Ibu Muda

Ibu Muda
Episode 39 Amira Kembali Pulih


__ADS_3

Sisi Lain Kediaman Reza..


Reza tengah duduk di balkon rumah nya sembari memandang lurus ke depan. Dia begitu rindu dengan Amira yang sudah lama tidak bertemu dengannya. Terakhir kali dia menemui Amira 2 bulan lalu, saat baru 1 minggu kematian anaknya. Dia ingin menghampiri Amira tapi niat nya itu di urungkan saat melihat keadaan Amira yang tidak mau di dekati oleh siapa pun.


Drrtt.. Drrtt.. Drrtt..


Tiba-tiba ponsel Reza bergetar, Reza melihat nama orang suruhannya di layar ponsel nya.


"Hallo bagaimana? Apa kau sudah menemukan alamatnya?"


"Iyaa bos, ternyata perempuan itu tinggal di kost-kost'an, saya sudah share lock tempatnya". Jelas pria itu kepada Reza.


"Baiklah". Reza langsung mematikan sambungan telepon dan segera membuka pesan masuk dari orang suruhannya yang men share lock alamat orang yang dia cari.


Tak lama Reza langsung beranjak dari duduknya, menuju garasi dan menaiki mobil nya untuk mengunjungi perempuan yang dia cari. Di perjalanan Reza melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi yang membuat nya cepat sampai di gang sempit kost-kost'an itu. Dia memarkir mobil nya di depan gang karena tidak memungkinkan untuk mobil masuk di gang sempit itu. Reza berjalan menyusuri gang sempit kost-kost'an yang tampak kumuh itu. Sampai lah ia di depan pintu kamar wanita itu, Reza perlahan mulai mengetuk pintu dan tak lama kemudian muncul lah seorang wanita dengan pakaian sederhana dan rambut yang terikat sedang berdiri di hadapannya.


"Maaf anda siapa?" Tanya wanita itu sembari mengerutkan dahi nya.


"Apa benar anda wanita yang hamil dengan kakak sepupu ku Roy?" Tanya Reza dan sontak membuat wanita itu terperanga. Tubuh wanita itu mendadak gemetaran dan tampak ketakutan. Dia hendak menutup kembali pintu namun dengan sigap Reza menahannya.


"Tunggu sebentar".


"Kenapa kau tampak ketakutan? Biar kan aku masuk dulu, aku mau menanyakan tentang bayi mu". Ucap Reza membuat wanita itu semakin tampak ketakutan dia menundukkan kepala nya enggan menatap Reza.


"Di mana anak itu? Kenapa aku sama skali tidak mendengar suara tangisan bayi di kamarmu?".

__ADS_1


Wanita itu hanya diam sembari menundukkan kepala nya dengan air mata yang sudah menetes.


"Kenapa hanya diam? Kata kan di mana bayi itu? Di mana anak Roy?" Tanya Reza yang kini sudah meninggikan suaranya membuat wanita itu semakin menunduk dan tidak mau menatap Reza.


"Apa kau memberikannya pada orang lain?" Tanya Reza yang semakin curiga.


Wanita itu hanya mengangguk dengan air mata yang terus mengalir.


"Kau berikan bayi itu pada siapa? Kenapa kau tak memberikannya padaku? Dia juga ponakan ku, kenapa kau tidak menyerahkannya padaku?" Wanita itu hanya diam seribu bahasa seperti orang bisu saja. Dia sangat takut dengan apa yang di perbuat nya dan terlihat begitu trauma dengan kejadian pemerkosaan itu sehingga membuat nya seperti orang ling lung.


"Baik lah, sekarang kata kan, sekarang anak itu di mana?" Tanya Reza dengan nada pelan.


"Panti Asuhan". Jawab Wanita itu akhir nya mulai membuka suara walau hanya sepatah kata.


Reza terperanga mendengar jawaban wanita itu. Dia tidak menyangka seorang ibu tegah membuang anak nya di panti asuhan. Namun melihat keadaan wanita itu Reza jadi tak tegah, mungkin saja dia mengalami trauma karena perbuatan Roy sepupunya. Sehingga Reza berinisiatif memberi nya uang untuk biaya hidup wanita itu.


Sisi Lain Kediaman Keluarga Buwana..


Keadaan Amira kini sudah semakin membaik, pagi ini Amira bangun jam 05.00 pagi, Amira langsung bergegas menuju kamar mandi, ia pun mandi dengan cepat, ia memakai baju santai, lalu dengan rambut terurai dan masih basah ia turun menuju dapur.


