
Di balkon Hotel Marriot, Valentino duduk dengan bertelanjang dada. Seperti biasanya, malam itu ia baru saja makan malam di Mansion keluarganya yang ditempati Keluarga Sergio. Hari ini hari yang sibuk hingga ia tidak mengamati Leyka. Ia melakukan panggilan jarak jauh dengan Jared, rekan kerjanya di Italy yang sedang berada di bar bersama Torres bila akhir pekan, seperti biasa mereka sedang melepaskan penatnya selama satu minggu bekerja. Jared mengaktifkan loudspeaker di ponselnya agar bisa berbincang dengan Torres. Pembicaraan tiga arah.
"Teruslah tertawa, Bastardo (baji*ngan ->laki laki; Italy-Spanyol)!" Valentino memaki Jared melalui ponselnya, terdengar Jared tertawa di iringi Torres.
[ Jared ] Hahaha.. Jadi kau belum berani muncul di hadapan Leyka.. Aku pikir kau sudah mencekiknya dengan pahamu.
"Apa kau bisa menggunakan akal sehatmu? Bagaimana aku tiba tiba muncul dan mengatakan aku Suaminya? Dia akan langsung menceraikanku! Disini aku yang akan menceraikannya!" kata Valentino sambil menghirup inhalernya dan Jared semakin meledakkan tawanya.
[ Torres ] Kau benar benar pecundang, Diev.. Aku justru curiga kau sebenarnya diam diam tidak akan menceraikannya, kau mengawasi seperti psikopat.. Hahaha
"Aku tau apa yang harus aku lakukan. Aku penuh perhitungan dan teliti, aku mencari informasi dan kau tau? Tuan Putri Kerajaan itu mempunyai kekasih, aku akan muncul dan mengacaukan perasaannya lalu aku akan meninggalkannya seperti dia pernah meninggalkanku" ujar Valentino dengan mendengus. Ia menyesal menelepon rekan kerjanya, karena tidak akan berakhir baik. Mereka akan mengoloknya dan justru membuatnya bertambah kesal.
[ Jared ] Hei Diev! Berhati hatilah-- kau akan terjebak dengan permainanmu sendiri
"Aku sudah memperhitungkannya, Jared. Aku masih mengurus Locomotive Machine dan hari ini aku serah terima perusahaan dan aku punya rencana besar yang sangat menguntungkan perusahaan dan diriku sendiri. Fokusku bekerja dan Leyka hanya permainan bagiku"
[ Torres ] Hahaha keren.. Maksudku keren kalau kau bisa mempermainkan Leyka
[ Jared ] Diev, kau tidak kekurangan uang. Bahkan kau tidak perlu bekerja. Aku hanya takut kau menyesal, saat kau benar benar jatuh cinta pada Istrimu, kau tidak bisa meraihnya karena dia mencintai pria lain dan saat kau menyadarinya, semuanya terlambat! Pikirkan itu Diev
"Aku hanya perlu mendekatinya dan membuat Leyka jatuh cinta padaku, tapi aku tidak berniat mengejarnya atau memilikinya" ujar Valentino dengan percaya diri.
[ Torres ] Hei-- Ceraikan dia dan aku akan menikahinya
"Shit Torres!!" umpat Valentino semakin kesal, hingga ia menegakkan duduknya dan menghirup inhalernya kemudian.
[ Torres ] Hahaha-- Hei Diev! Aku akan ke Barcelona sebagai turis!
"Awas kalau berani menginjakkan kakimu di Barcelona! Aku akan mematahkan kaki mu!" hanya tawa Jared dan Torres yang terdengar riuh di iringi lagu klasik di bar yang terdengar sayup sayup dari ponsel yang digenggamnya itu. Valentino ingin sekali menghajar kedua rekannya bila dekat, jarak yang jauh semakin membuatnya emosi.
Kenapa kau marah? Bukankah kau tidak berniat memilikinya? Aku akan menunggu saat saat kau menceraikannya dan aku akan menghiburnya lalu dia akan jatuh ke dalam pelukanku
"Fu*ck you Torress!"
