FORGOTTEN LOVE On The Train

FORGOTTEN LOVE On The Train
PALMA : Maukah Kau Menguatkanku?


__ADS_3

Malam itu, karena Leyka juga tidak mengetahui kebenaran perihal dugaan Rosemary bahwa Leyka mengandung, Valentino menyeret Demetri untuk mengantarnya ke apotik untuk membeli sebuah test pack. Beraneka ragam test pack, tersedia di apotik, dan kebodohan laki laki yang terlalu bahagia disertai rasa panik dengan adrenalinya seakan meledak membuat Valentino membeli testpack yang khusus dilakukan di pagi hari.


Test Pack yang Valentino pilih, khusus mengacu pada hormon Progesteron dipagi hari dimana itu adalah waktu hormon progesteron bagi wanita yang mengandung pada trimester awal, berada dititik puncak tertinggi. Berbeda pada waktu malam hari dimana hormon progesteron wanita hamil berada dititik terendah sehingga membutuhkan test pack yang memiliki radar reseptor yang kuat.


Biasanya test pack yang digunakan adalah yang tidak memiliki anjuran waktu. Jadi bisa digunakan kapanpun dan mendeteksi urine di waktu apapun, tentu saja hormon wanita berbeda beda saat terjadi penebalan dinding rahim karena terjadi pembuahan, ada yang bisa langsung terdekteksi ada yang tidak.


Valentino menggenggam erat test pack yang memiliki hasil negatif, rasanya ia ingin meremukannya, ada rasa kecewa karena ia menaruh harapan besar akan kehamilan Leyka tapi perkataan Rosemary membuat rasa kecewanya menghilang.


"Kau salah membeli testpack. Mengapa kau tidak sabaran. Seharusnya kau membeli yang universal, bisa digunakan kapan aja. Ini hanya untuk pagi hari. Tapi tenanglah, Madre yakin Pachito hamil" ujar Rosemary sambil membelai punggung Valentino yang duduk di sampingnya. Mereka duduk di sofa panjang yang masih menjadi satu dengan ruang makan.


Alfredo duduk diseberang Rosemary dan Guaddalupe duduk diseberang Valentino. Mereka mengagumi Mahakarya ciptaan Tuhan yang berada dihadapannya. Kelembutan Rosemary membuat Alfredo terpesona dan ketampanan Valentino dengan sikap dinginnya membuat Guaddalupe jatuh hati. Ia semakin penasaran dengan laki laki yang bergaris wajah tegas dan arogan.


"Mengapa Madre begitu yakin?" tanya Valentino dengan wajah lesu dengan pandangan turun kearah genggaman tangannya. Berulang kali ia melihat testpack dengan hasil negatif dengan menghela nafas berat.


"Melihat bentuk tubuhnya, cahaya di wajahnya, serta tingkah lakunya persis saat Madre mengandung Leyka saat itu-- perhatikan tingkah lakunya, dia sangat manja, mudah marah, mudah merasa senang. Gejolak hormonnya naik turun di awal kehamilan" ujar Valentino melemparkan pandangannya kearah Rosemary yang mencoba memberi pengertian kepadanya.


"Dia menyukai bunga Rosemary, pantas saja Leyka belakangan ini jarang merawat bunga mawarnya, dia lebih banyak tidur dan bermalas malasan. Aku dan Train yang selalu menyiram bunganya" Valentino tersenyum tipis lalu memandangi Leyka dari kejauhan.


"Apa kau pikir, biasanya Leyka tidak menyukai bunga Rosemary dan sekarang dia menyukainya, tentu saja tidak. Dia tidak menyukainya tapi dia suka memetiknya. Dia akan merontokan bunga itu. Dia sama seperti Madre saat mengandung Pachito-- Kau lihat saja" jawab Rosemary sambil menunjuk kearah Leyka yang masih duduk. di meja makan bersama Train. Semua melihat kearah Leyka dan Alfredo terkekeh melihatnya.



Mereka melihat dari kejauhan. Train menyuapi Leyka dengan bunga rosemary di pangkuannya. Jemari Leyka tidak bisa diam, ia terus merontokan bunga rosemary dan tanpa sadar, bunga itu berhamburan ke lantai.


"Cepat suapi Mommy lagi" pinta Leyka setelah menelan puding dari suapan Train.


