FORGOTTEN LOVE On The Train

FORGOTTEN LOVE On The Train
Malam Ini Untuk Rosemary !


__ADS_3

Atas permintaan Ella Gusmo kepada Locki, dan Locki menyampaikannya kepada pemandu acara, lagu di putar dua kali tanpa jeda. Ella terjebak dengan kelicikannya. Gerakan Ella serasa kaku, wajahnya seakan menghilang, putih memucat dan juga berkeringat. Alfredo menyeringai dengan tatapan tajam dan Ella selalu mencoba tersenyum dengan susah payah. Ella tidak menyangka ia terjebak dalam permainannya sendiri.


"Locki mempunyai dua orang putri, satu putri angkat dan satu putri kandung. Kau putri angkatnya dan Leyka putri kandungnya. Benarkah?" bisik Alfredo membuat Ella berdebar.


"Ehm, iya. Be-- benar" jawab Ella sambil berbisik.


"Apa Kekasih Ayahmu Rosemary mengetahui akan hal ini?" dan pertanyaan yang langsung dan tegas dengan nada berbisik membuat mata Ella membulat dan ia memalingkan wajahnya dengan menatap kearah Locki yang terlihat tidak nyaman duduknya.


"Iya.. Ehm.. Aku.. Aku tidak tahu" Alfredo mengulas senyum liciknya dan memandang kearah Rosemary yang duduk dengan anggun. Rosemary menatap tajam kearahnya, dan Alfredo membalasnya namun tatapan Rosemary benar benar membidiknya. Biasanya tatapan matanya akan membuat para wanita tidak sanggup berlama lama menatapnya kebanyakan akan memalingkan wajahnya namun kini Alfredo justru menghindari tatapan mata Rosemary.


"Mengapa Ayahmu menyembunyikan kekasihnya secantik itu? Karena itulah dia tidak pernah mengundangku ke mansionnya di Palma. Lelaki licik itu selalu menemuiku di Hotel. Dan ternyata Mansion itu milik keluarga Kerajaan Felipe. Untung saja Penasehat Kerajaan bertemu denganku kemarin" Ella semakin memucat, Alfredo semakin kuat menekan pinggangnya, persendian kakinya seakan lepas. Dada Ella bergemuruh, berulang kali ia memandang ke arah Locki dengan menghiba.


Locki tidak pernah memperkenalkan Alfredo selama ini kepada Rosemary. Ia hanya mendapatkan sebuah cerita sepak terjang Alfredo dari Locki yang jatuh cinta pada putrinya. Banyak hal yang disembunyikan Locki dari Rosemary, termasuk Locki mengatakan kepada Alfredo bahwa Leyka adalah putri kandungnya sehingga dengan mudah Locki bisa menjodohkannya dengan Alfredo.


Hingga bertahun lamanya Rosemary mengetahui bahwa Locki memiliki hutang dan Leyka menjadi gadis penebus. Dan pada akhirnya Rosemary justru mendukung Locki untuk merelakan putrinya kepada Alfredo. Banyak yang bertanya mengapa, bahkan Leyka tidak mengetahui jawabannya. Tapi Rosemary memiliki alasan yang selalu ia pendam sendirian.


Rosemary mengerutkan alisnya, menatap curiga kepada Ella dan Alfredo. Dengan jelas Rosemary melihat ketakutan diwajah Ella yang terus melihat kearah Locki seakan meminta perlindungan.


"Ella seperti ketakutan-- Apa yang dikatakan temanmu hingga Ella ketakutan" ujar Rosemary sambil mendekatkan wajahnya ke telinga Locki.


"Aku tidak tahu Rose! Aku tidak tahu! Diamlah!" Locki berbisik dengan penuh penekanan dan juga kemarahan, Rosemary semakin menaruh banyak kecurigaan.


Sementara itu Penasehat Kerajaan, mengamati gerak gerik Valentino dan Leyka. Ia mempunyai pandangan yang cukup jeli pada sosok Valentino yang membuat kekacauan di Mansion Kerajaan setelah beberapa waktu kemudian, ia datang mengunjungi Leyka di Kedai Double P saat ia memberitahukan kabar bahwa akan ada pemilihan Viscountess.


