FORGOTTEN LOVE On The Train

FORGOTTEN LOVE On The Train
AKU ISTRI VALENTINO GALLARDIEV ?


__ADS_3

Taburan isi confetti dan kertas kertas itu terus melayang seiring Train yang berlarian, melompat penuh tawa menangkap kertas kertas mengkilap disertai gemuruhnya orang orang mengambil kertas yang dibuang Valentino ke udara.


Guillermo Aragon, sang Penasehat Kerajaan. Terlihat memijat batang hidungnya saat melihat kertas yang Valentino buang itu berserakan. Namun dalam hitungan menit, kertas itu berada ditangan sebagian tamu undangan.


Semua orang yang baru mengetahui kenyataan bahwa mereka telah menikah delapan tahun yang lalu, tentu saja terkejut. Bahkan Rosemary terlihat terduduk di kursi sambil memegangi kertas itu. Sebuah petisi dari Kedubes Afrika Selatan yang memberitahukan bahwa telah terjadi sebuah pernikahan antar negara, yaitu Italy dan Spanyol.


Leyka menatap nanar kertas yang berisi petisi itu, denyut nadinya seakan menghilang, dadanya sangat sesak, ia menatap tak percaya dengan apa yang terjadi. Sebuah kenyataan yang sangat mengejutkan. Leyka tak bisa berkata apa apa, bahkan pikirannya kosong. Pikirannya hanya di penuhi huruf demi huruf, angka demi angka yang terangkai membentuk dua nama dan tanggal pernikahannya.


Isi kepalanya seakan kosong, musik dan riuhnya orang orang disekitarnya yang terheran heran, lenyap dari pendengarannya. Hanya suara tawa Train yang terdengar dan berlarian berputar - putar mengelilingi dirinya menangkap kertas kertas mengkilap, setelah terkumpul ditangannya, Train kembali melemparkannya ke arahnya.


"Kau Istriku, Ley-- aku Suamimu" kata Valentino penuh penekanan. Semua terdiam dan Train masih berlarian. Leyka terpaku dengan tangan gemetar menatap kertas itu. Buliran airmata menetes di kertas itu. Leyka diam dan itu membuat hati Valentino gusar.


"Aku juga baru mengetahuinya, Leyka. Jika saja aku tidak ditugaskan ke Rusia, mungkin aku tidak akan pernah tau. Visaku ditolak, karena semua dataku berubah. Kau tahu? Selama delapan tahun aku tidak kemanapun. Aku benci melihat bandara! Aku benci melihat kereta api! Karena tempat itu selalu mengingatkan aku padamu! Aku terluka disitu!" Trainpun berhenti berlarian ia mendekati kedua orangtuanya. Tentu saja dia sangat tertarik dengan obrolan orang - orang dewasa.


Bandara.. Kereta Api.. Akupun.. Membencinya. Leyka.


Leyka masih tertunduk menatap kertas itu, perlahan Valentino menyusutkan airmata di sudut mata Leyka dan saat itu juga Leyka mengangkat wajahnya. Leyka menatap laki laki yang berdiri dihadapannya yang menopang pinggangnya karena bila terlepas, Leyka bisa jatuh kehilangan keseimbangannya karena rasanya tulang kakinya menghilang dan tidak bisa menapak dengan benar. Leyka masih terdiam, mulutnya mengatup rapat rapat, di sekeliling bolamata kecoklatan itu memerah dan terus menghantarkan buliran bening yang berkilau diterpa cahaya lampu.


Valentino berdebar melihatnya, ia juga bingung, ia tidak bisa membaca pikiran Leyka yang tidak merespon apapun. Entah bahagia atau tidak, Valentino tidak bisa membayangkannya.


"Leyka, aku mengakui.. Aku akui aku datang ke Barcelona untuk membalas sakit hatiku, aku ingin membuatmu jatuh berkali kali ke dalam pelukanku lalu aku akan menceraikannya. Namun, pesonamu membuatku gila. Aku yang jatuh, aku yang jungkir balik, aku yang tidak bisa mengendalikan diri. Saat aku mengetahui kita memiliki anak, rasanya aku mau mati, Ley. Aku terkena serangan jantung dan itu sangat sakit"


