
Leyka mengganti bajunya dengan lebih formal, karena Leyka akan segera ke sekolah menghadiri sebuah rapat penting dengan para pengembang dan pemilik gedung telekomunikasi yang di bangun disebelah sekolah Esperanza. Saat keluar dari toilet Leyka terkejut, Valentino berdiri tepat di depan pintu, bahkan Valentino sendiri juga terkejut bahwa Leyka telah mengganti pakaiannya dan,
Shit!! Dia cantik sekali dan Istriku sangat cantik.. Valentino mengumpat dengan mengagumi kecantikan Leyka. Tanpa sadar Valentino menghimpit Leyka dan mengungkungnya dengan kedua tangannya yang menumpu pada pintu toilet.
"Senor!--
"Senorita-- Apa kau yakin kita tidak saling mengenal?!" Leyka pucat seketika, Valentino pun apalagi.
Ayolah Guru siluman, katakan kau mengenalku..
Sejak melahirkan Train, hatinya menjadi semakin rapuh, lemah lembut, penuh kasih sayang, mudah tersentuh, mudah terharu dan mudah menangis. Mungkin semua wanita mengalami fase itu. Para wanita akan berubah ketika memiliki anak. Namun Leyka adalah putri bangsawan yang bar bar awal mulanya, itu yang Valentino kenal 8 tahun yang lalu. Perlahan Leyka mengeluarkan sikapnya yang dahulu, karena menghadapi Valentino bukanlah sesuatu yang mudah. Ia ingin menunjukkan sikap bar bar, tidak mudah di tindas dan tidak mudah di kalahkan.
"Kita belum berkenalan, kau menabrakku tadi pagi!" ujar Leyka sengit, ia justru mencondongkan wajahnya dengan segenap keberaniannya dan segala kebencian juga rasa kecewa yang masih ia miliki. Ia tidak takut pada sosok yang berdiri sangat dekat dihadapannya itu.
Shit! Kau tidak berubah.. Kau pandai berpura pura Leyka, kau penipu! Dasar pembohong..
"Apa hanya itu saja" dan tidak bisa dipungkiri, mata Valentino liar menatap wajah Leyka, rasanya ia ingin melahapnya. Valentino terus menekan pintu untuk menutupi kecanggungan, kegugupan yang Leyka ciptakan. Valentino menahan dirinya, ia tidak kuasa menahan debaran jantungnya sehingga suaranya terdengar parau, nafasnya naik turun dengan cepat hingga Leyka merasakan nafas hangat itu menerpa kulit wajahnya.
"Si (iya)" dan aroma nafas Leyka semakin mematikan, semakin membuatnya mabuk kepayang, dada Valentino semakin sesak, namun bukan asma.
"Apa kau menderita amnesia, sehingga kau tidak mengingatku?" ujar Valentino nyaris berbisik. Entah sebuah ejekan atau memang pertanyaan yang mengandung sindiran, Valentino justru menunjukkan bahwa ia mengingat Leyka. Mata itu penuh permohonan dan membuat tenggorokan Leyka tercekat, ia terus menatap mata Valentino yang hanya satu jengkal dari wajahnya.
8 tahun, kemana saja kau selama ini.. Mengapa kau baru datang.. Apa yang kau inginkan.. Aku yakin kau sangat mengingatku, sama seperti aku yang selalu mengingatmu.. Kau munafik, Val. Maka, aku pun akan menjadi sama seperti dirimu.. Kau PE*CUNDANG! Aku lebih bisa menjadi PE*CUNDANG untuk menghadapi laki laki egois seperti dirimu.. Fu*ck you..
"Apa kepalamu pernah terbentur atau kau mengalami kecelakaan?" Leykapun berbisik, suaranya seakan menghilang. Leyka melempar pertanyaan yang sama untuk mengimbangi pertanyaan Valentino. Keduanya tidak mau jujur, namun Valentino yang memulai permainan ini.
Shit! Dia membalikkan pertanyaanku..
