
Dan keluarga Fernandez memberi hukuman pada Leyka dan Maria karena menghabiskan waktunya dengan bermain main. Mereka harus mendiami toilet dan membersihkannya. Dolores harus turun tangan memarahi mereka. Keluarga itu sangat hangat dan menyayangi Leyka, walaupun bibinya marah, mereka tahu Dolores adalah Ibu Baptis terbaik untuk mereka semua.
Selalu adil, tidak pilih kasih dan membagi apapun rata walaupun hanya sekedar pai apel kesukaan mereka, seperti yang di santap oleh mereka dengan sebotol bir. Mereka sangat berkeringat dan saling memijat estafet di rimbunnya pohon di depan lobby Distrik Miel tepatnya berdekatan dengan apartemen Dolores yang baru. Mereka semua melepas lelah di taman itu. Tetangga hilir mudik sebagian membantu sebagian ikut menikmati pai apel di yang diletakkan di meja taman.
"Sst, lihat Mister Takeshi orang Jepang itu kesini. Dia pasti mau bergosip sambil mengambil potongan pai apel tanpa permisi" ujar Maria membuat semua menoleh.
"Hei Leyka! Apa kau tahu Tuan Sergio itu sangat tampan, dia tinggi besar dan perkasa!" kata Takeshi sambil mengambil potongan pai apel dan langsung melahapnya. Mereka serempak menahan tawanya dan membenarkan perkataan Maria. Mereka sangat hafal penghuni Distrik mereka.
"Kata Tia Dolores Tuan Sergio seumuran denganmu Mister Takeshi karena kau seumuran mendiang Ayahku" ujar Leyka tanpa curiga sedikitpun, karena semua Distrik tahu bahwa Takeshi selalu bergosip dan terkadang memberi omong kosong pada Train. Itu adalah warna warni kehidupan Distrik pada umumnya.
"Tapi kata petugas keamanan kita itu yang membelinya sangat tampan!" katanya sambil mengambil potongan pai apel lagi dan melahapnya.
"Ck, hehhh pergi sana! Kau sudah mengambil dua potong pai apel ku!" Dolores tiba tiba datang dan menyambar piring pai apelnya dan mereka semua terbahak, pai apel Takeshi jatuh karena terkejut.
"Dasar pelit!" gerutu Takeshi dan ia reflek mengambil pai itu dan dibawanya pergi. Mereka kembali tertawa. Takeshi adalah penghuni Distrik Miel dan telah menjadi warga negara Spanyol karena Istrinya adalah wanita Spanyol yang dulunya penghuni pribumi sebelum wilayah mereka menjadi Distrik Miel.
"Ternyata memindahkan barang barang selesai hari ini. Besok tinggal menatanya. Kalian semua beristirahat dulu. Aku akan memberitahu Tuan Sergio kalau apartemen lantai 7 sudah kosong. Besok kalian kembali setelah dari Gereja kecuali kamu Leyka" ujar Dolores meletakkan piring pai dan kembali menuju Apartemennya.
Leyka mendengus saat Dolores meminta dirinya datang lebih awal, itu karena Leyka seorang atheis. Keluarga Fernandez sangat independen dan keluarga Fernandez tidak pernah menentangnya, bahkan ketika ada salah satu keluarga Fernandez yang jatuh cinta kepada seorang pria ber-kewarganegaraan Turki dan menjadi seorang Muslim, keluarga Fernandez justru mendukung dan melakukan pesta selama 7 hari lamanya. Saat itu keluarga Fernandez sebagian di boyong ke Turki menghadiri pernikahan adat Turki, termasuk Dolores.
"Aku mau mandi dan menelepon Train" ujarnya bangkit berdiri dan melakukan peregangan.
"Hei-- Kita akan pergi ke Barnya Ramos, kau mau ikut, bukankah kau butuh bir, Ley?" tanya Maria ikut bangkit berdiri.
"Entahlah, aku lihat situasi putraku dulu. Damian mengajaknya berkeliling Madrid, tadi dia bermain main ke taman hiburan, bila dia lelah ia akan tidur lebih awal dan aku aman, aku bisa pergi. Aku yang sangat membutuhkan bir, bukan kalian-- Huahh! Aku butuh me time!" kata Leyka memekik ke udara, melepaskan lelahnya setelah meregangkan otot otot nya.