"Uhhs Mommy! Noo Mommy! Train lelah menyuapi terus! Kapan aku makan pudingnya! Uhs!" gerutu Train dengan bersungut. Ada rasa senang dalam hati Train yang sulit dilukiskan, namun ia juga kesal, Leyka terus merebut puding dengan rayuannya hingga Train terus menyuapinya sesuap demi sesuap.


"Cepat, ishh! Tangan Blue Train penuh keajaiban. Suapannya membuat Mommy bahagia. Uhs! Sangat enak!" rayu Leyka dengan mata berbinar binar. Belakangan ini, Leyka suka bermanja dengan Train tanpa mereka sadari walaupun kadang cenderung galak.


"Uhs! Mommy terus mengatakannya! Tidak ada merayu merayu Train lagi! Tidak boleh coqueta (genit) seperti Adda! Uhs! Satu kali lagi-- ini yang terakhir!" kata Train setelah menyuap ke dalam mulutnya, secara bergantian dengan Leyka.


"Uhmm! Mengapa enak sekali-- Bagaimana kalau sekali lagi?" pinta Leyka dengan tersenyum dan memiringkan kepalanya ala Train hingga Train tidak tega melihatnya.


"Ck, Uhs! Dari tadi sekali lagi sekali lagi dan lagi! Uhs!" Train meletak sendoknya dan bersedekap dengan cemberut. Leyka terkekeh, kemudian ia menambahkan lagi potongan puding di mangkok Train lalu menyiramnya dengan fla, kemudian menyodorkan kembali kearah Train.


"Baiklah ini untukmu. Gracias anak baik, Gracias sudah menyuapi Mommy. Anggap saja Train menyuapi adik Train yang ada disini-- Leyka meraih tangan Train dan diletakan diperutnya --Uhss! Dia sangat manja!" imbuhnya dan Train terdiam melihat kearah perut Leyka. Ia menggosok hidungnya, antara senang dan cemas, entah apa yang ia rasakan.


"Mi muñequita (boneka kecilku), apakah dia ada Mommy? Tadi itu apa? Mengapa ditest ditest? Sepertinya Daddy kecewa" ujarnya sambil menyuap puding dengan malas.


"Mi muñequita? Kau memanggilnya muñequita (boneka kecil)? Ahh manis sekali, Carino! Apa kau siap bila kau memiliki adik? Tadi itu Mommy ditest apakah Mommy hamil atau tidak" kata Leyka disela tawanya saat Train memanggil adiknya dengan sebutan 'boneka'. Leyka menciumi Train yang duduk disampingnya dengan gemas.


"Si muñequita (iya, boneka kecilku) seperti yang ada ditoko mainan, bukankah bayi seperti itu?" tanya Train dan Leyka tertawa mendengarnya.


"Si adik Train bila perempuan akan cantik dan lucu seperti muñequita (boneka kecil). Bedanya adik Train meminum susu dan muñequita tidak" Leyka mencoba menjelaskan arti adik yang tidak Train mengerti. Leyka memahami hati Putranya.


Hari hari yang mereka lalui, mereka terbiasa berdua dan kini ada Valentino. Itu menambah kebahagiaan Train. Tapi kehadiran adik bagi seorang kakak terkadang hanyalah dianggap pengganggu. Anak pertama biasanya akan merasa tersisihkan dengan kehadiran seorang adik, baginya itu hanyalah makhluk asing yang berwujud bayi dan orangtua mengatas namakan adik. Hati Train bergejolak dan Leyka melihat keresahan Train.


"Mommy, apa aku saja tidak cukup? Mengapa aku harus punya adik. Apakah menyenangkan punya adik? Apakah kalian akan tetap menyayangiku?" Leyka menyingkirkan buket bunga rosemary dari pahanya lalu meraih tubuh Train agar duduk dipangkuanya. Train menurut dan duduk menghadap kearah Leyka.


Leyka mengarahkan rambutnya sebagian ke depan agar Train memainkannya. Leyka memeluk dan mencium kening Train kemudian. Train lebih tenang karena Leyka tidak lupa kebiasaannya menggulung rambut dengan jemarinya.


"Ohh My Sweet Pretoria.. Tentu saja Mommy Daddy akan lebih menyayangimu. Mucho mucho mucho. Apa kau tidak mau punya adik? Kau akan dipanggil Hermano Mayor (kakak laki tertua). Jika dia perempuan, dia akan cantik seperti Mommy dan bila dia laki laki, dia akan tampan sepertimu" Train memperhatikan dan merekam perkataan Leyka dengan serius, ada ketetarikan di mata Train mendengar penuturan Leyka.


