FORGOTTEN LOVE On The Train

FORGOTTEN LOVE On The Train
Tidak Sepadan


__ADS_3

Leyka duduk termenung di belakang cafetaria yang letaknya disamping Gedung Locomotive Machine, cafetaria itu diperuntukkan bagi Guru dan Murid. Dihadapannya adalah ruang terbuka dimana tempat itu nantinya akan di gunakan sebagai perpustakaan.


Leyka gundah, berulang kali ia menyeka airmatanya yang tidak berhenti mengalir. Berulang kali ia melihat arloji di pergelangan tangannya, ia masih menunggu Damian maupun Judith, mengkonfirmasi pertemuannya. Leyka bingung ingin kemana, karena kekalutannya hanya akan menimbulkan pertanyaan untuk Train, sahabatnya ataupun Keluarga Fernandez.


Jadi ini tujuanmu yang sesungguhnya? Kau datang hanya untuk menjatuhkanku lalu meninggalkanku.. Kau hanya balas dendam dengan apa yang terjadi 8 tahun yang lalu.. Bodoh! Bukankah kau yang tidak mau berkorban untukku? Mengapa kau menyalahkanku?


Aku hanya ingin hidup bersamamu seperti orang normal.. Karena kebahagiaan bagiku, hanya sesederhana itu.. Jika tidak ada butter, bukankah kita bisa mencelupkan roti dengan segelas susu? Banyak cara menuju kebahagiaan tidak harus dengan ambisi.. Dan aku seorang wanita yang kodratnya dikejar, bukan mengejar.. Karena disitulah letak harga diri seorang wanita, bukan dengan menjadi budak laki laki dan menuruti ambisi yang kadang justru bisa menghancurkan..


Aku bosan kehidupan mewah, Val.. Mengapa kau tidak mengerti juga.. Aku ingin kehidupan yang hangat.. Dengan pasangan yang hangat.. Dan di sebuah pernikahan yang hangat.. Apakah itu berlebihan? Susah payah aku mendekatkan dirimu pada putramu.. Tapi ini tujuanmu.. Kau akan menyesal, Val.. Air laut masih pasang, belum juga surut, tapi kau lagi lagi menambah daftar kebencianku padamu..


Sesaat kau sangat baik, bertanggung jawab dan kadang terlihat menginginkanku.. Tapi, kau selalu terlihat sangat buruk pada akhirnya.. Terkadang kau seperti Malaikat, bahkan seperti badut yang menggemaskan..Tapi ternyata ada tanduk (setan) di kepalamu yang tidak bisa aku lihat.. Dan hari ini aku melihatnya.. Shittt!! Kau benar benar pecu*ndangg, Val..


Bagaimana aku menjelaskan pada Train, betapa buruknya kau sebagai Daddynya.. Daddy yang selalu dicari dan ditunggu tunggu.. Shiitt!! Mengapa airmata ini semakin berjatuhan.. Trainn.. Lo siento.. Kau tidak harus tau siapa Daddymu.. Ini bisa menghancurkan harapanmu dan impianmu.. Daddy yang baik, tapi ternyata itu tidak akan pernah terwujud..


Hati Leyka berkecamuk, ia sangat terluka mendengar sebuah kenyataan, niat buruk Valentino pada dirinya. Sudah bisa di bayangkan Valentino mengamuk pada kawannya yang datang dari Italy. Tores dan Jared, datang ke Barcelona karena sebuah kepentingan pekerjaan yang sudah pasti berhubungan dengan Gedung Telekomunikasi. Jika menyangkut termin pembayaran dari pihak Gedung Telekomunikasi, maka Divisi Umum, yaitu Torres dan Jared dari Divisi Keuangan dan sekaligus orang kedua setelah Valentino di Divisi Konstruksi. Mereka pasti akan datang dimanapun proyek itu berada.


"Aaahh, disini kau rupanya" Leyka tidak menoleh karena ia tahu itu suara siapa, yang datang memergoki keberadaannya.


"Kau menang, Margaretha" ujarnya lirih.


"Hahaha-- Baru kali ini aku menang. Hmm-- Aku sudah memperingatkanmu, apa dia ada hubungan dengan Bonita?" Margaretha pun duduk di sebelah Leyka.


"Tidak" Leyka masih tidak menoleh, ia menyeka hidungnya dan mengurai rambutnya. Ia kemudian mengeluarkan ujung kemejanya dari dalam rok spannya.


