FORGOTTEN LOVE On The Train

FORGOTTEN LOVE On The Train
Kau Harapanku Satu Satunya


__ADS_3

Setiap anak berhak mendapatkan kehidupan yang layak dan masa depan yang lebih baik, setiap anak harus terjamin segala kebutuhannya. Mungkin itu hanya sekedar undang undang di sebuah pasal di negara tertentu. Namun di negara besar dan maju itu sebuah undang undang yang harus di taati dan Negara menjamin itu.


Pada tahun 1989, pemerintah di seluruh dunia menjanjikan hak yang sama untuk semua anak dengan mengadopsi Konvensi PBB untuk Hak-Hak Anak. Konvensi ini mengatur hal apa saja yang harus dilakukan negara agar tiap-tiap anak dapat tumbuh sesehat mungkin, bersekolah, dilindungi, didengar pendapatnya, dan diperlakukan dengan adil.


Anak adalah semua orang yang berusia di bawah 18 tahun, kecuali ditentukan lain oleh hukum suatu negara. Semua anak memiliki semua hak.


Salah satu Konvensi PBB untuk Hak-Hak Anak :


- Semua anak berhak atas kehidupan. Pemerintah perlu memastikan bahwa anak bisa bertahan hidup dan tumbuh dengan sehat.


- (Point 1) Tiap anak berhak tinggal bersama orangtua mereka kecuali jika hal itu justru merugikan sang anak—sebagai contoh jika anak mendapatkan perlakuan tidak baik atau diabaikan oleh salah satu orangtua. Tiap anak berhak tetap berhubungan dengan orangtuanya apabila ia tinggal terpisah dari salah satu atau kedua orangtuanya.


- Tiap anak berhak mendapat pengasuhan yang layak, dilindungi dari kekerasan, penganiayaan, dan pengabaian.


- (Point 2) Tiap anak yang berada di bawah tanggung jawab negara—dalam hal pengasuhan, perlindungan, atau perawatan—berhak ditelaah kondisinya secara teratur.


- Tiap anak berhak mendapatkan bantuan sosial yang bisa membantunya bertumbuh-kembang dan hidup dalam kondisi baik. Pemerintah perlu memberikan uang tambahan kepada anak dan keluarga miskin dan yang membutuhkan.


- (Point 3) Anak berhak mendapatkan standar hidup yang cukup baik sehingga semua kebutuhan mereka terpenuhi. Pemerintah perlu membantu keluarga yang tidak mampu memenuhi hal ini dan memastikan bahwa orangtua dan wali memenuhi tanggung jawab keuangannya terhadap anak-anak mereka.


- Tiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Pendidikan dasar perlu tersedia gratis, pendidikan menengah dapat diakses, dan anak didorong menempuh pendidikan hingga ke tingkat tertinggi yang dimungkinkan. Disiplin yang diterapkan sekolah-sekolah haruslah tetap menghormati hak dan martabat anak.


[Point 1, 2, 3 ; Point yang menjadi acuan inti cerita]


...-...


Lewat Dinas Sosial, Negara memantau setiap anak yang diasuh oleh orang tua tunggal. Negara sangat konsen dengan hal itu. Setiap bulan mereka akan mengirim satu petugas untuk memeriksa apakah seorang anak memperoleh haknya, bagi keluarga yang bermasalah.


Memiliki anak dengan jumlah tertentu, orangtua harus mengirimkan catatan data keuangan pendapatan per tahun dan pengelolaannya. Bila data keuangan tidak memenuhi persyaratan maka Dinas Sosial akan mengambil anak itu, dan orangtua lain yang mampu, boleh mengadopsinya.



Judith, berkewajiban mengadakan kunjungan ke beberapa rumah dan melakukan wawancara rutin, bagi siapa saja yang berstatus single parent atau siapa saja yang merawat anak sendirian tanpa pendamping. Atau anak anak tanpa orangtua dan diasuh oleh keluarga yang lain. Karena bila seorang anak tidak mendapatkan haknya maka Negara berhak mengambil alih tanggung jawab anak itu dibawah pengasuhan Dinas Sosial, tanpa memandang Strata, Kedudukan atau jabatan seseorang, bahkan seberapa besar uang yang mereka miliki.


