FORGOTTEN LOVE On The Train

FORGOTTEN LOVE On The Train
Seandainya Kau Ada Disini


__ADS_3

...ESCUELA ESPERANZA ...


...(SEKOLAH ESPERANZA) ...



Sekolah ini sangat tenang, hanya 3 blok dan melewati 3 Distrik dari Double P, sangat mudah dijangkau oleh warga sekitarnya. Setiap pagi semua para siswa berduyun duyun memenuhi trotoar untuk mencapai sekolah itu. Namun sekolah ini bergejolak sejak 6 bulan terakhir karena pergolakan antara pihak sekolah dengan sebuah Perusahaan Telekomunikasi yang akan membangun gedung pencakar langit, yang terletak persis di samping lahan kosong sekolah Esperanza.


Berbagai petisi dari orangtua murid dan pihak sekolah di layangkan bahkan demonstrasi yang akhirnya masuk ke meja hijau. Gugatan itu di menangkan oleh pihak pengembang yang akan membangun Perusahaan Telekomunikasi. Dan kekalahan telak di terima oleh Penggugat yaitu Sekolah Esperanza.


Akhirnya negosiasi yang panjang, memutuskan anak anak akan di pindahkan sementara hanya saja hingga detik ini pemerintah belum mengalokasikan tempat untuk anak anak bersekolah. Sementara alat alat berat telah beroperasi memasuki area itu dan menimbulkan kebisingan dan juga polusi udara yang ditimbulkan dari alat alat berat tersebut serta debu yang mengotori sekolah itu setiap harinya.


Para pengembang memberikan kompensasi pada sekolah tapi, itu tetap saja menjadi sebuah janji kosong yang tidak kunjung di tepati. Para siswa belum di pindahkan, sementara mereka harus belajar.


"Paolo! Lihat! Ada banyak escavator dan bulldozer masuk kesana!" panggil Train kepada temannya di kelas. Waktu itu jam istirahat. Train menaiki kursi dan melihat dari kaca jendela sekolahnya, beberapa alat alat berat memasuki lahan di samping sekolahnya.


"Mana Train!" Paolo pun menarik kursi mendekati jendela dan berdiri melihat kearah yang sama.


"Wow! Keren! Aku punya mainannya! Lihat, semua mengeruk tanah!" ujar Train dengan mata membulat, ia terkagum kagum pada alat alat berat itu.


"Aku juga punya mobil Roller" sahut Paolo.


"Seperti apa rasanya duduk diatas sana, pasti seru" ujar Train masih menatap alat alat berat yang bekerja disana.


"Iya seru. Papaku pernah mengajakku naik!" kata Paolo membuat Train menoleh kearah Paolo.


"Benarkah?-- Kau tahu, Daddyku seorang perancang gedung pencakar langit, kalau dia pulang aku akan memintanya, mengajakku menaiki semua mobil mobil keren itu!" ujar Train dengan riang.


"Kalau Daddymu pulang, maukah kau mengajakku, Train?" pinta Paolo.


"Tentu saja kau boleh ikut" ujar Train menjulurkan tangannya dengan telapak tangan terbuka dan Paolo menyambutnya, mereka melakukan tos.


"Hahaha.. Dasar pembohong! Kalian orang aneh dengan khayalan menyedihkan!" Train dan Paolo menoleh ke sumber suara. Lalu mereka turun dari kursi itu. Tiga anak laki laki seumuran dengannya terlihat berdiri kearah Train dan Paolo dengan sikap menantang, Trainpun merasa terusik.


"Aku tidak bohong, Dave! Daddyku memang seorang perancang gedung! Daddyku Arsitek yang hebat!" ujar Train dengan sengit.


"Tidak usah diladeni, Train" bisik Paolo.


"Lalu mana? Apa dia pernah datang? Kau tidak punya Daddy! Mommymu berbohong!" Davepun memancing kemarahan Train.


"Itu tidak benaaarrr!!" pekik Train dengan marah.


"Dave, sebaiknya tidak usah bicara dengan orang orang aneh ini" ujar anak laki laki yang berdiri di samping Dave.


"Kau yang aneh, Martinus!" tunjuk Train dengan sorot mata penuh kemarahan.


"Hei Train! Semua tau kau tidak punya Daddy! Bahkan Daddymu tidak pernah muncul! Kau pembohong! Jangan jangan Daddymu pemabuk jadi tidak bisa pulang, karena merampok dan di penjara! Kau pembohong dan Mommymu pembohong!" ujar anak laki laki yang berdiri di samping Martinus.


