FORGOTTEN LOVE On The Train

FORGOTTEN LOVE On The Train
Aku Akan Menghajarmu


__ADS_3

Keesokan Harinya


Valentino membawa Train pulang setelah, Matthew mengetuk kamar Leyka. Mereka masuk dengan cara yang sama dan keluar pun dengan cara yang sama. Ada rasa sedih saat Train yang masih mengantuk, harus masuk ke dalam Trolley makanan.


Namun, senyum Train menyingkirkan kesedihannya dan itu semua di gantikan dengan kerinduannya pada Train. Malam ini adalah perjamuan makan malam, Leyka bersiap mengikuti acara sarapan pagi, setelah Valentino menghilang dari pandangannya bersama Train.


Sementara itu Valentino mengurus Train, membuatkan sarapan dan pergi ke sekolah bersama. Kali ini Valentino ikut naik si kuning bus sekolah menuju sekolah Train, yang berada di dalam satu gedung dengan perusahaan keluarganya. Locomotive Machine. Simon tak lagi membuatkan sarapan untuk Train, bahkan bekal makanan Train, Valentino yang menyiapkannya.


Kabar tentang siapa sosok Ayah kandung Train, sudah pasti cepat menyebar di Sekolah Esperanza dan itu disambut dengan baik oleh semua Dewan Guru. Bahkan, pembulian pada dirinya, menghilang menguap begitu saja. Tidak ada yang berani membuli Train lagi. Train layaknya orang penting di sekolahnya, ia selalu menunjukkan kedekatannya dengan Valentino.


Sementara Valentino menjadi perbincangan hangat, ia sering menyelinap ke kelas Train hanya untuk memastikan Train diperlakukan dengan baik oleh teman temannya. Ayah Possesif, Arogan dan Tempramen, tentu saja masih melekat dalam diri Valentino. Bahkan melebihi level sebelumnya.



"Daddy, aku mau minta uang jajan!" pinta Train saat Valentino mengantarnya sampai ambang pintu kelasnya.


"Uang jajan? Jika kau membutuhkan sesuatu, ambil saja di kantin dan Daddy akan membayarnya. Panggil Daddy di lantai 10, melalui security" ujar Valentino dengan merapikan rambut Train.


"No! Aku mau uang jajan! Aku tidak punya uang! Uangku telah aku berikan pada Tuhan! Kau harus memberiku uang jajan mingguan dan membelikanku celengan!" pinta Train dengan memaksa dengan wajah merengut, kedua alisnya nyaris bertemu, Valentino tertawa kecil melihatnya, Train seperti dirinya bila seperti itu. Dan kata Rhosana seperti itulah Valentino saat kecil. Rhosana dan Alfonso menempati Mansion keluarga, dimana keluarga Sergio yang menempatinya.


"Apa kau berniat pergi lagi? Dan merencanakan sesuatu yang besar?" Valentino mengangkat satu alisnya dan mengernyitkannya.


"Uhss! No! Aku mau uang jajan. Kata Mommy, sekarang aku bisa meminta pada Daddy saja-- Vamos (ayo), berikan" kata Train dengan mengulurkan telapak tangannya. Ada rasa bahagia saat Train mengatakannya, Valentino merasa dibutuhkan dan dianggap keberadaannya oleh Leyka. Diam diam kerinduannya pada Leyka menyelinap di dalam hatinya.


"Jika kau punya uang kau bisa pergi kemanapun, big no, Blue!" Valentinopun memperlihatkan jari telunjuknya di wajah Train dengan menggoyang - goyangkannya.


"Uhss! Ven aquí.. Ven aquí.. Ven aquí (kemarilah kemarilah kemarilah)" Train merentangkan kedua tangannya keatas dengan agar Valentino menyejajarkan pandangannya. Valentino terkekeh, kemudian ia berjongkok dan menumpukan satu lututnya di lantai. Train pun menangkupkan kedua tangannya di pipi Valentino dan mencubitnya dengan gemas, sesekali.