Dinas Sosial adalah momok yang mengerikan di negara maju bagi para orangtua yang memiliki anak, tapi tidak bisa memberikan hak dan juga perlindungannya, bahkan kehidupan yang layak yang memiliki standart. Contohnya, seorang anak harus memiliki satu kamar masing masing, antar saudara mereka tidak boleh tidur bersama sampai usia tertentu sesuai aturan negara. Itu semua karena Negara menentukan standart kenyamanan bagi sang anak.


Judith dan Train, memiliki hubungan yang sangat dekat, Judith tahu nama Ayah biologis Train. Karena semua tercatat dengan jelas, walaupun Leyka menganggap ada kesalahan dalam pencatatan status 'menikah'nya pada data pribadinya di Palma, itu yang di anggap keluarga Fernandez sebuah keberuntungan.


Dari beberapa pasal konvensi PBB untuk hak anak, tetapi tetap saja, Negara mengatur Hak Asasi Manusia, karena di Negara maju dan berkembang, Hak Asasi Manusia menduduki peringkat teratas sebuah Hak yang wajib dijunjung tinggi.


Jadi secara garis besarnya, yang berhak memberitahu kepada Train siapa nama Ayahnya adalah Orangtuanya yaitu sang Ibu. Kecuali, orangtua Train meninggal, maka saudara yang memberi kewajiban untuk itu dibantu Dinas Sosial. Judith, tidak berhak memberitahukan, dan itu yang menjadi fokus Judith. Ia akan memberi berbagai macam pertanyaan yang menyudutkan Leyka untuk segera memberitahu Train sebelum anak itu mencapai usia 10 tahun, dan itu adalah usaha Judith selama ini.


Secara Psikologi, Judith akan mewancarai Train, Judith harus memastikan Train mendapatkan kenyamanan, kebahagiaan dan hidupnya tidak boleh ada tekanan perasaan, tekanan mental serta intimidasi dari pihak lain. Sementara Leyka sebagai Ibu, juga memikirkan matang matang, mengapa harus menyembunyikan nama Valentino dari Train dan keluarga Fernandez sebelum Valentino datang.


Itu semua karena, tentu saja Leyka mengenal Train dengan baik. Anak itu bisa saja nekad dan pergi begitu saja, karena sifat Train yang satu itu adalah sifat Leyka yang menurun ke dalam diri Train. Kabur dari rumah adalah kebiasaan Train bila kemarahannya tidak terkendali.


Di usia 5 tahun Train pernah marah dan pergi, ia bersembunyi di chapel gereja, semua mencarinya hingga mengerahkan anggota kepolisian karena hampir 24 jam, Train tidak di temukan. Train di temukan Pastor Gilberto dalam keadaan pingsan.


Dan demi apapun, Leyka seperti orang gila mencari Train dan menemukan kenyataan itu, hingga frekuensi mimpi buruknya, menjadi semakin intens. Mimpi tentang Valentino adalah mimpi buruk baginya. Selama satu bulan ia mengambil cuti setelah kejadian itu. Sejak saat itu, Leyka mulai menceritakan kisahnya.


Kisah Manisnya bersama orang asing yang menjadi kekasihnya selama 11 hari di Pretoria. Leyka mengisi rasa keingintahuan dan pencarian Train pada sosok Daddynya dengan kisah manis di Pretoria yang berdampak pada penantian Train. Dan sudah pasti itu membuatnya bahkan keluarga Fernandez tersiksa.


Jadi aku dulu di buat di kereta api Mommy?


Si, kau dibuat di kereta api.. Kereta termewah dengan 27 jam perjalanan dari Capetown menuju Pretoria.


Seperti apa aku dibuat.. Bagaimana cara membuat aku? Apa aku bisa membuat anak di kereta api juga, Mommy..


Hahaha.. Tentu saja bisa.. Tapi ketika umurmu sudah banyak.. Karena membuatnya sangat susah.. Hahaha.. Membuat anak sepintar dirimu.. Butuh sebuah keahlian khusus dan kau akan mempelajarinya nanti dari Daddymu.


Uhhs.. Ketika umurku banyak?