Leyka pun menurunkan pandangannya, menatap dada Valentino lekat lekat dengan pikiran kosong. Valentino kembali menyeka airmata di pipi Leyka dengan punggung tangannya kemudian melanjutkan perkataannya, "Aku tidak pernah berdoa Ley, tapi aku percaya Tuhan itu ada dan memberi banyak Keajaiban. Aku berdoa, aku ingin satu kesempatan lagi untuk hidup, untuk menebus 8 tahun yang kita lewatkan, aku ingin membahagiakan kalian. Aku ingin mengubah tiga bulan menjadi selamanya"


Valentinopun mengeluarkan sebuah cincin. Cincin dengan motif Bunga Jacaranda yang hilang dan setengah mati Leyka mencarinya. Ada rasa kesal terselip dihatinya, saat mengetahui Valentino yang mengambilnya dan ternyata untuk acara ini. Semua menatap takjub saat Valentino berlutut dan itu juga membuat Leyka terkejut.


"Kau adalah Istriku.. Tapi aku akan selalu berlutut dihadapanmu setiap saat, setiap pertengkaran kita, aku akan melamarmu dan memintamu untuk tetap menjadi Istriku, menjadi Mommy untuk anak anakku, karena aku tidak bisa jauh darimu, Leyka-- Valentinopun memasangkan cincin Bunga Jacaranda ke jari manis Leyka --Aku hanya memindahkan cincin ini ke tempat yang seharusnya, tunjukkan kepada dunia bahwa aku milikmu karena tidak sekalipun aku melepaskan cincin perkawinan kita karena kau adalah milikku. Aku ingin semua orang tahu bahwa aku milik seseorang yang memilih cincin ini di Pretoria. Jangan kau sembunyikan di dadamu, Ley" Valentino bangkit berdiri kemudian. Leyka terpaku, terdiam dan tidak mampu berkata apapun saat Valentino menciumi jemarinya.



Valentinopun menoleh kearah Train, dengan tersenyum ia menghampirinya, "Bukankah hidup ini penuh Keajaiban? Blue Train terlahir bukan di luar nikah. Status Leyka tiba tiba berubah disaat Train lahir, semua menganggap itu kesalahan petugas memasukkan data. Dan itu dianggap Keajaiban. Namun Leyka tetap menyembunyikan identitas Train dan kini aku tahu mengapa"


Valentino menghela nafas panjang lalu melanjutkan perkataannya, "Karena ternyata ada beberapa orang yang terlahir dari Neraka melewati rahim seorang Ibu dan menggunakan mulutnya untuk menghujat, menghakimi dan juga menyakiti hati yang begitu murni, bahkan berencana membunuh calon putraku sebelum dilahirkan. Karena itulah Leyka meninggalkan Palma, untuk melindungi hati yang penuh Keajaiban dan dia adalah Putraku! Blue Train Valentino!"


Valentino menatap tajam kearah Ella dan Locki semua terperangah dengan menggelengkan kepalanya, sindiran pedas Valentino sangat menampar mereka berdua yang diseret keluar dari ruangan itu. Nama Rosemary menggema di Mansion Kerajaan, karena Locki dan juga Ella memohon dan terus memohon padanya. Namun Rosemary seakan tuli, ia tak bergeming, ia tak mendengarkan dua orang yang mengekang kebebasannya selama ini.


"Kau adalah Keajaiban Blue! Kau adalah Anugerah!" Valentino menyambar tubuh Train dan seketika itu juga Valentino menerbangkan tubuh Train ke udara lalu menangkapnya.


"Aaaa! Nooo Daddy! Ahahahaha! No Daddy Aaaaa!" Train terus menjerit dan tertawa seiring potongan kertas mengkilap terlepas dari tangannya dan berhamburan berterbangan seperti di taburi bintang. Leyka menyeka pipinya. Hatinya berdebar debar melihat pemandangan itu. Rosemary pun menyeka airmatanya, tanpa sadar ia menerima sapu tangan yang terulur kearahnya dan itu dari Alfredo.


Penasehat Kerajaan dengan penuh wibawa berjalan kearah Leyka, disertai dua pengawal disamping kiri dan kanannya. Ia meminta sebuah mic kepada pembawa acara dan ia pun membaca sebuah gulungan surat yang disimpan di balik jasnya lalu ia membacanya.


"Leyka Paquito Fernandez Felipe, dengan otoritas Kerajaan Spanyol, kau di bebaskan dari pemilihan Viscountess dan Kerajaan Spanyol mengesahkan pernikahan dan statusmu. Kerajaan memberi gelar Felipe kepada Putramu. Rosemary Manuello Felipe, kau tidak melakukan kesalahan apapun, tidak ada pencabutan gelar Felipe pada keluarga Manuello tapi justru keluarga Manuello Felipe akan mendapatkan Suaka Perlindungan Khusus!" ujar Penasehat sambil menyerahkan mic kepada pengawal yang berdiri dibelakangnya.