"Itu tidak benar, Pepito! Daddyku perancang gedung! Dia sangat sibuk! Dia membangun gedung di Afrika! Daddyku baik! Daddyku tidak seperti Papamu! Penjudi! Dan memukuli Mamamu di jalan!" anak yang dipanggil Pepito itu, tersengat mendengarnya.


Dave, Martinus dan Pepito adalah jagoan di sekolah, mereka di takuti dan juga di jauhi oleh teman sekelasnya, di Elementary tingkat 1. Keributan adalah makanan mereka dengan membuli. Namun tidak ada yang mengalahkan tabiat bar bar Train dan juga tempramennya, mereka bertiga menjadi musuh bebuyutan Train. Mereka menggunakan kelemahan Train untuk memancingnya dan membuat keributan.


"Kauuu kurang ajar Train!" Pepitopun melangkah maju dan memukul dada Train yang tidak sempat mengelak, Train terhuyung dengan meringis menahan sakit, kemarahannya seperti ada Valentino di dalam diri Train.


"Aaaa! Kau yang mulai!" Trainpun menarik rambut Pepito dan menendang kakinya hingga Pepito terjatuh terjerembab. Trainpun menduduki perut pepito dan mencengkeram kerah lehernya. Semua kawannya memilih minggir dan menjauh dari perkelahian itu, Train memukul pipi Pepito kemudian.


"Daddyku orang baik! Dia tidak memukul wanita! Kau mengatakan Mommyku pembohong! Rasakan!" Train dengan marah kembali memukul namun Dave dan Martinus mencekal kedua tangan Train, lalu mendorongnya sehingga Train terhempas ke samping. Train di tendang kemudian oleh Dave dan Train langsung berdiri dan memukul Dave hingga Dave terjerembab.


Ruangan itu menjadi riuh dan seorang guru yang tidak sengaja lewat kelas itu melerainya.


"Berhenti!!" hardik seorang Guru memasuki kelas itu, membuat mereka menghentikan aksinya.

__ADS_1


"Dia yang mulai, Miss Margareth! Dia memukulku! Dave, Martinus Pepito mengeroyokku!" pekik Train dengan terengah engah, bajunya berantakan, wajahnya memerah dengan marah dan tangannya masih mengepal. Kekesalannya masih memuncak. Anak seumuran mereka sangat sulit di kendalikan emosinya.


"Diam Train! Ikut semua ke ruangan konseling!" ujar Guru yang di panggil Margareth.


"Aku tidak mau! Aku tidak bersalah!" ujar Train masih membangkang. Keriuhan di Elementary tingkat 1 itu memancing Leyka yang sudah hafal betul apa yang terjadi. Karena kejadian ini bukan sekali dua kali, ini bukan pertama kalinya Train bertengkar dengan temannya. Semua tahu tabiat keluarga Pepito, Ayahnya penjudi dan sering memukuli Ibunya dimanapun, tapi Pepito akan sangat marah bila ada yang menyinggungnya.


Dan semua orang tahu, Leyka bersuami namun suaminya meninggalkannya. Manuella dan Diego sengaja menyebarkan rumor kepada para tetangganya, bahwa pernikahan itu ditentang keluarga Kerajaan, karena Leyka akan dijodohkan dan janinnya akan digugurkan oleh Ayah tirinya, Locki. Karena itulah Leyka melarikan diri ke Barcelona.


Cerita yang berkembang itu ada benarnya dan ada tidaknya, namun setidaknya itu akan melindungi Leyka dari gunjingan orang. Dan sosok Valentino Gallardiev sebuah nama itu tersemat di surat kelahiran Train. Karena memang itulah kenyataannya. Hanya Leyka, Manuella dan juga Diego yang mengetahui rahasia kecil itu.


Data yang telah masuk ke sebuah lembaga pencatatan penduduk dengan status menikah, seseorang yang telah menikah kemudian melahirkan anak, mereka cukup mendaftarkan nama anak, nama ibu dan nama ayah tanpa harus menyerahkan bukti pernikahan. Karena disana banyak pasangan yang tinggal satu rumah dan memiliki anak tanpa pernikahan. Dan apabila beragama Katolik, sebuah nama Ayah dan Ibu Baptis akan di tambahkan di surat kelahiran anak itu.


Mengapa Manuella bisa mendapatkan surat kelahiran Train? Mangapa bukan Leyka yang notabene adalah Ibu kandungnya? Itu karena saat Train lahir, sebuah tradisi di keluarga Fernandez langsung membawa Train ke gereja untuk di Baptis dan Manuella tercatat sebagai Ibu Baptisnya.


