FORGOTTEN LOVE On The Train

FORGOTTEN LOVE On The Train
Apakah KAU Memberiku Bonus?


__ADS_3

Masih di Pesta itu


"Hei Setan Cilik-- Beritahu Abuello (kakek), bagaimana caranya menakhlukan Grandmamu" kata Alfredo saat duduk satu meja dengan Train yang tengah menikmati makanannya bersama Leyka. Train minta di suapi sebagai hukuman karena Leyka dan Valentino mengabaikannya. Lagi pula Train lelah bermain, rasanya malas untuk makan.


"Uhs! Train sedang makan dan tidak boleh bicara saat makan" ujar Train bersungut dengan menyatukan alisnya, Leyka tersenyum datar.


"Tidak apa apa mi nieto (cucuku), ini bukan perjamuan makan malam resmi ala Kerajaan. Ckk-- siapa yang mengajarimu seperti itu? Pasti Grandma-mu" Alfredo terus memancingnya. Leyka menyuapkan makanan ke mulut Train lalu menyeka mulut Train dengan tisu.


"No! Mommy yang mengajariku!" tukas Train dengan makanan memenuhi mulutnya.


"Bagus. Tapi bagaimana caranya menakhlukan Grandma? Susah sekali-- Kau tahu? Aku telah membawa Locki ke London bersama Ella, setidaknya kau memberiku hadiah sebagai gantinya!" ujar Alfredo menggedikkan bahunya, Leyka bahagia mendengarnya dan Train membulatkan matanya dengan mengunyah makanan, mata itu berbinar binar.


"Wow benarkah?!" Train buru buru menelan makanannya dan meneguk air minum yang berada di hadapannya.


"Yes of course (ya tentu saja)-- Mereka akan menghuni penjara di kastilku! Aku hebat kan? Aku cocok untuk Grandma kan?" tanya Alfredo dengan membanggakan dirinya. Leyka mulai tersenyum hangat, diam diam ia memuji laki laki tua yang menyingkirkan orang orang yang selalu menyiksanya.


"Aku tidak tahu! Tapi tidak ada lampu di mata Grandma. Hanya mata Abuello Alfredo yang banyak lampunya!" kata Train, kemudian ia membuka mulutnya saat Leyka kembali menyuapinya.


"Lucifer! Carikan cermin!" Mata Train membulat saat lima orang dalam satu regu yang di namai Lucifer itu berlarian berpencar dan dalam waktu satu menit mereka membawa cermin ke hadapan Alfredo. Entah bagaimana caranya tapi satu regu itu ada yang membawa cermin toilet dan sisanya cermin yang berada didalam bedak. Leyka menahan tawanya, para pengawal itu pasti meminjam dari para tamu, pikir Leyka.


"Wow! Keren!" puji Train


"Mana lampunya?" Leyka lagi lagi menahan tawanya dengan melebarkan senyumnya, saat Alfredo bercermin pada salah satu bedak yang didalamnya terdapat cermin, Alfredo mencari lampu di matanya.


"Abuello Alfredo harus memandangi mata Grandma!" kata Train membuka mulutnya dan Leyka menyuapinya.


"Itu tidak mungkin! Aku bisa pingsan memandangi matanya" sanggah Alfredo secepat kilat, sambil menutup tempat bedak itu lalu di berikan kepada salah satu mengawal, kemudian ia mengibaskan tangannya agar para pengawal itu pergi membubarkan diri.


"Hahaha-- Bagaimana seorang pecinta wanita muda bisa pingsan hanya memandangi mata tua Ibuku? Hahaha lucu sekali" Leykapun terbahak, ia tidak bisa menahan dirinya lagi.


"Matanya mengerikan" jawab Alfredo dengan bergidik.


"Hahaha" tawa Leykapun mengundang perhatian Valentino yang mengambil buah untuk Train, dari kejauhan dan tentu saja Rosemary yang tengah berbincang dengan Dollores.


Putriku bisa tertawa seperti itu dengan pria tua itu? Hmm-- Dia hanya bisa tertawa seperti itu dengan Pacho. Batin Rosemary dari kejauhan.


