
Aku Istri Valentino Gallardiev? Ini Gila.. Mengapa? Mengapa bisa terjadi seperti ini? Apakah Dewa Kesuburan mengutuk cinta kita ? Mengapa..
"Ibu tidak tahu apakah ini kebodohan atau takdir. Bedanya sangat tipis dan ini kasus yang sangat langka. Jika Locki tidak menjodohkanmu dengan Alfredo dan kau tidak lari ke Afrika mungkin kau tidak bertemu dengan Valentino dan mungkin saja Train tidak akan pernah ada. Tapi cucuku setampan ini harus ada. Karena itulah Ibu menyimpulkan ini Takdir yang manis, lewat perantara kebodohan kalian. Kebodohan karena kalian tidak menyadari bahwa kalian saling jatuh cinta saat itu, dan melahirkan cucuku yang tampan ini" ujar Rosemary dengan membelai rambut Train. Tidak perduli berada di gendongan Valentino, Rosemary menciumi pipi Train.
"Aku dilahirkan karena cinta!" ujar Train dengan bersemangat, Leyka menoleh kearah Train tapi pikirannya terbang ke Petroria.
"Si, Blue-- Kau dilahirkan karena cinta" kata Valentino sambil mencium rambut Train dan Rosemary mengangguk. Valentino melemparkan pandagannya kearah Leyka, saat mata mereka bertemu, Leyka memalingkan wajahnya.
Leyka terdiam dan memandangi koin itu lagi, ia mengingat perkataannya dulu,
Isshh.. Jangan menunjukkan kebodohanmu atau kau akan ditipu Val. Kita ikuti saja pasangan di depan kita, tunjukkan kita ini pintar
Setiap detailnya ia mengingat dengan jelas bagaimana ia melangkahkan kakinya ke sebuah Festival Valentine yang merayakan Dewa Kesuburan dan itu ternyata Pernikahan Massal. Setiap langkahnya ia mengingat saat seorang petugas meminta passport dan visa mereka lalu mereka mengambil foto mereka.
Leyka mengingat bagaimana ia memilih cincin, lalu ritual pengikatan tangannya, meminum empat rasa yaitu asam, pahit, manis, asin yang melambangkan kehidupan pernikahannya, serta ritual penusukan jarum di tangan mereka, saat itu Leyka mengira mereka akan melakukan test kesehatan dan saat Valentino menghhisapp darahnya Leyka berkelakar, kepala suku akan menjadikannya vampir.
Leyka tersenyum tipis dengan airmata berlinang. Lalu ia kembali mengingat ritual bagaimana koin itu ada ditangannya dan Valentino yang harus memilihnya, ia memandangi tangannya dan mengingat tangannya di celupkan ke dalam cairan hena, hingga tangannya dan tangan Valentino memerah.
Setiap detailnya, Leyka tidak pernah melupakan bahkan delapan tahun lamanya, bayangan Pernikahan Massal itu semakin melekat di benaknya. Kini airmatanya berhamburan ketika ia melihat cincin yang tersemat di jemarinya. Valentino pernah berlutut dan mengikatnya.
Airmata Leyka saat ini seperti menggantikan airmatanya yang sesungguhnya delapan tahun lalu. Ritual itu mereka buat sebagai bahan candaan karena mereka hanyalah dua insan bodoh yang sedang di mabuk cinta. Dua insan yang belum matang dan hanya di penuhi jiwa muda mereka yang liar mengembara. Dua insan yang di mabuk cinta itu, kehilangan rasionalnya, logikanya, mengedepankan ego semata namun di dalam hati mereka ada rasa yang terpaut kuat.
Bahkan kita menertawakan hal bodoh saat itu.. Padahal justru kita yang bodoh.. Mengapa menjadi seserius ini? Aku telah menikah dan itu dari dulu.. Dari dulu kita telah menikah.. Dari dulu aku milik Valentino.. Karena itulah dia selalu mengatakan aku miliknya.. Mengapa kau menyembunyikan hal sebesar ini kepadaku Val.. Mengapa kau membiarkan aku salah menilaimu.. Istri yang berpetualang ke Barcelona dan meninggalkanmu sejak awal menikah.. Dan itu adalah aku? Itulah mengapa semua orang memintaku untuk menurut saja pada Valentino dan mengikuti permainannya.. Kini, kalian menganggap aku bodoh kan? Semua tahu segalanya, bahkan Train telah mengetahuinya.. Kalian semua melibatkan Putraku. Batin Leyka berkecamuk.
