
Valentino meraih kedua pipi Leyka dan membenamkan mulutnya di sensualnya bibir Leyka, Valentino melu*mat dengan mendesah lirih "Aah.. Happy Birthday, Leyka. Would you marry me?" Leyka terkekeh mendengarnya.
" Val, yes i do Val" Leykapun mencium bibir Valentino. Masih di pangkuan Valentino dengan duduk menghadap Valentino dan pahanya terbentang mengungkung perut kotak kotak yang menghanyutkan wanita manapun, tangan Leyka melingkar di leher kokoh pria Italy itu dan mengusap punggungnya perlahan.
"Leyka aku sangat serius, apa kau yakin?" Mata Valentino berbinar diantara keremangan cahaya bulan dan bintang di bawah pohon anggur. Bias cahaya dari Barn itu menambah romantisnya suasana itu.
"Apa kau yakin dengan ucapanmu?" Leyka balik bertanya. Valentino tidak yakin dengan jawaban Leyka begitupun Leyka tidak yakin dengan pertanyaan Valentino. Mereka sama sama tidak yakin. Mereka orang asing dan mereka adalah pelarian dari dunia yang sesungguhnya. Benarkah perasaan itu cinta? Bagaimana bila itu hanya cinta sesaat.
"Aku tidak tahu, tapi aku berkata dengan hatiku. Tiba tiba meluncur begitu saja, Ley"
"Apa kau berpikir panjang? Bukankah kau tidak bisa ikut denganku ke Barcelona?" Valentino tersenyum menawan, matanya memandangi mata kecoklat milik Leyka. Jemarinya membelai pipi kemudian bibir Leyka dengan sangat lembut. Leyka merasakan sesuatu didalam hati, belaian itu seakan mengalirkan kehangatan yang mengikatnya semakin kuat.
"Kau yang harus ikut ke Negara ku Ley. Kau akan mendiami sangkar emasku di Italy. Setiap akhir pekan kita berkunjung ke rumah orangtuaku"
Leykapun tersenyum "Membosankan. Hidupku akan berakhir di sangkar emasmu. Aku suka kebebasan, Val. Kau tahu itu-- Leyka melepas sepatunya dan turun dari pangkuan Valentino, ia menenggak seluruh winenya dan berlarian diantara rimbunnya pohon anggur di keremangan cahaya yang menerangi perkebunan anggur itu.
---Ayo kita hidup bebas sesuka kita Val!! Tak ada aturan tidak ada Luka! Mari kita hidup Rock n Roll di Barcelona! Dan kita akan hidup serius setelah kita punya anak! Aku cintaaa kebebasaann!" Valentino tertawa saat Leyka telah menerobos masuk diantara rimbunnya juga dikeremangan perkebunan anggur dan berteriak dengan berlarian.
Valentinopun menenggak winenya lalu melepas sepatu dan menggulung celananya kemudian ia menerobos masuk ke deretan kebun anggun yang tingginya hanya mencapai pelipisnya. Valentino mengejar Leyka yang gaunnya berkeriap dan Leyka mengangkatnya hingga mencapai pinggulnya. Leyka tertawa dan berteriak tentang kebebasan.
"Leykaaa.. Hiduplahh bersamaku di Italy.. Kauu bebass di sangkar emaskuuuu!! Kita akan bahagiaaa Leykaaa! Kitaa bisa hidupp rock n roll di Itaally! Lahirkan 10 atau 20 anak untukkuu!" Leyka tertawa terbahak mendengarnya. Valentino terus mengejarnya dan Leyka semakin berlarian.
"Kaaau gilaaa Valllentinooo!"
"Aku gilaaaa karenaamuuuu Leyka Paquito!"
"Aaaaaaaaa!" Dan jeritan Leyka yang tertangkap, penuh tawa terdengar diantara gemerisiknya dedaunan di perkebunan anggur yang tertiup angin, malam itu. Valentino mencengkeram pinggang Leyka dengan nafas mereka yang tersengal.
"Kau cantik sekali Leyka" bisik Valentino dengan tatapan memikatnya.
