FORGOTTEN LOVE On The Train

FORGOTTEN LOVE On The Train
FINAL SEASON : 30 Menit Yang Berharga


__ADS_3

"Hah? Penjaga sepertimu? Siapa maksudnya?" tanya Leyka. Train bisa melihat tangan Valentino erat mencengkeram kemudi mobilnya. Train tersenyum melihatnya, ia menilai dengan kejeliannya.


Daddy, mungkin ini yang akan Daddy ceritakan saat makan malam.. Si Daddy.. Blue mengerti mengapa Daddy belum mengatakan dan akan mengatakannya pada Mommy segera. Train.


"Penjaga Daddy adalah kisah Daddy itu sendiri di Pretoria, Daddy selalu menceritakan kisah Daddy di kencan buta. Bukankah itu sama saja menjaga Daddy? Siapa saja yang mengetahui kisah Daddy? Apa semua kawan dan keluarga Daddy?" tanya Train berputar putar. Mereka tidak menyangka pertanyaan demi pertanyaan Train kian menjebak kearah kebenaran. Valentino terlihat mengendurkan cengekeraman jemari tangan pada kemudinya, Train kembali tersenyum melihatnya.


"Semua orang yang mengenal Daddy tahu kisah Daddy dengan jelas" ujar Valentino dengan terkekeh, ada rasa yang berbunga - bunga di hati Leyka dan seketika mengikis kecemburuannya.


Apakah termasuk Miu dan Rebecca. Tanya Leyka dalam hatinya.


Yeaahh Bingo Bingo.. Tapi apa hubungan Daddy dengan Ella. Sorak Train dalam hatinya yang kian penasaran.


"Karena itulah wanita yang Daddy kencani pergi begitu saja, aku tidak bisa bayangkan jika Daddy tidak menceritakan kisah Pretoria kepada wanita wanita disana, Daddy sudah pasti punya banyak anak. - Ahahaha! Dan jika Daddy datang ke Barcelona, Mommy tidak akan mau bersama Daddy bahkan Mommy akan menarik rambut wanita Daddy seperti Senora Nancy ibunya Paolo! Dia menarik rambut wanita yang menggoda kekasihnya di depan kami!-- Ahahaha!" Valentino terbahak mendengar penuturan Train panjang kali lebar, namun Leyka bersungut mendengarnya.


"Ternyata ada yang lebih bar bar darimu Leyka! Hahaha!" sahut Valentino seraya terbahak.


"Hei Senor (Tuan) Gallardiev! Aku tidak hanya menarik rambutnya, tapi aku akan menendangnya hingga sampai ke Italy bersamamu!" ujar Leyka seraya mendelikkan matanya kearah spion dimana Valentino memandanginya.


"Hahaha tenanglah Mi amor! Aku tidak memiliki anak dari wanita manapun! Benih unggulku tidak aku sebarkan ke lahan manapun! Hanya padamu Senora (Nyonya) Gallardiev! Train Putraku satu - satunya yang sangat aku cintai!" kata Valentino dengan tegas.


Tidak punya anak? Apa kau berbohong karena ada Train.. Aku dengan jelas menerima foto itu.. Dan Valentino tampak bahagia bersama Putrinya. Leyka.


Bingo Daddy! Aku tahu jawabannya tanpa aku bertanya.. Aku putramu satu satunya.. Tapi apa itu benih unggul? Dan... Ehm, 'tidak disebarkan dilahan manapun?'.. Apa artinya.. Aku akan bertanya lain kali. Train


"Daddy-- Jadi, aku satu satunya anak Daddy yang Daddy cintai?" tanya Train.


"Tentu saja kau putra Daddy satu satunya yang Daddy cintai dan Munequita (boneka kecil) membuatmu tidak menjadi satu satunya lagi ketika dia lahir kelak. Daddy butuh banyak penjaga!" kata Valentino seraya mengedipkan satu matanya kearah Leyka melalui kaca spion. Leyka mendengus dan melemparkan pandangannya ke arah jalan raya. Ia harus menghindari tatapan mata biru keabuan itu yang menusuk kalbu dan menciptakan desiran lembut dihatinya.


Train meraih ponselnya kembali dan menulis pesan dengan cepat kepada Miu disaat Leyka memalingkan wajahnya. Sebuah larangan dan didikan yang keras, Train tidak diperbolehkan memainkan ponselnya saat keluarga kecil itu sedang berbincang hangat. Lebih tepatnya ketika kedua orangtuanya mengajaknya berbincang.