Margaretha masih merasa kurang puas atas jawaban Leyka lalu ia kembali bertanya, "Kalau tidak ada hubungannya, lalu apa yang membuatmu sedih?"


"Dia berniat mempermainkanku dan akan menjadikanku sebuah Mainannya. Kau benar. Jadi, kau menang" jawab Leyka dengan menghela nafas sepanjang panjangnya.


"Itu artinya kau masih mencintainya"


"Tidak, aku membencinya. Aku sedih karena, Train menyukainya. Aku hanya takut Train kecewa. Kau tau kan, Train sangat sensitif perasaannya. Dan asmanya itu, benar benar membuatku ketakutan, belum lagi Dinas Sosial yang selalu menuntut ini itu dan bisa saja membawa Train sewaktu waktu." Margaretha diam sesaat, ia bisa merasakan kesedihan Leyka.


Margaretha pun merangkul pundak Leyka, walaupun terkadang menyebalkan, Margaretha dan Leyka bisa akur. Meskipun akurnya hanya sebentar tapi mereka adalah musuh bebuyutan sejati. Semua karena Leyka adalah musuh yang sportif, jika ia kalah ia juga akan mengakuinya.


"Jadi aku kali ini menang" Leyka tersenyum saat melirik wajah Margaretha yang memperlihatkan senyum jokernya. Biasanya ia sangat kesal melihatnya.


"Si, kau menang, Ratu Gosip" Margaretha tersenyum bangga mendengar pengakuan Leyka. Karena ia tidak pernah mengalahkan Leyka dalam hal apapun. Entah perdebatan, atau ide saat rapat. Margaretha tidak bisa mengalahkan Leyka yang selalu meluruskan masalah demi masalah orang orang yang ada disekitarnya, akibat gosip yang selalu Margaretha buat.


Hari ini, Valentino membuatnya kalah menghadapi Margaretha yang menyebalkan.


"Jadi aku bisa melakbanmu di kursi? Atau kau memilih di pohon itu?" Margaretha menunjuk satu pohon yang berada di hadapan mereka dengan terkekeh. Leyka ikut terkekeh, walaupun masih terselip luka. Ia kemudian mengambil lakban dan dompet, ia memeriksa kartu yang Valentino berikan padanya beberapa waktu yang lalu.


"Kau pilih mana, Margaretha? Melakbanku atau berbelanja denganku? Aku akan mentraktirmu, hingga tanganmu penuh paperbag" Margaretha tertegun dengan kedua tangan Leyka yang direntangkan kearahnya, dengan menggenggam lakban dan kartu milik Valentino.


"Woooow! Apa kau serius?" Leyka tersenyum melihat bola mata Margaretha seakan mau melompat. Leyka bingung mengapa ia bisa akur dengan musuh bebuyutannya ini bahkan ingin mentraktirnya.


"Si (iya), kita pakai uang si Pec*undang itu!"


"Siapa?" penasarannya kembali kambuh.


"Kau tidak perlu tahu. Tugasmu, menganti jadwal anak anak dengan jadwal Guru lain, agar kau bisa ikut denganku. Kau tidak perlu menggantikan aku"


"Leykaaaa, Ughhh kau memang spektakuler!" pekik Margaretha dengan mengguncangkan pundak Leyka berulang ulang, Leyka tergelak melihatnya.


"Dan untuk pertama kalinya kau mengakui aku lebih unggul darimu, hah?"


"Itu karena kartu yang berkilau dan bersinar di tanganmu! Aku akan kembali dalam 5 menit" Leyka akhirnya bisa tertawa melihat Margaretha. Ia ingin meluapkan kekesalannya kepada Valentino.


Habis kau Val.. Kita lihat seberapa uangmu ini..


"Si-- Aku akan menunggumu di Lobby!" Leyka menggelengkan kepalanya, ia kemudian menyimpan lakban dan kartu Valentino lalu beranjak pergi menuju lobby.


-


-


-


Mall : L'Illa Diagonal



Terletak di jantung pusat kota Barcelona, ​​di ujung jalan dari Pedralbes Center, L'Illa Diagonal adalah salah satu pusat perbelanjaan paling mewah di Barcelona. Mall itu dirancang untuk menyuntikkan kehidupan baru ke daerah tersebut dan mendukung distrik keuangan dan bisnis yang bermunculan dan merupakan salah satu proyek arsitektur paling penting disana. Mall ini adalah pilihan besar untuk berbelanja dengan berlabel perancangnya, pusat ini juga merupakan pusat olahraga, dua hotel. Terletak di Avenida Diagonal, terhubung secara nyaman ke pusat perbelanjaan Diagonal Mar dengan jalur trem.


