
Locomotive Machine
Perusahaan ini nyaris bangkrut, berbeda dengan cabang di negara lain, Sergio bukan tidak bisa menangani. Tapi, Sergio memang terlalu tua dan sudah tidak energik lagi. Dia sudah tidak produktif lagi dan anak anaknya tidak ada yang tertarik dengan dunia per-kereta apian yang begitu rumit. Pemecatan dimana dimana sehingga Locomotive Machine akan menuju kehancuran. Akhirnya gedung itu nyaris terbengkalai, beberapa ruang di lantai gedung itu, hanya di sewakan kepada perusahaan perusahaan kecil yang tidak memiliki ruang kantor.
Sebuah kesepakatan spektakuler dibuat dengan kecerdikan Valentino Gallardiev. Pria ambisius dengan isi otaknya yang cemerlang. Dari pihak pertama, yaitu pemilik gedung telekomunikasi yang sedang membangun di samping Sekolah Esperanza, pihak pertama itu menyewa gedung Locomotive Machine untuk memberi kompensasi kepada pihak sekolah. Sebuah keuntungan tersendiri bagi Perusahaan Locomotive Machine yang diserahkan kepadanya.
Sementara pihak kedua yaitu Pemerintah Kota, sebagai pihak yang tidak merelakan Gedung tua yang terbengkalai untuk digunakan sebagai sekolah, dengan alasan kepentingan tertentu, akhirnya membuat kesepakatan dengan Valentino. Pemerintah Kota, memberi tender sebuah pengadaan pembelian kereta api yang tidak layak pakai, yang usianya sudah mencapai 5 tahun. Valentino, ditunjuk untuk memperbaharui kereta beserta gerbongnya di seluruh wilayah Barcelona.
Dua keuntungan ada di genggamannya. Satu uang sewa dari gedung telekomunikasi yang menyewa setengah gedungnya untuk dijadikan sekolah. Dua, ia bisa menyelamatkan Locomotive Machine dari kebangkrutan.
Selama satu minggu lamanya, berbagai pihak bersatu padu dan memindahkan sekolah. Valentino harus merelakan sebuah logo dan nama perusahaan Locomotive Machine yang bertengger di atas gedung di copot menjadi ESCUELA DE ESPERANZA ( Sekolah Esperanza ). Esperanza sendiri berarti Harapan.
-
-
-
Di Sebuah Sambungan Telepon
Gallardiev! Apa kau sudah gila! Kau membuat setengah Locomotive Machine menjadi sekolah?! Apa kau tau ini mencoreng nama perusahaan, semua cabang mempertanyakan dan ini bisa membuat saham turun! Ini menurunkan harga diri perusahaan. Pesaing kita akan tau bahwa perusahaan di Barcelona akan bangkrut! Padre pikir, kamu akan mengawalinya dengan sesuatu yang bagus, tapi ternyata kau justru mengacaukannya!
"Padre, kita tidak dirugikan dan kita tidak akan bangkrut. Kita memiliki banyak ruang kosong. Aku cukup menggunakan 3 lantai dan sisanya untuk sekolah. Padre, anggap saja setengah lebih dari Gedung Locomotovie di sewa perusahaan dimana aku bekerja di Cosmir Industry" sudah pasti kabar itu mencuat di Italy dan membuat sang Ayah, Alfonso Gallardiev meradang.
Valentino sedang berada di Perusahaan Locomotive Machine, ia mengawasi langsung kepindahan Sekolah Esperanza seperti janjinya. Gedung Locomotive Machine hanya 10 lantai dan lantai 1 hingga 7 di gunakan sekolah itu. Selebihnya adalah kantor Locomotive Machine yang masih beroperasi dengan kurang lebih 80 pegawai karena selebihnya telah mengalami pengurangan pegawai.
Kau sudah gila! Kau menggunakan wewenangmu untuk berbuat sesuka hatimu! Bila Kakekmu tahu akan hal ini, maka selamat, kau akan membunuh Kakekmu dan membuatnya terkena serangan jantung!
"Padre, perdonami (maafkan aku). Tapi aku melakukan ini semua, sudah mendapatkan ijin dari Nonno (Kakek)" ujar Valentino di lantai 7. Lantai dimana itu akan menjadi ruangan dewan guru. Beberapa orang pegawainya terlihat memasang wallpapper pada dinding.
Apaaa?! Kau melewatiku?