"Baiklah-- Grandma itu, tidak suka bunga" kata Train meletakkan gelas dimeja setelah ia meminumnya ia mengusap perutnya yang telah penuh, lalu Leyka meletakkan sendoknya.


"Hahh? Apa kau serius?" tanya Alfredo sangat antusias mendengarnya.


"Si si si! Grandma suka buah buahan, coklat dan berlian yang berasal dari Italy! Grandma pecinta teh-- daripada Abuello Alfredo mengirimkan bunga yang banyak sebaiknya mengirim buah yang mucho mucho mucho (banyak banyak banyak)!" kata Train mulai aktif dengan penuh semangat, ia seperti kelebihan energi setelah makan.


"Ckk, buah? Seperti orang sakit saja!" komentar Alfredo dengan melengos ke samping untuk menghindari tatapan Rosemary dari kejauhan.


"Hahaha, itulah Ibuku" Leyka semakin terpingkal pingkal, melihat Alfredo. Entah mengapa ia bisa beradaptasi secepat itu, padahal Alfredo adalah sosok yang ia takuti sebelumnya.


"Grandma pecinta tomat!" kata Train lagi.


"Tomat?" Alfredo mulai menggaruk garuk kepalanya.


"Si.. Tomat. Grandma tidak memberi alasannya mengapa ia menyukai tomat! Sejak Grandma di Apartemen Ratu, dapur Mommy penuh dengan tomat ada, uhmm-- Train merentangkan jemari tangannya --Siete kilos (tujuh kilo) tomat setiap harinya! Demetri dan Vicente setiap hari ke pasar! Ahaha! Pengawal berbadan kekar, berjas hitam dan berkacamata hitam itu membeli tomat! Ahahaha-- Grandma nakal!" Trainpun tertawa kegelian saat ia mengingat pengawal Grandma-nya membeli tomat dengan pakaian jas setiap paginya, tawa riang itu menulari Leyka dan Alfredo.


"Hahaha-- pengawal membeli tomat?" Alfredo pun tertawa terpingkal pingkal, ia tidak menyadari Rosemary telah berjalan kearahnya yang berbincang begitu akrab dengan Putrinya.


"Siapa yang nakal?" dan seketika tawa Alfredo lenyap, wajahnya berubah pias saat mendengar suara Rosemary, terlebih lagi Rosemary menatap matanya dengan tajam.


"Ehhh-- Ehmm.. Aku ke toilet dulu! Perdóneme (permisi; Spanyol)!" dengan gugup Alfredo mengendurkan dasinya seraya bangkit berdiri dan berlalu begitu saja tanpa menoleh, Rosemary menggelengkan kepalanya.


"Aaahahaha! Mengapa Abuello Alfredo selalu ingin ke toilet bila bersama Grandma?" tanya Train dengan tertawa.


"Entahlah mungkin saluran air kencingnya pendek" jawab Rosemary dengan datar sambil duduk di kursi bersebelahan dengan Train.


"Hahaha-- Ohh Tuhan Ibu! Sejak kapan Ibu menjadi pelawak! Hahaha" Rosemary terkesima melihat Leyka terpingkal pingkal, ia menoleh kearah Leyka dengan mengernyitkan alisnya saat Leyka menyebut kata 'Tuhan', Train pun menyadari itu dan sepemikiran dengan Rosemary.


"Mommy? Mommy menyebut Tuhan dan ini pertama kali aku mendengarnya!" kata Train melompat dari kursinya dan menggenggam tangan Leyka. Train bersemangat dan menciumi tangan Leyka yang tiba tiba terdiam.


"Dan Daddy juga mendengarnya" Valentino datang dengan sepiring buah lalu duduk disebelah Leyka.


"Wow Daddy! Sepertinya Mommy tidak Atheis lagi!" sorak Train dan Valentino tersenyum dengan mengusap kepala Train, ia merasakan kegembiraan Putranya itu.


"Ley-- apa aku tidak salah dengar?" tanya Valentino membuat Leyka justru bangkit berdiri, Rosemary menghela nafas panjang, melihat Leyka mengeraskan hatinya lagi.

