
Dan saat keluar dari restauran itu, baru beberapa langkah Pedro berlarian kearah Train dengan wajah menegang. Alberto dan Penasehat Kerajaan, sontak berdiri saat melihatnya dari dalam yang hanya disekat dinding kaca. Para pengawal Kerajaan juga berdiri tegak, menunggu aba aba dari Penasehat Kerajaan.
"Apa yang kau lakukan, Train! Bisakah kau tidak membuat orang cemas! Bisakah kau tidak melakukan hal sesuka hatimu!" Train bermuram wajahnya, ia terdiam dengan mengatupkan mulutnya rapat rapat. Dan sekeping hati Train adalah sekeping hati Leyka yang tidak bisa dikasari ataupun dibentak.
Saat para pengawal Kerajaan ingin keluar dari area restauran itu untuk menghentikan kemarahan Pedro, sang Penasehat Kerajaan memberi tanda untuk diam dan mengurungkan niat mereka setelah mendengarkan perkataan Pedro.
"Apa kau tahu! Banyak orang jahat di luar sana! Mereka bisa saja menculikmu! Melukaimu! Dan menggunakanmu untuk menyakiti Mommymu! Apa yang ada di pikiranmu Train!" Pedro terus meluapkan kemarahannya, dengan keringatnya yang mengucur deras dan matanya yang memerah karena kemarahannya yang ia tahan.
Tak perduli mata Train memerah, tak perduli wajah Train memucat tapi Train menyadari kesalahannya, yaitu turun dari bus kuning bus sekolahnya sebelum tiba di Kedai Double P.
Pedro tidak tahu lagi harus berkata apa, Ia menendang tempat sampah dan berjalan berputar ditempat ia berdiri dengan berteriak meluapkan kekesalannya. Ia kemudian menyandarkan tubuhnya di dinding kaca dimana Afredo dan Penasehat berdiri di balik dinding kaca itu. Orang berlalu lalang justru menghindar tanpa bertanya.
Train sudah pasti melihat dua orang itu mengawasinya. Namun Train tidak mau melihat mereka, karena ia tidak ingin dua orang itu melihat kelemahannya yaitu menangis. Train hanya tertunduk melihat ujung sepatunya yang mengkilap. Leyka selalu menggosok sepatu Train saat menjelang tidur agar pagi hari tugasnya berkurang dan Train tinggal mengenakannya.
Pedro membungkukkan badannya dengan memegangi kedua lututnya menahan setengah tubuhnya, wajahnya menunduk memandangi trotoar berpavling block dengan nafas terengah engah dan Pedro mencoba mengatur nafasnya perlahan lahan. Train sesungguhnya sudah terbiasa melihat kemarahan Pedro, jadi Train memakluminya.
"Lo siento (maafkan aku) Pedro" suara mungil itu terdengar lembut dan seakan membasuh rasa lelahnya setelah berlarian menyusuri Distrik demi Distrik hanya untuk menyusul Train, kecemasannya luar biasa saat Train pulang sekolah tidak tepat waktu.
Pedro menyeka keringat di wajahnya dan mendekati Train dan duduk berjongkok untuk mensejajarkan pandangannya pada Train. Pedro kembali menghela nafas panjang.
"Jika terjadi sesuatu dengan dirimu, maka Mommy dan Daddy-mu bisa membunuhku! Apa kau mengerti!" seru Pedro dengan tegas, matanya tajam menatap mata Train yang berkaca kaca. Pedro tidak tega, tapi Pedro menahannya agar Train tidak mengulangi kesalahannya.
"Si Pedro. Lo siento" jawab Train dengan menggenggam erat tali tas ranselnya yang melingkar di pundaknya kiri dan kanan.
"Jika kau akan pergi atau membutuhkan sesuatu kau bisa bicara denganku dan aku bisa mengantarmu! Apa kau mengerti!" dan Pedro kembali menegaskan dengan memegang kedua lengan Train.
"Si (iya), Pedro" lirih Train.
