
"Tinggalkan aku, Val" Bukan hanya Valentino yang berdegup jantungnya, Leykapun bergemuruh di dalam hatinya saat mengatakannya.
"Meninggalkanmu? Bukankah kita akan saling meninggalkan pada akhirnya Ley?" Valentino mengepalkan tangannya di dalam air bathup, hatinya terasa tersayat sembilu mendengarnya.
Tega sekali kau mengatakannya padaku.. Kau memintaku meninggalkanmu? Apa tidak ada sedikit rasa mu untukku Leyka? Dasar wanita asing.. Kau memang kejam.. Dan kau juga benar.. Kita hanya orang asing dan nikmati saja liburan ini.. Kita bukan apa apa dan bukan siapa siapa.. Kita tidak berarti apapun..
"Kau benar, Val. Baiklah, aku selesai dengan mandiku" Leykapun bangkit berdiri sambil tersenyum tipis, ia ingin menyelesaikan mandinya secepat mungkin. Setelah membilas tubuhnya kembali, ia buru buru menyambar bathropenya, dan keluar dari kamar mandi tanpa kata.
Kau benar Val.. Kita akan saling meninggalkan dan itu hanya masalah waktu.. Sekarang atau 5 hari lagi, itu sama saja.. Ayahku benar.. Jangan pernah percaya perkataan orang asing.. Hanya kesenangan semata, hanya hiburan, hanya simbiosis mutualisme, tidak ada cinta.. Tidak ada perasaan.. Bila aku pergi tanpa kata, itu tidak akan berpengaruh apapun.. Lagi pula aku harus menjauh darimu.. Kau akan punya anak Val, aku akan menjadi wanita jahat bila aku terus berada di sekitarmu.. Apalagi bila aku ikut denganmu ke Italy, pasti akan rumit dan akan menjadi pertengkaran yang panjang dan melelahkan.. Menerimamu mudah tapi menerima anak yang bukan darah dagingku, akan sangat sulit bagiku.. Aku akan pergi SAAT INI JUGA, VALENTINO GALLARDIEV.
Leyka pun dengan secepat kilat mengganti pakaiannya dan membereskan semua barang barangnya, hatinya telah bertekad bulat. Ia akan meneruskan liburannya di Pretoria, seperti rencananya. Sementara Valentinopun menguras bathup dan bangkit berdiri ke arah shower dan menyelesaikan mandinya. Pikirannya berkecamuk, hatinya bergejolak tak menentu.
Aku laki laki. Apa aku kurang menunjukkan perasaanku? Aargh! Bodoh! Aku tidak perduli! Aku seorang Gallardiev dan kau Leyka, kau harus menurut karena kau perempuan! Kau harus tunduk padaku! Karena kalau tidak, aku tidak perduli! Kau hanya orang asing! ****!
Valentino terus menggerutu dalam hatinya dibawah gemericiknya air shower dengan mere*mas kepalanya yang dipenuhi busa shampo.
Sulit sekali mencari pasangan yang cocok.. Leyka, padahal aku menyukaimu.. Tunggu, menikahimu dan sehidup semati? Aku bisa Ley.. Kau wanita yang tidak membosankan tapi kau sangat menyebalkan.. Ley---
BLAAAARRRR!!
Valentino mendengar suara pintu di tutup dengan sangat keras, matanya terbelalak, hatinya berdebar, pijakannya seakan gamang, Ia menundukkan kepalanya dan membiarkan air shower itu membawa busa shampo di kepalanya menuruni tubuh kekarnya. Tangannya mengepal menahan amarahnya, kemudian ia terpejam sesaat, merasakan belati seakan menusuk hatinya. Lalu ia menghantam tembok kamar mandi.
Leykaaa!! Aku tidak akan mencarimu!! Pergilah..
Val, jangan mencariku... Aku pergi..
...*...
...5 Days Left......
Valentino membuka matanya, tangannya meraba bantal dan ranjang dingin, tangannya mencari sosok yang selalu menemaninya, menghangatkan ranjangnya. Perlahan sosok itu seperti morfin yang ingin ia lihat saat pertama kali Valentino membuka matanya di pagi hari.