"Aku hanya ingat ada Nona asing, yang meninggalkan Johannesburg, dengan mengacungkan jari tengahnya tanpa menoleh. Apa itu bukan dirimu?" Leyka tersenyum dengan mendengus, menutupi rasa nyeri yang tiba tiba menikam hatinya, sekuat tenaga Leyka menahan dirinya, agar tidak menumpahkan airmata. Karena mengingat perpisahan itu membuatnya terkurung di masa lalu.
"Aku tidak tahu Johannesburg! Aku tidak pernah ke Pretoria!"
"Bingo! Kena kau! Aku tidak mengatakan Pretoria! Dan aku yakin kau tidak mempunyai kembaran? Jadi kau masih mengingatku!" Valetino terbahak sesaat ia merasa menang atas Leyka.
Shitt.. Shit.. Shit.. Aku ketauan! Apa maumu, Val...
Dan tawa itu berhenti seketika, saat Leyka menarik dasi Valentino. Ya! Sikap itu, Valentino justru merindukannya. Inilah Leyka 8 tahun yang lalu, yang menarik handuk yang melilit di pinggangnya. Alih alih ingin membuat Leyka bertekuk lutut kini Valentino justru terpukau dan ingin berserah ke pelukan Leyka detik itu juga.
"Apa mau mu, GA-- LLAR-- DIEV??" sudah kepalang tanggung dan ketangkap basah, Leyka tidak bisa berpura pura tidak mengenal pria Italy ini. Wajah mereka sangat berdekatan, hidung mereka nyaris bergesekan, jarak itu satu inchi dan Leyka memiringkan kepalanya lalu Valentinopun melakukan hal yang sama.
Ooh Shit! Desahannya-- aku merindukannya, jatuhlah kepelukanku wanita siluman! Akhirnya kau mengajakku berciuman, kau tidak bisa menahannya kan? Sama! Akupun tidak bisa menahannya.. batin Valentino bersorak penuh kemenangan.
"Apa kau habis minum jus jeruk?" bisik Valentino saat aroma mulut Leyka membuat hatinya berdesir lembut. Jantungnya semakin berdebar sangat cepat.
"Dan kau habis minum kopi buatanku" bisik Leyka dengan menghirup nafas Valentino.
Baumu sangat maskulin.. Ohh kau membuatku Gila, Val.. Shit..
Dan Valentino menunggu Leyka menciumnya, tangannya mulai mendarat di pinggang Leyka, debaran jantungnya bahkan hasratnya mulai menggeliat, suhu tubuh mereka memanas. Leyka berdebar dan merasakan gelenyar di tubuhnya berkejaran ke areaa pangkall pahanya, ia bisa merasakan sesuatu mengeras menghimpitnya namun saat bibir mereka nyaris menempel, saat Valentino menyambutnya Leyka justru berteriak memanggil Maria.
"Mariaaa!" Leyka melepaskan dasi Valentino dan Valentino melepaskan cengkeramnya di pinggang Leyka, Valentino mengatur nafasnya dan merapikan dasinya.
Shit Leyka... Menyebalkan! Kau ingin aku menciummu kan? Tidak! Kau yang harus jatuh kedalam pelukanku. Bukan aku! Shit!! Kau mempermainkanku! Fu*ck kau melakukan ini kemarin bersama kekasihmu! Kau menipuku! Seolah olah kau mau menciumku! Shit..
"Si (Iya) Ley" Langkah kaki Maria kian mendekat dan Leyka menjauh dari Valentino. Ia melemparkan senyumnya kemenangan kearah Valentino yang menyeringai kearahnya.
"Aku memiliki kekasih dan aku wanita yang setia aku tidak akan mengkhianati kekasihku, Senor (Tuan)" ujar Leyka sambil menggerai rambutnya dan berjalan melewati Valentino begitu saja dengan senyuman manisnya.
Kita impas Leyka, dan jangan terlalu cepat merasa senang dulu.. Kesetiaanmu itu salah tempat, karena aku adalah suamimu.. Nanti, saatnya kau akan segera tau.. Aku menunggumu jatuh ke dalam perangkapku lalu aku akan menyingkirkanmu selamanya..
