
...PRESENT DAY : BARCELONA...
...( 8 Year Later )...
Barcelona, kota terbesar kedua setelah Madrid. Berpenduduk padat dan ini adalah Kota yang dinamis. Madrid memiliki kisahnya sendiri, tapi Barcelona adalah kota Matador. Kota yang dijuluki kota penuh Cinta. Kedua kota besar di Spanyol ini memiliki sejarah panjang. Mulai dari persaingan politik, olahraga, dan tentu saja, kehidupan malam. Madrid adalah ibu kota Spanyol dan jauh lebih besar dibandingkan Barcelona.
Sementara itu Barcelona merupakan wilayah istimewa di Mediterania dan terkenal dengan festival kelas dunia. Namun hiburan malam kelas dunia sering diadakan di kedua kota ini.
Meski Barcelona merupakan kota yang terkenal akan seni, namun Madrid yang juga kota metropolitan juga pasar yang baik untuk beberapa acara besar.
Bagi mereka yang senang dengan suasana kota yang tidak pernah tidur, Barcelonalah tempatnya. Arsitektur dan desain, sangat padat ditemukan di kota ini. Barcelona sangat menyukai mozaik, bercorak warna membuat kota ini menjadi hangat.
Friendship is Everything
Friendship atau pertemanan merupakan salah satu nilai penting bagi masyarakat Spanyol. Mereka sangat menghargai ikatan pertemanan antar sesama, bahkan hingga dewasa dan berkeluarga. Para penduduk asli Spanyol tidak akan segan untuk meluangkan waktu bertemu teman lama. Dan Barcelona adalah tempat yang hangat untuk menghabiskan waktu bersama.
Pesta, Pesta dan Pesta
Adalah semboyan warga Spanyol, apalagi di Barcelona khususnya menjadi tempat paling asik untuk mengikuti berbagai festival dan perayaan Negara yang dikenal dengan klub juara bola Real Madrid dan Barcelona ini, punya banyak hari besar yang akan dirayakan dengan pesta di ruang terbuka. Jalan, gunung dan pantai, merupakan tempat favorit bagi penduduk lokal untuk mengadaan perayaan.
Tidak hanya perayaan hari-hari besar saja, penduduk Spanyol juga senang mengadakan pesta untuk merayakan pencapaian-pencapaian temannya. Mereka juga sangat menghargai ulang tahun seseorang. Sehingga, tatkala ada seorang teman yang sedang berulang tahun, perayaan adalah hal wajib, meskipun hanya sebatas meniup lilin.
Negara Penuh Cinta
Terakhir, fakta bahwa Spanyol adalah negara penuh cinta juga merupakan alasan yang akan menggugurkan anggapan bahwa negara-negara di Eropa cenderung individualis. Penobatan Spanyol sebagai negara penuh cinta tidak hanya omong kosong belaka. Ini telah dibuktikan seorang peneliti dari University of Vermont, Amerika Serikat, yang menelisik lebih jauh penggunaan bahasa di internet dari berbagai negara.
Penelitian tersebut menyebutkan, bahwa Spanyol merupakan negara paling banyak menggunakan pesan-pesan bernada cinta. Baik di media sosial twitter, google books, media cetak, acara-acara televisi, alih bahasa di film, serta lirik-lirik lagu yang beredar di internet.
Tradisi sapa-menyapa
Orang-orang Spanyol dikenal ramah terhadap para penduduk asing. Penduduk Spanyol memang terbiasa menyapa satu sama lain. Terdapat berbagai kebiasaan untuk menyapa di sana. Ada yang berupa jabat tangan, pelukan, cium pipi, atau sekadar berkata “Hola!” apabila bertemu dengan seseorang di jalan. Bahasa Inggris sebagian besar banyak di gunakan di Barcelona. Karena banyak turis yang mendatangi Barcelona sebagai tempat destinasi wisata.
...*...