"Leykaaaa" dengan memicingkan matanya, ia melihat bantal kosong yang tak berpenghuni. Valentinopun mengambil bantal itu dan di peluknya. Wangi tubuh wanita Spanyol itu seakan masih menempel di bantal itu, Valentinopun menghirupnya dalam dalam dengan mata terpejam.
"Vaaall" Dan disaat yang bersamaan, Leykapun terbangun dengan meraba ranjang kosong di sebelahnya. Leyka benar benar pergi meninggalkan Valentino dengan meninggalkan secarik tulisan di kertas memo yang di sediakan Hotel Castello Di Monte.
Aku pergi..
Hanya dua kata. Valentino merasa geram membaca secarik pesan dari Leyka semalam. Valentinopun menyingkirkan bantal yang di peluknya, dan membuka matanya. Ia masih melilitkan handuk di pinggangnya. Rupanya Valentino tertidur semalam tanpa sempat mengganti pakaian.
Valentino menghela nafas panjang dan bangun dari tidurnya. Ia bangkit berdiri menuju almari saat ia membukanya ia kembali di kejutkan oleh gaun pink yang Leyka pakai di acara valentine, saat itu Leyka memakainya untuk pernikahan masal yang mereka ikuti tanpa mereka sadari.
"Dia tidak membawanya" gumam Valentino. Kemudian Valentino berjalan ke arah baju kotor dan memeriksa isinya. "****! Dia juga tidak membawa gaun Versacenya yang dipakai semalam" Valentino dengan cepat berjalan ke arah balkon dan melihat pohon mawar yang di bawanya dari Ludwig's Roses, masih terbungkus di bagian potnya "****! Kau juga tidak membawanya Leyka! ****!" Valentino kembali memasuki kamar dan duduk di tepian ranjang dengan geram.
"Kemana kau pergi? Dimana kau menginap? Kau pasti tidak memikirkanku Leyka!" gerutunya sambil kesal memukuli ranjang, di saat bersamaan para pelayan mengantarkan sarapan di balkon luar, para pelayan itu lewat pintu samping dan Valentino bisa melihatnya dari balik jendela di samping ranjang.
"Apa yang akan aku kerjakan hari ini? Huuhhft! Sebaiknya aku mandi, sarapan dan jalan jalan saja" gumamnya. Valentinopun bangkit berdiri menuju kamar mandi, saat hampir mencapai pintu kamar mandi, matanya melihat meja. Valentinopun kembali di kejutkan dengan apa yang ia lihat, benda mungil dengan batu ungu dan di taburi berlian terlihat bersinar di samping arjoli dan ponselnya.
"****! Kau melepas cincin pemberianku?! Kau tau ini berlian kau bisa menjualnya Leyka Paquito!! Anggap saja ini senilai jackpot yang ku dapatkan darimu! Dasar wanita aneh! Apa yang ada di kepalamu! Kau menolak pemberianku?! ****! Bahkan barang barang yang aku berikan padamu kau menolaknya! Dan kita belum bertukar nomor ponsel Leyka! Shitt!!" Valentinopun dengan kesal menghantam almari di sebelahnya, tangannya terlihat kemerahan namun ia tidak perduli. Valentino seakan tidak percaya dengan apa yang ia lihat, semalam ia terlalu lelah hingga ia baru menyadari apa saja yang Leyka bawa dan apa yang Leyka tinggalkan untuknya.
Ia pun kembali bergegas membuka almari, dan mengambil tas kecil, Valentino mengingat ia pernah memasukkan passport miliknya dan passport Leyka menjadi satu ke dalam tas tangannya, saat di gunakan untuk perayaan valentine yang sesungguhnya adalah pernikahan massal. Dan mata Valentino berbinar melihat isi tasnya.
"Passport mu ada padaku Leyka Paquito! Kau akan kembali padaku, Nona Asing!" Valentino tergelak penuh kemenangan. Dan ia pun dengan langkah gontai memasuki kamar mandi dengan menyisakan tawanya.
Sejauh mana kau memakai akalmu untuk berada di Pretoria tanpa Passport dan Visamu, Nona Asing.. Kau akan memohon padaku.. Kau akan mengambilnya.. Awas saja saat bertemu.. Kau akan aku bantai habis habisan..
...*...