__ADS_1


"Lanjutkan menyuapi Train aku akan mengambil makanan karena aku lapar" kata Leykapun berlalu, untuk menghindari obrolan yang sentimentil itu, sementara Train kembali duduk dan Valentino menyuapi buah, sebagai hidangan pencuci mulut.


"Madre (ibu), apa Madre pernah melihatnya tertawa seperti itu?" tanya Valentino.


"Aku justru ingin bertanya hal yang sama. Saat dia bersamamu, apakah dia pernah tertawa seperti itu?" Rosemary berbalik bertanya.


"Iya Madre, dia selalu seperti itu. Tertawa lepas. Semenjak aku tiba di Barcelona baru hari ini aku melihat tawanya lagi" kata Valentino mengulurkan buah ke mulut Train dan secepatnya Train melahapnya.


"Dia perlahan lahan menerima pernikahannya kau harus bersabar" ujar Rosemary dengan tersenyum, ia menyadari Putrinya yang keras kepala itu, menurun darinya.


"Aku akan selalu menunggunya. Sekalipun itu sampai akhir nafasku, Madre-- Tapi maksudku adalah, apakah Madre ingin mempertimbangkan Visscountess itu? Karena Leyka bisa tertawa saat bersama Alfredo dan kata Leyka, Madre pun bisa tertawa lepas saat bersamanya" kata Valentino melihat Leyka menyendok makanan di kejauhan.


Rosemary terdiam, ia melemparkan pandangannya kearah Alfredo yang berjalan kearahnya namun Alfredo kembali membalikkan tubuhnya dan berjalan memasuki toilet lagi, saat Alfredo menyadari tatapannya. Rosemary menahan tawanya.


"Sepertinya Mommy menyukai Abuello Alfredo" sahut Train membuat Valentino dan Rosemary terkejut.


"Apa!" Valentino meletakkan garpunya seketika.


"Apa?!" dan Rosemary menegakkan posisi tubuhnya.


"Uhss! Tidak seperti itu Uhss! Seperti Uhm-- Seperti aku menyukai Daddy! Kalian mengerti kan?" kata Train menepuk dahinya. Dan mereka lega seketika, namun sikap Rosemary membuat Train mengerti bahwa ia akan memiliki Grandpa dan Train memendam dalam hatinya.


...*...


"Blue Train Valentino!! Zuughh Zuughh Zuughh! Tuuttt!!" suara yang memanggilnya itu membuat Train melompat dari kursinya dan berlarian kearah sumber suara itu. Ia tertawa gembira melihat sesosok laki laki yang tidak asing baginya, laki laki itu berjalan menyongsong Train yang merentangkan tangan kearahnya.


"Uncleee Henry! Uncleee Henry! Mi chocolate, mi chocolate (coklatku)" pekik Train mengundang perhatian Leyka dan Henry menangkap tubuh Train lalu memeluknya dengan erat.


"Mi manzana, mi manzana (apelku)! Ohhh Aku merindukanmu!" seru Henry sambil menciumi Train bertubi tubi.


"Kata Uncle Damian kau seperti perempuan! Mandimu sangat lama Uncle! Uhhss!" Henry terkekeh melihat Train gemas dengan mengeratkan pelukannya.


Henry adalah salah satu sosok laki laki yang sangat dekat dengan Train, sosok panutannya yang mengajarkan banyak hal. Mereka memiliki panggilan spesial. Henry yang semanis coklat dan Train yang memiliki pipi kemerahan seperti apel. Saat musim liga Spanyol dan Liga Champion adalah musim yang di tunggu Train karena Henry dan Damian akan datang ke Barcelona sebagai penggemar fanatik Lionnel Messi.


"Wahh Nakal sekali Damian-- Ehh, kau memanggilnya Uncle Damian?" Train yang berada dalam gendongan Henry, mengurai pelukan itu.


"Si si si! Karena dia menjadi sahabatku! Bukan Daddyku!" ujar Train membuat Henry menoleh sesaat kearah Damian yang tersenyum getir dan Damian menutupinya dengan bidikan kamera.