Gereja mengeluarkan surat legalitasnya kemudian Manuella mendaftarkan ke lembaga pencatatan penduduk di Palma, karena Leyka berasal dari sana. Disanalah Leyka berubah datanya, menjadi menikah. Manuella menganggap itu kesalahan sistem dan di anggap keberuntungan, padahal sebelumnya Kedubes Afrika telah mengkonfirmasi ke kedubes Spanyol bahwa telah terjadi pernikahan di Pretoria. Leyka hanya perlu mengkonfirmasi dan mengambil surat pernikahannya di Kedubes Palma, seperti pasangan menikah pada umumnya yang menikah di negeri orang. Hanya saja, Leyka tidak mengetahuinya hingga saat ini.


Mengapa dianggap keberuntungan? Itu karena pajak penghasilan yang harus Leyka bayarkan berkurang 50% dari ketentuan yang berlaku, selain itu Leyka mendapatkan tunjungan dari pemerintah selama tidak bekerja. Leyka, menyimpan nama Valentino dengan sangat rapi, bahkan Damian dan saudaranya tidak mengetahuinya. Leyka memperkenalkan nama Ayah biologis Blue Train, dengan nama TORO.


"Trainn? Astaga! Kau berkelahi lagi?" Leyka memasuki kelas Train dengan kesal. Ia terlihat stress menghadapi Train yang tidak pernah berhenti membuat ulah.


"Mommy! Dia yang memulai! Dia yang memukulku!" Train menunjuk tangannya kearah Pepito dengan geram, Leyka benar benar melihat mata Valentino berkilat kearahnya, dan itu membuat kesabarannya semakin teruji.


"Blue Train! Diam! Kau harus ke ruangan konseling sekarang!" kata Margareth dengan tegas. Walaupun Train anak dari Leyka, teman kerjanya sesama Guru, Margareth harus obyektif dan tidak terkesan memihak di mata siswa siswi lainnya.


"Mommy!" pekik Train meminta pembelaan.


"Ingat Blue Train! Aku bukan Mommymu di sekolah! Aku Gurumu!" dan Leykapun tidak ada pilihan lain, dia harus terlihat obyektif juga dan tidak membela anaknya di mata murid muridnya. Karena Train adalah seorang murid sama seperti mereka. Dan Train telah mengerti akan hal itu, tapi kali ini ia memiliki alasan sehingga ia berargumen bahkan cenderung membangkang. Seseorang yang telah mengusik Daddynya akan membuat Train semakin sulit dihadapi.


"Tukang mengadu, larilah ke Ibumu!" bisik Pepito semakin memperkeruh dan ia siap melayangkan tinju ke wajah Pepito.


"Kau---


"Trainn!! Berhenti!" Leykapun menarik tangan Train sebelum sempat ia meninju Pepito, dengan mendengus Train mengibaskan tangan Leyka dan melangkah mundur menjauhi Leyka.


"Kalian berempat! Ke ruang konseling sekarang juga! Dan ceritakan apa yang terjadi!" Leyka melangkahkan kakinya ke arah pintu namun anak anak itu diam terpaku ditempat tidak bergerak.


"Ayoo!" ajak Margareth tidak dihiraukan, mereka tertunduk dan diam.


"Baiklah kalau kalian tidak mau ke ruang konseling dan menerima hukuman, panggil orangtua kalian menemui Miss Margareth!" kata Leyka menjadi kesal.


Ruang konseling menjadi momok tersendiri bagi anak anak, dan mereka menghindari hukuman. Dave, Martinus dan Pepito akhirnya berjalan keluar, mereka memilih menyelesaikan sendiri di sekolah daripada memanggil orangtuanya, karena akan lebih runyam bila orangtua terlibat, namun Train sama sekali tidak bergerak.


"Bluee Trainnn! Vamos (ayo) !!" Leyka menggunakan bahasa Spanyol sebagai peringatan terakhir seperti biasanya. Tapi bukankah Leyka bukan Mommynya di sekolah? Leyka adalah Guru dan ia memilih membangkang.


"Si Miss Leyka, Si (iya Miss Leyka, iya)! Panggil orangtuaku!! Aku mau Daddyku datang! Apa kau bisa memanggilnya?! Kalau tidak, aku tidak akan ke ruangan konseling! Kau Guruku di sekolah bukan Mommyku!" Train menyambar kotak bekal dan sebotol air minumnya lalu ia berlari keluar kelas dengan kesal, matanya berkaca kaca dan setelah beberapa langkah menjauh, airmatanya berjatuhan.


"Trainnn!" Leyka menghembuskan nafasnya dengan berat dan sesaat memejamkan matanya lalu ia memijat pelipisnya.


