
...PART ONE...
Daycare
"Ellaaaa! Cinderllaaa! Elara Miuccia!" pekik Train saat melihat Miu yang berlarian menuju kelas kepribadian. Miu menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Train yang berada diambang pintu kelas Bahasa Inggris yang di ikutinya.
Sebelumnya Pallazo telah mendaftarkan Miu di Daycare tempat Train menjalani pendidikan Bahasa Inggris untuk menghabiskan masa liburannya di musim gugur. Karena itu, tidak aneh bila Miu telah mengetahui dimana letak kelasnya yang melewati kelas Bahasa Inggris. Pallazo sengaja melakukannya, ia ingin Miu bertemu Train dan memberi sedikit kejutan pada Valentino yang telah melukai hatinya.
"Blue Trainnn Valentino? Woooow! Kau bersekolah tambahan di musim gugur juga?" Miu bergegas berlarian kearah Train yang telah terlebih dahulu berlarian menyongsong kearahnya.
Mereka berlarian dengan penuh tawa dan tentu saja dengan keterkejutan mereka. Pertemuan singkat di bandara, Train dan Miu tidak menyangka akan bertemu kembali di Daycare. Mereka lalu saling menghentikan langkah dalam jarak yang cukup dekat, mereka berdiri saling berhadapan dan saling memandang untuk sesaat.
Train menyibakkan rambutnya dan mengulurkan tangannya, cara pria dewasa berkenalan kepada wanita dewasa, yang selalu ia lihat di sekitarnya, di kehidupan kesehariannya. Miu menyambut uluran tangan itu dengan senyum manisnya. Kedua mata biru keabuan itupun bertemu dan berbinar terang dengan kilaunya.
Dia sangat cantik, banyak lampu di matanya. Train
Train sangat tampan.. dan menyenangkan. Miu
"Apa kabarmu Ella? Apa kau sudah bertemu Pappamu? Tak ku sangka kita bertemu lagi" tanya Train dengan pesonanya seraya memiringkan kepalanya, ia melihat ciri khas Daddynya dalam hal ini.
"Kabarku sangat baik. Aku belum bertemu Pappaku, aku baru bertemu dengan Pappa Baptisku. Dan aku bertemu orang - orang baik yang ada di Barcelona. Orang Spanyol sangat ramah, seperti dirimu. Aku sangat senang berada di Barcelona dibanding di Negaraku" ujar Miu masih menggenggam tangan Train dengan erat.
"Benarkah? Uhs, kapan kau akan melepaskan tanganku? Apa kau mau membawanya dan memasukkannya ke dalam tasmu?" ujar Train membuat pipi Miu bersemu kemerahan. Miu tertawa disusul Train lalu mereka mengurai jabatan tangan yang terasa hangat pagi itu. Train memasukan kedua tangannya ke dalam saku celananya dan bergaya seperti pria dewasa, lagi dan lagi.
"Ihhs aku lupa.. Uhm, kau masuk kelas Bahasa Inggris? Pappaku juga menyuruhku untuk belajar Bahasa Inggris tapi Mammaku ingin aku masuk kelas kepribadian, agar aku bisa bersikap seperti wanita bangsawan kelak" tutur Miu menyibakan rambut keemasan yang tergerai menutupi dadanya.
"Hahaha-- aku bisa mengajarimu, karena aku putra bangsawan, aku anak Putri Mahkota Kerajaan. Aku pun Red Velvet dari Italy!" seru Train sedikit memamerkan asal asulnya, ia lupa nasehat Leyka untuk menutupi jati dirinya. Train berpikir Miu bukanlah paparazi yang harus dihindari.
"Benarkah? Kau bangsawan? Wow-- keren sekali kau pasti senang Ibumu seorang Putri Mahkota. Apa Ibumu punya crown? Apa Ibumu selalu memakai gaun kerajaan? Kau juga dari Italy? Apa itu Red Velvet? Setauku itu hanya cake" kicau Miu dengan pertanyaannya yang bertubi - tubi.
"Aahahaha Mommy, aku memanggilnya Mommy. Mommyku punya crown. Gaun kerajaan dipakai bila ada acara resmi dari Kerajaan. Daddyku orang Italy, Mommyku orang Spanyol. Red Velvet adalah cake yang mewah, hidangan berkelas untuk para bangsawan dan itu hanya sebutan. Karena aku bangsawan yang mewah. Seleraku sangat tinggi seperti Daddyku, karena itu aku menyebut diriku Red Velvet dari Italy. Tapi aku belum pernah ke Italy. Apa negaramu sangat indah?" jawab Train dan mengakhirinya dengan pertanyaan.
