FORGOTTEN LOVE On The Train

FORGOTTEN LOVE On The Train
PALMA : Masih Cantik Mommy Peach!


__ADS_3

...PALMA DE MALLORCA...



Mobil limousin berlogo empat cincin, yaitu Audi berwarna hitam dengan kaca hitam pekat melaju perlahan meninggalkan bandara Palma de Mallorca menuju Mansion Rosemary. Di sepanjang jalan Train membuka kacanya dan membiarkan angin laut menerpa wajahnya. Tawa dan senyumnya menghiasi wajah mungil yang terpesona dan takjub akan keindahan kepulauan yang masih menjadi teritorial Negara Spanyol.


Pasir putih dan birunya laut menghampar indah yang di naungi teriknya matahari. Padahal cuaca telah memasuki musim gugur, dimana angin berhembus dingin tapi di Palma angin laut serasa hangat di siang hari. Burung berkejaran diantara pohon Palem yang berderet dan tumbuh di semua sudut kota itu.


Mata Train tak berkedip saat melewati dermaga, ia melihat kapal kapal kecil banyak berlabuh di sana, tangkapan para nelayan tidak begitu memuaskan bila di musim gugur menjelang musim dingin. Tidak seperti musim semi dan musim panas dimana hasil laut begitu melimpah dari tahun ke tahun.


"Mom-- Itu indah sekali! Apa itu dermaga waktu Mommy melarikan diri dari Loco?" tanya Train tanpa menoleh. Dan Leyka diam saja ia memilih tidur lagi dan lagi di dada Valentino yang membuatnya nyaman.


"Iya Mi Nieto, itu dermaga saat Mommy, Ayah dan Ibu Baptismu melarikan diri. Grandma melepas kepergian Mommymu disana. Grandma melarang Loco dan pengawal mengejar kapal yang membawa Mommy ke Barcelona" ujar Rosemary dengan mata berkaca kaca, ia menutupinya dengan senyuman seraya membelai rambut Train.



Mendengarnya, Valentino mengeratkan dekapannya dan menciumi kening Leyka, membayangkan bagaimana Leyka melarikan diri delapan tahun yang lalu dan tidak ada dirinya bersamanya, membuat hati Valentino tersentuh. Hatinya menghangat melihat wajah Leyka kian tirus dan kini terlelap dipelukannya.


"Uhs! Mommy selalu tidur!" Train menoleh hingga sinar matahari menerpa wajah Leyka. Sinar matahari mengganggu tidurnya, ia mengerjapkan matanya lalu ia menyembunyikan wajahnya diketiak Valentino. Train mendengus kesal.


"Selalu tidur, selalu tidur, selalu tidur.. Siempre cada vez (selalu setiap saat)!" gerutunya lagi lalu ia memalingkan wajahnya kembali menatap keindahan birunya lautan di Palma, hembusan angin laut meriapkan rambutnya.


"Tuhan aku sangat bahagia" gumamnya dengan tersenyum.


"Daddy juga bahagia" balas Valentino dengan bergumam menatap tubuh kecil yang sesekali mengeluarkan kepalanya dijendela mobil.


"Grandma! Aku mau itu! Train mau itu!" seru Train saat melihat orang berlalu lalang di sebuah gerai ice cream dipinggir dermaga, membawa ice cream dengan cone dan gula gula kapas menyelimutinya dengan taburan marshmallow sebagai toppingnya (tambahan). Ice cream gelato bersalju, menjadi pujaan di Palma.


"Vicente berhenti!" pinta Rosemary dan Vicente yang mengendarai mobil itu menepi setelah memberi aba aba pada mobil di belakangnya yang di kendarai Demetri. Kediaman Rosemary mengirim dua mobil untuk menjemput mereka.


"Aku mau turun! Aku mau turun! Train mau turun!" seru Train sangat bersemangat.


"Daddy akan mengantarmu, Blue-- Mi amor, aku akan mengantar Train membeli ice cream" mata Leyka terbuka seketika, mendengar kata ice cream seakan adrenalinnya melonjak lonjak.


"Aku mau dua dan ukuran besar, satu rasa strawberry coklat dan satunya blueberry vanilla" ujar Leyka beringsut dari pelukan Valentino dan menguap.


"Dua?" Valentino mengerutkan alisnya.


"Ishh, cepat sana! Aku mau dua!" ujar Leyka sambil mendorong lengan Valentino.


"Madre mau?" tanya Valentino menawarkan.


