FORGOTTEN LOVE On The Train

FORGOTTEN LOVE On The Train
Selain Denganmu Aku Tidak Bisa


__ADS_3

Sesampainya di lift, Leyka masih memapah Valentino. Bukan memapah dengan arti kata yang sesungguhnya, karena badan Valentino lebih besar juga lebih tinggi darinya, Valentino hanya merangkul Leyka, namun ketika lift itu tertutup Valentino memeluknya.


"Kau milikku" bisik Valentino, dan Leyka hanya diam. Ia masih terngiang perkataan Valentino yang mengganggu pikirannya.


Dia tidak menyentuh wanita manapun.. Tapi dia beristri.. Bagaimana mungkin tidak menyentuh Rebecca, apa pernikahannya hanya demi Miu? Ataukah hanya diatas kertas? Dia tidak mungkin berbohong, dan mempermalukan dirinya sendiri dengan mengatakan kelemahannya.. Dia sampai seperti berkata seperti itu.. Itu artinya, dia mengatakan yang sesungguhnya..


"Kau milikku, Leyka" Valentino mengulangnya. Valento masih memeluknya sangat erat, dan Leyka membiarkannya.


"Apa kau ada gangguan sakit jiwa?" tanya Leyka membuat Valentino melepas pelukan itu dan menatap mata Leyka dengan tajam.


"Jadi kau pikir aku sakit jiwa?! Shitt! Leyka!! Aku berkata yang sesungguhnya!" Leyka sedikit terguncang saat suara lantang Valentino yang memenuhi lift, Leyka mendengus dan memalingkan wajahnya.


"Damian sangat lembut kepadaku, ia tidak pernah sekalipun membentakku, dia sangat mencintaiku" ujar Leyka membuat Valentino menghela nafas dalam dan menghembuskannya secara perlahan, ia baru sadar bahwa Leyka tidak suka dibentak. Valentino mengingatnya.


"Maafkan aku" Valentino menyandarkan tubuhnya di lift hingga kepalanya mendongak keatas dan ia memejamkan matanya. Leyka memandanginya dengan perasaan trenyuh.


Di saat seperti ini, dia melupakan Damian yang tidak menghubunginya setelah beberapa hari di Madrid. Damian hanya mengirim pesan pemberitahuan bahwa ia sangat sibuk. Ini tidak seperti biasanya, bahkan hingga malam menjelang Damian tidak menghubunginya, Damian akan membalas pesannya larut malam dimana Leyka sudah tertidur dan mengatakan bila ia lelah dan akan beristirahat. Leyka mengalami keanehan dan perubahan sikap Damian.


"Mengapa kau begitu bodoh membuka aibmu sendiri! Kau menyebalkan! Apa kau tidak punya rasa malu? Kau membuatku malu!" Leyka memijit area di antara alisnya dengan memejamkan mata, sesekali ia menggelengkan kepalanya, ia tak percaya dengan sikap Valentino yang meledak ledak.


"Aku lupa! Kau Wanita Siluman yang membuatku lupa siapa diriku dan dimana aku berada!" Valentino memalingkan wajahnya kearah Leyka, yang memejamkan matanya lalu kini bergantian memijat pelipisnya, hati Valentino berdesir desir. Rasanya ia ingin menciumi bulu mata indah itu.


"Kau Raja Setan yang menyebalkan! Kau bodoh sekali! Semua orang kini tahu kau dan aku pernah menjalin hubungan" dengan lantang Leyka menatap tajam mata Valentino yang mendebarkan hatinya.


"Aku ingin, seluruh dunia tahu Leyka Paquito. Kau juga terpancing. Kita terpancing, Leyka! Itu karena kita tidak bisa melupakan Pretoria!" Leyka tidak bisa berkata apapun, dalam hatinya ia membenarkan perkataan Valentino. Mereka saling memandang tanpa berkedip, saat Valentino memegangi dadanya, Leyka kembali menyemprotkan inhaler dan Valentino menghirupnya.


Lift itu sampai dilantai 10 dan setelah terbuka mereka keluar dan ia memasuki ruangan Valentino, Leyka terkesima dengan ruangan yang bergaya elegan. Dan keterkejutannya tidak hanya sampai disitu, ia melihat foto besar dengan pohon Jacaranda yang tengah berbunga menempel di dinding. Leyka perlahan mendekati foto itu. Ia mendongakkan kepalanya menatap indahnya foto hasil jepretan Damian. Hatinya kembali teriris sembilu.



