
Selama sepekan Keluarga Fernandez menghabiskan waktunya di Palma. Mengunjungi makam Pacho dengan penuh kerinduan dan tentu saja dengan penuh keharuan. Walaupun telah lama pergi, airmata Keluarga Fernandez tidak pernah surut untuk menangisinya. Namun karena rengekan Train yang di gigiti nyamuk, membuat Keluarga Fernandez menghabisi tangisnya dan justru tergelak mendengar kicauan Train saat itu. Dollores menundukan kepalanya bersandar pada batu nisan adiknya dan berulang kali ia menyeka airmatanya. Ia turut tergelak disela airmatanya yang mengalir.
"Sudah menangisi batunya, Abuella Dollores! Vamos, pergi dari pemakaman ini! Mirar! Aku digigit nyamuk!! Uhss!-- Huuum, Daddy gatal sekali! Blue, tidak mau disini.. Hikss...Uhss! Vamos ke pantai Daddy! Darahku bisa habis dimakan nyamuk.. Uhss.. Gatal sekali! Uhss! Kita sudah lama disini, kita sudah berdoa dan kita sudah mengatakan 'Amén Gracias' (amin terima kasih)! Uhss! Mengapa kita masih disini dan tidak pergi pergi pergi! Uhs! Mirar kakiku akan menghilang dan sekarang nyamuk menggigiti tanganku! Uhss! Aku kesal Aaaaa! Aaaa!" Train mengamuk akhirnya karena kesal, diikuti saudara - saudaranya yang merengek hal yang sama. Mereka terlalu lama berada di makam, dimana tempat itu bagi sebagian besar anak - anak adalah tempat yang sangat membosankan.
Rengekan demi rengekan Train, alasan demi alasan dibuat Train sehingga Valentino tidak tega melihatnya lalu ia membubarkan acara itu. Valentino segera memberi Aceite de mosquito (minyak pengusir gatal karena nyamuk) ketika sampai di mobil. Aceite de mosquito adalah minyak tradisional di Spanyol, yang terbuat dari campuran serei, kayu putih, lavender dan bahan lain yang memiliki aroma khas. Leyka selalu membawanya kemana - mana. Kekesalan di wajah Train yang merengut, menghiasi moment manis di album foto ketika seluruh Keluarga Fernandez berfoto bersama di makam Pacho.
...*...
...Playa De Palma...
Setelah mereka mengunjungi makam Pacho mereka menuju ke Playa de Palma, salah satu destinasi pantai yang terkenal dan banyak di kunjungi turis manca negara. Banyak resort hotel yang menawarkan paket liburan lengkap yang istimewa selama berada di Palma. Tur bawah laut, menjadi incaran turis lokal maupun mancanegara, karena dunia bawah laut di Palma menjadi salah satu spot terbaik yang kaya akan keindahannya.
Selama tiga hari dua malam seluruh keluarga Fernandez dan Felipe menghabiskan waktu mereka bersama di sebuah Hotel yang berada di pinggir pantai. Alfredo memesan beberapa kamar yang berukuran besar, dalam serangkaian kejutannya, demi mencuri hati seorang Putri Mahkota, Rosemarry Manuello Felipe. Hotel itu memiliki banyak fasilitas, salah satunya yang digemari pengunjung, terutama anak - anak yaitu kolam renang yang berada di tepian pantai.
Hotel itu adalah milik Alfredo, delapan tahun yang lalu, Leyka pernah merencanakan pelarian di hotel itu pada saat Locki Gusmo akan memperkenalkannya pada Alfredo, demi membayar hutang. Sebelum bertemu, Leyka telah terlebih dahulu melarikan diri dan terbang ke Afrika Selatan, menuju Pretoria, menuju cinta sejati, dan menuju sebuah hati Pria Italy yang hatinya telah di hancurkan oleh pengkhianatan kekasihnya, Rebecca Pallazo.
Hotel Alfredo yang berada di Playa de Palma, ada dua kolam renang yaitu untuk anak anak dan untuk orang dewasa, mereka yang tidak berenang bisa duduk atau berjemur di tepian kolam renang yang menghadap kearah pantai. Lokasi itu digunakan keluarga Fernandez yang ingin menikmati sarapan pagi hingga makan malam di area kolam renang yang menjadi titik berkumpulnya keluarga itu selama liburan di Palma. Alfredo memberikan kamar tepat di depan kolam renang yang tidak dapat di akses oleh pengunjung lain.
