FORGOTTEN LOVE On The Train

FORGOTTEN LOVE On The Train
PRETORIA : Besok Hari Terakhir Kita


__ADS_3

...




...


-


-


-


...2 Days Left...


Pukul 02.00 dini hari waktu Pretoria.


Dan bau menyengat tajam itu kembali menusuk indra penciuman Leyka, pergelangan tangannya sangat linu karena ada jarum yang menusuknya. Ia mengedarkan pandangannya, apa yang membuat paha dan perutnya terasa berat. Ternyata paha dan tangan kekar pria Italy itu menimpanya. Lalu Leyka melihat kearah sumber suara dengkuran halus di sebelah telinganya.


Pinokio.. Nyenyak sekali tidurmu.. Berapa kali kau menghajarku..


Leyka tersenyum melihat pundak sebelah kanannya, wajah tampan Valentino yang tengah tertidur pulas tampak menumpukan hidung dan bibirnya diujung pundaknya. Leyka mengamati lekat lekat hingga mata berkaca kaca.


Mengapa harus seperti ini? Mengapa kita harus bertemu bila akhirnya kita berpisah.. Mengapa kau membuatku semakin dalam mencintaimu.. Apa kau percaya, Val? Apa kita hanya terkena kutuk saja Dewa Amor? Mengapa aku menyukaimu sampai seperti ini.. Mengapa kau harus punya anak? Mengapa..


Bagaimana bila aku ikut ke Italy saja, dan melawan Rebecca.. Anak itu bisa saja di aborsi Apa aku bisa seegois ini? Bagaimana bisa aku membunuh kehidupan seseorang.. Lalu bagaimana bila Valentino justru mencampakkan aku karena anak itu? Apa gunanya aku ke Italy.. Bukankah sama saja mereka semua justru bisa melukaiku.. Menyakitiku.. Tidak.. Mereka tidak bisa menyakiti seorang Leyka Paquito.. Tidak akan aku biarkan.. Memang seharusnya kita hanya orang asing dan akan segera saling melupakan..


Leykapun menitikkan airmatanya, ia tidak menyangka liburannya di Pretoria justru mendapatkan pengalaman tak terlupakan. Cinta yang selalu dihindari karena Leyka berpikir didalam cinta pasti di sertai luka. Cinta yang ingin dihindari itu justru membuatnya terperangkap oleh pesona pria Italy. Valentino Gallardiev.


Di sisi lain Valentino berpikir bahwa, di dalam Cinta ada kenyamanan. Namun setelah nyaman Leyka justru semakin meremukkannya. Bila kalian mengejek Dewa Kesuburan di Hari Kasih Sayang, maka kutuk itu akan menimpa pada kedua pasangan. Itu bukan hanya mitos tapi itu sebuah kepercayaan turun temurun dan berlaku hingga sekarang. Banyak cerita itu beredar dan berkembang di benua Afrika hingga merambah ke berbagai belahan dunia tentang kutuk itu.


Apakah mereka terkena kutuk? Hingga sulit sekali menyatukan ideologi bahkan pemikiran yang sejalan. Saling menyakiti dan saling memendam. Tapi bagaimana menebusnya. Bila salah satu diantara mereka menyelamatkan Satu Kehidupan seseorang maka mata rantai kutuk yang membelenggu cinta itu akan musnah. Itu artinya Leyka harus menyelamatkan anak yang di kandung Rebecca.


Mitos tinggallah mitos, yang pada akhirnya ditelan masa. Dan secara tidak langsung Leyka menyelamatkan sebuah kehidupan. Dengan luka hatinya, ia memilih tidak mengatakan kepada Valentino tentang anak yang di kandung Rebecca. Bila Valentino tau, Valentino bisa saja meminta Rebecca mengaborsinya, sebelum Rebecca kehilangan hak aborsinya. Atau bahkan Rebecca sendiri yang akan mengaborsinya.


