FORGOTTEN LOVE On The Train

FORGOTTEN LOVE On The Train
Seandainya.....


__ADS_3

...LAST MINUTE BEFORE...


Palma de Mallorca adalah ibu kota pulau Mallorca (Mallorca) dan kepulauan Balearic, yang terletak di sebelah barat Laut Mediterania. Spesies Pohon Palem terbesar ada di kepulauan ini, tidak heran bila banyak pohon palem menghiasi sudut kota hingga pelosok pedalaman, karena itulah Pulau itu diberi nama Palma atau Palem. Palma de Majorca adalah kota lama sebelum mengubah dirinya menjadi Palma de Mallorca.



Saat ini, Palma memiliki status kota peristirahatan yang paling modis dan indah di seluruh wilayah : pantai yang luas, teluk yang indah, yang serupa dengan keindahan Teluk Napoli, kota ini salah satu resor pantai terbaik di Eropa. Palma menjadi salah satu destinasi wisata saat para bangsawan atau turis asing berlibur, seperti halnya Maldives, Hawai bahkan Paradise Island-nya Asia yaitu Bali.



Cara termudah untuk sampai ke pulau itu adalah dari Barcelona, penerbangan domestik di Spanyol dan Pulau Palma De Mallorca ini juga dapat dicapai dengan kapal pesiar, koneksi feri berkembang dengan baik antara kepulauan.



Waktu perjalanan kapal feri antara Palma dan Barcelona adalah sekitar 7 - 8,5 jam dan menempuh jarak sekitar 244 km. Para turis dapat menggunakan feri ke Alcúdia, 6 jam di sisi lain pulau, yang hanya berjarak 35 mil dari Palma. Dioperasikan oleh Acciona Trasmediterranea dan Balearia, layanan feri Palma ke Barcelona berangkat dari Palma de Mallorca dan tiba di Barcelona. Biasanya 17 mobil feri beroperasi setiap minggu, meskipun jadwal akhir pekan dan hari libur dapat bervariasi. Untuk pengalaman perjalanan yang mewah, tersedia juga penyewaan helikopter pribadi. Perjalanan memakan waktu sekitar satu jam.



Diego bekerjasama dengan Manuella, saat semalam Manuella ketakutan, Diegolah yang menenangkan Manuella, mendengar Locki Gusmo ingin merencanakan aborsi tanpa Leyka tau. Akhirnya, mereka menyusun siasat.


Tiga tiket pesawat di pesan oleh Diego, menuju Barcelona. Namun Diego juga memesan tiga tiket kapal pesiar menuju Barcelona. Mereka akan mengarungi lautan luas, selama hampir 8 jam perjalanan.



Mereka tiba di Pelabuhan, Kapal pesiar tampak bersandar disana, beberapa kendaraan terlihat mengantri untuk masuk ke dalam badan kapal. Leyka dan Manuella masih terlihat duduk di sebuah kedai di pinggir dermaga menyantap sarapannya sementara Diego mengantri bersama mobil yang lain memasuki badan kapal, memarkirkan mobilnya disana.


"Laki laki seperti itu-- aku akan membuangnya. Aku tidak suka laki laki yang tidak mau berkorban, aku mengingat Loco yang memanfaatkan Ibumu, Ley. Hanya saja Priamu itu bedanya sangat kaya dan masih ingin bertambah kaya. Aku rasa dia sangat serakah" ujar Manuella sambil mengigit hotdog di tangannya.


"Uhm, dia sangat serakah. Uhmm.. Ini hotdog terbaik di Palma. Aku suka french mayonaise di campur peterseli-- Uhm, dia membuatku lelah setiap hari. Dia menghajarku tanpa henti. Setiap hari, Manuella-- Uhm, selama 11 hari aku menghitung mungkin 27 kali, itu yang aku sadar. Yang aku tidak sadar, entahlah" ujarnya sambil menyantap kenikmatan hotdog yang memenuhi mulutnya.


"Shit!! Aku hampir tersedak!" pekik Manuella membuat Leyka tertawa. Leyka terbiasa membicarakan apapun tanpa ditutupi kepada Manuella. Persahabatan itu tanpa basa basi dan saling terbuka satu sama lain, semua berdasarkan hati karena itulah persahabatan mereka melebihi persaudaraan.