Train membulatkan matanya, ia bersorak kemudian, "Yeaayy! Aku bangsawan, Daddy!" Rosemary tersenyum penuh keharuan, ketakutannya menghilang. Karena tidak mengikuti aturan dari pihak Kerajaan, nama belakangnya bisa dihapuskan. Dan keluarga Rosemary, terbebas dari itu semua. Dalam hatinya, Leyka juga merasa sangat lega, ketakutan terbesarnya seperti matahari yang menyibak mendung kelam di angkasa.


"Dan AKU-- Alfredo menggenggam segelas di tangannya dan berjalan kearah Penasehat Kerajaan --Aku salah satu generasi Berenguer III yang terakhir, aku akan memberikan gelarku pada Valentino Gallardiev! Aku akan mengajukan dan Kerajaan Spanyol akan mengesahkannya dalam waktu satu bulan ke depan"


"Apa maksudnya?" tanya Valentino mengerutkan alisnya. Namun Train-- yang sedikit banyak mengetahui seluk beluk tentang Kerajaan karena Leyka banyak bercerita padanya --justru tersenyum lebar dengan mata berbinar dan rasanya ia ingin bersorak, tapi ia cukup menahan tingkah lakunya karena ia berada di Mansion Kerajaan.


"Aku anggap ini sebagai gencatan senjata antara Spanyol dan Italy! Karena aku benar benar tidak tahu apapun tentang rencana jahat Locki dan kaki tangannya. Anggap saja ini sebuah hadiah pernikahan kalian, wujud dari permohonan maaf dariku dan juga ketertarikanku pada Putramu yang sangat berani" kata Alfredo membuat Rosemary tersenyum hangat dan lagi lagi Alfredo menghindari tatapan mata itu.


"Aku rasa itu tidak perlu! Aku tidak membutuhkan gelar yang aku butuhkan hanya keluargaku! Keluargaku sangat penting untuk saat ini" kata Valentino menolak secara halus dengan menundukkan kepalanya.


"Menolak adalah penghinaan. Jadi terima saja, anggap itu adat istiadat yang harus dijalani dan itu persyaratan mutlak menikahi seorang Putri Mahkota dari Kerajaan Spanyol" ujar Alfredo berusaha meyakinkan. Valentino melihat kearah Leyka dan seketika itu juga Leyka memalingkan wajahnya, Valentino berdebar melihatnya. Sulit sekali membaca sikap Leyka saat ini.


"Saranku terima saja" kata Penasehat Kerajaan dan Valentino bergantian melemparkan pandangannya kearah Penasehat dan Putranya.

__ADS_1


Train melingkarkan tangannya dileher Valentino kemudian Train berbisik, "Kita tetap Red Velvet dari Italy yang menjadi Bangsawan, Daddy"


Valentino menahan tawanya ia tersenyum dan mencium pipi Train, "Baiklah. Apapun akan aku lakukan demi keluargaku. Karena aku tahu dari awal, menikahi Putri Bangsawan tidaklah mudah. Gracias, Senor Alfredo" ujarnya.


"Selain itu aku jatuh cinta pada Putramu, dia mengingatku saat aku masih kecil. Dia pemberani. Dia kemarin mendatangiku dan Penasehat Kerajaan di sebuah Restauran dan Setan Cilik ini mengancamku tanpa rasa takut!" Leyka mulai bereaksi, matanya tajam membidik kearah Train dan sudah pasti anak genius itu menyadarinya. Ia ingin menggigit jemarinya tapi ia sadar itu bukan perilaku bangsawan. Akhirnya tangannya sibuk memainkan ujung dasinya. Ya! Valentino mendadani Train sama seperti dirinya, dengan jas berwarna putih dengan waistcoat hitam dan disematkan dasi berwarna gold.


Alfredo menoleh kearah Rosemary yang tersenyum namun sangat anggun-- "Aku menyukai cucumu, Senora Rosemary!" Alfredo mengangkat gelas wine tinggi dan diikuti beberapa orang yang sebagian memegang gelas. Alfredo buru buru meminumnya, untuk menghindari tatapan mata Rosemary yang membuatnya panas dingin.