"Lalu?" tanya Train dengan menggulung rambut Leyka dengan jemari lincahnya.


"Kau akan menjaganya, mengajarinya banyak hal, berjalan, berlari, makan ala bangsawan dan lainnya. Dia akan mengikuti langkah kakimu kemanapun. Dia akan menangis bila Train tidak mengajaknya bermain. Dia akan membagi apa saja denganmu dan secara otomatis kau akan membagi apapun yang kau miliki. Dia akan memukul Mommy Daddy dengan tangan kecilnya bila Mommy Daddy memarahimu. Train akan melindunginya dari siapapun yang nakal padanya. Kau akan menjadi superhero yang kuat untuknya. Train akan menyayangi muñequita seperti Mommy Daddy menyayangi Train. Dan Mommy Daddy akan semakin menyayangi Train mucho mucho mucho. Tidak berkurang sedikitpun bahkan lebih" tutur Leyka dengan membelai kepala Train dengan lembut.


"Superhero?" gumam Train dengan mata berbinar. Leyka membesarkan hati Train dengan sejumlah pengertian yang mudah dipahami oleh Train tentang arti seorang adik baginya. Leyka sebagai Ibu, bisa membuat adrenalin Train melonjak saat pemikirannya terbuka, bahwa ia tidak tersisihkan dan justru lebih dicintai.


"Cantik seperti Mommy?-- Leyka mengangguk dan membelai pipi Train --No! Kalau laki laki, dia tidak boleh lebih tampan dariku! Uhs!" kata Train membuat Leyka terkekeh dan memeluk Train seeratnya.


"Tentu saja kau paling tampan di dunia ini! Daddy tidak ada apa apanya! Karena itulah Mommy minta disuapi Train dan Mommy selalu ingin memeluk juga menciumimu karena Train sangat tampan! Uhss, gemasnya Mommy! Te quiero.. Blue Train.. Blue Train.. Blue Train.. My Sweet Pretoria" bisik Leyka dengan penuh perasaan, hatinya tersentuh penuh keharuan. Ia memeluk Train hingga Train merasa sesak.


"Uhhss Mommy, aku sesak!-- Leyka mengurai pelukanya dan tersenyum --Apa Mi muñequita (boneka kecilku) masih mau puding?" mata Leyka berkaca kaca karena Train bertanya dengan mengusap perutnya. Leyka tergelak dan menciumi Train lagi dengan gemas.

__ADS_1


"Si! muñequita (boneka kecil) mau dan mau lagi-- Mucho mucho mucho (banyak)!" seru Leyka kembali memeluk dan menggoyangkan tubuh Putranya ke kiri dan ke kanan. Train membalas pelukan itu dengan tersenyum bahagia, matanya melihat Valentino dari kejauhan yang berjalan kearahnya. Valentino tertarik dengan tingkah kedua orang yang dicintainya itu.


"Mommy, Train mau muñequita!" seru Train dan ia mendongakan kepalanya kearah Leyka yang masih mendekapnya.


"Dan Train yang akan memberi nama" kata Leyka dengan lembut seraya mengecup bibir Train.


"Yeaayy! Vamos! Habiskan pudingnya biar muñequita cepat besar, Mommy!" ujar Train dengan bersorak dan menggoyangkan kakinya.


"Train mau punya adik? Kalian tidak mengajakku? Kalian tidak mau berbagi cerita denganku?" tanya Valentino saat tiba diantara mereka lalu ia menarik kursi dan mendekatkan tubuhnya.


"Si si si! Train mau adik mucho mucho mucho, Daddy!" serunya pada Valentino yang menciumi pundak dan mengusap punggungnya.


"Ohh, No! Mucho mucho mucho" Leyka terkekeh dan menggelitiki pinggang Train.


"Si si si mucho mucho mucho! Ahahaha!" tawa Train dengan nyaringnya.


"Mi amor, Train pikir kalau punya adik, kita tidak akan menyayanginya" tutur Leyka dengan mengusap pipi Valentino dan Valentino meraih tangan Leyka lalu diciuminya.


