
Train berlarian dan meletakan kunci di ruang keamanan yaitu ke tempat semula saat ia diam diam mengikuti Mommy dan Daddynya. Train melihat Valentino mengambilnya kunci dari ruang keamanan dan membuka gudang di Basement. Kelalaian Valentino yang tidak mencabut kunci digunakan Train untuk 'memasukan Valentino dan Leyka ke botol kecap' setidaknya itu yang Train ingat, ketika Torres mengatakannya. Train merekam perkataan Torres saat itu.
"Kalian tidak bisa kemana mana-- kalian akan berada di dalam botol kecap selamanya. Jadi, kalian bisa akrab! Yeaayy" gumam Train tanpa pikir panjang kemudian berlarian kembali ke arah kelasnya.
Sementara Valentino dan Leyka mengendap ngendap mencari sebuah sumber suara di gudang sebelah, yang sangat mengganggu mereka. Perlahan lahan mereka melangkahkan kaki menuju sumber suara rintihan yang membuat mereka berdebar debar.
Hingga mereka tiba di sebuah pintu kaca reflektif atau one way glass (kaca stopsol) karena hanya terlihat transparan dari satu sisi saja. Sisi lainnya terlihat seperti cermin biasa. Ada lima gudang yang saling terkoneksi dan hanya di sekat oleh pintu kaca reflektif. Ruangan itu penuh loker karyawan. Loker loker itu berada di lantai satu, sebelum Sekolah Esperanza pindah ke Gedung Locomitive Machine.
Dan sebuah pemandangan ero*tis terlihat dari balik kaca refleksi berwarna hitam. Seorang pria berperut buncit dan seorang wanita setengah baya, tela*njang bulat. Valentino dan Leyka bisa melihat mereka dengan jelas dari balik kaca reflektif namun pasangan yang sedang bercinta itu tidak bisa melihat Valentino dan Leyka.
Wanita itu tidur di meja dan sang Pria berdiri dengan melesakkan miliknya kedalam are*a in*tim dan memacunya dalam penyatuan, gerakan pinggul pria itu maju mundur dengan konstan dan kedua tangannya mencengkeram kedua lutut wanita itu yang membentang dengan kaki menekuk keatas. Wanita itu terus merin*tih rin*tih. Saat mereka melihatnya, Pria itu tengah menghi*sap puncak buah dada Wanita itu sambil memacunya cepat. Nafas mereka berlarian menikmati aktifitas itu.
Melihat pemandangan itu Valentino dan Leyka membulatkan matanya, dengan wajah menegang, dengan keringkat bercucuran dan dengan keterkejutan mereka.
"Aa--- Leyka nyaris menjerit dan Valentino yang berada satu langkah di depan Leyka, dengan sigap Valentino membalikkan tubuhnya kearah Leyka, ia memunggungi pasangan yang tengah ber*cinta dan tubuhnya yang besar itu mampu menutupi pandangan Leyka. Valentino buru buru menekan punggung Leyka hingga kedua tangan Leyka menekuk keatas dan mendarat di dada Valentino, lalu membungkam mulutnya.
Aahhh Ohhh.. Aaahh.. Yeaahh.. Aaahhh..
Lucy.. Aaahhh.. Lucyy.. Oohhh.. Kau cantik sekali Lucy.. Oohhh.. Nikmat sekali Lucy..
"Ssh.. Shhh.. Shhh.. Diamlah il mio amore (cintaku; Italy)" bisik Valentino dengan menundukan kepalanya kearah wajah Leyka dan mata biru keabu abuan itu membekukan tatapan kedua bola mata mereka. Sikap Valentino menambah ketegangan diantara mereka. Hembusan nafas mereka yang saling menerpa di wajah mereka dan terasa panas.
Aahhh Ohhh.. Aaahh.. Noooo.. Aaahhh.. Roberto Fast*er.. Aaaahhh
Rin*tihan wanita itu membuat Leyka memiringkan kepalanya, dan melihat kearah pasangan itu. Ia merasa penasaran dan matanya kembali membulat saat Pria itu mere*mass buah dada wanita itu. Valentino menoleh sesaat lalu kembali mengungkung Leyka. Detak jantung mereka melonjak lonjak, adrenalin mereka terpacu melihat adegan itu. Valentino menelan salivanya, dan Leyka menggigit bibirnya sambil mere*mas dada Valentino saat pasangan itu mencapai titik puncaknya.