Leyka mengingat ciuman Valentino saat itu adalah ciuman pernikahan, ia mengingat setelah itu mereka berbulan madu. Perlahan ia mengusap pipinya juga meraba bibirnya. Ciuman itu, Leyka masih mengingat dan merasakannya, seolah baru kemarin itu terjadi.
Leyka menggenggam erat koin itu dan melemparkan pandangannya kepada sesosok laki laki yang berdiri di kejauhan sejajar dengan pandangannya, laki laki itu melihat semua kejadian itu. Dan dia adalah Damian Vreygano yang menggenggam sebuah kotak kecil berwarna hitam yang didalamnya terdapat sebuah cincin berlian sebagai tanda Pertunangannya.
Mata dan hidung Damian memerah, genggaman tangannya seakan meremukkan kotak itu. Saat Train dan Leyka di hujat oleh Ella, Damian akan maju ke depan sebagai sosok Pelindung. Namun lagi lagi Valentino selalu menang dan selalu saja selangkah di depannya, mendahuluinya.
Leyka selamat tinggal semoga kau bahagia.. Aku salah.. Dari awal, kau adalah miliknya.. Aku.. Aku bahkan.. Shiit.. Dari awal di Plampona itu, kau bukanlah milikku.. Ini.. Ini salahku.. Seharusnya aku memenuhi janjiku pada Train.. Ini.. Ini salah.. Mengapa aku begitu bodoh mencintai milik orang lain yang aku tahu dari awal, kau tidak sedikitpun menaruh hati padaku.. Itu karena kau terikat padanya.. Leyka.. Train.. Aku tidak bisa menyaksikan ini semua, sebaiknya aku pergi.. Mengapa aku keras kepala, Henry.. Train.. Kalian benar.. Seharusnya aku tidak mendekati luka.. Mengapa aku memaksakan diriku? Dan mengapa aku begitu mencintaimu Leyka.. Mengapa aku mencintai orang yang tidak pernah bisa mencintaiku, kau selalu menganggapku sebagai sahabat dan kini aku kehilangan segalanya.. Persahabatan kita, akankah bisa kembali seperti dulu..
Damian perlahan melangkah menjauh, meninggalkan pekerjaannya serta rekan rekannya, yang meliput acara itu. Damian sangat terluka dengan kenyataan bahwa Leyka adalah Istri dari Valentino. Leyka sudah pasti terluka melihat sosok Damian yang melangkah pergi, melihat punggung Damian samar samar menghilang bahkan bayangannya. Leyka ingin menjerit sebelum ia menyadari kepergian Damian, namun lidahnya seakan beku.
Damian, Lo siento.. Lagi lagi kau terluka karena aku.. Damian bisakah kita mengembalikan persahabatan kita seperti dulu? Rasanya aku ingin menghapus kenangan Plampona agar aku tidak kehilangan sahabat terbaik yang selalu ada untukku.. Damian Lo siento.. Jangan pergi Damian.. Biarkan aku mengucapkan selamat tinggal dan memintamu tetap di sisiku, sebagai Sahabatku.. Seperti dulu.. Damian jangan pergi, ijinkan aku berterima kasih terlebih dahulu..
"Damian" kata pertama yang terucap dari mulut Leyka, membuat Valentino dan Train menoleh kearahnya. Valentino menurunkan Train dari gendongannya, karena bahasa tubuh Train memintanya turun saat menyadari bahwa Damian tidak ada di tempatnya.
"Damiaaannn!!" Train pun berjalan kearah para wartawan untuk mencari Damian. Namun Leyka menarik tangan Train untuk menghentikan tindakan Putranya.
"Carino, biarkan saja. Jangan mencarinya. Damian membutuhkan waktu untuk sendiri dan menyembuhkan luka" kata Leyka seiring Valentino membubarkan kumpulan wartawan dari media cetak dan elektronik.