"Uhs! Daddy, kau orang pertama yang memanggil namaku dengan sebutan Blue. Blue tidak akan pergi meninggalkan Daddy dan Mommy, aku justru takut Daddy yang akan pergi. Bila Daddy pergi setidaknya aku punya uang, bukan?" kata Train dengan memiringkan kepalanya menunggu jawaban dari Daddy-nya.


Valentinopun memeluk Train, ia mengingat persyaratan tiga bulan yang membuatnya gelisah kemudian. "Daddy tidak akan pernah meninggalkanmu, Blue. Apapun yang terjadi. Bahkan bila Mommy tidak menginginkan Daddy-- Daddy tidak akan pernah meninggalkanmu" lalu Valentino menciumi kening Train dan mengambil dompetnya.


"Berapa Mommy memberimu uang jajan dalam satu minggu?" tanya Valentino sambil membuka dompetnya.


"Sejak aku di Elementary tingkat satu, Veinte euros (dua puluh euro)-- Train merentang jemarinya -- Sebelumnya di Daycare uang jajanku Quince euros (lima belas ribu euro)" Train menggoyangkan tas ransel di punggungnya sambil melihat Valentino mengambilkan pecahan uang, Train menaikkan alisnya turun naik sambil menunggu.


*[Kurs 16.500 IDR--- > 15 euro setara 247.500 IDR, 20 euro setara 330.000 IDR]


"Cincuenta euros (lima puluh euro)! Daddy akan membelikanmu celengan nanti" kata Valentino bangkit berdiri sambil menyimpan dompetnya. *[50 euro setara 825.000 IDR]


"Wow, Daddy keren!" mata Train berbinar, ia mendapatkan uang jajan melebihi yang diberikan Mommy-nya. Ia buru buru menyimpannya. Setelah itu ia kembali merentangkan tangannya dan Valentino menundukkan tubuhnya. Train mencium Daddynya dan mengucapkan terima kasih.

__ADS_1


"Gracias, Daddy! Te quiero (aku mencintaimu)!" rasanya hati Valentino meleleh, ia menciumi Train dan meluapkan kata cinta. Biasanya Valentino akan tetap berada disana hingga Guru Train datang, Valentino menyalahi beberapa peraturan tapi semua Dewan Guru memilih tidak menegurnya karena bagaimanapun mereka melihat Valentino sebagai pemilik gedung. Biasanya Kepala Sekolah langsung yang menegurnya, tidak perduli dan tidak memandang siapa Valentino.


-


-


-


Siang Itu...


Train pulang bersama si kuning bus sekolahnya dan Valentino menghubungi Pedro agar menyambut Putranya di sudut jalan seperti biasanya. Valentino akan melakukan beberapa hal untuk memuluskan rencananya, untuk menghadapi acara makan malam keluarga Kerajaan dan sebenarnya acara itu untuk memilih Leyka menjadi Viscountess.


Acara itu disamarkan dengan terjalinnya hubungan kerjasama di berbagai sektor pertahanan dan keamanan antara Kerajaan Spanyol dan Kerajaan Inggris, yang mana itu menjadi bagian seorang Viscount.


Karena Viscount sendiri adalah status kebangsawanan di Eropa. Bangsawan yang bergelar Viscount memiliki pasangan dengan gelar Viscountess, dapat diserupakan dengan gubernur yang memimpin sebuah provinsi atau wilayah lain yang lebih kecil. Gelar ini juga digunakan untuk sheriff sebuah wilayah.


Di temani Jared dan Torres, Valentino mempersiapkan segalanya, termasuk ke dinas pencatatan kependudukkan. Di bantu keluarga Fernandez, Valentino mendapatkan fotocopy identitas Leyka, sehingga mempermudah rencananya. Valentino hanya memastikan bahwa status Leyka belum berubah. Dan tentu saja, Valentino boleh berbangga hati, ia sangat lega saat menyodorkan identitas Leyka dan surat pernikahannya sangat sinkron, disitulah Valentino mengetahui status Leyka belum berubah.


Setiap acara Kerajaan sudah pasti ada wartawan yang akan meliputnya dan acara itu akan berada di koran atau majalah lokal keesokan harinya, karena itulah Damian dan team wartawannya akan meliput dimana Damian sebagai fotografer yang akan membidik spot terbaik juga orang orang yang berada di acara itu.


