FORGOTTEN LOVE On The Train

FORGOTTEN LOVE On The Train
Semua Akan Kembali Kepadaku


__ADS_3

Di bantu beberapa pegawai, Valentino merenovasi ruangan apartemen, bekas milik Dolores. Ia menggantinya dengan wallpaper berwarna putih elegan dengan motif senada. Valentino merancang ulang dan mendesain sendiri sehingga ruangan itu terlihat luas. Atas bantuan Pamannya, Sergio, Valentino mendapatkan furniture terbaik di Barcelona.


Valentino tertidur pulas karena kelelahannya, dengan bertelanjang dada. Seperti kebiasaannya yang menurun kepada Train. Ia tertidur hingga ruangan apartemennya gelap. Sayup sayup ia mendengar tawa canda dan musik berkumandang, namun rasa kantuknya menyeretnya kian jauh kealam mimpinya.


[ Mata Leyka terpejam sesekali terbuka, Leyka menggigit bibirnya.. Peluhnya berkejaran di seluruh tubuhnya.. Damian menyentuhnya, menjalari tubuh mulus bak gitar Spanyol.. Damian menikam leher jenjang itu, dan menyesapnya perlahan dengan gigi*tan yang membuat Leyka kian merintih.. Lekuk tubuh Leyka naik turun seiring Damian memacunya.. Re*masan tangan Leyka membuat Damian kian mempercepat gerakannya.. Peluh Damian berlarian merayapi tubuh Leyka, menyatu seiring desahan panasnya ]


Aaahhh Damiann... Shhh.. Uuhmmm....


"Leyka tidakk.. tidakk.. hentikann" Valentino mencoba membuka matanya, namun desahan Leyka seakan memenuhi gendang telinganya.


Ohh.. Leyka.. Baby... Oohh.. Baby.. Aahh


"Leykaaa.. Tidak.. Leykaaaaaa.. Jangann" matanya masih terpejam, tangan Valentino seakan meraih tubuh Leyka dari pelukan Damian namun rasanya, mereka seakan menjauh, Valentino terus mengejarnya hingga ia terjatuh terguling guling dan membentur sebuah dinding yang menjulang tinggi, hingga Valentino MEMBUKA MATANYA!


"Leykaaaaa!!! Haaahhhhh!!" Valentino memekik sekeras kerasnya di dalam kamarnya. Sontak ia bangun dari tidurnya, dengan nafas tersengal dan terengah engah.


"Ohhhh Shitt.. Shiiittt.. Ini hanya mimpi.. Fu*ck!" keringat membanjiri tubuhnya, ia menyeka keningnya serta wajahnya dengan mengatur nafasnya.


"Dua tahun, berapa kali kau bercinta dengannya? Shiit! Tidak perduli berapa kali kau bercinta, aku harus segera memisahkan mereka! Apapun caranya, karena bagaimanapun dia adalah Istriku! Untuk saat ini! Untuk nanti, aku bisa menceraikanmu! Aaarrgh! Shiit!!" Valentino melempar bantal ke headboard ranjang lalu bangkit berdiri, menyalakan lampu kemudian ia menuju balkon.


Suara ramai terdengar riuh dari bawah sana dan mengundang perhatiannya, matanya tertuju pada taman yang ramai oleh para penghuni, asap barbeque membumbung tinggi hingga mencapai penciumannya. Gelak tawa dan musik yang diputar di speaker mengiringi mereka yang tengah berpesta.


"Ada pesta apa disana?" ujarnya tak perduli. Ia kembali memasuki kamarnya dan meraih ponselnya namun sebuah pesan dari Mi Amor membuat mata Valentino berbinar.


- Hai Uncle, Abuela merayakan kepindahannya, kami semua berpesta, kami mengundangmu. Maukah kau datang?


"Anak ini manis sekali-- Pasti aku akan datang, Boy" Valentino menulis pesan itu sambil bersuara, ia membalas pesan itu.


