FORGOTTEN LOVE On The Train

FORGOTTEN LOVE On The Train
PRETORIA : Jangan Lupakan Kegilaan Ini


__ADS_3

Di bawah rinai sang hujan, di carang pohon anggur yang berbaris membentang ribuan kilo meter, Valentino mencengkeram kepala Leyka dengan kedua telapak tangannya hingga rambut Leyka memenuhi sela sela jemarinya. Dan kedua jemarinya menyusup perlahan menahan tengkuk Leyka agar kepala Leyka menengadah kearahnya dan akan sulit melepaskan bibir yang penuh kehangatan bertautan satu sama lain.


Sementara Leyka tanpa sadar mencengkeram pinggang Valentino, dengan mata terpejam ia menikmati setiap luma*tan Valentino yang membangkitkan hasrat kewanitaannya. Keegoisan, keras kepala, dan berdiri teguh pada pendirian masing masing, luruh sudah. Seiring rintik hujan yang menyirami perkebunan anggur.


Valentino terus mendorong tubuh Leyka hingga terhimpit di tiang tiang yang menahan pohon anggur yang merambat dan menampakkan daunnya yang begitu rimbun. Afrika yang tersohor karena gersangnya, ternyata menyimpan ceritanya tersendiri. Tanah disana begitu subur menghidupkan segala tumbuhan di muka bumi ini.


"Val-- Valentino merayapi leher Leyka dan menyibakkan gaun yang membalut pundak Leyka dan mengeluarkan buah dadanya --Aah Val.. Vall.. Jangan disini --Valentino melu*mat puncak buah dada dengan lingkar pink yang masih belum terlihat pu*tingnya. Valentino tidak perduli, ia terus melampiaskan kekesalannya --Ohh Shit! Vaall.. Aaahhh" dan Leyka hanya mere*mas pasrah rambut Valentino yang terus membenamkan wajahnya dibuah dadanya. Valentino hanya melenguh dengan rakus menghi*sap dan mere*mas kedua buah dada yang menampakkan kemashgulannya walaupun tidak di sangga br*a.


Leyka menengadahkan wajahnya ke atas, sesekali ia menyeka matanya yang terkena tampiasnya air hujan yang menerpa lembut. Memandangi bulan yang hanya memperlihatkan cahayanya di balik awan gelap. Sambil merintih rintih dengan mata sayunya ia mere*mas rambut Valentino ketika lidah pria Italy itu memoles dan mema*gut lembut puncak dadanya.


Tangan Valentinopun menyingkap gaun Leyka dengan mudah, mengingat gaun rancangan Versace itu mempunyai belahan yang cukup tinggi, tangannya mere*mas bokong Leyka lalu mengangkat satu kakinya dengan mencengkeram paha Leyka kuat kuat. Satu tangannya merayapi underwear Leyka dan menelusup ke dalam buah mungil yang telah menghangat.


"Aaah" desahan Valentino terdengar saat jari tengahnya menemukan buah mungil itu. "Aa..ah.. Aahh.. Val.. Aaa..aa...aah" Dan rintihan Leyka memecah gemerisiknya dedauan buah anggur yang diterpa angin malam.


Dan kembali Valentino melu*mat bibir Leyka hingga hanya terdengar lenguhan diantara mereka. Setidaknya untuk meredam desahan yang kian memburu mereka. Leyka semakin meliuk liuk, tangannya menahan tangan Valentino yang masih memainkan jemarinya di buah mungil miliknya. Liukan tubuh Leyka membuat Valentino tidak bisa menahannya, ia pun menyudahi bermain di buah mungil Leyka seiring lepasnya luma*tan bibir mereka secara bersamaan.


Valentinopun dan Leykapun mengatur nafasnya dan Valentino dengan liar menghisap jari tengahnya, dan mengecapnya seolah ada sisa makanan di jari tengahnya.


"Hah.. Hmm.. Kau gila!" maki Leyka melihatnya.


"Lendirmu menyenangkan, Peach!" Valentino hanya mengangkat satu sudut bibirnya dan ia pun membuka resleting celananya dan ikat pinggangnya lalu mengeluarkan senjata miliknya yang telah keluar dari peraduannya dan siap bersarang di kehangatan ranumnya irisan buah peach.


"Val kau gila, tidak disini Val!" Valentino kembali melu*mat bibir sensual itu dan mengangkat satu paha Leyka lalu jemarinya dengan lincah menyingkap underwear Leyka ke samping. Valentino mencengkeram kuat si jagung bakar Afrika Selatan dan diarahkan ke irisan buah peach Leyka. Setelah memutar mutar ujungnya di liang milik Leyka hingga membasahi seluruh puncuk miliknya, Valentino menekan perlahan setelah melepas luma*tannya.


