
Masih Di Ludwig's Roses
"Val, pilihkan satu benih mawar untukku dan aku akan menanamnya di Apartemenku di Barcelona-- Itu store nya aku mau mencuci tanganku dulu" kata Leyka menyela wastafel yang Valentino gunakan. Hari ini mereka sama sama bergelut dengan tanah.
"Kenapa harus aku yang memilihnya" Valentino mengerutkan alisnya dan mencabut beberapa helai tisu di sebuah kotak yang menempel di dinding. Mereka mencuci tangannya di dalam cafe di Ludwig's Roses
"Kita lihat, seberapa banyak mawar akan tumbuh dengan benih yang kau pilih" jawab Leyka dengan menggosokkan sabun cair dan busanya memenuhi telapak tangannya.
"Sebanyak rinduku padamu hari ini, Nona Asing-- Valentino memeluk Leyka dari belakang dan menciumi pundak Leyka. Menghirup aroma white lily yang menyegarkan pikirannya dan membasuh kerinduannya --Aku akan memilihkannya untukmu" Valentino mencium pipi Leyka dan berlalu menuju store yang menjual benih bunga mawar dengan berbagai macam warna.
Leyka melihat bahu belakang Valentino, sepercik darah terlihat disana. Hatinya tertusuk melihatnya. Wanita yang bernama Bertha itu melukai Valentino dan itu membuatnya kesal. Kakinya menuntunnya ke sebuah mini market di area itu dan Leyka membeli alkohol, cairan anti septik, kapas dan plester.
Disaat yang sama wanita bernama Bertha telah terlebih dahulu membeli dan membayarnya di kasir, ia masih berada di area itu. Sayup sayup Leyka kembali memdengar pembicaraan Bertha yang sedang menelepon seseorang.
........
Aku akan mencoba memberi perhatian padanya.. Aku harus bisa mendapatkannya.. Dia sangat tampan.. Dan sangat sexy.. Tapi dia bersama kekasihnya..
........
Kau bilang dia patah hati? Dengar aku.. Dia baru kekasihnya.. Aku bisa menyingkirkannya..
........
Wanita itu menutup ponselnya dan berlalu. Leyka menghela nafas panjang, dan mengambil semua yang ia perlukan di rak obat, kemudian ia membayarnya di kasir. Dan ia buru buru keluar dari minimarket, dari jauh Valentino terlihat menenteng sebuah pot yang telah di packing, ia bertanya kepada beberapa orang, wajah Valentino terlihat panik.
"Apa kau mencariku? Aku hanya ke mini market, mengapa kau panik?" kata Leyka saat Valentino melihatnya dan berlarian ke arahnya.
"Leykaaaa Ya Tuhaann! Aku mencarimu!"
"Aku hanya beli--
"Gallardiev, aku membeli obat untukmu. Mungkin saja kekasihmu bisa mengobati bahu belakangmu. Maafkan aku atas kejadian hari ini" Bertha muncul dari dalam cafe dan berdiri di antara mereka dengan mengulurkan satu kantong plastik obat obatan. Saat tangan Valentino akan mengulur menerimanya, Leyka mengeluarkan sikap bar bar nya. Leyka merebutnya dari tangan Bertha dan membuat Valentino dan Bertha terkejut.
"Miss Bertha, egh.. Ehm, kenalkan ini kekasihku" Valentino, memegang tangan Leyka agar terulur dan Leyka menepiskannya.
"Jangan harap kekasihku menjemputmu dan jangan harap kau bisa menyingkirkanku!" Leyka menepiskan tangannya. Valentino kembali terhenyak melihat ulah Leyka.
"Hah, kau?!--
"Kau masih ingin disini? Aku akan menunggumu di mobil!" kata Leyka kearah Valentino dan berlalu dengan kesal.
"Maafkan aku Miss Bertha!" Valentinopun berjalan mengejar Leyka dan menggandeng tangannya.
"Hei Nona bar bar! Apa kau tahu proyek ini bisa saja terhenti karena ulahmu?" Leyka menghentikan langkahnya begitupun Valentino dan merekapun membalikkan tubuhnya.
"Leyka" Saat ingin maju satu langkah Valentino menahannya.
"Apa Istri Pak Managermu ikut datang ke pesta nanti malam?" Leyka tersenyum sinis dengan mengerlingkan matanya, Leyka melihat Bertha dengan pandangan mengejek.
"Ley?"
"Apa maksudmu?!" Bertha membelalakan matanya dengan wajah memerah.
"Pak Manager yang merusak dandananmu apa kau lupa?" Leyka tersenyum sinis dengan mendengus.
"Kalau kau berani mengganggu proyek kekasihku, maka Istri Pak Manager akan tau bahwa Suaminya telah merusak make up mu!" kata Leyka membuat Bertha seperti tertampar saat mendengarnya.