Me Time, adalah memberikan waktu untuk diri sendiri. Bersama diri sendiri tanpa gangguan. Me time menjadi budaya disana dan berdasarkan banyak penelitian, Me Time di anggap bisa menjaga kesehatan mental. Yang mana setiap akhir pekan seorang wanita yang memiliki anak atau keluarga, diberikan kesempatan untuk menikmati waktunya sendiri atau bersama teman atau melakukan kesenangan mereka seperti berbelanja, ke spa bahkan apapun yang membuat seorang wanita bahagia. Walaupun ada saja yang menyalah gunakan kata me time, menjadi ajang perselingkuhan.
Para Suami dan anak memberikan kesempatan pada seorang Wanita untuk melakukannya. Suami akan mengambil alih pekerjaan Istri dan membiarkan sang Istri menikmati waktu bahagianya, yang menurut sebagian besar wanita disana, waktunya direnggut oleh aktifitasnya sebagai ibu rumah tangga.
Hingga ada sebuah Negara yang memasukkan sebuah pasal, bila seorang suami melarang seorang istri melakukan Me Time -nya menjadi pasal Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Sungguh ironis tapi itulah kenyataannya, hak asasi manusia sangat di junjung tinggi, khususnya Hak Wanita.
"Baiklah, kita kumpul di tempat ini sehabis makan malam" ujar Pedro membubarkan pasukan keluarga Fernandez.
-
-
-
Apartemen Lantai 7
( Di Sebuah Panggilan Video )
Mommy, aku pulang besok siang. Apa Mommy bisa menjemputku bersama Pedro-- Apa Mommy tidak merindukanku? Apa Mommy tadi menang rapatnya? Apa Mommy menghajar mereka? Mommy, jawablah. Damian menelepon dua-- No, tiga kali, tapi Mommy tidak menerima panggilan teleponnya. Itu aku Mommy, Itu aku.. Blue Train.. Blue Train.. Blue Train ..
Leyka terbahak melihat Train melalui panggilan video di ponselnya, ia gemas melihat Train melompat lompat sambil memberondong pertanyaan demi pertanyaan.
"Train, Mommy baru saja selesai mandi. Mommy mau keluar bersama keluarga Fernandez, kita mau ke ke Bar milik Ramos. Mommy lelah sekali, membantu Abuelamu pindah Apartemen. Train Mommy sangat merindukanmu. Apa kau merindukan Mommy? Heii-- Berhentilah melompat! Kau sedang makan nanti kau bisa tersedak!" ujar Leyka sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. Ia meletakkan ponselnya di meja dan melihat Putranya di Madrid melalui ponsel Damian.
Noo! Mommy tidak boleh pergi-- Mommy aku sangat merindukanmu, hanya aku yang merindukanmu tapi Damian tidak. Kata Train dengan mulut penuh makanan. Ia sedang berada di pusat perbelanjaan. Manuella dan Diego tidak terlihat bersama mereka namun Leyka bisa melihat tas Manuella dan juga pesanan mereka memenuhi meja.
Hei, Carino (sayang). Tentu saja aku sangat merindukan Mommymu-- Biarkan Mommy pergi dan bersenang senang. kata Damian sambil mengacak rambut Train dan menghalangi ponselnya.
Minggir Damian! No Mommy,.tidak usah pergi. Pinta Train sambil menelan sisa makanan dan Damian kembali menyuapinya.
"Train Mommy tidak pernah kemanapun, Mommy selalu bersamamu setiap akhir pekan. Mommy tidak pernah me time, menghabiskan waktu sendiri karena apa?" tanya Leyka mengambil ponselnya dan merebahkan tubuhnya di sofa.
Karena Me time Mommy adalah aku. Pekik Train kembali duduk.
"Pintar-- Train makanlah dengan benar dan duduk yang sopan. Kau pasti lelah kan? Baiklah Mommy tidak akan pergi. Mommy akan tidur saja dan--
Leyka sontak bangkit berdiri dan menghentikan perkataannya. Suara gaduh di sebelah apartemennya membuat Leyka terkejut. Ia berlarian membawa ponselnya dan membuka pintunya. Ia melihat beberapa orang memasukkan barang barang di apartemen bekas milik Dolores. Perlahan lahan ia melangkah mendekati pintu yang terbuka, ia penasaran seperti apa penghuni barunya. Namun suara Train menghentikannya.