Barcelona, dengan segala kesibukannya. Penataan kota yang teratur dan rapi, sehingga bila berjalan menyusuri setiap trotoar, tidak akan takut tersesat, walaupun padat penduduknya. Mereka seakan di kotak kotakan disebuah kawasan yang berbentuk hunian Apartemen di pusat kota Barcelona. Mereka cukup mengingat distrik atau bloknya, dan mereka akan menemukan tujuannya.
...
...
Satu kotak kawasan / distrik, ada beberapa apartemen yang menjulang yang berbaris membentuk persegi empat sama panjang. Satu kawasan di kelola oleh satu pengurus yang kadang mereka bersaing untuk mempercantik kawasan mereka dengan berbagai fasilitas dengan harapan para pengelola bisa menaikan sewa atau mendapatkan harga jual yang tinggi.
DAN DI SEBUAH DISTRIK yang sangat hangat, kisah itu dimulai. Dulunya Distrik itu adalah wilayah pemukiman penduduk, setelah perjuangan yang panjang antara penduduk setempat dan pemerintah kota, akhirnya pemukiman penduduk itu dibangun sebuah Distrik yang mana telah melewati negoisasi yang panjang dan melelahkan. Semua penduduk di wilayah itu, diberikan sebuah apartemen, di tambah uang kompensasi dari tanah yang di gusur pemerintah kota. Distrik Miel (Madu) dan Apartemen kawasan mereka di beri nama, CASA DE MIEL (rumah madu).
Lalu mengapa di beri nama Miel atau madu? Mereka menamainya sesuai kesepakatan bersama, hubungan kekerabatan dan persaudaraan yang sangat manis. Saat itu mereka tidak mau di pisah, kekerabatan mereka terjalin turun menurun dan mereka tidak mau di usir dari wilayah mereka. Akhirnya keluarga Fernandez memperjuangkan hak hingga pengadilan dan kemenangan di peroleh warga.
Karena itulah, keluarga Fernandez sangat di hormati di kawasan itu, mereka sangat berjasa atas perjuangan Keluarga Fernandez, Kakek buyut dari Pacho. Banyak orang asing datang dan pergi dari hunian yang sebagian di sewakan, tapi mereka meninggalkan kesan yang manis tentang keseharian mereka di Distrik Miel. Karena itulah, Pacho membeli sebuah Apartemen untuk Putrinya. Pacho berharap, suatu saat nanti Leyka bisa merasakan manisnya di Keluarga Fernandez yang sebagian besar menghuni Distrik Miel. Dan disanalah Leyka dan Train berada pada akhirnya.
Lalu bagaimana Leyka menjalani hari harinya? Semua Distrik Miel tahu Leyka adalah Putri Mahkota yang melarikan diri, dan seluruh distrik itu tahu Leyka hamil dan berstatus menikah saat itu. Mereka tahu suaminya meninggalkan Leyka, dan Leyka merahasiakan jati diri suaminya. Sehingga semua kerabat, saudara juga para tetangga penghuni Distrik itu melindungi Leyka dari paparazi. Mereka menjadi benteng dan pengusir bagi wartawan yang mengusik cucu Fernandez. Sang Fernandez yang di hormati.
Saat Train lahir, Manuella yang mengurus surat kelahiran Train dari rumah sakit dan surat itu dibawa pulang kembali ke Palma, kota asal Leyka, untuk memperoleh surat identitas Train atau akta kelahiran. Di lembaga pencatatan pendataan penduduk status Leyka tiba tiba berubah menikah, menurut Manuella itu kesalahan dari orang yang mendatanya, karena di Palma bahkan disebagian negara maju, para lansia masih bekerja keras di negaranya. Dan Leyka menganggap kesalahan itu adalah keberuntungan karena Train lahir ke dunia.
"Train, ayo bangun! Mommy sudah menyiapkan air panas untukmu! Air panas akan berhenti mengalir jam 08.00 pagi di Distrik kita. Pengelola kita sangat sentimen dengan Distrik kita. Mommy tidak mau kau kedinginan dan tidak mau mandi. Ini memasuki musim gugur. Ayolah Train" ujar Leyka sambil menarik selimut Train.
"Nooooo Mommy! Noooo!!" pekik Train dengan menendang nendang kakinya, ia marah karena diusik tidurnya.
