FORGOTTEN LOVE On The Train

FORGOTTEN LOVE On The Train
Kau Mewujudkan Impianmu


__ADS_3

Leyka menatap wajahnya lekat lekat di cermin, ia menggigit bibir bagian bawahnya karena rasanya seluruh tubuhnya bergetar. Berulang kali ia membasuh wajahnya agar seraut wajah 8 tahun yang lalu, yang baru saja berdiri dihadapannya, menghilang dari ingatannya. Airmatanya berbaur dengan air dingin di wastafel yang berada di dalam kedainya, Double P.


Selamat datang Rasa sakit, Karena rasa sakit yang dulu kau berikan dan yang akan kau berikan padaku-- Akan membuatku semakin kuat. Kau akhirnya datang.. Dan, semuanya tidak akan pernah sama! Saat aku begitu ingin mempertemukanmu dengan Train, tapi saat melihatmu hari ini, kau tidak akan menyentuhnya seujung kukupun, Valentino Gallardiev! Aku egois? Ya, aku egois seperti dirimu! Maka terimalah keegoisanku melebihi apapun, Aku membencimu Gallardiev..


"Mommy !"


"Train belum berangkat?!" desisnya dan ia menyambar tasnya dan keluar dari toilet di kedainya. Train terlihat duduk di jok belakang, dengan susu kotak di tangannya sementara Diego berada di samping pintu dengan mengusap rambut Train dari luar, ia sedang melakukan panggilan teleponnya. Pedro berada di balik kemudi dan mengantar mereka ke bandara hari itu. Semua menunggu Manuella.


"Manuella ada apa lagi?" tanya Leyka terkejut, ia berlarian kearah luar dengan berdebar. Hanya Manuella yang masuk ke dalam kedai menghampiri Leyka.


"Kau bilang di Apartemen, tiket Train ada di tasmu, kenapa tidak kau berikan kepadaku-- Berikan padaku! Ckk. Kau ini-- Selalu saja ceroboh" ujar Manuella membuat Leyka gugup. Ia kemudian mengeluarkan semua isi tasnya dengan panik.


"Leyka, apa kau baik baik saja?" Manuella sangat peka, melihat Leyka yang masih gemetar, lalu ia mendekati Leyka.


"Ley"


"Leyka!"


"Iya.. Si (iya).. Aku baik baik saja.. Semua akan baik baik saja" nada suara Leyka begitu bergetar.


"Ibu Manuella!! Cepat kata Ayah!" Pekik Train dari mobil.


"Leyka! Apa-- Apa--


"Manuella-- Leyka berhamburan memeluk Manuella yang langsung mengerti, Leyka tidak sanggup meneruskan perkataannya.


"Jangan bilang-- Anggukan pasti dari Leyka dengan menangis membuat Manuella mengeratkan pelukannya --Ya Tuhan, Leyka" bisik Manuella dengan hati berdebar dan cemas.


Ibuuu.. Huuhhh.. Lamaa.. Mommy.. Ibuuuu..


"Bawa Train pergi. Nanti ceritanya. Dan aku baik baik saja setelah kau memelukku-- Manuella, jangan ceritakan apapun pada Damian ataupun Diego, aku yang akan mengatakannya sendiri" Leykapun mengurai pelukannya dan mengambilkan tiket yang terburai di meja beserta isi tasnya. Dengan cepat ia menyeka airmatanya dan melangkah bersama Manuella menuju mobil.


"Ohh kalian lama sekali, aku hampir menjadi jamur, Mommy-- Aku hampir menyusul kalian" ujar Train membuat Leyka tertawa. Tawa dengan hati teriris.


"Train, keluarlah dari mobil dan peluklah Mommy sebentar" pinta Leyka


"Uuhhs, Mommy tidak puas memelukku" Train pun keluar dari mobil dengan cemberut tapi dalam hatinya, ia pun ingin memeluk Leyka.


Leyka membungkukkan tubuhnya, sejajar dengan tubuh Train lalu memeluknya erat. Train membalas pelukan yang terasa aneh baginya.


"Mommy, apa Mommy baik baik saja" tanya Train beringsut dari pelukan Leyka kemudian.


"Tentu-- Mommy akan merindukanmu" bisik Leyka, kemudian ia menciumi Train bertubi tubi. Leykapun melepas Train dan mengantarnya masuk ke mobil, Ia memasangkan sabuk pengaman dan mengecup keningnya lagi.