"Aaa..aaaa..aaa.. Val!" Leyka setengah memekik saat milik Valentino menghujam perlahan hingga milik Valentino menemukan jalan buntu.


"Aarrgh Leykaa! Aargh, Jangan mengajak berdebat denganku disaat seperti ini!" ancam Valentino saat miliknya terbenam seluruhnya dan ia pun dengan segenap kekuatan kejantanannya, memacu milik Leyka dengan cepat.


"Aaa..aahh, Val! Aa..aahh" Leyka menahan bobot tubuhnya karena himpitan tubuh Valentino yang memacunya hingga ranting ranting pohon anggur yang merambat diatasnya, menjatuhkan kembali buah buahnya.


"Aargh.. Sshh Aaaargh.. Leyka.. Aaarrgh.. Oohh Ley" suara Valentino terdengar parau. Tiang yang terdapat kawat kawat tempat ranting anggur merambat yang membentang dimana mereka berdiri menggerakkan satu baris pohon anggur yang saling menaut dan sebagian terdengar buah anggur berjatuhan dari kejauhan.


"Aah.. Vall.. Uhhmm.. Aaaa...aaahh"


"Il mio amore.. Il mio amore.. Aahhh.. il mio amore (cintaku).. Aarrgh!" Dengan nafas memburu, diiringi gerakan pinggulnya yang melesakkan miliknya hingga terbenam seutuhnya, Valentino merintih rintih memanggil Leyka dengan bahasa Italy yang meruntuhkan hasrat Leyka.


Valentino pun mencengkeram leher belakang Leyka dan mencumbunya. Ia terus memacu milik Leyka dan menji*lat leher jenjang itu hingga menghi*sap daun telinga Leyka. Satu tangannya tidak dibiarkan berhenti begitu saja, ia mere*mas dada Leyka sesekali ia menundukkan kepalanya melu*mat puncak dada Leyka dan kembali memacu.


"Val.. Aahh.. Yeeaahh Val.. Aaarrgh! I am coming Mi carino (cintaku; Spanyol)"


"Aahh.. Yess Baby.. I am coming too.. Aarrgh, My love.. Aarrgh.. Sshh.. Aaargh!"


Saat Leyka meliuk liuk, Valentino menegang dan menekan kepala Leyka di dadanya dan tidak perduli dada Valentino terbalut kemeja, Leyka mengerang dan mengigit dada Valentino.


"Aaaa..aarrgh Leykaaa.. Aaa..aa..aargh!" dan desahan Valentino di puncak kepala Leyka diiringi ledakan hasratnya yang menggebu hingga tidak biasanya nafas Valentino tersengal seakan oksigen di sekitarnya menghilang.


Mereka berpelukan erat sambil mengatur nafas mereka. Merekapun mengurai pelukan dan saling memandang dengan wajah kepuasan terbungkus kelelahan. Saling menikmati wajah dan senyuman yang terulas penuh makna.


Valentinopun melepas miliknya dan merapikan underwear Leyka lalu kembali menaikkan resletingnya dan kembali menautkan ikat pinggangnya. Leyka pun menyeka aliran benih Valentino di gaunnya, rahimnya seakan tidak menampung lagi. Mereka terdiam dan mengulas senyum, Valentinopun membelai pipi Leyka dan menyambar bibir sensual yang tidak pernah membuatnya puas.

__ADS_1


"Kita pulang ya" Leyka hanya tersenyum dan mengangguk saat Valentino berkata dengan penuh kelembutan.


Valentinopun menyambar jasnya dan duduk berjongkok membelakangi Leyka, "Naiklah Ley" perintah Valentino dan Leyka menurutinya. Valentino memberikan jasnya kepada Leyka dan ia merentangkan jas itu agar memayungi keduanya. Aah, romantis sekali. Pikir keduanya. Valentinopun berjalan perlahan kearah Barn dengan menggendong Leyka di punggungnya.


"Kalau dingin pakai saja jasnya, Peach"


"Bukankah kita habis berkeringat-- Val, apa aku berat?"


"Kamu harus banyak makan, enteng sekali-- Ley, cium aku!"


"Hahh? Cium?"


"Iya kau harus menciumiku sebagai ganti aku menggendongmu" Leyka terkekeh lalu menciumi pipi Valentino.


"Lagi Ley" pinta Valentino. Leykapun mencium lagi dan lagi sampai ia menemukan segerombolan buah anggur dan dengan mudah Leyka memetiknya.


"Haak Val, buka mulutmu" Leykapun menyuapi Valentino dan mereka menikmati buah anggur sepanjang jalan hingga sesosok penjaga kebun anggur yang merupakan salah satu suku Saan atau Bushmen yang di pekerjaan penduduk asing bersiul keras memanggil penjaga yang lain. Suku San adalah salah satu suku tertua di Afrika dan masih sangat primitif dibanding suku yang lain.