"Vamos a despertar (ayo bangun; Spanyol), Train!" pekik Leyka tak kalah lantang pagi itu. Bila Leyka sudah menggunakan bahasa Spanyol, itu artinya peringatan terakhir. Train sangat mengenal Ibunya.
"Si Mommy, si (iya mommy iya)!!" Leyka menahan tawanya melihat Train yang cemberut seperti pagi pagi sebelumnya, seperti pagi biasanya setiap Ibu di dunia banyak berteriak di pagi hari, hanya sekedar membangunkan anaknya.
Dan Train memasuki kamar mandi dengan wajah kusutnya, Leyka mengikutinya dari belakang. Sebelum Train menutup pintu kamar mandi, Leyka kembali berteriak.
__ADS_1
"Train! Jangan mengunci pintu kamar mandi! Kau belum boleh mengunci kamar mandi! Kau masih kecil!" ujar Leyka kembali menarik urat lehernya. Leyka melarang mengunci pintu kamar mandi, menurut Leyka itu berbahaya. Jutaan kasus terjadi ketika anak kecil mengunci kamar mandi dan terjebak di dalam.
"Sí Mommy! Lo sé Mommy! (iya mommy, aku tahu mommy)" seru Train masih kesal. Bahkan Train belum menutup pintu tapi Leyka sudah memperingatkan.
"Mommy selalu mengulangnya.. Ribuan kali selalu mengulangnya. Siempre cada vez (selalu setiap saat)! I know (aku tau) Mommy. Lo sé .. Lo sé.. Lo sé (aku tau aku tau aku tau)" gerutu Train dengan kesal sambil melepas semua bajunya, dan melemparnya di keranjang pakaian kotor. Leyka kembali tersenyum dengan menempelkan telinganya ke pintu kamar mandi mendengar Train menggerutu.
"Leykaaa!"
Seseorang yang sangat Leyka kenal memanggilnya dari balkon apartemen Dolores, yang bersebelahan dengan miliknya. Apartemennya dan apartemen Dolores hanya di pisah jalan buntu, karena posisi apartemen mereka berada di lantai 7 paling pinggir, yang menghadap taman. Dan taman itu berada di tepi jalan utama Kota Barcelona. Bila Leyka membuka pintu apartemennya, maka hanya 6 langkah ke depannya adalah Apartemen Dolores.
Leyka berlarian menuju balkonnya, dan menaiki kursi untuk melihat yang memanggilnya, maklum balkonnya di tutupi rimbunnya bunga mawar dari Ludwig's Roses yang ia kembang biakkan menjadi banyak. Dari satu pot menjadi belasan pot yang berjajar dipinggir pagar sepanjang balkonnya. Balkon itu menaungi di sepanjang kamarnya hingga ruang tengah, dan disitulah bunga mawar berjajar menutupi kamar dan ruang tengah bila dilihat dari luar.
"Damian!! Kau datang sepagi ini?!"
"Aku mengetuk pintumu, meneleponmu berkali kali tidak kau jawab!" ujar Damian dari balkon Dolores, Bibi Leyka yang mengurus apartemen Pacho selama ini.
"Aaaa.. Maafkan aku-- Aku sedang mandi dan Train masih tidur! Aku akan buka pintu!" Leykapun melompat menuruni kursi dan berlarian kearah pintu depan dan membuka pintunya.
"Damiaaaannnnn!! Aku merindukanmuu!" Leyka berlarian kearah Damian yang merentangkan tangannya dan Leyka berhamburan memeluk Damian yang langsung menggendongnya. Kaki Leyka menaut dipinggang Damian dan mereka berpelukan penuh kerinduan.
Train yang menguping sambil menggosok giginya sejak Leyka memanggil nama Damian, ia terlihat mengerutkan alisnya dengan sinis. Ia buru buru berkumur dan meletakkan sikat gigi pada gelas kumurnya.
"Aku sangat merindukanmu, Pachito! Padahal baru satu bulan kita berpisah!" sambut Damian membuat Leyka berputar putar.