"Karena itu, dia aku juluki TORO" kata Leyka masih tertawa dengan menyeka mayonaise di mulutnya, dibalik mata sembabnya di balik tawanya, ada luka yang masih menganga dan begitu pedih rasanya.


"Aku rasa dia benar benar siluman banteng" Leyka terkekeh lagi mendengar komentar Manuella.


"Bagaimana dengan kencanmu-- Apa kau sudah melakukannya" tanya Leyka dengan berbisik dan mengerlingkan matanya.


"Aku dan Diego hanya berbincang dan membuat chat fake kepadamu saat itu. Kita minum bir dan kita banyak berbincang dan kita berciuman lalu dia mengambil segalanya. Hanya seperti itu" ujar Manuella dengan santai namun berhasil membuat Leyka membulatkan matanya.


"Ooh Shit! Hanya seperti itu?"


"Yaa-- Hanya seperti itu dan dia mengajakku berkencan. Dan aku menerimanya. Sstt, ciuman Diego memabukkan. Kau pasti penasaran dan menyesal pernah menyerah saat Ella si Ja*lang itu mengambilnya" Leyka kembali tergelak untuk kesekian kalinya, ia tidak menduga bahwa Diego yang di puja puja dahulu, menjadi milik Manuella.


"Ohh Shit! Kau jangan becanda, Nuella. Toro, bagiku melebihi Diego, ia sangat buas, ciumannya menuntutku berbuat lebih, seperti ada morphin di dalamnya, aku sangat kecanduan. Sentuhannya liar dan membuatku gila. Cumbuannya membuatku seakan berhenti bernafas. Dia membuatku tidak menginginkan siapapun lagi, apalagi Diego. Dia membuatku-- Leyka menghentikan perkataaannya, ia menatap nanar kearah luar jendela gerai hotdog yang sebagian terbuat dari kaca.


"Ley?" Manuella melambaikan tangannya kearah wajah Leyka, namun Leyka diam terpaku tak bergeming menatap diluar sana yang merupakan jalan menuju dermaga dimana kapal pesiar itu berlabuh. Kapal pesiar yang akan membawanya ke Barcelona, kota dimana Ayahnya tumbuh disana, sebelum menikahi Rosemary.


"Sudahlah lupakan laki laki itu. Dia tidak pantas mendapatkan cintamu. Dasar pria brengsek!" Leyka masih terdiam dan semakin membulatkan matanya, Manuella salah mengartikan diamnya Leyka yang terpana, Manuella pikir Leyka teringat Valentino dan membuatnya sedih.


"Ma--manuella. It--itu" dan wajah Leyka mendadak memucat ia tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Saat Manuella menoleh ke arah belakangnya yang ditunjuk Leyka, Manuella terkejut bukan kepalang, bahkan lebih terkejut daripada Leyka. Sontak keduanya panik.


"Locooo!!-- Ley, kita ketahuan!" Manuella menyambar gelasnya lalu meneguknya dan menyambar tangan Leyka. Hotdog terlempar dari tangan Leyka dan ia buru buru meneguk minumannya. Mereka berlari kearah belakang gerai hotdog itu, melewati dapur dan mencari pintu keluar.


"Itu-- itu Ibuku!"


"Ley, kita lewat kios kios disana, kita harus berada di keramaian" ujar Manuella terus menarik tangan Leyka dan berlari kearah dermaga. Beberapa orang berpakaian jas dengan kacamata hitam terlihat menyebar, Leyka tau itu adalah pengawal yang di tugaskan Locki.

__ADS_1


Dengan sikap bar barnya Leyka menyambar dua topi di sebuah gerai souvenir yang menjual pernak pernik khas kota Palma, seperti anyaman topi pantai dari daun Palem. Alih alih untuk mengecoh para pengawal agar ia tidak dikenali, namun tentu saja pemilik kios yang mengetahui ulah dua gadis itu berteriak dan mengundang beberapa pengawal, bahkan Locki dan Rosemary melihatnya.


"Heeii, Pencuri!!"


"Leyka!!-- Tangkap dia!!" pekik Locki dengan geram.


"Pachitoo!! Berhenti!" pekik Rosemary tak di hiraukan oleh Leyka.