"Karena Padre akan marah seperti sekarang dan bahkan lebih! Padre, aku melakukan kesepakatan dengan Pemerintah Kota untuk menukar semua kereta api yang telah berusia 5 tahun di seluruh Barcelona. Karena Pemerintah Kota tidak mau merelakan gedungnya untuk sekolah itu. Sementara pihak sekolah meminta pindah, pembangunan proyekku mengganggu anak - anak belajar. Ini sangat mendesak dan aku tidak punya pilihan lagi, Padre. Karena bila tidak, Cosmir Industry akan mengalami kerugian" Valentino berdiri tegap didepan kaca jendela, ia hanya menggunakan kaos polo yang memperlihatkan tubuh atletisnya.
Persetan dengan Cosmir Industry! Itu bukan ranahku!
"Padre, Barcelona membutuhkan sekitar 150 gerbong kereta tambahan yang baru untuk semua jalur dan 25 unit kereta. Bukankah ini awal yang bagus? Setelah ini aku akan merambah ke Madrid. Locomotive Machine akan menguasai Spanyol" ujar Valentino membuat Alfonso terdiam.
Bagaimana anak ini bisa menanganinya secepat ini? Lumayan lihai, berandalan ini. Batin Alfonso diseberang sana, Italy.
Apa tidak ada solusi lain?
"Padre, bila Cosmir Industry merugi maka aku pun akan mengalami kerugian. Karena menantu idamanmu, selalu merusak gardu listrik, mencuri sekering dan banyak lagi yang dia lakukan-- Hmmmpht" ujar Valentino menghela nafas panjang.
Apaa?! Apa maksudmu?
"Si Padre (iya Ayah; Italy), Leyka menjadi guru di sekolah itu"
Hahaha-- Hahaha-- Jadi menantuku seorang guru? Dia melakukannya? Tuan Putri Mahkota itu, melakukannya?
"Si Padre (iya Ayah ; Italy)" nada suara Valentino terdengar lesu.
Hahaha-- Hahaha-- Aku ingin menemuinya dan aku akan menyuruh mencuri apa saja dari Cosmir Industry
"Tertawalah sepuasnya, Padre" dan Valentino pun akhirnya mendengus, ia masih mendengar tawa Alfonso yang menyentil harga dirinya.
Tunggu-- apa ini salah satu rencanamu untuk mengejarnya?
"Padre, kita akan dinilai dermawan oleh para pemegang saham, sebarkan saja berita baik dan kita mendapatkan tender kebangkitan Locomotive Machine" kata Valentino malas menanggapi kicauan Ayahnya, ia ingin segera mencari Leyka dan menggodanya.
Hei-- Aku bertanya apa ini rencanamu! Kau tidak usah mengguruiku aku harus bagaimana-- Dasar berandalan! Kau mau mencoba mengalihkan pertanyaanku?
Dan Alfonson tahu, Valentino mencoba menghindar. Ia jenis seorang Ayah yang susah dialihkan, ia akan mengejar penjelasan hingga sejelas jelasnya, sesungguhnya sifat itu ada pada Train.
"Aku tidak mau merugi, aku selalu mencari sisi yang menguntungkan untuk semua tindakanku. Pemilik Gedung Telekomunikasi, akan menyewa gedung sebagai penganti kompensasi kepada sekolah dan aku mendapatkan tender Pemerintah Kota untuk memperbaharui kereta. Sisi kanan dari Pemilik Gedung dan sisi kiri dari Pemerintah Kota. Semua uang akan masuk ke Locomotive Machine, ini akan mengatasi kandasnya perusahaan kita. Di samping itu, dengan mudah aku bisa mengejar yang menjadi MILIKKU YANG BERHARGA, KEMBALI DI SISIKU" setelah mengatakannya Valentino menoleh kearah pintu, karena ia mendengar seseorang meletakkan kardus berisi buku buku, dengan kasar di meja. Ia membulatkan matanya, ia melihat Leyka berdiri di hadapan kardus itu dengan tatapan sinis ke arahnya.
"Jadi itu tujuanmu, Senor Gallardiev?" satu pertanyaan dan Leyka tidak membutuhkan jawaban, ia kemudian berlalu pergi dari ruangan yang akan di jadikan ruang Dewan Guru. Valentino mengumpat kesal.
"Le-- Leykaa??" dan Valentino mengejar Leyka yang pergi begitu saja tanpa mendengar penjelasannya.
"Padre, aku akan menutup teleponku dulu!" kata Valentino dengan panik mencari Leyka yang telah berjalan ke arah lift.