Ella apa kau tahu kisah Freedom Park di Pretoria?


Tidak Train, apa itu.. Aku belum pernah mendengarnya dari Pappaku..


Ella siapa nama kedua Pappamu.. Apa aku boleh mengetahuinya? Terutama Pappa yang sangat dicintai Mammamu..


Pappaku bernama Torres Albiaga dan Valentino Gallardiev.. Mammaku, sangat mencintai Papa Diev.. Si, Valentino Gallardiev, seperti nama belakangmu.. Blue Train Valentino..


PLAKK !!


Train menjatuhkan ponselnya, lutut dan kakinya serasa gemetar seketika setelah ia membaca balasan pesannya dari Miu. Matanya membulat kearah Leyka yang menyambar ponselnya yang ia jatuhkan secara tiba - tiba. Genggaman Train terlihat lemah, aliran darahnya mengalir cepat. Hawa dingin menjalari tubuhnya. Wajah Train terlihat pias saat melihat wajah Leyka yang menatapnya dengan mengerutkan alisnya. Train mendadak dilanda kepanikan.


Kau tidak mengetahui Freedom Park, karena Daddy tidak kesana.. Mereka bertengkar saat itu dan disanalah Mommy bertemu Uncle Mattew Ford. Tidak salah lagi.. Daddy mengenal Miu.. Ellara Miuccia, adalah Putri Baptis Daddyku.. Mengapa Daddy membutuhkan waktu untuk menceritakannya pada Mommy.. Ada apa Daddy.. Apakah karena Ela adalah putri mantan tunangan Daddy? Ataukah sahabat Daddy.. Aku harus bertanya pada Miu.. Kata Train dalam hatinya.


Mata Train semakin membulat, dadanya semakin bergemuruh, pasalnya ponsel itu masih terbuka layar pesannya dan pesan Miu kembali masuk kemudian.


Lalu siapa nama Pappamu? Jangan katakan Pappamu adalah Pappaku juga, karena tidak mungkin orang tua kita memiliki kisah yang sama persis.


Nafas Train kian tersengal, mata jelinya bisa membaca pesan itu saat Leyka merentangkan ponselnya. Leyka belum tertarik membaca isi pesan itu, ia tertarik berkhotbah seperti para Ibu yang protektif pada umumnya.


"Berapa kali Mommy bilang, tidak boleh memainkan ponsel di mobil! Daddy bukan sopir Uber, Train! Train tidak boleh mainan ponsel ketika kita sedang berbicara!" Jantung Train


semakin terpacu mendengar perkataan Leyka.


Uber Technologies Inc. adalah perusahaan penyedia transportasi asal San Francisco, California yang menghubungkan penumpang dengan supir kendaraan sewaan serta layanan tumpangan langsung. Perusahaan ini juga mengatur layanan penjemputan di berbagai kota di seluruh dunia. Uber pernah ada di Indonesia namun persaingan antara Gocar dan Grabcar yang begitu ketatnya, membuat perusahaan Uber harus hengkang dari Indonesia. Perlu di ketahui, Uber masih meluas dan menunjukkan eksistensinya hingga kini di seluruh dunia khususnya Eropa.

__ADS_1


Untuk sesaat Train terkesima dengan isi pesan itu, Miu bisa menduga dan menganalisa secepat Train. Miu hampir menyaingi kepintaran Train, mereka adalah anak genius yang memiliki bakat menilai segala sesuatu dengan cepat.


"Mommy No! Lo siento ( maafkan aku) tapi Train ada sesuatu yang penting!" seru Train semakin panik. Matanya menjaga waspada dan bersiaga pada mata Leyka yang masih belum menoleh serta membaca pesan Miu di ponselnya. Train semakin menegang dengan situasi yang ia ciptakan sendiri.


"Sesuatu yang penting sampai kau menjatuhkan ponselmu? Hargai barang dengan merawatnya baik baik, itu hadiah dari Daddy! Apa yang penting sampai kau men-- Leyka menoleh kearah layar ponsel namun sebelum sempat meneruskan perkataan dan membaca isi pesan pada ponsel Train yang di genggamnya, Train melepas sabuk pengaman dan berusaha merebutnya.


