
...2 Minggu Kemudian...
...( Pasca Deportasi )...
...-...
...-...
...-...
Leyka masih di kurung di kamarnya, hari harinya berlalu dalam sangkar emas. Makanan di antar ke kamarnya, siapapun yang menemuinya diantar ke kamarnya. Kamar yang sangat luas. Ada ruang tamu, ruang tengah dengan home teather, ruangan dengan koleksi baju, sepatu dan tas brandednya, bahkan ia memiliki ruang rias dengan aksesoris yang tidak murah harganya. Brankas kecil berada disana, tempat perhiasan yang bernilai fantastis. Namun, itu tidak ada artinya bagi Leyka, kebebasannya tidak sebanding dengan apa yang dia miliki saat ini.
Leyka memegangi crownnya, mengamatinya lekat lekat. Ia baru saja di nobatkan sebagai Putri Mahkota dengan gelar Felipe, itu artinya Leyka menjadi salah satu penerus keluarga kerajaan di generasi terakhir. Raja Spanyol menggelar setiap 1 dekade atau 10 tahun sekali, memberi gelar kepada 5 orang Putri bangsawan dan 5 Putra bangsawan yang masih berdarah Raja Spanyol, mereka akan menduduki tempat atau silsilah dalam keluarga Kerajaan. Secara garis besar mereka diangkat menjadi Putra dan Putri Mahkota Kerajaan yang tentu saja stratanya dibawah Putra Putri kandung Raja dan Ratu Spanyol. Mereka hanya anak angkat tapi berperan menjadi penerus Sah Keluarga Kerajaan. Sebuah kehormatan bagi Rosemary, bahwa Leyka bergelar Felipe seperti dirinya, mengingat Rosemary menikah dengan rakyat jelata dengan nama belakang Fernandez. Nama belakang Fernandez akan menurun ke anaknya, Leyka Paquito Fernandez.
Leyka Paquito Fernandez Felipe, tersemat di dalam silsilah keluarga Kerajaan. Siapa yang tidak menyukai kehidupan seperti Raja dan Ratu? Tapi bagi Leyka itu adalah kutukan yang bertolak belakang dengan sifatnya. Putra dan Putri Mahkota Kerajaan di pilih oleh Penasehat Kerajaan yang memiliki penilaian tersendiri, lewat pandangan matanya sang Penasehat bisa mengetahui, Putra dan Putri Mahkota mempunyai keberuntungan dan ketulusan. Pengangkatan Putra Putri Mahkota tentu saja selalu tersebar di seluruh benua Eropa.
Berabad tahun yang lalu, Penasehat Kerajaan haruslah buta dengan sisi kepekaan dan intelektualitas yang tinggi, hanya dengan meraba wajah calon Putra Putri Mahkota, sang Penasehat Kerajaan bisa menilai. Jaman pun berganti dan itu sudah lama berlalu, sang Penasehat Kerajaan di pilih dengan cara Raja itu sendiri. Ia harus arif dan bijaksana, harus bisa mengenali seseorang lewat mata secara psikologi.
PLAAKK!!
Sebuah majalah Vogue Italy di lempar Jared ke meja Valentino dan membuat Valentino terkejut. Valentino memutuskan bekerja dan tidak menghabiskan masa cutinya. Dengan bekerja adalah pengalihan dari luka akibat perpisahan itu. Walaupun seperti memikul beban berat di hatinya, Valentino harus menghilangkan perasaan yang dia sendiri, sulit menterjemahkan. Ada Rindu, ada luka yang menyakitkan dan itu berdampingan, yang membuatnya kehilangan sebuah Kebahagiaan, ia bahkan melupakan ambisinya.
"Wow-- Jared bertepuk tangan dengan tergelak --wanitamu di angkat menjadi Putri Mahkota oleh Raja Spanyol!" seketika wajah Valentino menegang mendengar perkataan Jared.
"Apa?!" dan Valentino tersentak hingga ia bangkit berdiri dan membuka lembar demi lembar majalah yang memuat berita itu.
"Hei! Bacanya nanti saja, para Investor dari Capetown sedang menuju ruang meeting! Gallardiev kita harus sampai duluan! Cepat! Jangan membuat usahaku sia sia! Susah payah aku membujuk mereka untuk datang! Cepat!" Jared membuat Valentino tergesa gesa dan ia merobek satu halaman yang ada foto Leyka terpampang dengan Mahkota di kepalanya. Valentino menyelipkannya ke dalam buku agendanya yang selalu ia bawa kemana mana selama ia rapat. Ia pun berlarian menuju ruang meeting, mengekor langkah kaki Jared.
