyka membuat Train terdiam, melihat Leyka menggunakan bahasa Spanyolnya Train menjadi ciut, Valentino kembali terkesima.


"Uncle, Lo siento (maafkan aku)" ujar Train sambil menggosok hidungnya.


"Tidak masalah, Boy. Kau mengatakan yang sebenarnya, aku keras, tampan dan wangi" ujar Valentino mengacak rambut Train dan mata anak itu bersinar terang, ia sangat ceria tidak seperti biasanya.


"Yeeeyyy! Kau memang keren Uncle!-- Jadi lehermu sungguh di gigit Mommy? Apa kau mau memaafkannya juga?" perkataan Train membuat suasana kembali mencekam.


"Ehmm-- Leherku di gigit, Wanita Siluman Boy" ujar Valentino melakukan hal yang sama seperti Leyka meneguk wine untuk mengatasi kegugupannya.


"Wanita Siluman? Kalau kata Simon, Wanita Siluman itu sejenis Mariquita (kumbang kecil/waria)" kata Train hampir membuat Valentino meledakkan tawanya. Leyka membuat gerakan yang tidak mencurigakan, ia menginjak kaki Valentino sekuat tenaga. Ia kembali fokus pada apa yang dilihat yang sedang menatap curiga kepadanya.


Jadi ini orangnya? Damian Vreygano? Apa dia sejenis Oregano yang kering dan di taburkan? Shitt! Dia kekasih Istriku.. Baiklah, kau akan meninggalkan Istriku.. Tidak baik berselingkuh dengan wanita yang bersuami dan mengganggu rumah tanggaku.. Pertama aku akan mengusiknya.. Valentino.


Aku harus bagaimana.. Ini membuatku bingung, kalau aku mendekati Damian dan menunjukkan kerinduanku.. Train akan marah.. Bila aku diam.. Damian akan marah.. Lalu Raja setan ini akan bertepuk tangan.. Leyka.


Bagus.. Semua diam.. Orang orang dewasa ini diam.. Biar aku saja yang bicara.. Train.


Siapa laki laki ini, mengapa duduk begitu dekat dan leher itu! Fu*ck! Benar benar ada tanda merah! Tidak mungkin! Ley, apa kau mengkhianatiku? Mengapa kau tidak menyambutku seperti biasanya Ley? Mengapa kau diam saja? Siapa laki laki ini.. Damian.


"Damian apa kau sudah makan? Duduklah aku akan mengambilkan makan" Manuella bangkit berdiri dan menggeser kursinya, lalu mengangkat piring serta gelas kotor.


"Tidak usah Manuella, aku hanya mampir sebentar" ujar Damian dengan wajah datarnya.


"Baiklah, duduklah aku akan mengambilkan mu minum" kata Manuella lagi, sambil menuju dapur dan Leyka juga bangkit berdiri mengangkat gelas dan piringnya serta milik Valentino.


"Damian, kenalkan ini tetangga baru kita, Senor Gallardiev" ujar Leyka dengan canggung.


Lalu apa yang dilakukan Train? Train kembali duduk, ia meletakkan semua tangannya di meja makan, ia menatap Valentino dengan memiringkan kepalanya dan menyangga kepala itu dengan satu telapak tangannya. Jemarinya yang lain mengetuk ngetuk meja secara bersamaan.


"Damian Vreygano"


"Valentino Gallardiev"


Mereka saling mengulurkan tangan dan berjabat tangan di hadapan Train yang tersenyum dengan menyangga kepalanya, sebuah senyum yang orang dewasa susah mengartikannya.


"Lihat Putra kita, aku mengenali wajah licik itu. Aku seperti melihatmu saat bersikap bar bar" bisik Manuella dari wastafel dapur, ia meletakkan piring piring disana dan Leyka mencucinya.


"Shit! Setan cilik itu benar benar membuatku sakit kepala, bisa bisanya dia mempermalukan aku di depan kalian semua, dia ingin sekali membuatku dan Damian putus" bisik Leyka dengan menggerutu.


"Jadi kau benar yang menggigit lehernya? Ohh Shit! Kau ingin mengulang kejadian di Pretoria?! Apa kau sudah gila!" Manuella berbisik penuh penekanan, Leyka memang belum sempat bercerita kepada sahabatnya apa yang terjadi dan seberapa besar Leyka menyesalinya.


"Menurutmu?!" Leyka balas berbisik dengan sengit.


"Oohh Tuhan Leyka!" Manuella menepuk dahinya dan menghela nafas dalam kemudian mendengus, Manuella masih ingat kemarin Leyka menangis dan karena alkohol Leyka bisa melakukan tindakan bodoh.