Train terdengar kembali memamerkan dirinya dengan bangga, sifat Valentino sangat melekat untuk yang satu ini, terlihat arogan dan mengandung unsur kesombongan. Miuccia berdecak kagum mendengar penuturan Train.
"Negaraku memiliki nilai seni yang sangat tinggi yang diakui dunia. Sangat indah dan bila kau kesana hubungi aku saja. Apa kau mempunyai nomor ponsel?" Tanya Miu dan Train bergegas mencari ponselnya yang berada di dalam tasnya, melihat sikap Train, Miu pun mencari ponsel yang berada didalam tasnya juga. Kemudian merekapun saling bertukar nomor ponsel.
"Hei kalian! Apa kalian akan berdiri disana selama dua jam? Pelajaran segera dimulai!" Miu dan Train menoleh secara bersama kearah sumber suara yang berseru kepada mereka. Seorang guru wanita memasuki kelas Bahasa Inggris dimana Train belajar.
"Cinderella, masuklah ke kelasmu. Kita bertemu dua jam lagi. Kita makan di kantin Daycare. Aku akan menemuimu di kelasmu, tunggulah aku. Apa kau membawa kotak bekal?" tanya Train dengan melihat kearah Miu yang menutup resleting tasnya.
"Si, seorang malaikat membawakannya untukku! Hahaha, aku becanda-- Arrivederci uhm, itu artinya sampai nanti" kata Miu sambil melangkah mundur perlahan menuju kelasnya, Train masih berdiri terpaku dengan mata jelinya memandang rambut keemasan milik Miu dengan penuh kekaguman.
"Si aku tahu, Daddyku yang mengajariku. Adios, artinya sampai nanti di dalam bahasa Spanyol!" seru Train dan Miu semakin mengembangkan senyumnya.
"Si aku tahu, seorang pengurus Apartemen, seorang Tio yang baik hati, dia orang yang selalu ramah dan penuh kasih sayang yang mengajariku! Adios!" balas Miu dengan berseru dan masih melangkah mundur.
"Arrivederci!!" seru Train dalam bahasa Italy dan Miu memutar langkahnya dan berlari menuju kelasnya.
__ADS_1
Pengurus Apartemen? batin Train seraya mengerutkan dahinya. Ia mengingat Pedro yang belakangan ini selalu mengurus Apartemen.
"Heii Miu, dimana kau tinggal?!" seruan Train membuat Miu menghentikan langkahnya lalu membalikkan badannya kembali kearah Train.
"Distrik Golden lantai 9! Dan kau?!" jawab Miu berseru dan kakinya terus melangkah mundur.
"Apartemen Casa de Miel! Aku tinggal di Distrik Miel! Lantai tujuh yang banyak bunga mawarnya!" seru Train dan Miu kembali berlari seraya memutar tubuhnya, ia menuju kelasnya. Geraian rambut keemasannya seakan ombak berkeriap membuat Train memandanginya tanpa berkedip. Keduanya mulai berpikir dan menerka, mereka pun menemukan jawabannya.
Apakah Train anak dari saudara Tio Pedro-- Uhm, seorang wanita bangsawan itu? Tepat sekali. Ini sangat keren.. Dia sangat tampan, lucu dan sangat menyenangkan.. Train, kau teman pertamaku.. Teman laki laki..
Dia dan Mammanya yang selalu merepotkan Pedro, tidak salah lagi.. Di lantai sembilan, Distrik Golden milik Abuello Sanchez yang sedang menemui anaknya di Paris. Tio.. Hahaha, kau memanggil Pedro dengan Tio? Akrab sekali.. Dan kau menyebut Pedro seperti malaikat, Ella?.. Hmm, Angelita.. Tapi Pedro memanggil Angelita.. Si, kau seperti malaikat dengan rambut emas, Ella.. Elaraa..
"Train, apa kau mau berdiri saja disana?" seorang guru wanita kembali menegurnya. Train menoleh lalu bergegas dan berlarian menuju kelasnya dengan hati yang berbunga bunga, wajahnya berseri seri dan mata birunya terlihat berbinar, semakin berbinar.
-
-
-
Dua Jam Kemudian
"Train? Berapa lama kau menungguku di depan kelasku?" tanya Miu seraya mengancingkan mantelnya di ambang pintu. Udara di musim gugur serasa mengiris tulang, anginnya begitu dingin walaupun matahari bersinar terang lalu akan mendung di siang atau sore hari dan tidak lama biasanya akan turun hujan.