Rencananya mereka akan berlayar dengan menggunakan yacht yang disediakan oleh Hotel itu dan moment yang mereka incar adalah menyelam ke dalam laut dan berfoto ria dengan penghuni lautan. Tentu saja Train, ingin sekali bertemu dengan Nemo secara langsung, ikan badut atau clown fish yang menjadi peliharaan di Apartemennya. Dan rencana terakhir liburan mewah ala Viscount Inggris itu, mereka akan dijamu makan malam di kapal pesiar yang telah Alfredo siapkan. Mereka akan menikmati senja yang meniti malam di Kepulauan Balearik yang berada di Laut Tengah.
-
-
Namun Valentino, Leyka dan Train, menuju ke tempat lain sebelum mereka bergabung dengan Keluarga Fernandez. Kecemasan Valentino yang berlebihan membuatnya sakit kepala. Valentino membawa Leyka terlebih dahulu ke Dokter Kandungan sebelum menuju Hotel milik Alfredo. Setelah bertanya pada Rosemary, Valentino mendapatkan informasi rumah sakit terbaik di Palma.
Satu jam lebih mereka berada di rumah sakit. Dari mendaftarkan Leyka dan menunggu antrian, dimana Leyka akan diperiksa oleh seorang Dokter. Tentu saja Train bosan dan kesal dengan bertubi tubi pertanyaan, mengapa Mommy dan adiknya harus diperiksa, seharusnya ia bermain di pantai atau berenang. Dengan segala upaya, Valentino bisa mengalihkan kekesalannya dan rasa bosannya menghilang saat Leyka dipanggil seorang perawat dan Train melihat bagaimana Leyka diperiksa.
Mata Train dan pikirannya bereaksi saat melihat alat - alat kesehatan yang berada di ruang dokter. Setelah selesai berbasa basi dan berkenalan singkat dengan sang dokter, Leyka menaiki ranjang pasien untuk diperiksa. Rasa penasaran dan jutaan tanda tanya menyerbu pikiran Train saat sang dokter menyalakan sebuah monitor yang mirip televisi.
Valentino duduk disebelah Leyka memangku Train yang berulang kali menggosok hidungnya, sesekali ia menggigit jemarinya dan Valentino berulang kali menarik tangan Train untuk mengeluarkan jemarinya dari mulutnya. Satu tangannya mengungkung Train dengan mendekap seeratnya dan tangan yang lain membelai rambut Leyka, menyingkirkan anak rambut Leyka agar ia leluasa menciumi pelipisnya. Tak terkira rasanya, hati Valentino dan Leyka berdegub kencang saat saling bertatapan.
"Apa aku bisa menonton kartun dengan televisi itu, Daddy?" tanya Train membuat dokter itu terkekeh saat menyiapkan alat dan dua orang perawat terlihat hilir mudik membantunya.
"Tentu saja tidak, ini monitor kesehatan. Kau akan melihat adikmu dari layar monitor ini" sahut dokter itu dengan tersenyum seraya duduk dengan memegangi alat bantu bernama probe. Sebuah alat yang dilengkapi sensor pada ujungnya untuk menangkap gelombang suara dari permukaan kulit.
"Apa itu! Apakah Mommy akan disetrum Daddy? Oh No!" tanya Train membulatkan matanya, dan semua terkekeh mendengar pertanyaan polos itu.
"No Blue" jawab Valentino sambil mencium pipi Train dengan gemas, Leyka tersenyum menatap mata Valentino yang selalu menajam kearahnya.
"Ini namanya probe, ini untuk melihat adikmu, kau bisa melihatnya dilayar monitor. Mirar! Adikmu tumbuh sehat!" ujar sang dokter dengan tersenyum ramah saat menempelkan dan memutar - mutar alat itu diatas permukaan kulit Leyka, yang sebelumnya seorang perawat menyibakan bajunya dan mengoleskan gel pada perut bagian bawah.
Dan mata Valentino, Leyka dan juga Train berbinar, mereka tertegun melihat kearah layar monitor, jantung Valentino rasanya ingin meledak, matanya seakan mencair melihat bulatan kecil dilayar monitor. Valentino mendekatkan wajahnya kearah wajah Leyka yang tersenyum kearahnya.