"Tentu saja tidak" ujar Rosemary. Valentino keluar dari mobil terlebih dahulu lalu ia menurunkan Putranya kemudian. Valentino pun menawarkan juga kepada sopir dan pengawal namun semua menggelengkan kepala dan mengucapkan terima kasih. Ia kemudian mengenakan kacamata dan menggandeng Train menyeberang ke sisi jalan dipinggir dermaga.


Leyka berpindah posisi dan duduk disamping Rosemary, tanpa bicara Leyka merebahkan kepalanya dipangkuan Rosemary dan memejamkan matanya kembali. Rosemary kemudian membelai rambut Leyka yang seketika mendengkur halus.


Ada apa dengan anak ini.. Mengapa bawaannya selalu tidur.. Apa Pachito hamil? Perjanjian Cucuku akan berakhir bulan depan itu genap tiga bulan.. Mereka baru saja bersatu beberapa hari yang lalu.. Tidak mungkin mengalami sindroma trimester pertama kehamilan dalam waktu beberapa hari.. Kecuali.. Pachito berhubungan dengan Damian.. Tapi itu tidak mungkin.. Aku harus memastikannya.. Aku akan bertanya nanti.. Karena bila sampai itu terjadi, maka kebahagiaan mereka akan kembali berakhir.. Semoga dugaanku salah..


Sementara Train mengantri dengan tenang bersama Valentno. Hanya kicauannya sesekali terdengar saat ia berjalan maju beberapa langkah karena antrian di deretan paling depan telah mendapatkan ice cream yang diinginkan.


"Zughh.. Zughhh.. Zuughh.. Blue Trainn majuuu ke depaann!" kicaunya setelah antrian di depannya maju ke depan. Valentino tersenyum dengan memegang erat tangan Putranya.


"Daddy aku mau yang besar seperti itu!" pintanya saat melihat pembeli berlalu dengan ice cream dengan conenya berukuran besar.


"No, kau tidak boleh makan dengan banyak gula, yang kecil saja untukmu" balas Valentino.


""Zughh.. Zughhh.. Zuughh.. Blue Trainn majuuu ke depaann--- Uhss! Train, mau mucho mucho mucho, Daddy!" rengeknya.


"No! Atau tidak sama sekali! Di bandara, Blue sudah makan dan minum manis terlalu banyak" ujar Valentino menaikan kaca mata hitam yang menambah ketampanannya.



"Tapi ini liburan, Daddy!-- Zughh.. Zughhh.. Zuughh.. Blue Trainn majuuu ke depaann!" seru Train sambil melangkah maju dalam antrian.


"Liburan atau tidak, kau tidak boleh makan manis terlalu banyak. Setelah makan ice cream, kau harus makan banyak buah dan sayur malam ini dan tidak boleh di bantah-- Vamos, Zughh.. Zughhh.. Zuughh.. Blue Trainn telah sampai!" kata Valentino sambil menyambar tubuh Train dan meletakannya di papan kayu yang terpasang loket pembelian dan berdekatan dengan etalase kaca yang menyajikan berbagai macam rasa.


Train duduk disana hingga tingginya hampir sejajar dengan tinggi Valentino yang menjulang. Train mengamati buku menu dan membalik balikannya mencari rasa yang ia inginkan. Sementara Valentino memesan pesanan Leyka.


"Agar asupan gula tidak berlebihan dalam tubuh kau harus memesan rasa buah yang memiliki kadar vitamin C yang banyak dan mengandung antioksidan tinggi" seorang wanita cantik berkata pada Trian dibarisan loket pemesanan yang berada di sebelahnya.



Wanita bertubuh semampai berdiri, dengan gaun pendek bermotif bunga, ia tersenyum memikat dan melirik kearah Valentino dengan penuh kekaguman. Wanita manapun pasti akan tergoda melihat Valentino dari segala sisi.


"Aku tahu-- Gracias" kata Valentino menanggapi perkataan wanita itu dengan nada datar bahkan cenderung dingin. Sementara Train memilih diam. Wanita itu diam diam memperhatikan Valentino dan Train sejak mereka berada di antrian. Wanita itu terpesona melihat ketampanan Valentino.


"Putramu tampan sekali dan sangat pendiam" katanya sambil mengeluarkan dompet dari dalam tasnya. Valentino tidak menghiraukannya ia sibuk memesan dan sesekali ia mencium Train yang memegangi buku menu.