Namum Valentino membuat rencana yang lebih besar lagi. Valentino ingin mengungkap identitasnya dan sudah otomatis, Valentino akan mengungkap identitas Train yang disembunyikan oleh pihak keluarga Felipe sebagai putra Manuella bukan sebagai putra Leyka. Bukan hanya wartawan dari surat kabar tapi Valentino membuat rencana besar yang akan melibatkan stasiun televisi.


Valentino akan mengabarkan kepada dunia bahwa Blue Train adalah Putranya dan sang Putri Mahkota adalah Istrinya. Lalu darimana aksesnya? Gedung Telekomunikasi-- yang tengah berjalan pengerjaannya dimana Valentino adalah perancangnya-- adalah salah satu pemilik dari sebuah stasiun televisi swasta di Spanyol.


Di dalam sebuah dunia periklan yang mendompleng pada berita besar, secara otomatis dengan mengucap satu kata saja, Valentino dan Locomotive Machine akan menjadi situs pencarian, akan dikenal oleh para pebisnis yang mengincar rancangannya dan juga pebisnis di dunia perkereta-apian. Semua di rancang Valentino sedemikian briliant tanpa ada kata GAGAL demi satu tujuan, yaitu Keluarganya dan Keluarga suksesnya.


...***...


Sementara itu di Double P, Pedro menunggu di luar kedai, di sudut jalan dimana si kuning bus sekolah Train akan menurunkannya seperti biasanya semenjak sekolah Train pindah di Gedung Locomotive Machine. Sebatang rokok terselip di jemari tangannya, Pedro menikmatinya sambil memainkan game di ponselnya.


Dan beberapa saat kemudian si kuning bus sekolah berhenti. Pedro bangkit berdiri dan menyimpan ponselnya disaku celananya lalu buru buru mematikan rokoknya, karena Train akan berkicau panjang bila ia mengetahui Pedro masih saja merokok. Pedro lebih memilih, merokok di belakang Train atau Setan Cilik itu akan memprotesnya terus menerus hingga kupingnya panas.



"Hei Pedro! Train turun sebelum Golden Park. Distrik Eiffel! Dia mengatakan mobil kerajaan ada disana, kemungkinan Mommynya disana!" seru sopir bus sekolah setelah pintu terbuka, sopir itu sudah hafal dengan nama Pedro.


"Apaa?! Itu tidak mungkin!" dan Pedro memucat seketika, jantungnya berdegub kencang, ia merasakan kecemasan dan kekuatiran yang luar biasa.


"Dia masuk Restoran Disfrutar!" seru sopir bus itu lagi.


"Mengapa kau percaya begitu saja!! Shitt-- Train! Apa yang kau lakukan!" Tak menunggu si kuning bus sekolah itu pergi, Pedro pun berlarian tanpa melepas celemeknya menuju sebuah Distrik yang terletak bersebelahan dengan Golden Park-- taman dengan pohon berdaun kuning-- Distrik Eiffel.

__ADS_1


Distrik Eiffel, di namai Eiffel bukan karena ada Menara Eiffel, tapi karena di Distrik itu banyak penghuninya sebagian besar adalah orang orang Perancis. Dan Distrik itu adalah Distrik elit, banyak butik berkelas hingga restauran mewah berada disana. Train turun disana! Apa gerangan yang terjadi dan apakah Train baik baik saja? Pikiran mengerikan menguasai Pedro yang berlari secepat cepatnya. Tujuannya adalah Restauran Disfrutar.



Train awalnya melihat sebuah mobil kerajaan berhenti di depan restauran, ia mengenali mobil itu. Mobil Kerajaan yang datang, beberapa kali dan yang terakhir mobil itu datang mengabarkan tentang makan malam Kerajaan karena kedatangan Viscount dari Kerajaan Inggris yang berdarah campuran Spanyol, keturunan dari bangsawan Berenguer ke III.