Si, sebanyak semua jemari kaki dan tanganmu dan kau harus meminjam jemari tangan Mommy lagi sekitar 7 atau 10 , barulah kau boleh membuat anak di kereta api..


Uhhss.. Lama sekali Mommy..


Karena itulah kau tidak boleh pergi kemanapun.. Bagaimana bila Daddymu datang dan kau tidak ada.. Daddymu akan menangis memeluk pohon yang berada di taman. Dia akan mencari anaknya yang hilang.. Seperti Mommy yang menangis ketika kau menghilang..


Mommmy.. Lo siento Mommy.. Aku tidak akan pergi lagi.. Aku akan menunggu Daddy datang.. Tapi ceritakan lagi kisah manis kalian.. Te quiero, Mommy (aku mencintaimu, Mommy)

__ADS_1


"Te quiero, Carino (aku mencintaimu, Sayang)" gumam Leyka masih berada di taxi, saat mengingat percakapannya bersama Train, pasca Train pergi dari rumah. Pelukan Train saat itu, masih hangat ia rasakan hingga saat ini. Kepergian Train menjadi ketakutan terbesar dalam hidupnya, karena saat itu Leyka menjadi Ibu yang dipantau Dinas Sosial. Ibu yang dianggap lalai menjaga anaknya.


Kepergian Train menjadi awal kedatangan Judith, dan menjadi peringatan terakhir, bila Train pergi lagi maka Dinas Sosial akan membawa Train. Negara akan mengambil alih dan Dinas Sosial akan mengasuhnya lalu membuka siapa saja yang datang untuk mengadopsinya. Leyka menyeka sudut matanya, ia tersenyum hambar, rasa rindu pada Train menyelinap begitu saja, ia ingin cepat pulang dan menemuinya. Pelukannya akan menentramkan kekalutan hatinya.


Leyka turun dari taxi beberapa waktu kemudian, setelah mengantar Margaretha terlebih dahulu. Leyka membawa begitu banyak paperbag dan Simon berlarian membantunya. Saat Leyka datang, mobil yang mengirim Ice Cream telah pergi. Kedainya penuh dengan Ice Cream, yang lebih mencengangkan adalah puluhan box pizza, padahal ia tidak memesannya.


"Mommy, Mommy, Mommy!" Train berlarian menyongsong Leyka dengan sekotak ice cream dan sendok di tangannya. Mulutnya kotor dengan sisa ice cream. Leyka berbinar melihatnya, Train seperti matahari yang menyibak mendung kelabu yang bergelayut di hatinya, luka itu bisa lenyap begitu saja hanya dengan melihat senyum dan tawa bahagianya.


Leyka berjongkok dan mencubit hidung Train, lalu mengomel, "Bagaimana caranya kamu makan, sampai kamu tidak berbentuk begini, Carino? Kau tidak seperti Cake Red Velvet, jika bentukmu seperti ini" Leyka memeluk Train seeratnya, dan Train bisa merasakan bahwa Leyka membutuhkan pelukannya.



"Besame mucho, Mommy.. Besame mucho, Mommy (cium aku yang banyak Mommy)" Train menciumi Leyka dan ia meminta balasannya, Leyka bahagia mendengarnya.


Leyka mengurai pelukannya dan ia sangat terharu, Train begitu mengerti perasaannya, ia pun memejamkan matanya lalu mencium Train dengan penuh perasaan dan menyebutkan nama putranya tiga kali seperti biasanya "Blue Train.. Blue Train.. Blue Train" bisiknya.


"Yeeay Mommy! Aku mau makan ice cream di mejaku, seperti bangsawan!" Leyka tersenyum melihat Train berlarian kearah mejanya yang berada di dalam ruang kasir yang menjadi satu dengan ruang barista. Leykapun meletakkan sebagian barang belanjaannya lalu ia menuju toilet untuk berganti baju santai.


"Pizza itu bagaimana? Semua atas nama Valentino Gallardiev. Apa dia sedang berpesta?" tanya Pedro saat berpapasan dengan Leyka di counter barista.


Jadi Uncle yang membelinya? Wow keren.. Dia sangat dermawan. Batin Train.


