FORGOTTEN LOVE On The Train

FORGOTTEN LOVE On The Train
Apakah Cinta Sebodoh Ini?


__ADS_3

Pernikahan dua negara. Semua pernikahan akan melibatkan sebuah Lembaga Kedutaan Besar yang bercokol di negara masing masing. Semua pengajuan disana sebelum masuk pendataan di Lembaga Pencatatan Sipil yang melibatkan juga Lembaga Imigrasi. Tentu saja itu semua dilakukan secara sadar, pasangan calon pengantin akan mengurus segalanya dan di putuskan akan menikah dinegara siapa.


Pernikahan Massal banyak digelar di beberapa negara di berbagai belahan dunia, dan di ikuti calon pengantin lokal dalam satu negara. Bisakah orang asing mengikuti pernikahan massal di sebuah negara? Jawabannya tentu saja bisa. Dan biasanya calon pasangan yang menikah itu adalah berasal dari negara yang sama.


Bagaimana bila dari negara yang berbeda? Tentu juga bisa. Karena pernikahan adalah kesepakatan bersama, seandainya saat itu Leyka dan Valentino mengetahui itu adalah pernikahan massal, maka surat pernikahan akan di ambil di kedutaan Afrika. Lalu bagaimana bila dokumen pernikahan itu tidak diambil? Maka, pihak Kedubes Afrika akan mengirimkan ke Kedubes kedua pengantin berasal. Spanyol dan Italia.


Kedubes Afrika akan mengkonfirmasi bahwa telah terjadi pernikahan di Negaranya kemudian Kedubes yang bersangkutan akan memasukan data mereka sehingga status mereka akan berubah. Di Negara maju, sebuah sistem akan terkoneksi dari satu lembaga ke lembaga yang lain. Tidak heran mereka mengenal Kartu Tanda Penduduk seumur hidup secara elektronik sejak dari dahulu komputer di ciptakan.


Semua dokumen pernikahan harus diambil oleh masing masing orang yang bersangkutan ke Kedubes, tidak sembarangan di kirim atau di wakilkan. Sebuah data pribadi di Negara maju sangatlah penting, orang yang menyalah gunakan sebuah Data Pribadi akan sangat berat hukumannya. Di Negara maju, data pribadi sangatlah di lindungi.


Dan Valentino bersama Torres serta Jared, berada di Kedubes Italy, tempat dimana 8 tahun yang lalu, surat pernikahannya di kirim oleh Kedubes Afrika. Setelah makian panjang oleh petugas yang mencari dokumen 8 tahun yang lalu dan memakan waktu pencariannya, akhirnya ia mendapatkan surat pernikahannya. Valentino harus mengeluarkan koceknya demi menyuap petugas yang mempersulit dirinya. Ya, di Italy penyumbang data Korupsi terbesar juga disana. Mafia pun banyak menguasai Negara itu yang tersebar di berbagai lembaga instansi pemerintah.


Valentino duduk di taman yang terdapat di area Kedubes Italy, angin semilir membawa kesejukan diantara pepohonan yang menaunginya. Ia membuka amplop coklat yang terlihat usang dan berdebu. Amplop itu berisi, satu map yang terbuat dari kayu pohon Jacaranda yang di lapis beludru khas Afrika dan setelah dibuka, dua lembar dokumen pernikahan terselip dari sisi kiri dan di sisi kanan. Dua lembar itu menunjukkan bahwa Valentino dan Leyka telah melakukan pernikahan secara hukum Agama dan Negara.


"8 tahun" gumamnya.


Valentino mengeluarkan isi amplopnya perlahan. Ia menatap selembar surat pernikahannya, sebuah foto dirinya dan Leyka berdiri sejajar dengan senyuman kebahagiaan saat itu. Dadanya kembali sesak melihatnya, tangannya gemetar memegang surat itu, matanya kembali memerah dan terasa pedih. Pandangannya mulai berkabut, saat memejamkan mata, airmatanya menuruni pipinya lalu ia segera menyekanya, hidung pinokionya mulai berair.