"Itu salah besar! Karena Mommy Daddy tidak ingin Train merasa sendiri. Mommy Daddy akan lebih mencintaimu! Mucho mucho mucho. Sampai seluruh dunia ini tidak muat oleh kasih sayang Mommy Daddy! Kau akan bekerjasama dengan Daddy untuk menjaganya" tutur Valentino sambil mencium pelipis Train yang masih berada dipelukan Leyka, Valentino mendekapkan keduanya dengan tangannya merentang lalu menaut hingga mencakup tubuh mereka.



"Si Daddy! Aku akan menjadi superhero! Train akan menyayangi muñequita melebihi dunia ini! Uhss, sangat besar Daddy!" ujarnya sambil mengurai pelukan kedua orangtuanya yang membuatnya gerah. Tangannya bergerak mengayun membentuk lingkaran saat mengatakan "sangat besar'. Leyka dan Valentino saling beradu pandang lalu tersenyum hangat.


"Muñequita?" tanya Valentino.


"Si- Train menyebutnya muñequita (boneka kecil)" jawab Leyka terkekeh sambil mencolek hidung Train.


"Manis sekali putraku-- Ti amo il mio amore (aku mencintaimu, sayangku; Italy)" bisik Valentino dengan penuh keharuan lalu ia menciumi Train bertubi tubi. Train tertawa sambil menjerit karena ciuman Valentino membuatnya kegelian.


"Te Quiero Daddy! Aaa-- Te Quiero Mommy! Te Quiero!" jerit Train meronta penuh tawa. Rosemary turut bahagia melihatnya dari kejauhan.


Mereka saling berpelukan hangat, Valentino mengecup bibir Train lalu menghirup puncak kepala Train dengan penuh perasaan mendalam. Leyka merasakan kebahagiaan yang luarbiasa dalam hatinya ia sangat bersyukur dengan apa yang terjadi malam itu walaupun tidak ada kepastian tentang kehamilannya. Hingga pelukan itu harus terurai saat Alfredo berseru memanggil salah satu pasukan Lucifer yang diantar Vicente memasuki ruang makan.


"Lucifer!!" seru Alfredo bangkit berdiri dan menyambut salah satu anggota pasukan pribadinya yang membawa satu papperbag di tangannya. Alfredo menerima papperbag itu dan memberikannya kepada Rosemary.


"Pachito, pakai yang ini" kata Rosemary, menyerah testpack kearah Leyka setelah memilihnya. Sebuah testpack yang digunakan tidak mengenal batas waktu, testpack itu bisa mendeteksi pergolakan hormon progesteron bahkan dititik terendah dengan akurasi 99%.


Saat tangan Leyka terulur, Valentino menyambarnya terlebih dahulu dan membuka kemasannya dengan tidak sabaran. Ia kemudian menarik pergelangan tangan Leyka dan membawanya ke toilet tamu yang berada tidak jauh dari ruangan itu. Train mengikutinya dengan perasaan cemas.


Tuhan, berikan muñequita padaku, aku akan menjaganya.. Aku akan menyayanginya.. Aku akan menyiapkan nama.. Aku akan memberikan uangku, seharusnya untuk membeli robot dari Jepang KepadaMu.. Pokoknya terima kasih.. KAU sangat baik.. Aku meminta kado lebih awal, Boleh kan? Ini akan menjadi kado ulang tahunku beberapa bulan lagi.. Kado yang Terindah.. Pokoknya aku minta sekarang saja.. Nanti tidak usah.. Gracias, Kau Terbaik Tuhan..


"Apa boleh aku ikut masuk?" tanya Valentino diambang pintu toilet.


"Iish tidak boleh! Sana pergi!" usir Leyka dan menutup pintu tepat di wajah Valentino. Train berjalan memutari Valentino yang berjalan mondar mandir dengan kecemasan yang luar biasa. Ayah dan Anak itu memiliki kesamaan sikap yang mudah panik dan tidak tenang bila menghadapi situasi yang menegangkan. Alfredo tersenyum melihatnya dari kejauhan.


"Train tidak suka! Train benci seperti ini! Uhs! Mengapa harus ditest ditest! Mengapa kita tidak boleh masuk?" gerutu Train dengan menghentakan kakinya sesekali ia melompat dan masih mengikuti langkah laki Valentino..


"Mungkin Mommy malu! Aargghh! Daddy juga tidak suka perasaan seperti ini!" gerutu Valentino dengan tangan mengepal. Ia terus mondar mandir, dengan dada bergemuruh dan kian sesak. Ia bernafas dengan berat seakan oksigen di sekitarnya menipis.