__ADS_1


Leyka dan Margaretha, menggesek apa saja yang disukainya, tanpa melihat harga mereka masuk dari butik satu ke butik lain. Dan Leyka membeli apa saja kesukaan Train dari mainan, tas bahkan baju dengan brand kenamaan. Playstation seri terakhirpun di belinya untuk Train. Mereka memenuhi tangan mereka dengan kantong belanjaan.


Kita habiskan uang Daddymu, Train. Batin Leyka saat menggesek tiga sepatu Train. Leyka berbelanja dengan segala kekesalannya pada Valentino yang tidak bisa ia luapkan, hingga Margaretha tidak mampu membawa lagi belanjaannya.


"Ini isinya pasti sangat banyak, kartu siapa sebenarnya ini?" bisik Margaretha.


"Jika kau bertanya lagi maka aku akan mengambil semua belanjaan di tanganmu. Ini terakhir kau bertanya milik siapa" ujar Leyka dengan tersenyum kearah kasir yang mengulurkan paperbag berisi sepatu Train. Transaksi selesai dan mereka keluar dari toko sepatu itu.


"Demi ini semua aku rela diam" Leyka tertawa saat melihat Margaretha mencibir kearahnya.


"Dan ini berlaku untuk selamanya. Kalau kau terlalu ingin tahu. Maka aku akan membobol rumahmu dan mengambil barang barang yang berada di tanganmu" ujar Leyka sambil tertawa.


"Dasar bar bar-- Sekarang kita makan. Ohh aku lapar sekali. Berbelanja membuat kalori kita terbakar. Kali ini aku yang akan mentraktirmu. Kita makan di foodcourt saja" Leyka mengangguk penuh semangat karena ia pun sangat lapar.


Dan saat escalator membawanya ke lantai atas, Leyka melihat tiga orang laki laki yang memasuki sebuah restauran Italy. Valentino menunjukkan garis keras di wajahnya, ia menegang, amarahnya terlihat jelas. Ia sedang menelepon, sesekali ia berkata tegas penuh basa basi dengan senyum yang dipaksakan.



"Apa kau suka makanan Italy? Bagaimana kalau kita kesana" ujar Leyka dengan tersenyum licik.


"Apapun itu tapi aku ingin ke toilet sebentar" ujar Margaretha.


"Aku menunggumu disana"


Leykapun mengedarkan pandangannya dan mencari tempat yang tersembunyi dari Valentino. Setelah memesan, Leyka mencari ketiga pria itu yang berada di ruang VIP dan Leyka menguping pembicaraan mereka. Ia berdiri mengambil ice cream gelato yang dijual di restauran itu dengan cara self service (mengambil sendiri), counter ice cream gelato itu berdekatan dengan ruang VIP.


*Self Service, sistem di tempat usaha yang memungkinkan pelanggannya mendapatkan barang maupun jasa tanpa bantuan staf.


"Shittt! Dia menggunakan uangku 16.000 uero, dalam waktu 1 jam!!" Valentino menghempaskan bokongnya ke sofa.


*(16.000 euro setara -/+ 270.000.000 IDR)


"Bahkan sampai dia pingsan berbelanja, uangmu tidak akan habis, ayolah itu uang kecil" ujar Torres, dan Leyka membulatkan matanya dengan mengu*lumm sendok ice cream dimulutnya, ia kemudian menyuap lagi.


Banyak juga uangnya.. Dia serius memberikannya kepadaku? Dia benar benar menganggapku Isteri atau Mainannya?! Shitt..


Valentino memukul meja dengan kesal, "Ini semua gara gara kalian!"


"Hei! Kau yang meminta kita langsung masuk saja ke ruanganmu! Bila sampai di gedungmu! Shiiitt! Jika tulang rusukku patah, aku minta ganti rugi!" kata Jared tak kalah kesal dengan memegangi dadanya yang masih nyeri karena pukulan Valentino.


"Aku akan melakukan CT-Scan! Bila aku gegar otak karena pukulanmu, aku akan meminta ganti rugi!" ujar Torres memegang kepalanya karena hantaman Valentino, mereka membuat kekacauan setelah Leyka pergi.