Hei-- Heiii! Biarkan Padre ikut mendengarkan!
"No, Padre!" ia pun memutuskan sambungan telepon itu dengan Alfonso lalu berlarian mengejar Leyka yang sudah berada didalam lift dengan mengacungkan jari tengahnya.
"Leykaa.. Leykaaa! Ohh Shiitt, gawat!" Dan lift itu menutup perlahan, Leyka menekan tombol lantai 1 lalu Valentino memasuki lift di sebelahnya dan menekan tombol yang sama.
Namun sesampainya disana ia tidak menjumpai siapapun. Ia lupa tentang Leyka yang pernah membuat akal akalan licik bila ada orang yang mengikutinya, Leyka akan turun di lantai diatasnya.
"Shitt!! Aku lupa! Dia pasti turun dilantai 2! Ahh, Dia guru Elementary tingkat 2, dia pasti disana! Dia menekan tombol lantai 1 hanya untuk mengelabuhiku! Istri licikku, kau masih saja menggunakan trik itu! Shitt!" umpat Valentino kembali berlarian kearah lift kemudian ia menuju lantai 2.
Dan benar saja Leyka berada disana, bersama semua dewan guru yang bahu membahu mengatur kelas demi kelas. Leyka hanya melirik kedatangan Valentino yang berlarian dari lift. Ia sibuk bekerja menata kelasnya, lorong lantai dua penuh dengan barang barang, semua sibuk masing masing. Valentino menghentikan langkahnya lalu mengedarkan pandangannya, lalu ia melangkah dengan santai kearah Leyka yang mengikat rambutnya tinggi tinggi.
"Gallardiev, kau disini rupanya" semua menoleh ke sumber suara yang berasal dari lift, sambil bekerja.
__ADS_1
"Bonita?" Valentino menoleh kearah Bonita yang tampil anggun, lalu ia buru buru melihat kearah Leyka yang mengerutkan alisnya tanpa melihatnya. Bonita dari pihak kedua, perwakilan dari Pemerintah Kota.
"Aku datang melihat pemindahan sekolah, apa ada kendala?" tanya Bonita akhirnya menyamakan langkahnya.
"Tidak, semua berjalan dengan baik dan lancar" jawab Valentino masih melihat Leyka yang wajahnya berubah sengit. Walapun dari samping, Valentino bisa melihat Leyka bersungut sungut.
"Bagus, Ramirez memintaku mengirim makan siang untuk semuanya. Ada menu dari Spanyol dan Italy. Aku yang memilihnya" kata Bonita, seiring beberapa orang membawa makanan yang di kemas eksklusif dari restauran ternama. Bonita, mengatakan dengan rasa bangga karena itu pilihannya.
"Wah, akhirnya kita makan siang. Teman teman, mari kita beristirahat. Aku sangat letih" ujar Kepala Sekolah mengajak semuanya untuk makan. Mereka masuk kelas dan duduk di kursi kuliah yang ada mejanya masing masing, mereka membentuk lingkaran dan saling berhadapan.
"Gallardiev, kita bisa makan diluar"
"Tidak Bonita, Gracias-- Tapi aku mau makan disini saja, karena pekerjaanku sangat banyak" Valentinopun bergegas mengambil kursi dan menyerobot area Margaretha yang seharusnya duduk di sebelah Leyka, hingga Margaretha menggeser kursinya memberi ruang untuk Valentino, di sebelah Leyka dan juga dirinya.
Tentu saja Margaretha sangat senang ia bisa duduk di sebelah Valentino, walaupun incaran Valentino adalah Leyka. Bonita serba salah dengan penolakan Valentino, akhirnya ia mengambil tempat duduk di sebelah Margaretha.
"Apa kau bisa makan seadanya begini, Red Velvet?' bisik Leyka dengan nada mengejek, sambil mencondongkan wajahnya kearah Valentino.
"Asal bersamamu, aku bisa makan seadanya apalagi makan irisan buah peach saja" balas berbisik, Valentino mencondongkan wajahnya juga dengan senyuman kemenangan. Leyka mendengus dengan tubuhnya meremang seketika.
"Aku percaya kau sering memakannya-- Dan Bonita sepertinya ingin menawarkan irisan buah peachnya. Sebaiknya jangan menolak, atau tendermu melayang, bukankah kau datang ke Barcelona untuk itu?" Valentino mendengus dengan senyuman, ia tau Leyka cemburu sejak kehadiran Bonita, ditambah Leyka mendengar percakapannya di telepon bersama Ayahnya.