"Sepuluh menit-- Train melirik kearah arlojinya yang melingkar di tangan kirinya --aku mengerjakan soalku dengan cepat, aku takut kau selesai terlebih dahulu" ujar Train membuat Miu tersipu. Belum juga Miuccia mengembangkan senyumnya, Train telah menyambar tangannya lalu mengajaknya berlarian kearah kantin Daycare.
"Silahkan duduk Ella-- ehm, kau tidak keberatan jika aku memanggilmu Ella kan? Karena kau seperti Cinderella, maksudku artis yang memerankannya, lagi pula nama depanmu Elara, tidak mengapa kalau aku memanggilmu Ella kan?" tanya Train seraya melepaskan tas ransel di punggungnya lalu Ella duduk setelah ia melakukan hal yang sama.
"Tidak masalah, Train. Kau telah mengatakannya saat kita bertemu pertama kali dibandara. Aku setuju dan aku menyukai panggilanmu itu! Itu sangat-- Uhm, manis" jawab Miu dengan tersenyum seraya mengeluarkan kotak bekalnya. Trainpun duduk dan mengeluarkan kotak bekalnya kemudian ia menyingkirkan tas disebelah kanannya agar tidak mengganggu jarak duduknya dengan Miu.
Merekapun membuka kotak bekal secara bersamaan saat mereka saling melihat kesamaan warna kotak bekal, mata mereka membulat setelah melihat isinya. Ada roti panggang dengan olesan butter dan taburan peterseli diatasnya, ada daging masak bertabur lada hitam dengan kacang polong dan irisan tomat cerry, beberapa potong buah strawberry dan nanas, serta beberapa butir kacang almond.
"Siapa yang membuatkannya untukmu?" tanya Miu seakan tak percaya.
"Lalu siapa yang membawakannya untukmu?" tanya Train hampir bersamaan.
"Tio Pedro" jawab Miu.
"Pedro" jawab Train secara bersamaan. Mereka saling pandang dan mereka saling menghubungkan sebuah kepingan puzzle dan merangkainya dari cerita - cerita orang terdekat mereka.
"Jadi kau Angelita yang Pedro sering ceritakan di Kedai Double P?" tanya Train dengan mulutnya ternganga.
"Dan kau keponakan Tio Pedro yang tinggal di Apartemen Ratu yang dipenuhi bunga mawar dari-- uhm, aku lupa. Apa kau keponakan Tio Pedro Fernandez?" balas Miu dengan pertanyaan, mulutnya yang kemerahanpun terlihat menganga.
"Si!" mereka menjawab secara bersamaan lalu mereka tertawa dengan wajah mereka yang berseri - seri.
__ADS_1
"Aku sangat senang bertemu denganmu, Train. Kau tau, Tio Pedro sangat baik. Dia sangat tampan dan yang paling menyenangkan adalah saat dia tersenyum. Sangat mempesona! Jika aku wanita dewasa aku akan mengajaknya berkencan!" ujar Miu dengan tawa renyahnya dan Train mengerutkan alisnya lalu bersedekap. Train adalah Valentino saat menyatakan ketertarikannya dengan sikap, ketika mulutnya tidak pandai mengutarakan isi hatinya. Train layaknya fotocopy Valentino.
"Uhss! Aku tidak suka bagian terakhir! Saat kau mengatakan kau akan berkencan dengannya! Kau masih kecil! Kau belum tahu saja, Pedro sangat menyebalkan! Dia selalu menggoda turis atau wanita tua saat musim panas di Barcelona! Kau tidak boleh memikirkannya kalau dia tampan! Kau tidak boleh mengatakannya di hadapanku!" kata Train membuat Miu menghentikan tangannya yang akan menggigit roti, belum apa - apa Miu sudah dikejutkan oleh sikap Train yang tiba - tiba terlihat kesal.
"Tapi dia sangat menarik dan tidak membosankan. Dia lucu dan selalu ramah. Mammaku tidak menyukainya-- tapi anehnya, Mammaku selalu membuat Tio Pedro selalu datang dan merepotkannya-- Baiklah aku tidak akan mengatakannya di hadapanmu tapi di belakangmu, boleh kan ?" Miu kemudian meneruskan niatnya memasukkan roti ke dalam mulutnya.
"Tetap tidak boleh! Karena yang tampan hanya aku! Blue Train Valentino! Aku dibuat dikereta api dengan route terpanjang 27 jam menuju Pretoria, Afrika Selatan! Uhss! Apa kau mengerti!" Miu kembali menghentikan aksinya yang akan menggigit roti panggang ditangannya, mulutnya yang terbuka lalu menutup kemudian ia meletakkan tangannya yang masih menggenggam roti di pangkuannya.