"Ley, apa maksudmu, mio caro (sayangku; Italy)?"
"Kau--
"Kau pikir Valentino Gallardiev akan menyukaimu? Kau terlalu percaya diri!-- Dan kau Val, apa kau menyukainya? Kau akan di jadikan tiket pulang ke Italy dengan harapan kau bisa saja menyimpannya, karena dia lelah bekerja!" Leyka berbicara dua arah dan menunjuk Bertha dengan jari telunjuknya
"Leyka, mana mungkin aku menyukainya, mio caro?"
"Dia sengaja menjatuhkan dirinya agar bisa berkencan denganmu, Val! Murahan sekali!"
"Itu tidak benar, aku profesional"
"Bersiaplah kau akan memunguti setiap sampah yang aku buang seperti yang kau lakukan padaku di toilet!" Leykapun melempar obat obatan yang Bertha beli ke tempat sampah dan mengacungkan jari tengahnya dan berlalu pergi.
"Apaa?! Kau membuat kesalahan besar Miss Bertha!!" Valentino kembali melebarkan langkahnya mengejar langkah kecil kaki Leyka yang bersungut sungut karenanya.
"Shitt!" Berthapun mengepalkan tangannya dengan mendengus kesal.
"Leyka" Valentino memeluk Leyka saat mereka memasuki mobil. Memeluknya sangat erat.
__ADS_1
"Aku tidak apa apa tenanglah!"
"Leyka, mengapa kau mau memunguti sampahnya?"
"Karena dia memintanya dengan meminta tolong, Val" Leykapun membalas pelukan itu dan tidak sengaja mengenai luka di punggung itu.
"Aaw Ley!"
"Oohh Val, Maafkan aku! Astaga-- Leykapun panik dan mengambil obat obatan yang ia beli dari dalam tasnya --buka bajumu!"
"Ley"
"Cepat buka baju!" karena dinilai lama dan lamban, Leyka yang membuka kancing kemeja Valentino, dan itu berhasil membuat Valentino tersenyum dengan memandangi wajah Leyka.
"Hadap sana!" Valentino semakin melebarkan senyumnya, Valentinopun memunggungi Leyka. Dengan perlahan Leyka membersihkan luka itu.
"Jadi kau menghilang untuk membeli obat untukku ill mio amore (cintaku; Italy)? Molto dolce (sangat manis; Italy)" kata Valentino lirih, ia menggigit bibirnya dengan menahan rasa nyeri karena alkohol itu mendarat di bagian lukanya.
"Dia membuatmu terluka. Aku tidak menyukainya. Dia pura pura jatuh, agar bisa menyentuhmu! Dasar wanita murahan! Apa tidak bisa mendapatkan laki laki dengan cara yang benar!"
Valentino tersenyum mendengarnya.
"Lihat saja lecet lecet begini! Dia melukaimu! Ini pasti sakit!-- Leyka meniupnya --benar benar kurang ajar! Awas saja kalau dia sampai berani menyentuhmu lagi!"
Lagi lagi Valentino tersenyum, entah mengapa hatinya berbunga bunga mendengarnya.
"Aku membutuhkan empat plester! Dia melukaimu sebanyak ini! Benar benar kurang ajar!-- Hmm.. Selesai"
Leykapun mencium ke empat luka itu, dan mengusapnya "Biar cepat sembuh" bisiknya pada luka itu. Leykapun kembali mengancingkan kemeja Valentino setelah ia memutar tubuhnya menghadap Leyka ia tersenyum dengan tatapan mata yang berbinar.
"Kenapa?"
Valentinopun menyambar bibir Leyka dan melu*mat, Ia menekan tengkuk dan punggung Leyka hingga meringsek masuk kedalam pelukan hangatnya. Leyka pasrah membalas ciuman itu. Ia tahu itu adalah bentuk rasa terima kasihnya, namun luma*tan itu tidak kunjung Valentino lepaskan. Ia semakin memasuki rongga mulut Leyka dengan lidahnya. Setelah puas Valentino melepasnya dan sesungguhnya tidak ada kata puas untuk Valentino.
"Kita akan kembali ke butik Versace lalu kita akan menghadiri pesta itu"
"Kenapa tidak pakai gaun yang aku pakai waktu Valentine saja?"
"Cck, aku masih mampu membelikanmu gaun, Black Glamour, kita akan memakainya" kata Valentino memacu mobilnya perlahan dan meninggalkan Ludwig"s Roses.
"Itu baru satu kali pakai Val, sayang sekali membeli lagi"
...***...