Aaaahh.. Lucy.. Ohhhh.. Lucy..
Roberto.. Robertoo.. Aaahhh.. Im coming.. Aaahh.. Yeaahh.. Ohhh cepatlah... Aaahhh
Aaaaarghh
Wanita itu terkulai seiring tangan Leyka berhenti mere*mas dada Valentino. Nafas mereka tersengal seakan mereka merasakan kelegaan. Perlahan Valentino mendorong tubuh Leyka karena kaki Leyka seakan lemas melihat adegan secara langsung di depan matanya.
"Kita.. Kita harus pergi dari tempat ini-- apa tidak ada pintu lain?" bisik Leyka dengan nafas tersengal, ia mengurai pelukan Valentino dan melangkah menjauh. Namun semakin Leyka menjauh kaki Valentino terus melangkah mendekat.
"Val-- menjauhlah" bisik Leyka hingga ia mencapai pintu dimana Train menguncinya.
"Aku tidak bisa mengendalikan kakiku" bisik Valentino dengan nafas memburu.
"Nghh-- Ehm.. Kita-- kita sebaiknya pergi Val. Kepala Sekolah.. Pasti mencariku.. I-ini ini di sekolah" Leyka menahan perut Valentino agar memberi jarak, Leyka semakin berdebar debar melihat Valentino terus menatapnya tanpa berkedip.
"Mengapa tubuhmu panas Miss Leyka?" tanya Valentino dengan berbisik, saat Valentino tersenyum sambil membelai pundak hingga tangan lalu meraih lembut jemari tangan Leyka.
"Uhm.. Itu.. Tubuhmu juga.. Shh.. Panas Val.. Aku.. Aku-- dan Leyka tak mampu mengatakan apapun saat Valentino menciumi jemarinya dengan menggesekan bulu bulu kasar disekitar mulutnya.
"Tubuhmu menginginkanku-- mengapa kau masih menahannya-- AKU MENGINGINKANMU, Miss Leyka" Valentino menyusupkan tangannya di pinggang Leyka dan merengkuh kearahnya hingga kaki Leyka berjinjit.
Ohh Shittt.. Dia suamiku selayaknya aku melayaninya kan.. Atau ehm.. Aku juga sebenarnya menginginkannya. Batin Leyka mulai tak beraturan detak jantungnya.
"Itu.. Itu tidak.. Benar.. Ak..aku.. Mau pergi dari sini" bisik Leyka dengan terbata bata. Valentino mengarahkan tangan Leyka agar melingkar di pundaknya. Nafas mereka begitu memanas.
"Iya kita akan pergi dari sini-- Kemana kita akan pergi Miss Leyka?" bisik Valentino sambil menggesekan hidungnya ditelinga Leyka lalu memandangi wajahnya dengan sorot mata yang begitu meruntuhkan.
"Ak.. Aku akan kembali ke ruanganku" seiring Valentino memiringkan wajahnya, saat itu jugalah pintu kaca reflektif terdengar bergeser. Seketika itu juga Valentino dan Leyka menjauhkan dirinya. Leyka terduduk dan memegangi kaki meja dan Valentino berdiri dengan bersedekap.
"Senor? Ekh.. Ehm.. Anda disini?" laki laki yang menggunakan seragam keamanan itu mendadak pias dan wanita yang dipanggil Lucy tak kalah pias. Mereka membulatkan matanya saat melihat Valentino dan Leyka.
"Kaki meja ini masih bagus, aku pilih yang ini saja" kata Leyka pura pura memeriksa kaki meja dengan mengatur nafasnya lalu ia bangkit berdiri.
Wanita Siluman.. Pandai juga kau berakting.. Shiitt.. Dia memang tidak menginginkanku, dia benar benar bersikap biasa saja setelah apa yang terjadi. Batin Valentino kesal.
"Apa tugasmu berada di dalam gudang?" tanya Valentino dengan wajah dinginnya. Ia merasa terganggu dengan kehadiran petugas keamanan dan wanita di sisinya saat akan mencium Leyka.
Aku hampir mencium istriku dan kalian datang! Kalian sudah enak enakan di gudang sementara aku masih belum apa apa.. Shittt. Gerutu Valentino dalam hatinya.