Mommy ada apa.. Itu suara apa.. Mommy! Mommy! Pekik Train membuatnya melangkah mundur dan kembali ke ruangannya.
"Sabar Train Mommy sedang melihatnya tadi" Leyka kembali menutup pintu dan kembali ke ruang tengah.
Mommy!
"Tetangga baru kita sedang memasukkan barang barangnya! Ohh Brisik sekali! Sepertinya Mommy akan ke apartemen Abuelamu saja" kata Leyka kembali melangkah ke kamarnya, karena suara gaduh itu masih terdengar dari ruang tengah.
Mommy-- Pergilah bersama keluarga Fernandez, tapi Mommy harus pulang dan tidak boleh minum terlalu banyak! ujar Train membuat Damian tertawa. Train bahkan semua anak disana terbiasa melihat orangtua mereka berpesta dan bukanlah sesuatu yang aneh di belahan dunia gaya barat.
"Hahaha-- tentu saja Mommy pulang" ujar Leyka dengan tawa renyahnya
No, kata Paolo Ibunya tidak pulang saat Me Time karena itulah mereka berpisah, entahlah. Ujar Train sambil meneguk minumnya dan ia menyeka mulutnya, ia tampak kekenyangan.
"Dasar pria tukang gosip" kata Leyka sambil merebahkan tubuhnya di ranjang.
Noo Aku bukan Takeshi! Paolo mengatakannya padaku!
__ADS_1
"Si si (iya iya)-- Mommy tidak pernah me time karena me time Mommy adalah--
Blue Trainnnn! Yeeaayy! pekik Train lagi. Dan Leyka memang tidak pernah menghabiskan waktunya sendiri. Tidak ada me time dalam kamusnya, Me time Leyka adalah Blue Train, putra semata wayangnya dan menjadi belahan jiwanya.
"Apa Mommy boleh bicara dengan Damian. Berikan ponsel Damian kepadanya" pinta Leyka membuat Train mendelik kearah Damian.
Un Minuto (satu menit). Peringatan pertamapun diberikan dan Train hanya menggeser tubuhnya. Ia menumpangkan tangannya pada meja dan menyangga dagunya dengan telapak tangannya.
"Hahaha-- mana bisa satu menit" Leyka dan Damian tertawa karena peringatan itu.
Un Minuto (satu menit) Mommy! Pekik Train membuat Damian menutup telinga dengan menggelengkan kepalanya.
"Si Si (iya iya) Train.. Huhhft" Leykapun menghela nafas panjang dan menyerah.
Hallo baby ich vermisse dich so sehr ( hai sayang aku sangat merindukanmu ). Dan senyum Damian dengan tatapan mata kerinduan terlihat mempesona di ponselnya, Leyka tersenyum manis. Namun, ia justru teringat senyuman Valentino sang pecu*ndang itu yang terlintas begitu saja di dalam benaknya.
No bahasa Jerman! No! Trainpun protes.
Hahaha baiklah-- Hai Mommynya Train, aku sangat merindukanmu. ujar Damian akhirnya kembali mengalah. Ia memangku Train dan duduk bersama di depan ponsel yang disandarkan di antara botol botol minuman yang berada diatas meja.
Un Minuto (satu menit)-- Mommy tidak boleh menjawab!
"Hahaha-- Si, mommy tidak akan menjawab. Damian pasti tahu jawabannya"
Un Minuto (satu menit). Ancam Train lagi.
"Hissh menyebalkan. Damian, aku akan pergi bersama pasukan keluarga Fernandez. Apa pangeranku, nakal?
No-- Dia bersikap sangat baik dan menggoda model modelku. ujar Damian dengan tergelak sambil mengusap rambut Damian.
Aku menggodanya biar mereka tertarik padamu. Aku sedang memamerkan Damian?. Ujar Train membuat Damian meledakkan tawanya dengan menepuk dahinya.
"Pamer?" Leyka mengerutkan alisnya.
Iklan Mommy. Agar dia mengejar model modelnya saja!
Hahaha-- Mungkin maksudnya Train adalah dia tadi mempromosikan aku kepada model modelku-- Hey, tidak ada yang secantik Mommymu. ujar Damian berbicara dua arah, Leyka terbahak kemudian. Rasa yang biasa saja, bahkan ia sakit hati saat melihat Valentino bersama Bonita. Leyka mulai membandingkan.