"Mommy bilang aku tidak boleh berbicara dengan orang asing!-- sahut Train dan ia memiringkan tubuhnya, memunggungi wanita itu --Daddy, aku mau rasa seperti Mommy saja! Burberry vanilla!" serunya sambil meletakan buku menu dan wanita itu tersenyum manis sambil menyambar buku menu itu kemudian.

__ADS_1


"Si, Boy!-- Burberry vanila yang ukuran kecil" kata Valentino kepada pelayan.


"Boy, mirar (lihat).. Cara membuat gula gula kapas" kata Valentino sambil menunjuk seoranh pelayan memutar mesin gula gula yang berputar cepat hingga gula yang diletakan disana membentuk kapas, lalu gula gula kapas itu di lilitkan pada ice cream.


"Daddy aku mau mesin itu! Belikan untukku!" Valentino terkekeh mendengarnya begitupun wanita itu.


"Anakmu sangat lucu, Senor" puji wanita itu dengan kerlingan matanya. Valentino terdiam seketika.


"Putraku lucu dan tampan. Gracias. Itu karena Istriku sangat cantik dan melahirkan Putraku yang tampan" kata Valentino tanpa melihat wanita itu, ia merapikan rambut Train lalu mencium keningnya berulang ulang.


"Si-- Mommyku sangat cantik!" sahut Train menyatukan alisnya. Kepekaannya menangkap sesuatu yang membuatnya gelisah.


"Pantas saja kau sangat tampan dan sepertinya aku pernah melihatmu, Senor. Tapi aku lupa dimana" kata wanita itu kepada Valentino dan Train.


"Kau mungkin salah orang" kata Valentino kembali menjawab tanpa menoleh, karena tangan pelayan mengulur kearahnya menyerahkan pesanan ice creamnya.


"Pesanan kita selesai Blue. Vamos, kembali ke Mommy!" Valentinopun menurunkan Train, lalu menerima pesanan ice creamnya.


"Kenalkan namaku Guaddalupe Catalina Manuello kau bisa memanggilku Adda" Wanita itu mengulurkan tangannya kearah Train karena tangan Valentino penuh dengan ice cream pesanan Leyka.


"Noo! No seas tan coqueta (berhentilah bersikap genit)! No me gusta (aku tidak suka)! Kau tidak boleh mendekati pria beristri! Tito malito (dasar genit)! Uhss!" gerutu Train sambil melangkah menjauh dan Valentino menggedikan bahunya sambil terkekeh mengikuti langkah Putranya.


Beberapa pasang mata bahkan para pelayan di gerai ice cream menahan tawanya bahkan ada yang menggelengkan kepalanya. Wajah wanita itu memerah karena rasa malu yang luar biasa, ia bergegas pergi tanpa menanti pesanannya padahal ia telah terlebih dahulu membayarnya.


Shitt!! Anak itu benar benar membuatku malu.. Tampan sekali laki laki itu. Batin wanita itu dalam hati.


"Jadi kau tau wanita itu coqueta (genit) pada Daddy?" tanya Valentino sambil mengacungkan ice cream kearah Vicente yang berdiri di luar mobil. Vicente berlari kearah Valentino dan Train yang berhenti di pinggir jalan.


"Si Daddy! Blue, tau wanita itu coqueta! Daddy tidak boleh macam macam" Valentino terkekeh mendengarnya.


"Daddy tidak tertarik pada semua wanita kecuali Mommy Peach!" ujar Valentino membuat Train bersorak kemudian.


"Yeaay! Hanya Mommy Peach!" Train mengangkat kedua tangannya yang salah satunya menggenggam ice cream.


"Si! Hanya Mommy Peach!--- Vicente, gandeng tangan Putraku!" perintah Valentino saat Vicente tiba dan mereka pun menyeberang dengan berlarian. Wanita itu melihatnya dan membulatkan matanya, karena ia merasa tidak asing dengan mobil yang menunggu Valentino dan juga Train.


Mobil itu! Astaga mobil itu.. Itu bendera kerajaan dan itu mobil Tia Rosemary.. Siapa laki laki itu? Tidak mungkin Tia menikah lagi.. Apalagi memiliki anak.. Atau jangan jangan.. Astaga.. Jangan jangan itu Putranya Leyka.. Shitt.. Baiklah, mungkin sudah waktunya aku mengunjungi Tia Rosemary.. Hmm.. Berapa lama kita tidak bertemu, Tia.. Laki laki tampan itu membuatku penasaran.. Seperti apa kehidupan sepupuku..