"Val" bisik Leyka dengan tersenyum bahagia, matanya berkaca kaca dan saat Valentino menciumi wajahnya, buliran bening airmatanya mengalir dari sudut matanya. Ada perasaan tertikam begitu pedih bila ia mengingat delapan tahun yang lalu, bagaimana ia menghabiskan fase kehamilan sendiri tanpa didampingi Valentino disisinya. Ia buru - buru menepis kesedihannya dan memeluk Valentino seeratnya, hatinya menjerit memohon yang tidak bisa ia katakan dari mulutnya.
Tetaplah berada disisiku, jangan pernah pergi.. Aku tak mampu lagi menghadapi ini sendirian, Val.. Mi Esposo.. Kau milikku dan akan selalu selamanya begitu.
"Ley-- Itu.. Itu.. Sangat kecil.. Dia ada disana.. Mi amor.. Aku mau.. Anak kita akan lahir di Pretoria! Aku.. Aku bersumpah anak kita akan lahir disana --Gracias, Gracias kau mau memberiku lagi seorang Muñequita atau Muñequito.. Dia malaikat kecil kita.. Te quiero.. Ti amo" Airmata Valentino memenuhi wajah Leyka. Yang melihat pemandangan itu turut terharu hingga Dokter dan perawat memberi waktu pada mereka untuk meluapkan kebahagiaannya.
"Val, Te quiero" Valentino terus menciumi wajah Leyka bertubi tubi lalu ia menyeka airmata Leyka dengan penuh perasaan, tatapan penuh cinta berpadu rasa bersalah membayangkan Leyka menghadapi sendiri saat kehamilan putranya, itu menjadi rasa sakit tersendiri yang sulit ia kubur di dalam hatinya.
"Aku berjanji, kau akan mendapatkan apapun yang kau inginkan" bisik Valentino seraya mencium bibir Leyka lalu ia menyeka matanya yang memerah. Sementara Train hatinya menghangat, matanya terus melihat layar monitor.
__ADS_1
"Oh no Daddy menangis. Daddy itu bukan Muñequita! Itu hanya-- Train terdiam, ia menangkap sesuatu dilayar monitor dan Leyka meneruskan pemahaman Train tentang apa yang dilihatnya.
"Guisantes (kacang polong). Adikmu belum tumbuh sempurna, Carino. Apa kau tahu? Kau dulu seperti itu, sekecil itu. Ajaib kan? Kau sekecil itu dan terus tumbuh diperut Mommy menjadi Muñequito (boneka laki laki), Blue Train adalah Angelito de Mommy (malaikat kecil Mommy)!" kata Leyka tersenyum dengan airmatanya dan Valentino terus menyekanya.
"Aku dulu seperti itu?" tanya Train menatap nanar layar monitor itu, mata tajamnya melihat bulatan kecil itu berkedut dan menggetarkan pembuluh darah disekitarnya hingga uterus pada embrio kecil itu. Mata Train yang jeli, menangkap itu semua yang tidak ditangkap oleh mata tua orang dewasa, ia terbeliak dengan hatinya yang berdebar debar, wajahnya memerah, kisi kisi matanya mulai digenangi airmata yang mengalir ke dalam celah rongga hidungnya, ia menyeka hidungnya yang telah basah kemudian.
"Si Carino" jawab Leyka sambil membelai rambut Train.
"Dia sangat.. Sangat kecil, Mommy. Ohh kasian" suara mungil Train melembut dan terdengar berbisik menahan kuat tangisannya yang sulit ia kendalikan.
"Mommymu harus banyak makan makanan yang sehat, minum susu, minum vitamin, agar adikmu tumbuh besar dan sehat. Apa kau mau mengawasinya?" tanya Dokter membuat Train mencengkeram tepian ranjang pasien.
"Si aku akan mengawasinya.. Uhmm.. Aku.. Aku akan mengawasinya, Dokter" jawab Train melelehkan airmatanya dadanya mulai naik turun menahan isak tangisnya.
"Blue?" Valentino tersenyum lalu membelai rambut Train dan menciuminya, ia melihat putranya menangis merasakan kebahagiaan.
"Train?" Leykapun tertawa kecil seraya menyeka airmatanya saat melihat Train menangis.