Un Minuto (satu menit) ! Ancam Train lagi. Sebenarnya itu bahasa Leyka bila memperingatkan Train dalam hal memainkan video gamenya, namun Train membalasnya kali ini untuk memperingatkannya saat melakukan panggilan video bersama Damian.
"Hahaha-- Damian, apa Train minta aneh aneh?"
Tidak! Tapi saat di taman hiburan, aku membelikan Replika Thor dan Palunya. Karena dia melihatnya tanpa berkedip, Hahaha.
"Bukankah itu trikmu" kata Leyka tahu betul kelicikan Train.
Noo Mommy!
Aku tidak tega melihat matanya, dia sangat menggemaskan. Jangan salahkan dia, Baby. ujar Damian menyulut kecemburuan Train.
No Baby Baby! Noo! Namanya Leyka! Leyka Paquito. Kata Train sambil mencubiti perut Damian dengan kesal.
Si si (iya iya) Leyka Paquito!-- Aaa kau berani yaa-- lihat aku akan menggelitikimu!!. Dan Damian menyerbu Train, menciuminya bertubi tubi dan menggelitiki pinggang juga dadanya. Train tertawa riang bahkan menjerit jerit. Leyka terharu melihatnya, ia membayangkan bila itu adalah Valentino. Matanya mulai berkaca kaca.
Aaaw hahahah.. Mommy.. Haaahahha aaaa.. Damiann! Wuahahaha..
*Damian kau sangat menyayangi Train. Tapi anak itu keras kepala seperti pecu*ndang itu. Kapan kau akan menerima Damian, Train. Dan saat itu tiba aku akan menikah dengannya. Ahh Train, Daddy tidak mengakuimu, bagaimana kau bisa menerimanya? Kau pasti akan terluka*. Batin Leyka melihat Damian dan Train bercanda ria di seberang sana. Tanpa Leyka sadari ia memperlihatkan wajah sedihnya dan airmatanya mengalir begitu saja. Leyka buru buru menyekanya.
Mommy! Kau sedih-- Damian, lihat !
Leyka?
"Mommy merindukan kalian, sepertinya Mommy sedang sensitif saja" alasan Leyka dengan senyum dipaksakan.
Mommy, pergilah bersama Pedro dan yang lainnya, aku akan menelepon Pedro untuk menjagamu. Ya Kan Damian?. Kata Train membuat Leyka semakin bersedih. Ia melakukan gerakan bangun dari tidurannya dan ia menyeka lagi pipinya.
Ya setelah ini kita telepon Pedro-- Baby, Apa kau baik baik saja. Tanya Damian dan Leyka kembali mengarahkan kamera ke wajahnya.
"Aku baik baik saja-- Biasa kan kalau aku akan mengalami menstruasi" Ujar Leyka sambil mengikat rambutnya, mengalihkan keadaannya yang tidak baik.
Mommy, besok jemput aku. Aku merindukanmu dan aku mencintaimu. Ujar Train dengan perasaan tidak enak, bagaimanapun ia merasakan perasaan Leyka.
"Mommy juga mencintaimu dan sangat merindukanmu-- Baiklah Mommy akan bersiap siap" Leykapun akhirnya tersenyum walaupun sangat dipaksakan.
Bye Mommy. Train.
Bye Baby. Damian.
"Bye Carino (sayang)!"
"Bye Damian"
__ADS_1
Mereka memberikan ciuman jarak jauh, namun yang lucu adalah Train menutup mulut Damian yang mengerucut dengan tangan mungilnya dan Train menguasi kameranya dengan bibirnya agar Leyka tidak melihat Damian sedang mencium dari seberang sana. Leyka kembali tertawa dengan tingkah putranya. Setelah mengakhiri panggilan video di ponselnya, Leyka benar benar bersiap. Suitan saudara saudaranya dari bawah mulai terdengar. Suitan ajakan khas keluarga Fernandez. Leykapun bergegas bersiap.
Shit! Mau kemana mereka! Shit aku akan mengikuti mereka. Kata seseorang dari atas lantai 7. Lantai yang sama dimana Leyka berada. Ya! Dia adalah si tetangga baru, yang mulai menyicil memasukkan barangnya satu demi satu bersama para pegawainya hingga menimbulkan kegaduhan, ia adalah Valentino Gallardiev.