"Sabun cair di toilet wanita habis dan cek sabun di toilet pria. Pria ini mencari sabun" Leykapun berlalu dari hadapan Valentino yang masih berdiri di pintu toilet, ia sangat kacau.
Oohh Shit!! Aku mencari sabun?? Fu*ck siluman ini-- Apa matamu bisa tembus pandang? Kau seakan tau apa yang aku lakukan semalam.. Shit, aku mencari sabun ditoiletmu? Kau pikir aku akan melakukan di toiletmu? Shitt! Ini penghinaan! Kau pikir, aku laki laki macam apa.. Karena kau merasakan senjataku mengeras, bukan berarti aku mau melakukannya dengan-- Sabun?! Shitt!! Kau akan terima balasannya, lihat saja...
Apa kau pikir kau bisa mendapatkan aku dengan mudah? Semua tidak akan pernah sama seperti dulu Val.. Aku memiliki kekasih yang sangat baik. Damian, laki laki baik yang menjadi sandaranku. Walaupun entah kapan Train akan menerimanya.
Valentino dengan kesal kembali ke tempat duduknya dan melihat Leyka tersenyum kearah para pelanggan, sesekali Leyka melirik kearah Valentino. Kopi itu masih hangat dan Valentino menyesapnya. Pandanganya tak beralih kearah Leyka, bahkan saat Maria mengantarkan sepotong cake Red Velvet, Valentino semakin mengumbar senyum memikatnya.
"Leyka-- Ooh Tuhan, doa Putramu terjawab. Anak itu memang membawa keberuntungan! Akhirnya aku bisa pindah ke lantai 1" Dolores tergopoh gopoh dari pintu luar dan memberikan kabar yang kabar gembira namun membuat shock bagi Valentino ketika Dolores menyebutkan sebuah kata 'Putra' kepada Leyka, hingga ia membuat Valentino tersedak! Valentino terbatuk batuk hingga matanya memerah. Leyka membulatkan matanya!
PUTRA ?!! LEYKA PUNYA PUTRA?! SHIITT..
Ohh Tidak, Valentino tersedak karena Tia Dolores mengatakan Putraku.. Apa kau akan menyadarinya?
"Dan sebentar lagi akan ada pernikahan, Manuella dan Diego pernah berjanji kalau apartemenku terjual mereka akan menikah! Karena mustahil ada yang membelinya. Kau tau Putramu menulis surat untuk Tuhan dan diberikan pada Pastor Gilberto, dan keajaiban terjadi Leyka! Hari ini aku akan pindah ke lantai 1-- Pembelinya Tuan Sergio, memberi waktu dua hari untuk pindah! Ooh terima kasih, Tuhan!" Dolores terus berkicau dengan penuh keharuan juga kebahagiaan, sementara Valentino membulatkan matanya menatap tajam kearah Leyka, ada banyak tanya tersirat pada tatapannya itu.
Putra?? Jadi kau sudah punya anak?! SHIT!! Anak siapa Leyka? Apakah anak Damian? SHIT! Apakah anak yang tadi dipeluknya tadi.. Dan DIEGO?! SHIT!! Bukankah Diego-- tunggu kau akan menikah dengan Diego dan justru dengan Manuella? Bukankah dia sahabatmu? Ini membingungkan! Kalau kau punya Putra, itu berarti, itu anak Damian! Leyka! Ini tidak mungkin! Bagaimana mungkin ini terjadi?! Kau memiliki anak dari oranglain sementara itu kau adalah Istriku!
Mata yang membulat itu saling menatap, dengan penuh debaran, jantung Valentino seperti di cabut dari tubuhnya. Ada kebencian Valentino, rasa kecewa yang sangat besar di balik tatapannya. Dan Leyka kembali dikejutkan oleh inhaler yang dihirup Valentino.
Saat kau menggendong anak perempuan, aku tidak merasa sesakit ini, tapi ini Bibimu.. Ini Bibimu yang mengatakannya.. Ini sangat sakit, dan kegugupanmu itu.. Ohh Shit, hatiku sakit sekali Leyka.. Seperti apa anakmu, apakah yang kau peluk tadi? Bukankah itu anak yang melawanmu di sekolah? Yang,..yang memanggilmu Miss Leyka? Tidak itu tidak mungkin.. Lalu Diego? Ohh Shit ini sangat kusut! Shit.. Aku kesal sekali..
