FORGOTTEN LOVE On The Train

FORGOTTEN LOVE On The Train
Jiwa Jiwa Yang Terikat


__ADS_3

Lo siento Mommy.. Te quiero, Mommy (Maafkan aku, Mommy.. Aku mencintaimu, Mommy)...


Train tidak terdengar menangis lagi, Ia sesungguhnya duduk dibalik pintu. Ibu dan anak itu duduk berhadapan dan hanya di sekat pintu saja. Train mencoba berpikir dengan caranya sendiri, pikiran anak kecil yang terkadang melampaui orang dewasa, pikiran polos anak anak seumurannya yang memiliki IQ dan EQ di atas rata rata. Karena bibit Train berasal dari kepintaran Valentino di padu kecerdasan Leyka.


"Leyka, mungkin aku tidak akan pernah bisa menggantikan Daddynya di hati Train, tapi itu sekedar foto yang tidak berarti untukmu tapi berarti bagi Train, apa kau tidak bisa membiarkannya saja" kata Damian ikut duduk di samping Leyka. Ia menyingkirkan anak rambut Leyka di belakang telinganya, ia juga menyeka airmata di pipi Leyka kemudian.


Dan Train, mengingat Damian yang selalu ia hindari, Damian yang tidak pernah ia beri kesempatan. Train selalu memberikan tempat untuk Daddynya dan Train selalu menjaga tempat itu tidak di miliki siapapun selain Daddynya. Train hanya mampu menganggap Damian sebagai temannya.


Lo siento ( maafkan aku), Damian.. kata Train dalam hatinya.


"Leyka, biarkan Putra Baptisku memiliki harapan mungkin itu yang akan membuatnya bahagia menjalani hari harinya, kita hanya perlu membimbingnya" ujar Diego membuat Train menyeka pipinya dan memandangi foto quotes dan kartu ucapan itu secara bergantian.


Aku laki laki sejati, kata Abuela aku akan menghadapi kesalahanku.. Kasihan, Mommy.. kata Train dalam benaknya.


"Aku akan terluka melihat Train terluka, aku tidak mau itu. Rasanya aku ingin terbang ke Italy dan mengetuk semua pintu disana mencari laki laki pecu*ndang itu demi Train! Aku harus bagaimana? Bagaimana bila justru, laki laki pecu*ndang itu memisahkanku dengan Putraku. Bagaimana? Apa aku bisa hidup tanpa Train? Sumpah demi apapun, suruh saja Tuhanmu mencabut nyawaku bila itu terjadi!" kata Leyka kembali menangis. Manuella dan Diego, akhirnya duduk di sofa yang tidak jauh dari Leyka duduk. Train mendengarnya dan ia menatap pintu itu seakan mata bisa menembus pintu dan melihat Leyka dihadapannya.


Mommy aku menyayangimu.. Tapi aku juga menyayangi Daddy, sekalipun hanya lewat ceritamu..


"Tapi ternyata Daddy tidak jahat. Daddy turun dan ke Barcelona. Ada cerita yang terlewatkan Mommy" kata Train dari balik pintu yang masih terkunci. Ia menggosok hidungnya agar mengering, ia menyeka dengan kaos akhirnya. Semua tertegun dan saling berpandangan mendengarnya, Leyka semakin terluka dan yang lainnya semakin sedih.


"Kedatangannya tidak bisa mengubah apapun, Train. Kau tidak pernah tahu rasanya saat berjuang melahirkanmu sendirian dalam penantian. Mommy akan menceritakannya nanti saat kau dewasa" kata Leyka menyentuh pintu itu, ia tahu Train di balik pintu karena suaranya sangat dekat bahkan ia bisa mendengar nafas Train. Ada rasa bersalah juga dalam hati Leyka.


Aku harus mengalah demi Train.. batin Leyka.


"Daddy mencintaimu, karena itulah Daddy mencari Mommy ke Barcelona, tapi Locki dan Rosemary mengurungmu, Mommy! Aku membenci mereka!" Leyka tersentak saat Train berteriak sambil memukul pintu. Bahkan Damian yang duduk bersandar di pintu terkejut dan menegakkan sandaran duduknya. Ia menggenggam jemari Leyka agar Leyka bisa menahan dirinya menghadapi Train.


"Kau salah Train, Daddy tidak mau berkorban untukku! Dia tidak bisa tinggal di tempat yang kumuh! Tempat sempit ini membuatnya sesak! Dia tidak bisa memakan Roti tanpa Butter!" kata Leyka dengan mengepalkan tangannya, ia kembali terbayang perkataan Valentino di Castello de Monte.


