
Rooftop Casa De Miel
Tempat yang paling menyenangkan disaat hati mulai kacau, tempat yang tenang disaat pikiran dipenuhi ketakutan, kecemasan dan juga kekalutan adalah di puncak ketinggian. Rooftop Apartemen Casa De Miel.
Rooftop atau Atap adalah penutup atas suatu bangunan yang paling atas yang melindungi bagian dalam bangunan dari hujan maupun salju. Bentuk atap ada yang datar dan ada yang miring, walaupun datar harus dipikirkan untuk mengalirkan air agar bisa jatuh. Sebagian berlantai kayu dan sebagian berkerikil. Para penghuni banyak melakukan kegiatan disini. Mereka bisa berenang di kolam renang atau menikmati senja yang begitu temaram di Barcelona. Menatap hiruk pikuknya jalanan yang mengalir seiring derasnya arus kehidupan.
Leyka menatap lembutnya cakrawala senja itu, semburat kekuningan di iringi kicau burung yang berlarian pulang ke peraduaannya, membuat pikirannya sedikit tenang. Hatinya begitu getir dan terluka. Kehilangan sosok Damian begitu menyesakkan dadanya. Bukan karena Cinta, tapi karena kehilangan sosok sahabat yang selama dua tahun ini mengisi harinya melewati sepi, melewati musim demi musim yang selalu saja berganti.
Seharusnya ia ke Double P, tapi ia sangat malas. Pikirnya, ia hanya akan bertemu Valentino yang akan menertawakannya atau menghinanya karena hubungannya telah berakhir. Leyka tak perduli, banyak pesanan kopi hari itu dan itu juga pesanan Valentino. Ia memutuskan ke atas Rooftop Apartemen Casa De Miel sendirian, toh Train juga masih tidur atau mungkin sudah ke Gereja.
Berawal di rooftop ini.. Aku dan keluargaku sering menghabiskan waktu disini bersama Train.. Tempat ini juga mengingatkanku pada sahabatku Henry dan Damian.. Kita sering berada disini bila malas ke Stadion Camp Nou, kita melihat sepakbola bersama seluruh Distrik Miel, dengan popcorn juga bir murah dan semua akan terkapar disini.. Huhh..
Damian, apa kau sungguh sungguh dengan ucapanmu? Kau akan menghilang dari hidupku.. Ini gila.. Dua tahun Damian.. Shittt!! Ini sangat gila.. Di tambah Viscountess itu.. Tidak, aku tidak boleh terpilih, aku harus mencari cara selain menikah. Aku juga tidak boleh memanfaatkan Damian dengan menikahiku hanya agar selamat dari Viscountess itu.. Ini sangat gila..
Pikiran Leyka berkecamuk, airmata ketakutan juga kesedihan bercampur menjadi satu, ia menggigit kuku ibu jarinya, sesekali ia meneguk cocktail yang ia pesan di mini bar milik tetangga Distrik yang berjualan di atas Rooftop itu juga. Kukunya nyaris habis dan itu kebiasaannya yang diturunkan kepada Train bila anak itu cemas atau terlalu senang.
Ponselnya pun berdering dan ia membulatkan matanya, ia berdebar melihat nama Ibunya tertera di layar ponselnya.
"Hola, Ibu"
Pachito, Ibu akan mengirimkan gaun ke Apartemenmu.. Kita akan menggunakan warna yang sama..
"Ibu, Pachito akan tetap mencari cara untuk menggagalkan Viscount Alfredo. Pachito tidak mau menikah dan tinggal di London. Apalagi berpisah dengan Train" Leyka bangkit berdiri dan berjalan ke pinggir pagar dan menyandarkan tubuhnya disana.
Pachito, Ibu akan mengurus Train. Toh semua anggota kerajaan tau Train putra sahabatmu. Kau bisa bercerai setelah satu tahun.
"Tidak Ibu"
Pachito, dengarkan Ibu. Kita tidak bisa berbuat apapun. Seandainya Alfredo tidak mengundang Raja dan Ratu Spanyol, Ibu bisa membantumu keluar dari acara ini. Setelah acara makan malam kerajaan, Locki akan mengurus datamu yang salah di Palma dan mengajukan berkas pernikahanmu. Satu tahun saja Leyka, hanya satu tahun, kau bisa menceraikannya. Ini sudah bukan tentang taruhan Locki, Alfredo akan memburumu karena dia jatuh cinta padamu, sejak kau sekolah di tingkat Senior
"Dia memang pedofilia! Satu tahun banyak hal yang bisa saja terjadi! Dia bisa memperkosaku! Aku bisa saja hamil! Atau bahkan dia bisa mengurungku! Apa Ibu mau melihatku menderita? Ibu mengorbankan aku!"