Disebuah perbukitan di wilayah Roodeplaat, wilayah yang memiliki dam atau bendungan terbesar di wilayah di Afrika. Sekitar 30 menit dari Castello Di Monte. Valentino menghadiri sebuah pesta yang di adakan oleh perusahaan yang bergerak di bidang property perhotelan. Perusahaan Italy yang bercokol di Afrika Selatan. Valentino mengajak pujaan hatinya, Leyka Paquito.
Setelah melewati dam, sabana dan beberapa homestay terbaik, mereka sampai di cafe yang berada di tengah kebun anggur di maksud.
...*...
...Blaauwklippen Vineyards...
...(Kebun Anggur Blaauwklippen)...
Sebuah Barn, umumnya terbuat dari kayu tapi ini di design dengan full kaca. Seperti rumah kaca di perkebunan, tapi eloknya ini di perbukitan. Barn ini di gunakan perjamuan pernikahan atau perayaan ulang tahun biasanya.
Blaauwklippen Vineyard, sabana luas dan sebagian wilayah ini adalah kebun anggur terbaik di Afrika Selatan. Ada tempat pembuatan anggur disini. Anggur yang disimpan hingga puluhan tahun sejak di dirikan tahun 1682. Ini tempat wisata terbaik di Afrika Selatan, semua wisatawan bisa menjadi pencicip anggur dadakan langsung dari drum yang terbuat dari pohon oak.
__ADS_1
...*...
Dan siapa yang tidak akan berdecak kagum dengan rancangan iconik 'Dark Glamour' milik Versace. Rancangan yang pernah di pamerkan di Milan dan England Fashion Week, dan digunakan oleh salah satu selebriti dunia tahun 2018. Valentino membelinya untuk Leyka. Ia mempersembahkan sebagai wanita yang membawa keberuntungan untuknya. Leyka dengan geraian rambut panjangnya terlihat memakau mata siapapun yang melihatnya, saat gaun 'dark glamour' itu membalut ramping tubuhnya.
Di gamit seorang Valentino Gallardiev yang menggunakan setelan dari Versace dengan warna senada, pasangan ini banyak mengundang banyak mata yang menatapnya dari kejauhan. Valentino mempunyai nama besar, nama keluarga Gallaediev sangat terpandang di jajaran pebisnis di Italy, dimana Valentino sendiri seorang arsitek kenamaan di negaranya. Valentino memilih berpijak dengan kemampuannya sendiri daripada meneruskan bisnis keluarga yaitu Pembuat 'Locomotive Mechine' kereta api terbesar di Eropa.
"Val, Ini Indah sekali" bisik Leyka terus mencengkeram lengan Valentino saat memasuki glasses barn.
"Keindahan hanya milikmu, Leyka. Kau sangat mempesona" ujar Valentino mengecup hangat kening Leyka.
"Lets Party, Val!" kata Leyka menggigit bibirnya saat melihat barisan gelas minuman berderet membentuk sebuah piramida.
"Kau tidak boleh minum terlalu banyak, kalau banyak aku tidak menjamin bisa menahan godaanmu, nafsumu sangat besar, bila mabuk Nona Asing" bisik Valentino membuat Leyka melengos.
Sebuah, maket atau miniatur hotel terlihat indah menghiasi ruangan yang memiliki banyak cahaya. Di bawahnya terdapat plakat nama "Valentino Gallardiev" dan itu membuat Leyka menghentikan langkahnya.
"Val, tanganmu seajaib ini? Keren sekali.. Tanganmu membuatku jatuh cinta, aku pikir tanganmu hanya bisa untuk mere*mas saja" Leyka memandangi maket itu yang terbungkus kaca, dengan penuh kekaguman. "Rancanganmu indah sekali, Val" tambahnya lagi.
"Hanya tanganku?" Valentino meraih pinggang ramping itu dan di dekapnya dengan senyuman menggoda.
"Tanganmu termasuk anggota tubuhmu kan" bisik Leyka sambil melingkarkan tangannya di pundak Valentino dengan tersenyum nakal.
"Kau membuat jantungku berdebar" bisik Valentino menatap tajam ke arah Leyka.
"Ehem-- Selamat Malam, Tuan Gallardiev, sebuah kehormatan anda memenuhi undangan kami di tengah bulan madu anda" Suara seorang laki laki tua menggandeng wanita se usianya mengurai pelukan mereka. Ia mengulurkan tamgannya di ke arah Valentino dan di sambut hangat dengan senyuman berwibawa. Bertha terlihat hadir menemani laki laki tua dan istrinya itu.
"Felix Guerra. Dan ini istriku, Melanie Verdan. Kalau Nona ini pasti hari ini kalian sudah bertemu. Bertha" kata laki laki itu memperkenalkan dirinya dan juga istrinya serta Bertha.