"Ley-- Sabar" bisik Damian mengusap punggung Leyka, pertengkaran ini membuat Damian serba salah. Tidak diinginkan Train tapi Leyka sangat membutuhkannya, sangat menginginkannya untuk selalu disampingnya. Terkadang Damian merasa Leyka sangat mencintainya tapi terkadang cinta itu menghilang saat kehadiran Train.


Namun Damian tidak perduli, ia terus menuju hati Leyka, di tepian cangkang hati yang masih sulit memasukinya. Rasa membutuhkan sandaran dan bersembunyi dari rasa sakit di masa lalu, apakah itu bisa menjadi Cinta yang murni? Damian selalu bertanya dalam hatinya. Tapi toh, Damian juga tidak bisa melepaskan Cintanya kepada Leyka yang membuatnya selalu jatuh lagi dan lagi.


"Karena memang itu tidak enak!" Pekik Train lagi. Arogan itu milik Valentino dan kini Leyka melihatnya. Ia mengepalkan tangannya, kebenciannya pada Valentino si Red Velvet kini memuncak, arogan dan kesombongan itu menurun pada Train, Leyka kesal sekali dibuatnya.


Kalau kau ada dihadapanku.. Shit!! Rasanya aku ingin mencabik tubuhmu, Val.. gerutu Leyka dalam hatinya.


"Si (iya) Train, Mommy bukan siapa siapa dan Mommy bukan apa apa. Maafkan Mommy bila tidak bisa memberikan Red Velvet yang kau inginkan" dan bagaimanapun juga, Leyka pernah berhadapan dengan Valentino di Pretoria, semakin Leyka melawan, Valentino akan semakin mengeluarkan taringnya, Leyka hanya perlu merendahkan dirinya, membiarkan dia menang, membiarkan Valentino berkuasa atas dirinya, dengan begitu Valentino justru akan kembali jatuh ke pelukannya. Leykapun melakukan itu kepada Train.


"Leyka. Bagaimana bila kau kembali ke Mansion di Palma dan memberikan kemewahan seperti Red Velvet untuk Train. Kau sanggup kan bila kau menderita lagi untuknya?" kata Manuella, sang Ibu Baptis mengerti maksud Leyka. Ia pun tau karakter Train dari dulunya, sejak bayi Manuella bersamanya. Manuella tahu dan mengerti cara Leyka mendidik dan menghadapi Train yang kian hari kian melawan Leyka.


"Manuella, apapun akan aku lakukan agar Train bahagia. Hanya sekedar Red Velvet aku bisa memberikannnya, tidak masalah walaupun hidupku seperti di neraka! Train adalah segalanya bagiku!" kata Leyka dengan lantang. Leyka menunjukkan sisi kasih sayangnya yang tidak bisa diberikan Valentino. Train menyadari bahwa Daddynya tidak mau berkorban seperti Mommynya, dan itu membuat Train bertekuk lutut pada Leyka. Ibu terbaik sejagat raya, itulah julukan yang diberikan Train.


"Aku tidak tahu bagaimana Leyka menghadapi Train bila pecu*ndang itu ada disini" bisik Manuella kepada Diego.


"Berdoa saja semoga dia tidak pernah datang. Ini sudah 8 tahun, tidak ada alasan dia datang. Dia akan datang bila tahu mengenai Train" Diego balas berbisik kepada Manuella.


Ceklek!


Train membuka pintunya kemudian. Semua melihat kearah pintu, Manuella berhamburan mendekati pintu dan Damian bergeser.


"Mommy, aku berikan ini padamu. Hancurkan saja. Bila perlu aku akan membantumu menghancurkannya-- Lo siento (maafkan aku), Mommy" kata Train lirih. Ia mengulurkan foto itu dan kartu ucapannya, Train mengalah akhirnya. Ia rela kehilangan itu semua, ia tidak ingin kehilangan kebahagiaan Ibunya. Train, tidak mau melukai Ibunya semakin dalam.


"Trainnn!! Lo siento! Maafkan Mommy, Train" Leyka langsung memeluk erat tubuh Train, Leyka menciuminya dan Manuella turut menciumi Putra Baptisnya. Ketakutan mereka adalah bila Train marah dan mengunci pintu. Bila Train terserang asma sewaktu waktu dalam kamar terkunci akan sangat Fatal jadinya. Mereka selalu ketakutan bila Train asma.


"Kita akan membakarnya, Mommy!" kata Train beringsut dari pelukan Leyka dan berusaha ceria.