"Mengapa kau tidak mengatakan kalau kau pulang hari ini? Bagaimana pameranmu di Belanda?" tanya Leyka dengan menjewer kedua telinga Damian hingga wajah Damian menengadah ke arah wajah Leyka.
"Aku memberimu kejutan! Pameranku sukses, Leyka! Aku melelang 15 fotoku!" Damian dengan senyum yang mengembang, mencondongkan wajahnya kearah wajah Leyka. Dan Leyka mencium kening Damian. Dalam hati Damian kecewa, Leyka selalu mencium keningnya, bukan bibirnya, namun ia menutupinya dengan senyum yang terlukis kerinduan di wajahnya.
"Kau jahat! Tapi aku mengucapkan selamat! Kau fotografer terhebat!" Leyka mengeratkan pelukannya dan menciumi pipi Damian.
"Kau merindukanku?" Tanya Damian dan Leyka mengangguk pasti.
"Tunjukkan kerinduanmu padaku sekarang, apa aku boleh meminta bibir manismu itu?"
"Damian--
"Aaaaa!! Mooommm!!!" Leyka mendorong tubuh Damian dan turun dari gendongannya, ia berlarian dengan panik lalu Damian mengikutinya.
"Trainnn!! Ada apa!" Leyka membuka pintu kamar mandi dan melihat Train yang di lilit handuk duduk dilantai memegangi lututnya dan bersandar pada bibir bath up.
"Tentu saja aku jatuh!" jerit Train dengan mendelikkan matanya kearah Damian melengos. Damian tau Train melakukan drama agar ia menjauhi Ibunya.
"Biarkan Mommy memeriksamu" Leyka membuat Train berdiri dan memeriksa tubuh Train. Damian menahan tawanya saat mata Train menatap tajam ke arahnya.
"Tidak ada yang lecet, bagaimana kau bisa jatuh? Train, jangan membuat Mommy cemas! Kau tidak membohongi Mommy kan?" Leyka meneliti tubuh Train dengan mengerutkan alisnya, tidak ada luka satupun ditubuh Train.
Mommy tau kau membuat drama Train.. Hmm.. Sampai kapan kau menolak Damian.. Ini hampir dua tahun.. Ibu benar, aku tidak bisa sendirian.. Apakah aku serakah? Apakah Train tidak cukup untukku? Bagaimana caranya meninggalkan Damian..
"Ini sakit Mommy! Aw! Sakitt! Esto duele (ini sangat sakit) Mommy!" dan bahasa Spanyol yang di ucapkan Train adalah nada ancaman, seperti yang Leyka selalu ucapkan disaat ia kesal menghadapi Putranya. Train mengucapkan dengan memegangi lututnya, agar meyakinkan pikir Train.
"Sepertinya yang sakit disini, pequeño diablo (setan cilik)--Damian terkekeh dengan menunjuk ke dadanya sendiri --bukan disini" lalu Damian menunjuk ke lututnya. Ia hanya tertawa melihat drama Train yang selalu mengganggunya, Damian sangat hafal kelakuan Train.
"Ayo, Mommy akan memandikanmu" Leykapun mengangkat tubuh Train ke dalam bath up.
"Baiklah aku akan membuat kopi dan susumu Train. Aku ada oleh oleh untuk kalian dari Belanda" ujar Damian berlalu dengan tersenyum.
"Bilang apa Train? Kamu tidak ingin mengatakan sesuatu?" Leyka menghembuskan nafas kasar, dan Train tidak ingin membuat masalah pada Ibunya yang telah memasang wajah datar.
"Gracias, Damian!" kata Train dengan terpaksa.
"Tidak usah kau paksakan pequeño diablo (setan cilik)" jawab Diego dari luar. Pintu kamar mandi terbuka dan Damian bisa mendengarkan obrolan mereka.
"Dengar! Damian selalu memanggilku pequeño diablo (setan cilik)!" kata Train dengan kesal. Leyka hanya bersabar menghadapi Train, ia menyabuni tubuh Train dengan penuh kelembutan dan itu yang membuat Damian jatuh cinta padanya.