Matanya berkaca kaca memandang foto itu. Foto berciuman di bawah teduhnya pohon Jacaranda di Palace of Justice, Pretoria. Valentino berdiri dibelakangnya dengan kedua tangan di saku celananya.


"Aku tidak kemanapun Leyka, aku berputar putar disana selama ini" Hatinya menghangat mendengar itu, ia tidak bisa berkata apapun.


"Foto ini baru saja datang, aku meminta Jared untuk mengirimnya, foto ini biasanya berada di apartemenku, tepatnya di kamarku. Foto ini selalu menemaniku dua tahun ini, di apartemen milikku yang sunyi dan sepi. Kesepian selalu menyiksaku, Leyka. Hanya foto itu yang menyambutku bila aku pulang. Kenangan kita selalu berputar dikepalaku setiap waktu-- Apa kau ingat Jared? Dia masih satu kantor denganku di Cosmir Industry" dengan telunjuknya yang ditekuk, Valentino membelai anak rambut di tengkuk Leyka. Sementara itu, Leyka masih terdiam mengamati lukisan itu.


"Jared-- Aku ingat namanya. Dari dulu aku tidak tahu wajahnya. Apa dia tampan?" Leyka masih berdiri dihadapan foto itu, nama Damian Vreygano tersemat di pojok bawah foto itu, hatinya berdebar, mata teduh Damian seakan mengawasinya.


"Hanya aku yang tampan" ujar Valentino membuat Leyka tersenyum.


"Di apartemenmu. Apa kau sendirian?" tanya Leyka mengamati ciuman itu, Leyka masih mengingatnya, rasanya baru kemarin. Ia masih mengingat ciuman penuh perasaan tanpa ***** itu. Leyka menelan salivanya, hatinya kembali merindu.


"Iya, aku sendirian. Kau pikir aku bersama siapa?" Valentinopun menautkan tangannya di pinggang Leyka dari belakang.


"Bukankah kau sudah beristri?-- Dan mungkin saja kau memiliki anak" Valentino terdiam, ia bingung harus menjawab apa.


Bila aku mengatakan sekarang, apa reaksimu. Sementara kau masih sangat mencintai Damian. Semua usahaku akan sia sia, aku harus mengacaukan perasaanmu dulu.. Kau harus jatuh ke dalam pelukanku, kau harus jatuh Leyka.. Kau harus meninggalkan Damian, dan aku akan mengungkap pernikahan kita.. Jadi kau tidak akan menceraikanku..


"Val?" Leyka menagih jawaban.


"Kami berpisah dan aku tidak mempunyai anak" jawabnya dengan hati hati.


Kita berpisah Leyka, selama ini kita berpisah..


"Berpisah? Berapa lama?" Leyka mengurai tautan Valentino dipinggangnya, hatinya sangat terluka bila mengingat Valentino telah menikah. Ia kemudian memalingkan tubuhnya menghadap Valentino dan memunggungi foto itu, Leyka menatap dalam mata Valentino.


Jadi Valentino berpisah dengan Rebecca? Jadi Rebecca sengaja mengirim foto itu.. Dia tidak punya anak? Apa maksudnya.. Lalu siapa Elara Miuccia.. Apakah dengan wanita lain.. Tapi jelas jelas pengirimnya R. Pallazo. Itu Rebbeca Pallazo aku sangat mengingatnya..


"8 tahun Leyka" ujar Valentino. Yang di maksud 8 tahun adalah pernikahannya bersama Leyka. Ia sangat ambigu menjawabnya.


"Apa kau yakin tidak memiliki anak?" Leyka menegaskan keraguannya dan ia menuntut jawaban.


"Ley, kau ingin tau kehidupanku? Bagaimana kalau kita makan malam dan bicara" jawab Valentino.


"Jadi saat itu kau langsung menikah?" Leyka bertanya sambil memalingkan wajahnya kembali melihat foto itu. Ia tidak ingin Valentino melihat matanya yang telah pedih. Leyka menahan tangisnya dan segala kesedihan yang ia rasakan.


"Iya, aku menikah-- aku menikahimu Leyka sambungnya dalam hati --dan kau?" sisi penasaran Valentino mulai mengganggunya.


"Statusku menikah tapi aku akan menikah. Aku-- Aku akan menikah dengan Damian setelah Train menerima Damian" jawab Leyka lalu Valentino kembali menautkan tangannya di pinggang Leyka, dan Leyka sedikit menahannya.