Dan kejar kejaran terjadi. Leyka dan Manuella terus berlari kearah dermaga dimana Kapal Pesiar bersandar, peluit keberangkatan kapal itu meraung seakan memecahkan suasana pagi itu. Mereka terus berlari menerobos kerumunan para penumpang. Diego yang menyongsong mereka setelah memarkir mobilnya di dalam kapal menyadari hal itu, ia pun kembali berbalik dan ikut berlari di belakang Leyka dan Manuella memberinya perlindungan.


"Shit! Pasti Ella mengetahui rencanaku! Aku pernah mengatakan ingin berlayar dengan Kapal Pesiar ke Barcelona! Shitt! Ella Gusmo ikut mengejar kita!" seru Diego dengan menoleh kearah belakang. Ia melihat pengawal mengejar mereka dan ia melihat Ella Gusmo yang terus memakinya.


"Diegoo berhenti! Pe*cundang! Diegoo!!"


"Perdóneme!! Discúlpeme Señor! Disculpe Señora!! (Permisi! Permisi Tuan! Permisi Nyonya; Spanyo)" Manuella terus berlari menerobos dan membuat Leyka berlari dengan leluasa di belakangnya. Mereka berlarian hingga mencapai bibir dermaga dan mereka segera memasuki kapal dan pintu kapal menutup perlahan.


Mereka segera naik kearah ujung moncong kapal yang menghadap kearah bibir dermaga, tempat favorit orang untuk foto ala Jack-Rose di film Titanic atau yang biasa dikenal Haluan Kapal, dimana mereka bisa melihat dari ketinggian, orang orang yang mengejarnya berdiri di bibir dermaga dengan nafas terengah engah. Sama halnya Leyka, Manuella dan Diego berdiri tegak kearah dermaga dengan nafas terengah engah setelah berlarian.


Ketika jangkar dinaikkan, ketika peluit kapal kembali melengking memecahkan cakrawala pagi itu, ketika mesin kapal menderu perlahan menjauh, Leyka masih mendengar sayup sayup Rosemary memanggil nama kecilnya.


"Paaachitoooo!!"


Leykapun berurai airmata dan mengambil ponsel di sakunya, ia menghubungi Ibunya yang berdiri tegak searah pandangannya di bibir dermaga.


"Halo Pachitooo!"


"Ibu, biarkan Pachito bicara! Dan dengarkan Pachito baik baik! Ibu, maafkan aku harus seperti ini. Tapi Locki ingin menggugurkan kandunganku! Aku harus melindungi Anakku dan aku harus pergi. Lo siento Madre. Te quiero (maafkan aku Ibu, aku mencintaimu)" Rosemary masih bisa melihat Leyka menangis begitupun Leyka melihat Ibunya terpana dengan pengakuan Leyka.


Airmata Rosemary tak bisa dibendung, ia menangisi kepergian Leyka, tapi ia harus melepaskan Putrinya pergi untuk melindunginya, ia harus mengalah dan tidak boleh serakah. Ia harus melepas Leyka dari Neraka yang ia ciptakan. Ia mengingat Pacho tersenyum kearahnya saat melihat Leyka tersenyum dengan bercucuran airmata.


"Pengawal! Siapkan kapal feri! Hentikan kapal pesiar itu!" perintah Locki dengan lantang. Manuella dan Diego berpandangan dengan wajah panik saat mendengarnya.


"Pachito, kau sudah dewasa. Jadilah Ibu yang baik" ujar Rosemary dengan terisak lirih. Dan itu menghancurkan perasaan Leyka hingga pegangannya seakan runtuh, Diego dan Manuella menopangnya kemudian. Saat itulah kamera fotografer dari majalah yang telah di siapkan Ella Gusmo membidik mereka.


Perkiraannya, Leyka akan tertangkap dan rencana Ella membuat Leyka malu dengan usaha pelariannya, namun rencananya gagal. Leyka berhasil lari dengan sahabat dan mantan kekasihnya. Dengan kekesalannya, Ia tetap membuat berita yang membeberkan kepada media bahwa Leyka kabur bersama Diego, tunangannya. Tanpa Ella sadari, itu membuat seseorang di belahan negara lain meradang melihat berita itu. Valentino Gallardiev, jarak itu semakin membentang jauh di sekat kebencian, juga kekecewaan yang mendalam. Hingga Valentino bersumpah bahwa, Ia tidak akan menginjakkan kakinya di Barcelona lagi.


