
Semua orang membubarkan diri dan kembali menikmati acara berdansa menari, kecuali segelintir orang yang masih penasaran dengan keluarga Rosemary. Walaupun berdiri dan berkerumun di kejauhan pembicaraan mereka masih sayup sayup terdengar.
Rosemary meraih buket bunga pemberian Train, yang terjatuh di lantai. Kemudian menciumnya, dengan mata berkaca kaca. Sambil membelai rambut Train, Rosemary berkata, "Ini bunga yang Grandpa Pacho berikan untuk Grandma, Gracias Mi Nieto (terima kasih cucuku)" tangan lembut Rosemary membelai rambut Train yang hitam, sehitam rambut Valentino kemudian Rosemary menciumnya.
"Grandma, Lo siento. Aku nakal selama ini padamu. Aku-- Aku sebenarnya menyayangimu. Tapi, aku tidak suka dia!" tunjuk Train kearah Locki, yang menatap tajam kearah Rosemary.
Vizente, terlihat melucuti barang berharga yang ada pada Locki. Arloji, pin di jas nya, jam bulat dengan kompas berantai klasik yang menghiasi saku jasnya, satu cincin blue safir yang dihiasi berlian dan satu cincin dengan batu topaz ditaburi batu berlian serta kalung dengan liontinnya. Sementara Demetri melakukan hal yang sama pada Ella Gusmo.
"Tidak apa apa, Mi Nieto. Lo siento, Grandma tidak bisa menjadi Grandma yang hangat seperti Abuella Dolores" ujar Rosemary sambil membelai pipi Train.
Leyka berurai airmata melihatnya. Selama ini ia berusaha menyatukan Train dan Rosemary namun sia sia saja. Train membentengi dirinya setinggi tingginya, ia memilih pergi bila Leyka dan Rosemary saling berbincang hangat di telepon. Setidaknya itu yang Leyka tahu, sesungguhnya Train mengintip dan menguping. Setan Cilik itu, tidak mungkin melewatkan obrolan orang dewasa.
"No Grandma, kau tau aku selalu mengintip dan menguping bila Grandma dan Mommy saling berbincang di telepon, aku tidak benar benar pergi. Dan sebenarnya, kau memiliki hati yang lembut hanya saja matamu begitu gelap-- Si (ya), tidak ada lampunya. Kau percaya padaku kan? Kalau Locki dan Ella bukan Ayah dan Anak" rambut Rosemary yang disanggul dan menyisakan rambut berbentuk ikal (curly) yang menjuntai dibelakang kedua telinganya mengundang perhatian Train.
Ia perlahan menyentuhnya dan seperti biasa ia memainkan jari telunjuknya dengan melilitkan rambut itu. Rosemary tersenyum dan membiarkannya.
"Si pequeño Pacho ( iya, Pacho kecil)-- Grandma percaya padamu. Mulai sekarang dan selamanya Grandma percaya padamu. Bisakah kita berteman" dan Rosemary menyodorkan jari kelingkingnya. Namun karena tangannya sibuk memainkan rambut Rosemary, ia segera berpikir dan mencari alasan.
"Ohh No tentu tidak bisa! Aku pemilih dalam berteman! Kita tidak akan berteman, karena kau keluargaku, Grandma Rosemary!" Rosemary kembali berhamburan memeluk Train, dan untuk pertama kalinya Rosemary melelehkan airmatanya hanya untuk cucunya.
Train melepaskan rambut Rosemary dan menyambut pelukan itu, toh rambut Rosemary telah kusut dibuatnya. Valentino memanfaatkan situasi dengan menggamit pinggang Leyka dan mencium pelipisnya, setelah ia menyodorkan sapu tangannya karena airmata bahagia Leyka, tak berhenti mengalir.
"Aku seharusnya bersembunyi tapi melihatmu memeluk Locki, aku tidak tahan! Wow, keren! ternyata kau menendangnya!" Trainpun mencium pipi Rosemary setelah Train beringsut dari pelukan hangat itu. Penasehat Kerajaan hanya menggelengkan kepalanya mengamati Setan Cilik itu.
Hmmpht, bangsawan bar bar.. Anak itu cenderung menyukai kekerasan, apakah benar dugaanku? Semoga saja salah. Penasehat Kerajaan mulai berpikir keras.
"Rose aku mohon maafkan aku! Jangan seperti ini Rose" Rosemary bangkit berdiri setelah puas memeluk dan menciumi cucunya, ia tidak menghiraukan ucapan Locki yang memohon.