"Bolehkah aku memeluknya, Mommy" tanya Train memandangi Leyka dan perutanya secara bergantian.
"Si Carino-- Vamos.. Ohh my sweet Pretoria" Leyka menoleh kearah seorang perawat agar membersihkan perutnya dan menyudahi pemeriksaan itu, Leyka merentangkan tangannya lalu Train membenamkan wajah mungilnya di perut Leyka.
"Air di mataku ini, mengapa mau keluar terus? Mommy-- Aku.. Aku melihatnya bergerak.. Dia sangat kecil.. Mommy, aku akan menjaganya.. Mintalah aku menyuapimu, Mommy.. Sebanyak yang Mommy mau --Munequita, cepatlah besar dan bermainlah bersama, Hermano Train" suara Train yang biasanya sangat cepat, terdengar tersendat dan ia mulai terisak. Valentino dan Leyka saling memandang lalu tertawa kecil disela airmatanya yang mengalir penuh keharuan melihat Train akhirnya menangis untuk adiknya.
"Ohh Blue, kau manis sekali" ujar Valentino dan mengusap punggung Train yang terlihat terisak di perut Leyka. Perawat dan Dokter ikut terharu melihat kejadian itu.
Leyka bangun dan meraih tubuh Train lalu memeluk Train seeratnya. Leyka tidak mampu berkata apapun, selain kata cinta buat Putranya. Ia tersenyum menatap Valentino yang tertunduk dengan menyeka airmatanya menatap foto pertama, foto USG anak keduanya yang baru saja diberikan Dokter kepadanya. Leyka merentangkan satu tangannya dan Valentino berhamburan ikut memeluk Leyka.
"Te quiero" bisik Valentino.
"Ti amo" Leyka balas berbisik.
"Te quiero, Mommy Daddy" bisik Train disela isak tangisnya.
"Te quiero, Blue Train" jawab Valentino dan Leyka secara bersamaan.
-
-
-
Mereka meninggalkan rumah sakit dengan kantong belanjaan ditangan Valentino, dua kaleng susu, camilan untuk ibu hamil serta vitamin yang diresepkan oleh dokter. Mereka akan menyusul keluarga Fernandez ke Playa de Palma. Namun ketika sampai diparkir lobby, mata Leyka membulat saat melihat sahabatnya merentangkan tangan kearahnya dengan testpack ditangannya.
Manuella dan Diego berdiri disamping mobilnya yang terparkir disana dengan tawa penuh keharuan. Baru akan bersorak, baru akan berhamburan berlarian kearah Manuella, Valentino dengan cepat menahan sebelah lengan Leyka dan Train menahan tangan Leyka disebelahnya.
"Tidak boleh berlari, Leyka! Berjalan saja seperti biasa!" Seru Valentino membuat Leyka melengos.
"Si tidak boleh berlari! Berjalan saja, Mommy! Aku akan mengawasimu, Mommy!" seru Train dengan mengerutkan alisnya.
"Ckk, hishh!" dengus Leyka mau tidak mau menurut. Manuella dan Diego tertawa terpingkal melihatnya. Merekapun saling berjalan mendekat, saling menyongsong dengan merentangkan tangan lalu kedua sahabat itu saling berpelukan erat.
"Kau hamil?!" tanya Leyka dengan bersorak.
"Kau juga?!" Manuella balas bertanya dengan bersorak. Mereka saling mengangguk dan tertawa disela airmata bahagia, seraya kembali berpelukan sesaat. Diego dan Valentinopun saling memberi selamat, lalu Diego menggendong Train kemudian menciuminya bertubi tubi meluapkan kerinduannya serta kebahagiaan.
"Leyka-- Aku sangat bahagia tapi bila ingat dulu aku sangat sedih dan masih saja merasa bersalah! Mi querida amiga (sahabatku tersayang; perempuan; Spanyol) aku datang dan ingin memberitahukan ini padamu. Kau harus menjadi orang pertama yang tahu karena itulah aku menyusul kalian, setelah aku dan Diego mengajukan cuti!" ujar Manuella seraya mengurai pelukan itu.
"Woow! Manuellaaaa aku sangat bahagiaa! Aku akan punya dua anak!-- Aku yang akan menjadi Ibu Baptis anakmu! Awas saja kalau kau memberikan hak itu pada orang lain!" seru Leyka sambil mengelus perut Manuella yang telah terlihat menyembul.