Leyka memilih diam dan mencoba memakai logikanya. 27 jam ditambah 8 hari itu berarti 9 hari lewat 3 jam, Leyka menghitung dalam hatinya. Tidak mungkin orang mencintai dalam waktu 9 hari kemudian menikah atau tinggal bersama, kesebuah negara asing yang notabene, Valentino tidak mau berkorban tinggal di Barcelona. Leyka memilih melupakannya.


Airmata menerobos masuk melalui pelupuk matanya dan mengalir ke hidungnya, ia pun menimbulkan gerakan untuk menyekanya. Serta isak lirih saat ia menghela nafas berat, Leyka terus menggosok lubang hidungnya dengan punggung jari telunjuknya. Valentinopun membuka mata sebesar besarnya lalu meredup dan berhamburan memeluk Leyka.


"Maafkan aku Ley.. Maafkan aku.. Aku Mohon.. Maafkan aku"


"Aku membencimu, Val"


"Iyaa Maafkan aku, Ley.. Maafkan aku.. "


"Aku sangat membencimu, Val... Sangat" Leyka pun terus terisak dan memeluk Valentino. Airmatanya membanjiri ceruk leher Valentino, ia terus membenamkan wajahnya dan bersembunyi.


Sementara Valentino dengan jutaan rasa penyesalannya, ia hanya memeluk dan membelai belai lembut rambut Leyka. Dan tak di sangka airmatanya turun menggenangi sudut matanya.


"Ley, ampuni aku Leyka.. Il mio amore, Mi dispiace (Cintaku, aku menyesal; Italy).. Seandainya kau 7 kehidupanku bahkan seribu kehidupanku.. Aku tidak akan pernah memaksamu, aku tidak akan membuatmu kesakitan.. Kau sampai pingsan.. Maafkan aku" Leyka hanya terdiam dan memilih menangis dalam pelukan Valentino.


"Leyka.. Aku hilang kendali, Maafkan aku" Dan pelukan Valentino mengerat hangat di ketinggian perbukitan buah zaitun di Pretoria.

__ADS_1


"Val, Diego adalah cinta pertamaku. Apa salah bila aku masih mengharapkannya? Sama halnya Rebecca adalah wanita yang pernah kau cintai dan kau masih saja ingin membangun rumah di tepian pantai. Bukankah tanpa kau sadari kau masih mengharapkannya di dalam hatimu yang tersembunyi?" Valentino merenggangkan pelukannya agar ia bisa menatap wajah Leyka.


Namun Leyka terkejut, Valentino ternyata berurai airmata. Leykapun mengusap lembut pipi Valentino, jemari mungilnya merayapi wajah itu. Kemudian dengan inisiatifnya sendiri Leyka mencium bibir Valentino sesaat. Lalu ia kembali membenamkan wajahnya kembali di ceruk leher pria asing itu.


Ini pertama kalinya ada laki laki yang menangis untukku selain Ayahku.. Val.. Jangan membuatku sulit.. Aku harus melepaskanmu.. Dan melupakan dirimu.. Bahkan Pretoria..


"Ley--


"Pinokio.. Pulanglah ke rumah Kakek Geppeto. Kau sudah cukup mencuri apapun dariku, ketika kau pulang, kau akan menjadi laki laki yang baik dan kau akan berubah menjadi Manusia" Dengan lirih Leyka mengatakannya, Valentino semakin teriris mendengarnya.


"Jadi kau menganggapku seperti boneka kayu?" tanya Valentino terdengar parau. [ Bila orang Italy membuat ulah dimanapun, bahasa yang populer untuknya adalah, Pulanglah ke rumah Kakek Geppeto, itu adalah bahasa pengusiran secara halus ] dan itu mendorong belati semakin dalam melukai hati Valentino.


Apa aku begitu menyakitimu? Sehingga kau tidak menginginkanku lagi? Kenapa Leyka? Kenapa Diego? Apa kau begitu menyukainya.. pikiran Valentino semakin kalut.