"Mi manzana, aku merindukanmu" Henry mencium kening Train lalu memeluknya.


"Henry! Heeennrryy!" Henry menurunkan Train dan tersenyum lebar lalu merentangkan tangannya menyambut Leyka yang buru buru meletakan piringnya kemudian Leyka berlarian kearah Henry dengan menarik gaunnya keatas agar ia bisa berlari dengan leluasa tanpa menginjak gaunnya.


"Oo..Oo.. Sepertinya mereka akan berpelukan" gumam Valentino, secepat kilat ia berlari kearah Henry dan saat Leyka ingin memeluk Henry, Valentino menghadangnya hingga tak terelakan lagi, tubuh Leyka membentur tubuh Valentino.


Valentino menangkap pinggang Leyka dan menggamitnya dengan erat, ia tersenyum kearah Henry dan mengulurkan tangannya.


"Aku Valentino Gallardiev, aku suami dari Leyka Paquito Gallardiev dan Daddy dari Blue Train Valentino" kata Valentino membuat Leyka mendelikkan mata dengan bibirnya mengerucut.


Hahaha-- Apa suamiku cemburu. Cih, pada Henry? Mengapa aku justru suka. Leyka.


"Aa--Aku Henry Helbert!" melihat sikap Valentino membuat Henry bergantian melihat kearah, Leyka, Train dan Damian. Henry gugup dan tak percaya Valentino begitu posessif, dengan tiba tiba menghadangnya dan tidak mengizinkan ia berpelukan seperti yang mereka lakukan seperti yang sudah sudah.


"Ckk, ishh-- menyebalkan!" desis Leyka sambil mencubit perut Valentino. Train tertawa kegirangan, ia menyukai tingkah laku orang dewasa yang dianggapnya seru.


"Berjabat tangan saja karena kau istriku" bisik Valentino dengan mengungkungnya dari belakang, Valentino melingkarkan kedua tanganya ke pinggang ramping itu dan anehnya Leyka menurut begitu saja.


"Aku dan Leyka bersahabat-- Kami biasa berpelukan" kata Henry merasa aneh, karena Leyka menjabat tangannya dan dengan bingung Henry menyambutnya.


"Sekarang sudah tidak biasa, Maaf!" kata Valentino menarik tangan Leyka karena jabatan tangan itu tak kunjung di lepaskan.


"Ohh.. Ehmm.. Baiklah! Tidak masalah" kata Henry dengan gugup.


"Henry apa kabar! Aku merindukanmu! Lama tidak bertemu!" sapa Leyka membuat hati Valentino tidak suka.


"Merindukan sebagai sahabat-- Jangan salah arti!" ujar Valentino menekankan kepemilikannya.


"Ckk, ishh! Kami sudah tahu!" Leyka mendengus seraya menyikut perut Valentino.


"Hahaha-- Tidak masalah Ley. Siapapun akan berbuat hal yang sama bila memiliki Istri sepertimu dan aku ucapkan selamat atas pernikahanmu! Takdir memang kejam dan terkadang lucu tapi kau harus percaya Keajaiban agar kau selalu punya Harapan dan Keyakinan yang akan membuatmu Kuat menjalini hidup! Aku sangat berbahagia untuk kalian!" kata Henry sambil membelai rambut Train yang berdiri disisinya.


"Kau selalu saja bijak! Tidak pernah berubah! Mampirlah ke Apartemenku kita akan makan malam bersama dan kunjungilah Double P bila kau memerlukan sesuatu katakan saja! Kau pasti menginap di Apartemen Damian" Leyka pun menawarkan seperti biasanya bila Henry dan Damian berkunjung.

__ADS_1


"Yaa dimana lagi? Di Apartemenmu tidak mungkin kan sekarang?" Henry pun melirik kearah Valentino.


"Ahh kau benar! Leyka di Apartemenku dan ada Ibu mertuaku yang terkasih yang menginap di Apartemen Leyka!" sahut Valentino dengan menahan Leyka yang telah membuka mulutnya, Valentino kemudian berdiri disamping Leyka lalu merangkul pundak Leyka dengan sikap posessifnya.