Dua orang pengawal dari Spanyol akan bersamamu Pachito. Mereka mengancam Ibu! Seandainya Ayahmu masih hidup, dia akan melindungi kita! Kau akan aman. Kau bisa meminum obat pencegah kehamilan
"Ibu! Apapun yang aku minum tidak akan berhasil, aku meminum Ramuan Dewa Kesuburan Ibu, berapa kali Pachito harus menjelaskannya pada Ibu! Karena itulah aku tidak berani sembarangan berhubungan dengan laki laki karena aku bisa saja hamil! Anakku cukup Train dan aku tidak mau anak dari laki laki lain!" Leyka terlihat berjalan mondar mandir dengan menggerutu. Alisnya seakan menyatu dan Leyka semakin dilanda ketakutan.
Apa kekasihmu Damian bisa menolongmu?
"Damian mengakhiri hubungan kami. Karena.. Karena-- Leyka menghentikan langkahnya ia kembali menggigiti kuku di jemarinya. Matanya berkaca kaca.
Salah satu hal terberat menjadi Putri Mahkota adalah selain menjaga sikapnya, mereka harus tunduk dan menurut dengan peraturan. Apalagi acara itu di hadiri oleh Raja dan Ratu Spanyol, yang menjalin hubungan politik dengan kerajaan terbesar di dunia, yaitu Kerajaan Inggris. Bila membangkang maka, semua aset juga pelepasan gelar yang telah tersemat dari jaman leluhurnya akan di buang tanpa ampun. Mereka akan di kucilkan bahkan akan di beri tinta hitam. Banyak di kehidupan nyata, Putera atau Puteri Mahkota menjadi gelandangan disana, dan itu terbukti hingga detik ini.
Pachito? Ada apa? Apa semua baik baik saja..
"Damian pernah berjanji pada Train bahwa, jika suatu hari Daddynya datang, Damian akan menjauhiku"
Itu artinya--
"Si, Ibu-- Laki laki itu datang" ujar Leyka lesu, ia duduk di batu semen yang ditanamani bunga bunga dengan mencondongkan tubuhnya ke depan seraya memijat pelipisnya.
Ya Tuhannn Pachito
"Tapi dia tidak mengetahui tentang Train"
Lalu katakan padanya, dan-- Mengapa kau tidak meminta pertolongan padanya untuk menikahimu. Setidaknya bertunangan. Bukankah kalian dulu saling mengenal dengan baik. Bukankah Train menunggu Daddynya? Bukankah ini kebetulan Pachito.
"Aku meminta pertolongan padanya? Aku tidak sudi Ibu! Itu akan membuatnya semakin besar kepala! Dia ingin membuatku jatuh kedalam pelukannya dan meninggalkanku! Itu niat si pecu*ndang itu, Ibu! Aku membencinya! Pachito sangat membencinya! Pachito selalu di hina dan direndahkan oleh laki laki arogan dan sombong itu! Dia sudah punya istri dan sudah pasti pecu*ndang itu memiliki anak! Pachito tidak sudi Ibu! Shiitt!" Leyka kembali bangkit berdiri, emosinya meledak seketika. Rasanya ponsel yang sedang di genggamnya seakan remuk, hingga tanpa sadar Leyka mengumpat.
Pachito mengapa kau sangat marah marah begini? Astaga kau mengumpat di depan Ibu?! Ya Tuhan Pachito! Kau putri mahkota! Kau putri bangsawan Felipe dan kau mengumpat? Ya Tuhann Pachito.. Apa kau cemburu?
"Ehm. Lo siento, Madre (Maafkan aku Ibu). Aku. Aku tidak sengaja mengatakannya. Lo siento. Aku.. Setiap aku bercerita tentang pecu*ndang itu, pasti aku sangat marah" dan kata 'Madre' adalah kata kunci untuk meluluhkan hati Ibunya yang sangat disiplin karena seorang Putri Mahkota memang tidak boleh mengumpat. Di sekolah kepribadian para Bangsawan, seorang murid bisa di pulangkan dari Asrama dan akan terkena sanksi.
Apa kau masih mencintainya?