"Aku yang memesan ice creamnya, dia yang memesan pizza dan dia juga yang membayarnya, bagikan Ice cream itu ke tetangga kita dan pizza itu untuk keluarga Fernandez saja" jawab Leyka sambil membuka kotak pizza, ia mengerutkan alisnya.


"Ini pizza Italy yang tidak biasa. Mereka memberikan keju sangat berlimpah. Padahal pizza di restauran Italy ini, mereka memberikan kejunya standart walaupun untuk pesta pernikahan sekalipun. Ini dua kali lipat. Ini tumben sekali. Seperti ada perayaan pernikahan saja" kicau Pedro menyambar satu potong pizza dan begitu pun Leyka.


"Mungkin pecu*ndang itu sedang merayakan pernikahan dengan istrinya, dia ingin memanas manasiku" bisik Leyka agar Train tidak mendengarnya.


"Mommy susurra con Pedro! No me gusta! (Mommy berbisik dengan Pedro! Aku tidak suka)" ujar Train merengut kearah mereka.


"Tuan bangsawan yang tampan, tidak boleh makan sambil berbicara. Mommy hanya mengatakan siapa saja yang akan menerima pizza ini selain keluarga Fernandez" kilah Leyka.


"Uhhss!"


Di Spanyol, suguhan pernikahan yang menggunakan keju, apapun hidangannya, chef akan membuatnya dengan keju yang berlimpah, melebihi biasanya. Semakin banyak keju, semakin penuh berkah. Berbeda dengan Italy, yang justru melarang meminta tambahan keju, karena itu bisa menyinggung sang pembuat dan dianggap tidak pantas.


Jadi kau tersinggung saat itu Val.. Cihh, suruh siapa kau menyinggungku dan menghina negaraku. Batin Leyka sambil menggigit pizza.


"Carino, apa kau mau?" tanyanya kemudian.


"No Mommy!"


"Dia sudah memakan dua potong-- karena itulah dia tenang. Lihat, ketenangannya sok berlagak bangsawan" Pedro terkekeh melihat Train, dan Leyka juga terkekeh setelah menoleh kearah Train yang duduk menegakkan kepala dan tubuhnya, menikmati ice cream ala bangsawan.


Kebiasaan sebagian orang, mulut akan menghampiri sendok hingga kepala menunduk saat menyuap makanan tapi makan ala bangsawan yaitu, sendok menghampiri mulut dengan kepala tegak saat menyuapnya. Train menoleh dan menjulurkan lidahnya kearah Pedro, karena ia tahu Pedro membicarakannya.


Leykapun tertawa dan berjalan kearah lockernya lalu ke toilet, untuk mengganti pakaian resminya. Ia menunggu Damian dan juga Judith. Namun, sebuah mobil VW Beetle, datang terparkir di samping kedai Double P.



Seorang wanita berkulit hitam menapakkan kakinya di trotoar setelah mengunci mobilnya, ia datang dengan tas di pundaknya dan map tebal, yang sudah pasti berisi data orang orang yang akan ia dikunjungi yang berada dalam pantauan Dinas Sosial.


Trainpun bangkit berdiri dan berlari kearah Pedro memberi kotak ice creamnya lalu ia kembali berlarian keluar menyongsong Judith.


"Tia Tia Tia Judith.. Tia Tia Tia (Bibi)!!" Pekik Train dengan merentangkan tangannya. Dan Judith menyambut Train ke dalam pelukannya. Karena kedekatan itu membuat Train memanggilnya Tia yang berarti Bibi, tidak seperti anak yang lain yang memanggilnya dengan sebutan Senora yang berarti Nyonya.


"Apa kabarmu, Train?" tanya Judith sambil mencium kening dan membelai rambut Train.


"Apa kabarmu, Tia Judith?" Train bertanya hampir bersamaan dan Judith tersenyum penuh keibuan. Train memutar otaknya, setiap Judith datang, Train bahkan semua anak dalam pemantauan, ingin segera mengakhiri sesi kunjungannya. Judith langsung bisa menilai Train saat melontarkan pertanyaan. Ada yang berbeda dari Train.


"Kabarku baik" Mereka menjawab hampir bersamaan kemudian mereka tertawa lalu melakukan tos.