"Terima kasih atas undangannya Tuan Felix, kenalkan kekasihku, Leyka Paquito" Leyka tersenyum anggun, senyumnya begitu menyihir laki laki tua itu, hingga sang istri harus melepas jabatan tangan itu dan menjabat tangan itu.
"Kamu cantik sekali, Nona Leyka" kata Melanie.
"Terima kasih, Nyonya Melanie"
"Jadi Tuan Felix, anda Manager disini? Anda atasan Nona Bertha?" tanya Leyka membuat jantung Bertha seakan di pompa.
"Benar, aku yang memerintahkan Bertha untuk melihat lokasi bersama Tuan Gallardiev-- Mari kita ke perjamuan makan malam. Silahkan menikmati pestanya" Felix tidak melepas pandangannya dari Leyka begitupun Valentino. Sementara Leyka justru berbincang ringan dengan Melanie. Hati Bertha menjadi semakin gusar. Valentino dengan gagah menyapa para petinggi perusahaan itu, tangannya tidak lepas menggenggam jemari Leyka.
Kagum. Leyka diam diam mengagumi ketampanan Valentino, ekor matanya selalu mengikuti senyum, tawa dan cara berbicara Valentino yang penuh pesona. Saat Valentino menatapnya, ekor mata Leyka berlarian menghindarinya. Leyka mudah bergaul, dan mencari topik sehingga Melanie dan beberapa Istri para petinggi perusahaan itu, senang berbincang dengannya. Dan, diam diam Valentino mengagumi sikap bangsawan Leyka yang malam ini tidak biasanya ia munculkan. Leyka pandai menempatkan dirinya.
Mereka memasuki ruang utama yang telah tersedia meja dan kursi jamuan bersama tamu undangan yang lain, menikmati jamuan makan malamnya. Leyka memilih duduk di samping Bertha dan Valentino tentunya, agar mudah ia memberi pelajaran berharga untuk Bertha.
Tisu, bahkan sendok dan garpu yang Leyka jatuhkan silih berganti adalah kesengajaan untuk Bertha. Leyka dengan manis dan anggun selalu meminta tolong kepada Bertha untuk memungutnya di tengah acara makan malam itu.
"Apalagi yang akan kau jatuhkan setelah ini?" bisik Bertha penuh penekanan kearah Leyka.
"Harga dirimu" bisik Leyka dengan penekanan disertai senyuman yang tidak pernah menghilang dari wajahnya.
"Mio Caro, (sayangku; italy) apa sudah main mainnya?" bisik Valentino dengan mengusap punggung Leyka.
"Main mainku tidak mungkin sampai luka di bahumu mengering, Mi amor (cintaku; spanyol)"
"Aku ingin menghilang bersamamu" bisik Valentino sambil meremas pinggul Leyka yang tengah menyesap winenya dengan anggun. Setelah basa basi yang membosankan merekapun pamit untuk berkeliling. Acarapun berganti menjadi acara pesta yang begitu meriah. Musik R n B berkumandang yang di iringi seorang DJ dan semua tamu baik tua maupun muda, turun ke tengah hall yang menghadap DJ itu. Mereka berpesta!
Berbeda dengan Valentino dan Leyka, setelah menyambar dua gelas red wine mereka keluar dari tempat itu. Berjalan bergandengan ke arah belakang yaitu kebun anggur. Mereka duduk di kursi taman di bawah hamparan pohon anggur yang begitu luasnya. Valentino memetik beberapa untai buah anggur dan diletakkan di meja.
"Val, bangunan itu sangat indah seperti berlian di malam hari"
"Ley, terima kasih. Mereka menyukaimu dan entahlah-- Bertha bisa saja menggagalkan rancanganku dengan ancamannya, tapi kau luar biasa"
"Val, aku hanya membalas kelicikan dengan kelicikan-- Lupakanlah. Ini saat terbaikku, Val. Gaun yang indah, party, wine, lelaki tampan, beserta kekayaannya dan hari spesialku! Ini luar biasa. Ini malam terbaik sepanjang hidupku-- Leyka bangkit berdiri dan duduk dipangkuan Valentino dengan membentangkan pahanya menghadap ke pria italy itu --Terima kasih, Val" Leyka memeluk erat punggung Valentino dan menyandarkan kepalanya di pundak pria itu.
"Jangan bilang kalau kau ulang tahun, Leyka!" Valentinopun mengurai pelukan itu dan mencengkeram kedua lengan Leyka. Senyuman Leyka adalah jawaban di antara keremangan cahaya yang membuat mereka saling menatap dengan penuh debaran.
__ADS_1
Valentino meraih kedua pipi Leyka dan membenamkan mulutnya di sensualnya bibir Leyka, Valentino melu*mat dengan mendesah lirih "Aah.. Happy Birthday, Leyka. Would you marry me?"