Dan Leyka terdengar menekan tombol siram pada closet, mereka semakin menegang mendengarnya apalagi saat Leyka membuka pintu dan berlalu begitu saja meninggalkan Valentino dan Train di depan pintu, ia berjalan kearah Rosemary.


"Ley! Bagaimana!" kata Valentino dengan panik.


"Uhss! Mommy! Mengapa kita ditinggal! Uhss, nakal Mommy!" gerutu Train mengekor langkah Leyka dengan berlarian.


Leyka berjalan dengan cepat kearah Rosemary dengan wajah memerah dan membuat semua bingung dengan sikapnya. Rosemary bangkit berdiri dan terkesima melihat putrinya yang telah berhamburan airmata.


"Madreee!" Rosemary terpana bak robot saat Leyka menghempaskan tubuhnya memeluk Rosemary dengan sangat erat.


"Pachito--


"Madre, tetaplah bersamaku. Tetaplah berada disisiku Madre! Jangan pergi dan temani Pachito! Jangan seperti dulu! Pachito takut Madre! Aku-- Aku hamil, Madre. Hasilnya positif!" Leyka menangis tersedu.


Entah mengapa Leyka justru mengingat kehamilannya delapan tahun yang lalu. Jauh dari Ibunya, satu satunya keluarga yang ia miliki setelah kepergian Pacho. Leyka merasa sendiri saat itu, banyak hal yang terjadi dan banyak hal yang Rosemary lewatkan, beruntungnya Leyka memiliki Keluarga Fernandez dan kedua sahabat yang selalu berada disisinya. Tentu saja Leyka memiliki kisah yang belum diceritakan pada Valentino bagaimana ia harus melewati masa yang sangat sulit saat itu.

__ADS_1


"Ya Tuhan, Pachito kau membuat Madre takut! Madre pikir ada apa denganmu!" Rosemary mengeratkan pelukannya dan menciumi pipi Leyka yang menyembunyikan wajahnya di dalam ceruk lehernya. Leyka terisak antara bahagia namun ia juga memiliki ketakutan. Kehamilannya kali ini membuat keberaniannya menghilang.


"Leyka! Benarkah?" Leyka terisak dan menjatuhkan testpack ditangannya. Valentino mengambilnya dengan rasa tak percaya. Bahkan tangannya gemetar dengan mata berkaca kaca, senyumnya begitu mengembang dan memancarkan kebahagiaan. Sementara Train hanya menggosok hidungnya dengan cemas, wajahnya memerah melihat Leyka menangis.


"Leykaa!" Valentino mengurai pelukan itu, lalu menarik tubuh Leyka kedalam pelukannya dan menciumi wajah Leyka bertubi tubi meluapkan kabahagiaannya.


"Val-- Aku takut" ujar Leyka meremas punggung Valentino dengan sangat kuat. Dan Valentino sangat peka akan hal itu. Ia bisa merasakan ketakutan terbesar Leyka, menghadapi kehamilan seorang diri.


"Kita akan memiliki Piccola fata (bidadari kecil), jangan takut, il mio amore! Ada aku!-- Aku Leyka.. Aku tidak akan pernah membiarkanmu ketakutan dan menghadapi lagi masa delapan tahun yang lalu sendirian. Aku bersamamu Ley!"


"Oh No Daddy menangis" gumam Train saat melihat Valentino luruh dan berlutut memeluk perut Leyka dengan airmata yang mengalir di sudut matanya.


"Tumbuhlah dengan baik. Daddy dan kakakmu akan selalu bersamamu. Daddy, Mommy, Kakakmu bahkan seluruh dunia menanti kehadiranmu. Picoolla Fata.. Ti amo.. La mia piccola fata (bidadari kecil.. Aku mencintaimu.. Bidadari kecilku)" Valentino membenamkan wajahnya diperut Leyka dan terus membisikan kata cinta untuk makhluk kecil yang tumbuh kuat disana.


"Apa itu Piccola fata?" tanya Train yang telah menggigit jari telunjuknya menahan kecemasan melihat drama orang dewasa yang terkadang sulit ia mengerti. Valentino dan Leyka menoleh kearah putranya. Leyka tersenyum dan menyeka airmata dipipinya.


"Kemarilah, Blue" Valentino merentangkan tangannya dan Leyka yang berdiri dengan gamang pun melakukan hal yang sama. Train melangkah mendekat dan Valentino menyambar tubuh Train lalu mendekapnya bersama perut Leyka.