"No Train! Damian akan memasangkannya di tembok dan kau yang akan memilih tempatnya, dimana foto itu menempel di tembok. Carino (sayang) kau bisa menyimpan kartu itu" kata Leyka dengan tersenyum dan kembali mencium dalam kening Train dengan mata terpejam. Pikirannya tanpa sadar menyebut nama Train.


Blue Train.. Blue Train.. Blue Train..


Peluit kereta api itu seakan melintas dibenaknya.


"Benarkah Mommy?!" dan mata Valentino seakan berbinar melihat kearahnya.


"Si (iya)-- Asal Mommy melihatmu tertawa dan Bahagia Mommy juga akan seperti itu" kata Leyka membuat Train duduk dipangkuannya, dan menghadap kearahnya.


"Jangan pernah mengunci diri dikamar, anak nakal" kata Manuella sambil mencubit hidung Train dengan gemas, ia menciumi pipi Train hingga anak itu serasa sesak.


"Si (iya) Ibu Manuella!" tawa riang itu kembali menghiasi wajah Train dan itu membuat kesedihan juga kekalutan mereka semua, seakan mentari menyibak perlahan awan kelabu yang menaungi bumi.


"Mommyku terbaik sejagat raya ini!" Trainpun meletakkan foto itu lalu memegang kedua pipi Leyka dan mengecup bibir Leyka kemudian Train memeluknya.


"Hei, Ibu Baptismu juga mau!" kata Manuella dan Train melakukan hal serupa.


Kau tidak bisa mengalahkanku Val.. kata Leyka dalam hatinya. Ia merasa mengalahkan masalah hari itu.


"Baiklah Train-- Mari kita bekerja!" Damian pun mengacak rambut Train, dan bangkit berdiri menuju tempat perkakas. Trainpun bangkit berdiri dan berlarian kearah ruangan tamu, memilih tempat yang pas untuk foto itu.


Saat membuka dan menutup pintu, disana tempatnya.. Hai hadiah Daddy, saat datang dan pergi aku bisa melihatmu dari luar, bahkan siapapun..


Dan Train memasangnya berseberangan dengan pintu, disamping fotonya dan Leyka yang menempel di dinding ruang tamu. Siapapun bisa melihatnya dari luar bila pintu itu terbuka.


Baiklah Train.. Pamerkan saja ke seluruh dunia!.. Huhhft.. Leyka.


-


-


-


...ITALY...


"Miuu" Valentino memeluk Miu sangat erat sore itu. Ia menyempatkan mampir dan berpamitan lagi. Rasanya tidak pernah puas. Padahal Valentino lebih banyak menghabiskan waktunya saat saat terakhir bersama Miu dibandingkan dengan keluarganya. Tak henti hentinya Valentino menciumi Miu bertubi tubi hingga Miu kegelian.


"Jadi Papa sudah akan pergi? Stop Papa! Giliran Miu yang mencium Papa!" Miu tertawa renyah dan mendorong wajah Valentino lalu Miu memberi ciuman bertubi tubi. Valentino menikmati ciuman itu, dengan senyuman khasnya dan dekapan hangatnya.


Kau lihat Leyka.. Aku menyelamatkan Satu Kehidupan.. Seperti yang kau minta.. Karena itulah aku tidak kemanapun.. Satu Kehidupan ini tempatku bersembunyi, sebagai ganti dirimu.. Tapi ternyata aku salah, Kau adalah sesuatu yang tak tergantikan.. Bahkan Miu.. Tidak bisa menggantikanmu.. Ahh, Miu.. Maafkan Papa..


"Miu, Papa akan merindukanmu" Valentinopun membelai lembut rambut Miu.


"Apa Miu boleh menyusul saat liburan?"

__ADS_1


"Tidak, Papa yang akan pulang. Miu tunggu Papa pulang. Perjalanannya sangat jauh Miu" dan Valentino tersentuh saat Miu mengangguk mengerti, hati Valentino teriris saat Miu patuh tanpa melawan. Entah apa yang ada dibenak Miu, tapi ia sadar siapa dirinya bagi Valentino.


"Ti amo (aku mencintaimu), Papa"


"Ti amo (aku mencintaimu), Miu" pelukan itu sangat erat, Valentino memeluknya dengan menghirup aroma tubuh Putri kecilnya itu. Dan pelukan itu terurai, saat klakson taksi yang menunggunya telah memberikan tanda, bahwa waktu menunggunya telah habis.


"Selamat tinggal, Miu. Kita akan bertemu lagi" kata Valentino mencium kening Miu dan mengeratkan pelukannya, lalu membelai rambut Miu dengan lembut.


"Si (iya; Italy) Papa! Kita akan bertemu lagi" kata Miu dengan melambaikan tangan mungilnya.