__ADS_1
"Tidak Ibu! Tidak akan! Pachito membencinya" sanggah Leyka seketika.
Pachito, terkadang manusia tidak menyadari Cinta itu datang dan mengikat hatinya terlalu kuat, saat manusia tidak mendapatkan apapun dari Cinta itu, maka cinta itu hanya terbungkus kebencian. Tapi Pachito, kau hanya perlu membuang bungkusnya.
"No Ibu! Pachito membencinya! Benci, Cinta dan Luka, yang telah berbaur menjadi satu dan tidak akan pernah bisa terurai! Dia sudah punya Istri dan lihat aku yang begitu bodoh, dan tidak bisa membuka hatiku untuk siapapun" wajah Leyka sampai memerah, kekesalannya memuncak. Ia terus mondar mandir di taman Rooftop tanpa alas kaki, sikap Valentino juga kata kata kasar yang selalu Leyka ingat, hinaannya yang sangat merendahkannya tidak mudah menghilang begitu saja.
Valentino benar, Ia membuat hati Leyka porak poranda. Sesekali terasa hangat namun di sisi lain Valentino membuatnya begitu dingin. Kesal, benci dan itu yang menyiksa hati Leyka.
Leykapun juga kesal pada dirinya sendiri, mengapa ia mudah memaafkan dan mudah juga ia membenci Valentino, di tambah sikap Damian yang menjauh, membuat hatinya tak lagi memiliki sandaran. Dan kini Damian memutuskan kembali menjadi sahabat. Satu hal yang tak mudah bukan? Dua tahun, bukanlah waktu yang sebentar. Rasa sayangnya dan rasa bergantung kini Leyka terombang ambing tak tahu arah.
Jika begitu, hanya dia yang bisa mengurainya. Train harus tau siapa Daddynya. Dan dia harus tau Train Putranya.. Ibu akan ke Barcelona satu hari sebelum acara makan malam kerajaan. Jika ada kesempatan, Ibu akan mengunjungimu. Gusmo datang. Nanti kita lanjutkan lagi. Ibu ingin ceritanya bagaimana laki lakimu datang. Te Quiero, Pachito.
"Te quiero, Madre (Aku mencintaimu, Ibu)" Leyka menutup ponsel dan bangkit berdiri kembali ke bibir pagar. Ia memejamkan matanya dan menengadahkan kepalanya keatas, Leyka menghela nafas panjang.
Jika tidak ada jalan.. Aku harus meninggalkan Barcelona bersama Train.. Coret saja namaku.. Coret saja Felipe.. Aku tidak perduli.. Aku rela kehilangan segalanya.. Asalkan Train selalu bersamaku.. Lo Siento, Ibu.. Kali ini, Ibu harus kehilangan nama Felipe.. Ibu harus bertahan.. Dan ikutlah bersamaku.. Tinggalkan Palma dan Kekasih gilamu itu, Ibu.. Tetaplah bersamaku.. Kita akan melalui hidup kita.. Karena hanya kita yang tersisa dari Keluarga Manuello Felipe..
Airmata Leyka terurai seiring angin berhembus menerpa pipinya. Tekadnya telah bulat. Ia akan meninggalkan Barcelona setelah perjamuan makan malam kerajaan. Dan Itu akan menjadi Perjamuan Makan Malam terakhirnya.
"Baby" Leyka membuka matanya, ia sangat terkejut, tiba tiba Damian memeluknya dari belakang. Leyka membalikkan tubuhnya dan Damian langsung memeluknya.
Suara Damian terdengar parau, ia tahu Leyka pasti di Rooftop. Damian cukup mengenalnya dalam hal Leyka mencari tempat menyenangkan untuk menenangkan dirinya. Damian tahu kekalutan Leyka, namun rasa cemburunya pada Valentino, justru melukai perasaan Leyka. Lalu apa bedanya dengan Valentino? pikir Leyka.
"Lo siento. Mengapa kau tidak memohon? Mengapa kau meng-iyakan semua keinginanku?"
"Damian" Leyka menguraikan pelukannya dan mundur satu langkah menjauh. Damian semakin dirundung rasa bersalah.
"Leyka, Baby-- Aku tidak bisa menjauh darimu" suara Damian begitu lirih, seraya meraih tangan Leyka dan digenggamnya erat. Ia membelai rambut Leyka perlahan. Hati Leyka trenyuh melihat mata Damian yang sembab karena sehabis menangis. Hidungnya pun terlihat memerah.