- Pasti aku akan datang, Boy.


Setelah terkirim ia meletakkan ponselnya dan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Celana jeans biru milik levi's, dengan kaos ketat membungkus tubuhnya hingga mencapai lehernya, ia meraih mantel motif Burberry setelah ia menyelesaikan mandinya, 15 menit kemudian.


Mantel itu adalah pilihan Leyka saat dulu berbelanja di sebuah Mall di Pretoria, Valentino sengaja menggunakannya. Setelah menyemprot parfum, ia menyematkan arlojinya, lalu meraih dompet dan ponselnya kemudian keluar dari apartemennya, namun disaat membuka pintu, Leyka juga terlihat keluar dari apartemennya.



Kecanggunggan kembali terjadi, mereka spontan kembali memasuki ruangan apartemen mereka masing masing dan menutup pintu.


Kenapa aku masuk lagi? batin Valentino.


Shitt Raja Setan! Mengapa dia masuk lagi dan aku-- Mengapa aku masuk lagi? Ohh Shitt! Ini sangat canggung. batin Leyka.


Aku tidak perduli.. Dia pasti menungguku keluar.. Aku duluan saja yang keluar apartemen. batin Valentino.


Dia pasti memberi kesempatan untuk aku keluar pintu duluan, dia pasti menungguku keluar. batin Leyka.


Ketika mereka berpikir hal yang sama, mereka kembali keluar pintu secara bersamaan, mata mereka kembali saling beradu. Sebuah ruang yang kosong, mereka menunjukkan sikap saling membentengi. Mereka diam dan mereka tidak mungkin masuk lagi ke apartemen. Akhirnya mereka mengunci pintu masing masing.


Ohhh Shit. Valentino


Fu*ck. Leyka.


Merekapun menyusuri koridor menuju lift, hanya ada 20 kamar di lantai 7 namun rasanya sangatlah jauh mencapai lift. Leyka berjalan duluan dan Valentino dibelakangnya.


Cihh, dia memakai Burberry pilihanku. Dia masih menyimpannya.. Dia mau mencoba mengingatkanku.. Shitt, dan barusan aku mengingatnya. batin Leyka sengit.


Cck, mengapa dia selalu tampil cantik.. Kapan dia jelek? Wanita Siluman ini, mempunyai kekuatan sihir..



"Aku bahkan masih ingat caramu berjalan" celetuk Valentino mengawali pembicaraan, ia terdengar gugup dan membuat Leyka berdebar debar.


"Aku bahkan lupa pernah berjalan denganmu!" Leyka masih ketus, Valentino terkekeh lembut, namun Leyka bisa mendengarnya.


"Seberapa kuat kau membentengi dirimu, aku mempunyai palu Thor untuk meruntuhkannya, Nyonya Thanos" Valentino terkekeh dan kemudian terdiam seketika.


Shit.. Itu artinya aku Thanos.. Valentino mengumpat dirinya sendiri, tanpa sadar ia mengatakan dia sosok Thanos, musuh terbesar The Avenger, perkumpulan tokoh tokoh superhero yang mendunia.


"Aku tidak perlu membentengi diriku, karena kau akan runtuh dengan sendirinya! Bahkan siapapun yang mendekatiku!" ujar Leyka sambil menekan tombol Lift dan disaat yang sama Valentinopun melakukannya.


"Termasuk Damian?" Valentino bertanya dan ia justru menggenggam jemari Leyka.


"Dia pengecualian karena dia Kekasihku! Lepaskan aku, Val! Kenapa kau tidak mengurus Istrimu saja! Berhentilah menggangguku! Tunjukkan sikap Red Velvetmu! Memegangi tanganku seperti ini tidaklah baik! Aku bukan Leyka yang berada di Pretoria 8 tahun yang lalu! Leyka itu telah tiada!" Leyka menepis tangan Valentino seiring pintu lift terbuka.