"Val!! Matilah kita! Kita akan dikutuk! Kita akan diikat jiwa kita! Val, kita akan dinikahkan! Matilah kita! Kalau kita menolak kita bisa saja di deportasi Val!"


"Oohh Shit! Mati?? Tidak hari ini Leykaa!" Para penjaga, berada di sisi mereka berjarak 3 baris pohon anggur yang berderet dan mereka membentak dan berbicara dengan bahasa suku mereka yang Valentino maupun Leyka tidak tahu artinya. Karena mendengar penjaga lain berlarian, Valentino menurunkan Leyka dan mereka berlarian.




Bertha, berdiri terpaku dengan memegangi pipinya, dengan rambut berantakan dan mata kemerahan karena menangis. Leyka melihat kearah Bertha namun Valentino tidak perduli ia terus berjalan dan menyelinap di antara kerumunan dan berusaha pergi dari area itu. Bertha menatap sinis kearah Leyka sementara Leyka menyunggingkan senyumnya. Entah apa yang terjadi tapi Istri sang Manager terlihat kesal dan memaki Suaminya. Hingga para penjaga kebun datang dari rimbunnya perkebunan anggur dan mencari sepasang anak manusia yang merusak kebun anggur.


Merekapun bergegas berlarian kearah parkir dan memasuki mobilnya dan terlambat menyadari, petugas itu berlarian kearah parkir yang mana pasangan gila itu hanya meninggalkan deru mobil mereka yang melaju begitu kencang.


Dan sepasang kekasih itu tertawa penuh kelegaan, mereka merasa selamat dari kutukan dan yang terutama selamat dari deportasi.


"Val, jangan berbuat kesalahan, kita masih 5 hari lagi. Dasar gila!" Valentino tergelak mendengarnya. Mengingat kegilaannya membuatnya berbinar.


"Jangan lupakan kegilaan ini, Ley. Kau tidak akan pernah mengalaminya hal seseru ini! Hanya dengan Valentino Gallardiev kau merasakan kegilaan yang memacu adrenalinmu! Wuuuu! Leykaaa ini amazing!! " pekik Valentino dengan bersemangat diiringi tawanya.


"Dan hanya aku patnermu yang paling seru Val!! Kau tidak akan mengalami seindah ini dengan siapapunnn! Wuaaahhh.. Amazing!! Thank You Pretoriaaaaa!" Pekikan Leyka menggema diantara gelapnya malam yang kian menusuk tulang. Hujan rintik rintik menemani sepanjang perjalanan mereka.


Aku tidak akan melupakan malam ini Leyka.


Aku harus melupakan ini semua.. Kehidupan akan terus berjalan, Val. Kau hanya sepenggal kisah sesaat yang akan berlalu dibawa air hujan.


"Val! Tunggu! Bagaimana bila mereka mencatat nomor plat mobil ini! Dan memburu kita hingga hotel!"


"Kau benar, il mio amore (cintaku)! Bagaimana ini? Aku coba telepon pihak Hotel Maslow dulu saja. Siapa tahu mobil inibisa di tukar, untuk menghilangkan jejak"


"Aahh Iya! Cepatlah Val!" Valentinopun mengambil ponselnya dan menghubungi pihak hotel. Dan mata Valentino memberikan kode bahwa mobil bisa di tukar. Leyka bersorak lega mendengarnya. Merekapun bergegas menuju Hotel Maslow.

__ADS_1


Disepanjang jalan, mereka bercanda ria sesekali bernyanyi mengikuti lagu yang mereka dengar dari audio di dalam mobil itu. Seakan mereka lupa bahwa beberapa menit yang lalu mereka bertengkar. Sebuah hubungan tanpa nama, tidak bertuan dan tanpa pengorbanan. Mereka menjalinnya tanpa mengerti arti cinta, namun mereka jadi mengerti sifat dan karakter masing - masing. Mereka hanya mengenal kata NYAMAN.


Hubungan yang dilandasi rasa Nyaman saja, apakah berhasil? Bagaimana bila sang Cinta datang dengan jutaan personanya menggoyahkan rasa Nyaman itu? Bisakah? Tentu saja bisa, ketika Sang Cinta datang, ia sanggup mengobrak abrik hati bahkan menghancurkannya dengan berkeping keping. Cinta sejatinya harus ada sesuatu yang lebih besar, lebih dari sekedar rasa Nyaman.


