FORGOTTEN LOVE On The Train

FORGOTTEN LOVE On The Train
FINAL SEASON : Te Amo Más Que A Mi Vida


__ADS_3

Apartemen Golden


"Bicaralah santai saja denganku dan tidak perlu formil. Mungkin kau bisa menjadi tangan keduaku jika kau bisa di percaya" kata Pallazo dengan menegakkan kepalanya dan menyilangkan satu kakinya menumpukkan pada satu kakinya yang lain.


"Tangan kedua? Itu artinya menjadi orang kepercayaan mengurus segala sesuatunya" ujar Adda dengan tenang. Senyumnya mengulas tipis, Adda tentu sangat berpengalaman menangani wawancara dan mengatasi orang yang akan mempekerjakannya.


"Kau benar. Aku designer dan aku sangat sibuk. Aku menjadi bagian dari para designer Valentino Garavani. Putriku sangat membutuhkan pengasuh dan aku tidak punya siapapun disini, aku tidak mungkin selamanya tergantung pada Pedro-- Pallazo, meraih map yang tergeletak di meja dimana berisi tentang data pribadi Adda --ceritakan tentang dirimu dan apa hubunganmu dengan Pedro. Aku dengar kau saudara dari Putri Mahkota, itu artinya kau seorang bangsawan. Siapa nama Putri Mahkota yang menjadi saudaramu?" tanya Pallazo seraya membuka map dan membaca data pribadi Adda dengan cermat. Ia pura pura bertanya padahal Pedro telah mengatakan sebelumnya bahwa Adda adalah saudari dari sepupunya yaitu Leyka Paquito.


"Pedro dan aku hanya berkawan baik. Aku mengenalnya dari kecil saat Bibi Rosemary mengajakku berlibur ke Barcelona sesekali. Mengenai Putri Mahkota-- Bukankah.. Ehm, Pedro telah mengatakannya bahwa kau tidak boleh mengganggunya?-- Perdonami (maafkan aku), aku tidak sengaja mendengar pertikaian kalian tadi" kata Adda seraya menggaruk hidungnya yang tak gatal. Ia merasa sedikit gugup ketika melihat Pallazo yang sedang menundukkan pandangannya membaca data pribadinya, sontak Pallazo mengangkat kepala dan melemparkan pandangan kearahnya.


"Kau-- Pallazo menghela nafas panjang lalu mendengus kasar --Dasar orang Spanyol. Kenapa kalian selalu saja mencuri dengar pembicaraan orang? Sejak kapan kau mendengarkan pembicaraan kami?" tanya Pallazo seraya meletakan map di pangkuannya kemudian menyandarkan tubuhnya dengan santai di sofa.


"Sejak Pria Arogan itu memecahkan sesuatu ke arah dinding. Siapapun yang melewati lorong ini pasti mendengarnya, terlebih lagi mendengar pertikaian dalam keadaan pintu terbuka" ujar Adda dengan wajah kuatir, namun ia tetap menegakkan kepalanya sejurus pandangan matanya menatap lurus wanita cantik dihadapannya, tanpa melirik ke kiri ataupun ke kanan.


"Hmmpht-- Jadi kau tau Valentino Gallardiev?" tanya Pallazo tersenyum dengan mengulas satu sudut bibirnya.


"Aku pertama bertemu dengannya di sebuah kedai ice cream bersama putranya di Palma de Mallorca. Awalnya aku tidak tau siapa dia. Aku mencoba menggodanya dan ternyata, dia adalah suami sepupu tiriku dari keluarga Manuello Felipe. Dia tampan kan? Semua wanita pasti mengakuinya" kata Adda memberanikan dirinya.


"Sepupu tiri?" tanya Pallazo dengan mendengus lagi.