[ Jared ] Hahaha Diev! Bersembunyilah sampai Leyka menikah dengan kekasihnya! Saat dia mengurus pernikahan maka saat itu jugalah dia akan melayangkan gugatan perceraian kepadamu, aku sangat menjamin itu. Kau akan kalah lagi
"Shit!" Valentino mengumpat dan dia terus berpikir. Mungkin yang dikatakan rekan rekannya ada benarnya, pikir Valentino.
[ Torres ] Hahaha.. Jadi apa yang kau tunggu? Apa kau takut?
"Fu*ck! Aku sampai lupa menelepon Jared untuk apa. Aku berhasil memancing pelayan di sebelah Restauran Hotel Marriot. Nama kekasih Leyka adalah Damian Vreygano--
[ Jared ] What the fu*ck Diev!
"Apa kau mengingatnya? Nama itu tidak asing, aku seperti pernah mendengar nama itu tapi--
[ Jared ] Diev! Apa kau ingat saat ada pameran fotografer di Italy dua tahun lalu? Kau merancang interiornya di Gedung Kesenian.
"Ooh Shit!! Nama Damian Vreygano ada di foto yang aku beli! Shit! Dia pasti tidak sengaja mengambil fotoku dan Leyka di Palace of Justice, Pretoria! Tunggu-- itu artinya Damian tidak tau bahwa itu Leyka" dan Valentino kembali menghirup inhalernya dalam dalam.
[ Torres ] Bisa jadi dia tau karena itulah Damian penasaran dengan ciuman Leyka! Seperti aku! Hahaha
"Jaredd!! Apa kau tidak bisa menjahit mulut Torres! Shitt!!" Di saat seperti ini, saat Valentino diliputi ketegangan, Torres selalu memancingnya dan menyentil tentang Leyka. Dada selalu terbakar rasanya sangat panas. Ada rasa tidak terima tapi Valentino selalu menyangkal pada dirinya itu bukan cemburu, itu kebencian yang melebihi rasa cemburu.
[ Jared ] Hahahaha
[ Torres ] Hahahaha
"Foto itu 8 tahun yang lalu, kenapa dia mencetaknya dua tahun lalu? Itu artinya Leyka tidak tahu!"
Diev, mungkin saja foto itu tidak laku. Jelas jelas itu cetakan 8 tahun yang lalu.. Mungkin saja kau kurang hot.. Karena itulah dia sekarang bersama si fotografer.. Hahaha.. Sungguh lucu.. Fotografer dan foto model, selalu ada affair kan? Hahaha..
"Fu*ck you Torres!!"
[ Torres ] Hahahaha..
[ Jared ] Hahaha.. Hei Torres-- Berhentilah menggoda Gallardiev, dia bisa stroke..
[ Torres ] Aku mencoba mengeluarkan perasaannya yang selalu dia ingkari.. Hahaha.. Dan aku senang sekali ketika dia menunjukkan perasaannya..
"Shitt! Perasaanku hanya kecewa dan benci" tukas Valentino lagi.
[ Torres ] Apa kau tau jaraknya dengan cinta, Diev? Itu seperti bulu yang menempel di tubuhmu! Tidak ada jarak..
__ADS_1
[ Jared ] Hahaha.. Shitt Torres kau membuatku tertawa..
"Hahaha.. Kau gila Torres!" dan Valentino ikut terbahak kali ini.
[ Jared ] Lalu apa rencanamu, Diev
"Jared! Keluarkan foto itu dari apartemenku dan kirimkan ke Barcelona" kata Valentino bangkit berdiri, ia merasakan ketegangan yang luar biasa. Benaknya penuh tanya. Mengapa dan bagaimana bisa terjadi.
[ Jared ] Heii Bagaimana caranya aku masuk
"Terserah! Kau bisa membobol apartemenku!"
[ Jared ] Shitt Diev! Kau mau aku di penjara?!
"Hahaha.. Setiap akhir pekan pelayan akan membersihkan Apartemenku, aku akan menghubungi Mamaku-- Baiklah aku akan tidur dan besok pagi aku akan berkeliling.