"Gracias! Malam ini cukup sampai disini. Gracias telah meliput acara ini. Khususnya dari stasiun televisi yang menayangkan acara spesial kami. Jared akan memeriksa hasilnya yang akan ditayangkan besok, karena tidak semua akan di tayangkan" ujar Valentino membuat kumpulan wartawan itu, mematikan semua kamera. Leyka baru menyadari bahwa lampu sensor berwarna merah yang menjadi bagian dari kamera itu menyala sejak Valentino melakukan aksinya yaitu mengungkapkan Pernikahannya.
"Mommy, tapi Damian pasti sedih" ujar Train menggosok hidungnya.
"Pasti. Mommy pun sedih. Sebaiknya kau pulang bersama Maria karena Mommy juga ingin-- Sendiri" kata Leyka tanpa melihat kearah Valentino dan membuat perasaan Valentino tidak enak, ia tidak tahu harus berbuat apa.
Apa dia marah? Mengapa Leyka sama sekali tidak bereaksi. Valentino.
"No Mommy! Train ikut!" pinta Train dengan suara mungilnya.
"Carino, bisakah Mommy meminta waktu untuk sendiri. Mommy hanya ingin mencari udara segar. Mommy akan segera menyusulmu pulang" kata Leyka sambil mencium kening Train dan menggandeng tangannya.
"Maria, bawa Train pulang" kata Leyka memberikan tangan Train pada Maria dan ia berjalan melewati Valentino tanpa menoleh.
"Vicente, kemasi semua barang barangku di kamar!" Leykapun memberikan kuncinya pada Vicente dan semua mengikuti langkahnya menuju lobby Mansion.
"Biarkan Train bersama Ibu, Pachito. Ibu akan membawanya ke Hotel" Leyka menoleh sesaat dan memperlambat jalannya.
__ADS_1
"Tidak Ibu, hatiku akan tenang bila Train di Casa De Miel" kata Leyka membuat Rosemary gusar. Ia mengenal putrinya dan ia tahu bagaimana perasaannya saat ini. Tidak bisa diungkapkan dengan kata kata, karena seseorang butuh waktu menerima sebuah kenyataan yang mengejutkan bahkan seorang Leyka yang begitu kuat, tegar dan juga bar bar.
"Ehm, Grandma-- Maukah Grandma pulang bersamaku?" tanya Train membuat mata Rosemary berbinar, ia mengambil tangan Train dari tangan Maria, lalu menggandengnya menyamakan langkah kecil Train.
"Benarkah? Apa boleh Grandma menginap?" Leyka hanya menoleh dengan tersenyum tipis kearah Rosemary dan saat kembali menatap lurus ke depan, Valentino telah berada disampingnya, menyamakan langkahnya. Namun Leyka tak perduli, Valentino semakin salah tingkah dibuatnya.
"Si si si-- Kita akan tidur di Apartemen Ratu. Mommy dan Daddy bisa tidur di Apartemen Raja. Mereka suami istri, mereka harus saling mentidur-tiduri" ujar Train dengan segala kepolosannya berhasil membuat Valentino dan Leyka berjalan dengan saling memandang dengan wajah memerah.
"Ehemm" Leyka memalingkan wajahnya saat mendengar Valentino berdehem sambil melonggarkan dasinya.
"Mentidur-tiduri?" Rosemary tertawa di iringi Maria, Matthew dan suara tawa dari seseorang yang tidak duga berjalan di belakang Rosemary. Dan Rosemary pikir itu adalah Demetri, sang pengawal tapi ternyata adalah Alfredo yang di iringi beberapa regu Lucifer. Saat semua menoleh kearahnya, Alfredo terdiam dengan wajah memerah penuh kecanggungan.
Train membaca situasinya dan meneruskan perkataannya, "Si-- kata Penelope, Daddy tidur diatas Mommy dan Mommy juga tidur diatas Daddy. Kata Mister Takeshi itu khusus untuk suami isteri. Dan kata Maria itu agar aku punya adik kecil. Sangat kecil, Grandma! Aku akan menggendongnya nanti!" seru Train dengan sesekali berjalan dengan melompat, Train menyatukan ibu jari dan jari telunjuknya saat mengatakan kata 'kecil'.