Kata Nyaman sering di gunakan seseorang ketika buntu dengan pencariannya, teman, sahabat, bahkan orang asing bisa memberikan rasa Nyaman. Tapi apakah itu Cinta Sejati? Bisa di bayangkan bila rasa Nyaman itu akan dibawa ke ranjang, tanpa cinta bisakah seseorang memadu kasih? Bisa. Sangat bisa. Tapi memadu kasih tanpa cinta dan hanya menggunakan rasa Nyaman, akan menjadi sesuatu yang hambar, tidak ada kekuatan, tidak ada percikan. Semua hanya terlihat nafsu semata.


Tapi. Hubungan apakah ini? Valentino bahkan Leyka tidak menyadari, bahwa Sang Cinta datang seperti pencuri yang masuk perlahan. Dia mengambil dan mencuri tanpa mereka sadari. Saat keras kepala dan ego berada diantara mereka, cinta sulit diterjemahkan. Di dalam cinta harus ada sesuatu yang lebih besar. Seperti pengorbanan, rasa takut kehilangan, rasa ingin memiliki dan menguasai bahkan menyingkirkan. Rasa cinta bisa merubah wujud menjadi sesuatu yang posesif ataupun arogan. Namun di dalam cinta ada rasa ikhlas dan rela melepaskan.


Valentino dan Leyka dua orang asing yang saling menggenggam satu sama lain, saling terikat satu sama lain, saling ingin memiliki namun buru buru juga mereka menepis keinginan itu. Tapi mereka tidak menyadari saat pertama bertemu, sang cinta merasuk kedalam tanpa mengetuk tanpa permisi, sang cinta itu menyelinap seperti pencuri!


Merekapun tiba di Hotel Maslow Time Square dan seorang petugas menyambut mereka. Dan di pintu loby, dengan memakai jas Valentino yang kebesaran Leyka mendekap tubuhnya.


"Ley, aku akan ke Basement sebentar memilih mobil, tunggulah di dalam di luar sangat dingin" kata Valentino sembari mencium kening Leyka dan pergi bersama seorang petugas yang menyewakan mobil. Vendor perusahaan mobil yang bekerjasam dengan Hotel Maslaw.


"Val tidak perlu bagus!" Valentino hanya mengacungkan jempolnya ke arah Leyka dengan tersenyum dan menghilang di balik lift. Dan seorang petugas resepsionis berlarian kearah lift yang telah tertutup dengan memegang selembar amplop. Leyka pun menghampirinya dengan penasaran.


"Nona, Tuan Gallardiev kemana?" tanya petugas itu.


"Mereka ke Basement, ada apa?"


"Ehm, ada titipan surat dan harus sampai ke tangannya langsung" petugas itu menggaruk pelipisnya yang tidak gatal, gesture tubuh yang mengutarakan bahwa dia tidak baik baik saja.


"Surat?" Leyka mengerutkan alisnya.


"Iya dari-- Petugas itu membaca tulisan di amplop putih --Rebecca Pallazo, katanya ini sangat penting, tapi aku harus memberikan kepada beliau secara langsung. Baiklah aku permisi dulu Nona, aku akan menunggu Tuan Gallardiev dari meja resepsionis dan aku akan memberikannya saat beliau kembali dari Basement" saat petugas itu berlalu beberapa langkah Leyka menghentikannya.


"Tunggu!-- Leyka kembali menghampiri petugas itu yang telah memutar tubuhnya menghadap ke arah Leyka.


"Berikan padaku, aku akan memberikannya padanya. Aku kekasihnya" kata Leyka mengulurkan tangannya.


"Tapi Nona--


"Tidak masalah berikan saja padaku"


"Aku akan terkena masalah Nona"


"Itu akan menjadi tanggung jawabku"


Dengan memandangi sekeliling ruangan lobby yang tampak lengang, akhirnya petugas itu memberikan amplop itu kepada Leyka.


"Seharusnya surat itu, diberikan saat Tuan Gallardiev mengembalikan mobil itu 5 hari lagi. Tidak disangka datangnya sekarang. Nona, apa tidak apa apa aku memberikannya kepadamu?"


"Tidak masalah, aku akan menyampaikannya" Leykapun berlalu dan menggenggam surat itu dengan dada bergemuruh, ia pun berjalan kearah luar lobby, ia butuh udara dingin untuk meredam hawa panas yang tiba tiba menyergapnya.


Mengapa aku merasakan perasaan seperti ini? Leyka.


...-...


...-...

__ADS_1


...-...


cukup like n komen aja gengs, hadiah vote kasih ke diana.. kl lama up karena adminnya lama acc. dan pahamilah krn adegan disini terlalu ekstrem. masukin rak favorit aja kl up pasti ketauan jangan di tungguin. kl Ooh Diana tamat akan fokus kesini kok. sabar ya.. harus sabar kaya aku menghadapi adminnya 🤣 orang sabar tuh nganu suaminya semakin lebar.. 🤭🤭🤣


__ADS_2