"Ibu, setiap akhir pekan, datanglah keruangan kerja Ayah. Aku akan meneleponmu setiap jam 9 malam. Datanglah mengunjungiku, bila Ibu ada kesempatan. Casa de Miell lantai 7, aku berada disana. Datanglah sendiri, Ibu. Jaga diri Ibu baik baik, aku meminta orang kepercayaan Ayah menjagamu. Ibu aku menyayangimu" pinta Leyka dengan berurai airmata.


"Pachito, jaga dirimu baik baik. Dan Berbahagialah. Jangan pikirkan Ibu. Ibu baik baik saja" Rosemary hanya mengangguk, dan tersenyum namun penuh kesedihan, melepaskan Putrinya pergi dan ia tidak berharap Pachito akan kembali. Rosemary menekan kesedihannya dengan sangat dalam. Leykapun hanya tersenyum dan menyeka mata juga hidungnya.


"Rose!" seru Locki terlihat tak percaya, justru Rosemary membiarkan Leyka pergi. Locki semakin geram melihatnya.


"Pachito Fernandez! Buang ponselmu! Te quiero, Pachito!" pekik Rosemary dengan keras, padahal ia masih menempelkan ponsel di telinganya. Ia ingin putrinya mendengar suara dari Haluan Kapal walaupun sayup sayup.


"Te quierooo, Madreee (aku memcintaimu, Ibu)!" pekik Leyka sekerasnya, ia memekik di udara agar Ibunya mendengar suaranya. Bahkan semuanya mendengar suara Leyka begitu lantang.


Dan deru feri mendekati bibir dermaga menjemput Locki, beberapa orang suruhan Locki siap menghentikan kapal pesiar itu. Namun Rosemary tidak tinggal diam.


"Berhenti!-- Jangan ada yang mengejar Putriku! Pengawal! AKU PERINTAHKAN KALIAN MUNDUR!" perintah Rosemary membuat pengejaran itu gagal.


Terima Kasih Ibu.. Aku akan mengingat kebaikanmu kali ini.. Aku akan sangat merindukanmu..


Baik baiklah disana Putriku.. Di Keluarga yang hangat yang tidak pernah kau dapatkan di Palma.. Aku tau, Pacho-ku akan menjagamu dari atas sana.. Dia akan senang bila tau, kau berada di Barcelona, tempat kelahiran Ayahmu.. Aku akan merindukanmu, Pachito..


Leyka menutup ponselnya dan tubuhnya limbung dan ia memilih duduk dilantai kapal itu dengan menangis. Buliran airmatanya berjatuhan, dadanya terasa sesak. Ia kemudian melepas memori card dari ponselnya sebelum akhirnya ia membuangnya ke laut, ia kemudian menggenggamnya dengan erat, benda mungil itu. Disana ada banyak foto Ayah dan Ibunya juga foto perjalanannya bersama Valentino. Ia rela kehilangan ponsel yang ditanam GPS, tapi untuk kehilangan memory card, Leyka tidak akan pernah rela.

__ADS_1


Di ketinggian Haluan Kapal, Leyka memandangi Ibunya dengan menangis pilu. Ia menatap punggung wanita bangsawan itu berjalan dengan anggun, ia menegakkan kepalanya, tidak perduli orang di sekitarnya melihat dan menatap dirinya dengan berbisik, wanita bangsawan itu terus berjalan tanpa ragu menjauh dari dermaga. Dan Itu adalah Ibunya, Rosemary Manuello Felipe! Yang membuang nama Fernandez setelah kepergian Cinta sejati, Geralldo Paquito Fernandez atau di kenal dengan nama Pacho!


"Jangan pernah mengejar Putriku! Aku tidak akan memaafkanmu, Mo. Biarkan dia bahagia. Itu sudah cukup bagiku. Kalau kau terbukti akan menggugurkan kandungan Putriku, entahlah apakah aku bisa memaafkanmu" Locki terdiam dengan wajah merah padam. Melihat Rosemary yang berbicara dengan tegas dan berjalan dengan anggun membuat Locki merasa bukan siapa siapa. Ia memilih mengekor langkah Rosemary di sertai para pengawal di belakangnya.


Kicauan burung berkejaran di langit luas, Kapal Pesiar itu perlahan menjauh hingga menghilang di birunya lautan menuju Barcelona.


-


-


-


...PRESENT DAY...


"Lalu?" suara mungil itu berkicau.