Leyka dengan tegas menolak saat itu. Dan setelah kedatangan Penasehat Kerajaan, Rosemary mengatakan bahwa acara itu sengaja dibuat untuk Leyka. Di saat itu Valentino yang menjadi sosok tetangga baru, tidak sengaja mengetahuinya dan berusaha menenangkan amukan Train, hanya karena ketakutannya.


Di mulai dari sana, dari ketakutan Leyka dan ketakutan Train, Valentino yang saat itu belum mengetahui siapa jati diri Train yang sesungguhnya, telah menyusun rencana untuk menggagalkan acara Viscountess dan ia beraksi setelah Jared dan Torres datang. Penasehat Kerajaan, mengingat sosok Valentino yang begitu garang dan mengerikan, saat mendatanginya di Mansion Kerajaan dengan membabi buta.


Kini ia melihat Valentino dengan sosok yang begitu hangat menatap Leyka. Ia juga melihat bagaimana Valentino mengurus Train dengan penuh cinta yang sebelumnya ia temui di ruang perpustakaan. Penasehat Kerajaan itu terlihat menghela nafas panjang.


Flashback on


"Kau harus menjamin Leyka tidak terpilih!! Karena dia telah menikah denganku!! Kau memegang kendali di Mansion Barcelona! Locki telah merencanakannya! Jika kau mendukung Viscount itu, maka jangan salahkan aku jika jantungmu keluar dari tubuhmu, Penasehat!!" kata Valentino dengan lantangnya.


Sesaat sebelumnya Valentino mencabut sebuah tiang bendera yang berukuran paling pendek yang memiliki tinggi kisaran lima meter, ia melucuti benderanya dan mengikat di lehernya bak suporter sepakbola.



Tiang bendera itu digunakan sebagai senjatanya karena Penasehat Kerajaan tak kunjung menemuinya, Valentino menunggu hingga enam jam dan itu melewati batas kesabarannya. Ia berkoar dan berteriak dengan begitu lantang di halaman Mansion Kerajaan.


Aksinya dibantu Torres yang melakukan hal yang sama yaitu mencabut tiang bendera dan Jared mengabadikannya pada kamera ponselnya. Video itu akan digunakan untuk mengancam pihak yang akan mendukung acara Pemilihan Viscountess.


Mau tidak mau Penasehat Kerajaan keluar dari Mansion dan menghadapi Raja Setan yang berdiri dengan tiang bendera ditangannya, menghalau petugas Kerajaan yang ingin menangkap Valentino, Torres dan Jared.


"Apa kau tahu kau bisa di Deportasi ke Italy karena sikapmu ini?" Penasehat Kerajaan merentangkan tangannya kearah para petugas keamanan Kerajaan, agar menghentikan usahanya menangkap Valentino, namun usaha itu sia sia, karena tiang bendera yang dipegangnya sanggup menghalau para petugas.


"Silahkan! Jika kau lakukan itu maka jangan salahkan aku bila aku mengusir Sekolah Esperanza dari Gedungku Locomotive Machine! Aku salah satu pewaris dari Locomotive Machine! Jika kau menendangku dari Spanyol maka bersiaplah-- Spanyol akan mengalami kelumpuhan Transportasi! Aku akan menarik seluruh kereta api rancangan Locomotive Machine yang tersebar di Spanyol! Dan ini bisa menjadi ancaman bagi perusahaan yang belum membayar lunas kereta api kepada Locomotive Machine! Aku pemenang tender Gedung Telekomunikasi dan bersiaplah gedung itu akan mangkrak! Dan Itu akan merugikan Pemerintah Kota! Silahkan kau pilih!"


Ancaman Valentino membuat sang Penasehat gusar, ia kemudian mengambil ponselnya dan bicara kepada seseorang dari Pemerintah Kota untuk memastikan kebenarannya yaitu Ramirez dan Bonita. Penasehat Kerajaan hanya manggut manggut dan sesekali mengerutkan alisnya, rasanya kepalanya mau pecah menghadapi Raja Setan bak keluar dari neraka.


"Ikat bendera itu ke tiangnya, dan kalian-- Ikutlah aku, kita bicara di dalam!" Penasehat itu berlalu memasuki mansionnya. Valentino merogoh inhalernya dan menghirupnya, nafasnya nyaris habis melewati kemarahan demi kemarahan, efek ia di abaikan dan menunggu selama enam jam lamanya.