"Adios Mommy! Te quiero! Te extranare (selamat tinggal Mommy, aku mencintaimu, aku akan merindukanmu)" ujar Train melambaikan tangannya dengan senyum riang yang sangat khas.


"Te quiero Train! Te extranare, Carino (aku mencintaimu, Train. Aku akan merindukanmu, Sayang)" kata Leyka dengan tersenyum. Entah mengapa ia ingin menangis rasanya.


Bukan karena berpisah dengan Train, tapi karena pertemuannya dengan Valentino, Leyka sedih karena Train yang selalu mencari Daddynya dan kini seseorang yang dicarinya itu benar benar datang di kota ini.


Mengapa aku sedih melihat Mommy. batin Train.


"Ley, kami pergi dulu-- begitu sampai Madrid kami akan meneleponmu" kata Diego sambil mencium pipi Leyka.


"Jaga diri kalian baik baik! Sampai bertemu lagi!" pekik Leyka dengan melambaikan tangannya. Mobil Manuella yang dikendarai Pedro, perlahan berlalu.


Leyka masih berdiri di trotoar saat mobil itu menghilang dari perempatan jalan. Ia menghembuskan nafasnya perlahan, ia melihat birunya cakrawala yang membentang luas, burung burung berkejaran dan hinggap di atap apartemen maupun gedung.


Leyka tersenyum dan membalikkan tubuhnya kearah kedai. Namun saat ia menoleh, dari jauh ia melihat sosok yang telah segar dan tersenyum ramah disepanjang jalan trotoar dan membuat hatinya kembali berdebar. Jantungnya seakan runtuh seketika.



Shit! Itu Diego! Aku tidak buta Leyka! Aku mengingatnya! Dan sudah pasti itu Manuella sahabatnya. Mereka melarikan diri waktu itu. Tapi bukankah Leyka dulu menikah dengan Diego, mengapa justru menjadi kekasih Damian? Dan anak itu-- Bukahkah anak itu yang melawan Leyka dan memanggilnya Miss Leyka? Apa dia anak Manuella dan Diego. Ini membuatku penasaran. Hahaha-- Jadi Raja Setan itu adalah Diego. Anak itu mengancammu memanggilkan Daddynya, pantas saja anak itu mengancammu karena dia adalah Diego, mungkin saja karena mantan kekasihmu, dasar Wanita Siluman! Hidupmu penuh teka teki..


Ohh Shit! Mau kemana dia serapi itu? Apa dia melihat Train? Mau apa dia! Shit.. Semoga dia tidak ke kedaiku, apapun yang dia lakukan bukan urusanku. Leykapun buru buru melangkah masuk, lalu membereskan tasnya yang berantakan.


Bagaiamana kalau dia melihat Train dan menyadari kemiripannya? Apa yang harus aku lakukan.. Ohh Shit..


Leyka kembali pergi ke toilet dan menyapu wajahnya dengan bedak, menutupi mata sembabnya, lipstik cerah, sedikit blush on membuat sentuhan diwajahnya terlihat cantik. Setelah membuka kedainya, ia harus ke sekolah menghadiri sebuah pertemuan penting. Perasaannya tidak karuan, detak jantungnya sulit di kendalikan. Ini seperti mimpi namun Leyka terjaga.


Setelah selesai ia kembali keluar dan menuju mesin mesin kopi yang berada satu ruangan dengan mesin kasir, seperti biasanya ia menuangkan biji kopi robusta dan arabica ke dalam mesin grinder sesuai takaran. Lalu ia memasukkan bubuk kopi itu kedalam mesin pembuat kopi otomatis.


"Jadi ini kedai kopi yang enak di Barcelona? Baiklah aku akan mencoba. Bila tidak enak aku akan menutup kedai ini. Hahaha-- tidak tidak aku hanya bercanda" sayup terdengar Valentino berkelakar kepada orang di jalanan yang ramah kepadanya, layaknya seorang pelancong yang menanyakan kuliner yang enak di suatu kota. Ia sengaja mengeraskan suaranya, agar Leyka mendengarnya. Leyka dan Maria saling berpandangan dengan menggelengkan kepalanya.