"Bila dilihat secara silsilah, aku bukan bangsawan. Abuella (nenek) Aurora menikah dengan turis berkebangsaan Polandia dan lahirlah Ibu ku, mereka berpisah dan Abuella Aurora dinikahi seorang bangsawan yang bergelar Felipe lalu lahirlah Bibi Rosemary, Ibu dari Leyka Paquito. Keluarga kerajaan Manuello Felipe, mengangkat Ibuku menjadi anak dan memberikan gelarnya Ursula Felipe tapi Ibuku memilih ke Polandia saat itu. Hubunganku cukup baik dengan Bibi Rosemary, dia idolaku. Dia sangat menyayangiku, dia sangat baik hati kepadaku. Dia pemilik butik kenamaan yang tersebar di seluruh penjuru dunia" kata Adda dengan jelas hingga Pallazo menegakkan tubuhnya lalu menautkan kedua jemari tangannya.


"Apa namanya?" tanya Pallazo sangat tertarik dan rasa penasaran serasa memburunya hingga ia mengerutkan alisnya.


"Butik La Rose adalah butik Tia (Bibi) Rosemary" jawab Adda dengan jelas. Ia menduga Pallazo mengetahui sesuatu tentang Bibinya, Rosemary.


Shitttt... Ini tidak mungkin.. La Rose.. Lama sekali aku ingin bertemu dengan pemiliknya.. Dia pemesan terbesar dari brand Valentino Garavani.. Dia wanita tangguh yang sangat menguasai bisnis fashion.. Shitttt.. Dan dia Ibunya Leyka.. Shitt.. Aku merasa.. Aku kalah sebelum bertarung..


"Apa aku salah bicara-- Hola Signora (halo nyonya)" Adda melambaikan tangannya di depan wajah yang berseberangan dengan dirinya dan membuyarkan lamunan Pallazo seketika.


"Tid.. Tidak.. Kau tidak salah bicara-- Baiklah, aku menerimamu menjadi pengasuh Putriku, aku akan memberikan kontrak yang berisi gajimu dan tugas apa saja yang harus kau lakukan untuk menjaga Putriku. Dia memiliki riwayat kesehatan yang kurang baik" kata Pallazo membuat mata Adda berbinar.


"Yang kurang baik?" tanya Adda saat Pallazo menyodorkan sebuah kontrak dan beberapa lembar tugas yang harus ia lakukan saat menjadi pengasuh profesional beserta rincian gaji yang akan ia terima.


Shitt.. Dia membayarku sebesar ini.. Apa tujuannya. Batin ada saat melihat digit angka pada selembar kontrak kerja, matanya membulat melihat pendapatannya melebihi pendapatannya saat ia bekerja di Kedubes Italy.


"Si, sewaktu waktu bisa kambuh dan aku akan memberikan catatan medis, apa saja yang harus kau lakukan saat penyakit Putriku kambuh" kata Pallazo menyiapkan pena dan ia meletakkan map yang berisi data Adda di meja setelah sekilas membacanya.


"Ini sangat besar" desis Adda masih terpana menatap digit angka pada surat kontrak itu.


"Karena tanggung jawabmu sangat besar. Dan Gallardiev yang membayarnya, jangan kuatir. Putriku adalah Putri dari Valentino Gallardiev" ujar Pallazo membuat mata Adda semakin membulat.


"Benarkah?? Apakah Leyka mengetahuinya?" tanya Adda dengan sejumput keterkejutannya.


"Leyka mengetahuinya. Tapi sepertinya, Valentino tidak mengetahuinya jika Leyka sudah tahu keberadaan Miu" kata Pallazo mengulurkan telapak tangannya kearah pena yang di genggamnya, meminta agar pena itu dikembalikan secepatnya. Adda membuka bagian terakhir pada isi kontrak kerjanya agar ia bisa buru - buru menandatangani kontrak tanpa membacanya.