Dengan kejeliannya Train melihat laki laki setengah baya turun dari mobil mewah itu dan memasuki sebuah Restauran mewah. Restauran Disfrutar, restauran yang terpilih sebagai Restauran terbaik di urutan nomor 9 dari 50 restauran terbaik di dunia, menjadi tempat eksklusif di Barcelona.


Train memaksa turun dengan alasan Leyka ada disana, dan mengatakan untuk mengatakan pada Pedro. Akhirnya sopir itu menurunkan Train di halte Distrik Eiffel.


"Aku ingin menemui Paman dari Kerajaan, dia bersama Mommyku!" ujar Train kepada penjaga yang berdiri di depan pintu. Sikap Train menunjukkan sikap bangsawannya, yang selalu Leyka ajarkan. Meletakkan tangan kanannya di dada, lalu menundukkan kepala dan membungkukkan setengah badannya. Petugas membukakan pintu dan Train memasuki Restauran itu. Entah apa yang ada di pikirannya.


Train mengedarkan pandangan, ia mencari seseorang yang baru saja di lihatnya dan matanya tertuju pada sudut ruangan di pinggir kaca yang menghadap trotoar. Dua Laki laki setengah baya sedang duduk berhadapan dengan seorang yang lain yang telah terlebih dahulu tiba karena Train melihat laki laki itu turun dari mobil Kerajaan hanya sendirian.


Beberapa orang berpakaian jas hitam menyebar diruang itu, mereka seperti pengawal dan Train mengamatinya. Saat pesanan mereka datang, Train menghampiri meja kedua laki laki tersebut.


"Buenas tardes, Senor (selamat siang, Tuan)" ujar Train dengan salam ala bangsawan. Para pengawal sontak berdiri. Mereka tidak menyangka bahwa anak kecil itu akan menghampiri dua orang yang mereka jaga. Kedua laki laki itu pun terkejut melihat Tran yang memberi hormat layaknya bangsawan.


Setelah menegakkan tubuhnya, empat orang pengawal mengelilinginya dan bersiap membawanya pergi, namun perkataan Train kepada pengawal itu merubah situasi "No.. Aku tidak berbahaya! Kalian duduklah! Aku hanya ingin bicara pada-- ehm.. Dia! Dia yang datang di kedaiku, Double P" Train menunjuk salah satu laki laki yang menggunakan pin bendera Spanyol dan pin Kerajaan di jasnya yang berwarna biru tua. Laki laki itu mengangkat tangannya, kepada para penjaga dan mereka kembali ke posisi mereka masing masing.


"Kau ingin bicara padaku-- Tuan Double P?" tanya laki laki itu dari Kerajaan Spanyol. Dan dia adalah Sang Penasehat Kerajaan.


"Si aku ingin bicara padamu Senor dan panggil aku Tuan Red Velvet! Bolehkah aku duduk atau kau akan membiarkanku berdiri saja?" Train menimpali sang Penasehat Kerajaan.


"Pelayan!-- laki laki di seberang Penasehat Kerajaan, menjentikkan jarinya hingga pin berkebangsaan Inggris dan lambang Kerajaan terlihat jelas --ambilkan kursi untuk Tuan Red Velvet ini!" Mata Train terpaku pada pin itu, ia kembali mengamati dengan kejelian matanya. Sementara sang Penasehat Kerajaan Spanyol pun dengan jeli menatapnya.


Anak ini sangat berani. Penasehat Kerajaan.


Pin itu, Kerajaan Inggris.. Berarti dia adalah Viscount.. Uhs, kau macam macam.. Aku akan menghajarmu. Train.


-


-


-


Sorry Bosqyu, baru hilal nih 🤣🤣


Kopi dan Vote boleh kesini, buat Train yg akan ngadepi duo bapak2. Bolong2 nih ky nganu. semoga lancar minggu ini.. krn aku nulis 1 lagi dan itu iseng ikut lomba.. di dukung boleh ga juga boleh kok.. Happy Reading ya bosqyu, laptopku akhirnya udah kambek egen.. kemaren sekarat asteggaang.. ishh...astaga.. 🤭


-

__ADS_1


-


-


__ADS_2