[ Torres ] Sampai kan salamku penuh cinta untuk Istrimu dan jadilah tetangga yang baik, Hahaha
"Fu*ck you Torres!" kata Valentino dengan kesal dan menghempaskan tubuhnya ke ranjang. Ia memejamkan matanya dan mengingat bagaimana ia membeli foto dirinya dan Leyka. Foto berukuran 1 meter × 1,5 meter, pernah di pamerkan di sebuah ajang pameran seni fotografi di Italy. Dan Valentino yang merancang intertior di acara itu. Ia tidak menyangka bahwa ia akan memboyong lukisan itu ke apartemennya kemudian.
Mereka benar, bila aku terus bersembunyi, aku akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan Leyka kembali.. Benci dan Cinta, apakah sedekat itu jaraknya? Kau pernah membuatku dipenjara Leyka! Shitt!! Dan kau menyia nyiakan tiketku ke Barcelona kala itu..
Ciuman itu ciuman setelah prahara yang ia ciptakan, ciuman dengan penuh perasaan. Palace of Justice, menjadi saksi bahwa ciuman itu tanpa nafsu dan penuh perasaan. Valentino menelan salivanya. Ada rasa getir dalam hatinya namun juga penuh kerinduan.
Saat itu aku mengatakan, aku akan berterima kasih pada fotografer yang tidak sengaja mengambil foto kami. Shit! Bagaimana ini? Mengapa justru dia menjadi kekasihmu! Aku membencimu Leyka! Aku sangat membencimu! Aku akan menghancurkan hubungan kalian! Jangan sebut aku Gallardiev kalau aku tidak bisa mendapatkanmu kembali! Ohh Shit..
Justru ibarat seperti sebuah radar ranjau darat, ketika radar itu memberi signalnya Valentino tidak menghindari, ia justru menginjaknya. Valentino menelusupkan tangannya ke dalam celananya, ciuman itu membuatnya berhasrat yang kian menikamnya.
Shit!! umpatnya dalam hati. Ia pun bergegas ke kamar mandi, melucuti sisa pakaian yang membalut tubuhnya lalu air shower itu membasahi tubuhnya. Ibarat ranjau yang ia injak, ranjau darat itu meledak!
Jagung bakar Afrika Selatan itu, menjulang tinggi. Valentino mencengkeramnya dan memainkan hasratnya, di hangatnya air shower. Valentino memanggil sebuah nama,
"Aaarrgghh... Leykaaa.. Aaargh.. Aku merindu..kan..mu.. Aaarghhh!" dan Valentino setelah beberapa, ia meledakkan benihnya. Setelah mengatur nafasnya yang terengah engah, ia memukul tembok dengan kesal.
Besok, seiring matahari terbit! Kau akan melihatku Leyka Paquito..
-
-
-
"Kau tampan sekali, Mi Carino (sayangku; Spanyol). Il mio amore (cintaku, Italy)-- Uhmm.. Blue Train, Blue Train, Blue Train" ujar Leyka mencium dalam puncak kepala Train setelah menyisir rambut hitam kecoklatan kemudian ia menyematkan topi kepadanya dan anak itu terbiasa dengan sikap Leyka, ia terus asik memenuhi mulutnya dengan choco oat kesukaannya.
"Si (iya)-- aku tampan seperti Daddy. Mommy-- Apa kau dulu sering menciumi Daddy seperti Mommy menciumku?" Leyka terkekeh mendengar pertanyaan Train. Ia kembali menciumi rambut Train dengan teramat dalam.
"No-- Daddymu yang menciumi Mommy"
"Mommy dulu pasti bahagia"
"No Carino (sayang)-- Mommy lebih bahagia saat bersamamu-- Uhhhmm, Blue Train.. Blue Train.. Blue Train.. Kebahagiaan Mommy sempurna dan Mommy lebih bahagia dibanding siapapun-- termasuk Daddymu Train " lanjutnya dalam hati. Leykapun memandangi wajah Train dengan mulut penuh choco oat, Train hanya manggut manggut senang.
Train kembali tenang saat makan, seperti Valentino. Melihatnya, timbul niat Leyka untuk menjahilinya, Leykapun menyambar choco oat yang ada ditangan Train dengan mulutnya dan melahapnya.