"Pantas mereka akan makan malam hari ini. Mungkin Valentino akan menceritakan tentang Putrimu pada Leyka dan Putranya. Tia Rosemary mengajak Leyka ke butik untuk memilih gaun-- Hmmpht, bagaimana Leyka bisa mengetahuinya?" tanya Adda menuliskan namanya terlebih dahulu sebelum ia membubuhkan tanda tangannya.


"Aku mengirim Leyka sebuah foto tujuh tahun yang lalu setelah Miu lahir" jawab Pallazo dan untuk sesaat Adda membeliakkan matanya hingga ia menghentikan pena Pallazo yang di pinjamkan kepadanya.


Shittt... Wanita ini berbahaya.. Aku harus berhati hati. Adda.


"Saat itu Leyka mengandung Putranya. Itu artinya mereka berdua lahir di tahun yang sama. Dan itu artinya delapan tahun yang lalu kalian mengandung secara bersamaan" ujar Guaddalupe seraya meneruskan menulis namanya dan justru Pallazo terdengar terkekeh, entah apa yang ada dipikirkannya. Sekilas Adda berpikir kalimat mana yang lucu dan membuat calon majikannya itu tertawa.


"Kau benar. Tapi aku tidak tahu jika Leyka Paquito mengandung putra Gallardiev. Bahkan Gallardiev baru saja mengetahuinya setelah di Barcelona" ujar Pallazo kemudian.


"Apa tujuanmu saat itu? Mengapa kau tega melakukannya?" tanya Adda mengernyitkan alisnya.


"Aku tega? Tentu saja semua demi Putriku. Aku tidak mau Leyka mengganggu Gallardiev dan menyingkirkan Miu. Karena, selama delapan tahun setelah mereka berpisah isi kepala Gallardiev hanya Leyka, Leyka, Leyka dan Leyka!" Adda menghentikan pena yang menari diatas kertas putih, pikirannya sangat kacau dengan sikap Pallazo yang sangat mengejutkannya.

__ADS_1


"Mengapa kau menceritakannya padaku?" tanya Adda masih menggenggam pena ditangannya.


"Karena aku tahu kau tidak menyukai Leyka" tutur Pallazo seraya bangkit berdiri dan berjalan kearah lemari kaca yang berisi beberapa botol minuman.


Pallazo mengeluarkan satu botol white wine atau anggur putih dengan cita rasa yang ringan dan itu cocok dinikmati di siang hari, apalagi di musim gugur yang cenderung berhawa dingin di Eropa. Setelah itu ia mengambil dua gelas wine masih dari tempat yang sama lalu ia berjalan kembali menghampiri Guaddalupe yang langsung menandatangani surat kontrak kerja itu.


"Aku tidak menyukainya? Siapa yang mengatakannya?" tanya Adda mengulas satu sudut bibirnya dan meletakkan pena kemudian ia kembali menegakkan tubuhnya.


"Aku bisa melihat api cemburu di matamu" kata Pallazo menuang wine ke dalam gelas lalu mengulurkannya kepada Adda, kemudian ia menuang untuk dirinya sendiri lalu Pallazo kembali duduk dengan gelas wine ditangannya.


"Hmmm-- Jadi begitu?" ujar Adda menerima white wine yang terulur kearahnya lalu menyesapnya berlahan - lahan.


"Si-- Ngomong - ngomong. Apa kau tahu mereka akan makan malam dimana?" Adda terdiam mendengar pertanyaan itu. Ia berpikir keras. apakah ia wajib menjawabnya atau tidak.


"Aku bisa memotong gajimu jika kau tidak menjawabnya. Kau terlalu terburu - buru menandatangani kontraknya tanpa kau baca terlebih dahulu-- Bahwa aku boleh memotong gajimu setengahnya bila kau membuat kesalahan pada majikanmu. Bukankah tidak menjawab bisa aku jadikan alasan bahwa itu sebuah kesalahan?" tutur Pallazo seraya menggoyangkan gelas wine lalu menyesapnya.