"Nooo Mommy Nooo!" pekik Train seraya menahan tangan Leyka dan menyambar ponselnya.


"Train lepaskan!" seru Leyka menahan dada Train namun Leyka terlalu kuat menahan cengkeraman ponsel Train.


"Nooo Mommy Nooo! Mommy tidak boleh membacanya! Itu sangat pribadi! Itu rahasia! Itu privacy!" seru Train dengan gerutuannya. Train bersungut, mata biru itu menunjukkan kemarahannya yang di hiasi kepanikannya.


"Hei hentikan kalian berdua! Blue dengarkan nasehat Mommy! Blue berikan ponselmu pada Mommy! Kau dihukum!" kata Valentino seraya memijat batang hidungnya, keriuhan terjadi di dalam mobil dan membuatnya serasa sakit kepala.


Baru Train dan Leyka, bagaimana bila Munequita lahir.. Belum anak anakku yang lain yang akan kau lahirkan nantinya Leyka.. Si (iya), aku berniat mencetak buah cinta kita yang banyak Leyka.. Sebanyak yang aku mau.. Bisa bisa mobilku meledak.. Inilah kehidupan yang aku inginkan.. Si, kehidupan di Spanyol yang begitu ramah namun sederhana.. Aku ingin selamanya disini.. Leyka, kau akan mendapatkan kejutan besar dariku. Pikir Valentino mengelitik, disaat yang tidak tepat Valentino justru mengulum senyum kecilnya mendengar pertikaian di belakang kemudinya.


"No Daddy No!" seru Train membuyarkan khayalannya.


"Kau berkata Privacy? Tidak ada privacy antara orangtua dan anak!" kata Leyka berhasil merebut ponsel Train dan kembali menguasai sepenuhnya.


"Berikan padaku!" seru Valentino seraya mengulurkan satu tangannya ke belakang sementara satu tangannya yang lain memegang kendali kemudinya. Train semakin panik bukan kepalang, matanya terus membulat sempurna, ia tidak bisa berpikir bagaimana mengalihkan perhatian kedua orangtuanya.


"No.. Noo.. No... Ohh Nooo Dadddy!" pekik Train diambang keputusasaannya, ia mengurai tangan Leyka yang menahan dadanya dan beralih ke sela kedua jok di depan untuk meraih ponselnya. Namun setelah Leyka menyerahkan ponsel Train, ke tangan Valentino sebuah peringatan dari ponselnya berbunyi. Ponsel Train, meredup dan menunjukkan tanda baterai di ponselnya melemah. Otak Train bekerja dengan cepat dan secepatnya ia menggunakan akalnya.


"Siri!" Pekik Train memanggil fitur Siri pada ponselnya. Fitur Siri merupakan asisten pribadi pintar yang dapat membantu para pengguna untuk menyelesaikan berbagai jenis pekerjaan atau aktivitas pada perangkat iPhoone. Hal ini dapat di lakukan hanya dengan memberi perintah suara saja.



"What can i help you with (ada yang bisa saya bantu) ?" suara khas Fitur Siri terdengar. Seperti suara robot yang terdengar melalui speaker ponselnya. Train memilih suara perempuan di Fitur Siri yang berada di ponselnya.


"Okay, Boss (oke Boss)" Setelah Fitur Siri menjawab, layar ponsel Train menjadi gelap. Fitur Siri seketika menon-aktifkan ponselnya hanya dengan satu perintah suara.


Train kembali menyandarkan tubuhnya di jok mobil dengan menghela nafas dalam - dalam. Train merasakan kelegaan yang luar biasa, ia sampai berkeringat dibuatnya, Train menyeka wajahnya. Pikirannya bercampur aduk, antara mengingat pesan Miu dan ketakutannya bila Leyka membaca pesan Miu.


Hati Mommy harus dijaga, aku tidak ingin menyakitinya.. Daddy harus mengatakannya.. Jika Daddy berbohong, aku pasti akan berada di sisi Mommy.. Daddy, jangan lakukan kebodohan Blue mohon. Kata Train dalam hatinya dengan perasaan berkecamuk.


"Kau membuat Siri memanggilmu Boss?" tanya Valentino memuji kecerdasan Train menggunakan ponsel pintarnya.


"Si Daddy. Hanya Siri yang memanggilku Boss, Pedro yang mengajarinya" jawab Train masih lemas rasanya. Jantungnya masih berdebar debar dengan kejadian yang baru saja terjadi.