"Diev, inhalermu" kata Jared mengingatkan saat melihat Valentino mulai sulit bernafas.


"Aku tidak akan mati. Justru 8 tahun ini aku serasa mati dan kini aku hidup lagi! Shit!!" Torres menepuk nepuk pundak Valentino memberi dukungan, ia juga tidak menyangka bahkan siapapun tidak akan menyangka bahwa orang terpintar di perusahaan terlihat bodoh saat ini.


"Tidak ada surat gugatan, artinya mungkin saja Leyka belum menikah, bisa jadi Leyka hanya tinggal bersama dengan Diego" ujar Valentino dengan nada bergetar.


"Bisa dua kemungkinan, Leyka juga tidak mengetahui bahwa sebenarnya dia sudah menikah atau dia tahu tapi dia membiarkan saja. Bila dia mengajukan pernikahan dia pasti akan terkejut. Jadi firasatku mengatakan, Leyka juga tidak tahu apapun" kata Jared dengan antusias.


"Bila Leyka tau masalah ini dan diam saja. Apa gunanya? Kecuali Leyka masih mencintaimu, Diev. Tapi apakah mungkin? Bukankah dia mengatakan akan menikah 8 tahun yang lalu?" ujar Jared lagi dan Torres menyimak. Argumen argumen itu membuatnya tidak bisa berpikir.


"Bisa jadi tidak menikah dan hanya hidup bersama, karena dia tidak mungkin kembali ke Palma. Dia bahkan melarikan diri dari sana. Bisa jadi dia mengetahui ini dan dia diam saja tidak menghubungiku. Dia tahu alamat emailku. Tapi sejak 8 tahun yang lalu, emailnya tidak aktif. Dia hanya mengunduh foto yang aku kirim lalu menghilang-- Dia pernah meminta nomor ponselku tapi aku justru tidak memberikannya. Perpisahan itu, sangat menyakitkan saat itu. Bahkan detik ini aku masih mengingat punggungnya dan acungan jari tengahnya! Shit!" Valentinopun mengusap wajahnya dengan kasar, ia berulang kali menghela nafas berat.


"Apa kau tidak penasaran?" tanya Jared memancing Valentino.


"Apa-- apa maksudmu?" dan Valentino mengerutkan alisnya.


"Kau tidak ingin tau kehidupan Istrimu? Diev, kau berhak atas hidupnya! Apa kau tidak ingin balas dendam karena telah membuatmu menderita? Kacaukan hidupnya! Usir kekasihnya! Bukankah seru bila tiba tiba kau datang sebagai suaminya?" Torres menahan tawanya melihat ajaran sesat Jared, ia hanya menggelengkan kepalanya, sementara Valentino mulai di liputi kebimbangan.


"Tapi--


"Kau akan membiarkan istrimu tidur dengan kekasihnya? Setidaknya kau datang dan membuat kejutan. Lalu ceraikan dia, aku rasa itu sangat keren" kata Jared kembali memanasi Valentino.


"Atau-- Kau berhak mengambilnya dari kekasihnya. Kalau kau masih mencintainya" sahut Torres berpikir netral.


"Shit! Bagaimana mungkin aku masih mencintainya! Itu tidak akan!" sanggah Valentino berubah menjadi sengit, kebekuannya selama ini akhirnya membekukan cinta yang pernah ada di hatinya, hingga menciptakan gunung es yang sulit di daki, kekecewaannya mengalahkan rasa rindu yang hadir dari waktu ke waktu.


"Lalu mengapa kau tidak bisa lari dari bayangannya? Mengapa kau tidak mau menjalin hubungan dengan siapapun? Kenapa kau mencari kencan buta dengan gadis Spanyol? Dan kenapa kencanmu selalu gagal" Pertanyaan Jared semakin menyudutkannya, dibenaknya Valentino tidak bisa berpikir harus bagaimana.