"Bahkan sebelum aku dilahirkan, Val" Leyka terkekeh dan Valentino menggigit bibirnya.
"Narsis" bisik Valentino dengan menatap wajah Leyka. Matanya seakan menelanjangi wajah itu, hingga senyuman Leyka menghilang ditelan tatapan yang menghunus hatinya.
Valentinopun merapatkan tubuhnya dan ia menekan tengkuk Leyka dengan bersamaan mereka memejamkan matanya dan memiringkan wajahnya, mereka pun saling melu*mat satu sama lain. Menyerah dan pasrah dalam naungan hasrat di tengah kebun anggur dibawah lembutnya sinar bulan.
Leykapun melepas dasi Valentino, dengan nafas memburu Valentino memperdalam luma*tannya. Lidahnya mulai menyusuri tiap inci lidah Leyka, mereka saling menghi*sap, saling menautkan lidahnya secara bergantian. Valentinopun melepas jasnya dan ia lemparkan begitu saja ke rerumputan hijau yang di kelilingi pohon anggur.
"Aahh, Ley.. Bibirmu sangat manis"
"Uhmm, Val.. Aah, ayo kita pulang ke hotel" Valentino melepas cengkeraman tangannya di tengkuk Leyka dan menangkupkan tangannya di rahang mungil itu. Dengan senyuman termanisnya yang meruntuhkan hati siapapun yang melihatnya, Valentino memberikan jaraknya. Dan Leyka menghindari tatapan Valentino karena mengatasi debaran di hatinya.
"Apa kau yakin?"
"Val, kita tidak bisa bercinta disini. Ini bulan purnama dan disini wilayah suku Saan atau Bushmen" Valentino menyunggingkan senyumnya melihat rona merah di pipi Leyka.
"Lalu?" Valentino justru menggelar jasnya dan duduk diatasnya kemudian menarik lengan agar duduk dipangkuannya
__ADS_1
"Val, tidak ada yang berani bercinta disini sembarangan. Di daerah ini terutama. Kita akan terkena kutukan" di keremangan cahaya Valentino mencondongkan tubuhnya ke belakang dengan menumpukan tangan kirinya ke rerumputan yang dialasi jasnya lalu tangan kanannya menyingkap gaun yang menutupi paha mulus Leyka dan membelainya lembut.
"Aku berani, Ley" jemarinya menelusup kedalam underwear Leyka dan membuat gadis Spanyol itu membulatkan matanya.
"Val! Jiwamu dan jiwaku akan terikat Val! Dan kebetulan kita bukan suami istri, kita orang asing Val"
"Kalau hanya itu aku sanggup di kutuk. Biarkan jiwa kita menyatu" Jemari Valentino kembali meloloskan satu lengan di gaun Leyka dan mengeluarkan buah dadanya. Valentino membelai lembut buah dada Leyka lalu sesekali mere*masnya.
"Val, kalau ketauan penjaga kebun anggur, kita bisa dinikahkan" Valentino terbahak mendengarnya dan menarik pinggangnya perlahan dengan tatapan yang tidak pernah lepas dari mata Leyka yang telah sayu.
"I am not kidding Val! (Aku tidak becanda)"
"Leyka, bukankah tadi kau menerima permohonan menikah denganku"
"Val, di Spanyol, bahkan anak di elementary school (sekolah dasar) selalu mengatakannya-- Pria disana akan berlutut dihadapan keluarga pengantin wanita. Selama itu tidak kau lakukan maka itu hanya candaan konyol. Kebudayaan kita berbeda Val. Dan aku tidak yakin kau memintaku dengan serius"
"Nona asing-- persetan dengan kebudayaan! persetan dengan adat istiadat atau takhyul! Aku tidak mempercayai!"
"Setidaknya kau menghormatinya Val"
"Fu*ck for it!! MARI KITA BUKTIKAN, Nona Asing!"