"Seharusnya menjaga Basement, Senor,.. Tapi... Tadi ada.. ada.. suara dan aku mencari.. Ehm, tikus, Senor" ujar petugas itu dengan menyeka keningnya yang semakin berkeringat.
"Bukankah kau penjaga cafetaria?" tanya Leyka kemudian.
"Si Miss Leyka. Aku.. Aku mengantar kopi untuk Roberto" jawab Lucy dengan gugup.
"Sejak kapan kopi bisa diantar?" Leyka mengerutkan alisnya ke arah Valentino.
"Sejak 'tikus' itu masuk kedalam roknya! Cepat buka pintunya! Aku yakin kau memiliki kunci cadangan!" seru Valentino sambil menunjuk tikus di pang*kal paha laki laki itu yang dipanggil Roberto dan rok yang dikenakan Lucy. Leyka memalingkan wajahnya dan menahan tawanya.
"Ba-baik Senor!" Roberto pun segera bergegas, membuka pintunya, Valentino dan Leyka segera bergegas keluar dari Basement. Valentino mengambil inhale dari saku jasnya lalu ia menghirupnya. Leyka cemas seketika.
"Apa kau baik baik saja?" tanya Leyka dengan nada kuatir.
"Aku baik baik saja. Tenanglah" jawab Valentino dengan dingin dan Leyka diam diam semakin kuatir, saat melihat senyum tipis Valentino.
__ADS_1
"Aku membutuhkan dua meja dan 10 kursi. Aku minta di antar ke lantai tujuh setelah kelas kosong. Dan aku minta gudang paling depan di kosongkan, pindahkan ke gudang belakang agar tidak ada tikus disana" kata Leyka sambil berlalu mengikuti langkah Valentino yang terus menghirup inhale ditangannya. Sementara Roberto dan Lucy hanya diam menunduk, sambil menyeka kening mereka masing masing.
"Lucy, sepertinya kita harus mencari tempat bambam yang lain" bisik Roberto dan Lucy mengangguk saja. Bambam adalah istilah atau bahasa trend di India yang berarti berse*tubuh atau berhubu*ngan badan, mengingat wajah Roberto berprofil laki laki dari India dan memang benar adanya, Roberto adalah petugas keamanan yang berwarga negara India namun merantau ke Spanyol.
-
-
-
Dan mereka kembali ke ruangan masing masing, Valentino di lantai sepuluh dan Leyka di lantai tujuh. Kejadian di Basement membuat mereka gelisah, mereka masih terbayang bayang dengan ulah petugas keamanan dan penjaga cafetaria, yang melakukan hubungan in*tim di gudang Basement. Mereka resah, kerja tidak fokus dan justru lama kelaman mereka sakit kepala.
Leyka menitipkan Train pada Margareth, agar memberitahunya bahwa Leyka telah pulang terlebih dahulu dan memastikan Train naik bus kuning, bus Sekolah Esperanza. Leyka akan mengusir penatnya dengan berbelanja, ia perlu meredamkan hasratnya yang terpicu kejadian di Basement.
"Istrimu aku tegur diam saja. Dia seperti zombie. Sepertinya ada yang ia pikirkan sampai lupa tersenyum" ujar Torres saat memasuki ruangan Valentino di lantai 10 dengan beberapa berkas di tangannya.
"Kau bertemu dengannya dimana?" kata Valentino dengan lesu.
"Di parkiran-- Aku dari proyek sebelah menurut kepala proyek, ada crane yang rusak. Kita perlu menggantinya" kata Torres sambil meletakan berkas di meja Valentino.
"Di parkiran?!" Valentinopun sontak bangkit berdiri dan menyambar jasnya lalu berjalan menuju pintu keluar.
"Ia dia sepertinya pulang lebih awal" imbuh Torres lagi dengan kebingungan.
"Jared pastikan Putraku pulang dengan bus sekolahnya! Temui Putraku, katakan aku pulang lebih awal, aku menunggunya di Double P" kata Valentino berlalu begitu saja.
"Hahaha-- Baiklah! Kejar dan puaskan Istrimu!" kata Jared dengan terbahak. Sudah pasti Jared menjadi tempat berkeluh kesahnya tentang sikap Leyka yang dingin dan kejadian di Basement.
"Apa ada yang aku lewatkan?" tanya Torres dan Jared bercerita dengan disertai kelakarnya.