__ADS_1
Val!! Kau menderita Asma! Ohh Shitt! Apa yang ada di pikiranmu..
"Tia--
"Aku tidak membuat kue hari ini, aku mengabarkan ini agar Pedro membantuku pindah, apa kau bisa menangani kedaimu tanpa Pedro? Semua keponakanku dan cucu cucu besarku ada di Apartemenku sekarang" kata Dolores memperhatikan Leyka yang melirik kesana kemari dan matanya tertuju pada Pria yang duduk di seberang kasir. Perasaan Dolores tidak enak, nalurinya mengatakan ada sesuatu dengan Pria itu.
"Ehm, aku akan rapat ke sekolah sebentar dan Pedro akan membantumu setelah aku selesai rapat Tia, Karena Maria sendiri dan Simon cuti, sebentar lagi Pedro akan kembali dari bandara" ujar Leyka menghampiri Dolores dan menggamit lengan bibinya itu agar tidak terus melihat ke arah Valentino.
"Di akhir pekan sekolah mengadakan rapat?" tanya Dolores, mengerutkan alisnya.
"Iya para pengembang dan pemilik gedung yang akan dibangun itu meminta bertemu kami semua, semoga ada solusi untuk anak anak. Mereka sepertinya kurang bahagia, mengadakan rapat di akhir pekan. Tia aku turut bahagia akhirnya ada yang mau membeli Apartemenmu" kata Leyka sambil merebahkan kepalanya dipundak sang bibi, kemudian Dolores mencium kening Leyka. Dolores mengerti bahwa Leyka mengalihkan perhatiannya, dan ia memberi waktu pada Leyka untuk bercerita. 8 tahun sangat mudah bagi Dolores untuk mengenali sikap Leyka.
Kau bilang kurang bahagia? Dan kau memang benar, aku kurang bahagia. Jadi kau punya anak dan itu membuat bahagia? Baiklah, Leyka Paquito Fernandez, aku akan mengusik kebahagiaanmu! Karena kau tidak boleh lebih bahagia dibanding diriku.. Aku bahkan masih mengingat namamu.. Sakit sekali hatiku.. Takdir macam apa ini.. Shit.. Aku akan mengejutkanmu tapi aku yang terkejut.. Fu*ck..
"Iya Senor Sergio sangat ramah dan sangat baik" kata Dolores membuat Leyka menegakkan kepalanya dan berdiri berhadapan dengan bibinya.
"Apakah dia sudah tua atau dia masih muda?"
"Mungkin seumuran mendiang Ayahmu" Leyka manggut manggut dan Ia melirik sekilas ke arah Valentino yang masih memandanginya dengan melahap cake Red Velvet.
"Tia, aku akan kesekolah dulu dan aku akan berusaha menutup kedai setelah semua roti habis terjual, aku dan Maria akan membantumu pindah" kata Leyka mengambil tasnya di meja yang tidak jauh dari meja kasir.
"Baiklah aku juga akan pulang, kau berhati hatilah" Dolores melemparkan senyumnya kearah Valentino sambil melangkah keluar meninggalkan kedai itu dan Valentino membalas senyuman ramah itu.
Kau sangat mirip. batin Dolores dengan mata berkaca kaca.
Leyka melangkah pergi meninggalkan kedainya, Valentino terlihat masih duduk terpaku dengan mengaduk aduk Red Velvet, ia sangat kecewa. Leyka sempat meliriknya, ada rasa trenyuh dan terharu melihat inhaler di tangan Valentino. Ia mengingat Train.
Tidak tidak, aku tidak mau kasian padanya. Ah Val, mengapa kau asma sama seperti putramu. Apa yang kau pikirkan.. entah mengapa Leyka justru sedih melihat kenyataan Valentino menderita asma.