"Karena jika sampai terjadi sesuatu denganmu, maka aku tidak akan memaafkan diriku!" Train melirik kearah kedua orang yang masih berdiri mengawasinya dari balik dinding kaca. Train menggosok hidungnya dengan punggung tangannya dan menghela nafas dalam.
"Pedro kau pernah mengatakan padaku sebelum aku bertemu Daddyku, bahwa aku masih beruntung memiliki Daddy yang jauh dariku tapi masih hidup. Aku bahkan hampir putus harapan dan akan menganggapnya tiada saja seperti Ayahmu. Tapi-- Daddyku datang Pedro.. Dia datang. Dan hanya tiga bulan saja aku memberi waktu pada mereka untuk bersama" tutur Train dengan sekali tarikan nafasnya.
"Tidak usah banyak alasan!" tukas Pedro dengan cepat.
"No Pedro, bahkan belum tiga bulan, seseorang-- Ehm, Pak Tua dari Kerajaan Inggris itu ingin mengambil Mommy dari aku dan Daddy-ku. Tadi aku melihat mobil itu!-- Train menunjuk mobil hitam dengan bendera Kerajaan Spanyol terparkir di pinggir jalan dekat pintu masuk restauran, Pedro menoleh --Apa kau ingat? Itu mobil Kerajaan Spanyol yang sering muncul di Kedai Mommy"
Tadi dia sopan sekali menyebutku Senor Inggris dan sekarang mengatakan aku Pak Tua ? Anak ini benar benar setan cilik yang menyebalkan. Batin Alfredo mengepalkan tangannya dan Penasehat Kerajaan menahan senyumnya.
"Tidak ada alasan apapun! Kau tidak boleh mengulanginya!" Pedro masih belum luluh juga pikir Train.
"Hmmpht-- Train menghela nafas dengan menaikkan pundaknya dan menghembuskan nafasnya kasar dengan menurunkan pundaknya, sehingga terlihat jelas pundak Train naik turun, ia lelah menghadapi Pedro bila Pedro sudah marah padanya ---Aku hanya ingin menemui Penasehat Kerajaan, Pedro. Aku ingin mengadu bahwa Pak Tua dari Kerajaan Inggris itu ingin menghancurkan Kebahagiaan anak kecil yang seharusnya di lindungi Kerajaan, apalagi aku bangsawan!" Train terdiam sesaat, sambil melirik kearah dinding kaca dibelakang Pedro lalu bertutur dengan lembut.
Hahaha.. Anak ini menyentilku.. Hahaha.. Sesungguhnya dia berkata kepadaku.. Aku menyukai Putramu, Leyka.. Dia sangat pintar. Batin Penasehat Kerajaan.
Tadi di sebut anak kecil tidak mau. Batin Alfredo.
"Bukankah Kerajaan Spanyol sangat melindungi kebahagiaan anak kecil? Aku tidak mau Pak Tua itu mengganggu Mommy! Aku memberi waktu pada Mommy dan Daddyku tiga bulan! Entahlah mereka mau bersama selamanya atau tidak! Pak Tua itu akan mengambil Mommy, bahkan sebelum tiga bulan! Aku merencanakan banyak hal agar mereka bisa bersama selamanya! Uhs Uhss uhhss! Mengganggu saja Pak Tua itu-- Delapan tahun Pedro. Aku baru bahagia bertemu Daddyku. Ini usahaku yang terakhir, aku bertemu Penasehat Kerajaan. Jika Pak Tua dari Kerajaan Inggris menjadikan Mommyku Viscountess dan dia berhasil, Bukankah lebih baik, Locki membuangku saja saat Mommy mengandung aku?" Mereka yang mendengarnya kembali tersayat mendengar perkataan Train, Alfredo mengusap wajahnya kasar dan Penasehat Kerajaan tersenyum sinis kearah Alfredo.
"Tidak ada yang bisa mengambil keluarga Fernandez! Apa kau mengerti! Kami petarung dari Bilbao dan siap melindungimu! Karena kau Fernandez! Siapapun orangnya! Entah dari Inggris atau dari Spanyol! Bahkan dari Neraka! Kami akan memeranginya!" Sontak Pedro memeluk Train. Memeluk Train sangat erat dengan mata terpejam. Train membalasnya, dan mereka terdiam sesaat.