"Aku bisa membawa Miu ke Barcelona bila kau merindukannya, iya kan Miu" kata seorang wanita yang berdiri di belakang Miu.


"No, Mama. Itu jauh" ujar Miu membuat Valentino tersenyum.


"Tidak perlu! Aku yang akan datang berkunjung" kata Valentino beranjak pergi. Lambaian tangan Miu begitu gemulai, senyumnya terlukis hangat di wajah mungilnya Valentino teriris di buatnya. Namun, ia harus pergi. Pergi dari Italy, untuk mengacaukan kehidupan wanita siluman, Leyka Paquito. Gerimis masih menghujani kota Roma, taksi itu meninggalkan kediaman itu, taksi itu perlahan menjauh dimana Elara Miuccia yang berdiri melambaikan tangan untuknya. Valentino menuju bandara, untuk terbang ke Barcelona!


[The Radio : ON]


Hujan mulai mengguyur kota Roma, masih di 102.20 Italian Radio Hits. Buat kamu yang sedang dijalan dan terguyur hujan.. Dan buat kamu yang merindukan seseorang nun jauh disana dan kamu meninggalkannya.. Dan bila kamu, berharap dia masih disana terjebak oleh waktu.. Lagu ini cocok buat kamu.. Sebuah lagu dari Band Rock dunia yang sedang hits belakangan ini.. Lagu ini untukmu.. Bila kamu merasakan kesepian.. di sebuah jalan yang tandus.. Avenged Sevenfold.. Dear God..


Valentino menghela nafas panjang, matanya menatap keluar jendela mobil. Lagu itu di putar dan menggambarkan dirinya yang gersang dan tandus, ia menumpukan siku tangannya di jendela dan jemarinya memainkan bulu kasar di dagu juga kumisnya. Ia justru mengingat Pretoria. Keindahan kota dan kenangan itu, membaur menjadi satu.


🎶A lonely road crossed another cold state line


Miles away from those I love, purpose hard to find


While I recall all the words you spoke to me


Can't help but wish that I was there


Back where I'd love to be, oh yeah🎶


🎶Dear God the only thing I ask of you is


to hold her when I'm not around,


when I'm much too far away


We all need that person who can be true to you


But I left her when I found her


And now I wish I'd stayed


'Cause I'm lonely and I'm tired


I'm missing you again oh no


Once again🎶


🎶There's nothing here for me on this barren road


There's no one here while the city sleeps


Can't help but think of the times I've had with you


Pictures and some memories will have to help me through, oh yeah🎶


🎶Well, Some search never finding a way


Before long they waste away


I found you, something told me to stay


I gave in, to selfish ways


And how I miss someone to hold


when hope begins to fade...🎶


Jalan sepi melintasi batas negara yang dingin.


bermil-mil dari orang-orang yang kucinta, terasa sulit tuk temukan.


Saat kuingat semua kata-katamu kepadaku.


takkan membantu tapi berharap aku di sana.


Kembali ke tempat yang kusuka


Tuhan, satu-satunya yang kupinta darimu adalah.


peluklah dia saat aku tak di sisinya,.


Saat aku sangat jauh darinya.


Kita semua butuh seseorang yang bisa jujur padaMU


Namun kutinggalkan dia setelah kutemukan dia.


Dan kini aku berharap tetap di sana.


Karna aku kesepian dan aku lelah.


Aku merindukanmu lagi


Sekali lagi


Tak ada apa-apa lagi untukku di jalan tandus ini.


tak ada orang lagi di sini saat kota terlelap.

__ADS_1


Dan semua toko ditutup.


Terkenang saat-saat yang kunikmati bersamamu


Gambar dan kenangan akan membantuku lewati masa sulit ini.


Saat harapan mulai redup...


Baiklah, kadang pencarian tak menemukan hasil.


Sekejap semuanya sia-sia.


Kutemukan dirimu, sesuatu berkata padaku untuk tinggal.


Aku menyerah untuk caraku sendiri.


Dan betapa aku merindukan seseorang untuk kupeluk


"Hei, tolong matikan Radionya. Lagu itu membuatku pusing!" kata Valentino.


"Mungkin bukan lagunya, tapi syairnya menyiratkan perasaan anda, Tuan" Valentino hanya tersenyum pahit. Sopir taksi yang masih terbilang masih muda mengajaknya akrab tapi Valentino enggan untuk mengobrol dengan pemuda itu, ia meneruskan lamunannya.


Hujan di Italy, seperti hujan di Pretoria 8 tahun yang lalu.