Rencanapun disusun, kisah lama di ungkapkan, strategi dilancarkan. Penasehat Kerajaan berjanji akan bicara pada Viscount Alfredo dan tanpa di duga Train menemuinya disebuah Restauran dan Penasehat Kerajaan mengaitkan cerita Valentino dan menyusun kepingan puzzle demi puzzle kisah Blue Train Valentino.


"Pergilah! Jangan membuat kekacauan lagi!" ujar Penasehat di akhir pertemuan itu.


"Aku tidak akan membuat kekacauan kalau saja kau mau menemuiku! Apakah orang Spanyol seperti ini? Membiarkan orang menunggu selama enam jam?" tanya Valentino sambil bangkit berdiri, telapak tangannya masih terasa panas karena Valentino berulang kali menggebrak meja sebelumnya.


"Apakah orang Italy juga seperti dirimu? Sangat Tempramen" sang Penasehat membalikkan tuduhan Valentino.


"Sii! Kau benar! Karena bila sampai aku bisa bercerai dengan Istriku, aku akan menghubungi Vatikan langsung dan mengatakan-- Bahwa ada seorang jema'atnya yang bertindak seperti Tuhan dan bisa menceraikan manusia!" ujar Valentino membuat sang Penasehat mati kutu seketika, ia menghela nafas panjang kemudian.

__ADS_1


"Hmmmpht-- Baiklah pergilah! Aku akan mengirim Kedutaan Besar dari Palma mengantar paket dari Afrika Selatan melalui otoritas Kerajaan! Merepotkan saja!" ujarnya saat Valentino, Jared dan Torres berjalan kearah pintu.


"Sudah menjadi resikomu karena kau menilai orang yang salah! Kemampuanmu sepertinya sudah menurun dan sebaiknya kau pensiun!" siapakah pemilik kata kata pedas kalau bukan Valentino yang memancing kekesalan sang Penasehat seketika, bahkan Leyka sering terluka karena perkataannya.


"Dalam lima detik kau harus pergi! Kalau tidak, aku tidak akan berada di pihakmu!" usir Penasehat Kerajaan dengan mendengus kesal, ia terlihat tidak menguasai emosinya, padahal seorang Penasehat Kerajaan harus lebih banyak bersabar menghadapi orang dengan sejuta persoalannya.


"Rasanya aku ingin menghilang dari hadapanmu dalam waktu satu detik, Penasehat!" Jared dan Torrespun segera menyeret Valentino pergi karena kalau tidak, berdebat dengan Valentino hanya akan menguras tenaga serta emosi, dan pada akhirnya perdebatan akan dimenangkan oleh Valentino.


"Dia masih saja bisa membalas perkataanku!! Shittt!" sang Penasehat buru buru menutup mulutnya setelah mengumpat. Valentino adalah orang pertama yang berhasil membuatnya mengumpat, ia kemudian mengusap wajahnya lalu ia meraih ponselnya untuk menghubungi seseorang, yaitu Kedutaan Besar di Palma, tempat dimana Kedutaan Besar Afrika Selatan mengirimkan Mahar dan dokumen pernikahan Leyka disana.


Flashback Off


"Aku memutuskan! Memilih ELLA GUSMO!" perkataan Alfredo membuyarkan lamunan Penasehat Kerajaan.


Leyka sontak berdiri di ikuti Valentino dan semua tamu undangan. Leyka bukan ingin bertepuk tangan seperti tamu undangan yang lainnya, itu karena Leyka terkejut seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar. Ia melihat Rosemary dengan senyum tipisnya namun ia juga melihat Locki dengan wajah menegang. Apalagi wajah Ella Gusmo yang terlihat mengerikan, memerah dan siap meledakkan amarahnya.


"Tidak! Ini tidak mungkin!" Ella melangkah mundur dan menjauh dari Alfredo mencari perlindungan pada Locki dan Rosemary. Alfredo menjentikkan jemarinya kearah pelayan untuk membawakan kembali segelas anggur. Saat segelas anggur tiba, ia meraihnya dan menyesapnya, kemudian ia menyeringai kearah Locki Gusmo dan perlahan mendekatinya.


"Alfredo apa yang terjadi! Ini tidak sesuai dengan kesepakatan kita! " ujar Locki dengan menurunkan nada suaranya agar tidak ada yang mendengarkan perkataannya.