"Itu karena-- Aku malas saja. Aku-- aku punya Miu" jawab Valentino sekenanya.


"Sampai kapan kau akan bersembunyi dari Putrimu?" dan pertanyaan Jared membuatnya tersentil. Miu seakan pengobat lukanya. Segala bayangan Leyka yang menyiksanya sirna dengan kehadiran Miu kala itu, bahkan sampai detik ini. Namun belakangan ini, entah mengapa hatinya selalu risau. Seperti ada perasaan aneh yang begitu kuat, yang memanggilnya untuk memikirkan sosok Leyka.


"Lalu aku harus bagaimana mengurus Passport dan Visamu?" Torres kembali angkat bicara dengan menghela nafas panjang.


"Tetap ke Rusia, Torres! Proyek itu lebih penting dari pada Wanita Siluman itu!'' Valentinopun bernada ketus.


"Apa kau yakin?" tanya Torres menggoyahkan hati Valentino.


"Shitt!!" umpat Valentino kebingungan.


"Hahaha.. Sementara Leyka disana mungkin lebih bahagia darimu. Apa kau tidak ingin mengganggunya?" Jared kembali mengerlingkan matanya dan itu mengganggu Valentino, hatinya mulai ragu. Meninggalkan Italy demi seorang Leyka yang sekarang menjadi Istrinya, Valentino menolak keras dalam hatinya.


"Leyka"


"Dia pasti bahagia disana dan lebih bahagia dari dirimu-- kalau aku jadi kau, aku akan datang mengacaukan hidupnya dan menceraikannya" Pancing Jared lagi semakin membakar Valentino lagi.

__ADS_1


"Kau bisa membuat Istrimu jatuh cinta padamu lagi dan kau bisa mengambilnya dari kekasihnya. Tapi dugaanku mengatakan kau yang akan jungkir balik jatuh cinta padanya" celetuk Torres kembali mengusik harga dirinya.


"Itu tidak mungkin! Aku lebih bahagia dan aku lebih segalanya! Aku sukses dan aku punya Miu! Dia tidak punya apapun!" Valentino bangkit berdiri dengan kesal dan berjalan ke arah parkir mobil.


"Hahaha.. Bisa jadi Leyka punya segalanya yang tidak kau punya. Punya seseorang dan punya anak. Siapa tau dia juga sukses! Jangan salah, Diev. Dia seorang Putri Mahkota!" ejek Jared membuatnya semakin panas. Kebimbangannya perlahan terjawab.


"Atau dia tidak punya keduanya" celetuk Torres membuat Valentino menghentikan langkahnya, ia kemudian menatap surat pernikahannya. Valentino kembali mengeluarkan isi amplop itu, sebuah album foto berukuran kecil ada didalamnya dan Valentino membukanya. Ia melihat fotonya bersama Leyka saat prosesi ritual itu.


Ia mengerti sekarang, semua itu adalah paket pernikahannya, untuk itulah saat itu ada kamera yang membidiknya dan sebuah Compact Disk juga ada di dalam amplop. Itu adalah Video prosesi ritual pernikahannya. Valentino si Red Velvet, memilih paket yang termahal saat itu, tanpa disadari itu semua termasuk paket honeymoonnya di sebuah perbukitan. Mereka berdua di foto disana, mereka tidak menyangka bahwa mereka berhadapan dengan sebuah Wedding Organizer terkemuka di Afrika.


Valentino memandangi tempat honeymoonnya dia tersenyum mengingat betapa indahnya saat bercinta disana, setiap sentuhan Leyka, setiap desahannya, setiap tatapan redupnya, setiap aroma khas Leyka, setiap suara lembut Leyka yang memanggil namanya, Valentino merindukan segalanya setelah sekian lama. Ia menelan salivanya, tenggorokannya seakan kering kerontang.