"Itu karena kau selalu mengganggunya" ujar Leyka masih menggosok tubuh Train dengan menggelengkan kepalanya. Perdebatan yang selalu menjadi drama panjang, bila membahas Damian. Leyka memahami Train seperti ia melihat dirinya saat kecil.
"Menganggu? Dia mengganggu Mommyku! Dia tidak boleh mencium bibirmu! Ciuman di bibir itu menghanyutkan Mom! Kau tidak boleh! Aku bisa punya adik!" Leyka terhenyak dengan perkataan Train, sementara Damian terdengar meledakkan tawanya dari dapur, ia terbiasa mendengar kata kata Train yang menyinggungnya, namun dimatanya ia hanya melihat sosok seorang anak kecil yang cemburu kepadanya.
"Siapa yang mengatakannya?" tanya Leyka membulatkan matanya.
__ADS_1
"Tentu saja Ibu Baptisku. Dia minum bir dan berciuman dan hanyut di tempat tidur" kata Train kembali membuat Damian meledakkan tawanya dari dapur dan Leyka justru geram mendengarnya.
"Hiihh, Manuella!" gerutu Leyka dengan geram.
"Train, mungkin saja saat itu di Palma sedang banjir jadi Ibu dan Ayah Baptismu terhanyut!" sahut Damian dengan tergelak dari dapur.
"Pokoknya kau tidak boleh mencium bibir Mommyku, Gran diablo (setan besar)!" sahut Train dari dalam kamar mandi.
"Train, kau tidak boleh berkata seperti itu!" hardik Leyka dengan marah.
"Dia setan besar dan aku setan cilik, itu adil Mommy!" ujar Train dengan memukul air hingga memercik ke wajah Leyka.
"Train, tidak sopan berkata seperti itu!-- Leyka mulai bangkit berdiri --kau keturunan bangsawan dan kau tidak boleh berkata tidak sopan kepada orang yang usianya jauh di atasmu!" Leyka berjalan menjauh dengan mendengus kesal.
"Aku bukan bangsawan! Aku Red Velvet dari Italy! Nooo! Mommy jahat!! Aaaaaa! Mommy membelanya!!! Aaaaa!" Train mengamuk, ia memukul air, membuang sabun, melempar apa saja yang ada di sekeliling bath up dengan berteriak, ia memecahkan tangisnya.
Ohh Val.. Tempramenmu sangat melekat pada setan cilik ini.. Pequeño diablo, anakmu benar benar pantas di sebut setan cilik.. Karena kau Raja Setan.. Pe*cundang.. gerutu Leyka dalam hatinya.
"Selesaikan mandimu!! Mommy marah Train!" Leyka pergi dengan kesal dan Damian berlarian kearahnya. Leyka menuju dapur dan menggantikan posisi Damian membuat kopi dan menyiapkan sarapan. Leyka terkadang sulit menghadapi amukan Train, ia memilih diam dan Train akan merayunya, dengan bersikap imut yang meluluhkan hati Leyka, seperti itulah biasanya.
"Hei, Leyka! Kenapa kau memarahinya! Train hanya anak kecil, Leyka! Kau harus memakluminya" ujar Damian menghela nafas panjang.
"Mungkin aku terlalu memanjakannya!" kata Leyka dengan mendengus kesal.
"Mommy!! Mommy!! Mommy!!" sementara Train terus menjerit dan menangis. Damian menghela nafas panjang lagi dan lagi melihat Train. Ia kemudian mengambil handuk dan mengeluarkan Train dari bath up lalu menggendongnya. Damian memeluknya dan membawa Train ke kamarnya sendiri, Leyka diam diam mengikutinya dan mendengarkan percakapan mereka.
Kamar Train dan kamar Leyka bersebelahan, ada pintu koneksi dari dalam kamar yang menghubungkan kamar Leyka dan kamar Train, satu pintu utama hanya satu yang menjadi akses keluar masuk. Kamar itu menghadap balkon. Bila ke kamar Train sudah pasti melewati kamar Leyka. Itu desain lama dan Leyka belum merombaknya. Train terbiasa tidur sendiri di kamarnya sejak ia berusia 2 tahun.