"Diamlah!" ujar Leyka sambil menghidupkan air kran dan Manuella menjauh mengambil cawan kaca untuk wine yang akan diberikan kepada Damian.


"Senang berkenalan denganmu, Tuan Gallardiev. Sepertinya kau tidak kebetulan membeli Apartemen Tia Dolores. Membeli Apartemen lantai 7 seharga lantai 1 sepertinya ini sangat aneh" kata Damian membuat Train mengerutkan alisnya kearah Damian.


"Entahlah aku hanya menempatinya saja, Pamanku yang membelinya" jawab Valentino dengan santai, ia meneguk winenya perlahan, Train melihatnya dengan tersenyum. Diego mengamati putra baptisnya itu sambil menghabiskan sisa makanannya.


"Jadi Senor Sergio itu Pamanmu, Uncle?" tanya Train masih menyangga kepalanya, Valentino tersadar bahwa Train mengamatinya sedari tadi, ia pun mulai waspada. Hatinya berdebar saat Train memperhatikannya.


"Benar, Boy!" jawab Valentino mengacak rambut Train, Damian tidak senang melihatnya.


"Apa pekerjaanmu baik baik saja?" tanya Manuella menghampiri Damian dengan memberikan gelas wine kearah Damian lalu Manuella menuangkannya.


"Aku hanya mampir, aku merindukan kekasihku" Damian mengangkat gelas wine kearah Leyka yang berjalan kearahnya dengan tersenyum canggung. Ia selesai mencuci piring dan menghampiri Damian.


"Kau hanya mampir?" Leyka menautkan tangannya ke lengan Damian dan mencium lengan itu. Damian meneguk winenya dengan tersenyum dan mengecup kening Leyka setelah itu.

__ADS_1


"Si (iya), aku mampir untuk melihatmu, kau tidak membalas satu pesanpun dan itu membuatku khawatir, perasaanku tidak enak. Ternyata kekasihku mabuk semalam-- Para model di Fashion Week akan melakukan pemotretan di stadion Camp Nou bersama designernya besok pagi dan besok malam aku sudah kembali ke Madrid lagi, karena itulah aku bebas hari ini sampai malam. Aku dari bandara langsung menuju kesini. Kita bisa berkencan nanti malam" ujar Damian sambil merangkul Leyka dan tautan tangan Leyka di lengannya terurai.


Valentino tidak mau melihatnya, namun ia terus menggoyangkan gelas wine itu dan meneguknya lagi dan lagi. Train mengamati Valentino dan mengamati Damian yang sedang mencium Leyka, Train cemburu seperti itu jugalah Valentino.


Train menuruni kursinya dengan melompat dan memeluk kaki Leyka.


"Mommy gendong! Mommy pangku!"


"Hmmpht, Carino" Leyka tahu ulah Train, ia pun duduk dan Damian meletakkan tas ranselnya lalu menarik sebuah kursi kemudian ikut duduk disebelah Leyka yang memangku Train dengan posisi Train menghadap ke arah Leyka. Train menyandarkan kepalanya di dada Leyka sambil memainkan rambut Leyka, ia lalu menggulungnya di jari telunjuknya dan membuatnya kusut.


"Aku tidak ingin kemanapun, Baby--


"No Baby! Uhhs!" potong Train dengan cepat. Valentino tertawa kecil. Ia senang melihatnya.


"Si si (iya), Damian" dan Damian justru tertawa dan mencium kening Train yang kembali memainkan rambut Leyka.


Valentino terkesima dengan ulah Train, anak itu mengingatkan dirinya di Pretoria, ia sering memainkan rambut Leyka. Dan mengingatkan dirinya pada sosok yang selalu menjadi perlarian dan menjadi tempatnya berlindung, Elara Miuccia.


Tentu saja, dia putra baptismu. Kau menyayanginya melebihi Ibunya. Seperti diriku, yang menyayangi Putri Baptisku, melebihi orangtuanya. Miu, aku merindukanmu.. Aku sering memainkan rambut Miu seperti itu.. Apa kau juga sama, Ley? Kau berlindung dan melarikan dirimu pada bocah itu.. Train, nama itu-- Ya, karena Ayahmu seorang masinis kereta. Persahabatan kalian pasti sangat dekat, hingga Leyka boleh menamai anak itu Train.. Ya, sama seperti ku, aku bahkan menamai Putri musuhku Elara Miuccia.. Valentino kembali mengosongkan cawannya dan Manuella menuangkannya.