"Ayolah Torres, mana mungkin wanita bisa bertahan sendirian, wanita butuh sentuhan. Pantas saja, Leyka cepat melupakan kawan kita ini! Dia tidak mungkin sendirian! Dia pasti bahagia bersama Diego, kalau tidak mana mungkin dia kabur dari Palma. Tapi untuk ke Italy, dia tidak mau" sindiran Jared membuat Valentino terbakar mendengarnya, seperti lahar yang terus mengalir menuruni lautan es, perlahan mencairkan gairahnya yang padam seakan terbakar.


"Jared! Perintahkan Manuello ke Rusia. Dan pekerjaan di Barcelona serahkan padaku. Dengan begitu, aku bisa memenuhi keinginan Kakekku. Dua duanya bisa aku capai dengan satu genggamanku. Aku tidak perlu meninggalkan perusahaan, tapi aku juga bisa mengurus Locomotive Machine. Aku bisa memenuhi keinginan Kakek Tua itu. Aku tidak kehilangan warisanku dan juga pekerjaanku" ujar Valentino membuat Jared mengerlingkan matanya ke arah Torres, pancingannya berhasil membakar semangat kawannya menjadi berapi api, setelah ia melihatnya meredup sekian lama.


"Torres, urus ijin tinggalku di Barcelona-- Valentino menyerahkan surat pernikahannya ke arah Torres --Leyka Paquito Fernandez, lihat saja! Apa kau lebih bahagia dariku? Apa kau masih mengingatku? Lihat saja, aku akan mengejutkanmu!" Valentinopun kembali melanjutkan langkahnya yang kian tegap dan pasti, sampai ditempat sampah ia membuang inhalernya, ia sudah tidak membutuhkannya lagi. Detak jantungnya berpacu cepat, dadanya kian sesak tapi itu semua hanya jiwanya yang terus memanggil nama Leyka dan terus bertanya.


Leyka, apa kabarmu disana.. Apa kau merindukanku? Awas saja kalau kau melupakanku.. Maka aku akan mengingatkanmu dari hal kecil.. Sekecil apapun itu, Peach...


...-...


...-...


...-...


Hospital


"Nonno! Aku akan memberi jawabanku sekarang!" Valentino Gallardiev, membuka pintu kamar pasien dengan sangat mengejutkan semuanya. Kakeknya terlihat memegang dadanya dengan menggelengkan kepalanya dan Ayahnya kembali memasang muka perang.


"Apa kau mau membuat Kakekmu terkena serangan jantung lagi?!" Alfonso langsung bangkit berdiri dan memarahi putranya yang dianggap sebagai berandalan, karena selalu saja membelot dan bertingkah semaunya sendiri.


"Aku akan ke Barcelona!" kata Valentino terengah engah karena berlarian.


"Carino, apa yang membuatmu, mau menginjakkan kakimu kesana. Apa karena wanita itu? Apa kau mau mencarinya? Atau kau mendapat kabar darinya? Apakah dia menghubungimu?" Rhosana meletakkan mangkoknya dan memberondong pertanyaan demi pertanyaan yang langsung mengarah pada gadis Spanyol yang membuat Putranya selalu gagal bila menjalin hubungan dengan wanita manapun.


"Mama-- Apakah Mama seorang Dewi yang turun dari langit? Mengapa Mama langsung menebak kearah sana" Valentinopun duduk dan menggenggam tangan Kakeknya lalu menciuminya.


"Jadi dugaanku benar?"


"Mama tau aku sangat membencinya"


"Carino, walaupun mulutmu mengatakannya sampai berbusa, tapi hatimu tidak" kata Rhosana mengacak rambutnya. Alfonso terlihat duduk kembali dengan wajah kembali suram dengan kedatangan Valentino.


"Lalu bagaimana kau akan memberi penjelasan pada-- Rhosana melirik Alfonso dengan melihat suasana hatinya --si Miu itu. Apa kau akan membawanya?" tanya Rhosana dengan lembut.


"Jangan menyebut anak itu di hadapanku!" Rhosana langsung mendengus mendengar suara lantang Alfonso.