-
-
-
Bar Ramos
Dan ke sepuluh gelas bir, beradu di sebuah Bar. Bar milik Ramos, salah satu penghuni di Distrik Miel. Mereka menenggaknya, dengan riuh, penuh canda tawa. Diiringi lagu yang pasti mengajak mereka menari dengan irama dengan tempo cepat. Sebuah lagu dari Pitbull featuring Christina Aquilera dengan judul FEEL THIS MOMENT menggebrak bar itu dan mereka berdiri lalu menari seiring dentuman musik itu.
Para pria menyanyi menirukan gaya rapper Pittbull dan para wanita menyanyikan di bait Christina Aquilera. Dan Leykapun menyanyikan bait lagu itu dengan suara kerasnya.
"One day when the light is glowing.. I'll be in my castle golden.. But until the gates are open.. I just wanna feel this moment ( Suatu hari ketika cahaya berkilauan.. Aku kan berada di dalam istana emasku.. Tapi hingga gerbangnya terbuka, Aku hanya ingin menikmatinya, saat ini )" Suara Leyka membuat hati seorang Pria yang melihat dan memperhatikannya tersayat. Karena Leyka menitikkan airmata saat menyanyikannya. Dan para keluarga Fernandez merangkulnya sambil berjingkrak jingkrak karena lagu itu penuh semangat dengan beat khas musik clubbingnya. Leyka tertawa namun batinnya sangat sedih, ia meluapkan dengan beberapa shoot Tequila. Sebuah Me Time dan itu seperti pelarian.
Valentino Gallardiev, rasanya ia ingin merengkuh tubuh Leyka dan membawanya pergi, mencumbunya dan mengukir kisah seperti di Pretoria. Ia merutuki dirinya bertubi tubi karena apa yang ia katakan di kelas tadi siang, Valentino merasa bersalah. Ia ingin meminta maaf. Tapi adakah kesempatan itu? Pertanyaan itu sangat menguasai benak Valentino.
"Ooo...ooo..ooo..ooo.. I just wanna feel this moment Ooo..ooo..ooo.. I just wanna feel this moment ( Aku hanya ingin nikmati saat ini
Aku hanya ingin nikmati saat ini )" Dan semua orang menyanyikan bagian chorus Christina Aquilera, mereka bersenang senang dan Maria benar, Leyka melupakan luka hatinya dan mereka melupakan rasa lelah mereka karena bekerja seharian membantu Dolores.
Waktu bergulir satu persatu mereka tumbang dengan beberapa gelas bir serta beberapa shoot Tequila. Shoot, sering diartikan ukuran gelas sloki. Dan satu persatu mereka kompak saling menarik dan mengajak semuanya untuk pulang, karena Bar akan tutup.
Disepanjang jalan mereka bernyanyi bersendau gurau membuat Valentino merasakan kecemasan. Bagaimana bila mereka tertabrak mobil? Bagaimana bila terjadi sesuatu? Bagaimana bila ada rampok atau apapun yang membahayakan nyawa mereka? Pikiran Valentino berkecamuk di liputi kecemasan. Ia kembali mengikuti mereka dan menjaga lalu lintas agar mereka semua bisa menyeberang. Mereka tidak mengetahuinya namun Maria Fernandez tahu akan hal itu, karena kesadarannya masih terjaga.
Mereka kembali ke Distrik ke apartemen masing masing. Mereka berpencar, hanya Leyka yang tidak kembali. Ia berjalan terseok seok kearah taman dan di temaramnya lampu taman ia menyandarkan tubuhnya di pohon dengan memijat kepalanya, saat ia akan melangkahkan kakinya, Leyka terhuyung dan jatuh. Beruntung tangan kekar itu menangkapnya.
Valentino menangkap tubuh Leyka dan menggendongnya.
"Turunkan aku! Aku mau bernyanyi.. I just wanna feel... this.. moment.. Hahaha.. Fu*ck you, Pretoria!" rasanya Valentino tersambar petir. Ia menurunkan Leyka yang meronta meronta dan memapahnya. Namun parfum Valentino, Leyka mengendusnya sesaat dan ia mendorong tubuh pria yang memapahnya hingga ia kembali bersandar di pepohonan.