"Leyka, kali ini kau mati kutu" bisik Margareth dengan menahan tawanya dan Leyka hanya mendengus kesal. Rasanya ia ingin mengumpat di depan wajah Margareth.



Val! Anakmu ini benar benar membuatku kesal.. Kau benar benar raja setan! Dan setan cilik itu benar benar wujud Red Velvet yang membuatku tidak berdaya!! Shit!! Bisa bisanya dia menantang memanggilkan dirimu! Huhh Raja Setan! Seandainya kau ada disini, aku akan membuat bulldozer itu menguburmu hidup hidup!! Fu*ck.. Gerutu Leyka dalam hatinya.


-


-


-


...ITALY...

__ADS_1


...( Office )...


"Manuello menyerahkan semua rancanganmu dan segala permasalahannya di Barcelona di flashdisk ini. Kau harus mempelajarinya, Diev. Pembangunan Gedung Telekomunikasi sudah di mulai, tapi setiap hari antara pukul 09.00 hingga pukul 11.00 selalu saja pekerjaan terhenti karena ada yang merusak sekering listrik-- Kalau begini terus menerus, kita tidak bisa tepat waktu menyelesaikan proyek itu. Investor bisa berkoar perusahaan kita tidak profesional" ujar Jared menyesap kopi di ruangannya, Valentino kebetulan berada di ruangan Jared, beberapa orang sedang membereskan barang barang di ruangannya, mempersiapkan keberangkatannya ke Barcelona. Karena itulah ia mengungsi ke ruangan Jared.


"Apa permasalahan disana cukup pelik? Bukankah Perusahaan Telekomunikasi itu yang menang di Pengadilan?" tanya Valentino menerima flasdisk yang diserahkan Jared dan menghubungkan dengan laptopnya.


"Iya benar dan kita terkena imbasnya. Perusahaan Telekomunikasi dan Pemerintah Kota, belum memindahkan para siswa sesuai kesepakatan, mereka mengulur waktu. Alasannya belum mendapatkan gedung. Padahal banyak gedung terbengkalai. Aku rasa mereka hanya mencari alasan" kata Jared membuat Valentino tersenyum dengan menggelengkan kepalanya.


"Itu bukan urusan kita. Kewajiban kita hanya membangun sesuai rancanganku" kata Valentino dengan santai. Ia membuka file yang diberikan Jared, kemudian mempelajarinya.


"Kata Manuello, ada seorang Guru yang sangat ekstrim menentang Perusahaan itu. Dan Manuello berasumsi, Guru itu yang menghentikan kegiatan kita. Mencuri Sekering, merusak genset agar pekerjaan terhenti. Suara bising dan pemasangan beton baja jadi mengganggu aktivitas para siswa, itu alasannya. Sekolah itu menjadi kotor"


"Itu resiko dari kekalahan. Mereka harus bersabar menghadapi perusahaan raksasa. Sudah hukum alam, yang lemah tertindas dan yang kuat menguasai" ujar Valentino dengan arogan yang sulit dihilangkan, kemudian ia membuka file foto dokumen.


Beberapa foto lahan, foto sekolah, bahkan demonstrasi Guru dan orangtua murid yang melawan Perusahaan Telekomunikasi hingga meja hijau terpampang di laptopnya. Valentino memperlajarinya dengan seksama.


"Arogan sekali, setidaknya kau sedikit perduli-- Guru itu seorang wanita, aku juga belum melihatnya, file filenya ada disitu" ujar Jared kembali menikmati kopinya.


"Seorang wanita? Berani sekali dia. Seandainya dia ada disini aku akan mencekiknya" Jared tertawa mendengar komentar Valentino yang masih saja terlihat sadis. Valentino terus menatap tajam, melihat foto demi foto di laptopnya dan memperhatikan satu demi satu, keadaan di Barcelona.


"Kata Manuello dia sangat cantik, sexy dan menggemaskan. Bodynya sangat mengagumkan katanya. Hanya saja, wanita itu bar bar dan sangat pemberani-- Dia menggebrak meja didepan wajah Manuello dan para Investor. Dia-- Jared belum menyelesaikan perkataannya, tapi Valentino berteriak dan membuatnya terkejut.


"Ohhhh Shit!! What the fu*ck--- SHITT!! Jared! Ini.. Ini.. Ini.. Si..Siluman itu!-- Leykaa!! Ohh Shitt Leykaa!!" Valentino membelalakan matanya, reflek ia melempar mouse wireless yang terkoneksi dengan laptopnya, iya melompat dari kursi yang ia duduki, sontak ia bangkit berdiri dan berlarian menuju jendela lalu membukanya.



