
"Ehm-- apakah Daddy atau Mommy pernah berselingkuh?" tanya Train membuat Valentino terkekeh. Sementara Leyka membulatkan matanya mendengar pertanyaan yang tak terduga yang keluar begitu saja dari mulut Putranya.
"Hei pertanyaan macam itu? Dari mana pertanyaanmu itu?" tanya Leyka mengerutkan alisnya kemudian. Ia tidak menyangka pertanyaan Train begitu mengejutkannya.
"Tentu saja Daddy tidak pernah berselingkuh dengan wanita manapun. Selama di Italy, selama delapan tahun setelah berpisah dengan Mommy, Daddy selalu gagal bila berkencan buta dengan wanita" jawab Valentino masih terkekeh, sesekali ia melirik kearah spion menatap Leyka yang duduk di belakangnya. Tangannya hanya bisa menjangkau lutut Train bila ia berada di lampu merah. Tentu saja siang hari adalah jam sibuk di seluruh dunia bila berada dijalan raya, padat namun merayap.
"Mengapa gagal?" pertanyaan Train membuat Leyka tertarik untuk mendengar perbincangan ringan selama di mobil menuju Sekolah Esperanza, yang memakan waktu kurang lebih 30 menit perjalanan.
"Karena bila berbincang dengan mereka, Daddy selalu menceritakan pengalaman Daddy dengan wanita bar bar yang Daddy temui di Pretoria. Yaitu, Mommymu" ujar Valentino dan Train menyimak dengan asik sambil menghabiskan sisa bekal makan siangnya. Diam diam Train merancang pertanyaan demi pertanyaan yang berputar - putar.
"Pantas saja Daddy gagal" sahut Train.
"Mereka? Cihh, itu artinya tidak hanya satu tapi banyak sekali" komentar Leyka dengan nada datar namun tersimpan kecemburuan.
"Hanya tiga atau empat dan itu semua dari Spanyol. Salah satunya model sekaligus Miss Spanyol yang pernah Daddy temui di Milan Fashion Week" ujar Valentino seraya melirik kearah spion yang menampakkan wajah Leyka dengan kerutan di dahinya dan mulutnya yang makin merapat, Valentino tersenyum melihatnya.
Wajah itu wajah cemburu... Mengapa aku dulu tidak mengenalinya.. Ohh shittt.. Menggemaskan..
"Apakah ada yang dari Italy, Daddy?" tanya Train seraya melirik kearah Leyka yang semakin penasaran dan menunggu jawaban Valentino. Wajah Leyka semakin sengit menatap kaca spion dan Valentino sangat waspada menjawabnya.
Tapi cerita Daddy tidak mungkin sama persis dengan kisah Pappa dan Mammanya Ella.. Daddy tidak mengencani wanita Italy tapi Spanyol.. Ella tidak memiliki Ayah kandung tapi Pappa baptis.. Apakah jangan jangan.. No aku harus memastikannya.. Train.
"Sejak mengenal Mommy, Daddy hanya ingin wanita Spanyol. Jika bukan dari Spanyol Daddy akan mencoretnya dari daftar kencan buta. Tapi ternyata Daddy tidak pernah menemukan sosok Mommymu di dalam diri wanita manapun. Dan merekapun pergi mengundurkan diri karena mereka menilai Daddy tidak bisa melupakan wanita bar bar yang selalu Daddy ceritakan-- bahkan salah satu wanita yang Daddy kencani mengatakan bahwa Daddy tidak akan berhasil menjalani hubungan dengan siapapun jika Daddy tidak bisa melupakan wanita bar bar yang Daddy cinta" jawab Valentino dengan hati - hati.
"Ckk, tiga atau empat. Dasar laki laki!" ujar Leyka dengan kesal. Valentino berharap Leyka akan puas dengan jawabnnya namun ternyata tidak. Leyka masih berkutat dengan jumlah wanita yang dikencani Valentino.
Train mengakhiri makan siangnya dengan satu kotak sari buah perpaduan apel dan rasberry. Lalu ia menutup kotak bekalnya kemudian memasukannya kembali ke dalam tas sekolahnya Train berpikir keras untuk mengarahkan pembicaraan Valentino dan Leyka kearah rasa penasarannya. Kisah kedua orangtuanya yang memiliki letak kesamaan dengan kisah Papa Baptis dengan Ibunya Miu.