"Ibu aku menyayangimu. Aku korban Ibu. Ingatlah Ella kecil yang selalu kau buatkan susu" Rosemary tak perduli ocehan Ella, ia menyambar begitu saja satu gelas wine saat seorang pelayan menyajikannya untuk Alfredo. Ella terus meronta dan menangis.
"Eh..Ehm-- Kau tidak minta izin dulu, Senora Rosemary?" Afredo terlihat gugup, Trainpun mengamati dan juga mengawasinya.
"Apa aku harus minta izin padamu? Kau pikir kau di negara siapa?" Alfredo memalingkan wajahnya seketika, saat mata Rosemary menatap tajam kearahnya. Ia kembali menyuruh pelayan membawakan lagi satu gelas anggur untuk menutupi kegugupannya.
"Aku-- Aku di Spanyol. Jangankan satu gelas. Seluruh perkebunan anggur beserta pabrik pembuatan anggur di Inggris, kau boleh pun mengambilnya tanpa minta izin" Alfredo mengendurkan dasinya, rasanya ia tercekik dengan dasinya sendiri. Train menutup mulutnya menahan tawanya, tapi tidak ada yang mengerti dimana letak kelucuannya.
"Apa kau mau berdansa denganku, Senor Alfredo?" Locki tertampar lagi, ia mengepalkan tangannya, wanita bangsawan yang selalu menurutinya kini ia melihat sosok wanita yang bebas dari jeratan hutang budi, dan mengeluarkan sisi liar yang Locki sendiripun tidak pernah menemukan sifat asli itu.
"Iya.. Yes.. Ehm-- Si.. A..aku akan ke toilet dulu!" dan tatapan memikat Rosemary membuat Alfredo tertekan dan bila begitu ia seperti terkena demam panggung. Train tertawa dan itu menulari Rosemary.
"Hahaha-- Aku akan menunggumu dan pastikan kau bersih mencuci tanganmu!" Rosemary meledakkan tawanya, Leyka memandangi Valentino dengan perasaan heran. Ini bukan Ibunya yang ia kenal selama ini. Ia justru sedih, bila menarik ke belakang bagaimana sikap Ibunya selama ini yang tidak pernah tertawa seperti sekarang ini.
"Rose! Jangan lakukan ini padaku Rose! Jangan di hadapanku aku mohon! Jangan seperti wanita murahan diluar sana Rose!"
Belum juga Rosemary bertindak, Leyka menghentakkan kakinya dan berjalan kearah Locki.
"Train tutup matamu! Vizente pegangi dia!" seru Leyka memerintah dua arah dan Valentino dengan cepat menutup mata Putranya yang sudah pasti Train mendengus kesal. Ia selalu tidak ingin melewatkan moment seru.
Satu tamparan terdengar mendarat di pipi Locki yang tangannya ditahan oleh Vizente, Leyka memuncak emosinya, "Itu untuk Ayahku! Dan aku menantikan ini dari dulu!-- Dan ini untuk usahamu membunuh Putraku!" satu tamparan lagi melayang dan Locki hanya menyeringai kemudian tertawa.
"Satu bahkan ribuan tamparanmu tidak akan mengembalikan masa kecilmu yang selalu aku siksa!"
"Dua tamparanku akan kau ingat sampai kau mati, kau akan menanggung rasa malu dan juga harga diri yang tak lagi kau miliki Loco!" Leyka berlalu dan menghampiri Ella Gusmo.
"Demetri kau pegangi wanita murahan ini!" pinta Leyka.
"Uhhss! Daddy aku mau lihat" bisik Train disela sela aksi Mommy-nya.
"Sstt-- Sedikit saja tapi jangan bilang Mommy" Valentino berbalas berbisik.
"Si si si" bisik Train dan Valentino merenggangkan jemarinya yang menutup mata Train. Sang Penasehat yang mengamati gerak gerik Raja Setan dan Setan Cilik itu, kemudian menggeser langkahnya, menutupi pandangan Train sehingga ia tidak melihat aksi Mommy-nya.
Dan keduanya mendengus kesal secara bersamaan. Valentino adalah seorang Daddy yang tidak masalah Train melihat aksi kekerasan dalam bentuk wajar, sementara Leyka tentu saja Mommy yang protektif dengan hal yang berbau kekerasan.
"Leyka-- Belum selesai Ella meneruskan perkataannya, dengan cepat Leyka menampar Ella Gusmo dengan meluapkan kekesalannya.