"Aaaawww! Val! Kau gilaaa!!" Valentinopun membanting kasar tubuh Leyka, tidak perduli kotor, tidak perduli tubuh Leyka sebagian ke tanah, apalagi jasnya kotor, Valentino membuka ikat pinggang dan resletingnya. Tanpa melepas celananya, Valentino mengeluarkan miliknya yang telah menegang semenjak ia berciuman.
"Valll!! Jangan disini!"
"I dont care (aku tidak perduli!) Aku tidak percaya kutukan! Seandainya ada! Biarkan jiwa kita menyatu!" Dengan cepat Valentino menyibak gaun Leyka dan membentangkan paha mulus, jemarinya kemudian menyingkap underwear Leyka dan mengarahkan miliknya lalu menekan perlahan.
"Ooohh Shit! Aaahh Leykaa" desah Valentino terdengar saat miliknya yang telah membesar dan memanjang itu memasuki perlahan milik Leyka yang telah lembab dan basah.
"Aku hanya percaya tubuh kita menyatu sekarang Leyka.. Aa..aa.aa..hh.. " bisik Valentino dengan pesonanya memandangi wajah Leyka dan menciumi jemari Leyka yang tersemat cincin jacarandanya.
"Bagaimana bila, tubuh kita berpisah nantinya tapi jiwa kita menyatu?" Valentino terdiam ia memacu milik leyka dengan tempo perlahan dan memandangi wajah Leyka yang memiliki aura kecantikannya yang kuat.
"Ven conmigo a Italia (Ikutlah aku ke Italy)" Bisik Valentino dengan bahasa Spanyol, sebagai bentuk sebuah permohonan secara terhormat.
"Resta con me a Barcellona (Tinggallah bersamaku di Barcellona)" Leykapun dengan senyuman menawannya, membalas dengan bahasa Italy sebagai bentuk penghormatan yang penuh menghiba karena Valentino kembali memacu milik Leyka.
"Ahh Leyka.. Tidak ada masa depan yang lebih baik disana.. Ahhh Ley.. Aku akan memberikan kehidupan yang layak dan lebih baik di Italy" dengan terus memacu area sensitif Leyka, Valentinopun membenamkan wajahnya di dada Leyka, melu*mat kasar puncak dada itu dan menghi*sapnya dengan menji*latnya sesekali.
"Ngghh.. Aahh.. Vaal...Vaall... Aaaah-- Jadi di Barcellona kehidupanmu tidak akan lebih baik? Kau bisa bekerja disana dan aku juga bekerja" Valentino menghentikan pacuannya dan mengatur nafasnya yang memburu.
"Leyka! Taraf hidup di Barcelona tidak sepadan dengan taraf hidup di Italy! Gaji kami di Italy sangat besar, jauh dibandingkan di negaramu! Oohh Leyka ayolahh.. Pakai logikamu" kata Valentino dengan tegas. Obrolan itu menjadi obrolan serius di atas perut.
"Apa kau kehabisan uangmu? Kau bukan orang miskin Val, kehidupan apa yang kau tawarkan? Yang lebih baik? Bagiku sama saja! Asal-- Asalkan bersamamu.." lanjut Leyka dalam hati "Stop Val! Aku kehilangan moodku!" Leykapun meronta hendak melepaskan diri dari cengkeraman Valentino. Tapi, Valentino tetap menahan pinggang Leyka agar jagung bakar afrika selatan itu tidak lepas dari sarangnya.
"Kehidupan mewah para bangsawan yang aku tawarkan. Bukankah kau seorang bangsawan, kau belum menceritakan asal muasal kebangsawananmu, Nona Asing!" Leykapun mendorong tubuh Valentino dan terlepas sudah milik Valentino yang setengah menegang.
Sebutan Nona Asing, sangat menggangguku. Kita memang orang asing tapi aku tidak pernah memanggilmu Tuan Asing, Val.. Kau sangat menegaskan keasingan kita dan ini membuat hatiku hambar.. Aku bosan.. Leyka.
Leyka duduk dan merapikan underwearnya, Valentinopun menghela nafas panjang dan harus merelakan ketika sang naga api harus kembali pulang keperaduannya.