Dan rapat membosankan terjadi, konsentrasi Valentino buyar, ia lebih asik memandang gambar Leyka yang ia sobek dari majalah Vogue yang diberikan Jared, artikel dari majalah yang memuat gambar Leyka dengan Mahkota di kepalanya, lalu ia memainkan pulpen yang ada ditangannya.
Dasar munafik! Gadis kejam! Kau akhirnya memilih Red Velvet! Kau tidak bisa menelan roti tanpa butter kan? Huhh.. Kau pikir enak Leyka? Rupanya kau tidak tahan dengan kehidupan di Barcelona! Apa kau tau? Aku mendatangimu ke Apartemen sempitmu! Dan kau tidak ada disana! Kau pembual! Kau menyebalkan! Kau pembohong! Kau munafik!! Tapi aku merindukan sentuhanmu, Leyka.. Shit.. Tidak.. Kau payah.. Aku membencimu! Kau mempermainkanku! Dasar siluman betina..
"Jadi Tuan Gallardiev, rancangan seperti apa sebaiknya untuk Capetown Town Square?" tanya salah satu Investor.
"Seperti ini saja, ini sangat cocok. Aku pernah membangunnya dengan kokoh" Valentino berniat menunjukan koleksi foto hasil rancangan gedung pencakar langit yang telah ia bangun selama ini, ia menyimpannya di buku agendanya, namun ia justru merentangkan sobekan gambar Leyka dari majalah. Ia melakukan kesalahan dan tidak fokus dengan rapat yang membosankan itu.
Dengan segala cara, Valentino akhirnya ke Barcelona, namun Leyka tidak pernah ada wujudnya. Kekecewaannya semakin menjadi saat itu, ia kembali dengan tangan kosong. Ada rasa penyesalan dalam hatinya, saat ia menolak memberikan ponselnya. Ternyata, melupakan bukanlah sesuatu yang mudah dan mengingat adalah sesuatu yang mudah dijalani. Valentino kini mengerti arti sebuah Kehilangan.
Semua terbahak seketika melihat sobekan gambar Leyka dari majalah yang ia corat coret, ternyata Valentino mengumpat kesal dalam hatinya dengan melingkari kedua mata Leyka, memberi kumis ala Mario Bros, dan memberi jenggot pada dagunya. Jared melotot kearah Valentino dan ia baru menyadari bahwa ia tanpa sengaja memperlihatkan gambar yang salah.
"Eh-ehmm... Maaf.. Maafkan Aku" dengan gugup Valentino mengambil foto hasil koleksi rancangannya lalu memberikannya kepada salah satu investor.
"Kau pasti membangunnya dengan kokoh, Mister Valentino" sindir salah satu investor dengan terbahak di ikuti yang lainnya. Wajah Valentino memerah karena malu, berbeda dengan wajah Jared yang menegang.
"Kau mengingatkan aku pada kekasihku dulu, aku pernah menggambar wajahnya seperti itu saat aku kesal, hanya saja aku menambahkan tompel di pipinya" mereka semua terbahak mendengar kelakar salah satu investor dan Valentino hanya mengembangkan senyumnya dengan terpaksa.
"Aku menyukaimu, anak muda. Mari kita langsung membuat kontraknya. Aku merindukan Istriku, karena kau mengingatkanku padanya" Mereka masih terbahak karena ulah Valentino, sementara Jared terlihat mengambil nafas dalam karena lega. Kontrak yang nyaris batal, kembali ia dapatkan.
Kau lihat Ley, bahkan kau masih saja membawa keberuntungan untukku. Walaupun hanya gambarmu, aku merasakan keberadaanmu. Aku akan menyimpannya.. Seandainya kau ada disini, aku langsung akan memelukmu dan mencumbumu di meja ini.. Shitt.. Apa yang ku pikirkan.. Mengapa aku berharap sesuatu yang tidak mungkin.. Aahh Leyka.. Kau pasti bahagia disana..
Akhirnya Valentino menambahkan tompel di pipi Leyka dan melipat secarik artikel itu dengan tersenyum penuh keharuan, di iringi tawa orang orang yang masih saja mentertawakannya. Valentino menyelipkan hasil karyanya itu di buku agendanya masih dengan wajah memerah, ia bertingkah semakin aneh dan itu bukan dirinya.
...*...
__ADS_1
"Apa kau akan membawanya ke Barcelona?" tanya seseorang yang berada di kamar Leyka.