"Aku tidak pernah memakannya setelah dari Pretoria dan aku tidak tertarik milik siapapun selain milikmu" bisik Valentino penuh penekanan, dengan tatapan menikam yang mendebarkan. Se-saat ia berbunga - bunga, namun sisi hatinya menyangkalnya, ia buru buru memalingkan wajahnya saat seseorang pegawai pemerintahan membagikan makan siang kepadanya.
"Kau pikir aku akan percaya? Kau tidak pernah berubah kau penuh ambisi" bisik Leyka lagi.
"Aku memaksamu untuk percaya, kau harus percaya dan aku sangat memaksa. Karena kau sangat tau aku pemaksa ketika aku berkata yang sebenarnya. Aku datang bukan karena ambisi tapi karena aku akan mengambil milikku" kata Valentino dengan bisikan penuh penekanan, Leyka mengetatkan rahangnya.
"Ya, milikmu yang akan bangkrut" desis Leyka membuat Valentino mengumbar senyumnya.
Kemarin kau menciumku seenaknya tanpa penjelasan, sekarang aku masih belum mengerti apa yang dimaksud 'milikku'.. Apakah yang kau maksud Virgin's Effect dan kau masih menganggap aku milikmu.. Kenapa kau bertingkah seperti di Pretoria. Kau anggap, aku milikmu selama 11 hari.. Atau Locomotive Machine? Apa dia ingin balas dendam? Bukankah seharusnya aku? Aku baru saja bangkit dan kau datang? Kenapa hidup ini tidak berpihak kepadaku.. Selalu dan selalu. Batin Leyka dengan mendengus.
"Wahh cantik sekali makan siang kita, seperti perpaduan suami istri antara Italy dan Spanyol!" seru salah satu guru saat melihat makanan itu, Leyka dan Valentino bahkan semua sontak membuka kemasan makan siang mereka.
Leyka mengamati menu itu dengan tertegun sementara Valentino dengan mata berbinar, ia kembali mengumbar senyumnya yang merekah. Bonita sudah pasti sangat senang karena pilihannya sangat tepat, saat melihat Valentino.
Ossobuco dari Italy.
Arancini, bola nasi isi daging dan keju dari Italy.
Ayam Parmigiana dari Italy.
Tortilla Espanyola dari Spanyol.
Gambas Al Ajilo with Garlic dari Spanyol.
Dan sebuah hidangan penutup Creme Brulee orang Spanyol menyebutnya atau Creme Bruele orang Italy menyebutnya.
Flan dari kedua negara.
Semua disajikan sesuai pilihan Bonita, karena Bonita ingin mendapatkan perhatian Valentino tentang seleranya kepada pria Italy, ia ingin menunjukkan ketertarikannya. Tapi itu adalah PRETORIA bagi Valentino dan Leyka.
"Ini kita, ini Pretoria" bisik Valentino. Leyka tersenyum tipis, wajahnya memerah mengingat sisi lain indahnya kisah mereka 10 hari disana.
"Selamat makan semuanya" Leyka tidak perduli, dan semua membalas mengucapkan hal yang sama. Leyka menyantapnya dan ketika Valentino melihat merica dalam bentuk sachet di kemasan makanan Leyka, Valentino mengambilnya. Beberapa orang melihatnya, membuat Leyka salah tingkah. Namun Valentino tidak perduli, ia pun melahap makanannya.
Dia mulai memperhatikanku.. Bukankah ini terlambat? Apa tujuanmu, Val..
"Leyka, sepertinya pria itu menyukaimu" bisik wanita yang duduk di sebelahnya.
"Lorita, dia begitu ke semua orang percayalah padaku" bisik Leyka berbisik dan Valentino ikut mencondongkan wajahnya kearah Leyka, ia ingin ikut mendengarkan percakapan itu.
"Aku hanya mengambil merica dari tempatmu karena kau alergi, Miss Leyka" ujar Valentino tanpa berbisik.
"Kau tau Leyka alergi merica. Aku pikir hanya Damian yang mengetahuinya" kata Margaretha, memprovokasi. Margaretha adalah tipe teman se-kantor yang menyebalkan, ia selalu saja ingin tahu dan cenderung ikut campur. Leyka menatap kesal kearah Margaretha.
"Aku baru saja mengetahuinya, seharusnya dari dulu aku mengetahuinya" ujar Valentino sengaja membuat lawan bicaranya semakin penasaran, bahkan orang yang mendengarnya.