"Aku yakin-- Gallardiev yang akan dicekik dengan pahanya! Wanita Siluman itu akan menjadi buas!" kata Jared terbahak setelah bercerita kejadian di Basement kepada Torres.
"Itu tidak akan pernah terjadi! Aku yang akan mencekiknya dengan pahaku!-- Sesaat Valentino kembali dan mengejutkan keduanya, ia berdiri diambang pintu dengan merentangkan satu tangannya dan meminta kunci mobil yang berada di tangan Torres--Mana kunci mobilnya! Shittt! Aku lupa! Cepat berikan padaku!" Torrespun melemparkannya lalu Valentino menangkapnya.
"Aku bertaruh kau yang akan tercekik!" kata Torres dengan terbahak dan Valentino berlalu begitu saja, tak perduli apa kelakar rekan rekannya. Valentinopun berlarian menyusul Leyka ke sebuah supermarket, dimana ia mendapatkan pemberitahuan dari Bank melalui pesan di ponselnya, bahwa Leyka baru saja menggunakan kartu debet perbankan miliknya untuk melakukan transaksi pembayaran.
-
-
-
Trolley belanja itu penuh dengan barang barang kebutuhan sehari hari. Leyka memutuskan berbelanja mengisi kekosongan almari pendingin di kedua Apartemen Raja dan Ratu karena ulah Putranya yang mengundang keluarga dan sahabatnya untuk menonton video pernikahan massalnya, selain itu ia harus berbelanja kebutuhan kedainya, Double P. Ia menyalurkan adrenalinnya yang terpicu kejadian Basement dengan caranya sendiri.
"Apakah ada aroma keperkasaan?" Leyka membelalakan matanya saat itu juga, mendengar suara Valentino di sebelah lorongnya dan itu lorong parfum. Valentino bertanya pada seorang wanita yang bertugas melayani para pelanggan.
"Aroma keperkasaan?" petugas wanita itu kebingungan dan berbalas bertanya.
"Lupakan saja-- Kalau aroma cinta, apakah ada?" tanya Valentino dengan membelakangi petugas itu, pandangannya tidak lepas dari Leyka yang berdiri di sebelah lorong dimana ia berdiri. Leyka menyingkirkan beberapa botol body lotion dan Leyka terkejut karena mata Valentino memanahnya dengan senyuman khasnya.
"Hai Istriku-- kartu yang aku berikan padamu, mengatakan dimana keberadaanmu. Mengapa kau tidak menghabiskannya? Sedikit sekali belanjaanmu" goda Valentino dan Leyka melengos kemudian berlalu dari lorong itu setelah menemukan beberapa produk yang ia cari.
Cihh, Raja Setan ini benar benar tidak membiarkan aku sendiri.. Mengapa dia seperti bayangan? Shittt.. Bagaimana aku melupakan kejadian hari ini bila dia terus saja berada di dekatku.. Ckk.. Menyebalkan.. Tubuhku mengapa kembali memanas? Shiitt.. Aku tidak mau.. Aku tidak menginginkanmu.. Ohh Shitt.. Mengapa semakin memanas dan jantungku terus berdebar. Batin Leyka terus bergejolak.
Valentino menyambar botol parfum dan mengikuti langkah Leyka, bahkan ia telah mengambil alih trolley yang Leyka dorong menuju kasir. Valentinopun mengeluarkan semua isi trolley, Leyka hanya diam menonton dengan wajah memerah. Pria tampan berdasi itu melakukan hal yang tidak seharusnya dengan setelan jasnya.
Bukankah ia seharusnya melepaskan jasnya? Cihh, Raja Setan itu, apa selalu ingin terlihat sempurna di mata wanita lain? Cihh, menyebalkan. Batin Leyka saat melihat beberapa wanita disekitarnya melihat Valentino dengan pandangan mata penuh kekaguman. Leyka kesal melihatnya.
"Mi Esposa (Istriku), biarkan aku yang membayarnya" kata Valentino membuat beberapa wanita melihat Leyka dengan pandangan cemburu.
"Memang sudah seharusnya begitu" kata Leyka dengan mengerlingkan matanya dan saat Valentino memalingkan wajahnya, Leyka mencebikan bibirnya.
"Kau tidak berterima kasih?" Leyka kembali tersenyum dengan cepat saat Valentino menoleh kearahnya.
"Itu sudah menjadi kewajibanmu" jawab Leyka dengan menjulurkan lidahnya, Valentino merangkul pundak Leyka lalu mencubit hidung Leyka dengan gemas.