Sementara Leyka masih tergolek di ranjang, dengan menggeliat meregangkan otot otot tubuhnya. Ia kembalì ke Apartemen Waterkloof. Apartemen yang di fungsikan sebagai hotel, yang ia pesan melalui agen perjalanannya saat masih di Palma. Bagaimana Leyka bisa masuk? Sementara ia sangat menyadari ketika ingin check-in, sudah pasti ia mencari passportnya seperti orang gila.
Leyka membongkar tasnya di hadapan petugas resepsionis dan sudah pasti ia mengatakan bila ia telah kehilangan passportnya. Beruntung Leyka pernah memesan kamar, lewat agen perjalanannya namun ia membatalkannya. Kala itu Valentino memberi uang seharga 100 dollar untuk mengganti uang muka yang telah Leyka keluarkan, dengan selembar pecahan 100 dollar dan Leyka memberi tanda bibir pada uang itu lalu melipat uang itu dengan keahlian seni origaminya menjadi bentuk Hati, saat itu ia pertama kali tiba di Pretoria bersama Valentino.
__ADS_1
Leyka di beri keringanan namun tetap saja Leyka di minta melaporkan kehilangan passportnya ke pihak yang berwajib dan mengurus sisanya di kedutaan Spanyol.
Aku tidak akan mengambilnya, Val.. Kecuali kau memberikannya padaku.. Jangan harap aku akan datang padamu hanya demi passport.. Di deportasipun tidak masalah.. Toh aku belum tentu akan ke Pretoria lagi.. Itu hanya kertas yang tidak perlu aku tangisi.. Bila di deportasi, ya sudah aku pulang dengan gratis.. Tidak ada ruginya, toh aku sudah mendapatkan apa yang aku inginkan.. Jackpotku kehidupan di Barcelona dengan Apartemen pemberian Ayahku juga tabungan Ayahku.. Aku bisa membuka kedai kopi dan bekerja disana.. Aah, Ayah.. Aku ingin dekat denganmu.. Barcelona adalah Ayah.. Ayah adalah Barcelona.. Sebentar lagi aku akan mengucapkan selamat tinggal pada Palma.. Palma adalah Neraka.. Neraka adalah Palma..
"Hooaammmss.. Ayo Pachito! Bersemangatlah! Mandi, sarapan lalu jalan jalan.. Aku adalah turis bebasss.. Aaaahhh.. Menyenangkan sekali" Leyka menyemangati dirinya sendiri, walaupun ada rasa nyeri dalam hatinya tapi ia berusaha keras menghalaunya. Hatinya terbentengi kuat hingga ia tidak ingin menyentuh apapun yang berhubungan dengan Cinta. Ia pun bersiap mandi dengan segudang rencana ke tempat yang ia tuju. Namun entah mengapa bila ia mengingat Valentino hatinya berdebar, dan sekuat tenaga ia menyingkirkan Valentino dari pikirannya. Mengingat surat Rebecca adalah hal yang paling ampuh untuk mengusir Valentino dari benaknya.
Lebih baik begini.. Tenanglah Pachito.. Ini akan segera berlalu..
...*...
Freedom Park terletak di Salvokop di Pretoria. Ini termasuk tugu peringatan dengan daftar nama - nama mereka yang tewas dalam Perang Afrika Selatan, Perang Dunia I, Perang Dunia II serta selama era apartheid, dimana kejamnya perbudakan dan penindasan orang kulit hitam sangat sadis untuk diceritakan.
Freedom Park adalah situs nasional dan internasional, dan Freedom Park sendiri merupaka lembaga budaya yang menampung museum dan tugu peringatan yang di dedikasikan untuk mencatat dan menghormati banyak orang yang berkontribusi pada pembebasan Afrika Selatan. Museum ini bertujuan untuk melestarikan dan menceritakan kisah benua Afrika, dan khususnya Afrika Selatan, dari awal kemanusiaan, melalui sejarah dan warisan pra-kolonial, kolonial dan apartheid, hingga bangsa pasca-apartheid saat ini.
Ini adalah perjalanan yang panjang, mencakup sekitar lebih dari 3,6 juta tahun. Freedom Park menjadi ikon kemanusiaan dan kebebasan nasional dan internasional yang terkemuka dengan misi untuk menyediakan tujuan warisan perintis dan pemberdayaan manusia, Di Freedom Park menantang pengunjung untuk merenungkan masa lalunya agar manusia meningkatkan masa kini dan membangun masa depannya.
Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengukuhkan Freedom Park di Afrika Selatan sebagai gambaran bangsa yang bersatu. Dimana Freedom Park terdapat Pendukung toleransi, inklusivitas, transparansi, dan akuntabilitas.
Disini juga wadah untuk :
- Menceritakan kisah Afrika Selatan saat merdeka.
- Menghormati mereka yang memberikan hidup mereka untuk kebebasan Afrika Selatan.
- Menyediakan tempat di mana pengunjung dapat merasakan keragaman sejarah Afrika dan dunia,.juga mengenang orang-orang terkasih yang berperan dalam sejarah negara.
- Menyediakan tempat di mana warisan dan budaya unik Afrika Selatan dapat dikenang, dihargai dan dirayakan.
- Memupuk semangat komunitas Afrika Selatan dan Dunia, dengan menjadi simbol persatuan melalui keragaman.
Ada 4 bagian yang terpenting disini yaitu ;
Leyka menghabiskan waktunya di Freedom Park, Ia tidak sanggup memasuki museum, karena di dalam museum akan di perlihatkan kumpulan video dan artikel bagaimana penduduk di Benua Afrika mengalami diskriminatif dan penyiksaan tubuh yang memilukan, melalui slide demi slide proyektor di dalam museum itu. Ia memilih ke Isivivani dengan menyisir area demi area untuk mencapainya.
Ini hanya tempat biasa bagi para wisatawan, hanya tempat yang gersang dan panas, dengan berbagai jenis bebatuan dan bentuknya yang unik yang memenuhi wilayah ini. Tempat ini akan ramai di kunjungi bila ada acara konser musik yang terkadang sering di gelar di Freedom Park.
__ADS_1
Dengan membawa camilan, satu liter air mineral, satu kaleng susu, satu kaleng minuman bersoda dan dua kaleng bir, Leyka melakukan perjalanan ke monumen bebatuan yang tersusun rapi tanpa di semen, ini peninggalan tertua dan bukti jaman perbudakan. Dimana, bebatuan di pipihkan dan disusun hingga membentuk benteng. Batu dengan bentuk unik tersebar di daerah ini.
Seni Rock Balancing sangat terkenal di area ini. Dan itu sudah pasti seni yang sangat sulit di lakukan.
Butuh kepekaan, kesabaran dan diperlukan teknik pernafasan untuk melakukan seni rock balancing, seni ini memicu otak kiri dan kanan bekerja optimal karena otak akan berstimulasi dengan seimbang.
"Aaahh Pretoria.. I feel Freeeeee!! Aku bebaaaasss!" Pekik Leyka saat mencapai ketinggian Isivivani, di Freedom Park. Ia merentangkan tangannya dan memejamkan matanya. Leyka berdiri di benteng yang melingkar dari bebatuan yang hanya setingginya pinggangnya, yang mengungkung bebatuan prasasti, sebagai tugu peringat para pahlawan yang gugur saat perang melawan perbudakan. Ia tidak memperdulikan ada seorang laki laki yang duduk termenung di bebatuan sedang mengamatinya, karena tempat itu begitu luas.
"Bebas, berarti segalanya. Bebas berarti udara yang berhembus, dan air yang mengalirkan. Tidak ada yang bisa menghentikan udara yang berhembus, ia bergerak bebas tapi memberi kehidupan pada semua makhluk hidup. Begitupun air, ia mengalir tetap mengalir. Sekalipun di cegah atau dibendung ia akan tetap mengalir melewati pori pori tanah dan memberikan kehidupan juga. Tidak ada yang bisa menyingkirkan air dan udara, karena air dan udara adalah simbol Kebebasan Yang Sejati. Bisa menghancurkan tapi bisa juga memberi manfaat bagi kehidupan. Kita tidak bisa hidup tanpa keduanya sekalipun menghancurkan. Seperti itu jugalah Cinta" Seorang laki laki berkulit hitam tiba tiba berkata kepadanya berdiri di benteng mengikuti Leyka dari kejauhan.
Leyka membuka matanya dan melempar senyumnya lalu menatap keindahnya cakrawala di ketinggian Freedom Park. Dengan senyum indahnya, senyum kebebasan yang membuat hatinya terasa ringan dan tenang.