Shitt.. Dia menjebakku.. Dia benar benar licik.. Tapi aku membutuhkan pekerjaan ini. Adda.


"Hotel W di pinggir dermaga di pusat kota Barcelona. Aku harap kau tidak melakukan sesuatu yang bodoh. Aku tidak bisa membayangkan kemarahan Valentino jika kau menganggunya. Pantas saja Pedro memberi peringatan kepadamu-- Ehm, jadi mulai kapan aku bisa memulai bekerja?" Adda kembali menyesap white wine lalu meletakkannya di meja, ia menyisakan setengahnya dan bersiap pergi.


"Tentu saja Gallardiev tidak akan meluapkan kemarahannya. Aku sangat mencintainya dan Putriku mencarinya-- kau bisa membawa barang - barangmu besok dan mulai bekerja" ujar Pallazo seraya meneguk white wine tanpa sisa lalu meletakkan gelasnya diatas meja. Ia kembali menyilangkan kedua kakinya dan menumpuknya dengan sangat anggun.


"Baiklah, Grazie. Aku pamit" ujar Adda seraya bangkit berdiri.


"Menurutmu apakah aku salah dalam hal ini? Apakah salah aku mencintai Gallardiev seperti kau juga jatuh cinta kepadanya? Apakah aku harus menyerah seperti dirimu?" pertanyaan Pallazo serasa menampar Adda. Ada makna ancaman di dalamnya agar Adda menjauh dan tidak mengganggu Valentino.


"Cinta harus di perjuangkan hingga liang lahat jika Cinta itu berpihak kepadamu. Permisi" ujar Adda sangat hati - hati menjawab pertanyaan yang mengujinya. Adda berjalan beberapa langkah menjauh dan Pallazo kembali menghentikan langkahnya.


"Bukankah Cinta bisa datang karena terbiasa?" tanya Pallazo dengan tatapan tajam, sesaat Adda menoleh dengan tersenyum manis.


"Menurutku itu hanya sebuah pemaksaan kehendak pribadi. Karena jika datang karena terbiasa mengapa Gallardiev masih saja memikirkan Leyka dan tidak terbiasa denganmu, bahkan melihat cintamu Signora (nyonya; Italy)?" tanya Adda dan Pallazo terdiam. Sesaat mereka saling pandang dan saling mencerna dengan pikiran mereka masing - masing.


"Grazie" dan Addapun berlalu dengan senyum manisnya lalu menghilang dengan sekejap dengan dengusan saat ia perlahan lahan menjauh meninggalkan Apartemen Pallazo di Distrik Golden.


Wanita itu tidak mudah di takhlukan.. Leyka, wanita itu akan mendatangkan masalah untukmu.. Apakah kau siap? Hahaha.. Ini akan sangat keren Leyka.. Adda.


-


-


-


Hotel W Barcelona



Entah berapa lama Valentino mendekap Leyka di tepian balkon yang menghadap ke birunya lautan lepas dari kamar Hotel W Barcelona. Jemari tangannya menekan kepala Leyka sangat kuat, hingga wajah cantik istrimya itu tenggelam seluruhnya ke dalam dadanya. Jemari tangannya yang kasar dengan guratan otot - ototnya, memperlihatkan betapa kerasnya kehidupan menghantamnya dan cukup menggambarkan bagaimana Valentino selama ini menghabiskan waktunya dengan bekerja keras, untuk melupakan kenangan yang begitu menyiksa selama delapan tahun lamanya.


Valentino berlari dengan belati yang menikam dalam hatinya, luka itu mengering menghilang tanpa bekas setelah ia tahu kenyataan demi kenyataan yang terjadi pada Leyka di Barcelona. Dalam hatinya ia bersumpah tidak akan pernah menyakiti Leyka dan akan terus berada di sisinya dengan memboyong keluarga kecilnya ke Italy. Mata Valentino terpejam saat menghirup dalam puncak kepala Leyka yang tidak pernah berubah aromanya. Ingatannya kembali berputar pada perkataan Leyka beberapa saat yang lalu dan itu cukup menamparnya.