-


-


-


Rosemary memperkenalkan beberapa kepala pelayan dan pegawai Istana yang merupakan orang orang kepercayaan, yang mengabdikan hidupnya kepada keluarga bangsawan Manuello Felipe, Ayah dari Rosemary. Dan setelah itu Rosemary menghabiskan waktunya menerima panggilan telepon dari Alfredo yang memiliki segudang rencana untuk mengejutkan Rosemary.


"Kau sudah mandi-- Hummph.. Wangi sekali!" Tiba tiba Valentino datang memeluk Leyka dari belakang dan mengendus pundak, leher hingga rambut Leyka yang masih basah. Leyka berdiri di depan cermin rias dengan desain klasik dan membiarkan Valentino memeluknya.


"Jika tidak wangi apa kau mau menciumku?" pertanyaan kekanak kanakan sering muncul belakangan ini.


"Pertanyaan apa itu-- tentu saja aku akan mencium sampai kau bau" Leyka terkekeh mendengarnya.


"Aku juga sudah mandi, Mommy!" Leyka yang mengenakan krim pada wajahnya menoleh ke arah Train dan tersenyum.


"Kemarilah, Carino-- Train melangkah mendekat dan menyambut tangan Leyka yang terentang ---Naiklah, Vamos. Tapi tidak boleh melompat lompat" Leyka menarik tangan Train menaiki kursi rias yang berada dihadapannya lalu Leyka menciuminya bertubi tubi.


"Sangat wangi" ujar Leyka sambil mencubit pipi Train dan Valentino yang masih memeluk Leyka dari belakang tersenyum melihatnya, Valentino meletakan dagunya di pundak Leyka dan sesekali ia mencuri ciuman dari keduanya. Kedua orang yang sangat berarti di hidupnya kini.


"Si.. Masih cantik Mommy Peach! Mommy Blue Train paling cantik!" kata Train tiba tiba dengan memiringkan kepalanya menatap wajah Leyka lalu Train dengan manisnya mengusap usap pipi Leyka.


"Manis sekali, Putraku" sahut Valentino sambil menarik pinggang Train kearah Leyka, hingga Valentino yang masih berdiri dibelakang Leyka, memeluk keduanya.


"Mengapa tiba tiba kau berkata seperti itu dan bersikap manis?-- Apa Train meminta sesuatu?" tanya Leyka dengan terkekeh.


"Tadi ada wanita coqueto! Uhs! No me gusta! Dia menggoda Daddy dengan mengatakan aku tampan, aku lucu" Valentino menyembunyikan tawanya di pundak Leyka melihat tingkah dan cara Train bercerita. Kadang ia mengerucutkan bibirnya, terkadang ia mengerutkan alisnya dengan tangan mengepal dan dihentak hentakan karena Train tidak bisa diam.


"Oiyaa?" Leyka menggedikan bahunya dan memiringkan kepalanya kearah Valentino yang bergelayut di pundaknya. Valentino menciumnya lagi, segala peluang ia lakukan karena kecintaannya disertai hasrat yang selalu ingin meluap.


"Dia mengajak berkenalan dan Daddy tidak mau!" imbuh Train.


"Karena tidak ada gunanya-- dan Putraku membuatnya malu, dia berkata begini, 'Noo! No seas tan coqueta (berhentilah bersikap genit)! No me gusta (aku tidak suka)! Kau tidak boleh mendekati pria beristri! Tito malito (dasar genit)!' ujar Valentino dengan terbahak menirukan gaya dan perkataan Train.


"Carinooo-- My sweet Pretoria.. Kamu manis sekali" dengan gemas Leyka menciumi Train bertubi tubi dan setan cilik itu tertawa riang.


"Si Daddy bilang, semua wanita tidak menarik kecuali Mommy Peach! Yeaayy!" dan Leyka kembali bahagia mendengarnya. Train sangat pandai membuat Leyka bahkan siapapun berbunga bunga, sudah pasti karena tujuan tertentu.


"Oohh My Sweet Toro (banteng manisku).. Mi amor.. Kamu juga sangat manis.. Te quiero!" Leykapun menciumi Valentino hingga hati Valentino berdebar dan gelenyar indah menghangatkan tubuhnya.


"Ahahahaha! Torooo!" seru Train bahagia, sambil menutup mulutnya saat melihat Leyka menciumi Valentino. Ia pun meraih tujuannya.