"Kau dengar kan Mommy, Damian selalu menanyakanmu, selalu merindukanmu. Dia hanya ingin melihatmu" Train membuat wajah Damian memerah, semua mata melihat Train khususnya Valentino yang semakin tertarik dengan Train.


"Hei, Carino. Karena melihat Mommymu sama saja melihatmu. Merindukan Mommymu sama saja merindukan dirimu. Kau dan Mommymu satu paket yang tidak bisa dipisahkan" ujar Damian membuat Valentino tersenyum tipis, ia kembali meneguk wine, suasana hatinya berubah menjadi sangat buruk. Ia harus pandai pandai mengendalikan dirinya.


"Kau pandai membuat alasan Damian" ujar Train.


"Tuan Vrey--


"Panggil nama saja, dan panggil nama depanku saja" Damian memotong perkataan Valentino.


"Iya benar, panggil nama saja agar lebih akrab" imbuh Diego, menyesap winenya.


"Damian, sebaiknya kau lebih memperhatikan Train daripada Mommynya. Jadikan dia nomor satu. Kau terlihat hanya mencintai Mommynya saja" ujar Valentino memprovokasi, Leyka terlihat kesal dari cara menatap Valentino, dan Train menegakkan kepalanya karena merasa di bela.


"Akan aku ingat nasehatmu, Gallardiev" ujar Damian sambil membelai rambut Leyka. Valentino terbakar melihatnya.


"Dan kau Diego, apa pekerjaanmu?" tanya Valentino mengalihkan pembicaraannya.


"Aku menangani event event besar di perusahaan yang memakai jasaku" jawabnya singkat.


"Tentu saja ada-- aku dan Damian sering bekerja sama, ia seorang fotografer" kata Diego sambil mengambil sebuah kartu nama di dompetnya lalu menyerahkannya pada Valentino.


"Iya aku tahu, Damian sering mengikuti pameran fotografer. Siapa yang tidak tau namanya. Aku akan memakai jasanya untuk merayakan pesta pernikahanku nanti" ujar Valentino sambil menatap mata Leyka. Namun Leyka seperti tersengat, ulu hatinya seakan terbakar mendengar pengakuan itu.


Menikah? Kau sudah menikah? Shitt!! Lalu apa yang kau lakukan denganku semalam! Kau laki laki breng*sek!! Kau mengatakan aku milikmu? Sementara kau sudah menikah! Shitt!! umpat Leyka mendadak kesal.


Laki laki ini tahu aku? Kami tidak pernah bertemu tapi namanya itu.. Sepertinya tidak asing.. Siapa dia.. dan Damian mencoba mengingatnya.


"Jadi kau sudah menikah Uncle?" tanya Train melepas gulungan rambut Leyka yang telah kusut sebagian karena ulah Putranya. Ia membalikkan tubuhnya dan menatap Valentino dengan terbersit rasa kecewa.


"Tentu saja sudah, tapi aku belum merayakanya" kata Valentino bangkit berdiri setelah meneguk winenya.


"Lalu dimana Istrimu, Uncle?" tanya Train lagi dengan nada kecewa.


"Sedang berpetualang dan aku akan menjemputnya pulang, setelah itu aku akan merayakannya di distrik ini" ujar Valentino tersenyum dengan tatapan tajam kearah Leyka yang telah menampakkan api kecemburuannya.


Siapa Istrimu, Val? Apakah Rebecca? Akhirnya kau menikahinya? Ya tentu saja kau menikahinya. Dia Ibu dari Elara Miuccia, sudah pasti kau menikahinya.. Shit!! Mengapa hatiku sangat sakit.. Mengapa aku ingin menangis.. Tidak aku punya Damian.. Aku kekasih Damian, aku telah lama bersamanya.. Dia segalanya, dia pengobat lukaku dan tempat aku bersandar.. Damian telah mengorbankan hidupnya untuk bersamaku.. Tidak penting aku tidak mencintainya yang penting Damian sangat mencintaiku dan Train.. Aku hanya menunggu Train menerimanya dan aku juga akan menikah dengan Damian..


"Baiklah-- terima kasih atas makan siangnya. Oh Iya-- Apa aku bisa meminta nomor ponselmu, Miss Leyka? Karena kita akan membahas berapa lantai kau akan memakai Gedungku untuk Sekolah Esperanza" kata Valentino sambil bangkit berdiri dan ia mengeluarkan ponselnya.


"Gedungnya-- Woow!" pekik Train dengan mata membulat.


"Kau bisa menghubungiku di kedai dan bahkan kau tinggal mengetuk pintu apartemenku!" ujar Leyka dengan ketus.