"Hei Mi Amor, itu hanya berlangsung selama kurang lebih tiga tahun. Sejak saat itu aku lelah dan selama hampir lima tahun ini aku menjalani hidupku dengan bekerja, bekerja, bekerja dan mengumpulkan kekayaan dari kerja kerasku" mendengar perkataan Valentino, Leyka mendengus dan melemparkan pandangannya kearah samping di hiruk pikuknya jalanan siang itu.
Train pun mengambil ponselnya yang ia simpan di dalam tasnya. Kemudian ia membuka aplikasi obrolan yang menghubungkannya dengan Miu. Train menulis pesan di ponselnya setelah nama Miu muncul di daftar kontaknya.
Ella dari mana Mammamu berasal? Apakah asli dari Italy? Ataukah ada keturunan dari Spanyol?
Tentu saja dari Italy, kami berasal dari Labaro. Kota kecil di tengah perkotaan. Aku sudah mengatakannya, Train.. Mengapa kau lupa.. Ah kau ini tidak pandai
Aku hanya memastikannya karena kepandaianku, Ella
Mengapa kau menanyakannya lagi? Ada apa Train?
Train tidak membalas pesan terakhir Miu diantara perdebatan kedua orangtuanya. Sikap Leyka yang mendadak kesal membuat Train berhati hati dengan komentarnya. Train meletakkan ponsel di samping pahanya lalu ia mencondongkan tubuhnya kearah Leyka hingga kepalanya bersandar pada lengan Leyka.
__ADS_1
Train menggosokkan hidungnya di lengan Leyka seperti biasanya. Bedanya ia seraya meletakkan telapak tangannya di perut Leyka kemudian mengusapnya perlahan. Sikap yang romantis dan hangat adalah karakter yang diturunkan Valentino pada Blue Train. Dan sikap Train membuat hati Leyka menghangat.
"Tapi kau banyak sekali mencoba berkencan, Cihh!" sahut Leyka yang masih saja berkutat dengan jumlah wanita yang dikencani Valentino selama ini.
"Si, banyak berkencan tapi tidak satupun yang aku dapatkan. Apalagi menjalin hubungan asmara selama dua tahun. Kalau dipikir pikir kau yang berselingkuh selama ini" sindir Valentino membuat Leyka menghela nafas dalam dalam. Skakmat, Leyka tidak bisa berkutik seketika bila ia dihubungkan dengan Damian lewat sindiran Valentino.
"Cihh, hubungan asmara-- Leyka mencebikkan bibirnya dengan mendengus --seandainya aku tau dari awal kau adalah suamiku, aku tidak akan berkencan dengan laki laki manapun. Itupun yang aku rasakan pada Damian bukan cinta seperti yang aku rasakan padamu" sanggah Leyka tersenyum kearah Train. Leyka mengangkat lengannya agar kepala Train bersandar di dadanya, Train menguap kemudian. Ia merasakan kenyamanan saat mengusap perut Leyka dan itu menurunkan adrenalinnya yang melonjak akibat rasa penasarannya.
"Benarkah?" tanya Valentino dengan tersenyum melihat pemandangan itu. Melihat kedua orang yang sangat dicintainya duduk dibelakangnya. Valentino menggigit bibirnya, ia masih harus fokus menatap kearah jalan yang dilaluinya.
"Si-- Kau tidak percaya padaku?" Leyka membalas pertanyaan Valentino dengan pertanyaan. Valentino kembali melirik kearah spion dimana Leyka memandangnya tanpa berkedip dengan mata bulatnya.
Valentino tersenyum seraya mengusap usap bibirnya dengan jari telunjuknya lalu diakhiri dengan mengigit jari tersebut. Rasanya ia ingin menerjang Istrinya yang kian hari semakin menunjukkan aura kecantikannya di tambah aura kecemburuan itu membuat adrenalin kelelakian Valentino melonjak dan ingin ia luapkan.
"Si-- untung saja ada aku yang selalu menjaga Mommy" sahut Train kemudian menegakkan tubuhnya kembali dan bersandar pada jok mobil. Train seperti mendapatkan sebuah ide.
"Kau masih kecil bagaimana menjaganya?" tanya Valentino saat menghentikan mobilnya di lampu merah. Lalu ia menoleh ke belakang seraya mengulurkan tangannya, memberi pijatan pada lutut Train karena gemas.