"Ck, berhenti bersikap seperti ini! Aku tidak suka! Henry sahabatku!-- Henry ayo kita makan!" Leykapun membalikkan badannya dan berjalan kembali kearah meja yang dipenuhi makanan, Valentino menyamakan langkahnya dan merangkulnya dari samping dengan ketat.


"Ckk, sahabat tapi bisa berkhianat. Kau lihat apa yang terjadi denganmu dan Damian. Aku tidak suka kata sahabat. Kau Istriku sekarang! Kau milikku dan kau harus menurut! Kau harus menjaga sikapmu! Aku tidak suka kau main peluk laki laki sembarangan! Karena aku tidak pernah begitu!" Bisik Valentino dengan penuh penekanan, ia menoleh ke belakang dimana Damian dan Henry berjalan menggandeng tangan Train mengikuti langkahnya.


"Dia orang Afrika dan dia juga pemilik jagung bakar Afrika Selatan, walaupun-- Valentino menoleh lagi kearah belakang lagi untuk memastikan tidak ada yang mendengarnya --walaupun, ehm.. Itu.. Gosong!" bisik Valentino tepat ditelinga Leyka.


Leyka pun menghentikan langkahnya dengan mendelikkan matanya. Namun ia tidak bisa menahannya lagi, saat melihat wajah Valentino yang menyebut kata 'gosong' akhirnya Leyka meledakkan tawanya sambil mencubiti perut Valentino dan memukuli dadanya. Leyka yang merasa diintimidasi dan sempat kesal karena sifat posesif serta tempramen Valentino, namun justru Leyka terpingkal pingkal kemudian.


"Ley?" Valentino bingung melihat tawa Leyka yang begitu lepas, ia seperti melihat Leyka yang hidup bukan seperti Leyka yang bak mayat hidup belakangan ini.


Leyka kau kembali? Kembali ke Pretoria tapi kita di Barcelona.. Tuhan, Terima kasih telah mengembalikan tawa dan senyuman Istriku.


"Hahahha--- kau gila kau gila, Val.. Hahaha kau gilaa!"


"Ley.. Kauu.. Kau tertawa?" Valentino tersenyum lebar hingga terlihat barisan giginya yang menambah ketampanannya. Valentino justru terpesona melihat kecantikan Leyka saat tertawa, hatinya berdebar debar. Jiwa kelelakian yang terkubur seakan bangkit lagi.


"Hahaha.. Kau gila! Gosong? Hahaha.. Kau gila!" Mereka pun tertawa bersama dan menjadikan spot terbaik untuk Damian mengambil momen itu. Walaupun hatinya teriris karena cemburu Damian buru buru menepis perasaan sakit itu.


"Ley-- Ley, berhentilah tertawa karena kau bisa membangkitkan ehm, milikku Yang Tidak Gosong!" ujar Valentino telah berkeringat, ia mengganti istilah jagung bakar Afrika Selatan karena Train berjalan menghampirinya dengan penuh selidik. Leyka semakin tertawa dan berlalu, kearah makanan yang sebelumnya ia abaikan.


"Apa yang Mommy tertawakan, Daddy?" tanya Train sambil melepaskan tangan Henry lalu Train menggandeng tangan Valentino.


"Ehm, hanya kelucuan saat Mommy bersama Uncle Henry dan Uncle Damian saat mereka masih bersahabat-- Persahabatan yang belum berubah menjadi cinta" kata Valentino sambil tersenyum kearah Henry dan Damian.


"Buatlah dia selalu seperti itu. Aku percayakan dia padamu" ujar Damian membuat Valentino menghentikan langkahnya.


"Leyka adalah miliku dan dia adalah Istriku-- Tidak perlu kau percayakan seolah dia milikmu. Dia akan bahagia bersamaku karena aku yakin kau baru melihat tawa lepasnya dengan banyak lampu dimatanya" kata Valentino berusaha menahan dirinya, ia tersenyum melihat Train saat Valentino mengutip bahasanya.