"Iya.. Benar.. Karena kau seperti boneka Pinokio, hidungmu panjang dan tidak berperasaan. Kau penuh ambisi, kau tidak mau berkorban, kau mencari keuntunganmu sendiri, kau sangat egois. Tapi Pinokio sebenarnya hatinya sangat baik dan lembut" Valentino merasakan lehernya basah dan itu adalah airmata seorang Leyka. Gadis bar bar yang ternyata mempunyai hati yang lembut dan bisa menangis. Sumpah demi apapun, Valentino sangat menyesalinya.


"Leyka, Maafkan aku!" Valentino mendorong tubuhnya merosot kebawah, dan ia membenamkan wajahnya dada Leyka. Pelukannya sangat erat dan hangat, Leyka sedih melihatnya. Ia merasakan perlahan dadanya basah, Leyka pun membelai rambut Valentino dan membalas pelukan itu.


Cerita Pinokio berawal dari sepotong kayu yang diberikan Tuan Cherry kepada pemahat bernama Geppeto kemudian mengubah kayu tersebut menjadi sebuah boneka kayu yang diberi nama Pinokio. Suatu hari Pinokio yang lapar mencoba membuat omelet, tetapi sayangnya omelet tersebut terlempar ke luar rumah dan kaki Pinokio terbakar kompor. Geppeto yang baru saja pulang ke rumah langsung membuatkan kaki baru untuknya dan memberikan makanan yang dia punya untuk Pinokio.


Geppeto sangat menyayangi Pinokio sebagai anaknya, dia menjual mantelnya untuk membeli buku sekolah Pinokio. Sayang buku tersebut malah dijual oleh Pinokio untuk membeli tiket pertunjukan boneka kayu. Pinokio hampir saja dibakar oleh pemilik pertunjukan, tetapi ketulusan hati Pinokio malah membuatnya diberi sejumlah koin emas. Di perjalanan pulang untuk memberikan koin emas kepada Geppeto, Pinokio malah mengikuti rubah dan kucing jahat yang berjanji akan menggandakan koin emas tersebut. Sayangnya, Pinokio malah tertipu, dirampok, dan nyaris dibakar oleh rubah dan kucing itu.


Dalam petualangannya kembali ke rumah, Pinokio banyak menemui kesulitan dan mendapatkan bantuan dari peri. Pinokio juga dikisahkan pernah menjadi keledai dan dimakan oleh ikan hiu. Berbagai masalah dialami Pinokio karena sifatnya yang polos, bodoh, suka berbohong, dan egois. Namun pengalaman pengalaman yang dialaminya mengubah Pinokio menjadi pribadi yang peduli terhadap perasaan orang lain dan patuh kepada orang tua. Akhir dari dongeng ini adalah Pinokio bertobat dan dapat bertemu kembali dengan Geppeto dan berubah menjadi anak laki-laki nyata.


Leyka menganggap Valentino adalah Pinokio karena hidungnya mancung dan agak memanjang, tidak proposional tapi entah mengapa justru Valentino terlihat tampan di matanya. Dari semua indera diwajah Valentino, hidungnyalah yang paling menonjol. Karena itulah Leyka menjulukinya Pinokio. Selain itu karakteristiknya Valentino berpetualang meninggalkan Italy dan membuat kekacauan di dalam hidupnya. Karena itulah Leyka memintanya untuk kembali pulang ke rumah Kakek Geppeto alias pulang kembali ke kampung halamannya, Italy. Karena kisah Pinokio berasal dari Italy.


Merekapun kembali tertidur, hingga matahari terbit. Seorang Dokter dan Perawat berkeliling melakukan kunjungan kepada pasien sekaligus memeriksanya. Leykapun diperbolehkan pulang, ia hanya pingsan karena kelelahan. Leyka diberikan vitamin dan dianjurkan untuk lebih banyak beristirahat. Namun Valentino memberinya obat penahan rasa sakit.