Anak ini, membuat hatiku naik turun dan membolak balikkannya.. Anak ini sangat berani.. Dia mengingatanku saat aku masih kecil. Batin Alfredo dengan keharuan.
Maka tidak ada yang bisa merebut Kebahagiaanmu, Tuan Red Velvet. Batin penasehat Kerajaan.
"Lo siento, Pedro. Aku tidak akan mengulanginya"
Pedro mengurai pelukannya dan membalikkan tubuhnya, membelakangi Train, " Vamos (Ayo), aku akan menggendongmu. Kau pasti lelah" ujar Pedro dengan lembut. Train menaiki punggung Pedro dengan tersenyum, ia menoleh kearah kedua orang yang masih berdiri tegap mengawasinya, mereka lupa untuk duduk.
__ADS_1
Train melebarkan senyumnya dan mengedipkan matanya kearah kedua orang itu. Alfredo dan sang Penasehat Kerajaan yang mengawasi Setan Cilik itu, melongo dibuatnya.
Setan cilik itu sangat licik. Alfredo.
Dia licik.. Dia pantas di juluki setan cilik. Penasehat Kerajaan.
Mereka masih mengamati Train yang digendong Pedro dan masih terdengar mereka berceloteh.
Apa kau tahu aku menghabiskan uang jajanku 50 euro
Rahasiakan dari Mommy-mu atau kau akan frente a la pared seharian (hukuman menghadap ke tembok).. Mengapa kau membayar sendiri, harusnya mereka yang membayarnya..
Karena aku laki laki sejati Pedro.. Pedro apa kau merokok?
Bagaimana kau tau
Uhss apa kau tau, merokok bisa membuatmu terkena penyakit, kanker, otakmu bisa kram bahkan tidak berguna, Pedro. Itu tidak sehat, itu tidak baik, kau masih muda, kau akan terkena imm poo tten sii.. Benar kan ejaanku ?
Sok tau. Apa kau tahu itu apa.
Uhhs, tentu aku tahu. Kata Mister Takeshi itu penyakit tidak bisa punya anak. Istrimu tidak akan bahagia bersamamu dan akan pergi mencari laki laki lain, kau akan menderita
Kau terlalu banyak bergaul dengan Mister Takeshi yang tidak punya anak, Train
Uhss, kau salah! Mister Takeshi dan Istrinya sudah tua! Bagaimana mereka memiliki anak? Anak mereka sudah besar besar! Uhs
Hahahha kau benar Train.. Tidak bisa ku bayangkan Istri Mister Takeshi punya anak lagi
Ahahahhah-- Itu tidak mungkin, Pedro
Tawa Train dan Pedro semakin mengecil dan semakin menjauh, bahkan mereka telah menghilang dari pandangan dua orang laki laki yang masih berdiri tegak, menoleh kearah jalan yang dilalui Train. Alfredo dan Penasehat Kerajaan itu saling pandang lalu mereka terlihat canggung lalu mereka kembali duduk.
"Kerjasama kita akan berakhir, bila kau teruskan niatmu. Bahkan semua produk dari Inggris akan aku boikot! Aku akan menyarankan itu pada Raja dan Ratu!" ujar Penasehat Kerajaan kembali menjentikkan jarinya kearah pelayan. Ia kembali memesan makanan.
"Locki menipuku mentah mentah!" kata Alfredo dengan mendengus kesal.
"Itu bukan masalahku! Itu masalahmu!-- Sebaiknya kau mencari wanita yang seusia denganmu dan lupakan daun muda. Percayalah, daun muda hanya akan menyakiti Pria Tua dan membuatnya menderita. Saat kau tidak produktif seperti Mister Takeshi, mereka akan menendang bokongmu! Carilah yang mau menua bersama dirimu. Karena saat kau tua dan tidak produktif lagi, Istrimu pun juga sudah layu dan lelah melayanimu" kata Penasehat dengan membaca buku menu yang disodorkan pelayan. Ia berkelakar dengan menyebut Mister Takeshi yang baru saja ia dengar dari Train sebagai perumpamaan dan Alfredo justru meledakkan tawanya.