"No! Aku tahu, aku tahu, aku tahu-- Train turun dari pangkuan Leyka dan menghampiri Valentino --mana mana aku akan memberitahumu, Uncle" Train meloncat loncat dengan mengulurkan tangannya.


"Train! Ingat peraturan nomor 7" ancam Leyka dan Train tidak menghiraukannya.


"No Mommy! Uncle ini Ar si tek! Bukan Paparazi! Bukan Locki si orang jahat!" Valentino tersenyum dan menahan tawanya lalu ia menyerahkan ponselnya dan Train menyambar ponsel Valentino dan dengan cepat ia menyimpan nomor Leyka lalu menyerahkannya pada Valentino.


Arsitek?? Tunggu aku harus membuka laptopku.. Semoga saja aku salah.. batin Damian berkecamuk.


"Mi amor? Kau menyimpan nama Mommymu dengan nama Mi Amor?" Valentino terbahak melihat Train menyimpan nomor Leyka dan menamainya Mi amor yang artinya cintaku. Damian tersengat melihatnya sementara Diego memijat pelipisnya, akan ada hal yang rumit yang akan terjadi. Dan Manuella, hanya meneguk wine berulang kali.


"Train kau nakal sekali! Dia sudah punya Istri!-- Manuella! Apa kau bisa menanganinya?" Leyka terlihat sangat kesal. Ia menekankan kata Istri dan sesungguhnya ia marah dalam hatinya.

__ADS_1


"Train?" Manuella.


"Ohh No, aku lupa Ibu! Itu cita citaku! Kalau aku punya ponsel aku akan menamai Mommy di ponselku dengan Mi amor. Lo siento (maafkan aku) Uncle, kau bisa menggantinya" kata Train dengan nada kecewa.


"Baiklah tidak masalah Boy! Anggap saja ini rencana kita yang pertama" ujar Valentino menggedikkan matanya kearah Damian, dan Train langsung mengerti.


"Yeeeeyy rencana kita!" sorak Train. Ia bersekutu untuk memisahkan Mommynya dan Damian. Leyka mengerti namun Damian penuh tanda tanya, hatinya berkecamuk melihat keakraban yang tak biasa itu.


"Baiklah aku pamit, jamuannya sangat enak. Gracias"


"De nada (sama sama) Uncle! Dan Lo siento (maafkan aku). Mommyku memang sangat nakal. Dari tadi Mommy menginjak kakimu terus menerus. Kau bisa berjalan kan? Ayahku akan mengantarmu. Ayah dan Ibuku juga nakal, dia melihat Mommy menginjak kakimu diam saja! Uhs! Memang tidak ada yang berani melawan Mommyku" satu tembakan, satu bidikan dan empat orang seakan tertembak oleh perkataan Train. Wajah mereka semua memerah, Manuella tersedak dan terbatuk batuk, sementara Diego bangkit berdiri dan berjalan kearah Valentino.


"Diev, aku akan mengantarmu. Sebelum anakku berbuat hal yang lebih jauh" ujar Diego setengah berbisik namun Train mendengarnya ia hanya tersenyum dan kembali kepangkuan Leyka tanpa berdosa. Apa yang bisa Leyka lakukan disaat seperti ini? Ia hanya diam dan mengumpat dalam hatinya. Begitupun Manuella dan Diego.


"Apa kau bisa jelaskan padaku, Ley?" tanya Diego dengan wajah kecewanya.


"Bisa, tapi setelah anak ini tidur!" kata Leyka dengan kesal.


"No Mommy, aku tidak mau tidur!"


"Kau harus tidur siang!" ujar Leyka bangkit berdiri dan menarik tangan Train yang sedikit meronta menuju ke kamar. Train berteriak dan menjerit namun Leyka tidak perduli. Perlahan lahan jeritan itu berubah menjadi rengekan dan tidak lama berubah menjadi tawa riang Train lalu terdengar Leyka bersenandung kemudian kamar itu senyap.


-


-


-


Leyka keluar kamarnya dan mencari kekasihnya juga sahabatnya yang masih berada di dapur, tepatnya di meja makan. Mereka tampak melihat laptop Damian.


"Apa anak itu sudah tidur" tanya Manuella.


"Sudah" jawab Leyka tampak lelah dan ia duduk di pangkuan Damian karena Damian merentangkan tangannya.


"Damian maafkan aku, maafkan Train" Leyka memeluk Damian dan meletakkan dagunya di pundak Damian. Leyka menunjukkan kehangatannya namun hatinya kembali membandingkan dan wajah Valentino terlintas begitu saja di benaknya.


