
"Aku udah gak tahan lagi jadi yang kedua , aku mau kalo aku jadi milik kamu satu satunya!" Rengek fei.
"Sabar dong sayang , tunggu anak aku lahir dulu , kasian lah yui nya" Jawab lexi yang terus mencari alasan agar bisa mempertahan kan kedua nya.
Selepas main bersama fei , lexi pulang membawakan makanan kesukaan yui , martabak telur yang ia beli di perjalanan pulang.
"Yui? aku bawain makanan kesukaan kamu nih" Lexi menyodorkan martabak itu ke hadapan yui yang sedang berbaring di kasur nya.
"Gak mau!! enek aku nyium bau nya!! aku mau rujak aja" Rengek manja yui.
"Yaudah aku beliin ya?"
"Gak usah , pasti lama! Lagian malem malem gini cari rujak di mana hah?"
"Ya udah iya gak jadi" Lexi mendudukan diri nya di samping badan yui yang terlentang.
"Kok kamu gitu sih! Istri nya lagi pengen rujak , bukan nya di beliin malah duduk nyantai!" Yui memonyongkan bibir nya dan membalikan badan nya membelakangi lexi.
"Tadi kata nya gak usah?" Lexi yang heran dengan tingkah yui hanya bisa pasrah menerima ocehan nya.
"Kamu tuh gak ngerti ngerti yah! Dasar mahluk halus kurang peka!" Ucap yui marah.
"Huhhh Sabar ..." Gumam lexi pelan pelan.
"Ngomong apa barusan??" Yui yang samar samar mendengar gumaman lexi pun tambah meledakan emosi nya.
"Engg..Enggak ngomong apa-apa kok, Ya udah aku cari rujak nya dulu ya?" Ucap lexi terbata bata sembari menundukan pandanganya lalu berdiri melangkahkan kaki nya ke arah pintu.
__ADS_1
"Ga usah!" Ucap yui ketus.
"Gak apa apa kok , aku beliin ya?" Lexi menghentikan langkah kaki nya saat mendengar ucapan yui.
"Aku bilang gak usah ya gak usah!! Ngeyel banget sih jadi orang!" Sentak yui yang membuat lexi hampir putus asa menghadapi nya.
"Ya udah iya..Gak jadi!" Lexi menghela nafas lalu masuk ke kamar mandi.
"Mau ngapain kamu ke situ?" Tanya yui yang melihat arah langkah lexi.
"Mandi lah sayang , bau asem nih , emang nya kamu mau tidur sama cowo yang bau?" Goda lexi yang mencoba mendingin kan suasana.
"Ohh..Jadi kamu lebih milih mandi ketimbang beliin aku rujak?!" Yui melontarkan pertanyaan yang mengintimidasi.
"Astaga dragon sabar ya tuhan..." Ucap lexi dalam hati."Ya udah aku pergi dulu" Sambung nya kembali menyeret kaki nya ke luar.
"Dah sayang..." Lexi mengabaikan ucapan yui dan langsung bergegas pergi.
"Dasar gak peka!" Celoteh yui kesal.
⭐⭐⭐⭐⭐
Lexi memutari seluruh kota untuk mencari rujak yang di minta yui , namun bukan pedagang rujak yang ia temui , ia malah secara tak sengaja bertemu fei di jalan.
"Fei?" Sapa lexi dari kejauhan sembari melambaikan tangan nya.
"Kok kamu ada di sini? kangen ya sama aku , makanya kamu cari aku?" Ucap fei yang terkejut melihat lexi menghampiri nya.
__ADS_1
"Ya kangen mah udah pasti sih , cuma..Sebenernya aku lagi cari tukang rujak" Lexi menjelaskan mengapa ia ada di jalan itu.
"Rujak? malem malem gini mana ada kali! pasti ini suruhan si manja itu!" Ucap fei jengkel.
"Iya..Ribet banget , mana pake kode kodean segala , aku kan gak ngerti apa yang dia mau , eh dia malah marah sama aku!" Lexi terbawa suasana dan mengumpat kesal pada yui.
"Tuh kan , apa aku bilang! mending kamu sama aku dari pada sama dia" Fei memanfaatkan situasi ini untuk mendapatkan lexi seutuh nya.
"Tapi aku bingung cara menceraikan nya , soal nya aku malu sama ibu nya , aku juga kasian sama dia , nanti anak aku gimana?" Ucap lexi kebingungan harus beralasan apa lagi , setiap fei menyuruhnya menceraikan yui , ia selalu saja beralasan hal yang sama.
**Bersambung...
Untuk pembaca yang terhormat , mohon dukungan nya dengan cara..
Klik Like (👍)
Beri rate (⭐⭐⭐⭐⭐) Five Star
Beri koin di mode vote seiklasnya untuk mendukung karya author.
Ketuk ikon hati (❤) Agar dapat notif jika novel ini telah di update.
Oh iya .. Jika ada penulisan atau kosa kata yang tidak kalian sukai , atau juga masukan yang ingin kalian sampai kan ,kalian bisa mengkritik nya di kolom komentar , agar author bisa menyajikan novel yang lebih baik lagi untuk kalian.
Sedikit dukungan dari kalian sangat berarti buat author.
Terima kasih**..
__ADS_1