__ADS_1


"Mommy.. Daddy.. Bolehkah Train makan coklat yang ada di lemari pendingin di dapur? Aku tadi melihatnya! Coklatnya banyak dan besar! Aku ingin mencicipinya!" ujar Train dengan suara lembutnya, dengan memiringkan kepalanya, dengan mata bulat yang terbeliak terang, dengan senyum manis mengulas diwajahnya, dengan menautkan jemarinya dan mere*mas re*mas.


Valentino dan Leyka melengos melihatnya, mereka baru menyadari tujuan Train datang ke kamar. Mereka kemudian saling pandang dan saling memberi kode kerlingan mata serta anggukan tanpa bicara.


"Boleh, tapi setelah makan malam dan kau harus menggosok gigimu sebelum tidur dua kali!" kata Valentino.


"Kita akan makan malam di meja besar itu?" tanya Train dengan matanya membulat.


"Si di meja besar itu" Leyka terkekeh dan mencolek hidung Train dengan gemas.


"Di kursi yang bagus itu?"


"Si-- kursi yang bagus itu" Leyka kembali mencolek hidung Train.


"Tapi Train tidak bisa Mommy, kursi bagus itu hanya untuk orang dewasa" ujar Train dengan menggosok hidungnya. Kebiasaannya bila ia risau dan itu selalu berhasil membuat orang dewasa merasa kasian dan iba hingga semua mengabulkan keinginannya.


"Hmmm-- Grandma sudah menyuruh Demetri mengambil kursi bagus di gudang dan itu kursi yang di gunakan Mommy waktu kecil! Dan kursinya lebih bagus" ujar Leyka memeluk Train dan menciumi puncak kepalanya.


"Wow, kursi Mommy waktu kecil? -- Ehm, apa boleh aku mengambil coklatnya sekarang?" ia kembali memiringkan kepalanya agar orang dewasa tidak tega melihatnya.


"Si boleh. Cepatlah sebelum Daddy berubah pikiran!" kata Valentino dengan menggelengkan kepalanya saat melihat Train penuh drama hanya sekedar coklat yang pantang dikonsumsi Putranya setiap harinya.


"Yeaaaayy! Gracias Mommy Daddy! Te Quiero! " Trainpun melompat dari kursi rias dan berlarian keluar kamar, ia menutup pintu dengan kerasnya.


"Dia benar benar pintar memanipulasi, aku sampai tidak menyadarinya" ujar Valentino menghela nafas dalam.


"Hahaha-- lama lama kau akan hafal perilakunya" ujar Leyka mengurai pelukan Valentino namun dengan cepat Valentino menahannya.


"Hmm-- tapi apa kau hafal perilakuku sekarang, My Appetizer (hidangan pembukaku)?" bisik Valentino dengan menggesekan dagunya dileher Leyka dengan menekan pinggulnya disertai miliknya yang semakin menggeliat.


"Ishh, kita mau makan malam. Tidak sekarang" Leyka menggeliat dan meronta, menghindari serbuan Valentino yang menyerang lehernya. Melu*mat bibirnya yang segar, menyesap lidahnya yang lembut hingga Valentino menghabisi oksigen di sekitarnya.


"Hanya sebentar. Diez minutos (sepuluh menit)" bisik Valentino mengurai bathrope yang membalut tubuh Leyka dan membalikan tubuh dan menyisakan underwear, menghadap ke cermin.


"Val, Train nanti masuk.. Ahhh.. Sebentar lagi makan malam.. Ahhh.. bagaimana bila Tra-- Leyka menggigit bibirnya saat Valentino menatapnya melalui cermin dan menelusupkan jemarinya ke dalam underwearnya. Mulutnya terus menyerang pundak dan leher belakang yang memiliki jutaan syaraf sen*sitif.


Valentino semakin beringas saat melihat tubuh Leyka di depan cermin, kulitnya yang lembut tersapu oleh jemari Valentino yang memberi rema*san ero*tis dan membuat Leyka melayang layang.


Nafas Valentino semakin tersengal melihat dari cermin buah dada yang menggantung dan bulu bulu halus di bawah pusar Leyka yang tertata rapi, jemari Valentino terus menyusup kedalam mencari buah mungil dan memainkannya setelah menemukannya.