Apa kau masih mengingatnya Ley? Saat kita bercinta di kebun anggur.. Hujannya seperti ini.. Sama seperti ini..


Saat itu aku melamarmu.. apa kau ingat? Hahaha.. Tapi ternyata kau sudah menjadi istriku saat itu.. Hahaha.. Ini sangat konyol..


Valentino tersenyum dengan mendengus, ia masih menatap rintik hujan dengan hati penuh kecemasan, berkecamuk dan tidak sabaran. Ia ingin buru buru sampai disana dan menyelidiki keadaan Leyka. Banyak tanya yang ada di benaknya, bahkan ia telah merancangkan sebuah permainan dan rencana jahatnya. Valentino menarik satu sudut bibirnya hingga melengkung, ia mengingat perkataan Leyka di sebuah Barn kebun anggur di Pretoria, dimana ia bercinta disana. *Episode : Ingatlah Hujan Hari Ini



Apakah jiwa kita benar benar menyatu Ley.. Kau pasti mati berdiri bila melihatku apalagi bila kau tau bahwa kau adalah NYONYA GALLARDIEV.. Leykaa.. Leykaa.. Apa kau melupakanku? Apa kau benar benar lupa? Atau berakting lupa? Rasanya aku tidak sabar berdiri dihadapanmu..


Valentino kembali menahan tawanya, mengingat saat dulu bercinta di kebun anggur. Lalu di kejar kepala suku. Valentino menggigit ibu jarinya dengan hati berdebar, percintaan panas kala itu membuat hasratnya bangkit di dinginnya cuaca kota Italy itu. Matanya terpejam mengingat dan jiwa tandusnya memanggil nama Leyka.


Leykaa.. Uhm.. Aku merindukanmu.. Shitt!! Hanya membayangkannya saja aku-- aku.. Shit.. Ayolah ini ditaksi!.. Fu*ck..


"Tuan" panggil sopir taksi dan Valentino masih melamun.


"Tuan"


"Tuan! Kita sampai!" Valentino terperanjat seketika ia sadar dari lamunanannya. Gairahnya meluncur drastis, Valentino menghela nafas panjang dan menuruni taksi itu di pintu keberangkatan Bandara Internasional Leonardo da Vinci. Setelah mengeluarkan koper kopernya dan membayar jasa taksi, Valentino memasuki bandara itu dengan hati berdebar.


Setelah check-in, setelah pemeriksaan imigrasi, setelah menunggu di ruang boarding, setelah Valentino memasuki pesawat,



Dan setelah pesawat lepas landas, Valentino duduk dengan rileks. Pesawat itu membawa Valentino di ketinggian 42.000 kaki, terbang menuju BARCELONA.


BARCELONA, AKU DATANG.. MARI KITA BERMAIN DAN BEKERJA KERAS.. DUA PERUSAHAAN DI TANGANKU.. BESERTA 'MAINAN BARUKU'


-


-


-


[Another - Scene]


"Aku bersumpah, pria tadi duduk tapi 'berdiri'.. Aku melihat celananya ketat sekali dan begitu menonjol! Apa dia membayangkan aku? Shitt! Apa dia G*ay? Apa dia menyukaiku?" gumam sopir taksi bergidik ngeri. Ia pun berlalu pergi dari bandara itu secepat kilat, ia meremang mengingat penumpangnya barusan. Sopir taksi itu kembali memutar volume radionya dengan kencang. Dan ia bernyanyi mengikuti lagu yang di putar di Radio dengan mengangguk anggukan kepalanya.


HEY DJ - CNCO


🎶 Y Hay algo en ti que me arrebata bata


Dan ada sesuatu di dalam dirimu yang merenggutku, merenggutku


🎶 Baby tu me tienes loco, loco


Sayang kau membuatku gila, gila


🎶 Tu me encantas y se nota ah ah


Kamu mencintai ku dan itu dapat dilihat


🎶 Y si tu y yo ya estamos aquí…


Dan jika kamu dan aku sudah ada di sini ...


CNCO:


🎶 Hey Dj póngale la música que le gusta,


Hei Dj, mainkan musik yang dia suka,


🎶 Una para que se mueva y se luzca.


Sesuatu untuk membuatnya bergerak dan bersinar


🎶 Y baile conmigo, solo conmigo eh.. solo conmigo heii..


Dan berdansa dengan ku, hanya dengan ku.. hanya denganku..


-


-


-


Lagu itu akan di nyanyiin Train, Leyka dan Damian ya nanti.. 🤭 Hey DJ dari CNCO. cari aja..

__ADS_1


diperkirakan update hari Senen


Taman Bacaan Alsib TUTUP


__ADS_2