FORGOTTEN LOVE On The Train

FORGOTTEN LOVE On The Train
Kita Adalah Sesuatu Yang Tidak Mungkin


__ADS_3

Valentino terkesima melihat Train yang menyambar uang Manuella, karena mereka sedang bertaruh. Benaknya bertanya tanya, kehidupan seperti apa yang mereka jalani. Mengapa bisa se-seru ini? Mengapa mereka sangat bebas, terbuka dan sangat bahagia? Dalam hatinya, Valentino sangat iri dengan kehidupan Leyka bersama anak baptisnya dan para sahabatnya.


"Kalian dari lantai berapa!" pekik Train mundur selangkah saat Leyka mendekatinya. Valentino justru terkekeh melihat kemarahan Train, baginya itu sangat lucu dan bagi Leyka itu membuat kepalanya mau pecah. Valentino tanpa sadar mengambil tas dan topi Train yang dibuang ke lantai, Valentino tersenyum dengan menggelengkan kepalanya.


Train kembali mengamati sikap Valentino, ia pun mulai membanding - bandingkan dengan sikap Damian. Bila Train marah, Damian tidak berani menyentuh barang barang Train sementara Valentino seperti layaknya seorang Ayah, ia memungut tas dan topi yang Train buang.


"7" Leyka dan Valentino kompak menjawab pertanyaan Train dan itu adalah kebohongan mereka. Mereka membuat alibi berada di lantai 7, bukan di lantai 10.


"Jadi kalian bersama kan!" tanya Train dengan bersungut.


"Tidak" jawab Valentino


"Si (iya)" jawab Leyka.


"Kalian berbohong! Kalian berada dilantai 7 dan kalian tidak bersama! Kalau kalian akan membohongiku kalian seharusnya mengatakan dari lantai yang berbeda!" mereka terkejut dengan penyataan Train, mereka tidak menyadari jawaban dan pemikiran Train. Wajah mereka memerah seketika.


Setan cilik ini sangat jenius. batin Valentino.


"Baiklah, aku akan mengaku. Aku tadi terkena serangan asma dan Mommymu menolongku dengan memberikan inhaler ini-- Valentino menunjukkan inhaler ditangannya, dan itu memang milik Leyka yang diberikan padanya --dan inhaler itu ada dilantai 7. Karena lantai 7 adalah ruangan dewan guru, Mommymu meletakkan tasnya disana, Mommy kebetulan disana" ujar Valentino dengan lembut.


"Tas Mommy selalu ada 1 inhaler cadangan, itu untukku" Train masih bersedekap.


"Periksa tas Mommy, inhaler untukmu Mommy berikan padanya, jadi nanti kamu akan membelinya di apotik setelah kita tiba di Double P. Ayo, Carino. Tidak baik marah marah. Asmamu akan kambuh nanti" ujar Leyka dengan mata lesunya, Train luluh melihat di sekitar mata Leyka memerah. Leyka habis menangis ditambah efek Valentino yang masih belum bisa menerima keberadaan Train yang membuat matanya berkabut.


"Mommy, lo siento (maafkan aku)" suara mungil itu begitu menggemaskan terdengar di telinga. Train masih menelisik bola mata Leyka dengan barisan bulumata yang masih terlihat basah.


"Ohh Baby, Carino" Leyka merentangkan tangannya namun Train tidak bergeming.


"No Baby baby! Itu panggilan Damian, kepadamu, Mommy!" Train melangkah mundur dengan kembali bersungut. Valentino menahan tawanya, ia sangat suka bagian Train tidak menyukai Damian. Valentino sangat penasaran mengapa Train begitu tidak suka pada Damian, ia kurang puas dengan jawaban Train kala itu.


Pasti ada sesuatu yang lebih, sehingga Train sangat tidak menyukainya.. Tapi terkadang hubungannya terlihat sangat dekat.. Ada apa dengan anak ini.. pikir Valentino.


"Lo siento, Mommy lupa Carino. Ayo, peluk Mommy-- Mommy merindukanmu. Peluk Mommy sebentar saja" ujar Leyka dengan berjongkok dan Train perlahan mendekat, dan memeluk Leyka yang telah lebih dulu menggapai tubuh mungil itu dalam ke pelukannya. Leyka menciumi wajah Putranya dengan rasa nyeri di hatinya.


Lihatlah ini.. Ini putramu, Val.. Sampai kapan kau akan mengerti.. Jangan lukai Train, dengan penolakanmu.. Ohh Train cintaku.. Seandainya mengatakan yang sesungguhnya itu, semudah membalikkan telapak tangan.. hati Leykapun laksana mendung yang bergelayut diangkasa.