Valentino memegangi dadanya dan menjulurkan kepalanya keluar jendela, dia mengambil oksigen sebanyak banyaknya, ruangan itu serasa sempit dan semakin menghimpitnya.


"Ohh Shit! Jadi Leyka seorang Guru" Jaredpun tertegun melihatnya, sementara Valentino terlihat terengah engah dengan wajah memucat.


"Diev-- Apa kau masih ingin mencekiknya?" tanya Jared menghampiri Valentino yang masih sesak nafas.


"Iya! Aku akan mencekiknya-- dengan kedua PAHAKU!" dan Jared justru meledakkan tawanya sambil menepuk nepuk pundak Valentino yang menghirup udara dalam dalam dengan tempo cepat untuk membuangnya.


"Kau gila! Tunggulah dua hari lagi. Visa dan Passportmu akan siap" Jared semakin meledakkan tawanya sementara bayangan Leyka semakin memenuhi pikiran Valentino.


Leyka....Seandainya kau ada disini.. Kau akan aku cumbu hingga kau mati! Shit!.. Wanita Iblis, kenapa kau ada dimana mana.. Jadi kau seorang Guru.. Sepertinya hidupmu tidak baik baik saja.. Apa kau ingat Red Velvet? Aku akan membuatmu memohon kepadaku.. Ingat Leyka, bukan aku yang memohon.. Tunggu dulu.. Dia.. Dia mengapa semakin Cantik dan... dan Sexy..


"Siapa wanita cantik ini? Wow, aku bersumpah akan mengencaninya. Jared-- Aku rasa aku jatuh cinta pada pandangan pertama!" kata Torres saat memasuki ruangan Jared dan langsung melihat sebuah foto di laptop Valentino, Torres langsung mengenalinya itu adalah Leyka. Karena ia telah melihatnya di surat pernikahan Valentino sebelumnya. Ia bermaksud menggoda Valentino yang berdiri di dekat kaca dengan pintu jendela yang terbuka lebar.


"Tentu saja kau mengenalnya!" kata Jared dengan tertawa.


"Dia seorang Guru? Wow, matanya memancarkan kebahagiaan. Dia sempurna. Dia lebih cantik, lebih berisi dan lebih menggoda!-- Diev, bagaimana bila kau ke Rusia saja. Aku bisa menangani Proyek Barcelona. Kau bisa menceraikan Leyka dari sini. Kau tidak perlu kesana" kata Torres semakin membuat Jared terbahak. Dan Valentino meradang di buatnya.


"Jared! Apa kau bisa membunuh Torres untukku!!" sentak Valentino dengan nafas tersengal dan tangannya mengepal kuat pada kisi kisi jendela.


"Aku hanya menggodamu, Diev!-- Torres terbahak bahak melihat kemarahan Valentino --dan besok pergilah ke kantor Imigrasi untuk mengambil fotomu. Lalu lusa kau harus ke Kedubes Spanyol. Dokumenmu akan siap setelah dari sana. Aku telah memesankan tiket ke Barcelona, kau akan tiba malam hari. Dan kau akan menginap di Hotel yang tidak jauh dari lokasi proyek itu" kata Torres melemparkan sebuah map di meja. Valentino kembali memegangi dadanya, jantungnya berdetak cepat dengan hati yang menghangat namun sekujur tubuhnya terasa sedingin es.


"Bersiaplah mencekik Istrimu dengan pahamu!" dan Torres terbahak dengan perkataan Jared.


"Salam kecup hangat untuk wanita cantik ini! Kau sangat beruntung, Diev! Aku yakin kau berdebar karena kau jatuh cinta padanya!" Torres mengerucutkan bibirnya dan menempelkan ujung jari jarinya lalu menepuk nepuk bibirnya ke arah laptop, dengan tanda ciuman jarak jauh. Dan itu membuat Valentino semakin tersengat.


"Shitt!!! Apa kau punya pistol, Jared! Aku ingin menembak Torres sekarang juga!!" Valentino pun berjalan kearah laptopnya dan menutupnya, Torres berlarian dan berlalu pergi sebelum Valentino bertindak lebih jauh kepadanya.


Kau yang akan jatuh cinta padaku Leyka! Bukan aku! Lihat saja! Kau akan jatuh ke pelukanku! Setelah itu aku akan menceraikanmu! Kau siluman yang berwujud manusia sehingga kau menjadi wanita terkejam yang pernah ada di dunia ini..


-


-


-

__ADS_1


Harap tenang ada bijian eh ujian, SABAR 🤭


__ADS_2