"Ini untuk Ibuku! Dan satu lagi! Ini untuk semua milik Leyka Kecil yang kau ambil!" Dua tamparan itu membuat airmata Ella kembali berlinang. Rasa malu, menghantuinya. Kini semua orang tahu bagaimana ia menjadi anak angkat sejak kecil dan simpanan Locki entah sejak kapan. Rosemary tersenyum tipis dengan gaya elegannya ia menyesap redwine yang memiliki rasa yang begitu kuat.
"Kau bren*ngsek! Kenapa kau selalu menang! Mengapa kau selalu mendapatkan yang kau inginkan!" Demetri menahan tangan Ella, sehingga saat Ella ingin menyerang Leyka, Demetri bisa mengatasi kemarahan dan kekesalan Ella.
"Itu karena aku pantas mendapatkannya dan kau tidak! Lihat dirimu! Kau sangat menjijikkan!" ujar Leyka berlalu dan memeluk Rosemary begitu saja.
"Ibu, mengapa kau menyimpan segalanya sendirian? Mengapa kau tidak ingin berbagi denganku? Mengapa kau membiarkan aku menganggapmu sebagai Ibu yang buruk. Seberapa kuat kau menahannya Ibu dan seberapa banyak Ibu berkorban menghadapi mereka" Rosemary tersenyum dan memberikan gelas redwine kepada Alfredo yang telah datang, agar ia bisa memeluk Putrinya yang terisak menyembunyikan wajahnya dipundaknya.
__ADS_1
"Pachito-- Pernahkah kau melihat Train hampir meregang nyawa?" Leyka beringsut dan membulatkan matanya lalu melihat Train yang tidak lagi ditutup matanya oleh Valentino. Train menggosok hidungnya, dan mengatupkan mulutnya rapat rapat, matanya memerah mendengar percakapan itu. Dan Valentino yang berjongkok, akhinyapun memeluknya.
"Tidak tidak tidak, Ibu. Melihat Train kesulitan bernafas saja, membuatku rasanya ingin tiada saja" kata Leyka dengan berurai airmata.
"Jika seseorang mengatakan 'Jika kau tidak bisa membalas kebaikanku, maka ingatlah siapa yang menolong Putrimu, aku menyesal telah menolong Putrimu, seharusnya aku membiarkan Putrimu tiada di depan matamu dan suamimu yang penyakitan'--- Pachito, menurutmu apa yang akan kau lakukan?" Leyka seperti tersambar petir. Ancaman dari Locki kepada Ibunya, yang begitu halus itu sangat menohoknya, ia bisa merasakan bagaimana pengorbanan Rosemary yang menciptakan Neraka baginya sejak kecil dan itu ternyata tidak seperti dugaannya.
"Maka aku akan memberikan hidupku padanya-- Leyka menjerit dan memeluk Rosemary seeratnya dan menangis pilu --Ibu, Ibu Ibu.. Madre.. Lo siento.. Lo siento.. Apa yang kau lalui Ibu!" membayangkan malam demi malam yang dilalui Rosemary membuat Leyka bertanya dalam benaknya, seperti apakah hati Rosemary ?
"Oh No Grandma" desis Train bersedih lalu ia memeluk Valentino.
"Ssstt-- Semua sudah berakhir, Pachito! Dan Ibu tidak apa apa! Cinta Ibu hanya milik Pacho! Ibu sangat mencintaimu, Pachito! Ibu akan melakukan apapun agar Ibu masih bisa melihatmu walaupun dari jauh, walaupun Ibu tidak bisa menyentuhmu. Melihatmu hidup bahagia, Ibu sudah cukup bahagia. Lo siento, bila sikap Ibu selalu menyakitimu! Itu agar kau tetap hidup dan meraih kebahagiaanmu! Bila Ibu terkesan kejam, bukankah itu lebih baik agar kedua budak itu tidak mengusikmu? Ibu harus membuat mereka percaya bahwa Ibu kejam kepadamu, termasuk membuat Loco percaya bahwa Ibu menderita penyakit kelammin" Locki membulatkan matanya dan Rosemary terkekeh dengan penuh ejekan dan kemenangan.
"Loco, tidak pernah menyentuh Ibu, Pachito! Dan Ibu mengakui dalam hati semua tudinganmu kepada Loco! Kau benar-- Loco dan Ella hanyalah pengemis!" bahkan Rosemary telah memanggil Loco dengan bebas dan tak sekalipun Rosemary melirik kearah Locki semenjak ia menamparnya. Kemudian Rosemary menciumi kening Leyka lalu mengurai pelukannya.