"Drama ini biasanya akan berkepanjangan hingga berhari hari bila kita tidak pandai menyikapi setan cilik itu. Lihatlah bagaimana guru cantik itu menanganinya" bisik Manuella dengan menunjuk kearah Leyka menggunakan kepalanya, ia menghalangi bibirnya dengan tangannya saat mengatakannya kepada Valentino yang telah berdebar debar.


"Ayo kita pulang, kau pasti lelah karena mencari Mommy" kata Leyka mengurai pelukannya.


"Dia mau meruntuhkan gedung ini karena perkataan Margaretha dia menendang apa saja" Manuella menggelengkan kepalanya.


"Memang apa perkataan Miss Margaretha?" tanya Leyka dengan tersenyum kearah Train. Bila sudah begitu Train tak kuasa melihatnya, senyuman dan belaian Leyka adalah peluluh yang mujarab.


"Katanya Mommy bersama kekasih baru sedang begini-- Train merentangkan kedua jemari tangannya, lalu ia menyatukan kedua ujung jemari itu kiri dan kanan hingga mengerucut lalu membenturkan sisi jemari kiri dan kanan itu secara bersamaan, berulang ulang dengan jarak dekat. Kode bahwa mereka berciuman memadu kasih --bukankah ini berciuman?" tanya Train membuat Leyka menggelengkan kepalanya karena kesal kepada Margaretha.


"Hahaha.. Miss Margaretha benar-- Leyka menoleh kearah Valentino dengan melotot dan Valentino terdiam lalu kembali tertawa sumbang --dia benar benar kurang ajar. Hahaha!" Train mengunci pandangannya dengan mata mendelik kearah Valentino, ia juga menunjukkan tidak suka bila perkataan Margaretha benar. Valentinopun memutar otaknya, ia harus membuat Train luluh.


"Aku bertaruh 100 euro, pasti setan cilik ini merusak apa saja yang ditendangnya" Valentino mengambil dompetnya dan mengeluarkan selembar uang 100 euro, ia mengalihkan kecurigaan Train. Mata Train berbinar melihatnya, uang baginya untuk di tabung dan tujuannya hanya satu yaitu Pretoria. Ia ingin mencari Daddy Toronya.


"No Uncle! Tidak ada yang rusak! Aku sangat pelan menendangnya. Kaki ku kecil tidak mungkin ada yang rusak!" sanggah Train dengan cepat lalu ia mendekati Valentino, ia mengambil topinya dari tangan Valentino lalu ia memakainya.


"Tapi kakimu bisa jadi seperti Hulk" kata Valentino mendebat Train dengan tertawa.


"No! Kakiku putih seperti kaki Mommy! Kakiku tidak hijau" Valentino tanpa sadar mengamati kulit Train, ini seperti sebuah clue. Tapi ia tidak ada waktu untuk memikirkanya dengan jauh, setan cilik ini sudah berdiri dihadapannya dengan mendongakkan kepalanya dengan mengerucutkan bibirnya.


"Berarti kita harus memeriksanya" kata Valentino dengan nada pura pura menantangnya.


"Aku yang menjadi saksinya, tidak ada yang rusak satu inchipun-- Putraku menang dan kau kalah" Manuella menyambar uang ditangan Valentino dan diberikan pada Train.


"Ibu ada meeting jadi kau kuserahkan pada ahlinya" Manuella menunduk mencium kening Train dan Train mengambil uang yang ada di tangan Manuella. Dan Manuellapun berlalu pergi dari lantai 1. Selain lobby lantai itu akan menjadi kelas elemantary tingkat 1 nantinya. Valentino mendesign lantai itu, dimana karyawannya akan masuk melalu pintu samping. Pintu utama akan menjadi akses untuk Guru dan para siswa siswanya.

__ADS_1


"Wah aku tidak beruntung, sepertinya aku kalah" kata Valentino mengerlingkan matanya kearah Leyka yang masih memperlihatkan kesedihannya. Ia sangat datar karena percakapan terakhirnya di lift. Valentino yang masih menganggap hebatnya ramuan pencegah kehamilan, membuat mengganjal dalam pikiran Leyka.


Memang benar, ramuan pencegah atau peluruh dari Suku Xhosa memang terbaik. Tapi pasalnya, Leyka tidak meminum itu, Leyka meminum ramuan kesuburan yang sangat ampuh. Barangsiapa yang meminumnya, kesuburannya akan meningkat. Tidak ada tahun yang kosong untuk beristirahat bagi wanita yang meminumnya, wanita akan terus hamil dari tahun ke tahun.