"Seperti udara dan seperti air. Benar. Tidak ada yang bisa menghentikannya, bahkan manusia sekalipun. Hanya Sang Pencipta yang bisa. Itu artinya ada yang membuat air dan udara. Dan Cinta. Seperti apa dunia ini tanpa cinta, pasti akan hancur, benar kan?-- Laki laki berkulit hitam itu hanya mengangguk kecil dengan tersenyum saat Leyka sekilas melihatnya --padahal cinta itu juga bisa menghancurkan manusia itu sendiri. Padahal cinta tak terlihat dan hanya bisa dirasakan. Dan pasti ada yang menciptakannya" ujar Leyka membuat laki laki muda berkulit hitam itu terkekeh mendengarkan perkataan Leyka.
"Perkataanmu seperti orang orang Atheis"
"Begitulah aku"
"Aku Matthew Ford"
"Aku Leyka Paquito"
"Kau sepertinya dari Spanyol"
"Dan kau sepertinya cucu pendiri Ford Motor Company, Henry Ford" kata Leyka tersenyum dan mengerutkan alisnya.
[ Ford Motor Company ( atau hanya Ford atau FoMoCo ) adalah sebuah produsen mobil asal Amerika Serikat yang didirikan oleh Henry Ford di Dearborn, dekat Detroit, Michigan. Perusahaan ini didirikan pada 16 Juni 1903. Perusahaan ini menjual mobil dan kendaraan komersial dengan merek Ford dan mobil mewah dengan merek Lincoln, Ford juga memiliki produsen SUV Brazil, Troller dan produsen mobil kencang FPV. Pada masa lalu Ford juga memproduksi traktor dan komponen otomotif. Ford mempunyai 2,1% saham di Mazda, 15% saham di Aston Martin, dan 49% saham di Jiagling ]
"Lebih tepatnya generasi ke empat, cicitnya" kata laki laki itu datar.
"Hmm, Matt-- katakan pada Kakekmu, kalau kau mengunjungi Henry Ford suatu saat nanti di pusaranya. Mobil yang ia buat sangat mahal" Matthew kembali terkekeh mendengarnya.
"Kau sepertinya sedang patah hati, Nona Leyka"
"Leyka saja-- Dan aku tidak sedang patah hati, Matt. Tidak ada yang bisa membuatku patah hati. Lalu kau? Kau seperti lelaki kesepian dan pengangguran" Matthew terbahak sekali lagi, tawanya sangat lepas dan bebas.
"Mungkin orang lain tidak bisa membuatmu patah hati tapi dirimu yang mematahkan hatimu sendiri, Leyka" Leyka terdiam seketika. Matanya semburat kemerahan dan berlapis kaca, seiring angin berhembus lembut di ketinggian Isivivani di Freedom Park.
Aku yang mematahkan hatiku sendiri?? Mungkinkah aku yang terlalu memaksakan hatiku, Apakah aku harus membebaskan hatiku..
...-...
...-...
...-...
Aaah menghadapi lebaran, jadi jarang up yaa.. Maafkeeuunn.. Kesibukan luar biasa.. baca abis lebaran aja Gengs.. Kalian juga pasti sibuk dengan Real Life.. Selamat menyiapkan lebaran dan berkumpul di kehangatan keluarga ya.. Salam Hangat penuh cinta dariku..
Tentang cinta, kalau menurut bojoku. Cinta itu kaya kentut ga ada wujudnya tapi baunya terasa ngambreng 🤣🤣🤣 dan menyesakkan dada.. kan dodol 🤣🤣🤣🤣
boleh follow IG ku @authorgendeng tapi jangan terlalu berharap IG ku ada kehidupan, itu tuh baru di bikinin anakku karena desakan para pembaca karena aku adalah othor yang cuma gendeng ga bisa sosmedan 🤣 kata anak keduaku "aahhh mama banyak nanya nih entar ahh!" 🤣🤣 aku akan share video percakapan yang dicandid anakku.. bukan aku sih yang share tapi aku nyuruh anakku wkwkwkwkwl 🤣 di Real Life aku pinter bgt.. pinter nyuruh ini itu di sosmed 🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭
__ADS_1