"Val!" desis Leyka mencondongkan wajahnya kearah Valentino dengan kesal.
"Woow, jadi kalian sebenarnya sudah saling kenal? Wahh, ini kejutan" Margaretha memancing semua orang melihatnya, ia sengaja menaikkan volume suaranya, Leyka semakin kesal dibuatnya.
__ADS_1
"Miss Margeretha, tolong jangan berlebihan" kata Leyka melahap makanannya sambil mendelik kearah Margertha, Valentino senang melihatnya, rasanya ia ingin menghujani wajah itu dengan ciuman.
"Apakah Senor Gallardiev kawanmu? Apa kau ingat dulu kau akan memaki Perancang Gedung, kau akan menendangnya, kau akan mengikatnya lalu kau akan menelanjanginya dan kau akan memanggil marikita (banci) untuk menghisap senjata laras pendeknya-- Hahaha" Semua tertawa, mengingat aksi demo 6 bulan yang lalu, yang berujung di pengadilan, saat itu mereka semua mengumpat kekalahan mereka di pengadilan.
Leyka membulatkan matanya kearah Margaretha dan Valentino melihat jelas wajah Leyka memerah dan Valentino menyeringai ke arah Leyka.
Shitt!! Margaretha rasanya aku ingin menyumpal mulutmu itu.. batin Leyka kesal se-kesal - kesalnya.
"Senjata laras pendek?" tanya Valentino dengan memiringkan wajahnya kearah Leyka.
"Itu- Itu karena aku tidak tahu bahwa perancang gedung itu adalah dirimu-- Ehemm, ehm. Sebaiknya kita ganti topik" kata Leyka merasa gugup, ia menghindari tatapan Valentino dengan menyuapkan makanan, ia menurunkan pandangannya kearah makanan dihadapannya.
"Tidak kusangka kalian saling mengenal-- Leyka, adalah sebagai ujung tombak saat itu. Orasinya ingin mengubur perancang gedung itu" ujar Lorita dengan terbahak disusul yang lainnya.
"Dan kalian semua mendukungku" balas Leyka dengan santai dan membuat tawa itu lenyap. Semua tersenyum canggung saat Valentino mengedarkan pandangannya kearah semuanya dengan mendelik.
"Miss Leyka, kau belum menjawab apakah Senor Gallardiev ini temanmu. Bagaimana bisa, kalian saling mengenal?" tanya Bonita penasaran.
"Dia kekasihku dulu" jawab Valentino yang menjawab. Semua terkejut dan semakin penasaran dengan pengakuan itu, Leyka menahan kekesalannya, kini semua mata tertuju kearahnya.
Shittt!! Pengakuanmu akan membuat aku dalam masalah, bodoh!! Mereka yang masih single, banyak yang tergila gila padamu! Apa kau tidak bisa melihatnya? Mereka akan memusuhiku!! Ohh Shittt!! Apa maumu Val!! umpat Leyka kesal.
"Leyka! Kau menyembunyikan ini dari kita?" tanya Margaretha dengan nada kecewa.
"Sepertinya Leyka ingin memilikinya lagi" sahut Lorita dengan nada yang sama.
"Bukankah Miss Leyka sudah memiliki kekasih?" Bonita semakin memanaskan keadaan.
"Iya aku sudah memiliki kekasih dan aku akan menikah dengannya" ujar Leyka membuat Valentino tersulut. Matanya memerah, dadanya terasa terbakar.
"Padahal aku hanya setia kepadanya" ujar Valentino menatap Leyka dengan nafas yang kian sesak. Asmanya mendadak kambuh.
"Hahaha-- Leyka meledakkan tawanya --Kau pikir aku percaya? Selama 8 tahun dan kau laki laki yang normal. Banyak yang tergila gila padamu dan kau bukan tipe laki laki setia" perkataan Leyka justru membuat semuanya terdiam, Leyka justru menegaskan hubungan itu. Mereka berdua memanas dan mereka berdua terpancing.
"Miss Leyka, sepertinya kau meninggalkan Senor Gallardiev karena dia tidak setia?" senyum Bonita terlihat sangat tipis dan Leyka meletakkan sendoknya, menyudahi makannya.
"Bukan urusanmu Senorita" jawab Leyka datar, ia tahu Bonita sangat kecewa dengan kenyataan ini.
"Kau benar, untungnya kau telah memiliki Kekasih dan akan segera menikah, kemudian memiliki anak" kata Bonita, ia bermaksud mengingatkan posisi Leyka, ultimatum agar Leyka menjauh namun justru membuat Valentino semakin memuncak emosinya, ia meneguk air mineral, agar sesak di dadanya berkurang.