-
-
-
SEKOLAH ESPERANZA
Rapat Guru dengan perwakilan dari pemerintah kota dan para investor juga perwakilan dari pemilik gedung telekomunikasi itu sedang bergulir. Berdebat, berargumen, memberikan berbagai masukan dan memutuskan, mewarnai rapat itu.
"Kami dari perwakilan pemerintah kota masih masih mencari gedung mana yang tepat untuk anak anak sebanyak ini, kita semua tau bahwa gedung yang terbengkalai sudah berumur, kita masih mencari yang cocok untuk anak anak" kata seorang laki laki tambun, perwakilan dari pemerintah kota.
"Apa anda pikir anak anak berkekuatan hulk, sehingga bisa merobohkan gedung? Saya rasa itu alasan yang di buat buat!" kata Leyka dengan ketus.
"Bu Kepala, ini kenyataan. Mereka terlalu mengada ada-- bila pemerintah tidak cepat menangani ini, kami akan naik banding. Dan kita bisa membuat surat tembusan kasus ini ke PBB. Saya terpaksa menggunakan koneksi saya, agar bisa menembus UNICEF!" Semua pihak lawan saling pandang dengan senyuman yang meremehkan. Mereka tidak tahu siapa Leyka yang sesungguhnya.
"Miss Leyka-- anda hanya seorang Guru. Koneksi apa yang akan anda lakukan untuk bisa menembus ke UNICEF!" perwakilan dari pemerintah kota itu tertawa mengejek. Semua Guru geram melihatnya.
"Dia adalah Putri Mahkota Kerajaan-- Leyka Paquito Fernandez Felipe yang melarikan diri dari Palma seusai penobatannya. Maaf saya terlambat!" Pihak lawan terkesima dengan jati diri Leyka, wajah mereka menjadi pias seketika. Dan Leyka seakan kembali dihempaskan ke dasar jurang, ia sangat terkejut dengan kehadiran Valentino yang muncul di ambang pintu, bak Dewa Cinta dengan senyum menawan. Senyum itu yang membuat Leyka jatuh hati di masa lalu.
Shittt Mengapa kau ada dimana mana Val.. Shit, tentu saja kau adalah Arsitek.. Mengapa aku tidak berpikir sejauh itu.. Mengapa aku tidak menyadarinya.. Tentu saja dia ke Barcelona untuk ini, Proyek Gedung Telekomunikasi. Aku terlalu percaya diri, bahwa ia datang untukku.. Shit..
"Anda ternyata suka bergosip Senor Arsitek, kita tidak saling mengenal dan Anda sudah tau banyak informasi mengenai diriku!" ujar Leyka dengan ketus.
"Sst, si tampan itu jangan kau marahi Ley" bisik seorang wanita dari belakang dan Leyka enggan menoleh ke belakang, ia menajamkan matanya kearah mata Valentino yang terus membidiknya.
"Dan sekarang Anda tau aku seorang Arsitek, Senorita-- Muy dulce (manis sekali)" Valentino menebarkan senyuman menawannya lalu melangkah ke dalam ruang rapat di sekolah Esperanza dan mengambil tempat duduk tepat di hadapan Leyka.
"Karena dari pihak pengembang, sang Arsiteklah yang belum datang, mereka mengatakannya diawal. Anda terlambat dan tidak tepat waktu!" Leyka masih ketus. Semua pandangan mengekor mata Valentino yang bersinar biru keabu abuan, termasuk Leyka yang kini sejajar pandangannya.
"Dia tampan sekali ley, dia membawa aura keperkasaan. Uhhh menggemaskan" bisik seorang lagi dari belakang Leyka.
"Perdonami (maafkan aku : italy) Senor (tuan) Gonzales, aku baru di kota ini. Aku harus mencari irisan buah peach di kedai kopi. Sayangnya mereka hanya menjual kopi" ujar Valentino kepada perwakilan dari pemilik Gedung sekaligus menjadi penyandang dananya. Valentino hanya melirik Leyka sekilas, senyumnya masih menawan tapi semakin melihatnya Leyka semakin kesal.