"Statusmu menikah?" Valentino memancingnya, ia ingin menguatkan dugaannya.


"Iya mungkin ada kesalahan memasukkan data di Palma" Valentino kini meyakini opininya bahwa Leyka memang tidak menyadari pernikahan itu.


"Bagaimana kau tau?"


"Ehm-- Itu karena aku Ibu Baptis Train dan Manuella mengurus data Train saat itu-- Data putra kita Val, sambung Leyka dalam hatinya juga --Aku akan kesana memperbaiki dataku bila aku akan menikah kelak" Dada Valentino kian lama kian terbakar setiap Leyka mengutarakan keinginannya untuk menikah dengan Damian. Valentino mengeratkan pelukannya dan menciumi rambut Leyka yang terikat dan digulung keatas.


"Kau tidak akan menikah dengan siapapun, kecuali denganku" bisik Valentino dengan mengendus telinga Leyka.


Dan Valentino membalikkan tubuh Leyka, menariknya dengan lembut kedalam pelukannya, Valentino menciumi leher jenjang itu dan Leyka ingin bergerakpun sangat sulit, tangan kekar itu menghimpit tubuhnya.


Valentino mencengkeram kepala Leyka lalu memiringkannya agar ia bisa leluasa memberi sentuhan di titik terlemah wanita Spanyol itu.

__ADS_1


"Ohh.. Aku merindukanmu, Ley" bisik Valentino saat menarik ujung telinga Leyka dengan lidahnya, Leyka membulatkan matanya, ia meremang seketika. Gelombang gairah itu berkejaran seakan menyapunya, bisikan bisikan kerinduan itu merayunya dan membuatnya terhanyut.


Satu tangan Valentinopun terus mendekap punggung Leyka dengan sangat kuat, dan satu tangan yang lain mencengkeram kepala dan menjalari tengkuk Leyka hingga bibirnya mengarah pada ranumnya bibir sensual yang menyisakan aroma vanilla dari hidangan penutup, creme brulle yang terakhir disantap Leyka.


Manis, menyenangkan juga hangat menenangkan, Valentino menguasai sepenuh bibir sensual itu. Leyka tak sanggup membalasnya karena ciuman Valentino begitu ganas. Leyka hanya bisa mencengkeram pinggang Valentino dengan kedua tangannya, menahan gejolak yang diinginkan tubuhnya.


Langkah langkah kaki mereka berputar disana, saat mata Leyka terbuka, mata Leyka tertuju pada foto itu. Foto yang sama yang sedang ia lakukan saat ini, berciuman dengan pria asing 8 tahun yang lalu. Namun nama Damian Vreygano yang tersemat di foto itu, membuat Leyka mendorong wajah Valentino dan menjauhkan wajahnya.


Ini tidak boleh.. Aku tidak boleh.. Shittt.. Ini salah.. Aku tidak boleh mengkhianati Damian..


"Val, hentikan. Kau terlambat! Aku milik Damian. Lupakan tentang kita. Dan jangan berputar disana!-- Leyka menunjuk foto itu --Kita di Barcelona bukan Pretoria! Val, hentikan aku mohon. Ini tidak boleh, Val" kini kedua tangan Leyka mendarat di dada Valentino menahan tubuh kekar itu yang seakan menimpanya.


"Karena itulah aku akan mengukir kisah kita di Barcelona, dari awal Leyka. Kau dan aku adalah Pretoria" dan tatapan menikam itu dengan kata kata yang lembut dan manis yang keluar dari mulut Valentino, seakan sihir yang menghanyutkan.


Namun mengingat Damian yang selama ini menjadi sandaran hidupnya, yang mengisi kesepian dan membalut luka demi luka, membuat Leyka tersadar apa yang dilakukannya salah, ia tidak boleh mengkhianati cinta Damian, pikirnya.


"Aku punya kekasih Val. Hentikan semua ini, aku milik Damian" Leyka menegaskan dengan mata berkaca kaca.


"Apa kau mencintainya?" pertanyaan Valentino dengan berbisik lembut, hanya airmata Leyka mengalir hangat, mengiyakan tapi itu sama saja membohongi dirinya, mengatakan tidak tapi ia juga tidak sanggup


"Jawab Leyka!" kini Valentino menghentakan punggung Leyka yang masih ada di pelukannya dengan mata berkaca kaca. Leykapun menundukkan kepala hingga dahinya terantuk dada kekar itu. Tangannya mer*eemass kaos Valentino, ia menggali jawaban yang tepat untuk Valentino.