Valentino mengekor langkah Leyka dan ia sontak merentangkan satu tangannya didinding lift, dan satu tangannya masih disaku mantelnya. Parfum itu menyeruak saat Valentino mengungkung Leyka. Ada debaran tersendiri yang mengalir di hati mereka.


"Istriku.. Istriku.. Istriku.. Jadi itu yang membuatmu gusar? Apa yang ada di pikiranmu?" Valentino menatap mata Leyka dengan tajam, mata yang membulat dengan bulu matanya yang berbaris lentik seakan mengajaknya berlarian, ke Pretoria.


"Val, menjauhlah! Kau tidak boleh seperti ini.. Kau.. Mempunyai istri dan aku memiliki Damian" ujar Leyka semakin gugup saat Valentino memiringkan kepalanya dengan senyuman yang begitu menawan hatinya.


"Parfum Burberrymu sangat merayuku dan menggodaku" bisik Valentino mendekatkan wajahnya, Valentino bisa melihat dengan jelas wajah Leyka memerah hingga ke telinganya.


"Armany-mu juga menggangguku.. Maksudnya aku.. Aku Alergi" Valentino tersenyum mendengar kegugupan Leyka.


"Apa kau ingat saat kita berciuman di lift, saat di Pretoria?" bisik Valentino.


"Aku lupa.. Itu.. Telah lama berlalu" Leyka balas berbisik. Mata Valentino, benar benar menguncinya, rasanya untuk berkedip saja sulit.


"Rasanya sangat manis, Leyka" bisik Valentino lagi.


"Manis?"


"Bibirmu"


"Aku lupa"


"Kapan kau akan mengatakan 'Iya Val, aku mengingatnya'? Aku bahkan bisa mendengar degub jantungmu. Aku akan mengingatkanmu jika kau lupa" bisik Valentino melembut.


"Tidak perlu mengingatkanku, aku juga bisa mendengar jantungmu berdetak cepat"


"Aku masih ingat aroma nafasmu, ini masih sama" Valentinopun mendekatkan hidungnya di bibir Leyka, ia mengendus perlahan.


"Apa kau mengingatnya saat bercinta dengan Istrimu?" tanya Leyka dengan suara normal, ia tiba tiba mengingat Istri Valentino, ia membayangkan Valentino bercinta dengan Istrinya dan itu merubah suasana hatinya seketika. Ia merasa Valentino hanya akan mempermainkan perasaannya. Leyka nyaris luluh, tapi ia kembali tersadar, bahwa Pria Italy ini telah beristri.

__ADS_1


Valentino tertawa lebar dan menarik tangannya yang berada di dinding lift lalu memasukkannya ke saku mantelnya, Valentino mengurai kungkungannya. Ia mundur satu langkah dan masih menghadap kearah Leyka dengan tatapan yang menikam.


"Jadi apa kau juga membayangkanku, saat kau bercinta dengan Damian?" Leyka tersenyum tipis, ia kemudian menghadap kearah pintu lift yang akan segera terbuka.


"Tentu saja tidak, bahkan ribuan kali kami melakukannya, aku tidak pernah sedikitpun mengingatmu!" Leyka kembali memanas.


"Dan-- Valentino menarik lengan Leyka dan kembali mengintimidasi wajah Leyka --aku tidak percaya! Kau mengiyakan tuduhanku! Aku mengenalmu dengan baik. Apa jangan jangan kau tidak pernah melakukannya? Ya Leyka, jawabanmu adalah kebalikannya! Wahh, aku sangat senang" Valentino melepas cengkeraman tangannya dan tertawa terbahak dengan bertepuk tangan. Ia sangat senang mengetahui jawaban yang tersembunyi dari hati Leyka yang sesungguhnya.


"Dan tuduhanmu akan aku lakukan, semakin kau menuduhku, maka tuduhanmu akan menjadi kenyataan" Leyka tersenyum menantang dan saat yang sama pintu lift terbuka, Leyka bergegas keluar.