"Padre, bagaimanapun juga Miu--


"Dia bukan cucuku dan selamanya aku tidak akan menganggapnya sebagai cucuku!" Alfonso memotong dengan cepat perkataan Valentino. Sementara Kakeknya mengusap rambut Valentino dengan tersenyum.


"Diev, apa kau akan meninggalkan pekerjaanmu demi Locomotive Machine?" tanya Kakeknya.


"Nonno aku bisa menjalani keduanya, serahkan padaku. Beri aku waktu untuk memperbaikinya" jawab Valentino mendapatkan senyuman sinis dari sang Ayah.


"Mama pikir ada hubungannya dengan Putri Bangsawan itu" Nada bicara Rhosana terlihat kecewa tapi Valentino butuh keberanian untuk mengungkapkan masalahnya. Valentino tidak bisa membayangkan, apa reaksi keluarganya bila mengetahui ternyata ia melakukan kebodohan saat berada di Afrika Selatan.


"Bisa dikatakan seperti itu Tia (bibi) Rhosana" Ujar Jared memasuki kamar itu di ikuti Torres. Setelah dari Kedubes Italy, Valentino meminta kawan kawannya mengantarkannya ke rumah sakit. Jared dan Torres makan siang terlebih dahulu sedangkan Valentino langsung ke kamar sang Kakek. Ia menjadi kehilangan nafsu makannya. Bahkan pola makannya sangat kacau, Valentino menjadi terlihat kurus dengan brewoknya yang tidak terawat.


"Jared" gumam Valentino dengan kesal.

__ADS_1


"Apa kau mau menemuinya? Dengar, perlakukan wanita dengan lembut. Lamar dia langsung, Carino (sayang)" ujar Rhosana membuat raut wajah Alfonso berubah. Jaredpun memberi salam pada Alfonso dan sang Kakek yang masih terlihat lemah.


"Aku-- Aku tidak perlu melamarnya, Mama" Jared terlihat menahan tawanya apalagi Torres yang langsung membungkam mulutnya sendiri, Valentino menyeringai melihat kawan kawannya itu.


"Maka jangan lamar siapapun! Wanita yang menjadi menantuku hanyalah wanita seperti Mamamu. Wanita yang menganggap uang bukanlah segalanya, Wanita yang tidak serakah seperti dirimu. Wanita yang mempunyai kelas dan tahu derajatnya di ketinggian tapi justru membuangnya. Wanita seperti itu, yang layak menjadi menantuku. Bila kau menemukan wanita selain gadis Spanyol itu, kau boleh membawanya kehadapanku. Aku bisa mengenali wanita licik sekalipun itu tertutup make-up atau bahkan ketika tidak menggunakan make-up sekalipun. Usaha keluarga kita, akan bertahan bila ada wanita seperti itu. Dan itu terbukti hingga saat ini. Karena keserakahan hanya akan menghancurkan diri sendiri dan orang di sekitarnya! Dan itu terbukti, saat kehancuran yang menimpamu, Diev. Kau begitu bodoh melepaskan gadis Spanyol itu, karena keserakahanmu! Dan lihat dirimu sekarang!" Semua mencekam saat Alfonso berbicara.


Cinta butuh uang itu benar tapi bukankah Cinta tidak perlu serakah? Valentino semakin kalut hatinya. Kesuksesan yang di raihnya tapi dimana kebahagiaannya, diam diam Valentino membenarkan Leyka.


Bisakah kau, untuk sekali saja berpikir dengan hatimu? Berhentilah berambisi dan melihat uang juga kesuksesan adalah segalanya. Val-- Kebahagiaan bagiku yang utama, sekalipun aku makan roti tidak beragi bahkan ketika aku tidak bisa makan apapun, aku akan tetap bahagia.


Aku tidak bisa mencintaimu. Karena, Cinta butuh kerendahan hati. Cinta bukan kesombongan. Cinta HARUS ADA SESUATU YANG LEBIH DARI SEKEDAR RASA NYAMAN, Cake Red Velvet menantimu.