"Katakan, mengapa sikapmu aneh?" tanya Leyka saat mendapati Putranya membelakangi pandangannya. Train melihat kearah jalan untuk mengurai ketegangannya.


"Itu karena aku malu, Mommy" ujarnya lirih. Leyka mengerutkan alisnya dengan rasa penasarannya.


"Malu?" ujar Valentino dan Leyka hampir bersamaan, mereka saling melemparkan pandangannya melalui kaca spion.


"Ada apa? Ada yang Train tutupi dan Mommy tidak suka" lanjut Leyka.


"Uhhs! Aku menulis pesan pada Paolo, Mommy! Aku menanyakan apakah Kimberly datang! Uhss! Aku harus berlatih untuk membuat seseorang terpesona di pentas nanti!" kata Train dengan nada kesal seraya membalikkan tubuhnya dan menoleh kearah Leyka.


"Ooo.. ooo.. Jadi karena itu kau malu? Apakah seseorang itu adalah Kimberly" goda Leyka dengan terkekeh seraya mencolek pinggang Train yang masih menunjukkan wajah kesalnya. Leyka menyadari terkadang ia terlalu protektif memperlakukan putra semata wayangnya.


"Uhss Mommy! Noo! Bukan Kimberly! Tapi.. Tapi.. Seseorang itu adalah Daddy! Aku bilang rahasia! Itu Privacy!" seru Train bersedekap dan menatap Leyka lekat - lekat kemudian kembali memalingkan wajahnya ke arah jalan yang dilaluinya.


Valentino dan Leyka tersenyum merekah dengan penuh kehangatan dan diliputi keharuan. Pengakuan Train memang yang sesungguhnya, ia ingin tampil terbaik demi Daddynya yang akan menontonnya untuk pertama kali, ia dengan terpaksa mengungkapnya untuk mengalihkan kecurigaan Leyka karena sikapnya yang dianggap aneh. Train mengerti situasinya, ia pandai memilah sebuah situasi yang menegangkan dan ia tahu bagaimana caranya harus menyelamatkan dirinya dari situasi itu. Train sangat terlatih di dalam budaya keluarga Fernandez.

__ADS_1


"Blue? Kau melakukannya untuk Daddy?" tanya Valentino merentangkan satu tangannya kearah Train dengan penuh keharuan, Valentino rasanya ingin memeluk Train namun karena ia sedang mengemudi apalah dayanya.


"Uhsss! Si!" jawab Train menoleh kearah Valentino yang merentangkan satu tangan kearahnya.


"Lo siento Pretoria kecil! Baiklah Mommy tidak akan mengganggumu untuk urusan pentas!" ujar Leyka terkekeh seraya menghujani Train dengan ciuman serta pelukan hangat.


"Vamos, duduklah di pangkuan Daddy! Kau bisa memegang kemudi mobil Daddy! Kita sudah tiba di halaman Locomotive Machine. Policia tidak akan menangkap kita di area gedungmu! Si Gedung ini kelak akan menjadi milikmu!" Valentino menghentikan mobilnya di pintu gerbang Locomotive Machine dimana Sekolah Esperanza untuk sementara berada disana. Valentino menunggu seorang penjaga pintu gerbang, membukakan pintu untuknya.


"Yeaayyy!" Trainpun bersorak melompat melalui celah kedua jok mobil dan duduk di pangkuan Valentino yang kemudian mendekapnya.


Kedua tangan Train memegangi kemudi mobil di bimbing satu tangan Valentino dan tangan yang lain melingkar di perut Train. Sesekali Valentino mencium pipi dan pundak putranya dengan keharuan hingga Train bergidik kegelian di buatnya.


"Hati hati Carino!" ujar Leyka melemparkan senyumnya melalui kaca spion saat mata Valentino menatapnya dengan tajam.


"Si, ill mia amor (iya cintaku; Italy)" ucap Valentino lirih saat menciumi puncak kepala Train yang bersemangat saat berada di balik kemudi.


Valentino menginjak pedal gasnya perlahan lahan, ia membawa mobilnya melaju memasuki area parkir gedung Locomotive Machine. Train bahagia penuh tawa karena ia sangat menyukai bila ia duduk dibalik kemudi mobil sang Ayah, seperti semua anak di dunia pasti menyukai hal tersebut. Hati anak anak, terkadang mudah bahagia setelah hatinya berkecamuk, itulah Train.