"Aahh.. Vaall.. Vaall.. Aahh.. Ada Train" de*sah Leyka semakin terpacu diantara ketegangan dan ketakutannya bila sewaktu waktu Train memasuki kamarnya. Melihat Leyka merin*tih melalui cermin, Valentino kian tersengat hasratnya, ditambah melihat bulu bulu yang menyembunyikan irisan buah Peach, membuat Valentino menjadi tidak sabaran.


"Sshhh.. Letakan lutut kirimu dikursi il mio amore-- Aahh.. Menunduklah.. Aaahh.. Letakan kedua tanganmu.. Di meja rias.. Aahhh.. Percayalah, ini hanya sebentar.. Aahhh.. sexy sekali" Leyka menurut dan dengan cepat Valentino menyingkap underwear Leyka ke samping, ia memastikan irisan buah Peach itu basah dengan menji*latnya perlahan dari belakang.


"Aaa...aaa..aaahh.. Valll!" pekik Leyka lirih.


Valentino bangun dan mengeluarkan miliknya yang masih terhimpit underwear dan balutan celana trainingnya yang longgar.



Perlahan Valentino melesakan miliknya, seraya melihat seraut wajah sayu nan memerah dari cermin meja rias, Valentino terengah engah melihat Leyka menatapnya dengan mulutnya terbuka dan sesekali menggigit bibirnya.


"Aaa.. Aaa...hh Ley..."


"Aaahhh... Aahhh Vall!" Leyka mengeratkan pejaman matanya saat milik Valentino memenuhi miliknya seutuhnya, lalu ia membuka matanya dengan menghela nafas dalam.


"Ooughh.. Ley.. Il mio amore.. Shhh.. Aahhhh.. Bellisima (cantik).. Dulce mia (Manisku)..Ough" dengan berdiri tegak, dibelakang tubuh Leyka yang membungkuk kedepan, perlahan lahan Valentino memacunya dengan mere*mas bok*ong Leyka.


"Aahh.. Vall.. Shhh.. Uughhhmm!" karena Leyka menunduk, Valentino meraup rambut Leyka agar tidak menutupi pandangannya dari buah dada yang menari indah karena doronganya, sesekali ia melihat kebawah dimana jagung bakar Afrika Selatan di cengkeram oleh irisan buah Peach.


Naf*sunya kian terbakar, Leyka pun sesekali melirik kebawah dimana milik Valentino menghujamnya secara bertubi tubi. Namun Valentino selalu menarik rambutnya perlahan lahan. Kemudian satu tangannya memainkan buah dada yang mulai berkeringat dan mere*masnya, Leyka mencengkeram bibir meja dan melihatnya dari cermin.


Kemudian Valentino menunduk menciumi punggung Leyka, satu tangannya menyusup kembali mencari buah mungil yang tersembunyi dibalik bulu bulu halus diantara dua paha Leyka. Valentino memainkannya sambil terus memacu milik Leyka yang kian meniti ke puncak gairahnya.


"Ahh.. Leyy.. Aahh.. Ley.. Ouugghh.. Shh.. Ley" de*sah Valentino merintih menji*lati punggung Leyka dengan memejamkan matanya, membayangkan buah mungil itu kian basah.


"Val.. Aaah.. Cepat..Aaaahh.. Mi amor!" Leyka pun meledakan hasratnya, seiring mata Valentino terbuka dan merasakan denyutan luar biasa dijemarinya dan miliknya yang dicengkeram kuat dengan kaki Leyka yang menegang. Valentino menegakan tubuhnya, dan memacu miliknya menyusul Leyka.


"Aaahh.. Shhh... Aaarghhh, Ley!" dengan segenap hasratnya Valentino meledakan benihnya, Leyka menggigit bibirnya dan terkesima melihat wajah kli*maks Valentino dari cermin meja riasnya.


Mata mereka beradu pandang, dengan terengah engah senyuman terukir disela letih mereka. Valentino melepaskan miliknya dan meraih tubuh Leyka lalu dipeluknya dengan erat seraya memberikan ciuman hangat.


"Aaaaaaa Daddy! Coquetear (si genit) dataaang!" Valentino membulatkan matanya dan Leyka mengerutkan alisnya, merekapun kalang kabut seketika, mendengar jeritan Train memenuhi Mansion, Train menjerit dan berlarian meniti anak tangga menuju kamar mereka. Mereka panik dan menegangkan!


-


-


-

__ADS_1


Uhss! Jodohnya Damian dateng.. Yang tebakannya salah.. denda 10 cangkir kopi 🤣


__ADS_2