Cincin yang ku pakai ini.. Mungkin aku akan menjualnya bila aku menginginkan sepotong cake red velvet. Semoga kau bahagia Val, aku tidak cukup punya doa yang bagus untuk kesuksesanmu, karena aku yakin kau dapat meraihnya


Valentino menghela nafas panjang, perkataan Leyka masih terngiang dikepalanya 8 tahun yang lalu, perkataan Leyka begitu menancap dan berakar kuat, rasanya sangat sulit mencabutnya.


"Leyka benar, aku bisa meraih kesuksesan tapi tidak bisa meraih kebahagiaan. Jared benar, aku hanya berlari dan bersembunyi di balik putri kecilku, Miu. Padre benar, aku sangat serakah, sehingga aku hancur dengan keserakahanku. Mama benar, aku membenci Leyka hanya di mulutku, tapi hatiku penuh luka karena Mencintainya. Nonno, apa aku masih punya kesempatan?" saat Valentino meletakkan kepalanya ditepian ranjang dengan menggenggam lengan sang Kakek. Ayah dan Ibunya menangkap rasa penyesalan Valentino yang begitu mengiris hati mereka. Alfonso melembut kemudian.


"Buang keserakahanmu dan perbaikilah hidupmu" kata Kakeknya, sambil membelai rambut Valentino, cucu kebanggaannya sang pemilik Locomotive Machine.


"Torres, berapa lama Passport dan izin tinggalku selesai?" tanya Valentino dengan mengangkat kepalanya. Matanya tertuju kearah Torres.


"14 hari, Diev" jawab Torres dengan singkat.


"Apa tidak bisa dipercepat lagi?" Valentino mencoba menawar.


"10 hari"


"Torres apa kau bisa aku andalkan? Pakai uang, misalnya. Aku akan membayar berapapun" kata Valentino dengan lesu.


"7 hari, Diev"


"Torres--


"Baiklah 5 hari" ujar Torres menyerah karena desakan Valentino, ia harus memutar otaknya bagaimana ia membuat semua beres dalam waktu 5 hari.


"Apa tidak bisa 3 hari saja?"


"5 hari, Diev"


"Torres" Valentino terlihat lelah.


"Diev!-- 5 hari tidak bisa ditawar sekalipun kau Presiden!" Torres mendengus kasar.


"Kau tidak sabaran menemui kekasihmu, wanita bangsawan itu?" Rhosana terkekeh melihat Valentino berdebat dengan rekannya.


"Mama, Leyka bukan kekasihku dan aku tidak akan pernah melamarnya" kekecewaan terlihat dari wajah Rhosana bahkan Alfonso geram dengan perkataan Valentino.


"Diev!" Hardik Alfonso seraya bangkit berdiri.


"Nonno, Padre, Mama,-- Aku tidak bisa melamarnya lagi. Karena Leyka adalah ISTRIKU!" kata Valentino dengan wajah menunduk.


"APAAA?!" Alfonso dan Rhosana bahkan terkejut dan mengatakannya secara bersamaan.


"LEYKA ADALAH ISTRIKU! 8 tahun yang lalu, saat di Afrika, aku tanpa sengaja menikahinya! DALAM PERNIKAHAN MASSAL DI FESTIVAL DEWA KESUBURAN!" Dan Alfonso dan Rhosana tidak percaya dengan apa yang di dengarnya, sang Kakek terlihat tersedak hingga semua berhamburan panik. Para suster dan Dokter akhirnya turun tangan.


Sang Kakek, kembali terkena serangan jantung, dan akhirnya Valentino di interograsi keluarganya. Namun setelah beberapa saat ruangan sang Kakek terdengar riuh karena ledakan tawa semuanya. Apakah Cinta sebodoh ini?


-


-


-

__ADS_1


Diperkirakan update senin 😁


__ADS_2