Karena itulah Leyka sangat menjaga hubungan percintaannya bukan karena Leyka tidak membutuhkan, kebutuhan se*x. Sekalipun disana negara bebas yang umum bila melakukan s*ex tanpa cinta, tapi Leyka tidak mau hamil lagi dan mengulang kesalahan yang sama. Leyka tidak mau menciptakan neraka bagi Train. Ia ingin menikah terlebih dahulu dan memberikan Ayah terbaik untuk Train.


Setelah mempelajari ramuan itu bersama Manuella saat mengetahui ia hamil, Leyka tidak ingin melakukan hubungan dengan siapapun. Sedikit saja sel telurnya dibuahi, maka obat apapun tidak mampu mencegahnya. Karena memang ramuan itu di peruntukkan untuk suku di Afrika yang ingin selalu dicintai dan menjaga suami tidak menikah lagi. Semakin punya banyak anak, wanita akan sangat dicintai suaminya. Tak heran bila di Afrika tercatat seorang wanita bisa memiliki belasan anak, hingga saat ini. Selain itu, karena luasnya benua hitam itu, populasi mereka masih memiliki banyak kuota untuk melahirkan banyak anak.


"Yeeeeaayy!! Aku beruntung! Aku menang!" Train bersorak setelah menerima uangnya.


"Baiklah Carino, ayo kita pulang. Mau Mommy gendong?" Leyka duduk dan menawarkan punggungnya dan Train sangat bersemangat


"Si si si (iya iya iya)!"


"Mintalah tasmu dengan baik dan ucapkan terima kasih pada Senor Gallardiev" Leyka memalingkan wajahnya, ia berubah formal dan dingin, itu sangat mengganggu Valentino. Hatinya kembali resah dengan pertengkaran terakhirnya di lift.


"Biarkan aku yang membawanya karena aku ingin minum kopi di Double P, aku merindukan kopi buatan Mommymu-- Kau tahu Train. Tangannya sangat ajaib! Kopi buatannya sangat enak!" Valentinopun berjalan mengikuti Leyka dari belakang yang menggendong Train.


"Sii (iya)! Dan Uncle orang yang ke-1000 dollar yang mengatakannya! Yeay!" ujar Train bersorak dengan mengibas ngibaskan selembar uang 100 euro ditangannya. Adrenalinnya mencuat karena uang itu.


Huhh.. Anak sama Daddynya sama saja.. Uang bisa mengubah suasana hati mereka. Leyka tersenyum dalam hatinya.


"Hahaha-- Kau sangat narsis seperti Mommymu!" tawa Valentino sangat bahagia. Merekapun berjalan meninggalkan Locomotive Machine, sesekali Valentino mengusap punggung Train.


Valentino merasa lucu melihat dirinya, membawa tas Train. Saat melihat Leyka menggendong Train di punggungnya, ia melihat Leyka kerepotan dengan tasnya, Valentinopun mengambilnya tas itu dari pundak Leyka.


"Biar aku menolongmu membawa tasmu, Miss Leyka" kata Valentino dan Leyka membiarkannya, karena ia memang kerepotan.


Aku seperti badut.. Hahaha.. Apakah Ayah di seluruh dunia seperti ini? Membawa tas anaknya dan membawa tas Istrinya.. Tapi mengapa aku sangat senang.. Valentino melihat dirinya di kaca pertokoan disepanjang Distrik yang ia lewati, ia merasa konyol melihatnya. Namun ia hanya tertawa dalam hatinya penuh kebanggaan.


Train kembali mengamati Valentino dengan senyum senyum, entah apa yang ada di pikirannya.


Kata 'Hola' dari orang orang sekitarnya mengiringi perjalanan mereka ke Double P.


"Karena laki laki sejati tidak membawa tas perempuan" jawab Leyka dengan dingin.


"Itu artinya, laki laki sejati itu tidak mau menahan malunya, untuk wanita yang dicintainya. Justru itu bukan laki laki sejati" balas Valentino dengan tersenyum, Leyka melirik dengan hatinya yang masih membeku.


"Si (iya) Mommy, itu artinya Damian tidak mencintai kita Mommy! Uhhs Damian! Awas saja kau nanti! Aku akan menabrakmu dengan kereta api.. Zughh.. Zughh.. Tutt.. Zughh.. Zughh.. Tutt.." Valentino terkekeh melihat Train yang menggulung uangnya dan dijalankan di pundak hingga punggung Leyka.


"Trainn, isshh.. Kau membuat Mommy geli.. Kamu berjalan saja ya.. Mommy lelah menggendongmu" ujar Leyka menghentikan langkahnya dan menurunkan Train. Ia melonggarkan tali sepatunya agar nyaman berjalan.