Shit!! Gurauanmu tidak lucu Valak!! Kalau kau berani menutup kedaiku, aku akan menguliti biji torpedomu! Shit.. Kau membuatku menjadi sadis begini.. Cincin.. Cincin ini.. Aku harus melepaskannya.


Leyka yang mendengar itu, langsung duduk berjongkok seakan bersembunyi. Ia melepas cincinnya motif bunga jacaranda pemberian Valentino, lalu melepas kalungnya. Cincin itu ia gunakan sebagai liontin agar bersembunyi di dalam bajunya.


Apa kau pingsan Leyka? Kau langsung bersembunyi? Hahaha.. Kau pasti gemetar melihatku.. Atau kau sengaja pingsan agar aku menggendongmu? Hahaha-- Tenang aku akan menjadi Superhero untuk menjeratmu, Siluman Betina.. batin Valentino dengan melebarkan senyumnya.


Ia pun melangkahkan kakinya mendekati kasir, jantung Leyka berdetak cepat saat mendengar langkah kaki khas Valentino yang masih bersarang dalam ingatannya. Leyka mengambil nafas dalam dan berusaha sesantai mungkin. Ia tidak boleh menunjukkan kegugupannya, ia harus memperlakukan Valentino seperti orang asing dan seperti pelanggan pada umumnya.


"Buenos dias (selamat pagi)" suara khas itu mengguncang jantung Leyka ia bergegas berdiri dengan beberapa toples toples kopi yang di apit lengannya, juga yang di genggam tangannya, lalu tersenyum tipis.


"Oh, Buenos dias, Senorita (selamat pagi Nona)" Valentino mengulangnya, ia kemudian memamerkan senyum dengan memiringkan kepalanya, tidak bisa dipungkiri ia pun berdebar melihat senyum Leyka dan ketenangannya. Leyka sering mengusap bibir Valentino dengan ibu jarinya kala ia tersenyum, itu dulu saat di Pretoria, 8 tahun yang lalu.


Tenang sekali Wanita Siluman ini, aku pikir kau pingsan melihatku-- Ck, ternyata aku salah. Dia baik baik saja...


"Si, buenos dias, Senor (Iya, selamat pagi Tuan)" kata Leyka sambil meletakkan toples toples itu di meja kopi lalu mengambil toples toples yang berisi bola bola jahe, teman kopi Espresso dan juga olahan biskuit dengan kacang almond serta kayu manis yang menemani kopi Cappuccino saat disajikan.

__ADS_1


"Kau bukannya yang-- Ehm, apa kita saling mengenal? Dimana aku melihatmu?" Valentino berakting seolah ia memancing ingatan Leyka beberapa saat yang lalu namun Leyka malas menjawabnya.


"Entahlah, bahkan kejadian satu jam yang lalu, aku lupa, Senor (tuan). Kita tidak pernah bertemu, kita hanya orang asing-- dan kau pelanggan pertamaku hari ini" ujar Leyka dengan menghindari pandangan Valentino yang seakan menelanjanginya.


Bahkan kau tidak mengenakan cincin dariku lagi, itu cincin pernikahan kita Ley.. Shit! Apa kau menjualnya? Shit, tega sekali..


"Ohh Aku ingat! Kau yang menabrakkan dirimu padaku kan?" kata Valentino dengan menunjuk, dan seketika Leyka menjadi panas hatinya.


Val, kau masih menggunakan cincinmu.. Kau tidak melepasnya.. Sakit sekali hatiku mengingatnya, akan lebih baik bila kau melepaskannya..


"Baiklah, anggap saja aku yang menabrakmu. Aku juga sudah lupa-- Kau ingin memesan apa Senor (tuan)?" Senyum itu mengembang manis, menyempurnakan pagi milik Valentino hari itu, senyum yang berhasil membuat Valentino berdebar debar.


Shit, Wanita ini tidak mudah dipancing. Dia selalu licik dan penuh tipu muslihat. Valentino.


"Satu kopi hitam-- ehm, apa kau menjual kopi Luwak dari Indonesia? Kopi terenak dan termahal di dunia" kata Valentino dengan menatap tajam kearah Leyka, ia merentangkan kedua tangannya di meja kasir dan membuat jantung Leyka seakan terhenti.


"Ehm, kami hanya menjual kopi Brazil dan Spanyol" kata Leyka mengenakan celemek barista dan mengikat rambutnya, Leyka sengaja melakukannya agar Valentino yang terlihat tenang itu menjadi gugup. Namun Valentino bisa mengatasinya, ia menahan hatinya yang berkecamuk.