Leyka masih memegangi Mahkota di pangkuannya, ia memandangi dengan lekat lekat. Ia membelainya perlahan. Mahkota bersusun tiga atau disebut Tiara, bertahtakan berlian berkilau dengan emas putih mengikat berlian yang disusun rapi oleh pembuatnya, sebuah masterpiece yang mengagumkan.
"Aku harus membawanya Manuella, aku tidak akan lari dari kodratku dan tapi aku tidak akan menjalani kodratku-- Nuella, apa kau telah menyimpan barang barangku dengan baik?" Manuella Lopez sahabat Leyka, hanya tersenyum mengangguk sambil mengaduk secangkir teh di genggamannya.
"Tentu saja, mobilku masih muat 4 koper lagi. Kemarin nyaris ketahuan saat kau melempar kopermu dari jendela, untungnya sopir yang setia pada Ayahmu dulu, membantuku-- Rencana kita nyaris gagal, Leyka" ujar Manuella dengan duduk di samping Leyka kemudian.
Leyka merencanakan pelarian, bersama Manuella, beberapa hari yang lalu ia di bantu Manuella diam diam memindahkan barang barang favoritnya ke beberapa kopernya, Leyka menurunkan koper itu satu persatu dan memindahkannya secara estafet di mobil Manuella. Rencana itu Leyka susun, Leyka akan menuruni balkon kemudian. Leyka akan menyusuri jalur hutan dan Manuella akan menunggunya di tempat yang hanya mereka yang tahu, tempat rahasia mereka berdua.
"Apa kau yakin akan ke Barcelona bersamaku?" tanya Leyka bangkit berdiri dan berjalan kearah koper terakhirnya, ia memasukkan Mahkotanya dikoper setelah sebelumnya meletakkan pada wadahnya. Ia menutupinya dengan beberapa pakaian kemudian.
"Hei, aku sudah mengatakan ribuan kali sejak di Universitas, aku akan bekerja di Barcelona. Aku akan meninggalkan Pulau ini. Aku menyukai metropolitan. Aku sudah mengatakan pada keluargaku akan merantau ke Barcelona, dengan atau tanpamu. Aku telah mengirim dataku ke beberapa perusahaan disana, dan aku ada wawancara disana" ujar Manuella sambil menyesap tehnya.
"Apa bunga mawarku layu? Awas sampai kau menghilangkannya"
"Tenang Tuan Putriku, semua berjalan lancar" ujar Manuella seraya meletakkan cangkir tehnya kemudian.
"Entah apa jadinya bila tidak ada dirimu Nuella-- airmata Leyka kembali menuruni pipinya --kau bahkan mengurus Apartemenku. Kau sudah memberitahukan kepada orang yang menempatinya, agar pergi. Kau sangat membantuku, Nuella. Kau sahabat terbaikku" Leyka menyeka airmatanya dengan senyum yang dipaksakan.
"Sst, jangan menangis. Aku benci melihatmu menangis. Karena caramu menangis sangat aneh" Manuella menghampiri Leyka dan turut duduk disebelah Leyka, pelukan Manuella seakan menguatkannya, rasanya ia ingin cepat menghilang dari neraka di mansionnya ini.
"Di Palma aku hanya punya dirimu dan keluargamu" Leyka mengurai pelukan itu dan Manuella membelai lembut rambut Leyka. Ia merasa kedekatannya dengan Leyka bukan hal yang biasa, kedekatan Leyka pada keluarganya seakan mengganti keluarga Leyka yang sebenarnya, tak heran bila Leyka dekat dengan Ibu dan Ayahnya serta kedua saudaranya.
"Kenapa kau semakin cengeng belakangan ini? Apa perutmu masih sakit? Ley, kita akan pergi dan kau membutuhkan banyak tenaga. Karena itu makanlah, jangan hanya makan cake red velvet" Leyka tersenyum mendengar cake red velvet yang sebenarnya, selama ini ia menggunakan cake itu sebagai istilah. Dan Leyka tiba tiba selalu memesan cake red velvet kepada pelayan untuk membuatkannya. Ia memakannya dan mengenang Valentino dalam setiap suapannya. Cinta yang bodoh! pikirnya.
"Ini koper terakhirku, jangan sampai kau tidak membawanya, Mahkotaku ada disini. Apapun yang terjadi koper ini harus keluar dari rumah ini, Nuella"
"Serahkan semua padaku, sopirmu akan membantu kita"
"Gracias Manuella" Leyka menutup kopernya dan menyematkan gembok pada resleting koper itu. Saat ingin bangun berdiri, dunia rasanya berputar dan Leyka tumbang terkulai dilantai yang dilapisi karpet. Manuella panik seketika.