"Heii awas saja kau berani! Kau milikku!" Valentinopun mengekor langkah Leyka karena mereka akan menuju pesta kepindahan Dolores.


"Aku milikmu?? Hahaha-- Kau gila!" Leyka tertawa sambil mengacungkan jari tengahnya, ia terus berjalan tanpa menoleh. Namun saat sampai pintu keluar menuju taman, Leyka berlari dan disana Setan Ciliknya telah beraksi berdiri di kursi dan menyanyi. Damian memegangi dan mereka menari bersama saat sebuah lagu di putar.


Lagu itu terdengar sangat memekakkan telinga, menggema di seluruh Distrik Miel. Suara lantang Train yang bernyanyi lagu yang hits di Spanyol menyemarakan suasana, sebagian besar penghuni Distrik Miel menari turun ke taman itu. Lagu yang berjudul Hey DJ dari CNCO menggebrak malam itu.


REFF :


🎶Hey Dj póngale la música que le gusta,


Una para que se mueva y se luzca.


Y baile conmigo, solo conmigo ehh


Y así nos vamos enamorando


Y tu cuerpo me va seduciendo


Que el dj la repita otra vez


Pa bailar contigo otra vez


Dan ada sesuatu di dalam dirimu yang merenggutku, merenggutku


Sayang kau membuatku gila, gila


Kamu mencintai ku dan itu dapat dilihat ah ah


Dan jika kamu dan aku sudah ada di sini ...


REFF


Hei Dj, mainkan musik yang dia suka,


Sesuatu untuk membuatnya bergerak dan bersinar


Dan berdansa dengan ku, hanya dengan ku ..


Dan berdansa dengan ku, hanya dengan ku ..


Jadi seperti inilah kita akan jatuh cinta


Dan tubuhmu akan merayuku


Biarkan dj mengulanginya/memutarnya lagi


"Heyy Dj.. póngale la música que le gusta,


Una para que se mueva y se luzca.


Y baile conmigo, solo conmigo ehhhh!!" Train memekik keras. Begitupun Damian dan Leyka yang baru datang dan langsung bergabung dengan mereka.


Semua bernyanyi dan suara Train sangat mendominasi karena ia semakin menjerit jerit saat melihat Leyka ikut bernyanyi. Ia meloncat loncat di kursi namun tangannya dalam genggaman Damian. Semua tertawa meriah malam itu.


Leyka berputar putar bergerak kesana kemari, rok lebarnya berwarna ungu muda, seakan meriap mengembang seakan mengikuti gerakan kaki kecilnya, serasi dengan tank topnya berwarna putih. Leyka sangat mempesona, Valentino mengingatnya sekilas ketika berada di Pretoria, di pernikahan masal. Leyka menari dengan tawanya yang masih sama.


Rasanya aku ingin menjilaatt kaki kecilmu itu. batin Valentino.


Lama kelamaan apa yang di lihat Valentino membuat hatinya terbakar, pasalnya Damian menggunakan kemeja dengan motif Burberry berwarna biru donker dan Train menggunakan kemeja panjang berwarna coklat motif orisinil dari Burberry. Valentino membulatkan matanya dari jauh dengan hatinya yang kian tersulut api cemburu.



Shittt!! Mengapa aku memakai motif yang sama! Fuu*cckk.. Leyka! Apa kau memilihkan juga untuk Kekasihmu? Ini tidak bisa di biarkan.. Burberry yang ku pakai adalah pilihanmu! Dan Kekasihmu juga mengenakannya! Shitt!! Kalau sampai kau yang memilih untuknya, aku akan menyeretmu detik ini juga!! Shitt..


"Uncleeee?!" Dan mata Train yang bersinar dari kejauhan membuat hati Valentino luruh seketika. Train menuruni kursi dengan melompat lalu berlarian kearah Valentino.