__ADS_1
"Ley---
"Rosemary Manuello Felipe-- Felipe ke enam, sebelum Ferdinand, Fernando dan Ferran dari Mallorca, ibuku dari garis keturunan Felipe ke enam-- Dan sayang sekali aku tidak pernah tertarik kehidupan bangsawan!!" kata Leyka berubah ketus, seperti dirinya yang sebenarnya.
"Wah, dari garis keturunan Felipe yang besar itu. Yang konon kabarnya mempunyai gundik wanita Italy-- pantas saja keluargamu fasih berbahasa Italy-- Ley, aku akan mengembalikan kehidupan bangsawanmu yang tidak kau sukai" Valentino meraih dagu Leyka yang duduk dihadapannya, namun Leyka menepiskannya.
"Bermimpilah! Aku seorang Fernandez, aku bisa mengandalkan diriku. Kita berbeda pola pikir, Val"
"Leyka, sukses itu penting bagiku. Agar aku bisa memberikan kehidupan yang baik. Baiklah, aku mengaku maksudku adalah kehidupan yang mewah untuk anak dan istriku kelak" Valentino mencoba menyentuh lengan Leyka dan Leyka kembali menepisnya dengan tatapan tajam menghunus kearah Valentino.
"Val, carilah wanita yang menginginkan itu! Karena aku seorang Fernandez! Bukan Felipe! Apa artinya sukses tapi kau tidak punya sesuatu yang bernilai. Lebih baik biasa saja tapi tidak kekurangan itu sudah cukup, aku yakin aku akan memiliki sesuatu yang bernilai kelak. Walaupun taraf hidup di Barcelona jauh dibandingkan di Italy" Leykapun mengetatkan rahangnya. Dua negara yang berdekatan namun berbeda karakter, Leyka merasa tidak terima negaranya di usik secara taraf hidupnya yang berada di bawah negara Italy. Valentino sangat menyinggung kearoganan wanita Spanyol yang satu ini.
"Ley apa aku salah bicara?"
"Tidak! Kau benar. Aku Nona Asing! Tapi aku Fernandez dan aku akan menjauhi kehidupan Felipe! Tidak masalah taraf hidup di Barcelona rendah dibanding Italy! Tapi kami orang Spanyol, terutama Fernandez sangat bernilai, keluarga adalah segalanya. Dan aku akan tetap memilih Barcelona daripada Italy! Cinta harus memiliki sesuatu yang lebih besar, lebih dari sekedar rasa nyaman!" Valentino terpana dengan ucapan Leyka, ia merasa telah berbuat kesalahan.
"Valentino Gallardiev, aku menolak lamaranmu! Karena tidak ada cinta di antara kita! Kita hanya orang asing! Kau memanggilku Nona Asing ribuan kali dan kau menegaskan perkataanku. Apa aku pernah memanggilmu Tuan Asing? Itu artinya, kita akan menjadi orang asing setelah liburan ini selesai. Dan tetaplah seperti itu!" Cahaya bulan menghilang, petir terdengar menggelegar, gemerisiknya dedauan di perkebunan meniupkan angin selatan yang membawa buliran rintik hujan.
Leykapun bangkit berdiri dan berjalan di rimbunnya perkebunan anggur dan berjalan kearah Barn, sementara Valentino masih terkesima dengan perkataan Leyka. Ia pun bergegas bangkit berdiri dan meraih jasnya lalu berlarian kecil menyusul Leyka yang tidak perduli hujan mulai mengguyurnya. Berlari atau berjalan sama saja ia akan kehujanan, Leyka memutuskan berjalan. Namun airmatanya tiba tiba turun dari sudut matanya. Hangat. Sangat hangat.
Kita hanya orang asing, Val.. Dan biarkan tetap seperti ini.. Seperti orang asing.. Karena 5 hari lagi kita akan berpisah. Selamanya.
"Hahh.. Leykaa-- Valentino berlarian sampai disamping Leyka dengan merentangkan jasnya diatas kepalanya dan kepala Leyka, agar terlindungi dari rintik hujan --Hujan Ley, ayo kita berlari" kata Valentino mengimbangi langkah Leyka.