"Mommy Noo!! Uuhhs!" Train mendengus kesal dan mendelik marah, namun itu semua pudar karena Leyka menggantinya dengan choco oat yang ia selipkan di saku celananya.
"Pelitt pelitt pelit pelit" Leykapun menyerbu Train dengan ciumannya sambil menggelitikinya.
"Aaaa...ha ha ha ha.. No Mommy!" pekik Train dengan penuh tawa.
"Apa kau yakin akan meninggalkan Mommy sendiri? Kau memilih ikut Ibu dan Ayah Baptismu menyusul Damian ke Madrid?" Leyka mencebikkan bibirnya dan berakting sedih didepan wajah putranya.
"Si (iya)! Mommy yang tidak mau ikut" Train tertawa melihatnya dan menggoyangkan kepalanya hingga hidungnya bergesekan dengan hidung Leyka. Dan Leyka dengan gemas memeluknya.
"Seandainya Simon tidak cuti-- akhir pekan sangat ramai di kedai, Train. Pedro dan Maria akan kewalahan. Dan seandainya pemilik gedung dan para pengembang itu tidak meminta bertemu di akhir pekan, pasti Mommy ikut. Mereka orang yang tidak bahagia sampai mengganggu kami di akhir pekan" Leyka menggerutu.
"Mommy izin saja" ujar Train melahap potongan terakhir choco oatnya.
"Kepala Sekolah meminta semua Guru berkumpul, ini rapat yang sangat penting, Carino (sayang). Pemilik gedung mengadakan pertemuan, semoga saja ada kabar mengenai gedung sementara buat kalian semua" Leyka mengurai pelukannya dan memasukkan semua perlengkapan Train ke dalam tasnya.
"Tidak asik, kami suka melihat pembangunan itu Mommy" kata Train sambil membuang pembungkusnya di tempat sampah di luar balkon. Leyka tersenyum mendengarnya, ia mengingat Valentino menyukai konstruksi begitupun Train.
__ADS_1
"Debu Train dan sangat bising. Banyak siswa yang mengeluh. Kecuali kamu-- kata Leyka menggelengkan kepalanya sambil meraih sepatu Train -- Pakai sepatumu, Train"
"Si (iya) Mommy-- aku menyukai kons truk si-- benar kan Mommy?" tanya Train mengeja perkataannya, Ia pun menyeka mulut kemudian memakai sepatunya.
"Anak pintar, Mommy akan merindukanmu" Leyka kembali duduk di belakang Train yang sedang memakai sepatu dan menciumi rambutnya.
"Mommy, besok aku pulang, aku bukan seperti Damian yang meninggalkanmu dua minggu ke Madrid-- Apa Mommy kesepian? Kalau begitu aku akan menemanimu di kedai"
"Tidak tidak, Mommy hanya bercanda-- kalau kau meninggalkan Mommy dua minggu, maka Mommy akan menyusulmu satu hari kemudian. Karena Mommy bisa menangis darah bila satu hari kau menghilang dari pandangan Mommy" kata Leyka dengan mencium pipi Train hingga berbunyi, Train terkekeh senang mendengarnya.
"Si (iya) karena itulah Mommy selalu menyusulku ke camp musim panas" ujar Train mendengus. Ia pun selesai mengenakan sepatunya.
"Ayo Mommy akan mengantarmu ke Apartemen Ayah dan Ibu Baptismu! Kau jangan nakal dan bersikaplah yang baik, seperti biasanya" nasehat Leyka.
"Si (iya) Mommy juga! Jangan terlalu banyak tertawa dengan pelanggan! No me gusta (aku tidak suka)" Leyka tertawa mendengarnya, ia seperti melihat Valentino lagi dan lagi di diri putranya. Leykapun mengantar Train ke lantai 8 dan ia menuju kedai seperti biasanya di akhir pekan, saat sekolah libur. Pekerja keras dan itulah Leyka Paquito.