Aku tidak ingin mendengar namanya lagi!


Cukup sekali dan tidak boleh terulang lagi apa yang dia lakukan padaku!


Berhentilah menyakitiku dengan keberadaannya di hidupmu!


Jika dia masih berada di dalam hidupmu! Enyahlah kau bersamanya! Karena aku tidak ingin melihat kalian seujung kukupun!


Demi Train! Demi Munequita yang kini ada di rahimku! Aku tidak akan pernah mau bersinggungan dengannya!

__ADS_1


Karena apa yang dia lakukan padaku-- lebih dari cukup Val! Lebih dari cukup, aku bersumpah!


....Lebih dari cukup, aku bersumpah


"Ley, apa kau ingat saat kita di Barn kebun anggur di Pretoria? Kau ingat apa yang kau katakan?" tanya Valentino semakin membenamkan wajahnya di puncak kepala Leyka yang rambutnya terberai karena desau angin laut begitu kencang, Valentino pun semakin mengetatkan pelukannya. Memakai trik Putranya, bertanya dengan berputar - putar, Valentino mencoba mengungkapkan kejadian demi kejadian yang ia alami.


Tentu saja aku ingat.. Yaitu menyelamatkan satu jiwa, satu kehidupan.. Maka ditanah itu, kau tidak akan mendapatkan kutukan.. Aku tahu arah pembicaraanmu mengarah pada Miu.. Dan aku tidak ingin mendengarnya! Tidak.. Jangan pernah merusak kebahagiaanku, Rebecca.. Tidak akan aku biarkan..


"Mi amor? Apa kau ingat?" Valentino mengulang pertanyaannya dan memastikan Leyka mendengarnya.


"Tentang menyelamatkan satu kehidupan dan aku tidak mau membahasnya, karena itu sudah lama berlalu" ujar Leyka seraya beringsut dari dekapan Valentino dan berniat berjalan menjauh memasuki kamar.


Namun baru dua langkah menjauh, tangan Valentino terlalu cepat menangkap pergelangan tangan Leyka dan menarik pinggangnya kembali ke dalam rengkuhan Valentino. Pelukan yang begitu eratnya hingga Leyka tak mampu untuk meronta.



Setajam mata Valentino yang menguncinya selemah itu juga Leyka tak mampu menghindari bola mata biru itu karena tangan kekar Valentino menahan rahangnya kemudian menyapu pipinya dengan penuh kelembutan. Leyka kembali terbuai oleh sikap Valentino.


"Leyka.. Bagaimana bila satu kehidupan terlahir untuk menyelamatkan satu kehidupan yang lain.. Bagaimana jika satu kehidupan itu adalah aku?" mata Leyka menatap nanar mata Valentino yang telah semburat kemerahan.


Dada Leyka bergemuruh, ia merasakan sesuatu yang janggal, ketakutan menyerbunya, kecemasan menyergapnya. Jutaan tanya menghantui pikirannya, mulutnya terkunci melihat kegetiran terlihat jelas di wajah Valentino. Leyka terdiam tak sanggup mengatakan sepatah katapun.


Val.. Apa.. Apa yang terjadi denganmu.. Apa yang terjadi delapan tahun yang lalu di Italy.. Val.. Kau membuatku takut. Batin Leyka dalam hatinya.