"Damian, satu hal yang tidak kau tahu. Aku tidak pernah memohon kepada siapapun kecuali--- Ehm. Pada Valentino disaat bercinta. Shittt. lanjut Leyka dalam hati --lupakan. Memohon hanya akan melukaimu bahkan aku juga akan terluka. Cinta sangat dekat dengan Luka. Karena itu aku tidak akan memohon. Waktu aku kecil Ella Gusmo pernah menarik rambutku dan Locki hanya melihat dan membiarkan kejadian itu berlangsung. Saat aku memohon, si Loco (gila) itu justru menyuruh Ella semakin menarik rambutku. Sejak saat itu, aku tidak pernah memohon demi apapun!"
Mendengarnya, Damian kembali menarik tangan Leyka dan memeluknya sangat erat. Ia berkata dengan suara parau karena matanya telah berkaca kaca, "Baby, Lo siento. Kembalilah padaku. Aku akan menikahimu setelah perjamuan makan malam itu. Kita bisa bertunangan terlebih dahulu. Tapi itu bila Train menyetujui. Bila tidak aku akan tetap berdiri menunggu Train menerimaku"
"Damian aku sudah memiliki rencana, aku akan meninggalkan Barcelona setelah Acara Perjamuan" Damian membulatkan matanya ia mengurai kasar pelukannya dan mencengkeram lengan Leyka.
"No-- Tidak boleh!" pekik Damian. Suaranya seakan menggema dibawa angin senja, sore itu.
"Aku mencintaimu Leyka! Dua tahun apakah itu tidak berarti?" Damian semakin menarik lengan Leyka kearahnya dan semakin tipis jarak diantara mereka.
"Aku baru saja meratapimu! Dan kau datang! Jika aku mau kembali padamu, ini akan terulang Damian!"
"Baby!" Damian berlutut dan memeluk pinggang Leyka dan ia memohon dengan memiringkan kepalanya beryandar pada perut Leyka. Damian menangis dalam penyesalan.
Shiitt! Apa yang harus aku lakukan? Mengapa hatiku hampa.. Tidak Damian, aku sudah memiliki rencana, aku akan meninggalkan Barcelona.. Baiklah.. Aku akan mengikuti apa kemauanmu karena memang telah banyak yang kita lalui.. Tapi aku sangat yakin.. Train tidak akan pernah mau menerima pertunangan bahkan pernikahan kita, sekalipun itu demi Viscountess..
"Hanya bila Train menyetujuinya! Aku ingin menolongmu, aku mendengar percakapanmu dengan Ibumu" Leyka terdiam, rasa sayang dihatinya dan kenangannya bersama Damian mulai memudar.
"Leyka?" Damian menunggu jawaban.
"Si, Damian." jawab Leyka lirih. Damian semakin erat memeluknya sore itu.
-
-
-
Di Apartemen Dolores
"Hmm.. Apa kau mencintainya atau pernahkah kau mencintainya? Dan bila kau mencintainya-- Mengapa kau tidak mau berkorban untuknya?" tanya Dolores membuat Valentino kembali tertunduk. Rasa bersalah. Penyesalan. Rasanya bagai jutaan anak panah yang seketika menyerbunya.
Suara Valentino begitu lirih terdengar, "Tia, aku tidak tahu apa artinya. Tapi aku tidak bisa kemanapun hatiku masih ada disana, di Pretoria! Aku.. Aku kesal.. Aku pun membencinya! Aku akan menakhlukkannya lalu--
Diego dengan cepat memotongnya, "Kau akan meninggalkannya kan? Kau akan menghancurkannya"
"Iya Diego-- Valentino mengacak rambutnya dan mengusap wajahnya, bahkan sisa airmatanya masing menggenangi pelupuk matanya --Tapi lihat hasilnya, aku yang babak belur mencintainya. Aku jatuh lagi ke dalam pesonanya, sama seperti di Pretoria, sampai aku tidak bisa melihat Train adalah Putraku! Hanya kecemburuan dan rasa ingin melihat kejatuhan Leyka dalam pelukkanku yang menutupi segalanya dan aku menjadi sangat bodoh!"