"Aku membutuhkannya, dia selalu melindungiku" ujar Leyka dengan dahinya masih mendarat di dada Valentino, ia tak sanggup melihat mata biru keabuan itu seakan mengejarnya dan menuntut lebih.


"Katakan di hadapannya dan ada aku! Apa kau mencintainya-- Mengapa kau tidak mau di cium olehnya?! Mengapa kau menangis melihat foto itu!" Valentino menunjuk foto itu, lalu Valentino membelai rambut Leyka yang digulung dan diikat tinggi itu, matanya berkaca kaca. Tangannya menjalari punggung Leyka, mengusap usap sesekali memberi ree*masann, dan itu sangat membangkitkan kenangan indah di Pretoria.


"Val, banyak yang terjadi selama 8 tahun ini. Kau tidak akan percaya kepadaku. Val, hentikan.. Aku milik damian!"


"Shhh, kau milikku. Tidak boleh ada yang memilikimu selain diriku" tangan Valentino kembali menggila, tangannya merayapi tubuh Leyka bagian belakang dengan penuh *****, Valentino kembali mengendus dan menggesek - gesekkan dagunya ke leher Leyka, ia mencengkeram kembali tengkuk Leyka dan mer*emass pinggang hingga bokong sintal yang masih terjaga kepadatannya.


"Bukankah kau pernah berjanji tidak akan memaksaku?"


"Tinggalkan Damian, Ley-- Tinggalkan untukku, il mio amore (cintaku; Italy)" bisik Valentino dengan nada menghiba dan memohon belas kasih.


"Jika kau diposisiku, bisakah kau meninggalkan orang yang telah membalut lukamu, yang membuatmu bersembunyi dari neraka yang kau ciptakan sendiri? Bukankah kau tidak mau berkorban untukku? Bukankah kau tidak bisa memakan roti tanpa butter? Bukankah aku bukan siapa siapa? Bukankah aku hanya Nona asing?" Valentino melepaskan tangannya yang menaut di punggung Leyka, ia buru buru menyeka sudut matanya. Ia mengingat perkataannya di Pretoria, dan ia tidak menyangka Leyka sangat mengingatnya.


Kau ingin aku berkorban untukmu? Kau pikir siapa dirimu? Tinggal di Apartemenmu yang sempit itu? Aku tidak mungkin meninggalkan pekerjaanku.. Pendapatan di Spanyol lebih rendah dibanding Italy, aku tidak mungkin mengorbankan itu semua..


"Aku minta maaf. Aku memang bersalah. Aku-- Aku sangat bersalah kepadamu" Valentino mengambil sendiri, inhaler di saku celana Leyka lalu menghirupnya, sesungguhnya ia tidak merasakan asma tapi ia ingin meredakan rasa sakit, rasa penyesalan dihatinya.


"Val, aku dan Damian--


"Kau hanya menerima cintanya karena mabuk" ujar Valentino mendingin hatinya. Leyka mengambil nafas dalam, ia pun merasakan sesak di dadanya.


"Pergilah ke Italy bersamaku dan aku akan membawamu ke Dokter yang menanganiku" dan Valentino menurunkan pandanganya kearah samping, ia sangat malu mengakuinya tapi itu membuat Leyka terkesan dengan penuturan penuh kejujuran itu, hati Leyka menjadi lemah.


"Tapi aku tadi-- ehm, itu merasakan, ehm-- Leykapun tidak sanggup menatap Valentino, ia juga malu untuk mengatakan bahwa ia merasakan jagung bakar Afrika Selatan bereaksi dan menghimpitnya sangat kuat


"Hanya denganmu-- Hanya denganmu aku bisa. Selain denganmu aku tidak bisa, Leyka Paquito. Sepertinya aku terkena kutukan. Sampai milikku yang berharga terkena kutuk! Shittt" gerutu Valentino membuat Leyka tergelak dalam hatinya, kesedihannya berbaur menjadi satu antara bahagia dan juga keprihatinan yang mendalam.


"Itu agar kau tidak bersama siapapun kecuali diriku" gumam Leyka dengan tersenyum.


"Apa tadi kau bilang? Coba katakan lagi!" Valentino menarik lembut tangan Leyka agar berdiri dekat di hadapannya, dan itu membuat Leyka kembali gugup.


"Ehhh. Ehmm---


"Katakan lagi, Leyka" Valentino mencium kening Leyka lalu memiringkan wajahnya dan membelai pipi Leyka dengan lembut, ia memandangi wajah Leyka dengan tatapan kelembutan, tatapan jatuh cinta yang pernah Leyka rasakan di Pretoria.