"Blue? Apa yang kau lakukan?" tanya Valentino menajamkan matanya kearah Train yang masih di gendongnya.


"No No No! Uhss! Senor, kau membuatku terkena castigo frente a la pared (hukuman menghadap ke dinding)!" Train mendengus dan bersedekap, ia melihat kearah Leyka yang telah menunjukkan kemarahannya dan menatap tajam dengan merengut kearah Alfredo yang menjadi serba salah pada akhirnya. Niatnya ingin membuat Rosemary terpesona, justru Train yang terkena sasarannya.


"Apa kau tahu itu sangat berbahaya?! Kau menemui orang asing! Kau bisa saja terluka dan kau tidak tahu, mungkin saja ada orang orang jahat yang mengintaimu! Mengapa kau tidak memikirkan keselamatanmu! Bagaimana bila kau di culik! Train, Mommy akan menghukummu! Dari pagi sampai sore di akhir pekan, kau akan Mommy hukum! Frente a la pared!" Leyka mendengus dengus dengan berlinang airmatanya, belum ia mengatasi keterkejutannya ia harus menghadapi keterkejutan yang lain.


Membayangkan Train melakukan aksi yang dianggapnya berbahaya-- yang notabene Leyka belum mengetahui Alfredo hanya diperalat Locki-- membuat Leyka sangat ketakutan dan juga panik.


"Si Mommy, Lo siento. Train salah Mommy" dan sikap Train yang meletakkan telapak tangan di dadanya, dan menurunkan pandangannya-- berhasil mencuri perhatian orang orang di sekitarnya. Suara lembutnya membuat siapapun yang mendengarnya menjadi iba.


"Mi amor! Jangan keterlaluan seperti ini!" ujar Valentino setengah berbisik.


"Diam!! Kau tidak usah ikut campur! Karena urusan kita belum selesai Val! Bagaimana bila di masadepan dia mengulanginya? Dia harus banyak merenungkan perbuatannya, itu tidak baik untuknya! Kau membawa ke pesta ini dan itu adalah kesalahan! Ini bukan pesta untuk anak anak!" kata Leyka berusaha menahan dirinya. Tapi segala sesuatu yang menyangkut keselamatan Train membuat Leyka kehilangan kendali.


Kini Valentino sedikit bisa membaca pikiran Leyka, melibatkan Train di tempat pesta adalah kecemasan Leyka terbesarnya. Tapi Valentino tidak punya pilihan dan ia ingin seluruh dunia melihatnya. Keegoisan Pria Italy ini, terlihat begitu nyata di mata Leyka. Dan bukan Valentino yang tidak menyiapkan segalanya dengan teliti. Ia tinggal meyakinkan Leyka bahwa semua akan baik baik saja, pikirnya.


"No Mommy, Lo siento. Aku hanya meminta Pak Tua Alfredo, tidak memilihmu menjadi Viscountess. Aku takut mereka memisahkan aku dan Mommy. Lo siento, Mommy. Aku akan terima hukumanku" bantah Train dengan lembut, ia menggosok hidungnya seperti biasanya bila ia merasa takut.


"Kau masih kecil untuk menyelesaikan masalah orang orang dewasa, Train!" tukas Leyka dengan terpaksa bersikap ketus, ia sesungguhnya tidak tega tapi ia pun tidak ingin Train melakukan sesuatu yang berbahaya.


"Mommy benar, Blue. Itu sangat berbahaya, kau tidak boleh mengulanginya, Daddy telah menyelesaikannya, kau seharusnya percaya saja pada Daddy dan biarkan Daddy yang menyelesaikan segalanya. Ingat, Marlin akan melindungi Nemo" kecup Valentino di pelipis Train dan itu menenangkannya.


"Daddy akan menemanimu menerima hukuman dari Mommy. Kita akan sama sama frente a la pared (menghadap ke dinding)" ujar Valentino mengusap punggung Train. Hati Leyka menjadi gundah seketika. Valentino tahu apa yang harus ia lakukan, ia membenarkan Leyka, namun ia juga tidak akan membiarkan Train menghadapinya sendirian. Hati Leyka semakin berkecamuk.


Dia adalah Suamiku? Ini Gila.. Ini tidak mungkin.. Ini pasti kesalahan.. Bagaimana aku dan dia bisa melewatkan ini semua tanpa kita tahu.. Ini tidak mungkin terjadi.. Pasti ada kesalahan selain kebodohan kita.. Menikah? Suami? Ini membuatku gila.. Ini tidak mungkin.. Aku tidak percaya. Batin Leyka berkecamuk.