"Sama saja. Kau berlari ataupun berjalan kita tetap kehujanan. Jaraknya masih jauh" ujar Leyka tanpa melihat kearah Valentino.
"Apa kau marah?" tanya Valentino dengan lembut.
"Apa hakku marah! Kau bukan siapa siapa. Kita hanya orang asing. Kita seperti kereta api, berhenti di stasiun kemudian pergi, Tuan Asing!" ujar Leyka menusuk hatinya, tidak terima rasanya ia di panggil 'Tuan Asing'.
"Jadi kau memanggilku 'Tuan Asing' sekarang?" Valentino terdengar mendengus.
"Iya, seperti kau memanggilku seperti itu!" kata Leyka tanpa melihat. Pandangannya lurus ke depan, merayapi keremangan cahaya lampu neon yang bertebaran disepanjang perkebunan.
Valentinopun menarik lengan Leyka dan menghentikan langkah mereka berdua. Jasnya turun di kepalanya dan satu tangannya memeganginya menaungi kepala Leyka, satu tangannya terus mencengkeram lengan Leyka dan menghimpit tubuh Leyka sehingga tidak ada jarak lagi diantara mereka "Lo siento, Mi Amor (maafkan aku, cintaku; Spanyol)" Hati Leyka pun membeku. Menjaga jarak dalam hubungan yang tidak mungkin akan lebih baik, batin Leyka berperang.
"Lupakanlah, Ayo kita pulang" baru satu langkah Leyka membalikkan tubuhnya Valentino kembali menariknya dan membuang jasnya begitu saja. Valentinopun mendekap pundak Leyka dan satu tangannya menjalari tengkuk Leyka dan menekannya dalam, sangat dalam sehingga hidungnya menyentuh hidung Leyka.
"Te quiero, mi Amor (aku mencintaimu, cintaku; Spanyol)"
"Ino te quiero (aku tidak mencintaimu), Tuan Asing" tidak perduli jawaban Leyka, namun Valentino tersulut. Ia melu*mat kasar dengan menggigit lembut bibir sensual Leyka di dinginnya guyuran air hujan.
"Ingatlah hujan ini Leyka" bisik Valentino di sela luma*tannya. Valentino semakin memperdalam luma*tan dan semakin menghimpitnya di pohon anggur yang telah menjatuhkan beberapa buahnya karena Valentino mendorong tubuh Leyka dengan kasar. Valentino menunjukkan kekecewaannya dengan sikap bercintanya. Sementara Leyka menunjukkan kekecewaannya dengan diam menikmati setiap luma*ran dan sentuhan panas Valentino.
...-...
...-...
...-...
"Sudahlah kita toh sudah memiliki kehidupan masing masing. Aku fokus pada keinginan Kakek yang terakhir saja. Kakek Tua itu sekarat dan mengusik kenyamananku" ujar Valentino membuat Jared senang.
__ADS_1
cuma satu alinea itu 👆 kalian menduga Valentino di jodohin? kalian kebanyakan baca novel perjodohan wkwkwkwk tidak marimaar🤣 fokus pd keinginan Kakek yang terakhir. Keinginannya itu kan bisa aja, menegakkan menara miring pisa gengs 🤣🤣 ga ada jodoh2an di novelku. 🤣 Ngakak duuhh 🤣🤣 Bagaimana kalau Valentino udah nikah? Atau memang dia belum nikah? Duh kalian tuh terlalu jantungan deh orangnya 🤣 Emang aku bilang ya kl Valentino nikah? 🤣 kan bisa aja kumpul ama kebo, isshh 🤣🤣 aku ga bilang lho ya kl Val Nikah.. kalian yg nyimpulin sendiri wkwkwkwk tapi komen klean membuatku bahagia.. 🤣 aku sangat puas kaya orgas*me 9 kali 🤣🤣ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
Tetaplah jempolin ama komen walopun sekedar tulisan 'ohh' kl males ngetik.. setidaknya aku tahu klean itu bernyawa 🤣🤣🤣ðŸ¤