Valentino membawanya berputar putar untuk menyenangkan Train. Setelah mengendarai tiga kali putaran Valentino menurunkan Train di parkir lobby. Valentino mengajarinya cara mengendalikan kemudi dengan hati hati. Tentu saja Leyka yang cerewet mengingatkan Valentino untuk menyudahi aksinya karena Train harus bersiap menuju kelas drama.


"Daddy bolehkah aku meminta ponselku? Aku akan mengisi baterainya di lokerku" pinta Train seraya menggendong tasnya. Train memiringkan kepalanya, wajah Train dengan sorot mata menghiba ditambah ia menggosok hidungnya membuat Valentino tidak tega rasanya.


"Tentu Blue! Kau memerlukannya untuk menghubungi Daddy bila kau selesai nanti. Kita akan menginap di hotel dan kita akan makan malam" kata Valentino menyerahkan ponselnya dan Train melebarkan senyumnya saat menerimanya.


Dasar setan cilik, pintar sekali kau berakting. Batin Leyka dalam hatinya.


"Yeaaayyy! Kita menginap di Hotel!" seru Train kemudian.


"Baiklah Daddy akan mengantar hingga kelasmu, vamos (ayo)!-- Mi amor tunggu disini jangan kemanapun" ujar Valentino pada Train dan Leyka. Valentino menggandeng tangan Train setelah Leyka menjawab dengan anggukan kepalanya.


"Adios Mommy (sampai jumpa, Mommy)! Aku menyukai hari ini! Dan selama perjalanan, tadi itu adalah 30 menit yang berharga bagiku dan menit terakhir yang menegangkan" seru Train meneruskan perkataannya di akhir kalimat dalam hatinya.


"Adios mi carino (sampai jumpa, sayangku)" Leyka tersenyum melihat Train yang melambaikan tangan untuknya dan seperti biasanya, kemudian ia berkicau dengan berjalan sesekali ia melompat.


Tawa Valentino masih terdengar sayup sayup Leykapun kemudian menutup kaca mobilnya setelah melihat Valentino dan Train menghilang dari pandangannya. Ia kemudian menyandarkan tubuhnya di jok mobil seraya memejamkan matanya.


Satu menit, dua menit, sepuluh menit kemudian Leyka membuka matanya saat sebuah ponsel yang berada di dalam dasbor mobil berdering. Leyka mencari kearah sumber suara hingga ia melompat kearah jok depan dan ia sangat terkejut ada ponsel disana. Ponsel yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.


"Ponsel siapa ini? Aku tidak pernah melihatnya. Jangan jangan ini ponsel Valentino yang lain" gumam Leyka seraya menatap ponsel yang tertulis nama si pemanggil.


"Pall? Siapa dia?" gumam Leyka dengan rasa penasarannya, ada terbersit cemburu didalam hatinya dengan penuh tanda tanya. Ia kembali meletakan ponsel itu dan ia kembali ke tempat duduknya semula, karena Valentino terlihat berjalan kearahnya setelah mengantar Train.


Pall.. Apakah Pallazo.. Dan itu artinya Rebecca Pallazo? Ohh Shitt.. Apa kau masih berhubungan dengannya? Tentu saja karena Miu adalah Putri kalian.. Aku tahu kau terpaksa berbohong demi Train, dan aku menghargai itu Val.. Gracias..


"Vamos (ayo), aku sudah sangat kelaparan, Mi Amor" ujar Valentino saat memasuki mobil seraya mengerlingkan matanya ke arah Leyka. Senyuman yang menawan dan menggoda terlihat mendebarkan hati Leyka yang terdiam begitu dingin. Sangat dingin, hingga Leyka lupa bagaimana caranya untuk tersenyum.


-


-


-


alurnya adalah mereka akan ke hotel dulu ya gaessss.. hahahahha... menikmati kecemburuan yang ada unsur nafsunya.. sabar yaaa... karena makan malam akan segera berantakan.. ehhh hahahahah 🤣🤣


maaf lahir batin nih ya ada kopi gak.. maaf lahir batin nihh ya ada vote gak.. 🤣🤣

__ADS_1


#malak lahir batin ehh maaf 🤣


__ADS_2