"Dengar Train, aku tidak akan memanggilmu setan cilik lagi. Itu semua salahku. Dan aku berjanji tidak akan mencium bibir Mommymu, kecuali Mommy yang menciumku, maka jangan salahkan aku" Train menghentikan tangisnya dan menyeka hidungnya. Damian membantu menyeka pipi Train dengan tersenyum.
"Mengapa kau mencintai Mommyku, Damian?" tanya Train seraya menarik ingusnya dan menggosok hidungnya dengan punggung jari telunjuknya. Sementara Damian hanya tersenyum sambil mengeringkan rambut Train dengan handuk.
"Karena dia mencintaimu, karena itulah aku jatuh cinta padanya. Dia sangat lembut, dan caranya mencintaimu juga menjagamu membuatku ingin menikahinya suatu saat nanti, bila kau mengizinkannya" hati Leyka berdesir lembut saat mendengarnya, matanya mulai berkaca kaca. Ia mulai merutuki dirinya mengingat kejadian dua tahun lalu yang membuatnya terjebak pada pria berdarah Jerman itu.
"Aku punya syarat" Leyka menajamkan pendengarannya.
"Semoga saja syaratnya mudah" Damian terkekeh mendengar Train mengajukan syarat.
"Carikan Daddy Toro untukku. Setidaknya nama lengkapnya atau alamatnya. Kau kan punya banyak uang, Damian. Bawa aku ke Afrika Selatan. Atau ke Italy. Aku lelah menabung Damian" hati Leyka teriris mendengar percakapan itu.
"Train, jangan lukai hati Mommy mu, Ok Carino (ok sayang)?" Damianpun mencium kening Train dengan lembut.
"Si Damian, lo siento (iya damian, maafkan aku)" Trainpun menyandarkan kepalanya di dada Damian, lalu Damian mendekapnya. Train seakan haus kasih sayang seorang Ayah, namun bagi Train Damian tidaklah cukup untuknya.
Leyka pun berlalu dari kamarnya dengan airmata yang menetes. Sementara hati Damian sangat tersentuh, menelan pil pahit adalah resiko yang harus ia hadapi ketika mencintai Leyka.
Henry, putra Helbert berulang kali mengingatkan Damian, saat keakraban terjalin dari tahun ke tahunnya setelah pertemuan singkat mereka di Pretoria. Berawal dari kunjungan Henry dan Damian meminta ikut, akhirnya beberapa kali setiap liburan musim panas, setiap Liga Spanyol dan Liga Champion di gelar, mereka bertemu di Barcelona.
Henry dan Damian, mengenal Train saat usia Train 3 tahun, tentu saja mereka terkejut namun itu sudah biasa disana. Henry berulang kali menegur Damian, namun ia terus melangkah menuju hati Leyka yang masih saja membeku, butuh waktu bertahun lamanya untuk mencairkannya. Walaupun di dalam benaknya Damian selalu bertanya tanya,
Apakah hatimu sudah mencair, Leyka.. Ataukah luka yang dibuat pria itu masih membelenggumu? Aku Ingin membebaskanmu, Leyka.. Tapi Train, terkadang membuat jarak di antara kita, bagaimana menakhlukkan Train. Padahal aku sangat menyayanginya, tapi dia selalu saja mencari Daddynya..
-
-
-
Baca Episode 'From BARCELONA To ITALY' yaa.. Kalau masih bingaaaang siapa damian. Di sana Leyka udah minta Train manggil damian dengan daddy papa atau uncle, jd tau dong damian siapa..
: tukang kebonn Thoor!
Ohh iyaaa anda benarr!! *sambil tepok okong*
: mksdnya kebon sepetak yg ada irisan buah peach, Thor!!
(pembaca dan othor akhirnya Gendeng! END)
🤣🤣🤣🤣🤣
Di sana biasa ya manggil nama doang sama yg lebih tua. bahkan ke bapak sendiri manggil nama aja. coba kl disini. Kita udah di lelepin di ember ama emak kita, trs dibuang ke comberan 🤣🤣🤣
__ADS_1