"Yeaayy.. Graciasss, Daddy!" Train pun bersorak dan melupakan sikap bangsawannya, ia memeluk gemas Daddynya lalu mere*maas kedua daun telinga Valentino sambil menciumi pipi Valentino. Ia menahan adrenalinnya yang melonjak saat ini.


"Grandama juga akan menemanimu" Train pun menoleh kearah Rosemary yang menghampirinya lalu membelai rambut Train. Ia bahagia mendengarnya.


"Grandma" gumam Train.


"Aku.. Aku boleh atau tidak.. Aku.. Aku juga akan menemanimu karena aku kelepasan berbicara" ujar Alfredo dengan gugup karena Rosemary berdiri disamping Valentino dan sejurus pandangannya adalah dirinya. Parfum yang beroma lembut menyeruak, membuat dada Alfredo kian sesak.


"Pak tua" gumam Train dengan binaran matanya.


"Tentu saja aku akan menemanimu, Train" kata Penasehat membuat Train membulatkan matanya.


"Senor Aragon" gumam Train.


"Aku juga!" Jared dari kejauhan dengan melambaikan tangannya.


"Ya aku juga!" Torres turut menyahut di kejauhan.


"Aku dan Matthew akan menemanimu juga!" Maria dengan dandanan yang berantakan. Matthew dengan wajah menerahnya.


"Hei! Blue Train! Kami Tio dan Tia- mu! Kami akan menemanimu! Kami ingin mengenalmu lebih dekat lagi!" Lyonna dan disambut kata 'ingin menemani' bersahut sahut oleh Putra dan Putri Mahkota.


"Wow Mommy! Apartemen kita akan penuh orang orang" Leyka tersenyum mendengar perkataan Train dan itu melegakan hati Valentino.

__ADS_1


Sebuah penerimaan dan pengakuan pun terjadi. Bukti bahwa mereka semua menerima Train sebagai anak Leyka dan bukan anak baptisnya. Ada rasa bahagia terselip di hati Leyka. Ia terharu melihat Train diterima dengan baik oleh Keluarga Kerajaan, bukan penghujatan atau penghakiman yang akan merusak mental Putra kesayangannya. Leyka menyeka airmatanya.


"Gracias, telah menerima Train. Aku tidak akan menghukumnya kali ini" kata Leyka dengan rasa takjub karena semua orang mendukung tindakannya namun semua juga rela menemani Train.


"Leyka, justru Putramu yang menyadarkanku dan aku sangat berterima kasih untuk itu!-- Baiklah! Pemilihan Viscountess akan aku umumkan sekarang! Pilihanku jatuh kepada Rosemary Manuello Felipe!" kata Alfredo dengan lantang dan membuat semua orang terkejut dengan membuka mulutnya, suasana mulai riuh dengan di iringi tepuk tangan.


"Ibuku? Bagaimana kau bisa memilih Ibuku!" seru Leyka dengan menyatukan kedua alisnya, menatap tajam kearah Alfredo namun ia memalingkan wajahnya dan mendengus kasar ketika Penasehat Kerajaan menatap tajam kearahanya, sebuah tatapan untuk Leyka agar berperilaku sopan.


"Aku?" Rosemary justru terkekeh. Leyka melihat Ibunya dengan heran seiring tawa Train mengikuti Rosemary.


"Si, ehm.. Ehh.. Iya Kamu.. Tapi aku tidak.. Tidak memaksa, Rose. Ini boleh ditolak-- Aku tidak memaksa Ibumu, Leyka. Ibumu bisa menolaknya. Aku.. Aku--


"Tapi penolakan akan mencederai nama baik sebagai seorang bangsawan Spanyol. Sebaiknya kau memikirkannya Rose" ujar Penasehat, mengatasi kegugupan Alfredo, dengan memotong perkataannya. Jiwa kelelakian Gullermo Aragon, merasa malu melihat kegugupan Alfredo yang ternyata memiliki sisi lemah menghadapi wanita dewasa.


"Lakukan pendekatanmu dengan cara yang benar, sopan dan tidak boleh ada pemaksaan. Aku akan melihat usahamu sampai hari Thanksgiving tiba" ujar Rosemary membuat Alfredo semakin salah tingkah.