Amira benar-benar sudah merasa pulih, dia memasak sarapan sendiri, dan meminta para pelayan tidak perlu membantunya kali ini. Awalnya para pelayan menolaknya secara halus, karena tak mau Amira kelelahan, namun Amira tetap pada pendirian nya, dan meminta pelayan agar mengerjakan pekerjaan yang lain.


Para pelayan pun akhirnya menurut dan tak mampu menolak permintaan nona muda mereka. Amira pun segera mengambil alih dapur itu, ia memasak masakan rumahan yang sering di masak oleh ibunya untuk menu sarapan saat mereka tinggal bersama.


Amira memasak mie pangsit goreng special dengan sayur sawi, potongan ayam, telur beserta pangsit yang sudah direbus terlebih dahulu sebagai topping mie goreng itu, ia juga membuat dimsum ayam campur udang sebagai menu pendamping. Selesai berkutat di dapur, kini semua menu makanan sudah selesai dimasak dan siap untuk disajikan. Amira mengatur piring-piring sesuai tempat duduk. Tak lama Shaka pun turun dengan sudah berpakaian rapi.

__ADS_1


Ia menghentikan langkahnya saat mendapati Amira yang sedang sibuk menata hidangan di atas meja dengan keadaan rambut basah dan terurai. Hal itu membuat Shaka jadi terperangah, jiwanya mendadak terasa menghangat, menurut pandangan Shaka sebagai lelaki normal, Amira benar-benar terlihat sangat menggoda saat rambut nya basah terurai seperti itu.


Emely keluar dari kamar dan mendapati pemandangan yang serupa. Namun Emely mendadak mengerinyitkan dahinya saat melihat Shaka hanya berdiri mematung di depan tangga dengan memandangi Amira dengan tatapan tak biasa.


"Heii Shaka, kenapa kau diam saja? Ayo turun lah". Ucap Emely yang sontak membuyarkan lamunan Shaka.


Shaka pun bergegas menuruni anak tangga, Shaka duduk di tempat duduknya sembari membalikkan piringnya, namun Shaka kembali mengerinyitkan dahinya saat melihat menu sarapan yang tak biasa itu.


"Wah apa kau yang memasak semua ini Amira?" Tanya Emely memandangi satu persatu menu di atas meja dengan wajah yang berbinar.


"Iyaa nek, aku fikir akan sangat bosan jika menu makanannya itu-itu saja. Jadi aku memutuskan untuk masak menu yang lain pagi ini". Jelas Amira secara lembut pada Emely.


"Ya ya ya.. Ini terlihat sangat enak Amira, ayo kau duduklah kita mulai makan saja. Aku sudah tak sabar ingin segera makan". Emely dengan semangat menciduk mie pangsit goreng ke dalam piringnya.


Emely pun mulai melahap mie pangsit goreng buatan Amira, Emely membulatkan matanya saat merasakan mie pangsit yang masuk ke dalam mulutnya sangatlah nikmat.


"Wah ini benar-benar enak, bagaimana kau bisa membuat mie pangsit seenak ini?" Tanya Emely sumringah sembari terus melahap mie pangsit ke dalam mulutnya.


Melihat itu Shaka mulai ikut melahap mie pangsitnya, namun Shaka juga membulatkan matanya saat merasakan mie pangsit itu benar-benar enak. Shaka pun akhirnya memakan mie pangsit itu dengan lahapnya.


"Yah sudah nek, aku ke kantor dulu". Shaka meraih 1 dimsum lalu mencocolkannya dalam saos yang di buat khusus untuk dimsum itu.


Shaka memakan dimsum itu sambil berlalu pergi begitu saja, namun kemudian Shaka kembali ke meja makan dengan mengambil 1 dimsum lagi lalu pergi lagi. Amira menahan senyum nya melihat tingkah Shaka seperti itu, Amira akhir nya berinisiatif mengambil beberapa dimsum dan di masukkan ke dalam tupperware yang lumayan besar. Tak lupa pula Amira membungkuskan saos dimsum tanpa menyatukannya. Amira lalu keluar di depan lobby dan dengan bergegas menghampiri mobil Shaka dan memberikan sebuah kotak bekal berisi dimsum pada Shaka.


"Ini kau bawah lah aku lihat tadi kau sangat suka dengan dimsum ini". Ucap Amira sembari memberikan kotak bekal itu pada Shaka.

__ADS_1


Shaka yang melihat itu seketika tersenyum manis ke arah Amira dan meraih kotak bekal itu.


"Terimakasih ya". Ucap Shaka yang kemudian di angguki Amira. Dia pun segera pamit ke kantor dengan pak Ardi yang sudah melajukan mobilnya meninggalkan Amira yang sedang berdiri memandangi kepergiannya.


__ADS_2