Shit! Rasanya aku ingin menji*lat lehermu sampai hangus menghitam.. Sikapmu ini sangat berbahaya, bagaimana bila para laki laki yang melihatnya tidak bisa mengendalikan dirinya! Aku akan menutup kedai ini.. gerutu Valentino dalam hatinya.


"Sayang sekali, padahal itu kopi kalangan bangsawan, tapi sepertinya tidak cocok dikedai ini" sindir Valentino membuat kuping Leyka memanas.


"Kami bisa mengimport kopi Luwak langsung dari Indonesia. Tapi orang kaya sekalipun yang minum di kedai kami, tidak mau membayarnya seharga 50 euro (850.000 IDR)-- Kami tidak ingin bangkrut dan menutup kedai ini" Leyka berbalas menyindir karena perkataan Valentino yang ingin menutup kedainya bila kopi di kedainya tidak enak. Valentino menatapnya dengan tersenyum menawan, dan Leyka menghindari tatapan itu.


"Hei Maria, bila kekasihmu macam macam dengan kedai ini, grinder saja torpedonya!" ujar Leyka dengan terbahak ke arah Maria. Ia memanfaatkan momen saat kekasih Maria membuat keributan di Kedainya beberapa waktu yang lalu, untuk menyindir Valentino.


Ohh Shit! Kau membuatku linu! Fu*ck! Aku merinding begini! Aku tahu kau menyindirku karena aku akan menutup kedai ini kan.. Aku bisa membacamu! Shit! Rasanya aku ingin melahap bibirmu itu!. umpat Valentino dengan kesal. Namun di luar ia tampak tersenyum dengan mendengus.


"Hahaha-- Tenang Ley, kekasihku sudah jinak. Dia tidak akan macam macam lagi di kedai ini" kata Maria sambil menurunkan kursi kursi yang terbalik di meja. Maria sangat cekatan ia salah satu keluarga Fernandez.


"Jadi kau sudah memutuskan ingin kopi apa Senor (tuan)?" tanya Leyka kembali.


"Apa kau menjual kopi dari Afrika Selatan. Tepatnya di perbukitan minyak Zaitun dan Lavender" Leyka berbalas tersenyum namun ia kesal saat Valentino dengan tenang menyebut Afrika Selatan.


Sekalian saja kau sebutkan Castello de Monte! Shitt! Kau membalasku! Bas*tardo! (baji*ngan)


"Disana ada kastil Vampir yang terkenal" imbuh Valentino dengan senyum jokernya dengan menunggu reaksi Leyka.


Fu*ck you, Rey Demonio (Raja Setan) !!


Ayo tatap aku, Wanita Siluman.. Mengapa kau selalu menghindarinya, aku sangat tau kelemahanmu..


"Senor (Tuan)-- Leyka merentangkan tangannya dan mencondongkan wajahnya sejajar namun lebih rendah dari wajah Valentino, ia mendongakkan kepalanya dengan memiringkan kepalanya. Leyka mengumpulkan segala keberaniannya, ia tersenyum dan menatap tajam mata Valentino --Kami menjualnya dan kebetulan habis. Setelah restauran Perancis di seberang kedai ini, ada cafe yang menjual kopi dari Afrika Selatan, silahkan kesana" Valentino kalang kabut ia mulai mengendurkan dasinya. Leher belakangnya mulai berkeringat.


Shitt! Beraninya kau mengusirku! Shitt, aku tidak boleh kalah darimu, sekarang aku sangat yakin kau memakai sihir! bahkan voodoo! Shit! Aku selalu terpesona padamu! Ini Sihir..


"Semua orang, mengatakan kedai ini menjual kopi yang enak. Aku akan mencoba kopi robusta dari Brazil, Espresso dengan gula rendah kalori-- Valentino justru mencondongkan lagi kepalanya dan Leyka spontan memundurkan wajahnya dengan gugup --Dan aku mau dua bola bola jahe ini, yang seperti dua telur milik Toro (banteng)" dan tatapan Valentino menikam hati Leyka, dengan nakal jari telunjuk Valentino memutari toples yang berisi bola bola jahe yang mirip tes*tis banteng, dan Toro merujuk pada banteng yang mana itu panggilan Leyka kepadanya 8 tahun yang lalu. Valentino membuat pikiran Leyka melalang buana hingga ia menelan salivanya.