"Penjagaaaaa! Panggil ambulance cepatt!" mendengar teriakan Manuella, penjaga membuka pintu dan berhamburan masuk ke dalam.
Satu orang penjaga menelepon ambulance, Manuella dan penjaga yang lain menggotong Leyka ke ranjangnya. Manuella sempat menendang koper itu hingga berada di bawah ranjang. Beruntung rumbai rumbai pada sprei ranjang Leyka hingga menyentuh lantai menutupinya.
"Apa yang terjadi? Kenapa Putriku?!" pekik Rosemary yang berlarian memasuki kamar Leyka.
"Leyka pingsan, Tante Rose. Dia tidak makan apapun dari kemarin. Bahkan sebelumnya dia tidak makan dua hari, dia jarang makan selama dua minggu ini! Tante, sangat keterlaluan mengurung Leyka seperti ini!" pekik Manuella berlarian menuju kotak obat yang ada di kamar mandi. Manuella mengambil alkohol medis dan beberapa helai tisu agar bau yang menusuk itu menyadarkan Leyka.
"Dia hanya mogok makan-- Pachitooo! Bangunlahh! Pachitol!!" Rosemarypun panik bukan kepalang, ia menyadari Putrinya terlihat begitu kurus.
"Leykaaa! Ooh tidak, dia pucat sekali!" seru Manuella mendekatkan tisu yang telah ditetesi alkohol dibawah hidung Leyka, namun Leyka belum bereaksi.
"Jaga Pachito aku akan berganti pakaian dan ikut kerumah sakit!" Rosemary sangat panik, ia tidak menyadari beberapa barang barang Leyka telah kosong tidak ada di tempatnya.
Dan ambulance datang beberapa saat kemudian dan membawa Leyka. Kepanikan itu di manfaatkan Manuella untuk menurunkan koper Leyka yang terakhir dari balkon, kemudian dibantu sang sopir kepercayaan Ayahnya, membawanya ke mobil Manuella.
Leyka mendengar suara suara itu menjauh perlahan, suara ambulance dan suara kecemasan Ibunya yang memanggil namanya dan tergantikan suara kereta api The Blue Train dengan jelas, peluit kereta itu, suara tawa Valentino dan sentuhannya memenuhi benaknya.
Val, Ingatlah saat salju turun pertama kali di Barcelona..
Leyka.. I Love you Pretoria.. I love you Leyka..
Val.. Aku mencintaimu.. Vaall...
...*...
"Vall...
__ADS_1
"Leykaa" Manuella.
"Pachito!" Rosemary.
"Vaaaalllll!!" Leyka membuka matanya dengan tersentak, airmatanya mengalir dari sudut matanya. Ia mengedarkan pandangannya, kamar putih itu dengan aroma khasnya. Ia telah berada di ranjang pasien. Leyka menyeka airmatanya, dan menegakkan sandaran tempat tidur dibantu Manuella.
"Kau ingin bersikeras ke Barcelona?" Leyka terdiam mendengar pertanyaan Rosemary yang terlihat sembab kedua matanya.
"Pachito Fernandez-- Rosemary menggenggam tangan Leyka yang terasa dingin, hatinya sesungguhnya teriris melihat putri satu satunya itu --Apa kau ingin meninggalkan Ibumu?" Rosemary beranjak dari tempat tidurnya dan duduk di samping Leyka kemudian memeluk Putrinya, ia mencium puncak kepala Leyka. Menghirup aroma yang sangat ia cintai namun seorang pria bernama Locki membekukan hatinya. Matanya terpejam dan memberi kehangatan bagi tubuh Putrinya yang begitu dingin.
"Apa Ibu mau meninggalkan Loco untukku?-- berapa lama Ibu tidak memelukku seperti ini"
"Pachito, Ibu sangat mencintaimu dan kau tau itu. Semua yang Ibu lakukan hanya demi kebaikanmu"
"Apa Ibu bisa meninggalkan Loco untukku?" Leyka mengulang pertanyaannya dan Rosemary mengurai pelukan itu.
"Maafkan Ibu karena Ibu serakah ingin memiliki kalian berdua" Rosemary menyeka lembut pipinya saat seorang Dokter memasuki ruangan itu.
"Nona Leyka, ini hasil pemeriksaannya. Anda harus banyak istirahat, Janinmu berkembang dengan baik, kami akan memberi vitamin agar janinmu tumbuh dengan sehat!" Leyka membulatkan matanya, dunianya seakan runtuh mendengarnya, jantungnya berdetak semakin cepat, hawa dingin menyeruak merayapi tubuhnya. Untuk sesaat ia menajamkan pendengarannya.