"Katakan apa yang membuatmu berbeda kali ini" Judith melangkahkan kaki ke arah pintu kedai dan Train menghadangnya dengan merentangkan tangannya.


"Nooo Tia (bibi) Judith! Kau tidak boleh masuk. Di dalam penuh Ice cream. Kau pulang saja, aku sudah bahagia, aku baik baik saja dan aku sehat. Aku tidak stres, perasaanku baik. Semua baik" kata Train dengan menjawab semua pertanyaan yang belum ditanyakan Judith, karena seperti yang sudah sudah, pertanyaannya selalu sama.


Judith bersedekap dan memiringkan kepalanya lalu menatap Train dengan terkekeh, Judith tahu Train mengusirnya secara halus. "Katakan apa yang membuatmu sangat senang, sepertinya rasa senangmu hanya karena Ice Cream. Katakan dimana Mommymu, mengapa kau berada dijalanan. Ini tidaklah baik"


Judith kembali melangkah dengan menggelengkan kepalanya, langkah kecil Train mengejar dan kembali menghadangnya "Nooo-- Kau tidak boleh masuk! Aku tadi di dalam Tia! Aku keluar karena melihat mobilmu 'kumbang gendut' parkir disamping, aku menyambutmu. Aku seorang bangsawan yang baik bagi tamunya"

__ADS_1


Judith terbahak mendengar Train selalu saja mengatakan mobil VW beetle-nya, kumbang gendut. Train selalu merekam ingatannya film sequel Transformer yang menceritakan kisah Bumblebee dengan VW beetle versi lama. Padahal mobil VW milik Judith keluaran terbaru.



VW atau VolksWagen adalah mobil berasal dari Jerman dan tipe Beetle sendiri memang berarti kumbang. Train memiliki sejumlah mainan seri Transformer dan salah satunya bumblebee dengan mobil VW. Film yang di rilis tahun 2018 ini, menggunakan mobil VW beetle versi lama. Judith memperhatikan hal detail, ia harus memastikan seorang anak memiliki keinginan dan orangtua mewujudkan keinginan anak, walaupun itu bisa saja hanya sekedar mainan. Kehidupan yang layak, semua anak harus mendapatkannya.


Karena bagi sebuah Negara, seorang anak adalah harta tak ternilai, dia harus bisa menjadi sesuatu yang membanggakan. Walaupun ada saja Negara yang menggunakan anak anak sebagai alat perang dan bahkan di perjual belikan. Karena itu di Negara maju dan Berkembang, Negara menjaga kemurnian seorang anak dari hal hal negatif yang bisa saja meracuninya.



"Apa kau sudah punya Bumblebee dengan mobil Chevrolet Camaro?" tanya Judith, kembali berjalan dan lagi lagi Train menahannya.


"Si Si Si (Iya)!!-- Ayah Diego membelinya saat di Madrid, itu hadiah ulang tahunku" ujarnya dengan merentangkan tangannya, menghalangi Judith masuk Kedai.


"Lalu Mommymu? Apa yang dia beli untukmu?" Judith melengos dengan menggelengkan kepalanya ia kembali menghentikan langkahnya.


"Optimus Prime! Dan-- Banyak sekali. Seperti hari ini, Mommy habis belanja banyak, aku belum membukanya karena Mommy baru saja mengganti pakaian. Mommy membeli banyak pizza juga ice cream-- banyaakkk Tiaa.. muchooo muchooo muchoo (banyak; Spanyol)! Aku dengar Mommy, akan membaginya ke seluruh Distrik Miel. Mommy akan merayakan pernikahannya dengan Daddy!" ujar Train membuat Judith mengerutkan alisnya.


Judith pun menjepit map di ketiaknya lalu ia duduk berjongkok dan berkata dengan serius, "Train jangan mengada ada"


"Noo, Pedro mengatakannya!" suara lantangnya membuat Pedro keluar dari meja baristanya, ia mengenakan celemek barista dan serbet ditangannya.