"Aku sangat mencintaimu, Leyka.. Hanya kau yang selalu ada di pikiranku.. Hanya kenangan kita yang mengisi hari hariku.. Tidak ada siapapun di dalam hidupku.. Hanya kau Leyka, satu satunya wanita yang aku cintai. Tidak ada siapapun Leyka.. Tidak ada siapapun.. Setelah kau berdiri dihadapanku malam itu, saat kau mabuk dan memeluk pohon.. Aku bersumpah untuk selalu berada disisimu.. Saat kau bersama Damian, aku ingin membawamu menghilang dari Barcelona bersama Train tak perduli siapa Ayahnya.. Saat aku tahu dia Putraku.. Aku menyingkirkan siapapun.. Siapapun Leyka.. Tak terpeduli orang itu adalah orang yang terpenting di dalam hidupku" tutur Valentino seraya membenamkan sebagian wajahnya di puncak kepala Leyka untuk menutupi matanya yang telah semburat kemerahan.


"Val-- Apakah itu Miu dan Rebecca?" lanjut Leyka dalam hatinya. Leyka terkesima melihat kesungguhan itu dan ia terus terpana oleh setiap penuturan Valentino yang begitu lembut namun penuh penekanan di setiap katanya.


"Hanya kau yang aku inginkan, Leyka.. Hanya kau, Mi Amor. Te quiero.. Te amo más que a mi vida (aku mencintaimu.. aku mencintaimu melebihi hidupku)" kata Valentino nyaris berbisik.


Hanya suara angin laut di pesisir Barcelona di indahnya musim gugur yang terdengar berbisik - bisik merayu hingga memicu gelombang asmara yang perlahan menghempaskan Leyka ke dalam tubir lautan. Pancaran mata Valentino membuatnya tenggelam mana kala kedua telapak tangan kekar itu menangkup di kedua pipinya.



Sesaat Leyka menatap mata itu dengan degub jantungnya yang kian bertaluh - taluh. Perlahan Leyka mengurai kedua tangan Valentino yang menangkup di pipinya lalu membuangnya kearah samping, kemudian Leyka mengalungkan kedua tangannya di leher kokoh Valentino seiring kedua kakinya berjinjit, seiring tangannya meremas rambut hitam ikal ciri khas pria Italy.


"Hanya kau yang ada dihatiku, Val" bisik Leyka nyaris tak terdengar.


Leyka mendorong wajahnya kearah aroma nafas maskulin yang menyeruak lalu ia memiringkan wajahnya, kemudian Leyka memejamkan kedua matanya dan melu*mat bibir Valentino yang dikelilingi bulu - bulu kasar. Tangannya yang lembut mulai merayapi bulu kasar di rahang Valentino seiring liarnya bibir manisnya mema*gut lembut menerobos mulut Valentino yang masih kelu lidahnya. Kemudian Valentino membalasnya, membalas lebih dari yang Leyka lakukan.


-


-


-


Dasar ya wanita selalu lemah dan gampang meleleeehhhhh (sambil ngibasin rambut di depan kaca) 🤣🤣🤣


Jeda dulu ya.. biar alurnya menyatu menuju kehancuran wkwkkwkw (hobi bgt nyeremin orang) 🤣.. maklum aku dulu adalah penulis naskah skenario juga sebenernya, kuliahku dl juga sastra, seni peran dan penyutradaraan jadi udah pasti nyusun alur yang menggemaskan adalah keahlianku 🤣 *sombong dikit ya


dan kesombonganku ini berharga vote ama kopi wkwkkwkwk ngangkaa*ang.. ehh ngakak 🤣🤣.. mana ada kaya gitu thor thor.. sombong aja ada harganya wkwkkwkw.. maaf lg kumat ini 🤣🤣



ternyata susah ya ngetik setelah jemariku terblender beberapa hari yg lalu.. 3 jahitan karena mata blender juice lumayan mengoyak daging dan tembus tulang.. akhirnya penderitaanku justru disaat ce*bok.. syusyah..🤣


aku udah share ya di IG @authorgendeng knp lama ga up.


Baiklah aku coba ngetik pake Hp ya Bosqyu.. Maaf kalau ada salah kata atau pengulangan kata.. Ditunggu loh Vote n Kopinya 🤣 (malak ampe dua kali) 🤣

__ADS_1


__ADS_2