"Piccola fata sama artinya dengan Pequeña hada (bidadari kecil) di dalam bahasa Spanyol, Carino" kata Leyka membelai rambut Valentino dan Train yang menyandarkan kepala diperutnya. Leyka merasa sangat bahagia melihatnya bahkan orang disekitarnya, kecuali Guaddalupe yang menunjukan wajah iri melihat Valentino memperlakukan Leyka dengan penuh cinta.


"Si-- Pequeña hada. Apa dia ini membuat kalian sedih. Aku telah berdoa agar diberi Muñequita, tapi kalau kalian sedih biarkan Tuhan membatalkannya. Aku menyesal dengan doaku" ujar Train membuat semua terkekeh pelan.


"Ini tangis bahagia, Blue! Sangat bahagia hingga Daddy ingin terus menangis" ujar Valentino menciumi Train yang menyadarkan kepalanya di perut Leyka.


"Uhs! Kalian sangat cengeng! Baiklah, aku tidak jadi menyesal!" kata Train sambil mengusap pipi Valentino untuk menyeka sisa airmata. Valentino yang masih menyandarkan kepalanya di perut Leyka tersenyum dan mencium Train dengan mata terpejam.


Tuhan pokoknya terima kasih. Train.


Gracias... Kau memberiku Anugerah.. Aku percaya PadaMu dan aku tidak akan pernah meninggalkanMU apapun keadaannya. Maukah KAU menguatkan aku?. Leyka.


Grazie (terima kasih; Italy), ini hal terbaik yang terjadi dalam hidupku setelah aku mendapatkan kembali apa yang menjadi milikku.. Grazie.. Tetaplah bersamaku dan lindungilah keluargaku. Valentino.


Untaian doa manis dan begitu singkat mereka panjatkan dalam hati, untuk mengawali hal baik dan akan menjadi baik.


"Lucifer!" seru Alfredo dengan bertepuk tangan tiga kali.


"Uhhs! Abuello Alfredo mengagetkan saja!" ujar Train bersungut seiring ia dan Valentino beringsut dari pelukan hangat itu, kemudian Valentino bangkit berdiri dan mendekap Leyka agar bersandar di dadanya.


Mereka saling menatap dengan penuh makna, saling melempar senyuman dengan hati yang tergetar. Valentino mencium dalam kening Leyka yang nyaman di dada bidangnya. Perlahan ia mengusap usap punggung Leyka, lalu ia menundukan kepalanya dan melu*mat bibir Leyka sesaat lalu ia kembali mencium keningnya.




"Abuello punya kejutan-- Lucifer! Bawa mereka semua masuk!" seru Alfredo membuat Rosemary, Guaddalupe dan Train menoleh kearah seorang yang dipanggil Lucifer.


Namun sepasang insan itu masih saling melu*mat sesekali. Mencuri ciuman dan saling menatap dengan mata yang menyiratkan kebahagiaan. Langkah langkah kaki beberapa orang memasuki ruang tamu dan Train menjerit jerit dengan membulatkan matanya.


"Aaaaaaa! Keluarga Fernandez!!" Train pun berlarian kearah Pedro, Penelope, Dolores, Simon, Maria dan keluarga Fernandez lainnya. Train menjerit dengan melompat lalu ia memeluk Dolores yang tertawa melihat Train bersorak.


"Ada Muñequita di perut Mommy! Ada Muñequita! Aku akan punya Muñequita!" pekik Train dengan melompat berlarian kesana kemari dengan penuh tawa. Mereka yang akan mengejutkan Rosemary justru mendapat kejutan. Keluarga Fernandez merebut Leyka dari pelukan Valentino dan memberikan pelukan hangat. Sehangat delapan tahun yang lalu saat Leyka mengandung Train.


Alfredo sengaja mendatangkan keluarga Fernandez, sebenarnya ia akan melamar Rosemary, namun Alfredo tidak ingin merusak moment indah malam itu. Ia pun mengurungkan niatnya.


-


-


-


Aku akan sematkan END sementara untuk melindungi level karyaku, karena akhir tahun pasti jarang UP. Aku usahain UP ya Bosqyu. Selamat long weekend menjelang tahun baru. Terus pantengi IG @authorgendeng ya.. Love u segede rudiaal balistik, seindah irisan buah peach 🤣😘😘💛💛💛


-


-

__ADS_1


-


__ADS_2