"Ley, kau mau sarapan?" tanya Valentino membuka obrolan setelah keluar dari rumah sakit. Waktu menunjukkan pukul 07.00 pagi waktu Pretoria. Leyka tidur hampir 15 jam, matanya terlihat sembab, begitu juga Valentino.


"Ley kita sampai. Tunggulah disini" Valentino mematikan mesin mobilnya setelah terparkir sempurna. Ia buru buru keluar mobil dan membukakan pintu untuk Leyka dan menggendongnya turun.


"Aku sudah tidak apa apa, tidak perlu seperti ini"


"Diamlah Ley, jangan membuatku merasa tidak berguna" Leyka tersenyum tipis mendengarnya.


"Aku sudah meminum pain killer (penghilang rasa sakit) yang kau berikan untukku" Valentinopun menggendong Leyka dari tempat duduknya lalu menurunkannya dan mengunci mobilnya.


Mobil Land Rover yang lumayan tinggi jaraknya menyentuh tanah dan itu akan membuat Leyka kesakitan bila akan naik dan turun. Karena sudah bisa Valentino bayangkan, pasti pangkal paha gadis Spanyol itu terluka karena ulahnya.


Setelah memesan makanan, Leyka di sibukkan dengan ponselnya, hati Valentino teriris melihatnya, tatkala membaca pesan dari Diego di ponsel Leyka yang diletakkan dimeja. Leyka sengaja membuat Valentino membacanya.


Saat tiba di Barcelona aku akan menjemputmu, aku tidak mau tinggal bersama tanpa ikatan. Aku mau kita menikah, Ley..


So sweet.. Baiklah kita akan menikah..


Sebuah tamparan yang menyengat hati Valentino hingga wajahnya kemerahan. Namun melihat Leyka memperbaiki posisi duduknya dengan meringis membuat Valentino semakin diliputi perasaan bersalah. Valentino menekan dalam rasa perih di dadanya, ia harus buru buru menggunakan logikanya daripada perasaannya.


Ventino berjanji tidak akan memaksa Leyka, ia pun bertekad akan membuat dua hari yang indah dan mengesan sebelum Leyka kembali ke Spanyol.


"Ley, apa kau percaya Keajaiban?-- Ah, tentu saja tidak. Kamu kan Atheis" Valentino bertanya dan ia menjawabnya sendiri.


"Kau tau jawabannya" kata Leyka mengangkat kedua alisnya.

__ADS_1


"Ley, aku selalu berharap ada keajaiban"


"Untuk?"


"Untuk hidupku. Dan aku berharap juga untuk hidupmu di masa depan" Leyka tersenyum dengan melengkungkan satu sudut bibirnya dan mendengus kecil, ia tau arah tujuan pembicaraan Valentino. Leyka merasa Valentino sudah membaca pesan Diego dari ponselnya.


Dan otomatis di Palma, Manuella meminta secara langsung kepada Diego, untuk membuat chat fake seperti permintaan Leyka. Diego yang merasa pernah disukai Leyka, sudah pasti Diego mau membantu, terlebih lagi justru saat Leyka menghilang dan pergi ke Afrika, Diego mulai menaruh hati padanya, sehingga terkadang melupakan statusnya bersama Ella Gusmo, saudara tiri yang tidak ada hubungan darah dengan Leyka.


"Aku menjalani hidupku mengalir begitu saja, Val"


"Ley, bila kau menyadari pertemuan kita adalah Takdir maka berlarilah padaku, tapi bila bukan teruskan langkahmu dan akupun akan begitu Ley" Valentino membelai rambut Leyka hingga punggungnya, hati Leyka kembali menjadi beku.


"Aku akan mengingat kata katamu saat berpisah denganmu di stasiun. Tapi, aku pasti akan terus berjalan. Val, mari kita bersenang senang! Setelah itu mari kita saling melupakan. Seperti pertama kita bertemu, kau selalu mengedepankan bahwa kita hanyalah orang asing. Ada sesuatu yang indah yang menunggu kita di negara kita masing masing. Percayalah kau akan berterima kasih padaku suatu saat nanti. Dan Aku senang bisa berkenalan denganmu" dengan melemparkan senyum manisnya, Leyka berhasil membuat Valentino kembali merasakan nyeri di hatinya.