"Aku turun, aku menyusul Leyka. Tapi aku-- Aargh! Aku berlarian.. Koperku berjatuhan! Aku menabrak orang! Hingga aku melukai petugas! Aku berkelahi disana! Hanya karena aku mengejar Leyka! Aku tertangkap! Dan Aku di Deportasi saat itu juga! Ceritanya sangat panjang! Jika aku ceritakan semua, ini membuang waktuku! Aku harus bertemu Train!" Manuella dan Diego saling berpandangan. Dan Dolores hanya menyeka airmatanya seakan tak percaya. Hanya Train yang ada di dalam benaknya, ia tidak bisa membayangkan kebahagiaan Train bila mengetahui ini semua.
__ADS_1
"Bicaralah dengan hati hati-- Aku tahu, sejak pertama melihatmu. Kau begitu mencintai Leyka" Belaian Dolores pada pipi Valentino, masih terasa hangat bahkan semakin hangat.
Valentinopun memeluk Dolores dan kembali menangis, ia kembali bercerita, "Tia Dolores! Aku.. Aku dulu sangat berambisi, aku tidak bisa meninggalkan pekerjaanku. Aku terluka karena Leyka tidak mau ikut denganku ke Italy. Karena aku pikir semua wanita mencintai uangku dan aku.. Aku harus bekerja keras untuk itu. Aku memang bersalah.. Aku sangat bersalah, aku bodoh"
Valentino mengurai pelukannya dan menyeka pipinya, "Kalian tau, Padre-ku hanya menginginkan Leyka menjadi menantunya, wanita bangsawan yang tahu dimana tempatnya dan menanggalkan gelarnya untuk hidup normal. Wanita yang meninggalkan Red Velvet. Karena itulah aku juga tidak berpikir untuk menikah. Karena Padre tidak akan setuju. Apa kalian pikir Leyka ada duanya? Dia satu satunya, dia adalah 'My Sweet Pachito' yang kutemukan tanpa sengaja di Pretoria. Kami bertemu dalam sebuah pelarian. Aku yang dikhianati dan Leyka yang lari dari kehidupan yang menindasnya, Leyka akan di nikahkan. Kami dua orang asing, tapi setelah itu apakah kalian tidak bisa melihat, bahwa kami memiliki ikatan? Aku tahu aku bersalah dan Leyka pantas membenciku! Tapi aku akan berjuang mendapatkan apa yang menjadi milikku! Aku akan MEREBUT DAN MENGAMBIL MILIKKU! HANYA MILIKKU!"
Manuella, Diego dan Dolores, saling tersenyum penuh keharuan dan juga memberi dukungan serta menaruh kepercayaan pada laki laki asing yang kehilangan 'tanduk' sebagai Raja Setan.
Valentino pun bangkit berdiri namun disaat yang bersamaan, Torres dan Jared berdiri diambang pintu. Torres dan Jared mengetahui Valentino di apartemen Dolores, mereka mengikuti Valentino.
Saat mereka melihat Leyka memasuki lift samping gedung, Jared dan Torres memutuskan untuk mengikuti Leyka, mereka ingin bicara pada Wanita Siluman yang menganggap mereka budak Raja Setan.
Saat ingin menghampiri Leyka, Jared dan Torres melihat Leyka melakukan panggilan telepon, akhirnya mereka bersembunyi di mini bar hingga Leyka menyelesaikan panggilan teleponnya.
Dan setelah menunggu Leyka, mereka dikejutkan seorang laki laki yang berlarian secepat kilat melewati mereka, Jared dan Torres memutuskan untuk mengakhiri pengintaian. Mereka akan mencari waktu untuk berbicara karena mereka melihat laki laki yang bernama Damian sedang memohon pada Leyka.
"Diev-- Aku baru saja mengikuti Leyka. Dan kekasihnya itu mengejarnya lagi. Mereka berada di Rooftop Apartemen ini!" ujar Torres membuat semua menghampiri ambang pintu dimana Jared pun disana.
"Torres! Untuk apa kau mengikutinya! Itu pelanggaran! Ini di Barcelona! Ini bukan Italy! Kalau sampai ada pelaporan, kita bisa di deportasi!" ujar Valentino dengan kesal. Ia mengambil inhaler dari sakunya dan menyemprotkan ke dalam mulutnya. Dadanya kembali sesak saat kecemasan melanda.
"Tia aku permisi. Aku harap kalian semua menjaga rahasia ini dari Leyka. Aku takut Leyka mengatakan pada Rosemary dan aku tidak bisa mempercayainya! Acara itu tinggal beberapa hari saja. Bersabarlah sebentar" Dolores hanya tersenyum dan mengangguk seraya membelai rambut Valentino.