"Si, aku mengerti! Kenapa kau tidak menyukai Tio Pedro? Boleh aku makan rotiku?" tanya Miu dengan senyum manisnya dan Train terlihat berseri melihatnya.
"Si, makanlah. Vamos (ayo) kita makan-- Sebenarnya dia paman favoritku, dia sangat baik dan selalu melindungiku seperti seorang Ayah kepada anaknya tapi dia sangat menyebalkan karena kadang kadang dia memanggilku setan cilik" kata Train, kemudian ia menggigit roti ditangannya dan Miu mengikutinya.
"Hahaha-- kau pantas dipanggil--
"Apa kau bilang?" tanya Train memotong perkataan Miu karena Train tahu Miu akan mengolok dan membenarkan perkataan Pedro bahwa ia memang pantas dipanggil setan cilik.
"Ehm, tidak tidak-- maksudku Tio Pedro tidak pantas memanggilmu setan cilik-- tapi kau setan cilik yang tampan" ujar Miu meneruskan perkataannya dalam hatinya, ia kemudian memenuhi mulutnya dengan makanan.
"Apa Pedro berbuat nakal pada Mammamu? Atau menggoda Mammamu? Karena dia selalu begitu" tanya Train kemudian, ia menyeka mulutnya dengan tisu ala bangsawan dan Miu diam diam mengikuti gerak gerik Train.
"No! Tapi Mammaku yang diam diam mencuri pandang, sepertinya Mammaku menyukai Tio Pedro hanya saja Mammaku tidak mau mengakuinya" tutur Miu kembali menyantap makanan dari kotak bekal, yang ia letakkan di pangkuannya.
"Menyukai? Bukankah itu tidak benar jika Pappamu tahu-- Uhs, Tio Pedro bisa terkena masalah" ujar Train seraya menegakkan posisi duduknya dan kembali menyantap makanannya.
"Hmmpht, sebenarnya Mamma dan Pappaku ehm, belum menikah. Pappa akan menikahi Mamma setelah menyelesaikan pekerjaannya di Rusia. Tapi, tiba tiba Pappaku sangat mendadak pergi ke Barcelona. Entahlah-- ternyata seorang wanita bangsawan mengambilnya" tutur Miu dengan menghela nafas panjang, bibirnya semakin memerah ketika ia menyantap strawbery.
"Mengambilnya? Ella aku turut prihatin" kata Train memberanikan diri menepuk tangan Miu.
"Si, Grazie (terima kasih; Italy), Pappaku menikahi wanita lain dan melupakan indahnya kisah cinta bersama Mammaku di Pretoria. Dia melupakan janjinya padaku, Pappaku kejam, dia berselingkuh!" ujar Miu membuat Train selalu menoleh kearah Miu yang duduk disampingnya. Ada rasa kasih mengalir dihatinya dan Train bisa merasakan kesedihan Miu yang tiba - tiba menyelinap di balik pancaran mata indahnya.
"Berselingkuh? Apa itu?" tanya Train sambil berpikir dan mengingat sebuah kata yang tidak asing baginya. Kata berselingkuh mengingatkan pada tetangganya dan telenova yang Dolores tonton setiap sore. Train mencoba memahami, dengan kecerdikannya, namun entah mengapa ia tertarik pada penuturan Miu tentang 'kisah indah di Pretoria', Train sangat penasaran dengan kisah kedua orangtua Miu.
Pretoria... Apakah ini kebetulan? Orangtuaku dan orangtua Miu pernah ke Pretoria? Mengapa ini terdengar aneh..
-
-
-
Happy Vote aku's Day dan Happy ngopiin aku's Day hahahaha... Ga jelas ye kann..
Hai bosqyu.. 😘
Pertama, aku ucapkan selamat menunaikan ibadah puasa ya bagi yang menjalankannya.. Alhamdulillah lebaran tinggal 29 hari lagi atau 28 hari lagi.. 🤣🤣🤣🤣 Mohon maaf lahir batin Bosqyu, bila ada yang salah dalam perdesahan ehh perkataan dan pernganuan.. ehh perbuatan 🤣🤣 Semoga puasa kita lancar ya Bosqyu, dan sehat sehat selalu pokoknya. Love you pull Bosqyu.. apalagi kopimu wkwkkwkw kezaam yaa 🤣🤣
Kedua, balik lagi ke pasal Pertama.. Maaf karena wanita selalu benar 🤣🤣🤣
__ADS_1
Met Puasaaaaaa, Bosqyu.. muach 😘💛