"Pokoknya seperti itu! Kau adalah Luka dan bila kau membuatnya menangis atau kau berani melukainya, maka aku tidak perduli dia Istrimu, aku akan membawanya pergi" kata Damian membelai rambut Train. Ia seperti berjaga jaga diantara laki laki dewasa yang tengah bicara serius.


"Dia akan menangis bahagia mulai hari ini! Dan aku tidak akan membiarkan siapapun membawa Istriku pergi. Aku akan menjaganya sampai mati" mendengar perkataan Daddynya, mata Train berbinar. Anak yang terkadang sok tahu itu sangat antusias mendengar percakapan seru itu.


"Baguslah! Aku senang mendengarnya" kata Damian tersenyum dengan menepuk bahu Valentino. Train merasa lega saat melihat Damian dan Valentino berjalan bersamanya di iringi Henry menuju meja makan yang berada di taman Distrik Miel.


Pernikahan Ayah dan Ibuku.. Akhirnya membawa Kebaikan.. Apakah ini maksud Pastor Gilberto? Ahh semuanya damai.. Aku bisa tidur dengan nyenyak malam ini. Train bersenyum manis, semanis Distrik Miel di senja itu hingga malam kian larut, semua penghuni Distrik itu mengecap manisnya pesta pernikahan Manuela dan Diego.


-


-


-


Train menutup pintu kamar mandi yang berada di kamar Mommy dan Daddynya di Apartemen Raja. Karena Alfredo yang mengantar Rosemary ke Apartemen Ratu tak kunjung pergi, Train yang lelah akhirnya memilih kembali ke Apartemen Raja. Dan tentu saja Leyka mengajak Train tidur bersama, karena semenjak kejadian di malam Viscountess itu, Valentino dan Leyka tidur terpisah. Melewati malam, dengan keresahan melewati siang dengan segala kecanggungan. Itulah mereka setelah malam Viscountess itu.


Leyka dan Valentino telah tertidur lelap, namun Train terbangun karena ingin buang air kecil. Train mengamati kedua orangtuanya yang tidur berhadapan dengan berjarak, lalu ia tersenyum. Kemudian ia menaiki ranjang dan kembali ke posisi semula yaitu tidur di tengah, di antara Mommy dan Daddynya.


Train menarik selimut lalu menyelimuti Mommy dan Daddynya lalu ia kembali merebahkan tubuhnya masuk kedalam selimut yang sama. Dengkuran halus kedua orangtuanya bersahutan, Train pun menoleh bergantian kearah mereka. Ia kembali tersenyum. Lalu Train, meraih tangan Valentino dan tangan Leyka dan di tumpangkan keatas dadanya. Valentino menggeliat dan Leyka menggeliat namun mereka semakin erat mendekap tubuh Train.


Tuhan jangan pisahkan mereka, aku mau seperti ini terus. Jika Tuhan lelah dan tidak bisa menjaganya maka aku yang akan menjaganya.. Tapi kata Pastor Gilberto, Kau memiliki kekuatan melebihi Avenger dan aku tinggal meminta apapun.. Gracias, Kau bisa membuat Daddy dan Uncle Damian berteman.. Itu Keajaiban yang tidak pernah aku duga, bahkan aku tidak memintanya.. Apakah KAU memberiku Bonus.. Ahahaha.. Aku menyukaiMu Tuhan.. Te Quiero (aku mencintaiMu).


Train pun kembali memandangi wajah Valentino dan Leyka, lalu ia tersenyum kemudian ia memejamkan matanya dan berkata dengan lirih,


"Buenas noches dulces sueños, Mommy Daddy (selamat malam semoga mimpi yang indah)"


-


-


-


Doa lucu anak2


Anakku pernah doa gini wkt kecil, "Semoga papa marahin mama ya Tuhan, krn ambil uang tabunganku" wwkwkwkwkk.. 🤣🤣 doa macam apa itu tuhh..


Ayo coba doa lucu anak kalian apa.. kl ga pernah denger berarti ga ngajarin anak berdoa ini.. wahh ga bener 🤣🤣 denda kopi lahh sini kl gt 🤣 (malak dengan doa) 🤣


-

__ADS_1


-


-


__ADS_2