Bisa bisanya dia mengatakan ini di saat rapat! Benar benar dia itu raja diatas segala raja setan! Dia itu benar benar memuakkan.. Rasanya aku ingin merobek mulutmu, Val..
"Tidak masalah, kami justru berterima kasih karena merepotkanmu untuk datang ke acara ini. Apa itu rahasia rancanganmu yang selalu megah dan menarik perhatian?" tanya Gonzales
"Betul, Senor Gonzales. Aku sering memakan irisan buah peach buatan Spanyol. Aku sering memakannya saat di Pretoria-- Valentino yang mengarahkan pandanganya ke arah Gonzales kini menatap mata Leyka --Irisan buah Peach buatan Spanyol rasa sangat lezat" Valentino memiringkan wajahnya dan tersenyum menawan. Leyka membalas tatapan mata itu penuh amukan dan makian. Sementara Valentino terbahak dalam hatinya.
Fu*ck you, Val! Shitt!! Kau pikir aku tidak tau yang kau maksud?! Sumpah! Rasanya aku ingin mencabuti semua bulu yang ada ditubuhmu! Kau menyebalkan...
Hahaha.. Lihat wajah mu! Hahaha.. Kau sangat kesal.. Hahaha.. Itulah balasannya, karena kau membuat aku kesal tadi di toilet! Hahaha.. Aku menyukainya.. Menggemaskan sekali, rasanya aku ingin mencumbunya..
"Aku mendengar dan melihat rancanganmu di Afrika Selatan. Capetown Time Square begitu megah, karena itulah kami tertarik dengan hasil rancanganmu dan kami ingin kau merancang Gedung Telekomunikasi. Kau pasti menggambar sambil menikmatinya. Orang Italy memang memiliki daya seni tinggi" puji Gonzales membuat Valentino terkekeh.
"Tidak, aku menikmatinya saat pagi, siang hari, sore hari, malam hari. Saat hujan, saat terik matahari. Aku menikmatinya di Pretoria. Bahkan saat aku tersesat di sebuah jalan buntu dan mobilku kehabisan bahan bakar, ternyata itu kediaman seorang menteri. Aku menikmatinya di dalam mobil" ujar Valentino dengan tersenyum ramah. Semua mendengarkan penuh kekaguman hanya Leyka yang memandangnya semakin berapi api dan siap membakar pria Italy yang sangat menyebalkan.
"Ternyata Senor Gallardiev, sangat menyukai irisan buah Peach buatan Spanyol" sahut seorang wanita berpakaian serba merah, yang duduk disebelah seorang perwakilan dari pemerintah kota.
"Buatan wanita ini-- Valentino menatap Leyka dan meralatnya --wanita Spanyol maksudnya, sangat lezat dan aku tidak pernah bosan" masih mengembangkan senyumnya, Valentino semakin menjadi jadi dan berhasil membuat Leyka gugup serta kesal.
__ADS_1
"Dia seperti dewa dewa dari bangsa Romawi kuno-- Sangat tampan" bisik Margareth, salah satu guru di Elementary tingkat 1 dan itu berhasil membuat Leyka kesal. Semua para wanita berdesis kagum dengan ketampanan Valentino yang paripurna.
"Begini, setelah pemindahan anak anak. Kita akan adakan pesta kebun bersama dewan Guru agar kita semua akrab. Dan kau harus mencoba irisan buah Peach Istriku, dia mengemasnya ada rasa asam, pedas dan manis" kata Gonzales membuat Valentino membulatkan matanya sementara Leyka tidak bisa menahan tawanya. Ia terbahak sendirian.
Gonzales berpikir memang itu sebuah manisan buah peach yang di iris, biasanya di awetkan dan menjadi buah kalengan yang bisa ditemui di semua supermarket. Namun yang Valentino, maksud adalah bukan irisan buah Peach yang sesungguh. Itu istilah atau julukan organ in*tim Leyka yang Valentino berikan 8 tahun yang lalu karena sangat ranum.
Mati kau Val! Rasakan! Hahaha..
Shiitt!! Fu*ck! Mengapa aku terjebak dalam permainanku sendiri.. Kalau buah Peach yang sesungguhnya mana aku suka.. Shitt.. Siluman itu tertawa senang..