Hahahah.. Ohh Wanita Siluman ini, apa kau mengingatnya? Apa kau ingat bagaimana lidahmu liar men-- Hahh.. Ok Stop! Aku tidak boleh mengingatnya! Senjataku bisa On di hadapannya dan ini tidak lucu!


"Baiklah, Senor ( Tuan)" Leyka pun mendengus dengan dengan mata culas yang siap menerkam Pria menyebalkan yang berdiri dihadapannya. Ia kemudian menyiapkan set cangkir kopi espresso. Valentino tersenyum dan menahan tawanya dengan memandangi Leyka yang bergerak kesana kemari menyiapkan kopi untuknya. Ia mengamati lekuk demi lekuk tubuh Leyka hingga ia merasa kepanasan.


Mengapa buah dadanya membesar, apa dia melakukan operasi silicon? Shit! Aku akan memeriksa secepatnya.. Ohh Tidak! Misi menjeratnya, bisa bisa aku yang terjerat.. Shitt..


"Apa ada Jagung Bakar Afrika Selatan ?" tanya Valentino saat Leyka terus memunggunginya. Valentino menahan tawanya, karena Leyka terbatuk saat mendengarnya dan juga membulatkan matanya, gairah kewanitaannya melaju cepat, jantungnya berdetak seakan melompat lompat, dan tubuhnya menghangat.


Shittt!! Fu*ck you Val.. Leyka mengumpat kesal.


"Kami menjualnya hanya saat Festival, dan jagung lokal" jawab Leyka dengan menahan kekesalannya. Sementara itu kue kue berdatangan dibawa oleh penghuni Distrik dan Leyka memanggil Maria.


"Maria, siapkan nampan nampan kuenya!"


"Si (Iya), Leyka" jawab Maria.


Valentino mengamati cara kerja kedai itu dengan seksama, ia memperhatikan desainnya, menunggu Leyka membuatkan kopi untuknya.


"Apa ada irisan buah Peach? Ehm-- Maksudku buah kaleng" kata Valentino dengan menggigit bibirnya.


"Aaaw! Shh-- Leyka ingin mengumpat namun tidak jadi, ia memecahkan cangkir karena ucapan Valentino.


Hahaha.. Apa kau gugup Istriku? Apa kau membayangkan saat aku menghisapnya? Hahaha.. Valentino terbahak dalam hatinya.


"Senorita (nona) apa kau tidak apa apa!" Valentino berbasa basi dengan menahan tawanya.


"Aku tidak apa apa Senor (tuan), jangan mengkhawatirkanku"


Aku tidak khawatir! Aku hanya basa basi.. Dia pikir aku khawatir?


"Ley? Kenapa?!" tanya Maria menghampiri Leyka. Maria pun menyingkirkan pecahan cangkir dan Leyka mengambil lagi set cangkir untuk Valentino.


"Mesin ini terlalu panas-- Aku sudah menyuruh Kekasihku untuk memperbaikinya-- Ah, dia sibuk sekali" katanya pada Maria dan membuat Valentino memanas, senyum itu menghilang dari wajahnya, ia mengepalkan tangannya. Maria terlihat bingung, saat Leyka menyebut kata 'Kekasih', bukan 'Damian' seperti biasa. Ditambah lagi, mesin itu sesungguhnya tidak rusak. Ia pun berlalu membawa pecahan cangkir dan mengambil alat kebersihan.


Shit! Beraninya kau menyebutkan kekasih, kau pikir aku perduli? Kau tidak perlu memperjelas, Leyka.. Shit..


"Oh iya tentang buah yang kau cari, itu biasanya ada di Supermarket, Senor"


"Berarti buah cherry kaleng juga ada disana" Leyka menghela nafas panjang saat Valentino kembali menyinggung buah cherry, ia pernah berciuman di pagi hari dengan buah cherry dan juga meminum sekaleng soft drink dengan rasa buah cherry, saat itu Valentino mencari bukti apa yang terjadi di Butik Versace. Itu awal mula kesalah pahaman mereka. Leyka masih mengingatnya dan Valentinopun sibuk mengingatkannya. Keduanya saling membenci, saling merindukan dan saling memendam kekecewaan.