"Shiitt!! Kalian berakhir disini, bukan di rumah sakit! Itu artinya kalian tidak apa apa! Kau masih bernafas Jared, dan kau masih bisa mengingat uangku Torres!" Valentino mendengus kesal, wajahnya yang menegang, membuat Jared dan Torres bergidik, lebih baik diam dan mencari jalan keluar untuk rekannya, mungkin akan lebih baik.


"Shitt! Aku pikir Leyka telah kau kuasai, dan kau takhlukan dengan mudah seperti mulut besarmu sebelum berangkat ke Barcelona" ujar Torres sambil memijit kepalanya.


"Hmmpph-- Valentino mengusap wajahnya dan menghela nafas panjang --Kau benar Torres, kau dulu mengatakan aku yang akan jatuh, dengan segala rencana gila dan mulut besarku. Sekarang, aku yang jungkir balik jatuh ke dalam pesonanya. Dia semakin kuat.. Dia lebih bahagia dariku.. Bentengnya sangat kuat.. Dia memiliki kekasih dan seorang putra" Jared dan Torres diam tidak sanggup menatap Valentino. Pandangan mereka tertuju pada tangan mereka yang berada di atas meja.


Valentino melanjutkan perkataannya, "Sementara aku? Aku hanya memiliki uang dan karir yang bagus. Leyka benar, aku tidak akan menemukan kebahagiaan dan Ayahku benar, ambisi hanya akan menghancurkanku.. Berkeping - keping" Leyka menggigit sendok ice creamnya dengan mata berkaca kaca, ia bisa membayangkan wajah Valentino hanya dengan mendengar suaranya yang begitu parau dan sangat dalam. Valentino menahan kelemahannya, yaitu menangis. Walaupun tidak melihatnya, Leyka bisa tahu, mata Valentino berkaca kaca dengan wajahnya muram memerah.


"Dan kau memiliki Miu, Putrimu" ujar Jared membuat hati Leyka berdebar.


Jadi benar.. Miu adalah putrinya. Batin Leyka.


"Tapi rasanya mengapa selalu masih saja ada yang kurang. Aku menginginkan Leyka lebih dari siapapun. Aku menyerah, aku mengaku kalah. Setiap aku ingin meninggalkannya, hatiku, jiwaku bahkan-- lihat tubuhku, aku tidak bisa kemanapun. Aku terperangkap sendiri, ke dalam niat jebakan yang aku buat. Apalagi, putranya itu semakin membuatku ingin selalu bersamanya. Ini kehidupan yang sangat sederhana yang Leyka inginkan, mengapa aku bodoh sekali. Pantas saja Padre tidak menginginkan menantu, selain Leyka. Aku mencarinya dari diri wanita Spanyol lainnya tapi aku tidak menemukannya. Karena memang Leyka hanya satu satunya" Antara luka, kesedihan, juga kebencian mengaduk aduk hati Leyka, ia menyeka airmata yang tanpa sadar menuruni pipinya. Leyka menyuap ice creamnya dalam suapan yang besar agar meredam hatinya yang semakin bergejolak.


"Aku penasaran dengan putranya" kata Jared turut merasakan kesedihan Valentino.


"Dia setan cilik yang menggemaskan, aku jatuh cinta padanya. Dia sangat lucu, tampan dan menyenangkan. Dia anak yang pintar, cerdas, licik, dia anak Genius. Kalian bahkan aku, tidak bisa melawannya. Ibarat menembak satu sasaran tapi mengenai semuanya-- Lihat, aku sudah merindukannya" Valentino tersenyum dan menyeka sudut matanya.


"Tadinya aku tidak bisa menerima kenyataan bahwa dia hamil, aku sampai terserang asma yang cukup parah dan aku dirawat keluarga Paman Sergio di Mansion. Aku menghilang berhari hari lamanya. Aku berniat menyelesaikan pekerjaanku dan kembali ke Italy, karena itulah aku meminta kalian datang. Mengurus pembayaran dan aku akan pergi. Tapi anak itu, seakan mengikatku. Shitt!! Aku baru berbaikan beberapa hari dan kami melewati hari yang indah, Leyka mulai hangat. Hatinya mulai kacau, dan-- Kalian merusak segalanyaaa!! Fu*cckk!!" umpat Valentino sambil memukul meja dan membuat Jared dan Torres tersentak.