"Apa ibu jari kaki Mommy sudah sembuh? Apa masih sakit" tanya Train melihat Leyka dengan menunduk.


"Sedikit sakit-- tapi kamu sudah terlalu besar untuk di gendong" jawab Leyka sambil mengambil tasnya dari pundak Valentino. Melihat Leyka yang tidak melihatnya membuat Valentino serba salah.


"Aku tidak memintanya, Mommy yang menawarkan" Train tak kalah jawaban dan Leyka tersenyum tipis. Leyka kemudian mengambil tas Train di pundak Valentino dan diberikan kepada Train agar ia membawa sendiri tas ranselnya itu.


Kemudian ia melanjutkan perjalanannya dengan menggandeng tangan Train. Valentino memutar otaknya saat Leyka terus mendiamkannya. Matanya berbinar saat melihat sebuah toko yang menjual ice gelato yang pasti berasal dari Italy, ia pun melangkahkan kakinya ke toko itu sambil bertanya.


"Apa kalian suka ice cream gelato?"


"Tidak" jawab Leyka masih dingin.


"Si si si si (iya iya iya)! Train mauu, Mommy!" rengek Train.


"Tapi kau harus makan setelah ini. Berjanjilah pada Mommy dulu"


"Siii sii! Si prometo! ( iya aku berjanji)!!" Train melompat kegirangan dan berlarian kearah Valentino yang memesan tiga ice cream gelato. Setelah mendapatkan dua cone ice cream Train kembali berlarian kearah Leyka.


"This is only just for you only, Mommy!-- Apa benar bahasa inggrisku Mommy?" Leyka terkekeh, dengan menggelengkan kepalanya, akhirnya Valentino melihat senyum Leyka walaupun dari kejauhan.

__ADS_1


"Gracias, Train. Terlalu banyak 'only', kamu cukup mengatakan 'this is for you' (ini untukmu)" jawab Leyka sambil menerima ice cream pilihan Valentino yang diulurkan Train untuknya.


"Gracias ke Uncle Mommy, karena Uncle yang memberikan ini untuk kita. Hmm Mommy, kata Uncle wanita seperti Mommy menyukai perpaduan coklat dan strawberry, karena itu Uncle bilang 'only for your Mom' (hanya untuk Mommymu). Benarkah bahasanya itu. Kalau tidak, aku akan mengajaknya ikut day care bahasa inggris bersamaku" Kicauan Train membuat Valentino yang tiba diantara mereka tertawa mendengarnya.


"Gracias, Senor-- bahasa inggrisnya benar Carino" ujar Leyka berterima kasih pada Valentino dan menjawab pertanyaan Train. Mereka kembali berjalan dan Leyka menggandeng tangan Train, dengan ice cream cone gelato berada di tangan mereka masing - masing.


Leyka mengingat ice cream dengan potongan buah strawberry di Pretoria, Valentino mencoba mengingatkan Leyka tentang kenangan Valentine's Day yang tak terlupakan di Pretoria. Dan itu The Best Valentine yang pernah mereka alami.


"De nada (sama sama) Miss Leyka, aku harap kau menyukainya" Valentino tersenyum dengan mengerlingkan matanya lalu menjil*aat ice cream ditangannya dan sudah pasti, irisan buah peach yang diiris kecil kecil bertaburan dan Valentino melahapnya dengan senyuman menawan, ji*lataan ero*tiss itu sengaja ia lakukan. Leyka berdebar melihatnya lalu ia memalingkan wajahnya menatap lurus ke depan sambil menikmati ice creamnya.


"Miss Leyka, tolong bawakan ice creamku-- Dan kau Boy! Pegang erat ice creammu karena aku akan menggendongmu! Siaappp!! Yeaahhh! Kau akan sangat tinggi Train!" Valentinopun menyambar tubuh Train dan mengangkatnya tinggi tinggi, lalu meletakkan Train di bahunya. Train bersorak senang dengan binaran matanya, jantungnya berdesir saat tubuhnya seakan melayang di udara.


"Aaaaa! Woooaaaaaaa! Mommy aku sangat tinggi!" pekik Train menjerit dengan tawa, ia mencengkeram kuat ice cream agar tidak jatuh.


"Pegangan Train nanti kau jatuh" ada rasa haru menyelimuti hatinya. Dia hanya sedih saat melihat Valentino menggendong putranya sendiri. Leyka masih berharap Valentino segera mengetahuinya tanpa melukai perasaan Train. Ia tidak bisa membayangkan perasaan Train jika Valentino belum bisa mengakuinya. Selain menimbulkan luka baginya dan sudah pasti luka tersendiri bagi Train.