Damian biasanya menemani Leyka tapi kini selama dua minggu Damian berada di Madrid, karena urusan pekerjaan di kantor majalah, ada fashion week yang harus ia liput disana. Damian berniat menghabiskan akhir pekan di Madrid bersama Leyka dan Train namun gagal. Secara tiba tiba Leyka harus menghadiri rapat penting di sekolahnya, Manuella dan Diego yang akhirnya berangkat membawa Train ke Madrid.
Sesungguhnya, itu sudah biasa mereka lakukan, apalagi saat kedai itu sangat ramai di akhir pekan, saat ada festival atau saat ada musim Liga Spanyol bahkan Liga Champion. Manuella dan Diego bahkan keluarga besar Fernandez terbiasa menghabiskan waktunya bersama putranya, sejak Train masih kecil.
"Aku juga merindukanmu, padahal baru dua hari tidak bertemu. Train akan ikut Diego dan Manuella menyusulmu, kalau hanya rapat biasa aku pasti akan izin. Tapi ini, rapat dengan para pengembang dan juga pemilik gedung telekomunikasi, Damian. Kami berjuang bersama untuk mendapatkan keadilan saat itu, aku tidak bisa meninggalkan rapat itu. Aku mau sampai kedai, aku tutup dulu. Nanti kita lanjutkan" ujar Leyka menutup ponselnya, ia baru saja melakukan panggilan jarak jauh dengan Damian setelah mengantar Train ke lantai 8, apartemen Manuella dan Diego.
Ia memasukkan ponselnya ke dalam tas nya. Dengan posisi berjalan menundukkan kepala, sebelum mencapai jalan raya di trotoar itu, seseorang yang terlihat sedang berjogging menabraknya.
"Aaaaaw!!" pekik Leyka hingga mundur dua langkah beruntung ia tidak terjatuh, namun ponselnya yang belum masuk sempurna ke dalam tasnya terlempar di rerumputan yang bersandingan dengan trotoar.
"Perdonami (maafkan aku)!" seru pria itu dengan bahasa Italy. Leyka buru buru melihat kearah pria yang tersenyum ke arahnya dan Leyka melihat pria itu, laksana matahari terbit!
WHAT THE FU*CK!! VALENTINO GALLARDIEV! SHITT...
Leyka memekik dalam hatinya. Rahangnya mengetat seketika, hatinya memanas, suhu tubuhnya seakan mendidih. Laki laki asing itu, Ayah dari putranya berdiri tepat dihadapannya. Jantung seakan lenyap, aliran darahnya berpacu layaknya jet tempur yang melesat di ketinggian. Leyka menapakkan kakinya kuat kuat, agar ia tidak limbung. Leyka ingin menangis rasanya, pikirannya mendadak blank.
HAI.. ISTRI CANTIKKU.. KEJUTAAN!!
Dan Valentino bersorak dalam hatinya, ia melemparkan senyumannya dengan tatapan yang mendalam, memikat dan memukau hingga Leyka tak mampu berkata kata. Leyka sangat gugup, terpesona dan rasanya ia ingin berhamburan memeluknya. Dia, melupakan Damian. Tapi sikap Valentino, membuat Leyka berubah dalam hitungan detik.
"Nona? Apa kau baik baik saja? Dan ponselmu-- Bila rusak aku akan menggantinya dengan ponsel keluaran terbaru dan sepertinya ponselmu sudah ketinggalan jaman. Aku yakin kau sengaja, agar aku menabrakmu, setelah itu kau bisa meminta ganti ponsel atau ponselmu sebenarnya sudah rusak-- Ha ha ini motif umum dan sangat klise" Valentino tergelak sumbang, ia hanya melirik ponsel itu di rerumputan.
Leyka ingin mencabik Valentino rasanya, perkataan Valentino yang arogan dan merendahkan, seakan melihatnya seperti orang asing, dan itu membuat Leyka mengeraskan hatinya, kebencian itu seakan terpanggil. Memusnahkan segala keterkejutannya, terpesonanya bahkan sejumput kerinduannya, Leyka ingin bercerita banyak hal awalnya. Dan semua itu musnah! Ia mengingat kisahnya di Pretoria bagaimana sikap Valentino yang arogan dan bersikap seperti pe*cundang.
