FORGOTTEN LOVE On The Train

FORGOTTEN LOVE On The Train
Ley, Aku Telah Kehilanganmu


__ADS_3

Leyka menuruni tangga yang melingkar megah di Mansion Kerajaan, lalu ia menuju koridor yang begitu luas, menuju ke sebuah ruangan maha mega yang biasanya digunakan untuk acara Kerajaan. Langkah kakinya seakan berirama seiring gaunnya yang berkeriap dan melambai lambai. Bila tidak ada orang yang berpapasan dengannya, Leyka akan berputar putar dengan tertawa kecil. Gaun itu membawa kebahagiaan sehingga wajahnya tampak bersinar.



Semua mata memandanginya, saat ia masuk kedalam sebuah ruangan, dimana terdapat meja perjamuan berukuran besar. Semua orang bergaun megah, tapi Leyka cukup mencuri perhatian semua yang berada di ruang itu. Gaun itu membawa auranya yang berbeda, dengan make-up flawless Leyka selalu mengembangkan senyumnya. Rosemary hanya tersenyum tipis saat Leyka menghampirinya dengan sapaan hangatnya yaitu memeluk dan memberi ciuman di pipinya.


"Ibu sangat luar biasa" puji Leyka dengan menggamit lengan Rosemary.


"Gracias, tapi kau sangat menakjubkan, Pachito" Rosemary berbalas memuji Putrinya.



"Seharusnya kau mengenakan gaun merah itu" celetuk Ella Gusmo, dengan gelas wine ditangannya.


"Lo siento, Mendigo (maafkan aku, pengemis). Tapi Valentino memilihkan gaun yang lebih bagus daripada gaun yang kau pilih" bisik Leyka kearah Ella dengan tersenyum yang dibuat - buat.


"Aku tidak memilihnya!" Rosemary menatap tajam kearah Ella Gusmo, dan Leyka menggamit sang Ibu untuk segera berlalu saja. Ella terdiam dengan mengepalkan tangannya, saat Rosemary dan Leyka menuju sebuah meja perjamuan makan malam, Ella memilih untuk mengikutinya.



Leyka mengedarkan pandangannya dan mencari sesosok laki laki yang akan menjadi tunangannya malam ini. Dan itu adalah Damian, yang datang dengan jepretan blitz di kameranya. Leyka tersenyum dan berpose dengan Rosemary. Damian pun memperkenalkan dirinya dengan menjabat tangan Rosemary lalu mencium tangan Leyka.


"Senora (nyonya), anda sangat cantik. Perkenalkan namaku Damian"


"Hmm-- aku hanya tahu namamu selama ini dari Leyka" Rosemary tersenyum tipis, Leyka melepaskan tautan tangannya di lengan Rosemary lalu Damian menggenggam tangannya. Rosemary pun beranjak dari sisi mereka menuju ke meja perjamuan dimana Locki dan juga Alfredo telah duduk disana.


"Aku merindukanmu" bisik Damian menciumi jemari Leyka bertubi tubi dan Leyka tersenyum merekah lalu membalasnya dengan mengatakan bahwa ia pun juga merindukannya.


"Aku juga-- lanjutkan pekerjaanmu nanti aku akan memanggilmu bila pemilihan itu tiba" Leyka tersenyum dan melangkah menjauh, ia tidak mencium Damian seperti biasanya. Leyka melupakan tradisi itu.


"Leyka-- Damian kembali memanggilnya dan Leyka menoleh kearah Damian yang telah siap dengan bidikan kameranya --tersenyumlah, Ley. Kau sangat cantik hari ini" Dan jepretan kamera Damian membuat Leyka mengembangkan senyumnya. Mereka sama sama melemparkan senyumnya dan Damian berdiri terpaku menatap Leyka menjauh menuju meja perjamuan.


Mengapa perasaanku tidak enak, mengapa aku merasa, apa yang kita lakukan tidak akan mulus.. Leyka, mengapa aku merasa kau semakin jauh berubah.



Dengan getir Damian melangkah menjauh dan kembali bekerja bersama Patnernya yang bergabung dengan wartawan yang lain.