"Aku selalu bersama Mommy saat Mommy berkencan dengan Uncle Damian! Uhs Daddy No!" Train menepis tangan Valentino karena memijat kakinya terlalu kencang.
"Hahaha-- Tidak mungkin Blue. Pasti ada saatnya, Mommy tidak mengizinkan kau ikut" ujar Valentino kembali melajukan mobilnya perlahan saat lampu hijau, tanda lalu lintas telah menyala.
"Maka Putramu akan melakukan melakukan berbagai macam cara. Pura pura sakit, pura pura terjatuh, pura pura banyak tugas di sekolahnya dan dia bekerjasama dengan guru pengganti-- kau tahu Margareth? Dia musuhku dan Train bekerjasama dengannya. Train meminta banyak tugas dan prakarya padanya agar aku tidak kemanapun di akhir pekan" ujar Leyka dengan bersemangat.
"Ahahaha-- Si si si Train sangat pandai! Hampir dua tahun, Train bekerja keras Daddy" tawa Train terdengar renyah, ia mengingat tingkah laku dan usahanya dahulu yang membuat Damian dan juga Leyka selalu gagal bila ingin berkencan berdua. Valentino dan Leyka turut tertawa karena tawa Train menulari mereka.
"Kau tahu bahwa itu kejahatan yang tidak boleh kau lakukan. Itu sama saja berbohong. Dan Mommy paling tidak suka dibohongi" kata Leyka setelah menghabisi tawanya.
"Itu hanya kejahatan kecil Mommy. Ahahaha-- bagaimana jika aku tidak menjaga Mommy? Mommy bisa punya anak dari Uncle Damian! Oh no Mommy! Dan saat Daddy datang apa yang akan terjadi? Daddy pasti kecewa" ujar Train membuat Valentino dan Leyka mendadak terkesima dengan pengakuan Putra mereka. Melalui kaca spion mereka saling melemparkan pandangannya untuk sesaat.
"Kau berpikir sejauh itu?" tanya Leyka seraya mengusap puncak kepala Train.
"Jadi itu yang kau pikirkan Blue?" pun Valentino menanyakan hal yang sama.
"Si Daddy si! Si Mommy si!" seru Blue bersorak dengan semangat.
"Awas kau jangan memarahi Putraku atas tindakannya dulu!" kata Valentino seraya mengacak rambut Train. Ia kembali menghentikan mobilnya di lampu merah, lalu membalikkan tubuhnya menyerbu Putranya dengan jemari guritanya sebutan Train bila Valentino menggelitikinya. Leyka tersenyum simpul melihatnya.
"Tentu saja tidak. Aku berterima kasih untuk itu. Tapi caranya berbohong tetaplah salah. Gracias, mi carino-- Mommy memaklumi kejahatan kecilmu tapi tidak untuk lain kali" kata Leyka berbicara dua arah, ia masih melemparkan senyumnya seraya mencium kening Train. Tangan Valentino akhirnya bisa menjangkau wajah Leyka, sesaat ia mencuri dengan mengusap dagu Leyka. Tentu saja Train melihatnya, tapi ia memilih untuk tidak memprotes hal itu karena ia fokus dengan rasa penasarannya yang begitu besar.
"Apapun caramu Daddy berterima kasih Blue. Gracias Carino" kata Valentino seraya merapikan rambut Train yang telah dibuatnya berantakan.
__ADS_1
"Si Mommy Daddy! Itu berharga satu robot yang aku inginkan dari Jepang! Jadi Mommy dan Daddy harus membelikannya untukku! Itu semua tidak gratis!" seru Train dengan tawanya. Disela sela rasa penasarannya tentu saja Train bisa menyampaikan keinginannya.
"Apa?!" seru Leyka dengan mendengus namun Valentino justru tertawa. Kian hari ia semakin mengenal Train dengan dekat dan menilai setiap tingkah laku putranya.
"Hahaha-- Daddy akan membelikannya untukmu! Lihat Leyka, Putraku menodong kita secara halus! Hahaha-- kau sangat cerdik Blue!" ujar Valentino tergelak seraya menatap dan berkata dengan Leyka dan Train secara bergantian.
"Kau bilang akan membelinya dengan uang tabunganmu, Train. Nakal sekali kau ini" kata Leyka.