"Pecu*ndang! Fu*ck You.. Pretoria! Salju.. pertama.. turun.. Apa.. kau.. ingat.. Di.. Barcelona" kata Leyka menunjuk pohon dan memaki pohon itu lalu memeluknya. Valentino lagi lagi tersayat melihatnya.
Leyka apa kau mengingatnya? Apa.. Apa.. Selama ini kau.. Menungguku.. Apa kau tidak pernah melupakanku.. Seperti aku?
Ah! Kata orang Lelaki Sejati pantang menangis. Karena airmata yang sesungguhnya hanyalah milik wanita yang lemah. Tapi si pecu*ndang itu, si banteng itu, si Sombong juga Arogan, Pria yang berhitung tentang pengorbanan, Pria idealis yang mengedepankan karir, uang, status sosialnya, Pria Italy itu kembali menumpahkan airmatanya hanya untuk seorang Leyka Paquito.
"Leyka.. Ayo pulang.. Jangan seperti ini" ujar Valentino kian parau. Ia menyeka airmatanya berulang kali.
"Kau.. kau siapaa?!" Leyka pun justru menghempaskan tubuhnya kearah Valentino dan Valentino memeluk tubuh Leyka.
Perlahan Leyka menjelajahi wajah Valentino dengan jemarinya, merabanya merasakan hangatnya nafas itu. Saat menyentuhkan hidung Valentino, Leyka membuka matanya yang telah sayu lalu sebelah jemari tangannya melingkari mata Valentino yang berkilau, mata abu abu kebiruan milik Train, kemudian jemarinya menuruni bibir Valentino, mengusap setiap inci bulu kasar yang tumbuh mengelilingnya.
"Pi.. Pi.. No.. Kio.. Kau kah itu?"
-
-
-
Ingat ya ini Novel Barat, bukan budaya Timur. Walaupun dibudaya Timur adalah yang namanya Pesta. Kalau di keluargaku Manado, Belanda, Portugal dan Jepang berkumpul.. Beuhhh.. Kelar pada nyungsep 🤣
"Dont touch me! Jangan sentuh gue! Gue punya laki! Lo mau kepala lo bunyi, hah! Pergi lu jangan deket deket gue! Nanti laki gue marah!" nyempot aja di pojokan maki maki laki2, ga taunya dia laki gue sendiri wkakkakaka 🤣🤣 Ahh itu cerita masalalu di keluargaku, yang kadang pengen terulang, kapan pandemi ini berakhir 🤣🤭
Dan tentang Me Time, beuhh boro boro me time ya kalau di kita mah.. Baru dapet telpon ngumpul arisan aja, suruh bawa anak anak benjit benjit, eh dia kabur duluan mancing.. elaaahh 🤣🤣
ga usah nunggu alur yang gimana2, ini biasa aja ga usah berekspektasi terlalu tinggi gaees.. 🤣
ohh iya, tulisan miring itu tulisan perkataan dalam hati atau perkataan jarak jauh. kalau ada yang ngerti, berarti novel ini novel berat dan aku saranin bacanya pelan pelan, kl ga ngerti juga baca buku resep aja ya hahahaha candaa gaes.. 🤣🤣 Karena ketika semua orang mengerti dan satu orang ga ngerti, itu kaya rombongan sirkus yang semua ke kanan dia ke kiri sendirian.. sendiran lho bayangin 🤣🤣
Woiii dendaaa 10 cangkir kopi, yang nungguin kapann sinopsis depan terjadi.. ibarat masak air, kompor aja belom beli udah nanyain kapan matengnya wkwkwkwk 🤣🤣
sama halnya kita baru dateng ke sebuah reuni, belum juga sampe tujuan, eh laki nelpon "kapan kamu pulang?" wkwkkwkw pengen eikee iseepp dehh ubun ubunn kalian para bosqueeee 🤣🤣🤣
thank u yaa semua para bosquee pembaca, yang udah ngasih Vote ama hadiah bunga, hati atau kopi.. tetaplah seperti itu apapun alurnya (malak aluss gaes) 🤣🤣
btw, tatapan mata valentino bikin tercenut terkedut nganuku 🤤🤭😬🤣
Lagu Leyka, Cek di IG @authorgendeng
-
-
__ADS_1
-