Valentino terlihat tenang dan seolah tidak mengenali Leyka, ia mengambil ponsel Leyka yang jatuh di rerumputan dan mengamati ponsel itu kemudian.
Jadi kau berpura pura tidak mengenalku? Atau kau benar benar melupakanku? Ohh, Shit Val.. Mengapa kau ke Barcelona.. Setelah sekian lama.. Baiklah, aku pun tidak mengenalmu.. Kau melupakanku.. Maka itulah yang akan terjadi.. Kesan pertama ini, maka jangan harap berubah di kesan berikutnya.. Kau sangat mengenalku dengan baik.. Kesan yang pertama ini, akan aku genggam sampai akhir.. KAU TIDAK MENGENALKU.. MAKA JANGAN HARAP AKU MENGENALMU.. Train.. Kau tidak boleh tau tentang Train, itu balasannya! Fu*ck you, pe*cundang.. Kau benar benar tidak pernah berubah..
"Aku baik baik saja, Senor (Tuan)-- Terima kasih. Sekalipun rusak, anda tidak perlu menggantinya, ini hanya kecelakaan dan anggap saja aku membuang sial" Leykapun tersenyum ramah dan tak kalah memukau, Valentino sangat terpesona ketika Leyka bersikap biasa saja dan tidak marah, ia berharap mendapat makian dan Leyka menunjukkan sikap bar barnya, namun Leyka sangat ramah, sangat manis dan sangat hangat.
Shit, membuang sial katanya.. Mulutnya perlu dibersihkan dan disembur dengan naga apiku.. Shit!! Manis sekali bibirnya.. Eh, kenapa aku yang mengagumi wanita siluman ini.. Dia ini sangat jelek.. Bibirnya tidak menggemaskan.. Tidak menarik sama sekali.. Lipstikmu terlalu tebal! Dasar siluman betina! Pamerrr.. Kau mau membuat pria mana lagi jatuh hati? Kekasihmu yang pendek itu bahkan tidak ada disini! Dan aku berhasil membuatmu tidak kemanapun..
Leyka kemudian meraih ponsel dari tangan Valentino. Dan menyeberang jalan dengan berlarian kecil, tanpa menoleh sama sekali. Valentinopun kembali berlari dan saat di persimpangan ia menghilang di balik rimbunnya pohon. Ia menghirup inhaler dengan mengambil nafas sebanyak mungkin. Sesungguhnya dadanya sangat sesak.
Tidak penting! Kau tidak penting! Kau pe*cundang! Kehadiranmu tidak penting! Aku tidak akan menumpahkan airmata! Gerutu Leyka di sepanjang jalan menuju kedainya. Namun matanya berkaca kaca dan terasa pedih. Sekuat apapun Leyka menahannya, toh airmatanya tetap sana meluncur begitu saja menggenangi pipinya. Leyka menyekanya dengan kasar dan menegakkan kepalanya lalu berjalan seperti seorang bangsawan.
Shit.. Leyka, kau sangat tenang dan tidak mengenaliku.. Kau benar benar melupakanku? Shit.. Ini tidak mungkin.. Baiklah, mari kita bermain, wanita siluman.. Seberapa kau melupakan dan mengingat kisah kita? Aku akan mengingatkan kisah kita, sekecil apapun.. Jadi kau bekerja Part Time di Double P juga.. Baiklah.. Setelah jogging, aku akan minum kopi dan sarapan.. Hmm.. Kau sangat cantik.. Selalu cantik.. Apa kau memakai sihir.. Shit! Aku yakin kau memakai sihir! Lihat saja aku selalu mengagumimu! Fu*ck..
-
-
-
Spoilernya : Valentino akan datang di rapat itu dan merontokkan segalanya.. serontok nganu 🤣 pokoknya jauh dr ekspektasi kalian deh, mereka ktm caranya gt doang 🤣
Choco oat tuh kl di indonesia, jipaang itu lho gaes 🤣🤣 yang mangatusan jajan favorit jaman TK 🤣 yang kenal jipang kita se lepel 🤣 ini makanan favorit dan sudah langka, dan nyarinya udah susah 🤦♀️
-
-
__ADS_1
-