"Lalu Mommy, sampai di Barcelona. Tempat Abuelo-mu (kakek) dilahirkan. Disini, banyak keluarga Abuelo Pacho yang menyayangi Mommy dan memberi perlindungan juga kasih sayang. Mereka menyambut Mommy dengan penuh cinta. Apalagi setelah tahu Mommy hamil, mereka sibuk memasakkan makanan untuk Mommy, setiap hari kue berdatangan" Leyka tersenyum menyesap kopinya dan Train meneguk susunya sambil menyantap cookies di balkon apartemennya sore itu.


Train duduk di pangkuan Leyka seperti biasanya, dengan menghadap kearah Leyka. Setelah meneguk susunya, ia meletakkan di meja yang berada disampingnya dan kembali memainkan rambut Leyka.


"Dan?"


"Dan Mommy membuka kedai kopi. DOUBLE P. Kau tau kan artinya apa. P untuk Pacho dan P satu lagi untuk--


"Paachiitooo!" pekik Train bersorak. Leyka tertawa dan menciumi kening Train.


"Lalu?"


"Lalu Ibu Baptismu tinggal bersama Ayah Baptismu Diego di lantai 8. Mereka membantu Mommy membuka kedai kopi itu sebelum mereka mendapat pekerjaan di kota ini. Mommy menggunakan tabungan Abuelo Pacho yang di titipkan Tia Dolores dan Mommy menyimpan sisa uang pensiun Abuelo Pacho untuk sekolahmu nanti" ujar Leyka sambil membelai rambut Train.


"Dan?" tanya Train sambil memainkan rambut Leyka dan menyimak cerita.


"Dan, setelah Ibu dan Ayah baptismu bekerja, Mommy memperkerjakan, Maria, Pedro, Penelope dan juga Simon. Dan Mommy bekerja setelah kamu berusia 3 tahun sebagai-- GURU di sekolahmu" ujar Leyka tersenyum sambil mencubit hidung Train.


"Mommy, ceritakan bagaimana kau melahirkan aku. Apa kau sedih? Apa aku menyusahkanmu? Apakah sakit, Mommy?" Leyka tersentuh dengan pertanyaan Train yang mengiris hatinya. Namun ia samarkan dengan tawanya.


"Tidak, Sayang. Mommy tidak akan menceritakan bagaimana kau lahir. Karena sangat mengerikan. Tidak baik kau mendengar hal hal yang mengerikan. Dan, kamu adalah Anugerah yang membahagiakan. Kamu kuat dan sehat, tidak pernah menyusahkan"


"Tapi aku mau tahu ceritanya Mommy, Please Mommy!"


"No Train, nanti kalau kau sudah dewasa, Mommy janji akan menceritakannya-- Yang pasti saat salju pertama turun di Barcelona, saat itulah kau lahir ke dunia ini. Jeritan tangismu di iringi salju turun, kau mengenakan sweater rajutan tangan buatan Grandmamu, Rosemary"



"Ibu dan Ayah Baptismu yang menyambutmu penuh kebahagiaan. Mereka selalu ada berada disisiku, bahkan seluruh penghuni distrik apartemen ini, menyambutmu dengan tarian dan musik, kami berpesta 3 hari lamanya" Leykapun memeluk Train dengan erat dan mencium puncak kepalanya, rambut hitam milik Valentino, Leyka dulu selalu membayangkannya. Kini Leyka melupakannya karena sosok Valentino telah tergantikan. DAMIAN VREYGANO.



Seandainya kau datang saat salju pertama turun di Barcelona, kau akan melihatku menggendong Train, Val. Anakmu..


"Saat di Johannesburg kau mengatakan pada Daddy, datanglah saat salju pertama turun di Barcelona. Seandainya Daddy mau turun Mom, Seandainya Daddy datang, pasti dia akan menggendongku Mommy" Train mengatakannya dengan nada kepolosan yang memiliki harapan dan itu menyiksa batin Leyka.


Namun apa yang akan di lakukannya, waktu berlalu dan musim berganti, semua rasa cinta itu mati di kubur dinginnya salju yang turun setiap tahunnya. Hingga Leyka tidak pernah berharap dan memilih menjalani hidupnya yang penuh kebahagiaan bersama Train.


"Iya Train.... Seandainya"


-

__ADS_1


-


-


__ADS_2