"Akhirnya kau mengakui aku Tu Esposo (suamimu)?" Valentino memiringkan wajahnya dengan mata berbinar.
"Mi Esposo (suamiku)-- kata Leyka sambil mencebikan bibirnya lagi --Feo (jelek)" imbuhnya dan Leyka terkekeh. Semua yang melihat pasangan itu merasakan manisnya asmara mereka.
"Awas saja kau" bisik Valentino lalu Leyka membebaskan dirinya karena Valentino harus menyelesaikan transaksinya karena petugas kasir meminta enam angka untuk membuka akses transaksi tersebut.
-
-
-
Semua barang belanjaan sebagian di letakan di Kedai, Penelope dibantu Pedro menatanya di dapur Kedai Double P setelah Valentino dibantu Simon menurunkan semua barang belanjaan dari mobilnya. Sementara Leyka menyiapkan makan siang untuknya dan Valentino, karena semua keluarga Fernandez sudah makan siang saat Leyka menawarkannya. Lagi lagi Leyka butuh sebuah pelarian untuk meredamkan reaksi biologis dalam tubuhnya yang meledak ledak.
__ADS_1
"Gracias Mi Esposa, masakanmu sangat lezat. Apa kau menyisakan untuk Train?" Leyka hanya mengangguk saat membereskan piring di meja setelah ia dan Valentino selesai menyantapnya.
"Aku akan membantu" kata Valentino kemudian.
"No-- Tidak usah. Kau bisa melanjutkan pekerjaanmu. Kau bisa kembali ke kantor" Valentino yang telah bangkit berdiri kembali duduk. Leyka seakan mengusirnya secara halus.
"Kau akan kembali ke sekolah?"
"Tidak. Aku mau pulang beristirahat di Apartemen Ratu" jawab Leyka setelah Valentino bertanya.
"Kepalaku juga pusing, apa Apartemen Ratu ada aspirin?" Leyka menghela nafas panjang, niat hati ia ingin sekali menghindari Valentino tapi justru Valentino semakin berubah menjadi bayangan yang mengikutinya kemana kakinya melangkah.
"Aku membawanya di tasku"
"Aku akan meminumnya dan beristirahat di Apartemen Raja" dan Valentino begitu cerdas membaca dan memetakan perasaan serta sikap Leyka yang selalu menghindarinya.
"Ckk, ikut ikut saja" gumam Leyka.
"Ada Madre di Apartemen Ratu, mungkin ada Senor Alfonso juga-- apa kau tidak sebaiknya istirahat di Apartemen Raja saja?"
Hanya dengan satu pertanyaan Valentino, gelas yang berada di genggaman Leyka meluncur begitu saja membentur lantai hingga pecahannya terburai.
"Aaaw! Shiittt!" pekik Leykapun terkejut saat gelas itu lepas dari genggamannya.
"Leyka hati hati!" Valentino menahan tubuh Leyka dan menuntunnya menjauh dari pecahan gelas yang bisa melukainya.
"Apa kau tidak apa apa?"
"Aku tidak apa apa, menjauhlah" jawab Leyka sambil mendorong perlahan tubuh Valentino dan berlalu kearah dapur. Valentino memunguti pecahan gelas dan mengumpulkannya. Valentino menggelengkan kepalanya dengan tersenyum.
Shiittt.. Aku merasa tubuhku semakin memanas.. tubuhku menginginkanmu, Val.. Shitt.. Menyebalkan..
Apa aku sangat mengganggumu? Apa kau sangat gelisah, Ley..
"Biar aku yang bereskan! Mengapa kau ceroboh sekali? Ada apa denganmu Ley? Di dapur kau tadi serba salah meletakan apa saja-- Kau sangat berantakan hari ini! Pulang sana" kata Penelope saat berpapasan dengan Leyka di ruang bartender, ia bersungut sungut dan berlalu mengambil peralatan untuk membersihkan lantai.
Leyka menyambar tas dan juga mantelnya lalu ia berjalan ke arah Pedro, dan berkata padanya, "Pedro, tolong-- Antarkan sisa belanjaan saat mengantar Train ke Apartemen" kata Leyka sambil berlalu.