"Istriku sangat cantik, dia sangat sempurna seperti malaikat yang jatuh dari surga" ujar Valentino mengamati kedatangan Leyka sejak Leyka menuruni tangga, Valentino mengikutinya diam diam dan melihat Leyka berjalan sambil berputar putar dengan tawa kecilnya. Dari pintu di sebuah ruangan, Valentino bersama Train ditemani Jared dan Torres, mereka mengintai Leyka. Saat Damian mencium jemari tangan Leyka, sudah pasti Valentino mendengus kesal, hatinya terasa terbakar.


"Kau benar, dia sangat sexy, menggemaskan dan menyenangkan. Dia wanita sempurna, bentuk tubuhnya sangat menggoda" Torres tanpa sadar mengagumi Leyka dan memancing reaksi Valentino.


Satu tepukan keras mendarat di pipi Torres dan Valentino menutup pintunya, "Aaww! Diev!" pekik Torres sambil memegangi pipinya.


"Apa kau tahu kau memuji siapa? Istriku! Dia Istriku! Kau benar benar berlebihan!" Torres masih memegangi pipinya.


"Aku.. Aku mengatakan yang sebenarnya" Jared menggelengkan kepalanya melihat tom and jerry di ruangan yang ternyata adalah perpustakaan. Valentino kembali membuka pintu sedikit dan kembali mengamati Leyka yang tersenyum lalu melempar tawa kecilnya kearah Putra dan Putri Mahkota lainnya.


"Minggir minggir minggir! Uhhss! Minggirlah kalian! Aku mau melihat pengantinku! Aaaa!!" Train menjerit dan membuat Leyka mengedarkan pandangannya karena ia seperti mendengarkan jeritan Train. Valentino pun dengan cepat menutup pintunya. Train kesal karena sedari tadi tidak yang mau memberi giliran mengintip Leyka dari balik pintu.


"Boy, pelankan suaramu. Atau kau akan merusak semua rencana Daddy" Valentino pun menggendong Train lalu diajaknya mengintip di balik pintu.


"Wow Mommy! Wow Mommy! Mommy sangat cantik Daddy!" Dengan cepat Valentino membungkam mulut Train agar tak bersuara.



Perjamuan makan malam pun dimulai. Semua duduk tenang, hanya para pelayan sibuk mondar mandir melayani semua tamu. Satu orang pelayan memasuki ruang perpustakaan dengan membawa trolley makanan, itu karena di dalam perpustakaan pun mereka turut mengikuti dan menikmati hidangan yang disajikan oleh Kerajaan.


"Raja dan Ratu di pastikan tidak menghadiri acara ini, karena sesuatu dan lain hal. Beliau berpesan untuk membuat suasana malam ini, kondusif, aman dan damai. Perkenalkan di sini ada Viscount Alfredo Berenguer dari Kerajaan Inggris-- Alfredo berdiri dan memberi salam ala Kerajaan Spanyol lalu ia duduk kembali --Ada kerjasama di bidang politik, pertahanan dan keamanan. Dan tentu saja khususnya pada wanita single, Viscount akan berdansa dengan kalian semua. Jika beruntung kalian akan menjadi Viscountess" ujar Penasehat Kerajaan Spanyol, sebelum makan malam di mulai.


Leyka, Valentino, Train dan juga Rosemary tampak lega ketika mengetahui Raja dan Ratu Spanyol tidak menghadiri acara itu. Tidak ada keharusan dan kewajiban yang harus di jalani saat pemilihan Viscountess nanti. Karena menolak segala sesuatu di depan Raja dan Ratu adalah kesalahan. Mereka sangat senang mendengarnya.


Penasehat meraih cawan kaca yang berisikan champange terbaik di Spanyol, lalu sang Penasehat Kerajaan itu mengangkat cawannya sejajar dengan wajahnya, dan semua mengikuti yaitu mengangkat gelas mereka.


"Selamat Datang di Kerajaan Spanyol Viscount Alfredo, semoga kerjasama kita berjalan dengan lancar, Kejayaan menjadi milik kita!" seru Penasehat dan semua mengikuti kalimat terakhir Penasehat yaitu Kejayaan menjadi milik kita. Sebuah Slogan yang terkenal di Catalonia.


"Aku harap kau memenuhi janjimu untuk tidak membawa Istri orang keluar dari kerajaan Spanyol. Karena bila itu terjadi Keluarga Fernandez dari Bilbao tidak akan mudah membiarkanmu keluar dari Negara ini dan aku tidak bisa menjamin kau selamat sampai negaramu" Penasehat berbisik dan Alfredo tersenyum dengan wajah pias. Alfredo memandang Leyka yang menatap tajam kearahnya dari kejauhan.