"Bagaimana Ayahnya? Apa kekasihnya itu atau tunangan saudaranya yang kabur dari Palma seperti pemberitahuannya dulu di media?" tanya Jared penasaran.


"Entahlah, Leyka sepertinya tidur dengan setiap laki laki asing yang dia temui, sampai ia mungkin tidak tahu siapa Ayah anak itu. Karena Diego tinggal bersama Manuella, dia memberi nama belakang Calvo karena mungkin mereka bersahabat. Mereka membesarkan anak itu bertiga. Dan Leyka dalam pemantauan Dinas Sosial. Aku semakin yakin anak itu bukan anak Diego. Aku baru membahas itu sebelum kalian datang"


Val.. Jadi kau pikir aku tidur dengan setiap laki laki asing yang aku temui.. Pecu*ndaang.. Kau benar benar laki laki bren*gseekk. Batin Leyka.


"Membahas itu? Aku melihatmu justru menindihnya, Cihh!" cebik Torres kearah Valentino.


"Shiitt!! Setiap kami membahas apapun tidak pernah tuntas karena aku sangat bernafsu pada wanita siluman itu! Shitt! Dia benar benar memakai sihir!" dengus Valentino. Dan Leyka mengetatkan rahangnya, ice cream ditangannya telah habis.


"Apa Leyka bisa di kloning? Aku rasa aku jatuh cinta padanya. Ternyata, aslinya lebih cantik dari fotonya. Dia membuat jantungku remuk saat melihatnya tadi" ujar Torres membuat mata Leyka membulat, bahkan Valentino telah berdiri menerjang kerah leher Torres dan Jared menahannya susah payah.


"Shittt!! Torres! Apa kau ingin mati muda??!" hardik Valentino dengan tangan mengepal. Jared menahan tubuh Valentino dengan sekuat tenaga, karena tubuh Valentino layaknya buldozer, padat, besar dan berisi yang siap meremukkan tulang tulang Torres.

__ADS_1


"Heii, Diev! Torres hanya becanda!" pekik Jared dengan mendengus.


"Tidak Jared! Aku tidak becanda! Dia memiliki kekasih dan aku bisa merebutnya!" sanggah Torres dengan serius.


"Ohhh Shitt!! Cepat tulis wasiat terakhirmu!" Jared melepas tubuh Valentino yang ia tahan dan membiarkan Valentino mencekik Torres, ia sudah membela Torres tapi yang dibela justru semakin membuatnya kesal.


"He-- Hehehe. Diev, aku..aku.. hanya becanda.. Tapi jika kau.. Kau.. Tidak bisa membuatnya kembali kepadamu.. Aku..Aku.. Akan membuat Leyka berada disisiku" Leyka ikut menegang mendengar pertikaian itu dari luar, posisi Torres sudah tidak bisa berkutik karena Valentino telah mencekik dengan menekan kepala Torres dimeja.


"Aku bisaa! Aku bisaaa!! Dia akan menjadi Istriku! Selamanya!" pekik Valentino di depan wajah Torres dengan kesal.


Namun sebuah suara dari luar membuat mereka semua terdiam, "Leykaaa! Aah kau disini rupanya. Apa Ice creamnya enak?" Semua membulatkan matanya termasuk Leyka. Perlahan Valentino mengendurkan cengkeramannya dan cenderung melepaskan Torres, semua mempertajam pendengarannya.


"Itu Leyka!" bisik Jared kearah mereka bertiga, mereka menegang seketika.


"Hummm-- Ice cream ini sangat payah. Masih enak Ice cream buatan orang Jerman. Orang Italy payah, padahal hanya sekedar membuat Ice Cream!" Mereka bertiga yang berada di ruangan VIP tersentak mendengar jawaban Leyka. Karena Jerman adalah Damian.


Valentino semakin meradang. Jared menahan tubuh Valentino yang terbakar dan Torres membekap mulut Valentino agar diam dan mendengarkan.


"Apa dia mendengar pembicaraan kita?" Bisik Jared dan Torres hanya menggedikkan bahunya.


Mereka pun terdiam dan mendengarkan Leyka dan temannya itu berbicara.


"Tapi kau memakannya sampai habis" ujar Margaretha.