"Trainn!" Leykapun mengejar Train dan akhirnya Damian mengikutinya.


"Hai Boy!" ujar Valentino berjalan kearah Train dan melewati Dolores yang tengah membakar beberapa daging sapi dan sayuran. Valentino melemparkan senyumnya lalu menghentikan langkahnya karena Train tiba dihadapannya. Ia berjongkok dan melakukan tos.


"Uncle, kau datang? Siapa yang mengundangmu?" pertanyaan Train membuat Valentino membelalakkan matanya, Valentino tidak menduga bahwa Train akan bertanya karena jelas jelas Train yang mengirimkan pesan untuknya.


"Jadi ada tamu yang tak di undang?" tanya Leyka tiba bersama Damian.


"Pesta ini untuk umum-- Ayo, kalian makanlah" kata Dolores dengan tersenyum ramah.


"Boy, bukankah kau yang mengirim pesan kepadaku?" Valentino bangkit berdiri dan mengambil ponsel di saku celananya.


"No Uncle, aku tidak mengirim pesan apapun" kata Train dengan menggelengkan kepalanya.


"Kalau bukan kau, lalu siapa? Jelas jelas kau yang mengatakan-- Hai Uncle, Abuela merayakan kepindahannya, kami semua berpesta, kami mengundangmu. Maukah kau datang?" Valentino membacakan pesan dari Train.


"Itu ponsel Mommy, jadi mungkin saja Mommy yang mengirimkannya dan memanggilmu Uncle!" Leyka membelalakkan matanya mendengar pengakuan Train, ia memanas seketika. Ia melihat ke arah Damian sekilas dan Kekasihnya itu sedang mengerutkan alisnya.


"Trainn! Jangan mengada ada!" kata Leyka dengan lantang. Leykapun membuka ponsel yang baru saja Train serahkan setelah mereka menari dan menyanyi.


Train memang membawa ponsel Leyka, entah trik apa tapi Train sedang memainkan perannya. Damianpun melihat isi pesan dari Raja Setan, begitulah Leyka menamai nomor Valentino di ponselnya. Hatinya memanas, nama Raja Setan itu ditambahkan emoticon hati berwarna merah muda, warna yang menggambarkan jatuh cinta. Dan sudah pasti Train yang menambahkannya.


Leyka fokus pada isi chat sementara Damian berfokus pada nama Raja Setan dengan emoticon hati dan sebuah foto profil Pohon Jacaranda. Dua pemikiran yang berbeda yang pada akhirnya membuat kesalahpahaman itu terjadi. Hati Damian kian memanas.



"Trian, kau yang mengirimnya kan? Ini ulahmu!" ujar Leyka semakin kesal. Dan wajah polos itu menampakkan ketakutannya, ia menggigit jemarinya dan terselip senyum kelicikannya. Ia menunggu reaksi orang orang di sekitarnya.

__ADS_1


"No Mommy! Tapi aku tidak mengirimkannya-- Mommy terus terang saja kalau Mommy mau Uncle Gallardiev datang, apa Mommy tidak enak bila Damian tahu Mommy yang mengundangnya?" Leyka semakin jengkel mendengarnya


"Jadi Mommymu ingin aku datang?" tanya Valentino sangat senang, ia berbunga bunga, ia melupakan laki laki yang mengenakan kemeja Burberry dan laki laki itu kini tengah menatapnya dengan penuh kecemburuan.


"Sepertinya begitu-- Hihihi!" Train mengikik dengan menutup mulutnya.


"Leyka" panggil Damian dengan lembut.


"Damian, ini tidak seperti yang kau pikirkan, aku tidak melakukannya" ujar Leyka, tanpa memberi kesempatan kepada Damian untuk bicara.


"Train! Kamu membawa ponsel Mommy dari sore!" tuding Leyka.