Locki Gusmo tersenyum penuh kemenangan dan senyum Ella Gusmo juga terlihat memuakkan di mata Leyka, namun Leyka terlatih untuk menahan diri, ia telah belajar sejak kecil. Acara perjamuan makan malam itu berlangsung hangat, semua menu pembuka hingga penutup mereka menikmatinya, dari chef terbaik hingga wine terbaik dari Yunani di hidangkan.


-


-


-


Acara pun bergulir, setelah dua jam kemudian perjamuan makan malam berakhir, acara selanjutnya hanya acara santai tidak terlalu formil. Acara dansa adalah acara yang di tunggu tunggu oleh semua orang dan tentu saja kecuali Leyka yang duduk sendiri dengan segelas wine ditangannya. Semua berdansa dan Leyka resah menunggu Damian yang disibukkan oleh perkerjaannya.


Meriahnya Tarian Flamenco yang menjadi ciri khas kebudayaan Spanyol, tak juga mengusir kegundahan hatinya. Detik detik pengumuman seakan berlalu begitu cepat. Leyka menggelengkan kepalanya saat seorang Putri Mahkota mengajaknya menari Flamenco.



Tarian Flamenco sebenarnya lebih dari sekadar tarian, ini adalah bentuk seni yang diakui sebagai bagian dari Mahakarya Warisan Budaya Oral dan Tak Berwujud oleh UNESCO. Itu muncul di antara komunitas - komunitas gipsi Andalusia dan dilakukan dengan campuran nyanyian, permainan gitar, tarian, gertakan jari dan tepukan tangan.


Leyka hanya duduk sesekali ia bertepuk tangan, melihat Putra Putri Mahkota menari dengan penuh tawa. Leyka cemas, ia takut bila terlihat menonjol. Namun ia tidak bisa menolak ketika Rosemary menarik tangannya dan mengajaknya menari.


Awalnya canggung, ia melihat Alfredo yang mengincarnya dan ia juga melihat Damian yang mengabadikan moment demi moment malam itu. Tidak ada yang meragukan kemampuan Nyonya Bangsawan dan itu adalah Rosemary yang menguasai tarian Flamenco, sejak kecil ia mengajarkan berbagai jenis tarian khas Spanyol kepada Leyka sebelum Ella Gusmo datang dan menguasai miliknya. Yaitu Rosemary.


"Jika kau ingin berlari maka ada Vizente yang menunggumu di parkir selatan, berlarilah kearah sana" bisik Rosemary sambil berputar memutari Leyka yang melakukan hal yang sama, berputar dan bertepuk tangan seiring musik tarian Flamenco.


"Gracias Ibu telah menyiapkan pelarianku" ujar Leyka dengan menari berputar mengelilingi Ibunya sambil menjentikkan jarinya berulang ulang seiring musik yang terdengar menggema di ruangan itu.


Mereka berpencar dan kembali ke tempat semula, hati Leyka kian berdebar. Ia memutuskan ke restroom (toilet) setelah menenggak habis wine di cawan kacanya.


Musik Flamenco menghilang, lampu meredup sebuah lagu lembut di dendangkan. Seorang laki laki yang dikenalnya tersorot lampu dari atas, membuat Leyka menghentikan langkahnya.

__ADS_1



"Val.. Val.. Valentino?" gumamnya tersihir pada pandangan mata Valentino yang menatapnya dengan menggenggam mic di tangannya dan mengenakan setelan jas dengan warna senada seperti dirinya, Valentino bernyanyi, seiring Alfredo berdansa dengan salah satu Putri Mahkota. Tubuh Leyka dingin seketika.


Valentino mengumandangkan sebuah lagu dari Ed Sheeran yang berjudul "You Look Perfect Tonight" lagu yang biasa di gunakan untuk melamar seorang gadis, atau di acara pernikahan. Dan malam ini lagu itu menjadi bagian rencana pertama Valentino.