"Itu sudah pasti" kata Leyka bangkit berdiri namun jawaban Leyka membuat Valentino tidak bisa menahan dirinya. Hingga ia bangkit berdiri dan mencengkeram lengan Leyka. Semua membulatkan matanya dan menegang, termasuk Leyka, ia tidak menyangka dengan sikap Valentino.
"Kau tidak bisa menikah dengan siapapun! Karena kau milikku! Aku tidak seperti yang kau pikirkan! Aku tidak berhubungan dengan wanita manapun! Aku mencobanya Leyka, aku tidak bisa! Aku tidak bisa! Bahkan dengan model kelas dunia, berkebangsaan Spanyol! Aku tidak bisa, Leyka!" Semua dewan guru saling pandang, mereka penasaran dan bertanya tanya apa yang terjadi diantara mereka. Menerka dan menduga, hanya itu yang ada dibenak mereka.
"Mustahil! Kau pria Italy yang sombong dan arogan, kau tidak mungkin setia! Tidak terhitung banyaknya wanita yang bersamamu, melewati malammu! Itu sudah pasti!" Leyka menepis tangan Valentino dan melangkahkan kakinya keluar ruangan. Dan kicauan Valentino menghentikan langkahnya.
"Leyka!! Apa kau menyihirku? Aku memiliki gangguan erek*sii sejak saat itu, Leyka! Aku hanya bisa memainkannya dengan tanganku! Kalau kau tidak mencabut sihirmu, aku bisa impo*ten dini!! Jagung bakar Afrika selatanku, tidak bereaksi kepada perempuan manapun!! Aku sudah keluar-masuk Dokter! Aku mohon, Leyka-- Cabutlah sihirmu!" Leyka bahkan semuanya membulatkan matanya, dengan mulut menganga.
Ada yang kagum dengan milik Valentino dan ada membungkam mulutnya menahan tawa karena pengakuan yang fantastis itu. Namun pikiran mereka semua tertuju pada volume, jagung bakar Afrika Selatan, pikiran itu melalang buana. Ada beberapa orang yang menelan salivanya.
"Sejak saat itu?" bisik orang orang yang ada diruangan itu.
"Memainkan dengan tangan?" bisik bisik mereka.
"Jagung bakar Afrika Selatan?" dewan guru berbisik satu sama lain, dengan membelalakkan mata.
"Impoten dini?" bisik bisik seseorang.
"Hahahahahaha" Kepala Sekolah meledakkan tawanya disusul yang lainnya. Ruangan itu menjadi riuh penuh tawa.
Ohhh Fuu*ckk!! Apa yang aku katakan.. Karena kau, aku membuka aibku, Leyka.. Shiitttt..
Shiittt, apa yang kau katakann, Val.. Apa kau tidak sadar kau berada dimana..
Sementara Valentino memegangi dadanya, dengan nafas tersengal, Leyka mendadak panik. Ia justru berlarian keluar dimana ia meletakkan tasnya, lalu ia mengeluarkan inhaler yang selalu berada di dalam tasnya. Leyka selalu membawa inhaler cadangan, berjaga jaga untuk Train. Ia kemudian menyemprotkan inhaler ke mulut Valentino. Semua terdiam kemudian.
"Ley, bawa aku ke ruanganku-- Huhh, rasanya sesak sekali. Yaa bawa aku ke lantai 10, aku akan menghabisimu, Ley" lanjut Valentino dalam hati kemudian Leyka memapahnya.
"Miss Leyka, kau butuh bantuan?" tanya Bonita ikut panik, ia pun bangkit berdiri.
"Tidak, biarkan Leyka saja" Valentino yang menjawab dan Bonita kembali duduk dengan mengepalkan tangannya.
"Leyka, cabutlah sihirmu kepadanya" ujar Kepala Sekolah kembali diiringi tawa seluruh ruangan itu. Leyka pun mendengus kesal kearah Valentino.
-
-
-
Ekpekstasi mau masak masakan diatas 👆 realitanya masak kangkung, goreng tempe ama iwak peyek iwak peyek *sambil memutar kepala* 🥺🤣
erek*sii tuh ga bisa ngacung ya gaess.. ehhh 🤭🤣
Vote ama kopi boleh dong untuk mereka, para bosQyuu (malak cantik) 🤭🤣
Happy Reading, Bosqyu 💖
__ADS_1