"Tidak-- Madre tidak bersalah!" ujar Leyka menyeka pipinya.
"Rose!" baru satu kata, Alfredo menghantam rahang Locki dengan sekuat tenaga. Ia spontan melakukannya, ia seperti kerasukan setan dan menghantam Locki bertubi tubi.
Valentino kembali menutup mata Train karena Leyka melihat kearahnya. Dan tangan mungil itu merenggangkan jemari Daddy-nya. Ia ingin sekali menyaksikan pemukulan itu dengan senang namun lagi lagi sang Penasehat menghalangi pandangannya. Dan sudah pasti Ayah dan anak itu mendengus kesal secara bersamaan.
"Lucifeeerrr!" pekik Alfredo, dan beberapa orang dengan pin bendera Kerajaan Inggris berdatangan. Ulahnya kembali mendapatkan perhatian dari tamu undangan.
"Penasehat! Cabut kewarganegaraan kedua orang ini dari Spanyol karena aku akan membawanya ke Inggris! Mereka akan menjadi penjahat Internasional dan mereka tidak memiliki hak asasi manusia! Tenang saja, aku tidak akan menyiksanya, aku akan memberi mereka makan! Hanya saja aku akan membuat mereka melupakan cahaya matahari sampai mereka tiada! Mereka akan berada di sel bawah tanah! Bila tidak maka aku tidak bisa menjamin kejahatan apa yang akan ia lakukan!"
Locki menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya dan Ella memucat, mereka berdua saling melempar pandangannya. Mereka serasa tercekik, dan tak mampu berteriak.
Sementara Rosemary tersenyum melihat ulah Alfredo yang nafasnya tersengal dengan mengibaskan tangannya karena ia juga merasakan panas di tangannya akibat pukulannya sendiri.
"Kau jangan melihatku seperti itu! Kau membuatku lemah!" ujar Alfredo seraya memalingkan wajahnya ketika Rosemary menatapnya dengan tersenyum. Kini Rosemary menahan tawanya.
"Aku akan mengurusnya!" kata Penasehat dengan cepat. Alfredo pun berkasak kusuk dengan orang orang yang dipanggilnya Lucifer. Seperti sebuah nama satuan pasukan, yang selalu mengawalnya.
"Wow Senor Guillermo Aragon! Kau sangat keren!" kata Train membuat penasehat menoleh seketika karena Train tau namanya padahal ia tidak pernah memperkenalkan dirinya.
"Darimana kau tau namaku? Tidak boleh sembarangan menyebut namaku. Aku bahkan tidak memberitahumu" tanya Guillermo dengan setengah berbisik.
"Si aku tahu! Dari buku tamu! Aku mencocokkan plat nomor mobil Kerajaan yang kau kendarai dan nama nama orang yang datang. Namamu ada disana! Aku tadi bersembunyi dibawah meja re sep sio nis sebelum masuk ruang perpustakaan! Ahahaha-- Benarkan ejaanku Daddy?" Valentino mengangguk dengan tersenyum lalu menciumi Train.
"Yeaayy!" dan Leyka menatap tajam kearah mereka berdua dengan memendam kemarahan dan menuntut penjelasan.
"Silahkan saja selama masih ada di Spanyol, sampai pencabutan kewarganegaraan" ujar Guillermo, sang Penasehat yang identitas namanya dibongkar oleh Train.
"Alfredo! Aku mohon! Beri aku kesempatan" Locki kembali memohon.
"Senor, aku rela menjadi Viscountess tapi lepaskan aku" dan di iringi Ella, yang ikut memohon.
"Kau pikir kau cukup menarik?-- Dan kau Gusmo. Aku memutuskan pertemanan kita!-- Lucifer! Bawa mereka pergi! Mereka membuatku sakit mata!" hardik Alfredo dan para pengawal yang dijuluki Lucifer itu membawa mereka pergi.
Ella meronta dan menjerit, semua terpaku melihat drama itu, mereka tidak menyangka jati diri Ella yang selalu mengaku dirinya seorang bangsawan. Di sepanjang jalan menuju pintu keluar ruang perjamuan itu semua orang mencacinya, hukuman sosial yang pertama Ella dapatkan.
"Cihh! Ternyata Ella bukan siapa siapa!"