Rosemary dan Manuella menutup mulut mereka secara bersamaan. Mereka terkejut terlebih lagi Rosemary yang hampir menyerosot ke lantai dan beruntung Manuella dengan cepat memegang bahu Rosemary dan membawanya duduk kembali.
"Ini tidak mungkin, ini pasti kesalahan" ujar Rosemary dengan berurai airmata.
"Apa anda mau melakukan USG, kami mengujinya lebih dari satu kali. Kami tidak mungkin melakukan kesalahan" kata Dokter itu.
"Hahahaha... Aku hamil? Hahaha-- Leyka tertawa terbahak dengan hati yang hancur, ia tidak menyangka kenyataan ini, tawanya begitu keras dan berubah sumbang lalu terdengar parau --Aku ha-- hamil?? Hahaha-- Shhh.. Aku hamil, Val" kemudian ia berurai airmata, ia mendorong tubuhnya merebah dan memegangi perutnya.
"Iya Nona, usia kandungan anda berjalan 3 minggu-- Maaf aku permisi dulu, aku akan meminta perawat memberimu vitamin" Dokter itupun menyerahkan hasil diagnosa dan berlalu pergi.
"Pachito" Rosemary hanya menatap nanar wajah putrinya, ia tidak sanggup berkata apa apa lagi. Ia memegangi dadanya yang terguncang mendengar kabar ini.
"Hahaha-- 3 minggu! Shit! Ramuan pencegah kehamilan suku Xhosa tidak bekerja! Hahaha.. Kau bodoh, Val! Hahaha.. Shit!" Leyka terus tertawa dengan bercucuran airmata. Ia masih tidak percaya, ia mulai menghitung minggu demi minggu yang di laluinya bersama Valentino.
"Ramuan apa yang kau maksud?-- Manuella mendekati Leyka dan duduk di tepian ranjang --kau pernah mengatakan mengikuti festival Dewa Kesuburan dan meminum ramuan suku Xhosa! Leyka, setauku suku Xhosa tidak membuat ramuan pencegah kehamilan di acara lahirnya Dewa Kesuburan! Mereka akan terkena kutuk, itu pantangan bagi mereka. Leyka, yang kau minum saat itu adalah Ramuan Kesuburan! Itu penguat janin, Leyka! Seberapa lelahnya kau bahkan kau terjatuh sekalipun, janinmu akan baik baik saja! Itu ramuan yang sangat kuat di dunia bahkan Ratu Swedia pernah meminumnya!" Manuella menghembuskan nafasnya dengan kasar dan ia mengusap perut Leyka.
"Aku akan menjadi Ibu Baptisnya!" ujar Manuella lagi dan itu mengiris hati Leyka, ia mengingat 1 kebodohan dirinya dan Valentino, ia mendengus dengan tersenyum.
"Pachito, kau harus menikah. Kau tidak mungkin melahirkan bayi itu diluar nikah! Kau akan mencoreng keluarga Kerajaan. Kau baru saja di nobatkan menjadi Putri Mahkota! Atau kau ingin--
"Aku tidak akan membuangnya Ibu!" Rosemary terdiam seketika, saat Leyka memotong kata katanya, ia menghela nafas panjang, pikirannya semakin buntu.
Val, saat aku ingin menyelamatkan satu kehidupan, justru aku mendapatkan satu kehidupan yang tumbuh dalam tubuhku.. Ini Luarbiasa.. Val, aku mengandung anakmu.. Seandainya kau mau turun dari Kereta itu.. Saat ini kau pasti bersamaku.. Kau akan menggendongku dengan berputar putar.. dan aku akan menginjak kedua kakimu saat aku berjalan.. Fu*ck you, Val.. Shit.. Mengapa aku justru berharap yang tidak mungkin.. Shit..
-
-
-
kalau belom ada tulisan THE PRESENT DAY berarti cerita Leyka ke Train itu belom selesai.. sudahlaahh jo, so apa pangana ini, e do do e.. apa pulakk kau ini, baaahhhh.. eta teh naoonnn.. kau tanya saja pada koesplus atau anu yang bergoyang *bahasa campur aduk 🤣🤣
-
-
-
Diperkirakan 2 hari lagi, yaitu senin.. aku mau Pigenik 🤣 Dan kalian semuaaa sudah boleh Vote dan ngasih hadiah Poin Koin karena FLOTT sudah KONTRAK! Horeeyy 💐💐💐💐💐
__ADS_1