Semua tertawa, kecuali Leyka yang menggeser langkahnya menjauh dari Valentino dan mendelik sesaat kearah Maria yang menutup mulutnya seketika. Leyka tidak bisa tertawa hanya jantungnya berdetak bergemuruh, dan ia selalu menghindari tatapan Valentino. Ya Suaminya! Status baru yang masih membuat Leyka tak percaya dengan kenyataan itu. Kecanggungan luar biasa terjadi, entah bahagia ataukah justru sedih, Leyka berada di ambang rasa itu.
"Woooww! Limousin!" pekik Train saat mereka semua tiba di lobby. Sebuah Limousin terparkir di depan pintu lobby dengan bendera Kebangsaan Inggris.
"Bolehkah aku mengantarmu Senorita (Nona) Rosemary?" Rosemary menahan senyumnya saat dipanggil Nona oleh Alfredo dengan mengulurkan tangannya ala Bangsawan.
"Apa kau yakin? Karena aku tidak mau melihatmu kencing di celana dan aku tidak mau berhenti sembarangan hanya mencari toilet" kata Rosemary membuat Alfredo berdebar.
Alfredo menghela nafas dalam dan berkata, "Aku akan menahannya dengan segelas Brandy" ujar Alfredo dengan menundukkan kepala dan Rosemary menyambut tangan Alfredo untuk memasuki mobilnya. *Brandy sejenis minuman berkadar alkohol cukup tinggi yaitu 48%
"Yeaayy! Mommy Daddy! Aku naik limousin dari Kerajaan Inggris" pekik Train saat seorang pengawal mengantarnya masuk.
"Madre (Ibu), apa Madre yakin?" tanya Leyka pada Rosemary.
"Leyka aku akan mengantar Ibumu dan Cucuku-- Ehh. Ehm.. Cucu Rosemary, sampai pintu lobby! Tenanglah, semua akan baik baik saja" ujar Alfredo memasuki mobilnya dan Rosemary tersenyum lebar dengan menganggukkan kepalanya, hati Leyka merasa tenang saat atap kaca atau sunroof pada mobil Limousin itu terbuka dan kepala Train muncul dari sunroof itu.
"Mommy, sampai bertemu di Casa De Miel! Mata Senor Alfredo banyak lampunya untuk Grandma! Dia tidak jahat!" mobil melaju perlahan, seiring lambaian tangan Train yang kembali menghilang karena atap kaca mobil itu kembali tertutup.
Mobil Valentino datang dan dikendarai Jared juga Torres dan Valentino mengulurkan tangannya kearah Leyka, dengan senyuman menawannya, "Mi amor-- ayo masuklah" namun tanpa kata Leyka justru berjalan meninggalkan Valentino, menyusuri halaman Mansion Kerajaan dan menuju gerbang utama.
"Leykaaa!! Ayolah jangan seperti ini!" Leyka terus berjalan tanpa menoleh saat Valentino mengejarnya ia terus melangkah dengan cepat.
"Aku ingin sendiri! Menjauhlah Val! Aku ingin sendiri! Berikan aku waktu! Aku butuh waktu sendiri!" pekik Leyka dengan berurai airmata.
"Ley, bisakah kita bicara? Jangan mendiamkan aku Leyka!"
"Tidak ada yang perlu di bicarakan lagi, di antara kita!" ujar Leyka dengan tegas dan kembali berjalan kearah pintu gerbang. Valentino mengacak rambutnya dan mengikuti langkah kaki Leyka.
"Setidaknya katakan apa yang kau rasakan atau apa yang akan kau lakukan atau apa saja Ley" kata Valentino melembut.
"Aku tidak tahu!" tukas Leyka mempercepat langkahnya.
...*...
Hingga sampai di pintu gerbang, Leyka di kejutkan dengan sebuah mobil Ford double-cabin yang terparkir dipinggir jalan dan itu milik Manuella. Mobil yang membawanya dari Palma menuju Barcelona delapan tahun yang lalu. Disana telah ada Pedro, Simon, Penelope, Manuella dan Diego. Maria terlihat keluar dari mobil setelah Matthew keluar dari pintu gerbang lalu menepikan mobilnya. Diiringi Jared dan Torres yang ingin tahu apa yang sedang terjadi.