"Senor Alfredo menyukai Grandma sejak di meja perjamuan! Ahahaha-- Si.. Si.. Aku melihatnya! Si!Aku melihatnya! Train melihatnya!" tawa Train dengan begitu bersemangat membuat beberapa orang ikut tertawa. Alfredo semakin dilanda sindrom demam panggung, Train benar benar membuatnya sangat malu.


"Aku..aku akan.. Aku akan berusaha! Ehm.. Maaf aku harus ke toilet!" Dan Rosemary tertawa begitupun Train juga Valentino. Hanya Leyka yang terdiam membisu.


Shitt.. Kemana keberanianku? Selama ini aku adalah penakhluk wanita! Mengapa aku begitu lemah.. Apa laki laki tua selemah ini ? Tidak! Aku belum tua! Tapi aku seperti kelinci dijeratan macan betina. Alfredo.


Penasehat Kerajaan, Guillermo Aragon, menggelengkan kepadanya, ia kemudian membubarkan acara itu, karena pemilihan Viscountess telah menemukan kandidatnya. Beberapa orang mengucapkan selamat pada Rosemary dan membubarkan diri.


Penasehat pun menghampiri Leyka sambil menjentikkan jarinya ke arah perpustakaan hingga seseorang laki laki setengah baya muncul dengan membawa paperbag. Hati Leyka dipenuhi tanya, ia berdebar melihatnya.


"Leyka, mungkin kau bertanya - tanya siapa Pria ini. Tapi dia bukan siapa siapa, dia hanya seorang petugas dari Kedutaan Besar Spanyol yang berada di Palma" tangan Penasehat terulur kearah laki laki itu, meminta sesuatu yang dibawanya lalu laki laki itu memberikannya kemudian dengan sikap hormat ia beranjak pergi dari area itu.


"Kedubes Spanyol?"


"Iya Leyka. Seharusnya kau mengambilnya delapan tahun yang lalu di Palma. Dan, ini bersifat sangat pribadi, otoritas Kerajaan tidak bisa mengambil paket ini. Harus kau sendiri yang mengambilnya. Tapi, memikirkan segala resiko saat kau ke Palma membuat aku juga tidak tenang. Locki bisa saja berbuat nekad bila mengetahui ini" Penasehat memberikan paperbag itu lalu Leyka menerimanya.


Dengan gemetar Leyka membukanya, sebuah amplop tebal berwarna coklat dengan sebuah pita. Ia kembali terkejut, sebuah map berlapis beludru sama persis seperti milik Valentino di bukanya, semua penasaran melihatnya kecuali Valentino.


"Untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan, Otoritas Kerajaan memberikan mandat kepada petugas di Kedubes, untuk mengantar sendiri ke Barcelona. Jujur ini sangat merepotkan karena pria gila dari Italy itu bisa membuat kekacauan lebih besar bila aku tidak melakukannya. Itu adalah surat pernikahanmu disana. Secara Hukum dan Agama-- Aku ucapkan selamat dan aku permisi. Hari telah malam. Selamat beristirahat!" ujar Guillermo Aragon, berlalu dihadapan mereka semua.


Leyka membulatkan matanya, sebuah foto terpampang disurat pernikahan itu, airmatanya pun berlinang linang kemudian. Ia merogoh amplop itu, ada compack disk, satu album foto dan satu koin emas!


Koin emas yang tanpa sengaja dipilih Valentino sebagai Mahar pernikahannya. Leyka menjatuhkan semuanya kecuali koin emas yang memenuhi telapak tangannya. Rosemary dan Maria mengambil semua yang dijatuhkan Leyka yang terpana melihat koin emas yang tidak asing dimatanya. Jika koin emas itu di genggam, Leyka membutuhkan dua telapak tangannya untuk menyembunyikannya. Kepingan ingatannya pun kembali ke masa itu. PERNIKAHAN MASSAL.


Aku Istri Valentino Gallardiev? Ini Gila.. Mengapa? Mengapa bisa terjadi seperti ini? Apakah Dewa Kesuburan mengutuk cinta kita ? Mengapa..


-


-


-


Author jg manusia Bosqyu, bisa sakit bisa macuk nanin, bisa sedih, bisa terluka, bisa galon, bisa buntu, bisa apa aja pokoknya selain gendenk.. Seperti rindu kalian pada keluarga setan, seperti itu jugalah rinduku pada kalian walaupun kalian rindu padanya 🤣🤣


#lagi males malak, terserah mau divote atau enggak, mau di kirim kopi atau enggak.. Pasrah🤒🤕


-


-


-

__ADS_1


__ADS_2