"Kami akan menjaganya, aku percayakan semua kepadamu, jangan biarkan keluarga kerajaan menang" ujar Diego menepuk pundak Valentino.
"Gracias" Valentino berbalas menepuk pundak Diego.
"De nada (sama sama)" mereka hampir serempak membalasnya.
"Diev kau mau kemana, kau tidak menyusul Leyka! Aku akan menyusulnya bila kau tidak mau! Jangan salahkan aku, bila dia jatuh cinta padaku" Jared mendengus kearah Torres, dan kebiasaannya selalu saja memancing emosi Valentino. Namun yang dipancing, mulai menunjukkan sikap yang tidak biasa. Valentino terlihat tenang. Dolores dan Manuella telah menunjukkan wajah perangnya.
"Tidak! Itu tidak penting! Seberapa kuat kau mencoba bahkan Damian, itu tidak akan pernah bisa! Karena kuncinya ada pada Train! Putraku lebih penting sekarang! Bahkan Leyka akan berkata 'TIDAK' untuk Putraku sekalipun Leyka mempunyai jawaban 'IYA'! Putraku yang Utama, karena Leyka adalah Tujuan! Ketika yang Utama aku pilih, maka aku akan sampai pada Tujuanku!" ujar Valentino menepuk nepuk pipi Torres hingga berbunyi, yang sudah pasti tepukan itu menyisakan rasa panas. Valentino pun berlalu.
"Hati hatilah bila kebodohannya menghilang Torres! Kepintarannya kembali, dan kau bisa tamat sewaktu waktu!" Jared pun menepuk pipi Torres sambil berlalu, sementara Torres mengusap pipinya.
"Shhh--- ehmm. Aku permisi" Torres mengurungkan niatnya untuk mengumpat, karena mata Dolores telah melotot kearah dirinya. Torrespun tersenyum meringis dan berlalu pergi.
Valentino berlarian dengan detak jantungnya yang berdentuman, kearah mobilnya yang terparkir disamping Double P. Jared dan Torres mengikutinya. Tujuannya hanya satu yaitu menemui Train di tempat yang seharusnya ia kesana sejak lama. GEREJA.
Train, Ini Daddy.. Daddy datang Train.. Banyak hal yang ingin Daddy ceritakan.. Banyak hal yang terlewatkan.. 8 tahun.. Dan Daddy akan memenuhinya, kekosongan selama 8 tahun itu, Daddy akan memenuhinya dengan kisah kita, hingga meluap luap, sampai kau sesak.. Tidak akan ada yang bisa mencegah Daddy, kau tidak akan menjadi anak dari Diego Calvo.. Seluruh dunia harus tahu.. KAU SEORANG GALLARDIEV.. Putra dari Valentino Gallardiev.. Kau akan menjadi laki laki tangguh.. Kau setan cilikku dan aku Raja setanmu.. Kita akan Menghancurkan Neraka dan menciptakan surga di Barcelona.. Daddy akan membahagiakanmu.. Dan Mommymu harus tunduk kepada kita.. Daddy mencintaimu, BLUE.. Ya.. Aku akan memanggilmu BLUE..
-
-
-
INI DAFTAR PEMENANG GIVEAWAY YA GAES.. PERIODE 1. SILAHKAN HUBUNGI NOMORKU, MELALUI WHATSAPP UNTUK MENGKONFIRMASI HADIAH.
+62 877-8531-8331
SYARATNYA HANYA KIRIM FOTO KAMU.. SAMPAI JUMPA DI NEXT GIVEAWAY
-
-
-
Warning : semakin mengandung bawang hingga puncak alur Train merasa dibohongi oleh semua keluarga dan dia menghubungi Judith dan yang pasti Judith siap membawa Train pergi ke rumah perlindungan anak. Di Spanyol ada sekitar 100 lebih rumah perlindungan untuk anak yang tercatat tahun 2015. Jadi jangan seneng dulu, Valentino tau siapa Train. Dan serunya adalah, semua tetangga akan membujuknya termasuk saudaraku Mister Takeshi 🤣 Tau gak sih Spoiler ini berharga 10 cangkir kopi.. 🤣🤭 libur malak sehari, sekali malak ngeri wkwkwk 🤣 Semua hasil Malak akan aku sumbangkan dan yang menduduki ranking umum teratas, aku kasih hadiah.
-
-
-
__ADS_1