"Leyka! Aku ingin memastikan apa kau baik baik saja-- ehm, kami sangat cemas--
"Berhenti!" potong Leyka dengan cepat saat Manuella menghampirinya di iringi saudara saudaranya yang berhamburan kearahnya. Semua menghentikan langkahnya.
"Ley, lo siento--
"Berhenti Pedro! Aku tahu kalian membunyikan hal sebesar ini dariku!" ujar Leyka sambil berlalu dan Valentino mengejar lalu menangkap tangan Leyka.
"Leyka! Jangan salahkan mereka ini semua salahku! Aku tidak mau rencanaku bocor karena kedekatanmu dengan Ibumu, dimana di samping Ibumu ada Locki dan Ella! Ley, lo siento, Mi Amor (maafkan aku, cintaku)!" Valentino mendekap pundak Leyka namun Leyka meronta dan mendorong lagi dan lagi dada Valentino.
"Lepaskan aku! Menjauhlah! Aku ingin sendiri!" kata Leyka dengan berurai airmata, ia ingin marah tapi ia juga tidak tahu kepada siapa.
"Leyka! Ayolah Ley! Itu karena Locki ingin mengubah statusmu setelah acara Viscountess! Kami sangat takut kehilanganmu dan Train! Kami tidak ingin kau menjadi pelarian, karena itulah kami memilih diam mengikuti rencana Valentino" ujar Penelope sambil berjalan mengikuti Leyka.
"Ley! Kami menyayangimu! Kau istri Valentino hanya suamimu yang mampu menghentikan acara itu! Ayolah Ley, mengertilah!" Manuella pun mengikuti langkah kaki Leyka dan berusaha menjelaskan. Namun bukan itu yang membuat Leyka gusar, ia hanya butuh menenangkan dirinya agar ia bisa menerima kenyataan yang tidak mudah ia terima begitu saja.
"Diamm! Aku ingin sendiri! Aku mohon aku ingin sendiri duluu! Beri aku waktu untuk sendiri!" tukas Leyka mempercepat langkahnya.
__ADS_1
"Leykaa!" dan Valentino lagi lagi menangkapkan tangan Leyka namun kali ini Valentino memeluknya dengan erat.
"Vall!! Aku ingin sendiri! Apa kau tidak tahu bahasa Manusia?! Aku ingin sendiri! Berikan aku waktu! Aku hanya ingin sendiri dan berpikir! Aku ingin merenungi segalanya! Aku akan pulang setelah hatiku membaik! Dan menerima persekongkolan kalian! Bahkan menerima kau sebagai Suamiku! Kau suamiku dan ini tidak mungkin! Ini tidak bisa aku percaya! Aku butuh waktu! Ini sangat mengejutkan! Tinggalkan aku sendiri aku mohon! Dadaku sangat sesak, aku butuh udara segar! Aku ingin bernafas! Val, aku akan kembali karena Train menungguku!"
Setelah lelah memukuli dada Valentino tangan Leyka terkulai dan menangis tersedu, Valentino semakin menekan kepala Leyka ke dalam dadanya dan memeluk seeratnya.
"Tidak bisakah kita bersama menghadapi ini?" Leyka terdiam, lidahnya sangat kelu. Pikirannya sangat kacau.
Bagaimana dengan Rebecca? Lalu Miu? Mengapa Train harus menghadapi ini? Dan bagaimana dengan hubungan yang kacau ini.. Delapan tahun, benarkah hubungan ini? Aku harus bagaimana.
Leyka terus berpikir, ketakutan akan sosok cinta Valentino yang memberi Luka membuat Leyka tidak bisa menerima kenyataan itu.
"Diev, berikan Leyka waktu! Biarkan dia bernafas. Leyka benar, kadang dengan sendiri seseorang akan memecahkan kebuntuannya. Aku juga pasti akan terkejut dan tidak bisa menerima begitu saja bila tiba tiba aku telah menikah. Biarkan Leyka berpikir dengan caranya. Biarkan Leyka menenangkan dirinya" Jared si Tuan Bijaksana, akhirnya angkat bicara dan Valentino perlahan melepaskan pelukannya.