"Si ( iya) ! Tapi aku bersumpah tidak mengirimnya!" jawab Train tak kalah lantang. Damian kesal melihatnya, ia tidak bisa menebak siapa yang berbohong. Kepercayaan itu mulai pudar, kepercayaan yang mereka bangun selama dua tahun, walaupun mereka telah mengenal lebih dari itu.


"Ley, sebaiknya aku pulang. Aku ada pemotretan besok pagi di Stadion Camp Nou" Damianpun melangkah mundur dan berlalu dari area barbeque itu.


"Damian!" Leyka segera menyusul sambil menuding ke arah Putranya yang menutup mulutnya dengan tawa kecilnya. "Train Mommy belum selesai denganmu" Leykapun berlalu.


"Yesss!" Trainpun bersorak. Dan Dolores hanya tertawa melihat Train bersemangat. Bahkan Dolores tidak pernah melihat Train sesemangat ini sebelumnya.


"Boy, apa yang kau lakukan?" Valentino mengerutkan alisnya penuh tanda tanya.


"Aku memang tidak mengirimnya" ujar Train dengan mengangkat kedua bahunya.


"Lalu?" Tanya Valentino menyelidik, Dolores terlihat menahan senyumnya.


"Abuela yang mengirimnya, Hihihi-- Tapi atas permintaanku-- Bukankah tadi Mommy yang bertanya siapa yang mengirimnya? Tentu saja bukan aku-- Hahaha!" Train tertawa sambil meloncat loncat kegirangan.


Shitt! Aku hampir percaya bahwa Leyka yang mengirim pesan itu.. Licik sekali setan cilik ini.. Dia tidak berkompromi denganku terlebih dahulu, dia melakukannya sendirian! Dia memanfaatkan aku! Shiitt! Ternyata tujuannya agar Leyka bertengkar, ada bagusnya.. Aku tidak perlu bersusah payah, setan cilik ini sudah membuka jalannya untukku.. Teruskan langkahmu Boy.. Aku akan lebih waspada pada setan cilik ini, walaupun rasanya, sia sia..


-


-


-


"Damian aku mohon! Percayalah padaku!" Leyka berjalan sambil menarik tangan Damian dan Pria itu berbalik kemudian menghentikan langkahnya.


"Ley, Train bersumpah Ley!" tukas Damian lebih ngotot dibanding Leyka.


"Tapi aku benar benar tidak melakukannya, Damian!" Leyka sampai tidak tahu harus berbuat apa dan bagaimana meyakinkan Damian.


"Ley! Apa kau menyukai laki laki itu?"



"Damian, kau meragukanku?" Damian menatap beningnya mata Leyka, ia menghela nafas panjang, kemudian ia menyingkirkan anak rambut Leyka yang menerpa mata bening itu.


"Masalahnya kalian sepertinya sangat akrab, aku tidak buta Leyka, kau sepertinya mengenal laki laki itu. Dan Train, sepertinya menyukai Pria itu. Dia bahkan memanggilnya Uncle. Leyka, aku baru beberapa hari di Madrid dan aku merasa ada yang aneh, entahlah" ujar Damian melembut. Namun kekecewaannya terlihat sangat jelas di mata teduh itu.


"Damian---


"Wahhh bulan purnama, bulan itu bulan yang sama yang jatuh di pangkuanmu saat di Pretoria, apa kau mengingatnya Ley?" Mata Leyka terbelalak saat Valentino muncul tiba tiba di antara mereka, Damian menjadi meradang dan Leyka semakin di penuhi kemarahan.


"Shittt! Apa mau mu, Val!" pekik Leyka dengan lantang.


"Jadi benar kalian saling mengenal?" tanya Damian seakan tak percaya.


"Damian--


"Bahkan jauh sebelum kau mengambil foto kami Palace of Justice!" kata Valentino membuat Damian membulatkan matanya, Leyka memejamkan mata sambil memijat batang hidungnya, ia sangat kesal karena Valentino membuka tabir tentang fotonya di Pretoria.