"Kesepakatan? Kau bukan penentu kesepakatan. Aku berubah pikiran. Leyka-- Tidak cocok. Benar kan, Senora Rosemary?" Alfredo tersenyum memikat lalu membungkukkan badannya memberi hormat lalu meraih tangan Rosemary lalu mencium punggung tangannya. Dan itu membuat Leyka menghampiri Ibunya dan Valentino berjalan dibelakangnya.


"Senor Alfredo, kau tidak cocok untuk Putriku tapi kau pun tidak cocok untuk Ella yang usianya terpaut jauh denganmu. Usiamu mungkin tinggal seperempat abad, mengapa kau tidak mencari wanita yang sebaya denganmu" kata Rosemary dengan nada tegas, lugas dan sangat elegan.


"Hahaha-- Musikkk! Kalian semua boleh berdansa dan menari!" seru Alfredo dengan mengangkat gelasnya kearah sekumpulan pemain musik. Dan suara musik terdengar meriah, semua orang menuruni lantai dansa dan menari sehingga menyamarkan pembicaraan mereka.


"Apa aku mengatakan bahwa Ella Gusmo akan aku jadikan Viscountess? Aku hanya berkata 'aku memilih Ella Gusmo'. Aku belum mengatakan seluruhnya. Di Kastilku, ada penjara bawah tanah, Ella cocok bekerja disana! Hahaha! Gusmo, aku memilih Putri angkatmu bukan Putri kandungmu! Sudah pasti Leyka tidak cocok untuk pekerjaan itu! Leyka-- tidak cocok!" Alfredo mengulangnya dan membuat semua yang mendengarnya, membulatkan matanya.


"Tidakk! Tidakkk! Aku tidak mauuu!" Ellapun histeris dan mencengkeram lengan Locki.


Semua terkejut dengan penuturan Alfredo saat mengatakan bahwa Leyka adalah putri kandungnya dan Ella adalah anak angkatnya. Rosemary pun kembali teringat perkataan Train kala itu. Ia kemudian duduk karena pijakannya seakan runtuh seketika. Rosemary kemudian mencerna gambaran masa lalunya, saat Locki memperkenalkan Ella sebagai putrinya. Rosemary geram, ia kembali bangkit berdiri, menegakkan tubuhnya dan mengangkat kepalanya.


"Tunggu! Aku Putri kandungnya dan Ella anak angkatnya? Yang kami tahu, Ella anak kandung Locki Gusmo! Dan aku bukan anaknya! Dia hanya pengemis di rumahku!" ujar Leyka terpancing akhirnya.


"Moo?!" dan kedua kalinya, Rosemary terkejut dengan perkataan Alfredo, Leyka menatap bengis kearah Locki yang memucat.


"Bukan, dia-- dia putriku Alfredo!" sanggah Locki terdengar gugup.


"Mo, jika kau berbohong karena Ella adalah anak angkatmu aku bisa memakluminya tapi jika-- Ella justru sebagai wanita simpananmu maka aku akan membuatmu membayar semua kebohonganmu!" seru Rosemary dengan tegas. Locki merasa ngeri, selama ini Rosemary tidak pernah bersikap keras kepadanya.


"Tidak Rose, aku berkata yang sebenarnya-- dan kau Alfredo. Kau bawa saja Ella bersamamu!" Locki meraih jemari tangan Rosemary dan di genggamnya erat. Alfredo diam dengan segala pemikirannya yang sulit ditebak, ia pun tak mudah melepaskan Locki begitu saja.


Perkataan dan sikap Locki sudah pasti mengundang reaksi dan kemarahan Ella Gusmo, ia menjadi tak terkendali hingga memancing para tamu undang untuk ikut mendengarkan dan menyaksikan kegilaan Ella Gusmo.


"Apa! Kau ingin menjualku?! Setelah apa yang aku lakukan padamu?! Kau keterlaluan! Aku tidak mau menjadi pelayannya! Honey! Kau harus membawaku pergi dan biarkan Leyka yang-- yang menggantikanku! Gunakan hutang budi Rosemary karena kau telah menyelamatkan Leyka saat di Kapal Pesiar!" Leyka limbung, ia nyaris jatuh dan Valentino menangkap pinggangnya.