"No no no! Uang Train habis Mommy!" seru Train membuat mata Leyka membeliak.
"Apaaa!-- Habis?" Valentino hanya tersenyum dan melajukan mobilnya karena lampu hijau kembali menyala.
"Apa aku belum mengatakannya? Ketika aku tahu ada Munequita di perut Mommy, aku mengucap syukur dan aku berjanji pada Tuhan akan memberikan semua tabunganku! Aku memberikannya saat aku ke gereja bersama Abuella setelah kita tiba dari Palma" ujar Train menjelaskan.
Ada debaran rasa takjub yang Valentino dan Leyka rasakan. Ia tidak menyangka kemurnian hati Train begitu menyentuh hati mereka. Leyka terharu mendengarnya. Tak luput Valentino yang mengusap wajahnya dengan tersenyum untuk menutupi matanya yang kemerahan.
"Ohh my lovely Pretoria.. Blue Trainn.. Blue Train.. Blue Trainn.. Kau sangat manis.. Te quiero carino" kata Leyka memeluk Train dengan rasa haru dan penuh kehangatan. Dekapannya seraya mencium puncak kepala Train membuat Valentino mengulas senyum menawannya yang melihat pemandangan itu dari balik spionnya. Ia masih harus fokus pada jalan raya menuju Sekolah Esperanza yang menjadi satu gedung dengan Locomotive Machine.
"Te quiero Mommy" balas Train seraya mencium pipi Leyka.
"Mi amor belikan apapun untuknya secepatnya. Bisakah? Aku ingin si Pretoria kecil ini bahagia" Train terkekeh mendengarnya, ia sangat riang ketika Leyka menjulukinya si Pretoria kecil
"Dengan segenap hatiku Mi amor" kata Valentino saat Leyka menatapnya melalui spion. Leyka mengulurkan tangannya kearah pundak Valentino, ia tahu suaminya menyembunyikan keharuannya. Valentino meraih tangan Leyka lalu menciumi jemari lembut yang melewati sandaran mobil hanya untuk mengusap pundak dan rahang kokohnya.
"Uhm-- Daddy, jadi aku penjaga hati terbaik kan, untuk Mommy?" tanya Train mulai memancing.
"Si kau terbaik Blue!" ujar Valentino masih mencium jemari Leyka dengan menggigitnya. Leyka berdecak seraya mencubit hidung Valentino yang terkekeh lirih karena aksi nakalnya.
"Dan aku tahu Daddy mempunyai penjaga hati seperti aku menjaga Daddy di Italy selama jauh dari Mommy!" ujar Train membuat mereka mengurai keromantisan kecil itu. Valentino mengerutkan alisnya dan Leyka mendorong tubuhnya mundur ke belakang yaitu kembali bersandar pada jok mobil lalu menoleh kearah Train.
"Hah? Penjaga sepertimu? Siapa maksudnya?" tanya Leyka. Train bisa melihat tangan Valentino erat mencengkeram kemudi mobilnya. Train tersenyum melihatnya, ia menilai dengan kejeliannya.
Daddy, mungkin ini yang akan Daddy ceritakan saat makan malam.. Si Daddy.. Blue mengerti mengapa Daddy belum mengatakan dan akan mengatakannya pada Mommy segera. Train.
-
-
-
Masih di kesibukan Lebaran yang pasti aku merayakannya bersama seluruh keluarga.
__ADS_1
Minal Aidzin Wal Fa Idzin ya buat semua pembaca NT MT yang baik hatinya padaku. Maafkan segala kesalahanku yg byk aku sengaja dan ga sengaja.. kadang sering malak, jujur aku ga tega (preett).. aku ga kesampaian beneran deh (prettt).. Beneran aku ga sengaja malak2 gt (pretttt).. sumpah aku khilaf (preettt).. tapi kasih vote dan kopinya ke aku yaaa.. te haa errrr bosqyuu pembacaaa (nah malak lagi).. 🤣🤣
Mohon maaf lahir batin buat kalian semua lagi lagi lagi dan lagi yaaa.. hahahha.. dan sampai ketemu di Ramadhan tahun depan. salam hangat penuh kebahagiaan untuk kalian dan keluarga kalian.. Love u kalian semua.. Selamat menikmati hari hari indah bersama keluarga di Ramadhan yang indah ini.. 😘💛