"Heii Jagoan! Aku mengatakan pizza dengan keju berlimpah itu seperti ada di pernikahan, bukan Mommymu merayakan pernikahan!" Pedro mengacak rambut Train dan lagi-lagi Judith melengos sambil menggelengkan kepalanya, ia sangat hafal Train selalu berusaha mengecohnya karena semua anak yang di datanginya sebagian melakukan hal yang sama. Judith telah menghadapi ratusan anak anak dengan karakter yang berbeda selama ia mengabdikan hidupnya di Dinas Sosial bagian Hak dan Perlindungan Anak.


"Ahahahaha-- Ternyata aku salah dengar!" Trainpun menertawakan dirinya sendiri. Ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Judith menghela nafas panjang.


Judith pun melakukan pendekatan dengan cara halus, ia membelai pipi Train dan berkata dengan lembut, "Train, aku tahu kau mengusirku secara halus, tapi kita akan tetap melakukan wawancara"


"No No No! Aku bosan, Tia Judith! Karena hasilnya sama saja! Aku sangat bahagia sekarang!" ujar Train menjadi sengit, ia menolak keras wawancara rutin. Karena apa yang ia katakan hanya akan membuat sedih keluarga Fernandez dan Mommynya. Judith sangat pandai memancing emosi anak anak, sehingga anak anak bisa dengan mudah berkata jujur kepadanya hanya dalam waktu lima menit.


"Dari dulu kau mengatakan hal yang sama. Tapi saat kau ingat Daddymu, mana wajah bahagiamu?" Train terdiam. Tapi bukan sedih, tapi ia diam karena apa yang dilihatnya dari kejauhan, di balik tubuh Judith yang masih duduk berjongkok di hadapannya.


Dan sebuah mobil Mercedes-Benz Mayback berwarna hitam terparkir di sudut jalan, posisinya berada di belakang Judith, tiga orang laki laki keluar dari mobil itu. Mata Train berbinar terang, mata birunya menghilangkan warna keabu abuan karena sorot matahari sangatlah terik di tambah Train melihat seorang yang membuat hatinya selalu saja bersorak. Valentino Gallardiev.


Judith melihat Train menggigit jari telunjuknya biasanya itu awal mula Train akan dirundung kesedihan, Judith pun mengulang pertanyaannya, "Kau tidak bisa menjawabnya kan?"


"No-- Uhm. Aku-- Bahagia. Karena dia-- Train menunjuk Valentino yang berjalan kearahnya dan Train memekik sekerasnya, Judith pun menoleh seraya bangkit berdiri--Diaaa adalah Daddyku! Daddyku datang Tia Judith!!" Train pun berlarian dengan merentangkan tangannya dan berlarian kearah Valentino.



"Dadddddyyy! Tangkap akuu! Tangkap aku! Tangkapp aku!" Valentino tentu sangat senang di panggil Daddy, ia terpesona melihat Train yang berlarian kearahnya, ia mengingat Leyka yang tertawa dan berlarian di sepanjang Ludwig's Roses dan meminta Valentino menangkapnya. Dada Valentino sesak mengingatnya.


Vall.. Tangkap aku.. Tangkap aku, Val. Ingatan Valentino kembali berputar ke Pretoria.


Valentino pun berlarian merentangkan tangannya dengan tawanya, menyongsong Train, "Boyy! Miooo Carooo (sayangku; Italy)! Daddy akan menangkapmu!" Dimatanya Train berlarian kearahnya tapi di pikirannya ia melihat Leyka berlarian kearahnya, seperti di Pretoria.


Semoga Uncle mau bersandiwara untuk ku. No! Pasti dia mau. Train.


Train hanya kau harapanku satu satunya, mengusir kemarahan Mommymu. Valentino.


Torres dan Jared membulatkan matanya. Mereka sangat shock sampai langkahnya terhenti, Mereka berdua terkesima dan saling memandang!


-


-


-


Kalau kalian Nanya Kapan Di Sinopsis itu terjadi.. Jawabannya sama kaya foto di bawah ini. MASIH MISTERI. jawab dulu aja ini 👇 🤣



Yang ga bisa jawab kirim 10 cangkir kopi lah yang bisa jawab 1 boleh 10 juga boleh 🤣 (malak cakep) wkwkwkwk 🤣


-


-


-

__ADS_1


__ADS_2