"Apaa?!-- Ley, apa kau bisa jelaskan?" Damian seakan tersengat, ia mengepalkan tangannya dengan kuat.


"Damian! Percayalah aku baru saja mengetahuinya!" sanggah Leyka menahan kemarahannya.


"Ley! Saat aku tunjukkan foto itu di laptopku, kau sudah mengetahuinya?"


"Damian--


"Ley, aku tidak menyangka kau menyembunyikan sesuatu yang begitu besar dariku" Damian memalingkan wajahnya dan menatap Valentino lekat lekat.


"Damian, kau meragukanku?" tanya Leyka meraih wajah Damian, ia menangkupkan tangannya agar Damian menatapnya.


"Jadi kau masih menyukainya!" Damian menepiskan kedua tangan Leyka dengan kemarahan. Menerima kenyataan bahwa ia telah mengambil foto secara diam diam dan wanita di foto itu adalah Kekasihnya, siapapun orangnya pasti akan terbakar api cemburu, seperti dahsyatnya api dihutan pinus yang menghanguskan California sepanjang tahunnya.


"Damian aku mohon, tidak seperti itu!" Leyka meraih tangan Damian namun berulang kali juga Damian menepisnya.


"Menurut sifatmu, saat kau dituduh menyukai orang lain selain kekasihmu, bukankah sebaiknya kau menjadikan kenyataan apa yang di tuduhkannya?" Valentino tersenyum sambil mengancingkan mantelnya, ia menegakkan kerah mantel itu, karena angin berhembus dari selatan, yang membawa dedaunan berguguran.


"Kau jangan ikut campur!" sentak Leyka semakin membuat Valentino tersenyum dengan aura ketampanannya.


"Aku hanya ingin berterima kasih pada Damian-- Terima kasih kau telah mengambil foto kami saat itu secara diam diam. Sebenarnya itu menyalahi aturan, itu ilegal. Namun, foto itu semakin mengikatku. Bukankah 8 tahun kau memamerkan foto itu dan baru terjual di Italy dua tahun yang lalu? Percayalah, semua yang kau ambil dariku, bahkan hanya sebuah foto, semua akan kembali kepadaku. Kenangan di Pretoria, akan mengukir Cinta kepada pemiliknya-- Aah, sudahlah. Bulan purnama sangat indah malam ini. Sama persis saat berada di Pretoria, disebuah kebun anggur" Valentino dengan tersenyum penuh makna berlalu pergi dan menyisakan makian Leyka.


"Fu*ck you, Val!!" umpat Leyka dengan mata berkaca kaca, antara kesal namun bergetar hatinya mendengar ucapan Valentino. Rasanya Leyka ingin menendang Valentino hingga menjebol gawang di Stadion Camp Nou, markas FC. Barcelona.


Sementara Valentino terus menghirup inhaler di tangannya, dadanya kian sesak, ada rasa sakit yang menusuk hatinya. Matanya berkaca kaca ia terus meyakinkan dan menahan dirinya, bahwa semua akan baik baik saja.


Iya, semua akan kembali kepadaku.. Aku adalah pemiliknya, sejak awal kau adalah milikku.. Walaupun pernikahan kita tidak sengaja, tapi kisah kita dimulai setelahnya, mungkin tidak ada cinta, karena kita hanyalah orang asing. Tapi bisa saja kita jatuh cinta, tanpa kita sadari.. Kita akan memulai kisah cinta yang sesungguhnya di Barcelona, Leyka.. batin Valentino menghilang di keremangan taman itu.


...*...


-


-


-


Novel ini udah kontrak yaa Bosque Pembaca, dan silahkan vote di tinggalin disindaang yaaa cyiinn *ngondek


Sukur2 diguyur kopi gt 🤣🤣🤭 *tetep malak alus


Happy Reading 💖

__ADS_1


-


-


__ADS_2