Anakmu menunggumu Val.. Kau akan bahagia.. Dan kau akan berterima kasih kepadaku suatu hari nanti..


"Semoga kau merasakan sesuatu yang indah juga, Ley. Aku sangat berkesan dengan liburan ini. Aku juga senang bertemu denganmu, rasanya aku ingin membekukan waktu dan biarkan kita terkurung disini" Leyka tertawa sumbang setelah mendengarnya dan Valentino terlihat begitu serius mengatakannya.


"Pria Italy memang pandai membual"


"Ley, aku mengatakan yang sesungguhnya" Valentinopun berhasil membuat Leyka menghentikan tawanya, saat Valentino meraih jemarinya dan mencium punggung tangannya. Tatapan mata Valentino sangat memukau pagi itu, sehangat mentari pagi yang menyinari Pretoria saat itu. Begitu hangat menyentuh permukaan kulit mereka.


"Besok hari terakhir kita di Pretoria. Mari membuatnya lebih berwarna Val"


"Aku setuju denganmu Ley" Valentino melempar senyumnya dan Leyka menyambutnya dengan hangat. Valentino justru menunjukkan sisi kelembutannya disaat terakhir mereka. Hati Leyka menjadi gundah. Semenjak kejadian itu, Valentino menjadi berubah lembut kepadanya.


Apakah hanya karena rasa bersalah.. Oh Val, mengapa kau lembut sekali padaku..


Apa kau bisa mengampuniku Ley.. Kau sepertinya memutuskan memilih menikah dengan cinta pertamamu..


...*...


Merekapun kembali ke Castelo de Monte namun ditengah perjalanan, ponsel Valentino berdering. Valentinopun menepikan mobilnya.


"Jared?"


Gallardiev, satu kontrak lagi untukmu di Capetown.. Pembangunan Capetown Time Square, akhirnya kita pemenang tendernya. Tim kita sudah berangkat kesana, menunggumu.. Ini penting karena mereka ingin kau merancang dari awal.. Investornya ingin bertemu dengan mu dan satu lagi... Ini Proyek terbesar mu.. Profitmu ini 5 kali lipat dari Hotel di samping Ludwig's Roses..


"Baiklah dua hari lagi aku kesana" Valentino menutup ponselnya dan langsung bersorak menyambar pipi Leyka dengan menangkupkan kedua tangannya.


"Leykaaaa!!! Kau keberuntunganku! Kau Dewi Fortuna yang bersinar! Wuuuuuuu!" Valentino bertubi tubi menciumi wajah Leyka yang kebingungan namun Leyka merasakan kebahagiaan yang Valentino rasakan.


"Val! Apa ada pekerjaanmu di Barcelona?"


"Bukan Leyka! Lebih dari itu! Proyek Barcelona bernilai kecil Ley, orangku yang akan menanganinya! Tidak mungkin aku mengejar nilai yang kecil disana! Ini sesuatu yang besar di Capetown!" Leyka tersenyum saat Valentino memeluknya dengan menggoyangkan tubuhnya dengan bersorak, sampai matanya berkaca kaca. Perkataan Valentino bak mata tombak yang lagi lagi melukai hati Leyka.


Siapa diriku.. Apa arti aku bagimu.. Sudah pasti bukan siapa siapa.. Aku hanya orang asing kan, Val? Seandainya ada pekerjaan di Barcelona, kau tidak akan mengambilnya dan menemuiku.. Aku tahu, uang adalah segalanya bagi pria Italy seperti dirimu.. Tidak Val.. Aku juga tidak akan berharap apapun darimu.. Karena harapan dan juga Cinta sangat dekat dengan Luka.. Aku tidak mau itu..


...-...


...-...


...-...

__ADS_1


Diperkirakan update 3 jam lagi !


__ADS_2