"Sepertinya aku akan melahirkan duluan, saat aku menikah ternyata aku sudah hamil dan kita semua tidak menyadarinya" ujar Manuella dan Leyka kembali memeluknya.
"Aku sangat bahagiaa.. Ini kabar yang bagus! Aku akan mentraktirmu belanja sepuasnya!" kata Leyka mencium pipi Manuella dan menggandeng tangannya menuju mobil namun langkah Leyka kembali terhenti karena pertanyaan Valentino dengan penuh selidik.
"Tunggu Manuella, pertama aku ucapkan selamat-- Tapi, mengapa kau masih merasa bersalah? Apa yang terjadi dulu?" tanya Valentino membuat raut wajah Manuella mendadak muram dan Leyka melihat itu. Leyka melihat kearah Train yang berada digendongan Diego. Train memeluk Diego dan meletakan kepalanya dipundak Diego, ia berkicau tentang Muñequitanya.
"Hissh-- Tidak ada yang terjadi! Vamos, kita ke Playa! Keluarga kita menunggu kita!" kata Leyka melepaskan tangan Manuella dan menggamit tangan Valentino lalu menciumi lengannya. Valentino menoleh kearah Train, ia pun mengerti bahwa Leyka tidak ingin bercerita karena itu bisa merusak suasana hati Train yang memuncak adrenalinnya karena bahagia yang terlalu berlebihan.
__ADS_1
"Baiklah-- Vamos, kita ke Playa!" ajak Valentino. Mereka berjalan kearah mobil seiring kicauan Train pada Diego.
"Aku akan punya Muñequita atau Muñequito dua! Aku akan mengajari mereka banyak hal, Ayah! Ayah Diego, bisa menitipkan kepadaku bila bekerja! Aku akan menjaga mereka! Aku akan memberikan mereka buah, bukan coklat! Mereka tidak boleh makan coklat, kata Daddy anak kecil tidak boleh banyak makan manis! Aku akan memberi mereka buah lalu coklatnya untuk--
"Kau mau apakan coklatnya, karena kau juga anak kecil" sahut Valentino memotong kicauan Train seraya membuka pintu mobil untuk Leyka.
"Uhss Daddy, tau saja maksudku" gumam Train sambil memainkan kancing baju Diego dengan mendengus. Diego yang mendengarnya tertawa terbahak.
"Kau memberikan semua buahmu agar kau bisa makan semua coklatmu-- pintar cari alasan! Uhss! No me gusta (aku tidak suka)!" ujar Valentino meniru gaya putranya, ia membuka pintu untuk Train dan Diego menurunkannya di dalam mobil dibaris kedua bersama Leyka dan Manuella yang telah berada didalamnya.
"No! Aku akan memberikan coklatku pada-- Uhm. Mister Takeshi, Pedro dan Simon!" kata Train mengelak. Semua terkekeh mendengarnya. Trainpun meletakan kedua tangannya di perut Manuella dan Leyka seiring mobil yang dikendarai Daddynya meninggal rumah sakit itu.
Tuhan, Gracias.. Aku akan memiliki dua adik.. Apa KAU memberiku bonus lagi? Uhs, mengapa KAU sangat baik? Sampai aku tidak bisa membalasnya.. Gracias. Doa Train dalam hatinya sambil melihat kearah langit biru yang dihiasi awan putih. Ia melihatnya dari atap mobil, yang terbuat dari kaca atau sunroof, ia tersenyum manis, semanis liburan mereka di Palma de Mallorca, kota dimana Leyka dibesarkan dan menjadi Putri Mahkota.
-
-
-
Mansion Rosemary
Dan setelah menikmati kejutan yang Alfredo berikan, Keluarga Fernandez kembali ke Mansion dengan segala kelelahannya namun semangat mereka masih terbakar karena Rosemary akan mengajak mereka semua ke situs kebudayaan di Palma. Gereja Katedral, museum, pasar seni, kuliner khas Palma, tempat tempat wisata dan tempat perbelanjaan yang menyediakan souvenir dan oleh oleh.