"Miss Leyka-- Apa ada yang lucu?" tanya Gonzales membuat Leyka menghentikan tawanya, Leyka baru menyadari bahwa ia sedang tertawa sendiri.
Ia tidak menyadari Kepala Sekolah dan semua Dewan Guru melihat kearahnya. Bahkan Margareth yang mencubit pahanya tidak terasa karena melihat wajah Valentino yang penuh aura ketampanan mendadak senyumnya menghilang dan matanya hampir keluar dari tempatnya saat mendapatkan tawaran Irisan buah Peach milik Istri Gonzales.
"Ohh-- Ehmm.. Hahaha.. Maafkan aku.. Apa yang lucu-- Ehm, aku.. Aku.. Aku menertawakan kalian berdua. Ini rapat penting dan kalian membahas pesta, sementara kalian belum memberikan gedung sementara kepada kami" kata Leyka si pintar membuat alasan. Valentino menatap kesal kearah Leyka yang merasakan kemenangan karena ulah Valentino.
"Baiklah kita langsung ke intinya saja. Senor, Senora Y (Tuan Nyonya dan..)-- Setelah mengedarkan pandangannya kepada yang lebih tua, Valentino menatap Leyka dan hanya Leyka, ia berkata dengan penuh penekanan --Senorita (Nona)-- mungkin belum ada yang mengenalku, aku akan memperkenalkan diriku. Namaku Valentino Gallardiev, Aku adalah arsitek Gedung Telekomunikasi sekaligus pengembang yang menangani proyek itu secara langsung" ujarnya membuat para wanita kembali berbisik bisik, mengagumi ketampanannya. Valentino tersenyum kearah Leyka yang mendelik kesal kearahnya, karena ulah rekan rekan kerjanya yang membicarakan Valentino dari belakang.
"Jadi Tuan Putri Mahkota Felipe, apa masih berniat memberikan tembusan kepada UNICEF? Kita akan mencari solusinya bersama" Leyka semakin kesal saat Valentino, tersenyum kearahnya dengan pesonanya.
Raja Setan! Aku tidak boleh jatuh ke dalam pesonamu! Baiklah aku akui kau tampan.. dan.. Perkasa.. Bagaimana aku bisa menahannya bila begini! gerutu Leyka dalam hatinya.
"Bila kalian semua tidak bisa memberikan solusi dalam waktu satu bulan maka aku akan menggunakan senjata terakhirku, saat ini pihak kerajaan sangat konsen dengan kesejahteraan anak anak di Spanyol" ujar Leyka membuat mata lawan kagum dibuatnya.
"Detik ini juga kau akan mendapatkan jawabannya" ujar Valentino.
Bila anak itu putramu, itu artinya kau melakukannya demi putramu.. Dasar Egois.. batin Valentino.
"Aku menawarkan Gedungku, Senor (Tuan) Ramirez. Bagaimana dengan kesepakatan kita?" tanya Valentino kepada perwakilan pemerintah kota.
Gedungnya? Apa maksudnya.. Leyka.
"Apa tidak ada keringanan lagi?" tanya Ramirez pada Valentino.
"Aku sudah berbaik hati Senor, aku bukan Santa Clause dan tidak ada yang gratis di dunia ini" ujar Valentino membuat para dewan guru bingung, dan Leyka penuh kecurigaan.
Sementara pihak Investor dan perwakilan pemerintah kota berbisik bisik, Valentino dengan tatapan tajamnya tersenyum sinis kearah Leyka yang selalu membuang muka.
Kau kesal kan? Setelah ini kau akan bertambah kesal, Guru Siluman.. Valentino terkekeh dalam hatinya. Dia sangat menyukai permainannya.
"Tuan Gallardiev, aku mewakili pemerintah kota, namaku Bonita Donelo, senang bisa berjumpa dengan arsitek terkemuka seperti anda. Begini, kami menyetujui kesepakatan yang anda buat bersama Senor Ramirez dan aku akan ke kantormu membuat kontraknya" seorang wanita muda yang berpakaian serba merah dan duduk di samping Ramirez angkat bicara, wanita itu diam diam mengagumi Valentino, ia tersenyum sangat menggoda dan itu memanaskan hati Leyka. Wanita itu ternyata, juga salah satu perwakilan dari Pemerintah Kota.