__ADS_1


"Di Spanyol sangatlah lengkap, kami menjual kue khas Spanyol dan-- Apa kau mau Red Velvet, Senor?" Valentino mengulas senyumnya dengan sinis, namun tatapannya sangat menikam hati Leyka.


"Boleh, tapi aku tidak yakin apakah Red Velvet dari Spanyol lebih enak dari negaraku" sindir Valentino.


"Sepertinya kau bukan orang sini?" tanya Leyka menyerahkan kopi buatannya.


"Apa kau bisa menebak aku dari mana?" dan Valentino menerima kopi itu.


"Ehm-- Jerman mungkin" Leyka menunjukkan wajahnya yang menantang, dan Valentino sangat gugup seketika.


Fu*ck! Siluman menyebalkan! umpat Valentino, dan ia tahu itu negara Damian.


"Aku dari Italy" jawab Valentino datar.


"Selamat datang di Spanyol, Senor. Silahkan duduk dan aku akan mengantar Red Velvetmu" kata Leyka dengan tersenyum, namun Valentino justru menyesap kopi itu dihadapan Leyka dan mengerutkan alisnya.


Ini sangat enak. Tapi aku ingin mengerjaimu, Wanita Siluman.. Aku sangat senang barusan..


"Ini kurang kental, apa kau bisa menambahkan sedikit kopi lagi?" Valentino menyodorkan kopinya.


"Untung kau berada di Spanyol, kalau di Negaramu kau akan dianggap tidak sopan seperti meminta tambahan keju di Negaramu" Leyka tersenyum sinis dan membawa kopi Valentino untuk ditambahkan kopinya. Valentino menelan salivanya saat melihat Leyka memunggunginya, leher Leyka tampak berkeringat.


Ohh Shitt, sexy sekali. Aku harus menahan diriku..


"Iya begitulah Italy, taraf hidup kami sangatlah tinggi" jawab Valentino tidak nyambung dan terkesan membanggakan negaranya. Leyka masih mendengus kesal dengan tersenyum sinis.


"Si (iya)-- sangat tinggi karena itulah disana kekurangan keju, tapi aku melihatnya hanyalah pelit. Alasan klise dengan meminta tambahan keju dianggap tidak sopan. Seharusnya Italy mengimport keju terbaik dari Spanyol, Negara kami pemilik keju terbaik. Kau memesan 2 loyang pizza, kami akan menambahkan krim keju terpisah secara cuma cuma" Leyka mulai sengit, ia tidak bisa mengendalikan dirinya, ia mulai kesal pada pria yang selama ini di sebutnya sebagai pe*cundang.


Dan Ya! Di Italy, meminta keju tambahan saat membeli apapun dengan olahan keju, dianggap tidak sopan dan melecehkan. Itu akan menyinggung chef dan dianggap tidak menghargai buatan tangan terampil. Karena membuat makanan lezat adalah sebuah karya seni. Karena itu pantang meminta keju tambahan di Italy.


"Itu bukan pelit Senorita (nona), itu karena kami menghargai hasil karya seorang Chef yang telah membuatnya, sehingga rasanya tidak pantas untuk meminta lebih karena kami bukan orang yang serakah" Valentinopun tak kalah kesal, ia tidak mau kalah dan ia tidak akan mengalah.


"Serakah? Pembeli adalah Raja dan mereka pantas mendapatkan sesuatu yang lebih. Serakah dan penuh ambisi tidak ada di dalam kamus negara kami. Spanyol adalah surga pertemanan, kami saling membaur dan terkenal ramah, tidak arogan dan tidak ada kesombongan, apalagi serakah" dan Valentino merasa perkataan itu untuk dirinya. Ia emosi mendengarnya.


Ia mengingat ambisinya, keserakahannya saat di Pretoria, bahkan Ayahnya juga mengatakan hal serupa. Keserakahan, Ambisi dan Kesombongan yang akhirnya membuat Leyka pergi 8 tahun yang lalu. Namun Valentino tidak menyadarinya.


Cinta harus ada pengorbanan dan kerendahan hati, bukan kesombongan Val! Cinta harus ada sesuatu yang lebih besar.. perkataan Leyka 8 tahun yang lalu, terlintas dibenaknya. Seakan mata tombak menohoknya, dadanya kian sesak. Valentino menahan kuat emosinya.