Leyka menutup album foto yang terdapat foto kebersamaannya bersama Keluarga Fernandez selama di Playa de Palma, lalu ia mendekapnya, ia masih teringat seluruh keluarga Fernandez, berteriak di yacht saat berlayar dan di kapal pesiar ketika mengarungi Laut Tengah.
"I Love You, Palmaa!!!" Valentino yang mengawalinya dan semua mengikuti dengan jeritan sorak sorai penuh tawa dengan riuhnya. Leyka tersenyum dan wajah Pacho melintas dalam benaknya.
Padre (Ayah).. Bila kau melihat ini.. Kau pasti bahagia.. Jika saja Padre masih ada, aku akan sangat bahagia.. Si (iya), sisi hatiku belum sepenuhnya merelakanmu.. Te Quiero, Padre.. Pachito, rindu..
Leyka buru buru menyeka airmatanya dan meletakan album foto yang dibagikan Alfredo satu per satu kepada seluruh keluarga sebagai kenang - kenangan, Valentino memasuki kamar dan menghampirinya diranjang lalu memeluknya dengan erat.
"Hmm, ada yang barusan menangis" ujar Valentino mengangkat kepalanya lalu mengendus pundak lalu menciumi pipi hingga leher Leyka, tangannya liar menggerayangi pinggang hingga bok*ong dan Leyka menggeliat dibuatnya.
"Aku hanya ingat, Padre" tutur Leyka lesu.
"Merelakan akan membuat Padre bahagia, setiap Natal kita akan pulang dan merayakannya di Palma" kata Valentino membuat mata Leyka berbinar, ia kemudian melingkarkan tangannya di leher Valentino dan menatap mata biru keabuan itu dengan lembut.
"Benarkah? Apa kau serius? Tapi bukankah kau akan kembali ke Italy, bagaimana dengan Italy? Ijin tinggalmu akan habis di Barcelona" tanya Leyka dan ia tiba tiba ingat Valentino berada di Barcelona hanya tiga bulan.
"Aku sangat serius-- Kemanapun aku pergi, aku pasti pulang ke rumahku. Dimanapun kau berada disitulah rumahku, Il mio amore. Kau adalah rumahku" ujar Valentino sambil menyerang area lehernya.
Terbersit pertanyaan yang mengganjal hatinya, bagaimana jika Valentino kembali ke Italy? Apakah Valentino akan kembali? Karena ia menyadari, Pria Italy yang dikenalnya begitu keras dan arogan untuk melepaskan kewarganegaraanya. Sementara dirinyapun sangat mencintai negaranya, hidup matinya ia akan tetap menjadi orang Spanyol.
Itu artinya Valentino akan pulang dan kembali datang.. Dia tidak mungkin melepas kewarganegaraannya..
Leyka kembali dipenuhi kekalutan, cumbuan Valentino begitu dingin ia rasakan. Bahkan saat Valentino menindihnya, matanya kosong menatap langit langit kamarnya.
"Shhh.. Ley.. Ada yang kau pikirkan?" tanya Valentino sambil menji*lat puncak dadanya.
"Nghh.. Val-- lenguhan Leyka terhenti saat Train menendang pintu dan menurunkan segala hasrat Valentino yang telah memuncak.
"Mommy Daddy! Buka pintunya! Aku tidak bisa tidur! Huaa.. Kaki Train rasanya patah patah!" pekik Train membuat Leyka tersenyum getir.
"Shitt!" umpat Valentino sambil merapikan piyama Leyka.
"Beginilah punya anak, waktumu akan terganggu dan kita harus membaginya" ujar Leyka sambil membelai pipi Valentino.
"Tapi aku akan membayarnya di bathup besok pagi" bisik Valentino di bibir Leyka, lalu Valentino melu*mat bibir Leyka sesaat lalu bangkit berdiri dan membukakan pintu untuk setan cilik yang merasa linu pada kakinya.
Merekapun tidur bersama, mengarungi malam yang kian merangkak naik, karena esok hari sebuah pesawat akan lepas landas membawa mereka semua meninggalkan eksotiknya kota Palma de Mallorca!
-
-
-
Done!Episode di Palma!
Aku pulang tgl 5 januari dan akan menjalani karantina pastinya. Selama itu, up ku masih akan bolong2 ya Bosqyu. Kalian ga ada cita2 ngopiin atau vote aku gitu? 👉🏻👈🏻
-
__ADS_1
-
-