"Dia pengacau!"
"Dia tidak punya level!"
"Apa dia masih bisa sombong?"
"Dia bangsawan palsu"
"Leyka yang bangsawan saja tidak pernah sombong seperti dia"
"Wanita rendahan!"
"Bukan, dia wanita murahan!"
Sejak kecil Ella ikut kemanapun mengikuti Rosemary dan juga Locki ke acara acara para bangsawan. Leyka dengan sikap diam dan Ella yang banyak bicara penuh kesombongan. Celotehan demi celotehan para tamu undangan yang sebagian mengenal Ella dan Leyka, membuat Ella Gusmo terbakar. Ia kembali diluar kendali.
"Diaamm!! Hentikan! Leyka Leyka selalu Leyka! Kalian pikir dia suci! Kalian tidak tahu apa yang terjadi sesungguhnya! Anak itu! Bukan anak baptisnya! Anak itu anak kandungnya! Anak itu hasil hubungan gelapnya bersama pria itu! Anak itu, lahir diluar nikah! Anak itu adalah anak haram! Apa yang kalian katakan tentang aku, setidaknya aku tidak memiliki anak diluar pernikahan! Apakah seperti itu Bangsawan yang kalian puja?! Bangsawan tidak bermoral!" Celotehan itu menghilang semua menatap penuh tanya kearah Leyka, Train dan Valentino.
"Nooo! Ella kau nakal! Kau sangat buruk!" pekik Train dengan mengepalkan kedua tangannya. Valentino hanya tersenyum melihat Putranya.
"Kau melakukan kesalahan terbesar dengan membawa Putraku kesini! Kau lihat? Kau mempermalukanku dan Putraku!" desis Leyka dengan penekanan hingga matanya memerah.
__ADS_1
"Tidak ada kesalahan Senora (Nyonya) Valentino Gallardiev!" Valentino mengeraskan nada suaranya.
"Berhentilah bersandiwara! Ini bukan waktunya!" kata Leyka nyaris berbisik dengan geram.
"Ley, apa perkataan Ella benar? Ini tidak bisa dipercaya" ujar Lyonna salah satu Putri Mahkota.
"Jika benar aku tidak percaya dengan sikapmu" kata seorang lagi.
"Aku mengagumi Ley. Tapi ini tidak bisa aku percaya!" ujar Jullian salah satu Putra Mahkota.
Rasa malu dan terinjaknya sebuah harga diri, menggerogoti hati Leyka, ia menjaga perasaan Train yang justru tidak menampakkan kesedihan tapi bagi Leyka itu sama saja mempermalukan Putranya. Semua kini tahu jati diri Train yang diperkenalkan sebagai Putra Baptisnya. Leyka sangat kecewa dengan Valentino yang membawanya ke pesta.
"Jared!" Valentino justru memanggil Jared.
"Sebenarnya ini diluar dugaanku! Aku tidak merencanakan hal seperti ini! Aku menyusun plan A sampai plan Z untuk mengatakan bahwa ada seorang anak kecil seperti Malaikat, yang dibuat di kereta api dengan route 27 jam dari Capetown menuju Pretoria!" semua terbahak mendengar perkataan Valentino namun Leyka sangat geram, dan Train justru tertawa, melompat dengan adrenalinnya yang memuncak.
Valentino melangkah menjauh, lalu mendekati Jared yang menggenggam puluhan lembar kertas fotocopy-an dan Jared menyerahkannya kepada Valentino kemudian. Valentino membuat semua orang bertanya tanya kecuali orang yang terlibat di dalam rencananya.
"Delapan tahun yang lalu, aku dengan kegagalan rencana pernikahanku dan Leyka yang berlari dari perjodohan gila yang di rencanakan Locki Gusmo dan tentu saja dengan dukungan wanita murahan yang dipungut dari jalanan ini-- Valentino menunjuk Ella Gusmo yang merasa tertampar dengan mulut pedas pria Itali yang berdiri ditengah lantai dansa --aku dan Leyka bertemu di Afrika Selatan!" seru Valentino dengan lantang.
"Penasehat! Apa kau tidak bisa menghentikan Pria Gila yang akan mencoreng nama baik Putriku!" Rosemary bereaksi dan Leyka berjalan menundukkan kepala menghampiri Valentino.
"Aku menyukai pertunjukkan Pria Gila itu, Rose" ujar Guillermo dengan tersenyum.
"Tegakkan kepalamu Leyka Paquito Fernandez Felipe!" seru Valentino dengan tersenyum dan tatapan menawan.