Tanpa berkata apapun Leyka meneruskan langkahnya namun Maria menghentikannya, "Leyka, ini milikmu! Aku tidak mau membawanya karena kau pantas menerimanya" Maria menyerahkan paperbag yang berisi paket dari Afrika yang ia jatuhkan di ruang perjamuan. Surat pernikahan, compact disk dan album foto pernikahan mereka. Leyka menyambarnya dan saat ingin berlalu Valentino melepas jasnya dan mengenakannya ditubuh Leyka.
"Udara semakin dingin, pakailah" kata Valentino dan Leyka berlalu ia meneruskan langkahnya tanpa menoleh sedikitpun. Ia mengingat perpisahannya di Johannesburg dimana Leyka tidak sedikitpun menoleh kearahnya.
"Leykaa! I Love You, Barcelona!" seperti Dejavu, kisah perpisahan di Pretoria itu terulang, Leyka menunjukkan jari tengahnya tanpa menoleh. Dengan getir Valentino menatap nanar tubuh Leyka yang kian menjauh dengan gaun yang bergerak gemulai seakan menari disekeliling kaki Leyka. Semua tersenyum tipis melihat sikap bar bar itu.
"I Hate You, (aku membencimu), Val!" pekik Leyka dengan jari tengahnya, seiring ditelan gelapnya malam.
"Shitt!! Aku tidak akan membiarkan dia pergi! Seperti inilah saat kami berpisah di Pretoria! Tidak! Aku tidak akan membiarkan kisah itu terulang! Aku akan mengukir kisah manis di Barcelona! Aku tidak akan mengulang kesalahan yang sama! Aku harus mengejarnya, sampai keujung dunia sekalipun! Dia Istriku! Kami akan menghadapi segalanya bersama! Aku tidak akan membiarkan dia menghadapi ini sendirian! Dia tidak boleh bernafas! Karena akulah tempat Leyka bernafas! Aku adalah Oksigennya! Bila dadanya sesak, aku yang akan menguraikannya-- Kau salah Jared! Kami akan memecahkan kebuntuan bersama! Karena aku dan Leyka adalah Satu-- Kita adalah SATU bukan DUA! Kita telah terikat menjadi Satu" Valentino pun bergegas berlari menyusul Cintanya seiring dukungan dan semangat dari para saudara Leyka dan sahabatnya.
"Pergilah Val! Kejar dia sampai keujung dunia!" Jared
"Kejar dia! Tangkaplah dia!" Pedro.
"Bawa dia kembali!" Matthew.
"Caiyooo (ayo semangat)!!" Maria
"Kau benar, Val! Jangan biarkan dia pergi darimu lagi!" Manuella.
"Ayoo Val! Takhlukkan wanita silumanmu!" Torres.
"Caiyooo, Toro!" Diego
"Vamoosss (ayo)! Rajaa Setaann!" Penelope.
"Vamos Daddy Train! Terimalah aku menjadi anakmuu!" Simon.
PLAK!
Penelope menempeleng Simon dan semua tertawa melihatnya. Di antara ketegangan Simon adalah pemecahnya.
-
-
-
Final season di chapter Viscountess 1 bab lagi ya.. spongilernya adalah.. Train yg akan menyadarkan Leyka dan tebak siapa yang akan mengembalikan tawa Leyka.. Uhuy.. TORRES si kompor mledug itu.. Tapi sayang bgt, itu hari kamis karena besok aku ada urusan, yang sangat sangat sangat sangat pentiilll ehh penting.. jd ga up 😔 aku sampe blm sempet meriksa typo di bab ini 😔
Lo siento BOSQYU 😔
Dikopiin boleh.. Enggak juga boleh 😔🥺
(malak memelas)
Mohon bersabar karena aku juga kudu ngurus Rusal Balistik Rusia milik Steiner.. 🤣
Judul novel baruku "MENCINTAIMU YANG TAK TERLIHAT"
-
-
__ADS_1
-