"Valentino Gallardiev-- Dia pernah membeli fotoku dua tahun yang lalu. Foto itu terbengkalai dan tidak laku laku. Saat di Italy aku memamerkannya dan itu adalah hari keberuntunganku. Seseorang membawa pergi foto itu dan pihak penyelenggara mengatakan bahwa fotoku terjual. Aku hanya tau namanya dan aku belum pernah bertemu dengannya. Padahal aku ingin berterima kasih padanya karena membeli foto itu, saat itu aku akan mengirimkan uang untuk operasi Ayahku. Setelah foto itu terjual, foto fotoku yang lain terjual semua dan aku kebanjiran job. Aku pikir foto itu membawa keberuntungan, rata rata pembelinya kolega dari Locomotive Machine" ujar Damian sambil mengusap punggung Leyka.


"Si (iya)-- katanya foto tidak penting. Aku mengatakan kalau kekasihku adalah dirimu" ada rasa berdebar saat Damian menyebut Locomotive Machine. Dan hatinya tersentak mendengar pengakuan Damian.


Secara tidak langsung, Valentino berada di belakang kesuksesan Damian.. Shittt.. Foto apa sampai kau berbuat seperti itu.. Bahkan kau tidak mengenal Damian.. Kau mengatakan foto tidak penting..


"Foto itu berusia 8 tahun dan aku mengambil gambar saat di Pretoria. Itu pertama kali kita bertemu disana di rumah Henry. Apa kau ingat?-- Ini fotonya" saat terdengar klik tombol 'enter' di laptop Damian. Leyka menoleh.


Dan Leyka terkejut bukan kepalang. Foto itu adalah dirinya dan Valentino saat berciuman di Palace of Justice. Dibawah bunga Jacaranda Valentino menangkupkan tangannya di pipi Leyka begitupun Leyka, mereka berciuman dengan penuh perasaan. Wajah mereka tertutup tangan mereka sendiri sehingga wajah mereka tidak terlihat. Karena itulah Damian tidak mengenali Leyka.


Leyka pun mengingat perkataan Valentino saat berada di kelasnya dalam sebuah pertengkaran mereka kemarin,


Damian Vreygano-- Siapa yang tidak tahu fotografer itu. Dua tahun yang lalu ia ikut Pameran di Italy, aku merancang dekorasi interior diacara itu dan aku membeli sebuah foto! Foto itu tidak penting tapi aku membelinya! Aku hanya bersedekah


Kalau tidak penting, mengapa kau membelinya.. Ini 8 tahun yang lalu.. Val, kau menyimpan ini? Entah aku akan bahagia atau sedih, tapi Damian tidak boleh tau.. Ini akan menyakiti, Damian.


"Ley?"


"Hmm-- Foto itu tidak penting" Leyka kembali memeluk Damian dan mendaratkan dagunya di pundak pria asal Jerman dengan hati teriris.


Apa Istrimu mengenali foto itu Val.. Istri? Shit! Fu*ck you Val.. Aku akan menikah dengan Damian, lihat saja...


-


-


-


pelan pelan ya.. ngurai benang kusut.. Siapa Miu dan lukisan Damian yang kalian juga salah menduga, Damian emang ga tau itu Leyka ama Valentino.. jangan buru buru.. santai..


Makan itu dikunyah dulu, ga langsung ditelen 🤣


Dan orang sana itu, ga semua anaknya di kasih Gadget, tapi anak kecil2 disana pada jago mainin laptop drpd ponsel. hampir 90% anak sana bisa pake laptop di usia dini TK aja udah pake laptop. karena org sana hobi bgt yg namanya email2an.. hadohhh.. ngirim Haii aja pake email bukan chat.. aplikasi ngapakApps ga begitu booming, pengguna terbesar disana masih skype dan yahoo massenger dan email2an, kl di china ngapakApps itu diblacklist, ga bakal ada mrk pakenya wechat sama ky di korengah pakenya weibo.. apalagi di korea utara.. beuhh Hanya Dia dan Tuhan yg tau mereka pake apa.. krn ga bakalan ada google dll deh, mereka bikin pny pemerintahnya sendiri hahahah kl ketauan pake bisa ditembak mati 🤣


taman bacaan alsib tutup sabtu minggu.. jangan nyariin, doa kalian ga mujarab aku ga bakal khilaf. 🤣 tapi kl urusan dunyatku selesai aku akan buka terus bahkan sabtu minggu! Fighting! Ciao!


-


-

__ADS_1


-


__ADS_2