Di ruang mana Mommy! (Dugghh) Dimana Mommy! (Dugghh) Mommy!! (Dughhh) Uncleee!! Mommy!! Dimana kalian!! Apa yang kalian lakukan!! (Dugghh) Mommy.. Uncleee..


Carino, hentikan menendang semua pintu.. kau bisa merusaknya..


Noo Ibu.. Biarkan saja!! Aku akan meruntuhkan gedung ini.. Manaaa Mommmy.. Mana Unclee!! Kenapa membawa Mommyku ke lantai 10.. Untuk apa..


Hishh, jangan berteriak.. Kita cari Mommymu..


Valentino dan Leyka membelalakkan matanya, sayup sayup mereka mendengar Manuella dan Train marah dengan menendang semua pintu yang dilewatinya.


"Ohh Shiitt, Val!! Aku lupa! Manuella akan ada pertemuan di luar kantor, seharusnya aku menjemput Train! Manuella pasti mengantarnya" kata Leyka dengan berbisik.


"Menjemput Train dimana?" Valentino balas berbisik, Leyka menarik tangan Valentino agar menjauh sejauh mungkin dari pintu.


"Selama libur satu minggu, karena pemindahan sekolah Esperanza, Train mengikuti kelas Bahasa Inggris di Day Care, di kantor Ibunya. Ohh Shitt Aku lupa menjemputnya" Leykapun panik dan menegang.


"Kenapa kau sepanik ini, kenapa kau yang menjemputnya?"


"Kami biasa berbagi tugas, sejak Train masih bayi" jawab Leyka.


Mereka disini! Pasti mereka disini! (Dugghh) Mommy keluar Mommy.. Unclee. Apa yang kau lakukan pada Mommyku!! Keluarr!!


Carino, mereka pasti tidak ada disini..


No.. Ruangan ini menyala.. Lihat Ibu.. Ruangan ini terang.. Tidak seperti ruangan yang lain.. Mommy (Dugghh) Uncle (Dughh)..

__ADS_1


Kalau tidak menyahut berarti salah.. Mungkin Miss Margaretha salah memberi informasi..


"Ternyata Margaretha!" desis Leyka sambil membungkam mulut Valentino.


Nooo.. Miss Margaretha musuh bebuyutan Mommy.. Pasti dia mengatakan yang sebenarnya.. Lampu ruangan ini menyala.. Mommy.. Uncle.. Apa yang kalian lakukan.. Mommy.. (Dughh)


Train melihat dari celah bawah pintu bahwa ada cahaya di ruangan itu menyala hingga ia menendang pintu dengan kesal, dan itu semakin membuat panik Leyka dan Valentino.


"Dia akan mempermalukan kita bila setan cilik itu tahu kita disini" bisik Valentino.


"Kau benar, setan cilik itu akan berbicara kepada semuanya" balas Leyka berbisik. Mereka tidak ingin Train tau keberadaa Leyka, karena Train hanya akan marah dan terkadang kepolosannya mengundang rasa malu. Di sisi lain Leyka tidak ingin Train tau karena ia bisa saja mengadu kepada Damian. Mereka berdebar debar.


Carino, mungkin disini...


Nooo Ibuu.. Hanya lampu ini yang menyalaa (Dughh)..


Dan Train semakin kuat menendang pintu, Leyka kesal di buatnya dan Valentino panik, ia justru reflek mematikan lampu ruangannya. Leyka membelalakan matanya dan Valentino membungkam mulutnya sendiri, tindakannya justru membuat Train semakin yakin kalau di dalam ruangan yang ia tendang pintunya ada orang yang ia cari.


"Bodohhh!! Kenapa kau mematikan lampu!" desis Leyka dengan kesal, ia mencubit dada Valentino dengan gemas.


"Awwsshh.. Sakit Leyka.. Aku lupa.. Setan cilik itu membuatku panik" jawab Valentino dengan meringis kesakitan karena cubitan Leyka. Train semakin menggila, ia terus menendang pintu dan menjerit jerit.


Mommyyy.. Unclee.. Kau ada didalamm!! Bukaa. Ibu lampunya mati.. Mereka mematikan lampunya! Bukaa!! Bukaa!!


Menyadari itu, Manuella cepat tanggap. Ia pun merasa mereka di dalam. Ia kemudian menarik tangan Train yang hampir menangis karena kesal.