"Hahahaha-- Siaall! Bisa saja kau, Penasehat!"
Apa aku harus mengikhlaskanmu, Leyka. Batin Alfredo.
-
-
-
...MANSION KERAJAAN...
Suasana sangat meriah, semua orang sudah pasti memberikan penampilan terbaik mereka. Gaun yang indah, dandanan yang memukau, perhiasan yang gemerlap dan bersinar melebihi cahaya lampu. Bersanggul tinggi dengan mahkota yang megah, semua memperlihatkan kecantikan dan ketampanan mereka.
Leyka masih mengenakan bathropenya, ia telah selesai berdandan. Ia meminta penata rambut untuk mendandani rambutnya dengan gayanya yang sederhana namun Leyka tetap memukau. Rambutnya menjadi bergelombang dan berkepang, sebagian rambutnya dibiarkan tergerai. Leyka tidak menggunakan mahkota seperti yang lain, ia meminta dihias bunga sebagai pemanis pads rambutnya.
__ADS_1
Leykapun mengganti pakaiannya setelah beberapa orang yang meriasnya pergi. Ia menatap dan membelai gaun yang Rosemary pesan untuknya, Leyka menghela nafas panjang. Sejak gaun itu datang, ia bertanya tanya mengapa Ibunya memesan gaun yang begitu terbuka untuknya. Tapi hari ini Rosemary mengatakan bahwa ia tidak memesan gaun yang terbuka. Dan itu sudah pasti ulah Ella Gusmo seperti yang dilakukannya pada saat acara makan siang.
Leyka meraih kotak Versace yang berisi gaun dipilihkan Valentino padanya. Leyka membukanya dan mengambil gaun itu. Mata Leyka berbinar dan ia buru buru mengenakannya. Leyka tersenyum puas.
"Walaupun warnanya putih tidak begitu cocok untuk jamuan makan malam, tapi ini lumayan-- Hmm, seperti pengantin saja" gumam Leyka. Dan Ya! Para bangsawan pada umumnya menghindari gaun berwarna putih di perjamuan makan malam.
Gaun putih itu sangat elegan, sederhana dan tidak menonjolkan tubuh Leyka secara berlebihan, gaun berlengan panjang itu terkesan terbuka, karena gaun itu memiliki potongan dengan model gaun one shoulder yang memperlihatkan satu lengannya saja, namun menariknya terdapat sentuhan brukat di satu sisi lengannya yang terbuka untuk menutupi pundak yang terbuka hingga mencapai lengannya.
"Dasar Tuan Possesif, ini sangat sopan, anggun namun masih terkesan sexy. Kau benar benar tidak mengecewakan" gumam Leyka dengan mengumbar senyumnya.
Leyka berputar putar dan sesekali memperlebar langkah kakinya karena gaun itu memiliki potongan yang sangat lebar bagian bawahnya hingga belahannya yang tinggi bisa tersamarkan.
"Kau benar, Tuan Posessif. Ini bisa untuk melarikan diri bersama Damian. Gracias, ini sangat indah. Aku dan Damian akan sangat berterima kasih untukmu" Leyka terdiam saat ia berputar putar dengan gaun lebarnya, ia masih melihat ada sebuah kotak kecil di dalamnya dengan bertuliskan CARTIER.
Leyka mengambilnya kotak Cartier, salah satu brand kenamaan dunia, Leyka menduga pasti itu perhiasan. Dan benar saja, saat Leyka membukanya, ada satu set perhiasan yang berkilau dan yang membuat Leyka terpesona adalah berlian dari brand Cartier itu, sangat sederhana, namun sangat mewah dan berkelas. Sekali lagi Valentino mengerti keinginan Leyka. Roti tanpa Butter yang dicelupkan ke dalam secangkir coklat hangat dan rasanya melebihi cake Red Velvet. Leyka tersenyum dengan penuh keharuan kini Valentino seakan mengenali dirinya. Diam - diam, Leyka memuji Valentino dalam hatinya.