Lampu meredup dan hanya menyoroti wajah Valentino yang bersinar dan mengundang decak kagum bagi para wanita yang tidak tahu jati diri Valentino. Ella terlihat kesal, Locki Gusmo terlihat geram, dan Rosemary menyembunyikan senyumnya di balik cawan wine yang mendarat di bibir manisnya. Suara Valentino mendebarkan hati Leyka bahkan siapapun yang melihatnya.


...\=\=\=\=\=...


🎶I found a love for me


Darling, just dive right in and follow my lead


Well, I found a girl, beautiful and sweet


Oh, I never knew you were the someone waiting for me🎶


[ Ku temukan cintaku


Kasih, cukup selami dan ikuti aku


Ya, ku temukan seorang gadis, cantik dan manis


Oh, aku tak pernah tahu bahwa kau menantiku ]


...\=\=\=\=\=...


Suara Valentino meruntuhkan hati Leyka, kakinya tak bisa lagi di gerakkan, ia berdiri menatap Valentino dengan rasa tak percaya bahwa ia ada di acara ini. Matthew yang mengajak Maria, menghampirinya tapi Leyka masih terkesima dengan suara Valentino yang menyanyikan bait demi bait lagu yang menghanyutkan itu.


...\=\=\=\=\=...


🎶'Cause we were just kids when we fell in love


Not knowing what it was


I will not give you up this time


But darling, just kiss me slow, your heart is all I own


And in your eyes, you're holding mine🎶


[ Karena kita masih anak2 saat kita jatuh cinta


Tak mengerti apa - apa


Aku takkan menyerah kali ini


Tapi kasih, cukup kecup aku perlahan, hatimu sepenuhnya milikku


...\=\=\=\=\=\=...


Lagu itu seperti mengatakan isi hati Valentino, seperti berkata kepada Leyka bagaimana mereka masih muda saat itu, saat dimana mereka melewatkan waktu delapan tahun yang lalu di Pretoria, mereka jatuh cinta, mereka saling memiliki, saling menginginkan, saling mendamba dan selalu ingin bersama. Namun kenyataannya takdir, keegoisan, ambisi dan kesalahpahaman memisahkan mereka. Menyisakan belati yang tertusuk kian dalam. Malam ini Valentino ingin mencabut belati itu.


"Bagaimana kau bisa ada disini? Apa yang kau rencanakan? Apa kau akan mengacaukan pertunanganku? Yaa.. Si.. Kau akan mengacaukannya. Val, kau memiliki Istri, kau tidak bisa berbuat apapun. Kau hanya Ayah biologis Train. Apa yang kau harapkan dari hubungan yang tidak mungkin ini?" gumam Leyka pada dirinya sendiri.


...\=\=\=\=\=...


🎶Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms


Barefoot on the grass, listening to our favourite song


When you said you looked a mess, I whispered underneath my breath


But you heard it, darling, you look perfect tonight🎶


[ Kasih, aku menari dalam gelap bersamamu dipelukanku


Tak beralas kaki di atas rumput, mendengarkan lagu kesukaan kita


Saat kau bilang, kau terlihat berantakan, aku berbisik dengan pelan


Tapi dengarkan ini kasih, kau terlihat sempurna malam ini ]


...\=\=\=\=\=...


(Lagu terus berkumandang)


Dan buliran bening jatuh membasahi pipinya, Leyka mengingat ia berlarian dirintik hujan, di sebuah kebun anggur, ia juga mengingat ia berjalan tanpa alas kaki, ia melempar sepatunya kearah Valentino yang menuruni tangga darurat dari lantai 17 Hotel Maslaw, Leyka mabuk dan Valentino menggendongnya. Leyka menyeka lembut pipinya. Derai air hujan ditengah jalan, di dalam mobil mereka pernah tersesat bersama. Tenggorokan Leyka tercekat, di kejauhan dimana Leyka berdiri, Damian memandanginya dengan perasaan getir.


"Damian, tetaplah bersamaku. Sekalipun cinta itu tidak pernah aku miliki. Kita akan berjalan sesuai kesepakatan saja. Hubungan kita telah berakhir, tapi kau masih saja ingin menolongku dan aku menerimanya, karena hanya kau yang selalu ada untukku selama ini. Kau bebas, kau tidak memiliki hubungan dengan siapapun. Sementara Valentino?" pikiran Leyka melayang layang, Valentino berhasil membuat perasaannya di aduk aduk.


...\=\=\=\=\=...