Ayo kembali ke lantai dua, mungkin saja Mommymu, sudah disana, waktu kita naik, Mommymu bisa saja turun. Kita berselisih jalan


Aku yakin Mommy didalam! Uhhss.. Kaliann awas kaliann..


Manuella pun menyeret Train pergi, ia tahu Leyka butuh waktu untuk pergi dari ruangan itu secepatnya karena ia sudah tertangkap basah. Leyka dan Valentinopun keluar dari ruangan itu dengan berhati hati dan mereka menuju lift. Train dan Manuella telah menghilang di dalam lift, dan di atas pintu itu menunjukkan angka, mereka menuju lantai dua.


Leyka dan Valentino, bergegas ke lift sebelahnya dan menekan lantai 1, sejuta rencana dan alasan akan mereka buat. Namun, Leyka tidak menduga bahwa Train adalah Putra liciknya, seperti dirinya. Di dalam lift Train menekan tombol 1. Train mengecoh karena anak itu yakin bahwa ia benar.


"Mengapa kau menekan tombol 1?"


"Uhhs, Mommy pasti berpikir aku ke lantai 2. Aku akan ke lantai 1 saja. Aku akan menangkapnya. Kalau Mommy ada disana berarti aku benar, kalau tidak ada berarti Ibu benar. Mungkin kita berselisih jalan" ujar Train dengan bersungut.


"Kau mau bertaruh?" tanya Manuella mengeluarkan dompetnya.


"Si (iya) 10 euro. Aku akan memasukkannya ke celengan untuk ke Pretoria, aku akan menjemput Daddy Toro, agar ia mau turun" Manuella tersayat hatinya, ia terharu mendengarnya, ia mengeluarkan 10 euro dan membelai rambut Train.


Dan Leyka yang merasa tenang, karena terselamatkan dari kejaran Train, ia menghela nafas lega, begitupun Valentino.


"Kau dekat sekali dengan Train" Valentino mengusap pipi Leyka dengan ibu jarinya dengan senyum hangatnya.


"Karena dia putraku"


"Kau sangat menyayanginya?"


"Dengan segenap jiwa ragaku, Val" jawab Leyka.


"Leyka, mari kita buat anak anak yang lucu dan pintar" Leyka memalingkan wajahnya kearah Valentino dengan mengerutkan alisnya. Valentino gemas dan mencuri ciuman di kening Leyka.


"Anggap saja Train anak kita"


"Aku akan menjadi Daddy baptisnya bila kita menikah"


"Bagaimana bila Train anak kandungku? Apa kau mau menerimanya?" dan untuk kali kedua, Leyka memancingnya.


"Jangan memancing kemarahanku, Leyka! Aku tidak rela kau memiliki anak di masa lalu! Berhentilah bercanda untuk yang satu itu!"


"Bagaimana bila Train anak kita di masa lalu?" Valentino mencengkeram lengan Leyka dengan marah, ia tidak rela Leyka memiliki anak dari orang lain.


"Jangan melimpahkan anak orang lain kepadaku Leyka! Karena aku tidak akan mempercayainya, karena itu tidak mungkin terjadi. Kita menggunakan ramuan terkuat dari Suku Xhosa! Jangan berharap aku mengakuinya dan berhenti membuat lelucon ini-- Dengar, kau akan segera memiliki anak dariku. Aku akan konsultasi dengan Dokterku terlebih dahulu"


"Shitt!! Aku tidak mau! Aku punya kekasih dan aku akan menikah dengannya!" Leyka mencoba meronta dan itu sia - sia.


"Kau hanya milikku! Selamanya milikku!" Cengkeraman itu terlepas saat lift itu berdenting, mengeluarkan suara nyaring yang menandakan lift itu tiba di lantai yang di tuju lalu lift itu terbuka.


Mereka berdua terperanjat melihat Train bersedekap dengan wajah marahnya, ia menyambar uang 10 euro dari tangan Manuella lalu membuang topi dan tasnya.


"Mommyy!! Unclee!! Apa yang kalian lakukaann!! Aku akan memberitahu Damian!"


Ohhh Shitt.. Setan cilik ini.. Leyka dan Valentino hanya bisa mengumpat secara bersamaan di dalam hatinya.


-


-


-


Kalau besok ga Up, aku lomba makan krupuk, cari aja dilapangan 🤣 Merdekaaa 🇮🇩 *kopi mana ya 🤣

__ADS_1


__ADS_2