Leyka kembali dikejutkan dengan kartu ucapan berukuran kecil di dalam kotak Cartier yang di genggamnya. Tulisan tangan Valentino, membuat hati Leyka berdebar.
My Sweet Pretoria, gunakan aku dan kau akan sangat berkilau. Malam ini menjadi milikmu. Malam ini adalah untukmu. Jika kau memakai perhiasan ini maka kau akan mengerti batu batu berlian itu bergerombol sangat banyak, mereka bersatu selamanya.
Toro, Pinokio
"Dasar-- gumam Leyka dengan tersenyum --apa kau juga seperti ini kepada Istrimu? Cih, kau pasti seperti ini. Beraninya kau mencoba merayuku.. Hmmpht, tidak ada salahnya aku memakainya malam ini. Besok aku akan mengembalikannya. Ini semua agar kau senang karena-- Lo siento, Val. Aku menghilangkan cincin bunga Jacaranda. Aku akan mencarinya lagi di kamar ini nanti dan aku akan meminta Maria mencarinya di Apartemen besok" gumamnya lagi dan lagi.
Leyka pun mengenakan semua perhiasan pemberian dari Valentino, ia menyimpan kartu ucapan itu kedalam dompetnya. Leyka memandangi perhiasan yang ia pakai, bergerombol kecil kecil.
Valentino mengibaratkan batu berlian itu seperti sebuah keluarga yang ia inginkan. Leyka menghela nafas panjang, ia mengakui dalam hatinya bahwa Valentino lambat laun berubah, namun status Valentino begitu mengganjal di hatinya karena itulah Leyka meminta pertolongannya kepada Damian, kekasihnya. Malam ini Leyka akan mengumumkan pertunangannya dengan Damian untuk menghindari dirinya di pilih menjadi Viscountess.
-
-
-
Sementara itu, Valentino telah bersiap dan ia mendandani si Setan Cilik Train layaknya seorang bangsawan. Menggunakan setelan tuxedo berwarna putih seperti dirinya dengan waistcoat atau vest (rompi) berwarna hatim. Berulang kali Valentino mencium putranya dan tersenyum puas, karena Train sangat tampan seperti dirinya. Valentino sesekali terkekeh melihat Train yang terus saja bergerak dan tidak bisa diam. Adrenalinnya seakan ingin meledak.
Train tak pernah menduga, bahwa ia termasuk di dalam sebuah rencana besar Valentino, dan itu membuat Train sangat meluap kebahagiaannya. Bahkan ia sendiri sulit menahan gejolak dihatinya.
"Jadi aku nanti tidak masuk trolley makanan lagi, Daddy?"
"No, hanya saja kau akan mengikuti Uncle Jared dan Torres di ruangan yang di sediakan Uncle Matthew terlebih dahulu, lalu kau tidak boleh nakal. Saat dari pihak stasiun televisi datang dan acara dansa kau harus bersiap. Dan jangan lupa, kau harus menunggu aba aba dari Uncle Jared. Jangan lupa bunga untuk Mommy" kata Valentino menjelaskan secara detail sambil meminyakin rambiut Train kemudian menyisirnya.
"Entiendo! Entiendo! Entiendo! (Aku tahu, aku tahu, aku tahu)! Aku pintar, Daddy! Aku tidak akan berbuat kesalahan sedikit pun!" ujar Train dengan berlarian menuju pintu keluar Apartemen Raja dimana Jared dan Torres sudah ada disana.
Tentu saja Daddy.. Jika rencana Daddy jelek, aku akan membuatnya menjadi Bagus.. Karena satu kesalahan saja, itu bisa membuat Mommy tidak suka.. Karena aku tahu Mommy.. Mommy tidak suka sesuatu yang berlebihan! Tunjukkan aksimu Daddy! Train.
-
-
-
__ADS_1
Kalau mau tau Rudal Balistik Rusia, mohon ke sebelah dan tinggalkan jempol kalian disana ya 🤣🤣🤣🤣🤣