"Hentikan omong kosongmu! Teganya kau mempermalukan Putramu!" Leyka melayangkan tangannya hendak menampar Valentino namun dengan tangkas Valentino menangkap tangan itu. Semua terkesima melihatnya.
"Di Pretoria kisah kami dimulai! Di hari Valentine, di hari ulang tahunku tanggal 15 Februari!! Di Hari Raya Dewa Kesuburan, Dewa Faunus! Di Festival Perayaan Valentine itu kami melakukan kebodohan yang sangat manis!" kata Valentino menatap mata Leyka sangat dalam dengan menahan tangannya.
"Val, Hentikan!" Leyka memekik dan mendengus kesal, emosinya kian memuncak.
"Kami merajut kisah dengan berjuta rasa disana! Dengan jiwa muda yang menggelora, dengan kebebasan. Karena kebodohanku, Leyka meminum Ramuan Kesuburan! Sebuah ramuan yang tidak bisa dicegah, kemudian lahirlah Train tanpa aku tahu! Dan karena kebodohan Leyka-- Disebuah acara Festival, kami melakukan sesuatu yang besar tanpa Leyka tahu!"
"Val!! Hentikan! Atau kau akan kehilangan Putramu!" Leyka terus meronta karena Valentino menahan tangannya cukup kuat.
"Dengarkan aku!-- Kita mengikuti sebuah Festival yang kami pikir itu Festival biasa. Aku ingin bertanya kepada pemandu tapi Leyka berkata, jangan bertanya kita ikuti saja pasangan di depan kita, dengan bertanya kita akan terlihat bodoh!" Valentino melepaskan tangan Leyka dan ia mundur satu langkah.
"Val, aku tidak akan memaafkan!" ancam Leyka memilih berlalu dan Valentino menghentikannya.
"Senora Valentino Gallardiev! Kita telah melakukan kebodohan yang manis! Kita memasuki sebuah acara Festival! Apa kau ingat Mi Amor?" Leyka diam dan mendelikkan matanya.
"Puluhan kertas ini yang akan berbicara kepada kalian semua! Bahwa kami telah tercatat sebagai pasangan Suami dan Istri yang SAH! Dimata Hukum dan Agama!" Leyka membulatkan matanya dia tidak mengerti apa yang Valentino katakan.
"Val--
"Ini bukan drama yang biasa kita lakukan, Leyka! Atau kebohongan yang aku buat! Tanggal 15 Februari tepat di hari ulang tahunku, delapan tahun yang lalu, kita tidak mengikuti Festival Valentine, Leyka! Tapi-- Valentino memberi satu lembar kertas itu kepada Leyka dan Leyka menerimanya dan membacanya dengan tangan gemetar --KITA MENGIKUTI PERNIKAHAN MASSAL yang diselenggarakan di hari Valentine!"
Bumi seakan kehilangan gravitasinya, Leyka seperti ditunggang balikan sehingga langit seakan runtuh. Leyka limbung dan dengan cepat Valentino membuang puluhan kertas ditangannya ke langit langit ruangan itu. Hingga kertas kertas itu melayang layang di udara. Valentino menangkap pinggang Leyka. Seiring kesalahan Maria dan Matthew yang sedang berciuman panas disebuah ruangan, sehingga mereka menekan sebuah tombol yang menyemburkan potongan serpihan kertas mengkilap dari atas lampu, yang seharusnya untuk acara terakhir.
Semua keluar dari alur perencanaan, semua membuat kebodohan namun kebodohan demi kebodohan itu justru terlihat indah.
"Kau adalah Istriku! Istri yang berpetualang ke Barcelona dan meninggalkanku di Johannesburg! Kau adalah LEYKA PAQUITO GALLARDIEV! Kau boleh menggunakan nama Fernandez dan Felipe setelah nama belakangku! GALLARDIEV! KAU MILIKKU SELAMANYA!"
Taburan isi confetti dan kertas kertas itu terus melayang seiring Train yang berlarian, melompat penuh tawa menangkap kertas kertas mengkilap disertai gemuruhnya orang orang mengambil kertas yang dibuang Valentino ke udara.
-
-
-
Aku ampe puluhan kali memeriksa bab ini, agar ada kata "Sempurna" ala pesulap Demian 🤣
Karena itulah aku butuh banyak kopi (malak sempurna) 🤣🤣🤭🤭
-
-
__ADS_1
-