"Senorita Bonita, namamu secantik dirimu. Aku akan menunggu kedatanganmu" ujar Valentino sambil melirik kearah Leyka.
Ya jelas. Bonita kan artinya cantik. Tapi secara wajah, kau buta Val.. Huh, menyebalkan.. Ah, bukan urusanku..
"Baiklah, kalau begitu aku akan memberitahukan kepada Dewan Guru yang ada disini, dalam waktu satu minggu kita akan memindahkan anak anak, Rapat ini selesai" kata Valentino bangkit berdiri.
"Apa?! Kemana?" Leykapun ikut bangkit berdiri.
"GEDUNGKU-- LOCOMOTIVE MACHINE!" Semua dewan guru bersorak dan bertepuk tangan, hanya Leyka yang membulatkan matanya dengan mulut terbuka. Ia tidak menyangka Valentino akan merelakan gedungnya. Dan Leyka lupa bahwa Locomotive Machine bercokol di Barcelona.
Shit!! Valentino Gallardiev apa yang sedang kau rencanakan
"Tunggu! Kau tidak bertanya apakah kami setuju?!" Leyka berjalan kearah Valentino dan justru Valentino menghentikan langkahnya.
"Senorita Felipe, Bukankah kau hanya menginginkan Gedung?" tanya Valentino dengan memiringkan kepalanya dan tersenyum layaknya joker yang licik. Ia menatap mata Leyka yang menyala penuh kekesalan.
"Miss Leyka, kita akan meliburkan anak anak dalam waktu satu minggu. Senor Gallardiev benar, kita hanya membutuhkan Gedung sementara" sahut Kepala Sekolah.
"Dalam satu minggu semua para pekerjaku, akan libur. Mereka akan membantu pemindahan sekolah dan aku mohon Dewan Guru bisa bekerjasama dalam pemindahan sekolah sementara. Anak anak libur tapi kita semua harus bekerja, aku akan turun tangan menangani pemindahan ini" dan semua dewan Guru bersorak gembira mendengar perkataan Valentino namun Leyka sangat kesal, ia terus mengepalkan tangannya.
"Senor Gallardiev, Terima kasih atas solusinya" kata Kepala Sekolah dengan tersenyum hangat.
"Kita akan setiap hari bertemu, Wa-ni-ta Si-lu-man" bisik Valentino diantara sorak sorai para Dewan Guru.
"Fu*ck you, Raja Setan!" balas Leyka dengan berbisik.
Jadi kau menamaiku Raja Setan? Hahaha.. Aku menamaimu Siluman.. Mari kita ciptakan neraka Leyka Paquito..
-
-
-
Diperkirakan update hari Senin atau Selasa. Semoga Senin ya.. Aku mau mulangin pacar anakku dulu nih ke negaranya. Ribet kl ada dia, aku jd ngawal orang pacaran terooss.. 🤦♀️
Pokoknya jauh dr ekspektasi kalian deh. Nanti juga train ktm daddynya juga jauh dari ekspektasi kalian. Ga gimana2... Gimana2nya nanti kalau train buka siapa bapaknya.. Jangan nungguin yg di sinopsis depan, kl nungguin malah gemes sendiri.
Terus ya pahami jadi Leyka, dia itu punya Damian. jangan harap nganu2an dulu ama Valentino. Itu mereka 8 thn ga ktm, baru ktm 2 malem. Kok suruh cepet digidaw sih 🤣🤣 Kalian bisa ga, ama mantan yg 8 th ga ktm trs digidaw? ga mungkin dong wkwkwkwkwk 🤣 mungkin sih kl di cekokin Ciu Bekonang (semacam arak bali, minuman cap tikus, topi miring, vodka gt ajalah) 🤣
__ADS_1
ehh yg bilang ini dikit, denda 10 cangkir kopi. Ini 3500an kata 🤦♀️