"Aku hanya membandingkan-- Ahh, sepertinya aku tidak bisa makan siang denganmu, Margaretha. Karena aku akan pulang dan menunjukkan lingerieku pada Damian. Aku akan berkencan dengannya. Jadi sebaiknya kita pergi. Tapi aku sudah memesan pizza. Dan kau harus mentraktirku lain waktu" Jared kembali menahan tubuh Valentino yang memberontak, dan Torres membungkamnya, Valentino rasanya ingin menerjang Leyka saat itu juga. Dan rekan rekannya tau, Valentino dikuasai kemarahan yang tidak bisa diredam.


"Baiklah, aku juga lelah sekali berbelanja hari ini" ujar Margaretha.


"Aku akan memesan Ice Cream! Kau urus saja barang barang belanjaan kita di meja"


"Tadi kau bilang payah" ujar Margaretha dengan berlalu ke meja dimana barang barang belanjaannya di letakkan disana.


"Aku kasian, ice cream itu tidak laku, aku akan beramal dengan Ice Cream yang payah buatan Italy!" ujar Leyka membuat Valentino semakin kesal.


Leykapun menghampiri seorang pelayan yang keluar dari ruang VIP dimana Valentino berada lalu berkata dengan sangat keras, agar Valentino juga rekannya mendengarnya.


"Begini, aku mau memesan 200 pack Ice Cream, antarkan ke Kedai Double P di Distrik Golden. Dan semua tagihan yang aku pesan akan dibayar oleh, Orang yang ada di ruang VIP itu! Atas nama Valentino Gallardiev! Aku tunggu pesanannya dalam waktu 1 jam. Gracias" Pelayan itu berlalu dan Leyka melangkahkan kakinya ke ruang VIP, ia berdiri diambang pintu.


Semua membulatkan matanya. Jared dan Torres melepaskan Valentino kemudian. Dada Valentino bergemuruh, ia belum pernah melihat Leyka semarah ini, bahkan di Pretoria. Leyka yang dikenalnya dulu, benar benar menghilang.


"Gallardiev, kau benar! Aku tidur dengan semua laki laki asing yang baru saja aku temui! Bahkan aku ingin tidur dengan kedua kawanmu! Bukankah mereka laki laki asing yang baru saja aku temui?? Asal kau tahu! Kau adalah laki laki Pecu*ndang yang pernah aku kenal! Dan aku harap kau tidak pernah menarik uangmu satu sen pun, dari kartu yang kau berikan kepadaku. Atau kau ingin memintanya, seperti yang kau lakukan pada Rebecca?" Dengan tenang bahkan Leyka tersenyum walaupun matanya seakan berpijar api kemarahan.


"Tidak-- Semua untukmu!" Valentino gugup, ia kembali tidak sanggup melawan Leyka. Valentino seakan kembali tersihir dengan pesona Leyka.


"Bahkan, semua yang kau miliki tidak sepadan dengan apa yang kau lakukan padaku!" Leyka melempar kartu itu dan berlalu pergi.


"Woow! Kerenn!" bisik Torres dengan berdecak kagum.


"Leyka" gumam Valentino dan ia terduduk disofa.


"Sepertinya, kau salah bicara! Kesempatanmu tipis! Sebaiknya kau pulang saja ke Italy. Tapi, biarkan aku tinggal disini, Leyka ingin tidur denganku" ujar Torres kembali memancing Raja Setan.


"Fu*cckk youu, Torress!! Kau bayar tagihan semuanya!" Valentino bangkit berdiri, dan meraih kartu yang Leyka buang lalu beranjak pergi.


"Baiklah, tidak masalah. Aku akan bayar, ini kesempatan Leyka melihat bahwa aku, Torres Si Dermawan" ujar Torres menahan senyumnya.


"Tidak jadi!! Biar aku yang bayar!! Fu*cckk! Aku akan makan siang di Double P! Terserah kalian makan saja di neraka!" kata Valentino sekesal kesalnya.


Kawan yang breng*sek dan sebotol bir, adalah istilah orang di daratan Eropa. Walaupun breng*sek mereka akan damai dengan sebotol bir. Valentino pun menuju Double P dan rasa penasaran membuat Jared serta Torres mengikutinya.


-


-


-


Perlu diingat, Jared dan Torres tidak pernah membahas RAMUAN KESUBURAN mereka membahas PERNIKAHAN MASSAL.


Yang membahas RAMUAN KESUBURAN adalah MANUELLA ke LEYKA. Jangan ketuker, budayakan membaca, ayo baca lagi 🤣


Denda kopi 1 toren 🤣


-


-

__ADS_1


-


__ADS_2