Bukan kata "honey" yang membuat Leyka serasa nyeri, bukan juga kenyataan bahwa Ella Gusmo ternyata simpanan Locki, tapi Sebuah Hutang Budi yang membuat dada Leyka kian sesak. Leyka memilih duduk dengan pandangan nanar kearah Ibunya. Ia menyadari bahwa sikap ibunya yang arogan dan begitu keras padanya sejak kecil karena sebuah hutang budi. Dan Locki sudah pasti menekannya dengan menggunakan sebuah hutang budi sebagai senjatanya.


"Apa kau bilang? Honey?" tanya Alfredo dengan tertawa begitu keras.


"Honey? Bukan Papa?" Rosemary mengertakkan giginya, menahan sikap bangsawannya karena Penasehat Kerajaan ada diantara mereka. Ia menepiskan tangan Locki dengan kasar.


"Honey?" gumam Valentino sambil mengusap punggung Leyka yang telah duduk disampingnya.


Dan pertikaian memanas pun terjadi, Ella semakin tidak bisa mengontrol dirinya, rasa takutnya melebihi rasa marahnya, hingga ia kelepasan berbicara menyebut kata Honey yang menegaskan segalanya.


"Ella bodoh! Kau diamlahhh! Menurutlah! Kau harus ikut ke London dan lakukan tugasmu!" Locki menepis tangan Ella kemudian dorong tubuh Ella agar menjauh darinya.


"Kau egois! Kau mau menang sendiri! Kau ingin aku kesana dan pergi dari Spanyol?!"


"Si! Pergilaah! Kau anak yang tidak tahu diri!"

__ADS_1


"Tega sekali membuangku! Kau tidak mau melindungiku maka aku juga tidak akan melindungimu!" Leyka tersenyum tipis, ia tersenyum melihat Ibunya yang menegakkan kepalanya, sikap itu yang selalu ditirunya.


Dia Ibuku.. Rosemary.. Dia Ibuku.. Selama ini Ibu mengorbankan dirinya.. Ibu mengapa kau memendam segalanya sendirian, dan kau membiarkan orang bahkan aku, menilai salah tentang dirimu.. Madre, Lo siento. Airmata menuruni pipinya dan dengan cepat Leyka menyekanya.


"Apa maksudmu! Kau mengancamku?! Aku telah memungutmu di jalan! Kau ******* kecil yang kelaparan! Saatnya kau membalas budimu padaku!!" tuding Locki ke wajah Ella. Sementara Alfredo tersenyum melihat ketegaran Rosemary, berulang kali ia meneguk red wine ditangannya untuk mengendalikan pergerakan jantungnya saat Rosemary meliriknya.


"Jadi kau bicara balas budi? Hahaha-- Lalu siapa yang mendorong Leyka dari kapal pesiar itu? Aku menutupi kejahatanmu dan kau bicara balas budi? Kau berhutang padaku kebenaran itu, Locki!" Semua terkejut, Ella semakin menggila, ia sudah terlanjur mandi di kubangan dan memilih mengungkap segalanya.


Leyka mengepalkan tangannya, ia mendengus dengus dengan menahan kemarahannya yang ingin ia ledakan. Namun Valentino mengusap punggungnya dan meraih pinggangnya lalu mencium sekilas pelipis Leyka yang terlihat berdiri dengan gamang.


Sebuah tamparan keras justru melayang ke pipi Ella. Rosemary menampar Ella dengan segala kekuatannya. Leyka bangkit berdiri, semua tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar.


"Ibu? Mengapa kau menamparku?! Ibu seharusnya berterima kasih kepadaku!" pekik Ella dengan memegangi pipinya yang terasa panas.


Dan secara tidak di duga, Rosemary justru memeluk Locki, dengan melingkarkan tangannya di leher Locki dengan tersenyum yang begitu manis. Semua membulatkan matanya bahkan Alfredo tersedak melihat sikap Rosemary namun semua berubah dalam hitungan detik.


"Rose aku percaya padamu, kau pasti tidak mempercayainya!" kata Locki dengan tersenyum hangat.


Namun senyum Locki berangsur - angsur menghilang saat Rosemary lebih mencondongkan wajahnya kearah telinganya.


"LOCKI, GRACIAS. KAU MEMBEBASKANKU!! MALAM INI ADALAH MALAM TERBAIK SEPANJANG HIDUPKU! AKU MENANTIKANNYA! KAU AKAN MEMBUSUK DIPENJARA!" kedua tangan Rosemary mencengkeram pundak Locki dengan cepat Rosemary mengayun kakinya hingga lututnya begitu dahsyat mendarat di sela sela paha Locki.