"Pedro! Bawa mobilku saja saat mengantar Train pulang!" Valentino melempar kuncie dan bergegas menyusul Leyka yang telah berjalan mendahuluinya. Leyka hanya mendengus saat menoleh kearah belakang, Leyka melihat bayangan Valentino yang membayangi langkahnya.
Mereka menyusuri jalan kearah Distrik Miel, Valentino tetap berada dibelakang Leyka dan menjaga langkahnya karena ia tahu, Leyka tidak ingin di dekati.
Ayolah.. Inginkan aku, Ley.. Aku tahu apa yang kau rasakan.. Sama seperti yang aku rasakan.
Sesampainya di Apartemen Casa de Miel, mereka terus terdiam. Bahkan sampai mereka berada di lift, mereka terdiam dalam kebekuan dengan perasaan berkecamuk. Menahan sisi kelemahan manusia yang meledak ledak, dan itu tidaklah mudah. Kebekuan itu merayapi mereka hingga di lorong lantai tujuh.
"Kau.. kau mau ke Apartemen Ratu? Kapan kau akan pindah sepenuhnya ke Apartemen Raja tanpa mengingat perjanjian Train selama tiga bulan?" tanya Valentino saat mencapai pintu Apartemen mereka. Leyka berdebar debar, desiran desiran lembut seakan berkejaran diseluruh tubuhnya, rasa panas menyengat hingga wajahnya.
"Aku.. Aku.. Aku tidak tahu apakah akan pindah sepenuhnya atau tidak" kata Leyka dengan terbata bata, dan ia buru buru membalikan tubuhnya menghadap kearah pintu Apartemen Ratu, suaranya menjadi serak dan terdengar parau. Dada Valentino terasa sesak, antara kecewa dengan jawaban Leyka, dan berharap Leyka berubah pikiran serta menahan diri dari naf*su yang menguasainya.
"Baiklah-- Aku menghargai keputusanmu. Lakukan yang terbaik untuk hidupmu dan aku akan melakukan yang terbaik untuk kalian. Beristirahatlah-- Te Quiero (Aku mencintaimu)" Leyka hanya mendengar pintu Apartemen Raja tertutup, Leyka mengepalkan tangannya dengan nafas memburu, menahan hasratnya yang kian meluas dan tak terkendali.
Berbaliklah Ley.. Ayolah.. Berbaliklah kearahku dan pulanglah ke Rumahmu.. Leyka aku menginginkanmu.. Melebihi apapun.. Dan aku tahu kau sangat menginginkanku..
Shitt.. Dia suamiku.. Dan dia harus melayaniku.. Memuaskanku.. Shittt.. Liar sekali pikiranku..
Valentino terus terdiri tegak di balik pintu melihat punggung Leyka yang masih tidak beranjak masuk ke Apartemen Ratu.
"Shiiitttt!" gumam Leyka dan ia pun membalikan tubuhnya lalu berjalan kearah pintu Apartemen Raja namun sebelum dua langkah mencapai pintu Valentino telah membukanya dengan mata kemerahan, dengan memiringkan wajahnya dan dengan senyuman hangatnya.
"Apa kau membutuhkan aspirinku?"
"Si-- Aku sangat membutuhmu" Valentino sambil melonggarkan dasinya.
-
-
-
kalian tau bintang2 yg ada di bbrp kata di bab yg mengandung konten kan? Nah itu adalah kata2 yg perlu mendapat apresiasi agar revisi berjalan lancar.
Aku ga perduli ranking apapun turun, karena aku sudah sangat cukup puas menduduki ranking 1 atau 2 selama berbulan bulan. biarin othor2 lain merasakanlah berada di ketinggian.. Aku akan tetep semangat dalam berkarya, masabodo ama jumlah like komen kopi yang melorot kaya g stringgg 🤣🤣 karena kdang2 emang kalo nganu kan butuh di plorotin.. wkwkwk bener dong 🤣masabodo ama ranking cilit mledinglahh buat aku, pokoke aku nulis aja menghibur kalian Bosqyuu.. 🤣🤣🤣🤣
aku persilahkan othor2 yg lain buat promo disini.. dan kalian para bosqyu.. tengokin karya mereka yaahh... sambil nungguin revisian bab demi bab yg semakin menganu 🤣
yg ga sabar boleh ditinggalin.. pokoke aku hanya berkaryaa penuh semangaatt. titiii tttttt ehh titikk 🤣🤣🤭🤭
-
-
__ADS_1
-