"Ya kau harus berpegangan, dan awas ice creammu jatuh di kepalaku" kata Valentino melirik kearah Leyka yang kian berkabut matanya.


"Saat Lionel Messi nanti mengarak pialanya dan di semua Festival di Barcelona, aku mau kau menggendongku Uncle. Karena tidak ada yang lebih tinggi darimu. Damian ataupun keluarga Fernandez-- Vamos, a prometer (ayo berjanjilah), Uncle!" pekik Train memancing Leyka untuk melihat kearah Valentino. Ia masih memegangi ice cream Valentino dan ia menikmati ice cream miliknya sendiri.


"Ok lo prometo (baiklah aku berjanji)" kata Valentino sambil menjilat ice creamnya yang masih berada di genggaman tangan Leyka.


"Ini ice creammu" Leyka menyerahkan.


"Kau harus menyuapiku, Miss Leyka. Karena aku memegang kaki Train" dan senyum lebar Valentino membuatnya berdebar. Ice cream membuat perasaannya nyaman ditambah senyuman itu.


"Aaaa hahaha-- Si si Mommy!" Train bersorak dan Leyka hanya mendengus.


"Miss Leyka, tolong ambil ponselku dan ayo kita foto!" Valentino memiringkan tubuhnya agar Leyka dengan mudah mengambil ponsel di saku celana Valentino. Leyka menurut saja, karena Train bersorak sangat berisik di telinganya.


"Paswordnya 20 02" Leyka membulatkan matanya, Valentino masih mengingat ulang tahunnya, dan saat berhasil membuka ponsel Valentino, ia kembali berdebar melihat wallpapernya.



Sebuah Barn seperti berlian di malam hari, dan seorang wanita dengan gaun yang sangat anggun dengan rancangan Versace 'Dark Glamour' berpose membelakangi kamera dan hanya memperlihatkan wajahnya dari samping. Gaun Versace membalut tubuh wanita itu, dengan mempertontonkan punggung mulusnya.


"Ini adalah aku!" gumam Leyka.


Sementara itu di seberang sana, di sebuah restauran cepat saji, seseorang melihat mereka bertiga dengan hati yang terluka.


Kalian bahagia sekali.. Train aku memenuhi janjiku.. Aku tidak sanggup melihat senyum dan tawamu menghilang begitu saja. Leyka, maafkan aku.. Aku sudah berjanji kepada Train.. Aku tidak bisa mengambil apapun yang bukan menjadi milikku.. Leyka, aku sangat mencintaimu.. Tapi, kita adalah sesuatu yang tidak mungkin..


DAMIAN.


-


-


-


Jadi inti ceritanya bukan buru buru ketauan yg di sinopsis, aku ngajak Valentino untuk menyelami kehidupan Leyka di Barcelona, mengapa dia ngotot ga mau ninggalin Barcelona. Valentino akan tahu kehidupan yang Leyka inginkan, secara ya Valentino itu pemuja Red Velvet tau kan artinya dia itu pemuja kemewahan. udah lihat kan wkt 10 hari di pretoria dia memberikan kemewahan ama Leyka. dan mereka ini berbeda negara lho, bukan satu negara. yg pernah ngalemi percintaan ama beda negara pasti paham betapa rumitnya karena setiap org pasti bangga ama negaranya dan akan sama2 idealis juga jaga gengsi. Ini bukan antara tasikmalaya ama trenggalek atau sabang ama merauke, Bosqyuu 🤣 Yang satu negara aja ribet apalagi beda negara. Ga usah gt deh yg pacaran beda RT aja rumit. Rumit ngumpetnya takut ketuaan ehh ketauann bininya mksdnya 🤣🤣 ngakak kan jadinya 🤣🤣🤣


Kalau kalian pengen cepet ketuaan eh ketauan hubungan mrk yg sesungguhnya, itu di novel sebelah. Karena novel ini sangat beda alurnya. Percaya deh.. Aku harus mengisi hari hari Valentino dengan kenangan manis bersama Train dan juga Leyka, agar dia mikir dua kali untuk ninggalin Barcelona karena ga tahan melihat perasaan Leyka ama Damian. Modaar ga tuh.. itu plot utamanya 👆🤣🤭🤭


komen kalian yg buru2in itu jadi mancing aku buat ngasih sepo*nng.ngiler kan jadinya.. denda denda dendaa 10 cangkir kopi dahh 🤣🤣


-


-


-

__ADS_1


__ADS_2