🎶Well I found a woman, stronger than anyone I know


She shares my dreams, I hope that someday I'll share her home


I found a love, to carry more than just my secrets


To carry love, to carry children of our own


We are still kids, but we're so in love


Fighting against all odds

__ADS_1


I know we'll be alright this time


Darling, just hold my hand


Be my girl, I'll be your man


I see my future in your eyes🎶


[ Ya ku temukan seorang wanita, lebih tangguh dari siapapun yang ku kenal


Dia wujudkan mimpi mimpiku, aku harap suatu saat aku kan berbagi rumah dengannya


Ku temukan sebuah cinta, tuk ku jaga lebih dari rahasia rahasiaku


Menjaga cinta, menjaga anak anak milik kita


Kita masih anak anak tapi kita begitu mencintai


Berjuang menghadapi semua rintangan


Aku tahu kita akan berhasil kali ini


Kasih, genggamlah tanganku


Jadilah kekasihku, aku kan menjadi kekasihmu


Ku lihat masa depanku di matamu ]


...\=\=\=\=\=...


"Ley, apa kau baik baik saja?" tanya Maria sambil merentangkan tangannya di belakang punggung Leyka hingga mencapai lengannya, Maria mengusap perlahan lengan Leyka.


"Aku baik baik saja" jawab Leyka dengan nada yang bergetar.


Valentino terus bernyanyi, memandangi Leyka dengan senyuman namun matanya berkaca - kaca. Ia menyampaikan keinginannya, bahkan lagu itu telah mengatakan mereka telah berbagi rumah dan mereka telah memiliki anak.


Genggamlah tanganku Leyka, jadilah Istriku selamanya.. Kita akan membangun masa depan dan kita akan melewati rintangan demi rintangan kita akan menghadapi bersama. Batin Valentino saat di penghujung lagunya.


"Mengapa dia selalu saja berbuat sesuka hatinya?" ujar Leyka masih menatap nanar kearah Valentino.


"Karena dia mencintaimu, Ley. Ini adalah perjuangannya" jawab Matthew tersenyum hangat. Dan Leyka menelan getir salivanya.


...\=\=\=\=\=\=...


🎶When I saw you in that dress, looking so beautiful


I don't deserve this, darling, you look perfect tonight


I have faith in what I see


Now I know I have met an angel in person


And she looks perfect


I don't deserve this


You look perfect tonight🎶


[ Saat aku melihatmu dengan gaun itu, kau terlihat sangat cantik


Aku tak pantas tuk ini kasih, kau terlihat sangat sempurna malam ini


Aku punya keyakinan dengan yang ku lihat


Kini ku sadar, aku bertemu malaikat berwujud manusia


Dan dia terlihat sempurna


Aku tak pantas tuk ini


Kau terlihat sempurna malam ini ]


...\=\=\=\=\=...


"Kau sangat sempurna malam ini" kata Valentino dengan mic di depan mulutnya setelah lagu itu usai. Valentino mengatakannya kepada Leyka hingga sebuah lampu menyorotnya. Valentino meletakkan mic dan menghampiri Leyka. Penyanyi lain menggantinya kemudian.


Valentino memeluk tubuh Leyka yang serasa kaku, dibalik pundak Valentino, Leyka melihat Damian yang mematung. Matanya kemerahan dan Leyka melihatnya dengan jelas. Pesona Valentino yang tak bisa ia hindari dan segala kebaikan juga keberadaan Damian selama ini, menjadi sandaran, menjadi kekuatannya, membuat Leyka teriris. Ia tidak ingin melukai Damian tapi bersama Damian, bukankah sama saja melukainya bertubi tubi?


Tapi Valentino adalah Luka, ia memiliki Istri dan Seorang Putri. Mana yang akan aku pilih untuk mengeluarkan aku dari situasi ini.? Leyka.


Ley, aku telah kehilanganmu bahkan jauh sebelum Valentino datang. Sejak Hadiah itu datang, aku telah kehilanganmu. Damian.


-


-


-


Ughhh #meregangkan otot dan menyusutkan airmatang biar bisa ngopi 🤣🤣 #Thorgen ga jelas 🤣


kl ada typo bilang ya.. aku ga benerin typo saking pengen buru2 up.. demi kleaan neh.. 🥴🥴


-


-

__ADS_1


-


__ADS_2