"Tapi keramahanmu hilang, Senorita (Nona). Apa kau bisa memanggil pemilik kedai ini? Bosmu harus tau kau sangat tidak sopan, aku harap siapapun itu, dia bisa memberimu peringatan!" Mata Valentino semakin tajam menatapnya dan lagi lagi Leyka menghindarinya. Siapapun tidak akan sanggup menatap mata Valentino satu menit saja, begitupun Leyka. Sebenci apapun Leyka padanya, ia tidak akan sanggup.


"Hahaha-- Leyka justru tertawa renyah, untuk sesaat Valentino terpukau melihatnya --Maria! Kemarilah!" dan Maria menghampiri Leyka dengan nampan kue ditangannya.


"Iya Ley-- Ada apa? Apa pria ini mengganggumu?"


"Pria ini minta di panggilkan Pemilik Kedai ini" kata Leyka dengan tatapan tajam tanpa berkedip, namun hanya sesaat. Leyka kemudian melemparkan pandangannya kearah kue yang berada di tangan Maria dan Leyka pura pura menatanya.


"Senor (tuan) ! Leyka adalah pemilik kedai ini!" Leyka tersenyum sinis dengan melirik kearah Valentino.


"Apa?!" Valentino terkejut mendengarnya, hingga ia menegakkan tubuh tegapnya, ia terpana dengan kenyataan itu.


Kau benar benar membuka kedai, Leyka.. Saat itu kau mengatakan 'ikutlah denganku, kita bisa membuka kedai' dan kau mewujudkannya.. Kau mewujudkan impianmu.. Ternyata.. Inilah kehidupanmu.. Kau lebih bahagia dari ku.. Leyka, hatiku sakit sekali.. Siapa yang bodoh.. Aku atau kau? Ini mustahil.. Kau pemilik kedai ini? Double P? Jadi inilah kenyataan hidupmu..


"Duduklah Senor (tuan)-- Maria akan mengantar Red Velvetmu segera" Leyka berlalu dengan kesal, ia menahan gemuruh di dadanya. Ia pergi ke toilet untuk meredamkannya.


Valentinopun mencari tempat duduk yang strategis, yaitu di seberang kasir. Tempat dimana ia bisa memandangi wajah Istrinya. Namun Leyka tidak kunjung kembali dari toilet dan Valentino menyusulnya.


-


-


-


Disana tuh kalau nunggu lama bahasa gaulnya tuh gini,


"Lama sekali, kau membuatku hampir menjadi Jamur"


Baru Akan -- ga kejadian.


Dan kalau di kita bahasa gaoollnyah tuh gini,


"Gila lama bgt lo, gue ampe lumutan!"


Sudah terjadi -- tapi ga lumutan. 🤣🤣🤣



ngemeng2 bola bola jahe tuh, jahe diparut terus dimasak pake karamel trs dibulet2in itu lohh.. nah kalau disini ga ada deh kayanya, adanya permen jahe.


Itu tuh ngopi di musim dingin pasti di kasih itu. hampir didaratan eropa. Dan kopi luwak dari indonesia adalah bener kopi termahal. Kopi luwak real lho ya, bukan weeett kopi 🤣


itu di perancis ada yg jual secangkir kopi luwak dr indonesia seharga 1,5juta. kl di pinggiran kota bisa 800rb.


Ada dong, ceritanya orang salah mikir. aahh dari indonesia ini pasti murah, nah tuh orang ga liat harga dong. pas kopi udah abis, yang bayar shock. eeh tuh orang baru liat harga 🤣 ya udah alhasil yg bayar ngedumel ga jelassss 🤣🤣🤭🤭 trs yg bayar tadi, malemnya diemuuy emuuyy dong bola bola jahenya, ehhh ceria lagi diaaa 🤣🤣🤣🤭🤭 kalau ga gituuu, beuhhh kita ga shopping cyiiinnn 🤣🤣🤭


kalian pernahlah pasti, abis digidaw minta duit suami, minta lebih dah pokoknya. pdahal udh di kasih. kita tuh emang wanita siluman kadang kadang 🤣🤣


ehh telor pecah diatas abaikan saja, yang jangan diabaikan tuh-- gimana kl kita ngopi (malak alusan bosque) 🤣🤣🤣🤣


-

__ADS_1


-


-


__ADS_2