Dan semua kembali terkejut saat Locki mendekap organ vittalnya hingga wajahnya terlihat memerah tua, Locki sempoyongan menahan sakitnya.


"Huughhh!! Rose! Rosee!" saat Locki membungkuk, tamparan Rosemary begitu keras mendarat di pipi Locki. Semua terpana melihat sikap Rosemary, yang mengeluarkan sisi bar bar nya. Penasehat Kerajaan hanya tersenyum tipis sementara Alfredo meringis, ia seperti merasakan ngilunya saat Rosemary menendang 'pusaka berharga' seorang laki laki.


"Vizente! Demetri! Jaga mereka berdua sampai polisi datang! Dan lucuti semua yang berharga, yang melekat di tubuh mereka!" pengawal datang dan semua masih terpana saat Rosemary mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


"Castro! Keluarkan semua barang Ella dan Loco! Pisahkan yang berharga dan berikan ke rumah lelang. Setelah itu, hasil lelangnya-- Berikan saja ke panti asuhan di sisi timur Palma! Aku tidak mau melihatnya lagi!" untuk pertama kalinya Rosemary menyebut 'Loco', Leyka tersenyim sangat puas.


Tidak perduli semua orang berbisik bisik, Rosemary tetap mengangkat kepalanya dan menegakkan tubuhnya. Dalam hati Leyka mengagumi Ibunya.


"Wah, Mi suegra (ibu mertuaku; Spanyol), benar benar keren" celetuk Valentino dengan bertepuk tangan sendirian.


"Kau pikir aku akan merestuimu untuk menjadi menantuku?" Rosemary menatap tajam kearah Valentino yang berhenti bertepuk tangan dan justru Valentino tersenyum lebar. Penasehat tersenyum senang, Rosemary seakan membalas kekesalannya dahulu.


Namun sesuatu di luar rencana, sesuatu di luar prediksi, sesuatu yang menyimpang dari alur rencana yang dibuat Raja Setan, kini Setan Cilik mengacaukannya, ia muncul disaat yang tidak tepat! Dan itu membuat Leyka membulatkan matanya dengan kemarahan saat suara mungil itu muncul diantara mereka dengan membawa satu buket bunga yang seharusnya untuk Leyka.


Shitt!! Apa yang kau lakukan Blue? Mengapa kau datang sebelum waktunya. Valentino menatap tajam kearah Jared dan Torres. Jared memijat batang hidungnya dan Torres menggedikkan bahunya dengan kedua telapak tangan menengadah ke samping. Sepertinya mereka tidak bisa menjaga Train dengan baik.



"Tentu saja kau harus setuju Rosemary! Karena dia adalah Daddyku!-- Rosemary menoleh kearah sumber suara dan mata Rosemary berbinar melihat cucunya --Rosemary, malam ini untuk Rosemary! Dan bunga ini lebih cocok untukmu karena kau sangat keren!" ujar Train menyodorkan buket bunga itu kearah Rosemary.


Uhhss sebenarnya aku ingin memanggilmu, Grandma.. Tapi kau menolak Daddyku.. Uhss..


"Mi Nieto, Gracias (cucuku, terima kasih)" ujar Rosemary menerima bunga itu, Rosemary ingin memeluk Train rasanya tapi ia takut Train marah karena Train membencinya. Ia hanya tersenyum dengan mata berkaca kaca. Kemarahannya menghilang di binarnya bola mata Train.


"Grandma.. Masih bolehkah aku memanggilmu Grandma?" Tentu saja Rosemary seakan tak percaya hingga ia menjatuhkan bunga itu. Rosemary akhirnya bisa memeluk Train dan menciuminya bertubi tubi, cucu satu satunya yang membencinya karena keberadaan Locki di sisinya.


-


-


-


Masih besok Bosqyu, sabar ya.... mending kita ngopi dulu ama ngevote dulu buat emejingnya cerita besok 🤣🤭 (malak maning).. kalo ga ya besok2nya lagi deh upnya 👉👈 (ngancem alus) #Othor apa preman seh 🤣🤣🤣🤣🤣


-


-

__ADS_1


-


__ADS_2